CULTURAL
IA yang MELAYANI.
Matius 20:26-27, “Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin
menjadi BESAR di antara kamu, hendaklah ia menjadi PELAYANmu, dan barangsiapa
ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi HAMBAmu.”
Dalam hidup ini seringkali kita menginginkan gaji yang terbaik, posisi dalam
perusahaan yang terbaik, menjadi pemimpin yang tertinggi, apapun posisi kita,
kita dapat belajar dari Juruselamat kita tentang pelayanan. Apapun peran kita,
sudahkah kita bekerja & melakukan dengan sikap RELA MELAYANI? Miliki sikap
hati seorang HAMBA yang RELA MELAYANI seperti DIA yang sudah MELAYANI kita. Amin.
Respon 1
“Mengajar yang
paling menyenangkan adalah menganggap mahasiswa sama cerdasnya dengan
dosennya.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Rabu,
27 Mei 2015. Membaca dan Kerendahan Hati. Sebab segala sesuatu yang ditulis
dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh
berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci (Roma
15:4). Sebuah artikel menjelaskan bahwa manfaat membaca itu ternyata bukan
sekadar membantu proses menghafalkan suatu informasi. Manfaat lain yang tidak
kalah penting, membaca dapat melatih kita untuk membuka diri menjadi pribadi
yang rendah hati. Membaca mendorong kita berinteraksi dengan pemikiran orang
lain, yang dapat memperluas wawasan kita atau menantang pendapat yang selama
ini kita percayai. Di situlah kerendahan hati kita diasah. Alkitab berisi
firman Tuhan yang ditulis oleh sekitar 40 pengarang dengan latar belakang dan
kebudayaan yang berbeda-beda. Harus kita akui, sebagai orang awam yang tidak
belajar di sekolah Alkitab, kita sering kali mengalami kendala saat mencoba
mengerti maknanya. Misalnya saja, bagaimana bisa memahami Kitab Bilangan, yang
penuh dengan angka dan perhitungan memusingkan? Atau Kitab Kidung Agung, yang
kadang-kadang dikomentari sebagai “bacaan untuk tujuh belas tahun ke atas”? Di
sinilah pentingnya kita meminta pimpinan Roh Kudus. Kita perlu merendahkan hati
dulu, agar Roh Kudus leluasa membimbing kita. Mungkin memang banyak bagian yang
tidak dapat kita pahami dengan baik karena keterbatasan kita. Namun, Roh Kudus
akan menuntun kita menemukan wawasan baru dan menantang pendapat kita yang
tidak sesuai dengan kebenaran. Melalui Alkitab, Roh Kudus juga akan
memperlihatkan betapa sejak semula sampai selama-lamanya Tuhan sangat mengasihi
kita semua. Dan Tuhan mengundang kita untuk membaca “surat cinta-Nya”, agar
kita semakin mengenal Dia —SLS. MEMBACA ALKITAB DENGAN KERENDAHAN HATI MEMBAWA
KITA KEPADA PENGENALAN AKAN TUHAN. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan
Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Ketika harus
menghadapi pergumulan dan persoalan, pandang dirimu sebagai pribadi yang lebih
dari pada orang-orang yang MENANG. Roma 8:37, ‘Tetapi dalam semuanya itu kita
lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.’
(GNCC)
Respon 4
Yer 17:7-8 –
KEBERUNTUNGAN pasti milik orang yang mengandalkan YESUS, sekalipun saat ini
mungkin belum terjadi, TETAPLAH PERCAYA! Mujizat pasti terjadi! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 5
Shalom rekan-rekan
BBM terkasih, tak terasa hari ini telah 1 tahun penuh saya menulis dan
membagikan renungan harian kepada rekan-rekan sekalian sebagaimana yang Tuhan
perintahkan kepada saya tahun lalu. Diawali dengan 130 kontak kini hampir 1600
kontak. Dibroadcast dari satu pesawat android kini dibagikan melalui dua
pesawat. Setiap hari tanpa jeda, tanpa pengulangan artikel yang sama atau
mengutip artikel-artikel yang sudah ada. Ini semua karena kemurahan Tuhan yang
besar. Renungan yang rekan-rekan terima telah dibaca dan dishare ulang melalui
BBM, Facebook dan media sosial lainnya sehingga setiap hari telah dibaca ribuan
orang. Semua oleh karena kasih karunia Tuhan. Tidak ada maksud apa-apa
menyampaikan hal ini selain ucapan terima kasih yang begitu dalam kepada
rekan-rekan sekalian yang telah antusias membaca & juga turut membagikan
ulang atau mengajak rekan-rekan yang lain belajar firman Tuhan. Segala puji
syukur bagi Tuhan Yesus Kristus. Dialah yang layak menerima segala hormat,
pujian dan kemuliaan. Kini penulisannya telah memasuki tahun kedua (tahun
terakhir untuk melayani dalam bidang renungan yang Tuhan tunjukkan kepada
saya). Saya mengharapkan dukungan doa rekan-rekan sekalian supaya kepada saya
Tuhan berikan apa yang perlu untuk melaksanakan ini. Kiranya Tuhan mencurahkan
kasih karunia dan berkat-berkatNya lebih lagi. Tuhan memberkati rekan-rekan BBM
terkasih senantiasa. Dalam kasih karunia-Nya, hamba sahaya di ladang Tuhan.
(Bp. Peter – Worship Center Surabaya)
Tanggapan Saya
Pak Peter, mengapa
kok hanya 2 tahun/ini tahun terakhir? Apakah mau study lanjut? J Sore Bu. Saya
menulisnya memang berdasarkan apa yang Tuhan gerakkan dan suruh, Bu. Sebetulnya
hanya satu tahun saja. Tapi karena ternyata banyak yang meminta terus setelah 6
bulan lalu, saya doa lagi. Tuhan ijinkan sampai dua tahun saja. Setelah itu ada
pelayanan lain yang Tuhan siapkan. Nanti Ibu akan tahu juga. Menulisnya tetap
dan juga tetap disebarluaskan secara gratis bu. Hanya bukan dalam bentuk
renungan. Terima kasih untuk perhatian Bu Susanti pada tulisan-tulisan saya
juga. Tuhan memberkati Ibu sekeluarga…

No comments:
Post a Comment