CULTURAL
1 Petrus 2:12, “Milikilah
cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya
apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya
dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan me-muliakan Allah pada hari Ia melawat
mereka.” Memiliki cara hidup yang baik dilatih dari lingkup yang
paling kecil yaitu KELUARGA J.
TERBIASA dengan cara hidup yang baik dalam keluarga akan membuat kita terbiasa
melakukan yang baik di masyarakat. Amin. Filipi 4:5, “Hendaklah kebaikan
hatimu diketahui semua orang...”
Respon 1
Minggu, 10 Mei 2015. Bacaan: 2 Samuel 11:1-15. Setahun: 2 Raja-Raja
24-25. Nats: Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di
matanya? (2 Samuel 12:9). UJIAN KARAKTER. Paling tidak ada tiga hal yang dapat
menguji karakter seseorang. Pertama, siapakah kita pada saat sendiri. Kedua,
siapakah kita ketika kita berada dalam tekanan. Ketiga, siapakah kita saat kita
mengalami kejayaan. Tiga ujian ini pernah dialami oleh Daud ketika ia menjadi
seorang raja. Pertama, ketika Daud hanya seorang diri di istana, ia melakukan
dosa di hadapan Allah karena mengingini istri Uria sampai kemudian Batsyeba
mengandung (ay. 2-5). Ketika sendirian, ia membuka celah bagi dosa untuk
menguasainya. Kedua, ketika Daud berada dalam tekanan karena Batsyeba
mengandung, ia mencoba mencari siasat untuk menutupi dosa yang ia lakukan (ay.
6-13). Dosa yang satu membawa pada dosa yang kian parah. Ketiga, ketika Daud
berada di puncak kejayaan. Sebagai seorang raja, dengan mudah ia menyusun
strategi untuk membunuh Uria dan mengambil Batsyeba sebagai istrinya (ay.
14-15). Ketiga ujian tersebut membuatnya gagal menunjukkan karakter sesuai
dengan firman Allah. Namun, Daud menunjukkan respons yang benar ketika Natan
menegurnya. Ia mengakui semua dosanya dan bertobat kepada Allah (2 Sam 12:13).
Bagaimana dengan kita? Apakah karakter kita sesuai dengan kebenaran firman
Tuhan saat kita berada dalam tiga posisi seperti di atas? Tidak mudah untuk
tetap berada dalam kebenaran firman Tuhan ketika kita seorang diri, berada
dalam tekanan, atau mengalami kejayaan. Namun, Roh Kudus akan terus
mengingatkan kita untuk berpegang teguh pada kebenaran firman Tuhan dalam
kondisi apa pun --Sugihendarto Pratama. SIAPAKAH KITA DITENTUKAN KETIKA KITA
SEORANG DIRI, KETIKA KITA BERADA DALAM TEKANAN, DAN KETIKA KITA MENGALAMI
KEJAYAAN. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 2
SAAT TEDUH. Minggu, 10 Mei 2015. Seperti Yesus. Siapa yang mengatakan
bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup (1
Yohanes 2:6). Seorang pelancong berkunjung ke Israel. Ia menumpang taksi menuju
penginapan. Di dalam taksi, supir memutar musik rock keras-keras. Pelancong itu
berkomentar, “Pak, tolong ganti musiknya! Zaman Yesus dulu tidak ada musik
seperti itu!” Supir taksi itu segera menghentikan taksinya seraya berkata:
“Baiklah, kalau begitu silakan turun! Silakan jalan kaki atau tunggulah keledai
lewat karena pada zaman dulu Yesus bepergian dengan berjalan kaki dan naik
keledai!” Hidup di dalam Kristus mengundang kita hidup sebagaimana Dia hidup.
Tetapi, bukan berarti kita mengikuti gaya penampilan-Nya berjubah, berkasut,
berjalan kaki ke mana-mana, dan konon berambut panjang. Kemajuan teknologi,
yang merupakan berkat Tuhan melalui akal budi manusia, turut mengubah gaya
hidup kita. Tentu sah-sah saja kita memanfaatkannya. Jadi, bagaimana kita hidup
sebagaimana Kristus hidup? Ada beberapa pertanyaan yang bisa membantu kita
menggali pemahaman ini: Jika Kristus ada di posisiku, apa yang Dia lakukan?
Apakah Kristus melakukan korupsi? Apakah Kristus melakukan tugasnya dengan
malas? Apakah Kristus melakukan kecurangan? Apakah Kristus mencari keuntungan
bagi diri-Nya sendiri? Hidup sama seperti Kristus telah hidup, dengan demikian,
berarti melakukan panggilan hidup kita masing-masing, baik di rumah, di tempat
kerja, di gereja, dan di masyarakat dengan kebajikan, kebenaran. Semuanya kita
lakukan untuk kemuliaan Tuhan dan meraih tujuan kekal, bukan untuk kemuliaan
diri atau tujuan duniawi —EBL. HIDUP SEBAGAIMANA KRISTUS HIDUP TERCERMIN
MELALUI PEMIKIRAN, TUTUR KATA, DAN TINGKAH LAKU YANG SESUAI DENGAN
KEHENDAK-NYA. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.
(Madam Ossy)
Respon 3
“Di tangan Tuhan, sikon seburuk apa pun bisa menjadi simfoni yang
indah.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
Syalom. Amin... “Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau
suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan
segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus” (Mazmur 65:5). Terima
kasih ibu Siu, selamat beribadah TUHAN selalu memberkati. Amin. (Bp. Oktavianus
– Nabire)

No comments:
Post a Comment