CULTURAL
Respon 1
Maz 28:6 –
Terpujilah TUHAN, karena IA telah mendengar dan menjawab doaku! Puji TUHAN.
TUHAN YESUS hidup, sanggup menjawab semua doa kita. Mujizat terjadi sekarang!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
“Integrity is the
most valuable and respected quality of leadership. Always keep your words!”
(Brian Tracy) - Happy Tuesday Friends. (Suwandi Taruna)
Respon 3
Syalom. Amin...
“Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang
dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya” (Mazmur 126:6). Terima
kasih ibu Siu, selamat pagi dan selamat beraktivitas TUHAN YESUS selalu
memberkati. Amin. (Bp. Oktavianus – Nabire)
Respon 4
Tidak peduli
seberat apapun masalah yang sedang kau hadapi: -Kuatkan kepercayaanmu kepada
Tuhan; -Bangkit; -Jangan menyerah. 1 Samuel 30:6, “Dan Daud sangat terjepit,
karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu
telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi
Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.” (GNCC)
Respon 5
SAAT TEDUH. Selasa,
19 Mei 2015. Dua Malaikat. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam
Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah
sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya (Efesus 2:10). John Newton,
penulis lagu Amazing Grace, berkata, “Andaikan Allah menugasi dua malaikat di
surga secara bersamaan. Yang satu menjadi pemimpin negara terbesar di dunia.
Yang lain menyapu jalanan di desa yang sangat kotor. Maka, mereka tidak akan
memprotes. Apa pun tugas yang diberikan, akan mereka kerjakan. Mengapa? Karena
ada sukacita sejati dalam menaati Allah. Bagi pengikut Kristus, yang terpenting
bukan apa tugas Allah untuk kita; tetapi bahwa kita melakukan keinginan Tuhan.”
Demikianlah Tuhan ingin kita menjalani setiap peran yang ditugaskan pada kita.
Tuhan tidak memberikan tugas yang seragam justru agar kita dapat saling
melayani dan melengkapi. Lalu, mengapa kita tidak perlu mencemburui orang lain,
yang perannya mungkin tampak lebih terhormat atau lebih nyaman? Dasarnya: Tuhan
tidak membedakan peran. Bagi-Nya, setiap peran sama mulia, asal dilakukan
dengan taat. Maka, Tuhan memberikan sukacita yang sama kepada setiap hamba yang
setia. Ya, bukankah seharusnya kita selalu ingat bahwa kita ini adalah hamba
Kristus? Yang bahkan seharusnya tidak berhak apa-apa atas hidup kita—sebab
tadinya kita adalah terhukum yang siap dieksekusi. Namun, karena rahmat-Nya,
Dia memberi kita hidup baru. Dia membangkitkan kita dan memberikan hidup yang
berarti, yakni hidup dalam setiap pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah
sebelumnya (ay. 10). Itulah tugas yang kita miliki hari ini. Dia sudah
menetapkannya bagi kita. Terimalah dengan sukacita, lakukanlah dengan hati
bersyukur!—AW. DALAM SETIAP PERAN YANG KITA MAINKAN DALAM KEHIDUPAN, KIRANYA
TERPANCAR SYUKUR ATAS KASIH TUHAN YANG TAK TERUKUR. Selamat pagi. Tuhan Yesus
memberkati. (Madam Ossy)
Respon 6
Sekalipun memiliki
petuah-petuah bijak semacam ‘Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian’;
‘Sengsara membawa nikmat’ atau ‘Rajin pangkal pandai & hemat pangkal kaya’
dalam kenyataannya tidak selalu sesuai dengan kondisi yang ada. Tidak semua
bangsa yang memiliki pemikiran yang baik mengimbanginya dengan penerapan yang
baik pula. Jalan pintas mendapatkan hasil besar tanpa susah payah, melakukan
pengorbanan kecil untuk keuntungan jangka pendek yang ratusan kali lipat
besarnya lebih menjadi pilihan bagi beberapa bangsa. Itu ditandai dengan
tingkat korupsi yang tinggi di segala bidang & tingkatan masyarakatnya.
Juga masih maraknya pencarian keuntungan melalui jalur-jalur yang memanfaatkan
kuasa-kuasa gelap & sihir (padahal para pelakunyalah yang dimanfaatkan
iblis) untuk memperoleh keuntungan-keuntungan materi & duniawi lainnya.
Kondisi lain yang menunjukkan kemalasan tampak pada seberapa besar bangsa itu
memiliki perhatian & usaha mengembangkan potensi & sumber-sumber daya
yang ada padanya demi meraih suatu keadaan masa depan yang lebih baik -tidak
ketinggalan dengan bangsa-bangsa besar, apalagi negara-negara tetangga yang
sebelumnya relatif kurang maju. Sesungguhnya tidak ada yang namanya hasil tanpa
suatu perjuangan. Dan untuk perkara-perkara besar yang hendak diraih, banyak
pengorbanan tak terelakkan. Ada harga ketekunan, kerja keras, pendalaman &
penajaman diri & karakter, kerendahan hati, serta tidak menyerah &
tidak cepat puas dengan hasil-hasil yang tampak hebat namun tidak seberapa. Dan
semua itu harus dibawa dalam level praktek & bukti nyata, bukan
topeng-topeng pencitraan semata. Ini berlaku dalam hal-hal rohani. Tidak ada
manusia-manusia rohani yang kuat di dalam Tuhan tanpa membayar harga menjadi
murid-murid sejati yaitu pelaksana-pelaksana firman. Dengan menjentikkan jari,
Dia bisa menyelamatkan kita. Namun begitu Dia telah memilih jalan salib, jalan
penderitaan demi keselamatan kita (Ibr.12:2-3). Yesuslah teladan kita. Mari
pikul salib itu (yang jauh lebih ringan dibanding kemuliaan yang akan kita
terima). Dengan segala kerelaan & sukacita. Salam revival! GBU. (Worship
Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment