Sunday, 10 May 2015

10 Mei 2015



CULTURAL



1 Petrus 2:12, “Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan me-muliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.” Memiliki cara hidup yang baik dilatih dari lingkup yang paling kecil yaitu KELUARGA J. TERBIASA dengan cara hidup yang baik dalam keluarga akan membuat kita terbiasa melakukan yang baik di masyarakat. Amin. Filipi 4:5, “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang...”

Respon 1
Minggu, 10 Mei 2015. Bacaan: 2 Samuel 11:1-15. Setahun: 2 Raja-Raja 24-25. Nats: Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di matanya? (2 Samuel 12:9). UJIAN KARAKTER. Paling tidak ada tiga hal yang dapat menguji karakter seseorang. Pertama, siapakah kita pada saat sendiri. Kedua, siapakah kita ketika kita berada dalam tekanan. Ketiga, siapakah kita saat kita mengalami kejayaan. Tiga ujian ini pernah dialami oleh Daud ketika ia menjadi seorang raja. Pertama, ketika Daud hanya seorang diri di istana, ia melakukan dosa di hadapan Allah karena mengingini istri Uria sampai kemudian Batsyeba mengandung (ay. 2-5). Ketika sendirian, ia membuka celah bagi dosa untuk menguasainya. Kedua, ketika Daud berada dalam tekanan karena Batsyeba mengandung, ia mencoba mencari siasat untuk menutupi dosa yang ia lakukan (ay. 6-13). Dosa yang satu membawa pada dosa yang kian parah. Ketiga, ketika Daud berada di puncak kejayaan. Sebagai seorang raja, dengan mudah ia menyusun strategi untuk membunuh Uria dan mengambil Batsyeba sebagai istrinya (ay. 14-15). Ketiga ujian tersebut membuatnya gagal menunjukkan karakter sesuai dengan firman Allah. Namun, Daud menunjukkan respons yang benar ketika Natan menegurnya. Ia mengakui semua dosanya dan bertobat kepada Allah (2 Sam 12:13). Bagaimana dengan kita? Apakah karakter kita sesuai dengan kebenaran firman Tuhan saat kita berada dalam tiga posisi seperti di atas? Tidak mudah untuk tetap berada dalam kebenaran firman Tuhan ketika kita seorang diri, berada dalam tekanan, atau mengalami kejayaan. Namun, Roh Kudus akan terus mengingatkan kita untuk berpegang teguh pada kebenaran firman Tuhan dalam kondisi apa pun --Sugihendarto Pratama. SIAPAKAH KITA DITENTUKAN KETIKA KITA SEORANG DIRI, KETIKA KITA BERADA DALAM TEKANAN, DAN KETIKA KITA MENGALAMI KEJAYAAN. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
SAAT TEDUH. Minggu, 10 Mei 2015. Seperti Yesus. Siapa yang mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup (1 Yohanes 2:6). Seorang pelancong berkunjung ke Israel. Ia menumpang taksi menuju penginapan. Di dalam taksi, supir memutar musik rock keras-keras. Pelancong itu berkomentar, “Pak, tolong ganti musiknya! Zaman Yesus dulu tidak ada musik seperti itu!” Supir taksi itu segera menghentikan taksinya seraya berkata: “Baiklah, kalau begitu silakan turun! Silakan jalan kaki atau tunggulah keledai lewat karena pada zaman dulu Yesus bepergian dengan berjalan kaki dan naik keledai!” Hidup di dalam Kristus mengundang kita hidup sebagaimana Dia hidup. Tetapi, bukan berarti kita mengikuti gaya penampilan-Nya berjubah, berkasut, berjalan kaki ke mana-mana, dan konon berambut panjang. Kemajuan teknologi, yang merupakan berkat Tuhan melalui akal budi manusia, turut mengubah gaya hidup kita. Tentu sah-sah saja kita memanfaatkannya. Jadi, bagaimana kita hidup sebagaimana Kristus hidup? Ada beberapa pertanyaan yang bisa membantu kita menggali pemahaman ini: Jika Kristus ada di posisiku, apa yang Dia lakukan? Apakah Kristus melakukan korupsi? Apakah Kristus melakukan tugasnya dengan malas? Apakah Kristus melakukan kecurangan? Apakah Kristus mencari keuntungan bagi diri-Nya sendiri? Hidup sama seperti Kristus telah hidup, dengan demikian, berarti melakukan panggilan hidup kita masing-masing, baik di rumah, di tempat kerja, di gereja, dan di masyarakat dengan kebajikan, kebenaran. Semuanya kita lakukan untuk kemuliaan Tuhan dan meraih tujuan kekal, bukan untuk kemuliaan diri atau tujuan duniawi —EBL. HIDUP SEBAGAIMANA KRISTUS HIDUP TERCERMIN MELALUI PEMIKIRAN, TUTUR KATA, DAN TINGKAH LAKU YANG SESUAI DENGAN KEHENDAK-NYA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
“Di tangan Tuhan, sikon seburuk apa pun bisa menjadi simfoni yang indah.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
Syalom. Amin... “Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus” (Mazmur 65:5). Terima kasih ibu Siu, selamat beribadah TUHAN selalu memberkati. Amin. (Bp. Oktavianus – Nabire)

No comments:

Post a Comment