Wednesday, 30 April 2014

Komsel Gabungan I - April 2014























ABNORMAL



ABNORMAL
 (Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church,
30 Maret 2014)

Apa Abnormal? Artinya sesuatu yang tidak normal, yang tidak biasanya. Dalam serial ini, kita gunakan kata Abnormal untuk menggambarkan tentang “MUJIZAT”.

Apa mujizat? CS Lewis menggambarkan mujizat sebagai berikut: keterlibatan kekuatan supranatural, dalam konteks natural.

Intro: Normalnya: 1+1 = 2 atau 1-1 = 0. Tapi ketika kita membahas tentang Abnormal, ternyata 1-1 belum tentu 0. Mujizat Tuhan dalam mencukupkan.

Ada beberapa persamaan antara orang Kristen dan orang bukan Kristen, yaitu:
·         Kita punya pikiran: punyaku vs punyamu.

·         Generosity (kemurahan hati, suka membagi) bukan sesuatu yang alami / natural buat kita.
·         Kristen / bukan Kristen kita semua takut dengan 1 kata: KURANG. Karena KURANG seakan-akan berbicara bahwa kita tidak sedang pegang kendali / control.

Tapi dengan Tuhan kita, 1+1 belum tentu hasilnya 2, 1-1 belum tentu 0. Karena di kehidupan ini: 1 hari = 1000 tahun. 1000 tahun = 1 hari. Oleh sebab itu, 1-1 belum tentu 0. Ceritanya dapat kita lihat di: 1 Raja-Raja 17:7-16. Sedikit background konteks: Baal – male god-nya orang-orang Sidon. Menggambarkan matahari, yang memberi berkat, pertumbuhan, dll. Baal punya pasangan, namanya Dewi Asyerah di mana mengijinkan kuil-kuil pelacuran. Kemudian Tuhan hukum Israel dan sekitarnya dengan kekeringan.
 

Ketika berbicara mengenai “kekeringan”, ini benar-benar kering, sampai semua orang kesusahan untuk makan. Bahkan istana pun mengalami kesusahan sampai Kepala Istana harus menjelajah jauh cari mata air, cari rumput supaya hewan-hewan mereka tidak dipotong dan dimakan

Dari perikop di atas, beberapa hal yang bisa kita pelajari:
1.      Penyediaan Tuhan bagi kehidupan kita
Dalam masa kekeringan Tuhan pelihara hidup Elia (cerita Elia di sungai Kerith). 1Raja-Raja 17:4, “…burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.” Tapi ini mujizat Tuhan dalam mencukupkan kehidupan Elia. Saya yakin, Tuhan punya cara mujizatNya dalam mencukupkan setiap kebutuhan kita.
            Ayat 7, sungai menjadi kering, di sini artinya  ikut  Tuhan  belum  tentu bebas hambatan. Situasi sekitar bisa berdampak tapi jalan Tuhan membuat kita tidak terkalahkan / terhentikan oleh situasi.

      Pernah kepikir? Bagaimana menemukan jandanya? Kalau Tuhan panggil, Dia akan tuntun kita jumpa koneksi yang tepat, koneksi yang kita perlukan, orang-orang yang akan Tuhan pakai untuk menyatakan karyanya dalam hidup kita.
      Inilah penyediaan Tuhan bagi hidup kita, menunjukkan kepada kita, apapun situasinya Dia Tuhan yang pegang control atas semua situasi. Mau kering, mau limpah, mau badai, mau teduh… Dia pegang control, Dia Tuhan di atas semua situasi.

2.      Ada keterlibatan kekuatan Supranatural dalam konteks Natural – alias ada Mujizat
      Ternyata 1-1 tidak selalu 0. Sisa tepung dalam tempayan, sisa minyak dalam buli-buli untuk 1 kali makan. Diberikan kepada 1 orang hasilnya bukan 0, tapi hasilnya adalah mujizat. Pencukupan Tuhan lebih dari yang dibayangkan. Mereka makan sampai masa kekeringan selesai.

      Ini perempuan yang hopeless. Di dalam 1 Raja-Raja 17:12b, 2 sampai 3 potong kayu artinya: ya sudah tidak ada lagi yang bisa dimasak. Semua yang mereka punya untuk dimakan hanya tinggal yang terakhir. Tapi 1 hal yang tersisa dari hidupnya: BELIEVE (percaya). “Semua boleh tidak ada, tapi jangan sampai kehilangan 1 hal: Percaya!” Yang kita butuhkan untuk lihat MUJIZAT hanya: percaya lagi, percaya lagi, percaya bahwa mujizat itu ADA!

3.      Ada Mujizat dalam MEMBERI
      Bisa Anda bayangkan, kalau janda ini menolak untuk memberi? Ini normal sekali, berpikir 1-1=0. Karena kesamaan kita Kristen atau tidak Kristen: punyaku vs punyamu. Kita tidak  suka  1  kata: KURANG. Kurang = kita tidak pegang kendali, kita loosing control. Bisa bayangkan kalau janda ini menolak? Dia punya PILIHAN. Tuhan akan pakai janda lain untuk mengalami mujizatnya dan janda ini akan kelewatan mujizat yang Tuhan sudah siapkan di depan dia karena janda tidak hanya 1 di kota itu.


Tuhan tidak cari orang yang sempurna, tapi Tuhan cari orang yang mau.

Need to know:
#  Burung gagak itu di banyak negara merupakan ymbol kematian. Dalam budaya Israel waktu itu, gagak symbol unclean (najis).
#  Sarfat, Sidon termasuk Kafir.
 



30 April 2014 - Sudah Terlambat



Ibrani 4:1, “Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku.” Alangkah malangnya ketika seseorang berdiri dihadapan Juruselamat & mendengar Dia berkata “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyalah dari pada-Ku”. “Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pem-buat kejahatan!” (Matius 7:23). Penulis Kitab Ibrani  memperingatkan  kita untuk memastikan agar kita waspada & tidak ketinggalan! Kabar baiknya, sekarang belumlah terlambat. Hari ini Yesus masih menawarkan kepada kita pengampunan & keselamatan secara cuma-cuma melalui Dia! Semangat menyambut keselamatan kekal.


Respon 1
RENUNGAN PAGI. Rabu, 30 April 2014. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembala-kanlah domba-domba-Ku.” (Yohanes 21:15). Sesuatu yang mungkin tak terduga Yesus tak minta Petrus berdoa. Yesus tak minta Simon memberi persembahan tapi Yesus minta dia lakukan sesuatu yang lain. Sesuatu untuk orang lain sebagai wujud cinta pada Tuhan dan  bukankah itu yang sering terlupa? Kalau kita mengasihi Dia pasti kita berdoa. Pasti pula tak bolos ke gereja. Memberi persem-bahan namun menggembalakan? Memang bu-kan harus jadi seorang gembala tetapi mem-perhatikan sesama? Sering itu terlupakan bah-kan seandainya sudah melayani sering terlin-tas ingin berhenti. Bisa sih kita temukan ba-nyak alasan namun kita pun tahu jawabannya. Saat kita tanya diri kita sendiri apakah kita mengasihi Dia? Tuhan Yesus memberkati.


Respon 2
Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” (Lukas 1:45). Berbahagialah karena semua janji Tuhan yang dikatakan kepadamu juga akan terlaksana Percaya saja!

Respon 3
Markus 12:44, Sebab mereka memberi dari kelimpahannya,  tapi  janda  ini ember dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya! Ayo beri yang terbaik. Jangan hitung-hitungan sama Tuhan. Pasti Tuhan juga tidak hitung-hitungan sama kita! Samuel Sianto (SS) – YESTOYA Malang.