Wednesday, 30 November 2016

Man In the Mirror #4 “NOT ALONE”

MAN IN THE MIRROR




Man In the Mirror #4 “NOT ALONE”
Alfa Omega Church Sunday Service
November 27th 2016


INTRO:
Amsal 27:19, “Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.”

Sangatlah berbeda ketika kita bercermin sendiri dan seluruh cermin itu buat kita, dibanding: ketika kita harus bercermin dengan orang lain. Yang lebih berbeda lagi ketika kita menolong orang di depan cermin, ini j
uga hal yang berbeda dibanding kita bercermin sendiri. Selain seringkali kita sendiri bercermin adalah kita tolong orang lain di depan cermin juga. Ini merupakan momen yang sedikit beda jika DILAKUKAN dan DIRASAKAN.

The best feeling of happiness is when you’re happy because you’ve made somebody else happy
Perasaan terbaik kebahagiaan adalah ketika Anda senang karena Anda telah membuat orang lain berbahagia

Make up untuk sendiri, berbeda dengan make up untuk orang lain:
  • Gambar alis sendiri, beda dengan gambar alis untuk orang lain
  • Bikin dasi sendiri, beda dengan bikinin dasi untuk orang lain
  • Bikin rambut sendiri, beda dengan bikin rambut untuk orang lain.

Dalam hidup bergereja, kita belajar, bagaimana Tuhan merubahkan hidup kita berulang kali. Tapi bagaimana dengan kita merubah kehidupan orang lain? Bagaimana dengan menolong orang lain untuk berubah?

The best feeling of happiness is when you’re happy because you’ve made somebody else happy Perasaan kebahagiaan adalah ketika Anda senang karena Anda telah membuat orang lain berbahagia

BODY:
Filipi 2:3-4 BIMK, “Janganlah melakukan sesuatu karena didorong kepentingan diri sendiri, atau untuk menyombongkan diri. Sebaliknya hendaklah kalian masing-masing dengan rendah hati menganggap orang lain lebih baik dari diri sendiri.”

Perhatikanlah ___________; jangan hanya ___________.”

Ayat ini menjelaskan efek positif dari “menjadi satu pikiran” termasuk dalam kuasa memahami dan memperhatikan kepentingan orang lain – tidak hanya apa yang disukai melainkan ide-ide dan perasaan orang lain. Kata “memandang” di sini adalah lebih dari kata “mencari” di kitab Filipi 2:21. Hal ini mengekspresikan untuk memperhatikan pikiran, harapan dan aspirasi orang lain, dimana hanya orang yang lupa mencintai dirinya sendiri dapat memberikan, serta mempertimbangkan kesejahteraan dan kebahagaiaan orang lain. Rasul Paulus menuliskan kata “juga” tidak sama dengan roh transendentalisme – yang mencela cinta akan diri sendiri adalah hal buruk atau “keegoisan”.
Manusia adalah makhluk individu juga makhluk sosial yang dapat menempatkan “kepentingannya sendiri” kepada “kepentingan orang lain” namun tidak dapat mengabaikan/mengesampingkan kepentingan sendiri.

I believe the world is one big family, and we need to help each other (Jet Li)
Aku percaya bahwa dunia ini adalah suatu keluarga yg besar, dan kita perlu saling menolong terhadap sesama kita

Apa yang harus kita lakukan untuk dapat memikirkan orang lain?
1. ______ kawan/ keluarga Anda
Cerita pribadi masing-masing, membangun hubungan, lalu mengundang mereka, dan certia tentang uniknya AOC church for sinners.
2. _____________ bersama
Bergerak melalui tenaga kita, terlibat bersama, lewat pikiran, bergerak melalui keuangan bersama, baik untuk natal dan juga untuk pengembangan rumah Tuhan

Perhatikanlah ______________; jangan hanya _________________.”

CONCLUSION:
Ibrani 6:10 (bis) – Allah bukannya Allah yang tidak adil. Ia tidak melupakan apa yang kalian kerjakan bagi-Nya, dan kasih yang kalian tunjukkan kepada-Nya sewaktu menolong saudara-saudara seiman, dahulu dan sekarang.

Building of Faith Part 2

MAN IN THE MIRROR




Building of Faith Part 2
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Elijah Seotopo
November 27th 2016


Intro:
Berpikir positif tidak membuat semuanya jadi baik, tapi berpikir positif membuat kita menghadapi banyak hal dengan lebih baik.”
Contoh: Atlet renang, Mike Tyson; Video operasi melahirkan; cerita kelinci dan anjing.

Stress/pesimis/negatif adalah cara kita menterjemahkan kondisi dan situasi kita!
Begitu pula dengan positif, optimis dan semangat: itu adalah cara kita menterjemahkan kondisi dan situasi kita!

Text: Markus 2:1-12
Di tengah kegiatan mengajar, ada sekelompok orang yang membawa temannya untuk diketemukan dengan Yesus. 4 orang yang menyatukan dibutuhkan sentuhan iman, kata-kata, pikiran, perasaan dan tindakan, dengan kerinduan membawa 1 temannya yang lumpuh untuk bisa bertemu secara pribadi dengan Yesus.

4 orang yang mengijinkan SENTUHAN IMAN menyentuh iman, kata-kata, pikiran dan perasaan mereka! Dan mereka menyatukan iman mereka untuk tujuan yang dahsyat! Yesus menilai bahwa perbuatan mereka adalah Perbuatan Iman!

Lebih menarik ketika YESUS memuji iman “mereka”. Markus 2:5, “Ketika YESUS melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” Kita perlu kata-kata, pikiran, perasaan dan tindakan diSENTUH DENGAN IMAN dalam YESUS – supaya positif dan menguatkan.

Yesus memikirkan dengan clear tentang siapa diriNya. Ada 7 kali perkataan YESUS tentang “AKULAH”

  1. Akulah Roti Hidup (Yoh 6:35)
Yesus adalah Roti Surgawi yang nyata! Kuasa Penopang Kehidupa yang sejati!! Tidak ada yang bisa menyamai ini!

  1. Akulah Terang Dunia (Yoh. 8:12)
Dunia ada dalam kegelapan jika terpisah dari Kristus. Dia terang yang menuntun – pasti untuk maju, bertumbuh, berhasil. Dan membawa pada keselamatan dan kemenangan!

  1. Akulah Pintu ke Domba-Domba (Yoh 10:7-9)
Memasuki kandang domba melalui YEsus adalah tindakan penyelamatan dan juga menyediakan kehidupan, dan berkat melimpah bagi domba domba.

  1. Akulah Gembala yang Baik (Yoh. 10:11-14)
Gembala yang baik akan benar benar memperhatikan domba domba Nya. Dia bahkan rela memberikan nyawanya bagi domba dombaNya.

  1. Akulah Kebangkitan dan Hidup (Yoh. 11:25)
Bukan hanya keselamatan dia berikan. Tapi Perlindungan dan Kekuatan untuk menang, untuk bangkit Dia berikan bagi kita!

  1. Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup (Yoh 14:6)
Dia adalah satu2 nya jalan menuju Bapa. Dia adalah kebenaran tentang Allah dan kehidupan Allah.
Dia menuntun kita di jalan yang benar dan memberi hidup kekal buat kita!!

  1. Akulah Pokok Anggur yang Benar (Yoh. 15:1,5)
Perkataan “Akulah” yang ketujuh ini adalah penjelasan diri Yesus yang terakhir di Injil Yohanes.

Ketika kita tinggal di dalam Kristus, sebagai pokok anggur yang benar, maka:
*Doa kita menjadi efektif (15:7)
*Hidup kita akan memuliakan Allah dan akan terus menghasilkan buah (15:8)
*Kita akan menunjukkan hidup kualitas murid Yesus (15:8-10)
*Sukacita kita akan jadi penuh lewat kesadaran akan tujuan hidup dan panggilan yang Dia beri buat kita, sehingga pengalaman sukacita karena
*Kristus ada di dalam diri kita!!

WHAT SHOULD WE DO untuk TERLIBAT DALAM BUILDING OF FAITH? LANGKAH APA UNTUK TERLIBAT DALAM BUILDING OF FAITH?
  1. JANJI IMAN
Setiap angka punya nama, setiap nama punya cerita kehidupan dan setiap cerita kehidupan BERHARGA bagi TUHAN. Karena itu, kita ingin mengumpulkan berdasarkan jumlah KEHIDUPAN.
1 KEHIDUPAN = nilai investasi iman kita Rp 1.000.000. Hal ini akan kita lakukan selama 6 bulan. Dimulai dari awal Desember 2016 sampai akhir Mei 2017.
  1. REALISASI IMAN
TUNAI : lewat amplop khusus BUILDING OF FAITH
TRANSFER : Rek 8290714886 (cantumkan BUILDING OF FAITH)

CONCLUSION:
Pentingnya dan penuh kuasa ketika kata-kata, pikiran, perasaan dan tindakan disentuh dengan IMAN!

Building of Faith Part 1

MAN IN THE MIRROR




Building of Faith Part 1
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Lukas Soetopo
November 20th 2016


Intro:
Kita semua pasti mempersiapkan sesuatu untuk keluarga kita masing-masing. Tempat tinggal yang baik, punya tabungan untuk anak-anak Anda, dileskan, disekolahkan. Yang belum punya anak atau belum menikah, berusaha mempersiapkan sesuatu yang baik untuk masa depan, entah memulai pekerjaan, mulai menabung, dll.

Tapi, bagaimana jika Tuhan ingin membawa kita lebih jauh daripada hanya sekedar mempersiapkan untuk keluarga Anda, generasi Anda berikutnya? Bagaimana jika, Tuhan mau membawa kita dan memakai kita, dengan apa yang ada di tangan kita, untuk melakukan sesuatu yang lebih besar dari jangkauan tangan kita? Bagaimana jika Tuhan mau memakai kita untuk mempersiapkan sesuatu untuk bukan hanya generasi penerus Anda, tapi generasi-generasi berikutnya??

Ada seorang raja yang sangat,sangat sukses, kekuasaannya besar, kerajaannya kokoh, dia sendiri adalah orang yang cukup bijak. Walaupun pastinya juga tidak sempurna, sama seperti kita. Dia orang yang hatinya selalu terarah kepada Tuhan. Namanya Raja Daud. Di akhir kehidupannya, Raja Daud punya sebuah keinginan, sebuah kerinduan, untuk membangun sesuatu yang disebut “Bait Tuhan” atau untuk zaman ini: GEREJA.

Perlu kita ketahui bahwa: mimpi dan visi ini timbul dari hati Raja Daud sendiri.

Mazmur 69:10
Sebab cinta akan rumahmu menghanguskan aku.

Pernah nggak melihat orang yang “panas”, emosi untuk melakukan sesuatu? Apapun nggak peduli, yang penting harus dilakukan. Ide ini memang datangnya dari Daud, tapi ini menyentuh hati Tuhan dan menggerakkan Tuhan secara luar biasa.

1 Raja-Raja 8:16
1 Tawarikh 22:14 (TLB)
Dengan bekerja keras aku telah mengumpulkan beberapa milyar dolar yang dapat membeli emas dengan jumlah yang sangat besar, jutaan perak, dan banyak sekali besi dan tembaga yang belum kutimbang beratnya. Aku juga telah mengumpulkan kayu dan batu untuk membangun dinding. Setidaknya ini untuk sebuah permulaan yang dapat digunakan untuk mulai membangun.

1 Tawarikh 29:1-9
Hari ini Tuhan mengajak kita semua, mengajak AOC untuk melangkah lebih tinggi dan lebih luas lagi.

Proyek Pembangunan: Building of Faith
Budget: 8 Milyar Rupiah

2 Tawarikh 2:5
Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kami lebih besar dari segala allah.

Tuhan mengajak kita ber-partner dengan Tuhan untuk membangun sesuatu untuk generasi kita, dan generasi-generasi setelah kita.

CARA TEKNIS PENGUMPULAN:
Setiap angka punya nama, setiap nama punya cerita kehidupan, dan setiap cerita kehidupan berharga bagi Tuhan.

Karena itu, kita ingin mengumpulkan berdasarkan jumlah KEHIDUPAN.
1 KEHIDUPAN = Rp 1.000.000

Selama 6 bulan – Desember 2016 sampai 31 Mei 2017
Kita akan berkomitmen selama 6 bulan ke depan, berapa KEHIDUPAN yang mau kita persembahkan, yang kita doakan untuk kita jembatani bertemu Yesus setiap bulannya.
Contoh: 3 kehidupan per bulan selama 6 bulan, 5 kehidupan per bulan selama 6 bulan, 2 kehidupan per bulan selama 6 bulan.

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?
  1. Mendengarkan Tuhan Bicara Dalam Hati Kita
Ijinkan Tuhan bicara dan menggerakkan hati Anda. Kita percaya bahwa: Jika Tuhan bisa membawa uang MELALUI Anda, Tuhan juga akan membawa uang KEPADA Anda. Jika Tuhan taruh itu di dalam hati Anda, berarti Tuhan juga akan menyediakannya untuk Anda.

  1. Pengorbanan
Pengorbanan berarti membuat keputusan untuk hidup tanpa beberapa hal, sehingga kita bisa membangun Kerajaan Allah. Contoh: dalam 6 bulan ke depan mungkin kita akan membatasi barang-barang hobi, mengurangi jumlah jajan, mengatur keuangan budget dengan lebih baik, tidak membeli jam atau sepeda atau perabot yang kita idam-idamkan dulu, mengurangi shopping online, dan lain sebagainya. Komitmen yang seperti ini butuh pengorbanan memang. Tapi Tuhan bukan Tuhan yang membiarkan kita.
2 Samuel 24:24
Ibrani 13:5

  1. Komitmen untuk Menyelesaikan Apa yang Kita Mulai
1 Tesalonika 4:1. Mari berkomitmen, mari bergerak. Tuhan masih belum selesai, jadi kita juga jangan selesai. Ingat Tuhan beri visi 2017: 5000 jiwa untuk AOC!!! Let's make that happen!

Sebab cinta akan rumahMu menghanguskan aku

2 Korintus 9:8 (TLB)
Allah sanggup melimpahkan segala sesuatu yang kamu butuhkan bahkan malah berkelebihan sehingga bukan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhanmu tetapi berlebih supaya dapat diberikan kepada orang lain dengan sukacita.

Man In the Mirror Part 2

MAN IN THE MIRROR




Man In the Mirror Part 2
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Ezra Soetopo
November 13rd 2016


INTRO:
Pernah mengaca dan ngobrol dengan diri Anda? Siapa aku? Di cermin kita bisa kasi tahu diri kita:
I'm successful”; “I'm humble”; “I'm not bad”, etc. Untuk yang hari esok akan seperti apa?

POINT:
2 Korintus 3:18 – Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Mencerminkan = Katoptrizomai = bercermin, memandang, mencerminkan.

Yohanes 17: 22
Kita = Cermin Kemuliaan Tuhan”
Yohanes 17:20–23
Apa hubungannya dengan MIRROR? Kita diberi kemuliaan untuk mencerminkan kemuliaan TUHAN melalui:
1. Kesatuan kita
Yohanes 17:21, “Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya.”
Kesatuan kita kesaksian kemuliaan Tuhan bagi dunia! Keanekaragaman kita yang membuat kita jadi AOC yang Tuhan mau Gereja yang dapat visi, untuk orang yang tidak sempurna (#church for sinners). Kita adalah Kita; di atas keanekaragaman kita. Ragam dalam Kesatuan.
Henri Nouwen
We are unified by our common weaknesses, our common failures, our common disappointments and our common inconsistencies.” (Kita disatukan oleh kelemahan kita bersama, kegagalan kita bersama, kekecewaan kita bersama dan inkonsistensi kita bersama)
Kesatuan kita, jadi Kesaksian kemuliaan Tuhan bagi Dunia.

2. Ada kemuliaan Tuhan dalam Kesatuan Kita
Yohanes 17:22, “Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu.”
Kita (us) = cerminnya kemuliaan Tuhan.”
Tuhan beri kemuliaanNya sama kita, supaya kita satu, satu dalam kemuliaanNya. Makanya kita disebut cermin kemuliaan Tuhan.
Kita (yang bersatu) = cerminnya kemuliaan Tuhan.”

3. Tuhan hadir dalam kesatuan
Yohanes 17:23,Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu…”
Tuhan hadir dalam kesatuan - untuk menyempurnakan kesatuan kita. Kita perlu tahu, Tuhan adalah Roh. Jadi Dia tidak terlihat kasat mata, tapi dapat dirasakan dampakNya. Tuhan hadir dalam kesatuan.

Kita = cerminnya kemuliaan Tuhan
kelompok sel yang bersatu, adalah cermin kemuliaan TUHAN”
gereja yang bersatu, adalah cermin kemuliaan Tuhan”

Kesatuan kita itu kesaksian, Kemuliaan Tuhan ada dalam Kesatuan, Tuhan hadir dalam Kesatuan.

WHAT SHOULD WE DO?
Terimalah satu dengan yang lain.
(Menerima kelebihan dan kekurangan satu dengan yang lainnya)
Acceptance leads to Understanding and Understanding leads to Enjoyment. Penerimaan menuntun pada pengertian dan Pengertian menuntun pada kesenangan/kegembiraan/kenikmatan.
Accept one another as Christ accept Us. Menerima kekurangan dan kelebihsan satu sama lain sama seperti Kristus menerima saya.
Acceptance lead to Understanding and Understanding leads to Enjoyment. Menerima kekurangan dan kelebihsan satu sama lain sama seperti Kristus menerima saya.

Man In the Mirror Part 1

MAN IN THE MIRROR




Man In the Mirror Part 1
Alfa Omega Church Sunday Service
November 06th 2016


INTRO:
Tidak ada toilet tanpa Cermin, tidak ada anak remaja bisa hidup tanpa Cermin. Demikian juga dengan orang dewasa. Tiap pagi kita bangun pagi, kita punya ritual masing-masing, ada yang harus ngopi dulu, ada yang ke toilet dulu, ada yang mungkin merapikan tempat tidur, menggosok gigi dan sebagainya.

BODY:
Berdiri di cermin, kita melihat: SEBUAH KONDISI dan MERUBAH ke KONDISI yang berbeda. Alkitab pun membahas cermin yang paling kuno yang adalah air. Amsal 27:19 (bis), “Sebagaimana air memantulkan wajahmu, demikian juga hatimu menunjukkan dirimu.”
Pertanyaannya…
Seperti apa diri kita? Siapa diri kita? Bagaimana kita berperforma dalam kehidupan ini? Inilah yang perlu kita renungkan. Nah, kita perlu melihat diri kita dengan kaca mata firman Tuhan, Tuhan mau kita ini berbuat apa di dunia ini?

Ketika orang bercermin yang terjadi adalah, perubahan. Ada banyak hal yang terjadi saat kita di cermin, tapi salah satunya dan yang akan kita fokuskan tentang satu hal ini adalah: PERUBAHAN.

a. _________ situasi
Tuhan itu percayakan situasi kepada kita apapun itu: Keluarga / Pekerjaan / Pelayanan. Tuhan rindu agar kita menjadi orang yang merubahkan dari suatu situasi ke situasi yang lebih baik? Kita perlu bercermin. Ester 4:14 (bimk), “Siapa tahu, barangkali justru untuk saat-saat seperti ini engkau telah dipilih menjadi ratu!” Seorang pemimpin adalah seseorang yang memindahkan situasi dari Sini ke Sana.

b. Alasan untuk __________________
Hati manusia itu mirip. Mengerti perasaan Anda, kebutuhan-kebutuhan Anda, dan respon Anda itu seperti orang lain juga. Mengerti diri Anda itu menolong kita untuk mengerti tentang orang lain. Kita akan dapat lebih mengerti orang di sekitar kita lebih baik daripada mereka mengenal diri mereka sendiri, dan mereka akan dapat mengenal kita lebih baik dari pada yang kita pikirkan. Air, membuat cermin yang natural. Melihat ke air menunjukan kepada manusia gambaran dari wajahnya. Kita melihat penampilan kita, karena refleksinya cukup akurat. Hati manusia itu hampir sama, dari pembawaan kita, passion (gairah/semangat), dan juga rentan kehidupan kita kebanyakan sama dan mirip. Kita dapat mengerti perasaan dan hati orang lain ketika kita belajar tentang diri kita, karena mereka memiliki banyak kesamaan.

Yakobus 1:23-25 (bimk)
23Orang yang mendengar perkataan Allah, tetapi tidak melakukannya adalah seperti orang yang sedang melihat mukanya yang sebenarnya di depan cermin. 24Sesudah ia memperhatikannya baik-baik, ia pun pergi dan langsung melupakan bagaimana rupa mukanya itu. 25Hukum Allah sempurna dan mempunyai kekuatan untuk memerdekakan manusia. Dan orang yang menyelidiki dan memperhatikan baik-baik serta melakukan hukum-hukum itu, dan bukannya mendengar saja lalu melupakannya, orang itu akan diberkati Allah dalam setiap hal yang dilakukannya.

c. ___________________
Mari berdoa untuk situasi-situasi hidup kita yang Tuhan percayakan kepada kita. Dalam pekerjaan, kita perlu berdoa, Tuhan adanya aku disini harus ada perubahan yang signifikan; di timku harus ada perubahan yang positif, kalau bisa sampai perubahan pada omzet, budaya kerja, dll. Tuhan bisa pakai aku. Jangan sampai Anda ada atau tidak ada, tidak ada bedanya, keberadaan Anda juga tidak membawa perubahan apa-apa. Dalam keluarga, mari berdoa, Tuhan aku berdoa buat keluarga ini agar punya damai dan sukacita yang lebih baik. Jangan keluarga kacau, kita diam saja. Dalam pelayanan / kelompok sel, kita harus jadi orang yang membawa perubahan. Paling tidak ada yang memainkan musik, atau semuanya tertata lebih baik, teman-teman lebih bersukacita. Dalam pelayanan: wah, begitu pelayanan ini dipegang Anda, atau Anda ada disana, atmosfer berubah.

Apa yang harus kita lakukan:
  1. Doakan. Mulai dari mendoakan, itu membuat Tuhan menggerakkan situasi. Orang-orang di sekitar Anda, lalu hati Anda lebih lagi, sehingga pikiran kita mulai memikirkan strategi-strategi.
  2. Temukan strategi cantik. Ketika kita mau memulai suatu perubahan dan dampak disekitar kita, terkadang masih canggung, tetapi janganlah asal-asalan seperti orang latah. Pikirkan apakah strategi tersebut cantik.
  3. Terus lakukan.

CONCLUSION:
Anda ada untuk memberikan perubahan. Di moment Anda merubah,

30 November 2016

MAN IN THE MIRROR




Mencerminkan Kemuliaan Allah. 2 Korintus 3:18, “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” Meski tidak sempurna, gereja/kita adalah cerminan Kemuliaan Tuhan. Gereja/kita dimaksudkan menjadi “tempat bagi setiap orang bekerja bersama-sama untuk kemuliaan Allah dan kebaikan bersama”. Tempat bagi setiap orang bertumbuh, tempat untuk kita memberikan manfaat/dampak bagi orang lain (1 Korintus 14:26). Melalui kehidupan kita dan karya-karya yang sudah kita kerjakan, kita dapat memuliakan DIA, Sang Pencipta dan Penebus dunia. Terima kasih Tuhan Engkau telah memberikan kreatifitas yang ada pada diri kami, kiranya kami memuliakan namaMu melalui karya-karya hidup kami. Amin.

Xavier Quentin Pranata
Ketika kita berhasil mengatasi masalah yang berat, kemampuan kita untuk bertahan naik satu level lagi.” Xavier Quentin Pranata.

GNCC
Selamat di pagi yang indah. Banyak anak-anak Tuhan lebih mudah percaya melihat keterlibatan setan, tetapi sulit melihat keterlibatan Tuhan dalam banyak hal yang dihadapi. #gncc #unitedbygrace

Madam Ossy
[RENUNGAN HARIAN]. Rabu, 30 November 2016. Bacaan: 1 Petrus 5:5-11. Setahun: 2 Korintus 9-13. Nas: Dan Allah, sumber segala anugerah, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya (1 Petrus 5:10). Kuat Karena Teruji. “Izinkan aku berdoa bukan agar terhindar dari bahaya, melainkan agar aku tiada takut menghadapinya. Izinkan aku memohon bukan agar penderitaanku hilang, melainkan agar hatiku teguh menghadapinya. Izinkan aku tidak mencari sekutu dalam medan perjuangan hidupku, melainkan memperoleh kekuatanku sendiri. Izinkan aku tidak mengidamkan dalam ketakutan dan kegelisahan untuk diselamatkan, melainkan harapan dan kesabaran untuk memenangkan kebebasanku. Berkati aku sehingga aku tidak menjadi pengecut dengan merasakan kemurahan-Mu dalam keberhasilanku semata, melainkan biarkan aku menemukan genggaman tangan-Mu dalam kegagalanku,” tulis Rabindranath Tagore, seniman India peraih Nobel Sastra 1913. Banyak orang menerima Kristus agar terbebas dari penderitaan. Menurut mereka, mengandalkan Tuhan berarti mengharapkan Tuhan melakukan segala perjuangan dan mereka cukup menunggu hasilnya. Mereka memohon kemudahan dan tidak tahan menderita. Penderitaan membuat mereka menyangkal Tuhan, meragukan janji-Nya, dan tidak lagi mengindahkan perintah-Nya. Tuhan tidak memberikan jaminan akan kepuasan jasmani di dunia. Di dunia kita akan mengalami penderitaan. Dan, kemerdekaan yang sejati bukanlah terhindar dari penderitaan, melainkan menghadapi dan memenangkannya. Syukurlah, Tuhan sanggup menolong, menguatkan, memulihkan, dan membangkitkan semangat baru. Penderitaan digunakan-Nya untuk menguatkan dan memurnikan iman kita. Andalkanlah Dia! --EBL. BUKAN BEBAN YANG RINGAN, MELAINKAN BAHU YANG KUATLAH YANG KITA PERLUKAN.

Tuesday, 29 November 2016

29 November 2016

MAN IN THE MIRROR




1 Yohanes 4:19, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” Iman dan pengharapan itu penting bagi hidup orang percaya. Roma 5:1, “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena IMAN, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.” Dan PENGHARAPAN yang disebutkan dalam Kitab Ibrani 6:19, “PENGHARAPAN itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir.” Kelak suatu hari nanti, kita tidak lagi memerlukan Iman dan Pengharapan sebab Iman akan menjadi penglihatan dan Pengharapan kita akan diwujudkan ketika kita bertemu dengan Juruselamat kita. Namun Kasih itu kekal karena KASIH itu berasal dari Allah (1 Yoh 4:7, 8). 1 Korintus 13:13, “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan KASIH, dan yang paling besar di antaranya ialah KASIH.” Terima kasih Tuhan untuk KASIH SETIAMu melalui keluarga, teman-teman dan sahabat-sahabatku, tolong kami untuk menujukkan kasihMu kepada sesama kami hari ini. Amin.

Xavier Quentin Pranata
Ketika setiap kita mementingkan ego, tanpa terasa kita jadi bego.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 29 November 2016. BEBEK ATAU IKAN PAUS? Apa matamu lihat, jangan terburu-buru kaubuat perkara pengadilan (Amsal 25:8). Di sebuah hotel di Bogor ada kolam renang. Di dasar kolam itu ada sebuah corak berwarna hitam. Sepintas terlihat mirip gambar bebek. Masalahnya, kenapa tidak terlalu seperti bebek ya? Setelah saya perhatikan dengan lebih saksama, baru terlihat ternyata itu gambar paus pembunuh (orca). Corak hitam yang saya lihat itu adalah bagian atas ikan itu. Bagian bawah yang berwarna putih tadi tidak terlihat sehingga saya gagal mengenalinya. Pengalaman ini mengingatkan saya akan pentingnya untuk tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan. Suatu hal yang juga Tuhan ajarkan untuk orang Israel terapkan kepada mereka yang diduga terkena penyakit kusta. Penyakit kusta sendiri adalah penyakit menular yang cukup berbahaya pada zaman itu sehingga perlu penanganan yang tepat. Tetapi, beban yang harus ditanggung oleh seseorang yang sudah divonis terkena kusta juga tidak ringan. Biasanya ia akan diasingkan dari masyarakatnya (ay. 45-46). Sungguh tragis kalau sampai seseorang yang sebetulnya tidak kena kusta harus menerima perlakuan ini. Karena itu Tuhan memerintahkan mereka untuk memeriksa dengan saksama dulu sebelum mengambil kesimpulan. Salah satu caranya dengan melihat perkembangan keadaan orang tersebut selama tujuh hari. Hal ini juga perlu kita terapkan dalam hidup kita sehari-hari. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Kumpulkan dulu informasi sebanyak-banyaknya dan pertimbangkan dengan saksama. Memang repot, tapi harus dijalani untuk mendapat kesimpulan yang lebih tepat. JANGAN TERLALU CEPAT MENGAMBIL KESIMPULAN, PERTIMBANGKANLAH DENGAN SAKSAMA LEBIH DULU. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tetap Semangat. Tuhan Yesus memberkati.

Monday, 28 November 2016

28 November 2016

MAN IN THE MIRROR




Aku suka dekat pada Allah (Mazmur 73:28). Ketika kita mengikuti teladan pemazmur untuk senantiasa dekat pada Allah, kita dapat memastikan bahwa kita berada dipihakNya. RohNya akan menolong kita untuk menyelaraskan setiap pikiran dan tindakan kita agar seturut dengan kehendakNya. Apakah kita berada dipihak Allah? Ketika kita berada dipihakNya (suka dekat kepadaNya) berarti kita mencerminkan kasihNya / kemuliaanNya kepada orang-orang disekitar kita. Terima kasih Tuhan ketika “kami suka dekat denganMu”, Engkau pun mengaruniakan hikmat dan kebijaksanaan kepada kami, sehingga kami mengerti akan setiap jalan-jalanMu. Amin.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Doa pagi, Yakobus 5:17-18. Pernakah saudara merenungkan mujizat-mujizat yang dilakukan oleh para tokoh-tokoh Alkitab: diperjanjian lama Musa, Yosua, Elisa, Daniel, dll. Kalau orang-orang kudus lewat perjanjian lama. Yesus berkata: dalam Yohanes 14:14 – Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam namaKu Aku akan “melakukannya”. Janji Tuhan pagi ini kita mau merenungkan, semuanya berkata: “Apa saja janji Tuhan”. Dalam Filipi 2:12, “Tetaplah kerjakan keselamatmu, ketika kita berdoa meminta apa saja didalam nama Yesus kita akan pasti mendapatkannya.” Yakobus 5:17-18, Elia adalah manusia biasa sama seperti kita dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Ayat 18, Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya. Yohanes 14:14, Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu Aku akan melakukannya. Itulah saudaraku, pentingnya doa di setiap waktu dalam hidup kita dan harus dengan hati yang sungguh-sungguh pada Tuhan. Karena Firman Tuhan itu menguasai umatNya. Kami percaya Engkau terus memberikan kuasa dan kekuatan dalam doa-doa umatMu di setiap gereja Tuhan sebab kami percaya Engkau munculkan orang-orang yang Kau pilih untuk menguasai kota-kota di Indonesia. Negeri yang Kau cintai ini dan Engkau telah jawab doa-doa kami umatMu. Terima kasih Tuhan, aku cinta Tuhan. Kami semua tetap mau melekat hanya kepadaMu Tuhan. Amin. Happy Monday. JBU All.

Xavier Quentin Pranata
Karena Yesus adalah jalan dan bukan Petunjuk jalan, maka tugas kita adalah melangkah dengan iman.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 28 November 2016. PENGAMPUNAN DAN KELEGAAN. Jawabnya, “Tidak ada, Tuan.” Lalu kata Yesus, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi” (Yohanes 8:11). Dalam suatu acara di radio Kristen, seorang pendengar perempuan menceritakan pergumulan hidupnya. Ia telanjur menyerahkan keperawanan kepada pacarnya dan merasa bersalah. “Apa yang harus saya lakukan, Mas?” tanya perempuan tersebut melalui SMS. Narasumber pun menyampaikan tentang pengampunan dan kesempatan baru yang Tuhan sediakan bagi kita, seperti yang pernah Yesus berikan kepada perempuan yang kedapatan berzinah. Perempuan berdosa itu mungkin merasa bahwa hidupnya tak lama lagi akan berakhir. Perbuatan mesumnya dipergoki oleh para ahli agama, yang segera membawanya kepada Yesus. Terbayang olehnya bahwa Yesus juga akan menyetujui hukuman rajam bagi dirinya, seperti tuntutan Taurat. Ia mungkin merasa sedikit lega ketika Yesus menulis di tanah, lalu berkata, “Siapa yang tak bersalah, boleh melempar batu lebih dahulu.” Kelegaan semakin dirasakan olehnya ketika orang banyak pergi dan Yesus berkata bahwa Dia pun tidak menghukumnya. “Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi,” kata Yesus. Pengampunan dan kelegaan adalah dua hal yang sangat dibutuhkan oleh orang yang menyadari kesalahannya setelah berbuat dosa. Hal ini hanya dapat diberikan oleh Tuhan, Sang Maha Pengampun. Apakah saat ini kita sedang merasa bersalah akibat dari dosa yang telah kita perbuat? Datanglah kepada-Nya tanpa keraguan. Pengampunan dan kelegaan masih tersedia bagi mereka yang datang dengan kesungguhan kepada-Nya. Selanjutnya, jalanilah hidup baru dengan menjauhkan diri dari dosa dan segala macam kejahatan. PENGAMPUNAN DIBERIKAN UNTUK MEMPERBARUI HIDUP, BUKAN UNTUK MENERUSKAN KEHIDUPAN DALAM DOSA. Selamat pagi. Selamat berkarya. Selalu bersyukur. Tuhan Yesus memberkati. ossy

Sunday, 27 November 2016

27 November 2016

MAN IN THE MIRROR




Cermin. Seberapa sering kita melihat bayangan kita sendiri pada cermin? Survey mengatakan bahwa hitungan bisa mencapai 8-10x sehari. Mengapa kita suka bercermin? Alasannya adalah untuk memeriksa penampilan kita. Kita ingin memperbaikinya. Rasul Yakobus mengatakan bahwa membaca /mendengarkan firman Allah tanpa menerapkannya adalah sama seperti seseorang yang melihat kecermin lalu melupakan apa yang telah dilihat. Yakobus 1:22-24, 22Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. 23Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat- amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. 24Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.” Bagaimana dengan kita? Apakah kita ingin memperbaiki “penampilan” kita menjadi lebih baik? Terima kasih Tuhan untuk firmanMu pagi hari ini. Bimbing kami ketika kami membaca firmanMu untuk semakin peka mendengar suaraMu, beri hati yang taat, untuk kami melakukanNya. Amin.

Xavier Quentin Pranata
Kebijaksanaan merupakan ibu segala kebajikan.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 27 November 2016. PENGHARAPAN MESIANIK. Sesungguhnya, seorang raja akan memerintah menurut kebenaran, dan pemimpin-pemimpin akan memimpin menurut keadilan (Yesaya 32:1). Manusia selalu membutuhkan pengharapan mesianik, bahwa kelak akan datang seseorang yagn membawa kebebasan, keadilan, dan kebenaran yang sejati. Orang di Jawa terbiasa dengan konsep Ratu Adil, misalnya. Kebutuhan ini biasanya muncul kala kehidupan amat mengecewakan. Di situ muncullah pengharapan tentang masa depan yang lebih baik. Ini bukan sekadar soal psiko-sosiologis, tetapi juga masalah iman. Yesaya 32 adalah bagian kitab Yesaya yang ditulis sebelum Kerajaan Yehuda ditaklukkan dan orang-orangnya dibuang ke Babel. Isinya kebanyakan tentang peringatan: bila hidup umat tidak berubah, akan datang penghukuman. Ada masalah dalam kehidupan umat sehingga mereka diperingatkan, namun sekaligus memiliki harapan pada masa depan, tentang situasi ketika “yang buta melihat, yang tuli menyimak, yang terburu nafsu menjadi bijak”. Di masa itu kontradiksi antara yang murtad dan yang berbudi luhur akan jelas baik dalam rancangan maupun tindakan (ay. 3). Inilah pengharapan mesianik Yesaya. Bagi kita, pengharapan mesianik itu telah terpenuhi dalam diri dan karya Yesus Kristus, sang Raja yang Adil dan Benar. Masalahnya, apakah kita yang beriman kepada-Nya telah juga menjadi adil dan benar dalam rancangan dan tindakan? Kiranya kita yang telah mengalami sang Mesias, yang telah mengalami kasih dan keadilan Kristus, juga mewartakan dan menyatakan keadilan dan kebenaran bagi sesama manusia. Kiranya semakin banyak orang yang mengalami pemenuhan pengharapan mesianik ini. MAMPUKAH KITA MENJADI PEMBAWA HARAPAN YANG BAIK BAGI SESAMA? Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.

Saturday, 26 November 2016

26 November 2016

MAN IN THE MIRROR




Kekuatan dalam Kelemahan. 2 Korintus 12:10, “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” Setiap hari kita berjuang melawan semua kelemahan-kelemahan kita dari berbagai keadaan yang kadang membuat kita frustasi. Namun kita bisa menyakini bahwa Allah selalui setia pada janji-janjiNya, untuk memelihara kita, memberi kita kekuatan dan kita pun dapat belajar untuk tetap percaya dan disaat kita lemah kita KUAT. Amin. Terima kasih Tuhan, Engkaulah yang telah berjanji untuk selalu bersamaku, disaat aku lemah, maka aku KUAT, aku tak perlu takut, karena Engkaulah Allahku, tenangkanlah aku dengan kasihMu. Amin.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 26 November 2016. PENYERTAAN TUHAN. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu (Kejadian 39:2). Ketika kehidupan berlangsung mulus, saya merasa sukses dan bahagia, lebih gampang bagi saya mengakui bahwa Tuhan memeluk saya. Sebaliknya, ketika kehidupan berkelok tidak seperti yang saya harapkan, masalah muncul susul-menyusul, saya jadi gampang gusar dan kehilangan damai sejahtera. Apakah Anda juga begitu? Kisah Yusuf menolong saya mendapatkan perspektif lain tentang penyertaan Tuhan. Ketika Yusuf menerima jubah mahaindah (Kej. 37:3), penulis Kitab Kejadian tidak berkomentar bahwa Tuhan menunjukkan kemurahan-Nya kepada Yusuf. Ketika Yusuf mendapatkan mimpi-mimpi yang menggairahkan hatinya (Kej. 37:5, 9), penulis juga tidak menegaskan bahwa mimpi itu berasal dari Tuhan. Namun, ketika Yusuf dikhianati saudara-saudaranya, terpisah dari ayah yang sangat menyayanginya, menjadi budak bagi orang asing di negeri yang jauh, penulis secara khusus membubuhkan, “Tetapi TUHAN menyertai Yusuf” (ay. 2). Kemudian, ketika Yusuf difitnah oleh Nyonya Potifar, dan Potifar tidak membelanya, namun malah murka, dan melemparkan Yusuf ke penjara, kembali penulis secara khusus menambahkan catatan, “TUHAN menyertai Yusuf”-kali ini sebanyak dua kali (ay. 21, 23)! Allah kita itu Imanuel: Dia senantiasa menyertai kita. Dia tidak pernah meninggalkan kita, tidak pernah membiarkan kita seorang diri (Ibr. 13:5). Saya yang perlu belajar menyadari penyertaan Tuhan bukan hanya di tempat yang jernih dan terang, melainkan juga di tempat yang remang atau malah gelap gulita. TUHAN BUKAN HANYA MENYERTAI KITA DI PADANG YANG BERUMPUT HIJAU, MELAINKAN JUGA DI DALAM KEKELAMAN LEMBAH BAYANG-BAYANG MAUT. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
Kita begitu tergesa-gesa menjalani kehidupan sehingga lupa mendongak ke atas untuk mengucap syukur.” Xavier Quentin Pranata.