Sunday, 31 May 2015

THE VALLEY OF BLESSING



CULTURAL




THE VALLEY OF BLESSING
-Lembah Berkat-
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 03 Mei 2015)


Kejadian 26:1, Ishak dimasa kekeringan-kelaparan besar.
Ishak menabur, menghasilkan 100x ganda (ayat 12)
Tuhan tidak perlu mengeluarkan Ishak dari kekeringan-kelaparan, tapi Tuhan sanggup memberkati dimasa kekeringan. Orang Filistin menggali sumur, tidak dapat air, tapi setiap kali Ishak menggali selalu mendapat air yang membual. Ishak selalu mengalah terhadap Filistin yang merampas sumurnya, tapi Tuhan selalu memberi sumur yang terbaik bagi Ishak.

Mungkin kita ada dilembah peperangan dengan kesehatan, keuangan, pekerjaan, keluarga; Tuhan bisa mengubahnya menjadi lembah penuh berkat. Jangan mengeluh. Jalan terus, disitu Tuhan beserta kita dan menyediakan kemenangan.

Kita ada di lembah apa? Kekecewaan... Keluarga-kawan-pekerjaan, kekerasan.
Tuhan mengubahnya menjadi lembah penggenapan, kemenangan, permulaan baru.
Lembah yang kita lewati, bukan lembah kekalahan, tapi lembah kemenangan, lembah promosi, lembah restorasi-pemulihan. One touch of God’s favor, will turn around.

Kabar baiknya adalah: Kamu tidak perlu keluar dari lembah, Tuhan bisa memberkati sementara dilembah itu. Tuhan berjanji akan menggenapkan itu dimasa tahun hidup kita. MAZMUR 23 merupakan wujud pengalaman Daud, ketika menghadapi Goliat, di lembah Tarbantin (ayat 2-3), bahagia sekali kita, kalau Tuhan membaringkan dipadang rumput hijau, ke air yang tenang. Setelah bangun, jiwaku segar. Tapi jangan terkejut, kalau harus melewati ‘lembah kekelaman/maut’, yang tidak diharapkan, justru menyakitkan, merugikan, dsb. Disana juga ada Tuhan beserta.

1 Samuel 17:2, Saul dan Israel berkemah dilembah Tarbantin. 1 Samuel 21:9, Daud ke Nob bertemu Ahimelekh, diberi pedang Goliat, yang dipakainya memotong kepala Goliat di Lembah Tarbantin.
Di lembah Tarbantin, Saul dan Israel, ketakutan, terancam, tidak bisa bertindak; tapi di Lembah Tarbantin, ada Daud yang mengingat kebesaran Tuhan, mengejar dan menghajar singa dan beruang, dan membunuhnya; dan selanjutnya memenangkan peperangan dengan Goliat, Filistin.

Bagi sebagian orang, pada posisi yang sama, bisa berbeda persepsi, pandangan. Yang kelompok banyak, dalam ketakutan, sebab menggunakan pandangan umum; tapi Daud hanya seorang diri, dengan keyakinan dari Tuhan, ternyata Daud memenangkan peperangan di Lembah Tarbantin. Lembah yang konotasinya negatif, tapi di situlah Kemenangan diberikan Tuhan melalui Daud untuk umat Israel.

Mazmur 23:4, berjalan dilembah kekelaman, aku tidak takut bahaya!! Kita bukan hidup di lembah, tapi hanya lewat saja. Tidak perlu takut, sebab di lembah kekelaman/maut/mematikan, Tuhan juga ada disana menyertai kita.



Bahkan Tuhan memberikan sesuatu ditangan kita: “gada-Mu dan tongkat-Mu”, itu menghibur aku. Mengapa gada dan tongkat bisa menghibur? Your rod (to protect) and Your staff (to guide). Ada yang melindungi dan menuntun.

Mazmur 23:5, bukan kalau keluar, kalau pindah, tapi dilembah itu juga Tuhan menyediakan hidangan, walau disitu ada musuh/lawan kita.
Urapan membuat orang punya wibawa, disukai, walau dilembah. Piala hanya dipegang oleh pemenang.

Mazmur 23:6, seumur hidupku, diikuti dengan kebajikan dan kemurahan.
-Di lembah dunia ini, yang kita jalani/lewati, ada = “tuntunan dan perlindungan”; = tersedia pesta-sukacita, kebahagiaan, walau ada musuh-lawan;
=ada wibawa otoritas, dan kemenangan/victory, karena hidup ini disertai dengan kebajikan dan kemurahan Tuhan. Rumah Tuhan (hadirat Tuhan) menjadi tempat kediaman kita. Setiap saat kita tidak terlepas dari hadirat Tuhan.

2 Tawarikh 20:1-30. Raja Josafat berperang melawan Amon dan Moab. Amon dan Moab selalu menjadi kesukaran bagi Israel-Yehuda.
Ayat 3, Josafat, bisa takut. Keputusannya benar: seluruh Yehuda diajak menyeru Tuhan dan berpuasa. Josafat mengingatkan Tuhan, tentang janjiNya kepada Abraham, sahabat-Mu, ay 7.
Ayat 17, Yahaziel seorang Lewi, penyanyi, bernubuat: dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur, tinggallah berdiri ditempatmu dan lihatlah bagaimana Tuhan memberi kemenangan kepadamu.

Ayat 19, orang Lewi, dan umat Yehuda menyanyikan pujian dengan suara nyaring (95bd).
Ayat 22, dari puji-pujian, Tuhan kirim penghadang dan membuat Moab dan Amon saling membunuh. Semua jadi bangkai. Untuk mengumpulkan harta jarahan, Yehuda perlu waktu 3 hari, di hari ke-4, mereka kumpul di Lembah Berakah (Berkat-Pujian-Barokah).

No comments:

Post a Comment