Thursday, 31 January 2013

Ucapan dan Tanggapan




Ucapan Ultah utk Ibu Ester (3 Jan)
Shalom Ibu selamat ulang tahun kiranya berkat kasih setiaNya melimpah apapun yang dikerjakan dibuat berhasil berjaya, diberi kesehatan yang baik, RT yang semakin rukun harmonis penuh sukacita damai sejahtera, cinta akan Tuhan semakin menyala-nyala dan pelayanan yang semakin menyenangkan hatiNya! Yesaya 43:1-7 kado istimewa dari Tuhan Yesus amin. Salam doa & kasih: keluarga rohani komsel CL 1-7/yestoya :).

Tanggapan dari Ibu Ester
Amin, terima kasih atas doa, ucapan selamat dan kado istimewa ultah saya yang sangat memberkati :)


Ucapan Ultah utk Sdri Angel (7 Jan)
Shalom Angel selamat pagi selamat ulang tahun ya kiranya kasih setia Tuhan melimpah, berkat-berkatNya tercurah senantiasa diberi kesehatan yang baik, keluarga yang semakin penuh sukacita damai sejahtera, pekerjaan yang semakin berhasil berjaya, cinta kepada Tuhan semakin menyala-nyala, pelayanan yang semakin menyenangkan hatiNya: Filipi 1:9-11. Salam kasih dan doa: keluarga rohani Yestoya CL 1-7 :)

Tanggapan dari Sdri Angel
Cik, terima kasih buat surat-suratnya hehe.. Terima kasih juga buat gift-nya.

Ucapan Ultah untuk Sdr Rico (12 Jan)
Shalom Rico, selamat ulang tahun ya kiranya yang terbaik yang dari Tuhan Yesus untuk Rico diberkati dibuat berhasil berjaya ya! 1Timotius 4:12-16. Salam kasih dan doa: keluarga rohani komsel CL 1-7/yestoya :).

Tanggapan dari Rico
Terima kasih Bu atas kado dan supportnya. Gbu too.

Ucapan Ultah untuk Sdri Lily (22 Jan)
Shalom Cik Lily selamat ulang tahun kiranya berkat Tuhan melimpah dalam hidup Cik Lily, apa yang dirindukan, doa-doa yang dinaikkan dijawab ya! Semakin maju dalam iman, cinta kepada Tuhan semakin menyala-nyala, keluarga yang semakin penuh sukacita damai sejahtera. Filipi 1:9-11, amin. Tuhan berkati Cik Lily senantiasa.

Ucapan Ultah untuk Sdri Lydia (24 Jan)
Shalom Cik Lydia, selamat ulang tahun ya kiranya PF 24 Jan 2013, kiranya yang terbaik dari Tuhan sendiri diberikan kepada Cik Lydia, Kolose 2:7, amin.

Tanggapan dari Sdri Lydia
Ya, tx Tuhan selalu memberi yang terbaik, GBU.








Contoh Relationship di Yestoya (1)
Shalom Justine, apa kabar? Masih sibuk ya? Minggu kemarin ngga lihat di ibadah siang? Susternya sudah dapat ya? Tq bila ada yang ingin disupport dalam doa jangan sungkan ya! Beritahu ai.. Tq, Jbu.

Ai, thank you ya. Minggu-minggu kemarin repot banget ga sempat ke gereja. Suster cuman sehari. Takut ngeliat babyku muntah. Sekarang ga ada suster lagi. Tapi ada berita bagus. Puji Tuhan saya sudah dapat rumah. Sekarang saya lagi proses KPR rumah. Titip doa ya Ai. Makasih.

Oh Puji Tuhan ya syukurlah kalau sudah dapat rumah! Di mana alamatnya? Ya kita bawa dalam doa ya supaya prosesnya lancar dan semua sesuai rencanaNya! Percayalah Tuhan akan kasih kekuatan lebih pada Justine ya! Andalkan Tuhan senantiasa, Yesaya 43:1-5. Amin. Kita support dalam doa ya agar dapat beribadah juga secara rutin, amin.

Contoh Relationship di Yestoya (2)
Shalom Tante Sin, selamat siang apa kabar? Lama ngga kelihatan di ibadah siang AOC. Jam 10 ya? Kita keluarga rohani AOC menunggu kedatangannya minggu besok tgl 27 Jan 2013 ya! Terimakasih Tuhan berkati, tim usher AOC.

Contoh Relationship di Yestoya (3)
Shalom, Ibu Liliana, selamat siang apa kabar? Lama ngga kelihatan di ibadah siang AOC. Jam 10 ya? Kita keluarga rohani AOC menunggu kedatangannya minggu besok tgl 27 Jan 2013 ya! Terimakasih Tuhan berkati, tim usher AOC.

Contoh Relationship di Yestoya (4)
Shalom Bu Iin, selamat siang apa kabar? Lama ngga kelihatan di ibadah siang AOC. Jam 10 ya? Kita keluarga rohani AOC menunggu kedatangannya minggu besok tgl 27 Jan 2013 ya! Terimakasih Tuhan berkati, tim usher AOC.

Agenda Kerja 2013 (7 Januari)



Agenda Kerja 2013 (7 Januari)
Shalom para PKS, TIM INTI, Komsel Yestoya CL 1-7 yang terkasih.. :). Agenda kerja komsel CL 1-7 tahun 2013 akan dibagikan di hari Minggu tgl 6 Jan 2013 di jam ibadah (pk 7, 10 pagi & 5 sore). Saya percaya pemimpin-pemimpin komsel masih tetap antusias tetap semangat ya! Mari kita “bekerja sama dan bergandeng tangan semakin erat” untuk kita boleh mengerjakan VISI yang sudah Tuhan berikan bagi kita! Fokus/tema 2013 adalah doubleship: discipleship & relationship (memuridkan dan membangun hubungan) luar biasa ya.. Kalau Tuhan memberikan tema ini di tahun 2013, itu artinya penggenapan janji-janjiNya.. Pergilah, jadikan semua bangsa muridKu, maka IA akan “menyertai” kita sampai kesudahan jaman (Matius 28:19-20). Mari kita melayaniNya melalui jiwa-jiwa yang sudah dan akan Tuhan percayakan untuk kita memuridkan melalui “pemuridan one-on-one/satu demi satu” dan terus bangunlah hubungan dengan semua anak-anak rohani kita lebih lagi ya... :) amin. Salam antusias :) Yestoya yes!

Respon 1
Shalom Cik Siu Siang, selamat siang, maaf baru balas, terima kasih buku-buku dan fotonya agenda sudah dibaca buku belum selesai dibaca, saya merasa bukan murid yang baik seperti tentara mau maju perang tapi peluru belum lengkap. Saya ragu apakah saya mampu tapi juga ingin melayani lebih lagi. Saya lihat Tacik sangat luar biasa. Saya bersyukur boleh mengenal Tacik. Inilah suasana hati saya sekarang Cik. Maaf kalau saya belum seperti harapan Tacik. Terima kasih JBU.

Respon 2
Amen iya Cik, terima kasih isi bukunya sangat memberkati saya dan lewat buku ini saya harus lebih banyak belajar lagi.

Respon 3
Shalom Cik Siu Siang, ya saya sudah lihat semuanya saya akan terus belajar n tetap mau melayani sebisanya saya Cik, terima kasih banyak atas semuanya yang diberikan pada saya, Gbu Cik Siu Siang.







Discipleship One on One



Discipleship One on One
Abbalove Ministries 2011

      Salah satu bentuk pemuridan yang sangat efektif adalah one-on-one (satu-satu). Seorang pemurid memuridkan satu murid sampai ia berhasil. Jangan pernah berhenti memuridkan seseorang menjadi murid Kristus sampai ia berhasil untuk menjangkau atau menggenapkan rencana Allah atas hidupnya. Pemurid harus menolong, melatih, dan membapai muridnya sampai menjadi murid sejati. Hal ini kami lakukan di gereja kami. Di gereja yang kami layani, pemuridan one-on-one sudah dilaksanakan dengan sangat baik. Hal inilah yang membantu setiap murid yang kami muridkan untuk bertumbuh menjadi dewasa di dalam Tuhan. Ketika mereka sudah menjadi dewasa di dalam Tuhan, kita akan melihat kemampuan mereka di dalam memuridkan murid-murid yang lain untuk bertumbuh juga di dalam Tuhan.
      Apa yang dilakukan dalam pemuridan one-on-one?
1.) Memuridkan dalam hal hubungan pribadi orang tersebut dengan Allah. Bagaimana kehidupan pribadinya dengan Allah: Apakah ia memiliki waktu khusus dengan Tuhan? Apakah ia setia bersaat teduh untuk membangun hubungan intim dengan Tuhan? Apakah ada dosa atau godaan tertentu yang perlu diakui dan dibereskan di hadapan Tuhan?
2.) Memuridkan dalam hal hubungan pribadi orang tersebut dengan keluarga (hubungannya dengan istri/suami dan dengan anak-anaknya, atau hubungannya dengan orang tuanya). Apakah hubungan mereka baik dan hal apakah yang harus dibereskan?
3.) Memuridkan dalam hal hubungan orang tersebut dengan pelayanannya: Bagaiman dengan komselnya? Bagaimana pula ia telah menolongnya komselnya untuk bertumbuh? Bagaiman hubungannya dengan murid-murid? Siapakah murid-murid yang dibina? Jika ia adalah PKS, maka ia harus mempersiapkan orang-orang kunci untuk dimuridkan menjadi pemimpin.
      Bagi seseorang yang ingin bertumbuh di dalam Tuhan, ia harus bisa menjawab pertanyaan ini dengan jujur:
1.) Siapakah yang sungguh-sungguh menge-nal diri Anda tanpa mengenakan topeng?
2.) Kepada siapa Anda mengakui kelemahan-kelemahan Anda? Orang yang tidak mengakui kelemahannya akan mendapat banyak dakwaan atau tuduhan dari si jahat.
3.) Siapakah yang memiliki otoritas untuk berbicara tentang kelemahan-kelemahan Anda dalam konteks hubungan yang intim atau akrab sampai ke dalam hati Anda?
4.) Dengan siapakah Anda membangun hubungan akuntabilitas yang akan bisa menceritakan hubungan intim Anda dengan Tuhan, hubungan Anda dengan sesama, dan hubungan Anda dengan keluarga? Hubungan ini bukanlah hubungan yang mendominasi, tetapi hubungan yang melindungi Anda.
5.) Siapakah yang menantang Anda untuk lebih maju dari apa yang sudah dicapai? Ada ilustrasi tentang seorang gadis yang berenang menyeberangi selat di Inggris. Ketika menyeberang, ia tidak bisa melihat apa-apa karena terhalang oleh kabut. Ia tetap terus berenang sampai kelelahan dan menyerah. Lalu, ia memanggil perahu dan naik. Setelah naik ke atas perahu, ternyata ia hanya berjarak beberapa meter dari garis pantai yang seharusnya ia capai kalau ia tidak menyerah secepat itu. Satu-satunya alasan mengapa ia menyerah adalah karena ia tidak bisa melihat lebih jauh. Ia tidak mempunyai seseorang yang menolong atau menguatkan dia dengan melihat visi yang lebih jauh di depan.
6.) Siapakah yang berdoa syafaat bagi Anda? Yesus berdoa syafaat bagi Petrus untuk menang atas ujian dari setan (Luk 22:31-32). Apakah Anda memuridkan orang berdoa syafaat bagi Anda? Apakah Anda memiliki permuridan one-on-one yang mendoakan Anda? Maksudnya adalah karena kita harus memiliki hubungan yang sejati dengan Tuhan dan sukses di dalam pelayanan.

Murid Kristus



Murid Kristus
Build My Home – Eddy Leo

      Di dalam seluruh kitab perjanjian baru tecatat 269 kali kata “murid”, sedangkan kata “Kristen” hanya tercatat 3 kali, dan itupun ditujukan kepada murid-murid Kristus. Walaupun kata “murid” adalah kata yang begitu penting sehingga perlu berulang-ulang ditulis, namun gereja sekarang telah banyak mengabaikannya. Gereja sekarang lebih banyak merasa puas apabila anggota jemaatnya telah menjadi pemeluk agama Kristen dan aktif beribadah serta menjadi pemanas bangku ibadah.
      Ada pula gereja yang menawarkan berbagai “program pemuridan” seperti kelas-kelas, seminar-seminar, kelompok-kelompok kecil pemuridan. Gereja yang demikian tentu lebih baik dari gereja yang jemaatnya hanya beribadah pada hari Minggu. Namun apabila diamati lebih seksama, ternyata program-program pemuridan yang demikian sangat tidak efektif dalam menghasilkan perubahan hidup dan kepemimpinan. Oleh sebab itu, apabila kita mengamati gereja dengan jujur, kita dapat melihat bahwa kualitas karakter gereja tidak terlalu berbeda dengan karakter dunia ini. Gereja rasanya masih jauh dari keserupaan dengan Kristus seperti pada gereja mula-mula.
      Mengapa gereja masa kini seperti itu? Tentu banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut. Namun, salah satu faktor penyebab yang utama adalah karena adanya kekeliruan konsep pemuridan, dan juga karena metode pemuridan yang tidak efektif.
      Pemuridan adalah sebuah proses di mana seorang percaya dengan contoh hidup membiarkan Kristus memakainya sebagai alat untuk melayani sejumlah orang tertentu dalam waktu tertentu, dalam perjumpaan satu demi satu (one on one), untuk mencapai keserupaan Kristus (potensi maksimalnya), demi tujuan pembangunan rumah Tuhan, serta mereproduksi dirinya sampai generasi ketiga. Tuhan memerintahkan kepada semua muridNya, bukan hanya kepada rasul-rasulNya saja, semua orang percaya/orang kudus, dari pemimpin tertinggi sampai orang yang baru percaya (Matius 28:19-20) untuk melakukan pemuridan.
      Inti pemuridan dapat disimpulkan dalam satu kata, yaitu menjadi “contoh” atau “model”. Ada seorang anak kecil berusia 4 tahun, lari dari rumah karena terancam disiksa oleh orang tuanya. Namun, ia tersesat di hutan, dan setelah belasan tahun kemudian ia ditemukan telah hidup sama seperti monyet. Anak tersebut bertingkah laku seperti monyet, tidak dapat berjalan tegak, dan tidak dapat berbicara bahasa manusia.
      Mengapa anak tersebut tidak hidup normal seperti manusia-manusia lainnya, padahal ia adalah manusia sejati? Penyebabnya adalah karena ia tidak terus-menerus melihat contoh manusia normal lainnya, tetapi melihat contoh dari monyet-monyet yang menerimanya di hutan.
      Demikian pula begitu pentingnya peranan contoh dalam menuntun orang lain untuk mencapai potensi maksimalnya, yaitu keserupaan dengan Kristus. Jadi satu-satunya jalan untuk belajar adalah melalui contoh atau model.
      Kristus berkata, “Jadikanlah sekalian bangsa muridKu..” (Matius 28:19). Dulu ketika Kristus datang ke dunia sebagai manusia, Ia-lah yang menjadikan orang-orang menjadi muridNya atau pengikutNya (Matius 4:19, Lukas 9:23-24). Setelah Ia mati, bangkit, dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Ia tetap melakukan pemuridan. Ia tetap menjadikan orang-orang muridNya, tetapi sekarang melalui tubuhNya, yaitu murid-muridNya (Matius 28:19-20). Jadi pemuridan bukanlah menjadikan orang murid kita, tetapi menjadikan orang murid Kristus.
      Ada 2 hal ekstrim dalam pemuridan:
a)      Tidak perlu peranan orang lain untuk menjadikan kita murid, karena kita langsung murid Kristus. Ini prinsip yang salah. Kita perlu adanya model.
b)      Menjadikan orang lain berpusatkan diri kita, sehingga orang lain mengikuti kita, bukan Kristus. Ini dapat mengarah kepada pembinaan yang bersifat kontrol manusia.
      Seharusnya konsep pemuridan yang benar adalah: “Kristus memakai anggota tubuhNya, untuk menjadikan seseorang muridNya.” Jadi Kristuslah yang memuridkan, sedangkan peranan si pembuat murid adalah sebagai anggota tubuh yang dipakai sebagai alat untuk mengekspresikan Kristus. Jadi diperlukan seseorang untuk “menjadikan” orang lain murid Kristus. Ingat! Satu-satunya cara Kristus membuat murid adalah melalui seseorang yang terlebih dahulu dimuridkan.
      Melayani adalah sikap hati yang terutama, yang harus dimiliki oleh seorang pembuat murid. Di dalam pemuridan tidak boleh terjadi kontrol, manipulasi, dominasi dari si pembuat murid agar si murid mengikuti kemauan si pembuat murid dan bukan kemauan Kristus. Seharusnya si pemurid adalah seorang pelayan atau hamba yang siap melayani agar Kristus dapat berekspresi untuk menjadikan orang lain murid Kristus (Markus 10:42-45). Apabila seorang pembuat murid tidak melayani dengan hati hamba melainkan seperti orang yang memerintah (kontrol), maka yang dimuridkan berhak menasihati si pembuat murid, bahkan dapat melaporkannya kepada pembuat murid di atasnya. Hanya orang yang berhati hamba yang dapat mengekspresikan Kristus, sedangkan orang yang berhati “bos/raja” hanya akan mengekspresikan “diri sendiri/ego” (1 Petrus 5:1-6).










Murid Kristus
Build My Home – Eddy Leo

      Di dalam seluruh kitab perjanjian baru tecatat 269 kali kata “murid”, sedangkan kata “Kristen” hanya tercatat 3 kali, dan itupun ditujukan kepada murid-murid Kristus. Walaupun kata “murid” adalah kata yang begitu penting sehingga perlu berulang-ulang ditulis, namun gereja sekarang telah banyak mengabaikannya. Gereja sekarang lebih banyak merasa puas apabila anggota jemaatnya telah menjadi pemeluk agama Kristen dan aktif beribadah serta menjadi pemanas bangku ibadah.
      Ada pula gereja yang menawarkan berbagai “program pemuridan” seperti kelas-kelas, seminar-seminar, kelompok-kelompok kecil pemuridan. Gereja yang demikian tentu lebih baik dari gereja yang jemaatnya hanya beribadah pada hari Minggu. Namun apabila diamati lebih seksama, ternyata program-program pemuridan yang demikian sangat tidak efektif dalam menghasilkan perubahan hidup dan kepemimpinan. Oleh sebab itu, apabila kita mengamati gereja dengan jujur, kita dapat melihat bahwa kualitas karakter gereja tidak terlalu berbeda dengan karakter dunia ini. Gereja rasanya masih jauh dari keserupaan dengan Kristus seperti pada gereja mula-mula.
      Mengapa gereja masa kini seperti itu? Tentu banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut. Namun, salah satu faktor penyebab yang utama adalah karena adanya kekeliruan konsep pemuridan, dan juga karena metode pemuridan yang tidak efektif.
      Pemuridan adalah sebuah proses di mana seorang percaya dengan contoh hidup membiarkan Kristus memakainya sebagai alat untuk melayani sejumlah orang tertentu dalam waktu tertentu, dalam perjumpaan satu demi satu (one on one), untuk mencapai keserupaan Kristus (potensi maksimalnya), demi tujuan pembangunan rumah Tuhan, serta mereproduksi dirinya sampai generasi ketiga. Tuhan memerintahkan kepada semua muridNya, bukan hanya kepada rasul-rasulNya saja, semua orang percaya/orang kudus, dari pemimpin tertinggi sampai orang yang baru percaya (Matius 28:19-20) untuk melakukan pemuridan.
      Inti pemuridan dapat disimpulkan dalam satu kata, yaitu menjadi “contoh” atau “model”. Ada seorang anak kecil berusia 4 tahun, lari dari rumah karena terancam disiksa oleh orang tuanya. Namun, ia tersesat di hutan, dan setelah belasan tahun kemudian ia ditemukan telah hidup sama seperti monyet. Anak tersebut bertingkah laku seperti monyet, tidak dapat berjalan tegak, dan tidak dapat berbicara bahasa manusia.
      Mengapa anak tersebut tidak hidup normal seperti manusia-manusia lainnya, padahal ia adalah manusia sejati? Penyebabnya adalah karena ia tidak terus-menerus melihat contoh manusia normal lainnya, tetapi melihat contoh dari monyet-monyet yang menerimanya di hutan.
      Demikian pula begitu pentingnya peranan contoh dalam menuntun orang lain untuk mencapai potensi maksimalnya, yaitu keserupaan dengan Kristus. Jadi satu-satunya jalan untuk belajar adalah melalui contoh atau model.
      Kristus berkata, “Jadikanlah sekalian bangsa muridKu..” (Matius 28:19). Dulu ketika Kristus datang ke dunia sebagai manusia, Ia-lah yang menjadikan orang-orang menjadi muridNya atau pengikutNya (Matius 4:19, Lukas 9:23-24). Setelah Ia mati, bangkit, dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Ia tetap melakukan pemuridan. Ia tetap menjadikan orang-orang muridNya, tetapi sekarang melalui tubuhNya, yaitu murid-muridNya (Matius 28:19-20). Jadi pemuridan bukanlah menjadikan orang murid kita, tetapi menjadikan orang murid Kristus.
      Ada 2 hal ekstrim dalam pemuridan:
a)      Tidak perlu peranan orang lain untuk menjadikan kita murid, karena kita langsung murid Kristus. Ini prinsip yang salah. Kita perlu adanya model.
b)      Menjadikan orang lain berpusatkan diri kita, sehingga orang lain mengikuti kita, bukan Kristus. Ini dapat mengarah kepada pembinaan yang bersifat kontrol manusia.
      Seharusnya konsep pemuridan yang benar adalah: “Kristus memakai anggota tubuhNya, untuk menjadikan seseorang muridNya.” Jadi Kristuslah yang memuridkan, sedangkan peranan si pembuat murid adalah sebagai anggota tubuh yang dipakai sebagai alat untuk mengekspresikan Kristus. Jadi diperlukan seseorang untuk “menjadikan” orang lain murid Kristus. Ingat! Satu-satunya cara Kristus membuat murid adalah melalui seseorang yang terlebih dahulu dimuridkan.
      Melayani adalah sikap hati yang terutama, yang harus dimiliki oleh seorang pembuat murid. Di dalam pemuridan tidak boleh terjadi kontrol, manipulasi, dominasi dari si pembuat murid agar si murid mengikuti kemauan si pembuat murid dan bukan kemauan Kristus. Seharusnya si pemurid adalah seorang pelayan atau hamba yang siap melayani agar Kristus dapat berekspresi untuk menjadikan orang lain murid Kristus (Markus 10:42-45). Apabila seorang pembuat murid tidak melayani dengan hati hamba melainkan seperti orang yang memerintah (kontrol), maka yang dimuridkan berhak menasihati si pembuat murid, bahkan dapat melaporkannya kepada pembuat murid di atasnya. Hanya orang yang berhati hamba yang dapat mengekspresikan Kristus, sedangkan orang yang berhati “bos/raja” hanya akan mengekspresikan “diri sendiri/ego” (1 Petrus 5:1-6).