CULTURAL
Berilah aku hasrat
untuk men-TAAT-i peraturanMu, melebihi keinginan menjadi kaya. “Jagalah
aku supaya jangan mengejar yang sia-sia, berilah aku hidup menurut kehendakMu”
(Mazmur 119:36-37 BIS). Amin. Pilih yang mana? J TAAT menuruti perintah-perintahNya? Atau mengejar yang sia-sia dalam dunia ini?
Pilihan ditangan Saudara. Amin.
Respon 1
Mark 7:37 – TUHAN menjadikan segala-galanya BAIK, yang tuli
dijadikan-NYA mendengar, yang bisu dijadikan-NYA berkata-kata! YESUS sumber
MUJIZATku. Sekarang aku alami! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
“Saat kita berdoa untuk orang lain, persoalan kita pun ditolong-Nya.”
Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Rabu, 13 Mei 2015. Bersyukur Selalu. Baiklah aku menyanyi
bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke
dalam laut (Keluaran 15:1). Ketika segala sesuatu dalam kehidupan kita
baik-baik saja dan terjadi hal-hal yang membanggakan kita, penuh berkat
melimpah dan sukacita, kita akan dengan mudah mengucap syukur dan memuji Allah.
Tetapi jika doa-doa kita sepertinya tidak dijawab, Allah seperti diam dan mengizinkan
kegagalan menghampiri hidup, bisakah kita tetap mengucap syukur dan memuji Dia?
Bangsa Israel sangat bersukacita saat mereka dilepaskan dari tanah perbudakan
di Mesir. Tempat yang selama ini membuat mereka menderita, penuh dengan cambuk
dan tendang. Mereka bersorak dan berseru mengagungkan nama Tuhan. Tiada
henti-hentinya mereka menyanyikan ucapan syukur bagi yang Mahatinggi. Mereka
bisa melihat bahwa Allah memperhatikan penderitaan dan rintihan kesakitan
mereka. Tetapi, pada saat mereka dibawa melewati padang gurun, mereka mulai
bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan. Puji-pujian dan ucapan syukur dalam
sekejap hilang dari bibir mereka dan digantikan dengan sungut-sungut. Mereka
hanya melihat Tuhan ada saat segala sesuatu terasa baik dan menyenangkan. Mata
mereka tertutup saat mereka mulai bosan dan tidak mendapatkan apa yang mereka
inginkan. Hal seperti itu sering terjadi dengan kita. Kita sering diperhadapkan
dengan hal-hal yang pelik, segalanya berantakan, dan hidup terasa sulit. Seakan
Tuhan tidak ada. Tidak terlihat sedikit pun pengharapan akan adanya pemulihan.
Dalam keadaan seperti itu, masih bisakah kita memuji Tuhan dan bersyukur kepada
Tuhan? Masihkah sukacita kita meluap?— IST. KETIKA KEHIDUPAN TERASA SULIT,
MESTINYA KITA TETAP TIDAK SULIT MEMUJI TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus
memberkati. (Madam Ossy)
Respon 4
“The task of the leader is to get his people from where they are to
where they have not been” (Henry a Kissinger). Happy Wednesday! (Suwandi Taruna
– PT. Kalbe Farma)
Respon 5
God is never limited by our limitation (Rick Warren). Tuhan tidak
pernah dibatasi oleh keterbatasan kita (Rick Warren). (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 6
FOCUS. DO NOT DISTRACT BY OTHERS. 1 Korintus 9:26-27a, “Sebab itu aku
tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya,...” (GNCC)
Respon 7
“Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin
dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati
Dia dengan saksama” ~Luk. 14:1. Acara makan yang sudah tentu ada banyak
tokoh-tokoh agama & anggota kelompok Farisi lain yang juga selama ini
mengikuti perkembangan pelayanan Yesus. Perhatikanlah. Mereka “mengamat-amati
Yesus dengan seksama” -dengan penuh perhatian atas setiap detail apa yang
dilakukan & dikatakan-Nya. Untuk apa? Kita tahu bukan untuk belajar atau
mendengar nasihat-nasihat firman tetapi untuk mencari-mencari kesalahan Yesus
-yang dibuktikan di waktu-waktu selanjutnya dengan menyusun berbagai siasat
menjebak & membunuh Yesus. Sangat mungkin mereka ingin mendengar pengajaran
Yesus malam itu demi menemukan kesalahan dalam ajaran-Nya. Tanpa benar-benar
disadari, sikap kita kepada Tuhan maupun hamba-hamba Tuhan pun demikian. Memang
kita diperintahkan menguji segala sesuatu namun semangat pendorong dalam
menguji segala sesuatu ialah menemukan kebenaran sejati; bukan mencari
kebenaran sendiri apalagi lalu menolak kebenaran yang nyata-nyata terbukti di
depan mata. Faktanya, masih ada orang-orang yang membaca Alkitab hanya untuk
menemukan kekeliruan-kekeliruannya; pun ada yang suka mencari-mencari kesalahan
Tuhan untuk menunjukkan bahwa Dia tidak ada atau jika Dia ada, Dia tak berkuasa
& tak peduli pada manusia. Roh kritik & skeptis yang sama bekerja pada
beberapa orang -termasuk di antara pemimpin-pemimpin jemaat- saat memandang
hamba-hamba Tuhan sejati. Bukannya belajar dari orang-orang pilihan Tuhan ini
tapi tanpa dasar yang jelas, membesar-besarkan kekurangan kecil sebagai
kesalahan fatal sedangkan hidup mereka sendiri tanpa sadar telah jauh melangkah
dalam kesesatan. Marilah kita mengamat-amati hidup & pribadi Yesus (juga
firman-Nya & hamba-hamba yang mengikuti teladan-Nya) dengan roh yang benar.
Roh & hati seorang murid, yang siap menerima penyingkapan dari sang Roh
hikmat & wahyu. Dia akan mengajar kita bahkan melalui pribadi-pribadi
paling sederhana di muka bumi. Untuk mengerti kehendak Tuhan. Salam revival!
GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment