Sunday, 31 March 2019

31 Maret 2019


THE GOD I NEVER KNEW
Morning with Jesus.
Minggu 31 maret 2019.
#I'M ALIVE
#THEGODINEVERKNEWPART5.

The God I Never Knew Part 5 – Apa Tuhan Tau?
Pertanyaan, yang mungkin pernah kita dengar ; atau pernah ditanyakan orang kepada kita ; atau kita sendiri pertanyakan:
          Apakah Tuhan selalu tau apa yang kita lakukan/pikirkan?
          Apakah Tuhan selau tau apa yang sedang terjadi di dunia?
          Apa Tuhan sadar bahwa ada hal buruk yang sedang terjadi di dunia?
          Kalau Ia tau, mengapa tidak dihentikan?
          Apa karena Dia tidak bisa? Atau karena Dia tidak mau?

Hari ini kita akan melihat & menggali sifat Tuhan: Omniscience – Maha Tahu

Ibrani 4:13

Tidak ada hal yang tidak diketahui oleh Tuhan ; tidak ada yang terselubung di hadapan Tuhan, bahkan dikatakan semua terbuka di mata Tuhan.
Dia juga tahu masa depan – Yesaya 46:9-10
Dia tahu detail-detail kehidupan – Mat 6: 8, Mat 10: 30 ; yang lalu kita juga belajar, ia meletakkan molekul protein yang memegang sel-sel hidup kita. Hal terkecil dan ter-detail kehidupan.

Mazmur 139:1-4
Isi hati kita apa saja, Ia tahu ; pikiran kita, Tuhan tau. Bahkan saat kita sendiri tidak mengerti, Tuhan lebih tau; karena Dia yang ciptakan kita. Dia maha tau! Karena Dia Tuhan.

Beberapa pertanyaan:
1) Apakah Dia ingat kejahataan dan dosa kita?
Yes. Tapi, seperti yang beberapa minggu lalu kita bahas Ia memilih untuk tidak mengingat & melupakan. Yesaya 43: 25
Kalau Tuhan tahu segalanya, sampai masa lalu, masa depan, apa yang akan terjadi, dll.  

2) Bagaimana dengan kehendak bebas manusia?
Manusia bisa memilih. Apa Tuhan tahu manusia akan memilih apa? Tahu.
Kalau tahu manusia bakalan memilih yang salah, kenapa Tuhan biarkan? Kenapa Tuhan program saja supaya manusia selalu memilih yang baik? Katanya Tuhan maha tahu?

Bicara “kehendak bebas” – sebenarnya, manusia pada dasarnya tidak terlalu bebas sampai gimana — karena pilihan pun juga hanya 2: good or evil (mau milih yang baik, atau milih yang buruk). Jadi mungkin lebih enak menyebutnya: kemampuan untuk memilih.

Kemampuan untuk memilih ini sebenarnya adalah sebagian dari refleksi gambaran Allah yang ada pada kita.
Tuhan memberikan kepada kita kemampuan untuk membuat pilihan. Namun, sebebas-bebasnya kita, tetep semuanya baik Alam, Waktu, kejadian apa saja semuanya ada di dalam pemeliharaan Tuhan! Dan tetap Tuhan pakai untuk tujuan kemuliaan Tuhan!

#Kalau tahu manusia bakalan memilih yang salah, kenapa Tuhan biarkan? Kok tidak diprogram aja manusia supaya tidak bisa memilih yang jahat? Kan selesai? Tidak akan ada hal buruk di dunia ini.
Pada saat Tuhan menciptakan manusia, Dia dengan sengaja mau menciptakan sebuah makhluk hidup, yang bisa memiliki relationship/hubungan erat dengan Dia sendiri. Dia bukan hanya sekedar ingin makhluk yang menyembah Dia, karena Dia tidak perlu itu ; yang lalu kita bahas, Tuhan antara Trinity (Allah Tritunggal) sudah saling memuliakan dengan sempurna. Dia menciptakan sesuatu yang bisa Ia sayangi, dan yang akan menyayangi Dia kembali.

Contoh: Seperti anda punya anak. Punya anak itu repot; biaya banyak; Tapi anda tetap punya anak, anda sayang mereka, anda juga ingin mereka sayang Anda. Prinsip yang mirip.

Allah adalah kasih, Dia mengasihi, dan Tuhan ingin sesuatu/seseorang yang bisa mengasihi Dia balik juga.
Nah, supaya ada kasih, maka harus ada pilihan.
Karena, kalau seseorang harus memaksa/membuat orang lain mengasihi dirinya, berarti itu bukan kasih yang murni. Hanya paksaan.

Tuhan tidak ingin menciptakan robot-robot yang langsung jalan sesuai keinginanNya. Itu bukan kasih. Hanya robot aja, tidak punya perasaan.
Tuhan ingin relationship. Voluntary relationship. Genuine love. Maka dari itu, Tuhan menciptakan manusia untuk punya kemampuan memilih (free-will). Supaya, manusia bisa MEMILIH untuk berinisiatif mengasihi Tuhan & mau punya hubungan dengan Tuhan.

Nah, karena adanya Kemampuan Memilih/free-will ini tadi, ada kemungkinan bahwa manusia akan memilih yang keliru/memilih kejahatan. Tapi, meng-eliminasi kemampuan memilih, berarti meng-eliminasi kasih. Sehingga, kalau Tuhan harus menciptakan dunia tanpa kejahatan, berarti Ia menciptakan dunia tanpa kasih. Karena semua hanya robot saja.

Sehingga, dimana ada kasih, di situ ada pilihan. Dimana ada pilihan, di situ ada potensi untuk kejahatan bisa terjadi. Tapi untuk mengeliminasi pilihan, berarti mengeliminasi kasih yang murni. Dengan kata lain, karena Tuhan menciptakan manusia dengan Kehendak Bebas/free-will, maka sekarang terserah manusianya, mau memilih kejahatan atau kebaikan; bukan terserah Tuhan.

Bayangkan, Tuhan di atas segala Tuhan, pencipta segala-galanya, ini jatuh cinta tergila-gila sama kita dan bahkan menciptakan kita dengan tujuan: supaya Dia dan kita bisa saling mencintai!!!
Lantas, kalau Tuhan maha tahu.

3) Apakah Tuhan yang mengijinkan hal yang jahat/buruk terjadi?
Firman Tuhan tidak pernah mengatakan Tuhan secara langsung membuat kejahatan; atau menyalahkan Tuhan karena kejahatan; atau Tuhan senang atas kejahatan — malah sebaliknya. Tuhan juga sedih melihat kejahatan.
Nah, orang sering berkata “oh kita sedang dicobai sama Tuhan”
“Yah, Tuhan lagi kasi cobaan buat kita”.

Hati-hati, jangan keliru! Yakobus 1:13

Kita perlu bisa membedakan antara mencobai dan menguji. Tuhan tidak pernah mendatangkan pencobaan. Namun, Tuhan pakai segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan (termasuk hal-hal buruk yang terjadi; karena akibat manusia).

# Berarti, Tuhan mengijinkan, hal buruk terjadi dalam hidup kita?
Tuhan sebenarnya tidak ingin, tapi ada momen-momen tertentu (tidak selalu) Dia mengijinkan. Untuk apa? Untuk membentuk dan memproses kita.
Tuhan bukan tidak sayang kita. Tapi, kadang-kadang Dia ijinkan tantangan, persoalan, masalah terjadi dalam hidup kita, untuk melatih kita; men-stretch kita; memperbaiki kesalahan kita; untuk pembelajaran. Tapi, Tuhan itu sedemikian berkuasa, berdaulat, dan all-powerful nya, sampai “penderitaan” pun tunduk & taat pada otoritas Tuhan.

Ibrani 12:6-8, 11

Misal pun, hal-hal terjadi dalam hidup kita, yang kita tidak pahami.
          Seperti kawan usia 30 tahun kena leukemia
          Anak kecil usia 2 tahun, tidak salah apa-apa, kena kanker
          Atau cerita-cerita lain yang mungkin sering kita dengar itu tidak adil.
          Kenapa? Kenapa harus terjadi?

Pada akhirnya, karena ini: karena kita hidup di dunia. Yohanes 16:33

Apapun yang unfair (tidak adil) terjadi dalam hidup kita. Apapun kondisi yang tidak kita pahami. Yakinlah: YESUS TELAH MENGALAHKAN DUNIA.
Sehingga, dari situ kita bisa beroleh pengharapan; dari situ kita beroleh kekuatan; Dari situ kita mendapat jaminan yang pasti buat hidup kita: di dalam Yesus.

Roma 8:28; Kejadian 45: 5; Kejadian 50: 20 Disini kita lihat 2 kombinasi:
Kejahatan yang dipilih manusia karena dosa mereka; dan control Tuhan atas tiap situasi.
Dimana Tuhan bisa pakai yang buruk untuk mendatangkan kebaikan dan untuk menggenapkan tujuan Tuhan!

Sehingga, bisakah Tuhan menghentikan manusia? Pasti.
Kenapa kok tidak langsung dihapus aja kemampuan untuk memilih? Karena itu bagian dari sifat Tuhan yang Tuhan bagikan kepada kita! Bagian dari menjadi serupa dengan gambar Allah!

Sehingga,
Tuhan maha tahu ; dia selalu tahu yang terbaik untuk kita ; jadi, percayailah Tuhan.

APA YANG BISA KITA LAKUKAN?
1. Selalu yakini bahwa Tuhan itu baik.
Mazmur 27:13-14
Dan karena Dia baik, yang Dia lakukan juga selalu baik, atau bertujuan baik.

2. Be fine not understanding everything or understanding “why” things happen.
(Jadilah ok saat kita tidak selalu mengerti segala hal, atau mengerti “mengapa hal-hal terjadi).
Seringkali, tidak mengerti “kenapa” hal-hal terjadi, membuat kita frustrasi dan mencari apa yang bisa disalahkan. Lalu karena tidak menemukan, kita menyalahkan Tuhan.

Beberapa minggu ini kita belajar bahwa kita tidak bisa 100% mengerti Tuhan. And it’s okay.
Kalau kita bisa 100% memahami Tuhan, kita perlu khawatir. Berarti Dia bukan Tuhan; kok otak manusia yang terbatas ini bisa memahami Dia.

Kadang ada hal yang tidak bisa kita pahami langsung. Karena hidup ini proses, bukan project. Saat kita jalani prosesnya, lama-lama kita tau.
Atau mungkin kita tidak akan tau, karena it doesn’t matter. What matters is: Tuhan maha tahu ; dia selalu tahu yang terbaik untuk kita ; jadi, percayailah Tuhan.

3. Menjalani hidup dengan dasar bahwa Yesus telah mengalahkan dunia. Yohanes 16:33
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, sebenarnya Yesus sedang menyampaikan masa-masa penderitaan yang akan murid-muridNya hadapi. Tapi kita bawa ke konteks situasi-situasi berat yang kita hadapi. Mungkin bagi kita penderitaan. Semua firman ini Yesus sampaikan.

“…supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku.”
Dan biar damai sejahteraNya yang melampaui segala akal itu memelihara hati dan pikiran kita supaya hanya ada DI DALAM YESUS saja.

“Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Kita menjalani hidup ini bukan menuju kemenangan. Berusaha keras meraih kemenangan. Tapi jalani hidup ini dari kemenangan yang Yesus sudah capai bagi kita. Dia sudah mengalahkan dunia. Dan Dia yang sudah mengalahkan dunia ini berjalan bersama kita. Dan saat kita berjalan bersama Dia, kita juga bisa melewati, bahkan keluar sebagai pemenang, mengalahkan kesukaran-kesukaran hidup.

TUHAN MAHA TAHU; DIA SELALU TAHU YANG TERBAIK UNTUK KITA; JADI, PERCAYAILAH TUHAN.

Tuhan Yesus memberkati.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#TheGodINeverKnewSeries

Note:  jangan lupakan  pembacaan Alkitab kita hari ini:
BIlangan 28-29
Kidung agung 8:5-14
Matius 24:32-51

#LoveGod
#LovePeople
#love thebible
#impacting marketplace
#I’m A live
#happysunday
#happyservinggod

Noted:bahan warta komsel 31 maret 2019.

Saturday, 30 March 2019

30 Maret 2019


THE GOD I NEVER KNEW
Morning with Jesus
Sabtu 30 Maret 2019.
#I'M AlIVE
#THEGODINEVERKNEWPARTEMPAT.

#MENJADIJEMBATAN.

1 Tesalonika 1:8 (TB) Karena dari antara kamu Firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu.

Sebagai pengikut Kristus kita juga memiliki kesempatan untuk membangun jembatan antara dua dunia yang sangat jauh berbeda—antara orang-orang yang mengenal dan mengikut Yesus dengan mereka yang tidak mengenal-Nya. Jemaat mula-mula di Tesalonika telah membangun jembatan untuk menjangkau dunia mereka yang masih menyembah berhala. Oleh karena itu, Paulus mengatakan tentang mereka, “Karena dari antara kamu Firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat” (1Tes. 1:8). Jembatan yang mereka bangun memiliki dua komponen: “Firman Tuhan” dan teladan iman mereka. Setiap orang dapat melihat dengan jelas bahwa mereka telah “berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar” (ay.9).
Ketika Allah menyatakan diri-Nya kepada orang-orang di sekitar kita melalui Firman-Nya dan melalui hidup kita, kita dapat menjadi jembatan bagi mereka yang belum mengenal kasih Kristus.

Doa:
Ya Bapa, tolong kami untuk menjalani hidup sedemikian rupa agar kami bisa menjadi jembatan sehingga mereka bisa mengena-Mu. Kiranya kami tidak hanya mencoba untuk melakukan apa yang “benar” melainkan untuk hidup sebagai umat yang telah diampuni, dikasihi ,terlebih kami boleh menghidupi InjilMu/menjadi jembatan , maka orang lain akan mengenalMu dan mengikutiMu. Amin.

Tuhan Yesus memberkati.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#TheGodINeverKnewSeries

Note: jangan lupakan pembacaan Alkitab kita hari ini:
BIlangan 25-27
Kidung agung 6,7&8:1-4
Matius 24:1-31

#LoveGod
#LovePeople
#love thebible
#impacting marketplace
#I'm A Live
#happyweekend
#happywithUrfam