CULTURAL
THE VALLEY OF BLESSING
-Lembah
Berkat-
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 03 Mei 2015)
Kejadian 26:1,
Ishak dimasa kekeringan-kelaparan besar.
Ishak menabur,
menghasilkan 100x ganda (ayat 12)
Tuhan tidak perlu
mengeluarkan Ishak dari kekeringan-kelaparan, tapi Tuhan sanggup memberkati
dimasa kekeringan. Orang Filistin menggali sumur, tidak dapat air, tapi setiap
kali Ishak menggali selalu mendapat air yang membual. Ishak selalu mengalah
terhadap Filistin yang merampas sumurnya, tapi Tuhan selalu memberi sumur yang
terbaik bagi Ishak.
Mungkin kita ada
dilembah peperangan dengan kesehatan, keuangan, pekerjaan, keluarga; Tuhan bisa
mengubahnya menjadi lembah penuh berkat. Jangan mengeluh. Jalan terus, disitu
Tuhan beserta kita dan menyediakan kemenangan.
Kita ada di lembah
apa? Kekecewaan... Keluarga-kawan-pekerjaan, kekerasan.
Tuhan mengubahnya menjadi
lembah penggenapan, kemenangan, permulaan baru.
Lembah yang kita
lewati, bukan lembah kekalahan, tapi lembah kemenangan, lembah promosi, lembah
restorasi-pemulihan. One touch of God’s favor, will turn around.
Kabar baiknya
adalah: Kamu tidak perlu keluar dari lembah, Tuhan bisa memberkati sementara
dilembah itu. Tuhan berjanji akan menggenapkan itu dimasa tahun hidup kita.
MAZMUR 23 merupakan wujud pengalaman Daud, ketika menghadapi Goliat, di
lembah Tarbantin (ayat 2-3), bahagia sekali kita, kalau Tuhan membaringkan
dipadang rumput hijau, ke air yang tenang. Setelah bangun, jiwaku segar. Tapi
jangan terkejut, kalau harus melewati ‘lembah kekelaman/maut’, yang tidak
diharapkan, justru menyakitkan, merugikan, dsb. Disana juga ada Tuhan beserta.
1 Samuel 17:2, Saul dan Israel berkemah dilembah Tarbantin. 1 Samuel 21:9,
Daud ke Nob bertemu Ahimelekh, diberi pedang Goliat, yang dipakainya memotong
kepala Goliat di Lembah Tarbantin.
Di lembah
Tarbantin, Saul dan Israel, ketakutan, terancam, tidak bisa bertindak; tapi di
Lembah Tarbantin, ada Daud yang mengingat kebesaran Tuhan, mengejar dan
menghajar singa dan beruang, dan membunuhnya; dan selanjutnya memenangkan
peperangan dengan Goliat, Filistin.
Bagi sebagian
orang, pada posisi yang sama, bisa berbeda persepsi, pandangan. Yang kelompok
banyak, dalam ketakutan, sebab menggunakan pandangan umum; tapi Daud hanya
seorang diri, dengan keyakinan dari Tuhan, ternyata Daud memenangkan peperangan
di Lembah Tarbantin. Lembah yang konotasinya negatif, tapi di situlah
Kemenangan diberikan Tuhan melalui Daud untuk umat Israel.
Mazmur 23:4,
berjalan dilembah kekelaman, aku tidak takut bahaya!!
Kita bukan hidup di lembah, tapi hanya lewat saja. Tidak perlu takut, sebab di
lembah kekelaman/maut/mematikan, Tuhan juga ada disana menyertai kita.
Bahkan Tuhan
memberikan sesuatu ditangan kita: “gada-Mu dan tongkat-Mu”, itu menghibur aku. Mengapa gada dan tongkat bisa menghibur? Your rod (to protect) and
Your staff (to guide). Ada yang melindungi dan menuntun.
Mazmur 23:5, bukan kalau keluar, kalau pindah, tapi dilembah itu juga Tuhan
menyediakan hidangan, walau disitu ada musuh/lawan kita.
Urapan membuat
orang punya wibawa, disukai, walau dilembah. Piala hanya dipegang oleh
pemenang.
Mazmur 23:6, seumur hidupku, diikuti dengan kebajikan dan kemurahan.
-Di lembah dunia
ini, yang kita jalani/lewati, ada = “tuntunan dan perlindungan”; = tersedia
pesta-sukacita, kebahagiaan, walau ada musuh-lawan;
=ada wibawa
otoritas, dan kemenangan/victory, karena hidup ini disertai dengan
kebajikan dan kemurahan Tuhan. Rumah Tuhan (hadirat Tuhan) menjadi tempat
kediaman kita. Setiap saat kita tidak terlepas dari hadirat Tuhan.
2 Tawarikh
20:1-30. Raja Josafat berperang melawan Amon dan Moab.
Amon dan Moab selalu menjadi kesukaran bagi Israel-Yehuda.
Ayat 3, Josafat, bisa takut. Keputusannya benar: seluruh Yehuda diajak
menyeru Tuhan dan berpuasa. Josafat mengingatkan Tuhan, tentang janjiNya kepada
Abraham, sahabat-Mu, ay 7.
Ayat 17, Yahaziel seorang Lewi, penyanyi, bernubuat: dalam peperangan ini
tidak usah kamu bertempur, tinggallah berdiri ditempatmu dan lihatlah bagaimana
Tuhan memberi kemenangan kepadamu.
Ayat 19, orang Lewi, dan umat Yehuda menyanyikan pujian dengan suara nyaring
(95bd).
Ayat 22, dari puji-pujian, Tuhan kirim penghadang dan membuat Moab dan Amon
saling membunuh. Semua jadi bangkai. Untuk mengumpulkan harta jarahan, Yehuda
perlu waktu 3 hari, di hari ke-4, mereka kumpul di Lembah Berakah
(Berkat-Pujian-Barokah).
No comments:
Post a Comment