Wednesday, 13 May 2015

13 Mei 2015



CULTURAL



Berilah aku hasrat untuk men-TAAT-i peraturanMu, melebihi keinginan menjadi kaya. “Jagalah aku supaya jangan mengejar yang sia-sia, berilah aku hidup menurut kehendakMu” (Mazmur 119:36-37 BIS). Amin. Pilih yang mana? J TAAT menuruti perintah-perintahNya? Atau  mengejar yang sia-sia dalam dunia ini? Pilihan ditangan Saudara. Amin.

Respon 1
Mark 7:37 – TUHAN menjadikan segala-galanya BAIK, yang tuli dijadikan-NYA mendengar, yang bisu dijadikan-NYA berkata-kata! YESUS sumber MUJIZATku. Sekarang aku alami! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
“Saat kita berdoa untuk orang lain, persoalan kita pun ditolong-Nya.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Rabu, 13 Mei 2015. Bersyukur Selalu. Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut (Keluaran 15:1). Ketika segala sesuatu dalam kehidupan kita baik-baik saja dan terjadi hal-hal yang membanggakan kita, penuh berkat melimpah dan sukacita, kita akan dengan mudah mengucap syukur dan memuji Allah. Tetapi jika doa-doa kita sepertinya tidak dijawab, Allah seperti diam dan mengizinkan kegagalan menghampiri hidup, bisakah kita tetap mengucap syukur dan memuji Dia? Bangsa Israel sangat bersukacita saat mereka dilepaskan dari tanah perbudakan di Mesir. Tempat yang selama ini membuat mereka menderita, penuh dengan cambuk dan tendang. Mereka bersorak dan berseru mengagungkan nama Tuhan. Tiada henti-hentinya mereka menyanyikan ucapan syukur bagi yang Mahatinggi. Mereka bisa melihat bahwa Allah memperhatikan penderitaan dan rintihan kesakitan mereka. Tetapi, pada saat mereka dibawa melewati padang gurun, mereka mulai bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan. Puji-pujian dan ucapan syukur dalam sekejap hilang dari bibir mereka dan digantikan dengan sungut-sungut. Mereka hanya melihat Tuhan ada saat segala sesuatu terasa baik dan menyenangkan. Mata mereka tertutup saat mereka mulai bosan dan tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Hal seperti itu sering terjadi dengan kita. Kita sering diperhadapkan dengan hal-hal yang pelik, segalanya berantakan, dan hidup terasa sulit. Seakan Tuhan tidak ada. Tidak terlihat sedikit pun pengharapan akan adanya pemulihan. Dalam keadaan seperti itu, masih bisakah kita memuji Tuhan dan bersyukur kepada Tuhan? Masihkah sukacita kita meluap?— IST. KETIKA KEHIDUPAN TERASA SULIT, MESTINYA KITA TETAP TIDAK SULIT MEMUJI TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
“The task of the leader is to get his people from where they are to where they have not been” (Henry a Kissinger). Happy Wednesday! (Suwandi Taruna – PT. Kalbe Farma)

Respon 5
God is never limited by our limitation (Rick Warren). Tuhan tidak pernah dibatasi oleh keterbatasan kita (Rick Warren). (Ibu Caroline – Bandung)



Respon 6
FOCUS. DO NOT DISTRACT BY OTHERS. 1 Korintus 9:26-27a, “Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya,...” (GNCC)

Respon 7
“Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama” ~Luk. 14:1. Acara makan yang sudah tentu ada banyak tokoh-tokoh agama & anggota kelompok Farisi lain yang juga selama ini mengikuti perkembangan pelayanan Yesus. Perhatikanlah. Mereka “mengamat-amati Yesus dengan seksama” -dengan penuh perhatian atas setiap detail apa yang dilakukan & dikatakan-Nya. Untuk apa? Kita tahu bukan untuk belajar atau mendengar nasihat-nasihat firman tetapi untuk mencari-mencari kesalahan Yesus -yang dibuktikan di waktu-waktu selanjutnya dengan menyusun berbagai siasat menjebak & membunuh Yesus. Sangat mungkin mereka ingin mendengar pengajaran Yesus malam itu demi menemukan kesalahan dalam ajaran-Nya. Tanpa benar-benar disadari, sikap kita kepada Tuhan maupun hamba-hamba Tuhan pun demikian. Memang kita diperintahkan menguji segala sesuatu namun semangat pendorong dalam menguji segala sesuatu ialah menemukan kebenaran sejati; bukan mencari kebenaran sendiri apalagi lalu menolak kebenaran yang nyata-nyata terbukti di depan mata. Faktanya, masih ada orang-orang yang membaca Alkitab hanya untuk menemukan kekeliruan-kekeliruannya; pun ada yang suka mencari-mencari kesalahan Tuhan untuk menunjukkan bahwa Dia tidak ada atau jika Dia ada, Dia tak berkuasa & tak peduli pada manusia. Roh kritik & skeptis yang sama bekerja pada beberapa orang -termasuk di antara pemimpin-pemimpin jemaat- saat memandang hamba-hamba Tuhan sejati. Bukannya belajar dari orang-orang pilihan Tuhan ini tapi tanpa dasar yang jelas, membesar-besarkan kekurangan kecil sebagai kesalahan fatal sedangkan hidup mereka sendiri tanpa sadar telah jauh melangkah dalam kesesatan. Marilah kita mengamat-amati hidup & pribadi Yesus (juga firman-Nya & hamba-hamba yang mengikuti teladan-Nya) dengan roh yang benar. Roh & hati seorang murid, yang siap menerima penyingkapan dari sang Roh hikmat & wahyu. Dia akan mengajar kita bahkan melalui pribadi-pribadi paling sederhana di muka bumi. Untuk mengerti kehendak Tuhan. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


No comments:

Post a Comment