CULTURAL
Respon 1
“Our bleeding
hearts can only be healed by the healing heart of Jesus Christ.” Xavier Quentin
Pranata. “Hati kita yang terluka hanya bisa disembuhkan oleh hati penyembuh
dari Yesus Kristus.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Kamis,
21 Mei 2015. Menikmati Jerih Payah. Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari
pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. Aku menyadari
bahwa inipun dari tangan Allah (Pengkhotbah 2:24). Dalam penyusunan anggaran
setiap awal bulan bersama istri, kami sengaja menyisihkan dana untuk hiburan.
Tak jarang kami juga sengaja meluangkan waktu berdua untuk menikmati makan
bersama di tempat yang kami sukai. Bagi kami, menyediakan anggaran khusus untuk
hiburan dan makan bersama adalah cara untuk menikmati berkat yang Tuhan berikan
melalui pekerjaan kami. Pengkhotbah juga berbicara tentang menikmati jerih
payah yang Tuhan berikan. Menurut Pengkhotbah, tak ada yang lebih baik selain
makan, minum, dan bersenang-senang sebagai bagian dari menikmati hasil jerih
payah dalam berkat Tuhan. Jika tanpa berkat Tuhan, sekuat apa pun seseorang
berusaha, hasilnya bisa menguap dalam sekejap. Tak ada yang dapat merasakan
makan, minum, atau menikmati hidup di luar Dia (ay. 25). Namun, dalam menikmati
berkat yang Tuhan berikan--baik untuk makanan, minuman, atau hiburan--tetaplah
ada batasan yang perlu kita perhatikan. Konsumsi berlebihan akan menyebabkan
penyakit dan tidak semua hiburan manusia berkenan di hadapan Allah. Tuhan
memberikan berkat--dalam hal ini keuangan--supaya kita dapat menikmati hasil
jerih payah kita di dalam Dia. Tak ada yang salah dengan menikmati berkat
Tuhan, selagi masih dalam takaran normal dan tidak melanggar kebenaran firman
Tuhan. Mari bersyukur atas berkat yang Tuhan berikan. Bersyukurlah,
bersukacitalah, bersenang-senanglah, dan nikmatilah berkat-Nya bersama dengan
orang yang kita kasihi. Berbagilah juga dengan sesama —GHJ. TIDAK ADA YANG
SALAH DENGAN MENIKMATI HASIL JERIH LELAH, SELAMA ITU TIDAK MELANGGAR FIRMAN
ALLAH. Selamat pagi. Semangat terus. Berkah Dalem Gusti Yesus. (Madam Ossy)
Respon 3
Luk 6:19 – Dan
semua orang banyak itu berusaha menjamah YESUS, sebab ada KUASA yang keluar
dari pada-NYA dan semua orang itu disembuhkan-NYA! Yang baca ayat ini pasti
SEMBUH! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 4
Mazmur 56:4, “Waktu
aku takut, aku ini percaya kepada-Mu” - But even when I am afraid, I keep on
trusting You. Have a victorious day!
Respon 5
If God says no to
our requests, it's because His glory matters more than our preferences (Max
Lucado). Jika Tuhan berkata tidak atas permintaan-permintaan kita, itu karena
kemuliaanNya lebih penting daripada pilihan kita (Max Lucado). (Ibu Caroline –
Bandung)
Respon 6
Ada 6 bahkan 7
perkara, kata Amsal, yang dibenci & menjadi kejijikan bagi Tuhan. Jika kita
rindu hidup menyenangkan hati Tuhan, hendaknya kita benar-benar memperhatikan
semua ini supaya jangan satupun dari 7 hal itu menjadi bagian hidup kita tanpa
kita menyadarinya. Hari ini kita akan merenungkan yang disebut pertama-tama
oleh penulis Amsal sebagai 'mata sombong' (Ams. 6:17). Secara singkat, yang
dimaksud ialah ‘mata yang memandang diri terlalu tinggi daripada seharusnya;
yang merasa dirinya lebih baik, lebih mulia, lebih unggul dari yang sebenarnya
dan/atau dari sesamanya.’ Orang-orang ini meninggikan dirinya & memandang
pribadi lainnya lebih rendah darinya. Dan kita perlu ingat bahwa Tuhan menilai
semua ini pertama-tama dari apa yang ada di hati kita. Kendati beberapa orang
menunjukkan jelas sifat ini melalui perkataan yang merendahkan &
sikap-sikap yang menyepelekan orang lain sedangkan yang lain tampak merendahkan
diri -Tuhan mengetahui semuanya. Mengapa ini keji di mata Tuhan? Inilah beberapa
alasannya: -Memandang diri cukup baik akan menolak mengakui diri sebagai orang
berdosa & menerima uluran kasih karunia Tuhan; lebih percaya pada
perbuatan-perbuatan baik pribadi untuk beroleh keselamatan. -Menilai diri lebih
baik & lebih unggul dari orang lain menghasilkan suatu roh yang bebal,
menolak untuk mendengar & belajar dari orang lain hingga tak pernah bisa
mengenal kebenaran sejati. -Menilai diri melampaui yang sebenarnya berpuncak
pada sikap hati tidak memerlukan Tuhan, meremehkan Tuhan sampai merasa diri
sebagai Tuhan atas hidupnya. Ini pemberontakan terhadap kedaulatan Tuhan. Dosa
yang sama akarnya dengan yang dilakukan Lucifer, iblis itu. Dia disebut sebagai
Yang Mahatinggi namun rela mengambil tempat yang terendah di antara anak-anak
manusia, pantaskah kita yang hanya ciptaan meninggikan diri seolah-olah kita
ini pusat dunia sehingga seisi semesta melayani kita? Birlah mata kita
memandang diri kita sebagaimana adanya: orang-orang berdosa yang tidak dapat
berbuat apa-apa tanpa kasih karunia Allah. Salam revival! GBU. (Worship Center
Surabaya)

No comments:
Post a Comment