Tuesday, 31 July 2012

31 Juli 2012



31 Juli
Tuhan Yesus membayar hukuman atas dosa-dosa kita melalui penderitaanNya atau kematianNya. Ketika kita mengakui bahwa kita seorang pendosa dan mempercayakan iman kita hanya di dalam DIA untuk pengampunan maka luka hati kita akan tersembuhkan dan kepedihan akan terhiburkan. Lakukan semua ini dengan berkilas balik pada penderitaanNya maka kita akan diperdamaikan dengan Allah. Lukas 22:19, “Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.”


Respon
Amin,  segala  puji  bagi  Tuhan  dengan segala kemuliaanNya!
Baik Ibu saya akan belajar untuk berjalan bersama-sama dengan Tuhan di setiap saat dan waktu, karena saya sadar hanya dengan begitu saya dapat belajar untuk peka terhadap penderitaan Kristus yang telah menggantikan penderitaan saya di dalam kehidupan dunia. Dan benar Ibu, saya mengakui kalau saya hanyalah manusia lemah dan berdosa, dan juga sungguh tidak sanggup untuk hidup benar jika bukan karena Roh-Nya yang sudah diberikan untuk menuntun saya, karena saya sadar Ibu bahwa kebenaran saya sendiri itu hanyalah seperti kain kotor di hadapanNya! Maka dengan penderitaan yang saya alami itulah Ibu, saya mau meremukkan hati saya untuk menyatu dengan penderitaan Kristus, agar Dia berkenan melahirkan kemuliaanNya di setiap langkah hidup ini! Terima kasih ya Ibu! Tuhan memberkati, Gbu

Monday, 30 July 2012

30 Juli 2012



30 Juli
Sudahkah KRISTUS tercermin dalam hidup keseharian kita? Sudahkah kita menjadi berkat bagi orang-orang yang terdekat? Mari saudara-saudaraku firman Tuhan mengajarkan: Jadilah berkat bagi “Yerusalem” atau orang-orang terdekat di dalam rumah saudara terlebih dahulu ya, baru setelah itu pergi ke “luar” (Yudea/Samaria/ujung bumi). Kisah Para Rasul 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Inilah pola yang ditekankan Tuhan Yesus bagi kita, jadilah berkat bagi keluarga terlebih dahulu, baru setelah itu jadilah berkat bagi lingkungan dan dunia, amin.

Respon
Amin, baik Ibu, segala puji bagi Tuhan. Saya bersyukur karena kebaikanNya juga, hingga saya boleh belajar untuk mempunyai hidup yang bisa menjadi kesaksian bagi keluarga dan sesama! Sehingga nama Tuhan di dalamnya dipermuliakan! Terima kasih ya Ibu, Tuhan memberkati, amin.

Sunday, 29 July 2012

29 Juli 2012



29 Juli
Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus. Iman menguatkan kita untuk melangkah. Iman lebih dari sekedar pengajaran karena iman tanpa perbuatan adalah mati. Yakobus 2:17, “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” Yang penting bukanlah iman dan perbuatan; iman atau perbuatan; melainkan “iman yang berbuat sesuatu”! Percaya dan taat pada firman Tuhan merupakan bukti akan keutuhan iman kita kepadaNya, amin. Ulangan 4:10-12, “yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan TUHAN, Allahmu, di Horeb, waktu TUHAN berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka. Lalu kamu mendekat dan berdiri di kaki gunung itu, sedang gunung itu menyala sampai ke pusar langit dalam gelap gulita, awan dan kegelapan. Lalu berfirmanlah TUHAN kepadamu dari tengah-tengah api: suara kata-kata kamu dengar, tetapi suatu rupa tidak kamu lihat, hanya ada suara.”

Respon 1
Amin, amin, segala puji bagi Tuhan! Sungguh Tuhan baik dan sangat baik bagi saya Ibu, saya merasakan kuasaNya yang sungguh dahsyat karena sanggup membuka rahasia kehidupan ini! Iman yang berbuat sesuatu! Luar biasa suatu pernyataan iman yang dahsyat Ibu! Saya bersyukur dan terima kasih banyak karena oleh kuasa Tuhan, pernyataan Ibu membuat hati saya tersentuh dan tergerak untuk lebih lagi di dalam belajar iman! Selamat beribadah dan melayani Tuhan Ibu! Tuhan memberkati! Amin.

Respon 2
Kepercayaan & ketaatan pada firman Tuhan mrpkn bukti akan keutuhan iman kita kepadaNya, amin, selamat beraktivitas. GBU.

Saturday, 28 July 2012

28 Juli 2012



28 Juli
Pandanglah sekeliling saudara, apakah ada orang yang sedang mengalami “masa sulit” dan “kehilangan”? Jangan sekedar merasa kasihan kepada mereka, mari tunjukkan belas kasihanmu melalui “perilaku, perkataan, dan tindakan nyata” ya! Ketika kita mengasihi sesama tanpa pamrih, kita sedang mengungkapkan kasih kita kepada Allah, amin (Lukas 10:25-37). Selamat berbagi kasih dengan orang-orang yang saudara cintai :).

Respon
Amin! Baik Ibu saya akan belajar untuk selalu melekatkan diri dengan Tuhan dan tinggal di dalamNya, sebab saya sadar hanya dengan memiliki kasih Allah-lah, saya dapat melakukan suatu tindakan Kasih yang Tulus dan Murni bagi sesama, karena saya sendiri merasakan bahwa kasih Allah adalah kasih yang menyembuhkan, kasih yang memulihkan dan juga kasih yang membebaskan bukan hanya jasmani tetapi sampai kedalaman hati yang mampu mengubahkan setiap jiwa! Terima kasih banyak Ibu, Tuhan memberkati, Gbu.

Friday, 27 July 2012

27 Juli 2012



27 Juli
Adakah setiap kita mempunyai kepedulian dengan “jiwa-jiwa di luar sana”? Seberapa kuat dan beranikah kita dalam memberitakan InjilNya? Tetaplah bertahan dan maju di garis depan untuk senantiasa memberitakan dan membagikan firman Tuhan, Tuhan pasti menyertai kita. Kisah Para Rasul 4:13,29, “Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu.” Amin. Jadilah anak-anak Tuhan yang peduli akan jiwa-jiwa yang membutuhkan uluran tangan kasihNya!

Respon
Amin, baik Ibu saya akan membawa hati saya kepada Tuhan, untuk saya bisa menerima dengan lemah lembut setiap firmanNya yang berkuasa menyelamatkan jiwa saya untuk dibentuk menjadi alatNya di dalam memberitakan Injil Kerajaan Sorga dengan otoritas di dalam nama Yesus! Karena saya percaya Ibu hanya kuasa di dalam nama Yesus-lah yang mampu mengikat dan mengoyakkan semua selubung yang dipakai untuk mengejar jiwa-jiwa! Sehingga setiap jiwa dapat kembali tenang dan dapat dimenangkan menjadi miliknya Tuhan! Terima kasih ya Ibu, selamat beraktivitas, sukses selalu, Tuhan memberkati, amin.