Tuesday, 19 May 2015

19 Mei 2015



CULTURAL


Ibrani 11:17-19. Ayat 17: “Karena IMAN maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal.” IMAN = PERCAYA. Bila kita beriman maka keadaan terburuk sekalipun tidak akan dapat menghancurkan hubungan kita dengan Tuhan maupun sesama J. Apakah kita tetap PERCAYA sekalipun belum melihat? Mampukan kami untuk tetap mempercayaiMu, saat hidup terasa tak masuk akal. Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun PERCAYA. Yohanes 20:29, “Kata Yesus kepadanya: ‘Karena Engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.’” Amin. JBU all J

Respon 1
Maz 28:6 – Terpujilah TUHAN, karena IA telah mendengar dan menjawab doaku! Puji TUHAN. TUHAN YESUS hidup, sanggup menjawab semua doa kita. Mujizat terjadi sekarang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
“Integrity is the most valuable and respected quality of leadership. Always keep your words!” (Brian Tracy) - Happy Tuesday Friends. (Suwandi Taruna)

Respon 3
Syalom. Amin... “Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya” (Mazmur 126:6). Terima kasih ibu Siu, selamat pagi dan selamat beraktivitas TUHAN YESUS selalu memberkati. Amin. (Bp. Oktavianus – Nabire)

Respon 4
Tidak peduli seberat apapun masalah yang sedang kau hadapi: -Kuatkan kepercayaanmu kepada Tuhan; -Bangkit; -Jangan menyerah. 1 Samuel 30:6, “Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.” (GNCC)

Respon 5
SAAT TEDUH. Selasa, 19 Mei 2015. Dua Malaikat. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya (Efesus 2:10). John Newton, penulis lagu Amazing Grace, berkata, “Andaikan Allah menugasi dua malaikat di surga secara bersamaan. Yang satu menjadi pemimpin negara terbesar di dunia. Yang lain menyapu jalanan di desa yang sangat kotor. Maka, mereka tidak akan memprotes. Apa pun tugas yang diberikan, akan mereka kerjakan. Mengapa? Karena ada sukacita sejati dalam menaati Allah. Bagi pengikut Kristus, yang terpenting bukan apa tugas Allah untuk kita; tetapi bahwa kita melakukan keinginan Tuhan.” Demikianlah Tuhan ingin kita menjalani setiap peran yang ditugaskan pada kita. Tuhan tidak memberikan tugas yang seragam justru agar kita dapat saling melayani dan melengkapi. Lalu, mengapa kita tidak perlu mencemburui orang lain, yang perannya mungkin tampak lebih terhormat atau lebih nyaman? Dasarnya: Tuhan tidak membedakan peran. Bagi-Nya, setiap peran sama mulia, asal dilakukan dengan taat. Maka, Tuhan memberikan sukacita yang sama kepada setiap hamba yang setia. Ya, bukankah seharusnya kita selalu ingat bahwa kita ini adalah hamba Kristus? Yang bahkan seharusnya tidak berhak apa-apa atas hidup kita—sebab tadinya kita adalah terhukum yang siap dieksekusi. Namun, karena rahmat-Nya, Dia memberi kita hidup baru. Dia membangkitkan kita dan memberikan hidup yang berarti, yakni hidup dalam setiap pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya (ay. 10). Itulah tugas yang kita miliki hari ini. Dia sudah menetapkannya bagi kita. Terimalah dengan sukacita, lakukanlah dengan hati bersyukur!—AW. DALAM SETIAP PERAN YANG KITA MAINKAN DALAM KEHIDUPAN, KIRANYA TERPANCAR SYUKUR ATAS KASIH TUHAN YANG TAK TERUKUR. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 6
Sekalipun memiliki petuah-petuah bijak semacam ‘Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian’; ‘Sengsara membawa nikmat’ atau ‘Rajin pangkal pandai & hemat pangkal kaya’ dalam kenyataannya tidak selalu sesuai dengan kondisi yang ada. Tidak semua bangsa yang memiliki pemikiran yang baik mengimbanginya dengan penerapan yang baik pula. Jalan pintas mendapatkan hasil besar tanpa susah payah, melakukan pengorbanan kecil untuk keuntungan jangka pendek yang ratusan kali lipat besarnya lebih menjadi pilihan bagi beberapa bangsa. Itu ditandai dengan tingkat korupsi yang tinggi di segala bidang & tingkatan masyarakatnya. Juga masih maraknya pencarian keuntungan melalui jalur-jalur yang memanfaatkan kuasa-kuasa gelap & sihir (padahal para pelakunyalah yang dimanfaatkan iblis) untuk memperoleh keuntungan-keuntungan materi & duniawi lainnya. Kondisi lain yang menunjukkan kemalasan tampak pada seberapa besar bangsa itu memiliki perhatian & usaha mengembangkan potensi & sumber-sumber daya yang ada padanya demi meraih suatu keadaan masa depan yang lebih baik -tidak ketinggalan dengan bangsa-bangsa besar, apalagi negara-negara tetangga yang sebelumnya relatif kurang maju. Sesungguhnya tidak ada yang namanya hasil tanpa suatu perjuangan. Dan untuk perkara-perkara besar yang hendak diraih, banyak pengorbanan tak terelakkan. Ada harga ketekunan, kerja keras, pendalaman & penajaman diri & karakter, kerendahan hati, serta tidak menyerah & tidak cepat puas dengan hasil-hasil yang tampak hebat namun tidak seberapa. Dan semua itu harus dibawa dalam level praktek & bukti nyata, bukan topeng-topeng pencitraan semata. Ini berlaku dalam hal-hal rohani. Tidak ada manusia-manusia rohani yang kuat di dalam Tuhan tanpa membayar harga menjadi murid-murid sejati yaitu pelaksana-pelaksana firman. Dengan menjentikkan jari, Dia bisa menyelamatkan kita. Namun begitu Dia telah memilih jalan salib, jalan penderitaan demi keselamatan kita (Ibr.12:2-3). Yesuslah teladan kita. Mari pikul salib itu (yang jauh lebih ringan dibanding kemuliaan yang akan kita terima). Dengan segala kerelaan & sukacita. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment