CULTURAL
2 Petrus 1:8, “Sebab
apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya
menjadi GIAT dan BERHASIL dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.”
Baca 2 Petrus 1:1-9, sebagai orang percaya kita harus terlibat aktif
dalam pertumbhan rohani. Ayat 5-7: “Justru karena itu kamu harus dengan
SUNGGUH-SUNGGUH BERUSAHA untuk menambahkan kepada IMANmu KEBAJIKAN, dan kepada
kebajikan PENGETAHUAN, dan kepada pengetahuan PENGUASAAN DIRI kepada penguasaan
diri KETEKUNAN, dan kepada ketekunan KESALEHAN, dan kepada kesalehan KASIH akan
SAUDARA-SAUDARA, dan kepada kasih akan saudara-saudara KASIH akan SEMUA ORANG.”
Amin. Ke 7 hal tersebut tidak bertumbuh secara OTOMATIS tanpa usaha yang tekun
untuk mengembangkannya J.
Sudahkah kita aplikasikan rhema firman Tuhan hari ini? Jadilah PEMENANG yang BERHASIL.
Amin J. JBU all.
Respon 1
HUKUM TABUR TUAI.
Seorang kontraktor bangunan yang sukses memanggil salah satu karyawannya,
seorang tukang kayu yang handal, dan memberinya tanggung jawab untuk mengawasi
pembangunan proyek rumah berikutnya di perusaahaan yang sama. Kontraktor ini
pun menginstruksikan si tukang kayu untuk memesan semua bahan dan mengawasi
seluruh proses pembangunan. Si tukang kayu ini begitu bersemangat melaksanakan
tugas barunya itu. Ini merupakan kesempatan pertamanya untuk benar-benar mengawasi
proyek pembangunan dari awal hingga selesai. Ia mempelajari cetak biru dan
memeriksa setiap pengukuran dengan detail. Kemudian ia berpikir, jika aku orang
yang bertanggung jawab atas proyek ini, mengapa aku tidak terpikirkan untuk
mengurangi beberapa inci pengukuran, menggunakan bahan yang lebih murah, dan
menyimpan uang ekstra itu ke dalam kantongku? Siapa yang akan tahu bedanya?
Setelah bangunan ini selesai dicat, tidak akan ada yang tahu bedanya. Si tukang
kayu ini pun mulai mengatur rencana busuknya. Dia menggunakan kayu kelas dua
dan memesan beton murah untuk pondasinya. Dia memasang kawat-kawat yang murah.
Dia memotong setiap sudut bangunan sebisa mungkin, tapi dalam laporannya di
menulis menggunakan bahan bangunan yang berkualitas tinggi. Ketika rumah itu
selesai, ia meminta bosnya untuk datang dan melihat. Bosnya memeriksa dengan
cepat dan berkata, “Ini luar biasa. Anda melakukan pekerjaan yang fantastis.
Selama ini Anda sudah menjadi pekerja kami yang yang baik, setia dan telah
begitu jujur, karena itulah, saya ingin menunjukkan rasa terima kasih saya
dengan memberikan rumah ini kepada Anda.” Kita akan menuai apa yang kita tabur.
Kita tak bisa menanam rumput liar lalu menuai bunga. Kita tak bisa berbuat dosa
lalu menuai kebenaran. Ada akibat atas setiap tindakan kita. Jadi, benih
seperti apa yang akan Anda tabur hari ini? - give thanks, be humble &
proactive - (Suwandi Taruna – PT. Kalbe Farma)
Respon 2
1 Sam 14:6b – Sebab
bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong baik dengan banyak orang maupun sedikit
orang! Tidak ada orangpun, tetap TUHAN bisa menolong. Yesss... Ok. Pastiii!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 3
“Many of us do
terrible miskates and forget and regret that we do not have the 'undo' button.”
Xavier Quentin Pranata. “Banyak di antara kita yang melakukan kesalahan yang
fatal dan lupa serta menyesal bahwa kita tidak punya tombol 'pembatalan'.”
Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
SAAT TEDUH. Rabu,
20 Mei 2015. Tempat Paling Dalam. Bukankah “Ia telah naik” berarti bahwa Ia
juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga
yang telah naik jauh lebih tinggi daripada semua langit, untuk memenuhi segala
sesuatu (Efesus 4:9-10). Dalam sebuah konseling, seseorang mengaku telah jatuh
dalam dosa yang sangat parah. Akibat perbuatannya tersebut ia merasa bahwa
dosanya sudah tidak mungkin diampuni oleh Tuhan. Ia berkata, “Saya sudah jatuh
sangat dalam.” Karena beranggapan bahwa Tuhan tidak mungkin mengampuninya lagi,
orang ini jadi sangat tertuduh, minder, dan bahkan tidak bisa berdoa lagi.
Dalam menyelesaikan dosa manusia, Tuhan Yesus telah turun ke bagian bumi yang
paling bawah dan naik melebihi segala langit. Kata “paling bawah” menunjukkan
bahwa tidak ada sesuatu yang lebih dalam lagi. Kejatuhan kita mungkin sangat
parah, tetapi Tuhan Yesus sudah mencapai tempat yang paling dalam untuk
menyelesaikan dosa kita. Artinya, tidak ada dosa yang tidak bisa Tuhan Yesus
selesaikan. Kematian-Nya di kayu salib sungguh ajaib sebab Dia mati satu kali
untuk menyelesaikan semua jenis dosa di seluruh dunia bagi semua orang yang
pernah lahir ke dunia. Paulus berkata bahwa ia mengarahkan pandangannya ke
depan, melupakan apa yang ada di belakangnya, termasuk segala kegagalan dan
dosanya (Fil. 3:13). Paulus mengakui bahwa dirinya adalah penganiaya jemaat.
Tetapi, Paulus tidak mau mengarahkan pandangan pada betapa parahnya ia telah
jatuh, sebaliknya ia mengarahkan pandangan pada betapa tingginya kasih karunia
Allah yang ada di dalam Tuhan Yesus. Marilah kita menerima kasih karunia-Nya,
yang mampu menyelesaikan masa lalu kita yang begitu buruk dan membawa kita
kepada masa depan yang sejahtera —YBS. TIDAK ADA DOSA YANG TERLALU PARAH UNTUK
DISELESAIKAN OLEH ANUGERAH TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam
Ossy)
Respon 5
Melihat padang
gurun yang begitu luas & tampak tidak ada kehidupan maupun
penopang-penopang kehidupan, bangsa Israel yang 3 hari sebelumnya mengalami
mujizat persediaan minum, mulai panik lagi. Kekuatiran akan kelaparan memenuhi
hati mereka. Ketimbang mengingat kuasa Tuhan, mereka mulai mengomel. Dalam
Keluaran 16, di padang gurun Sin itulah Tuhan mulai menurunkan 'manna', roti
yang diberikan Tuhan secara ajaib untuk memelihara hidup Israel. Bukan hanya
itu, di waktu petang berduyun-duyunlah burung puyuh ke perkemahan Israel
sehingga mereka pun makan daging sampai kenyang. Merenungkan penyediaan Tuhan
melalui manna, kita mendapatkan pelajaran yang indah: 1- Tuhan tidak pernah
gagal memelihara hidup umat-Nya. Sesungguhnya Tuhan selalu ada & tak pernah
lalai menjaga bangsa pilihan-Nya. Sejak di Gosyen, bani Israel dijaga-Nya bagi
biji mata. Pula saat terdesak kebutuhan hidup di tengah gurun kering, Tuhan
tidak pernah tinggalkan. Dari ketiadaan, Tuhan datangkan persediaan makanan
(Kel. 16:4-8). Bagian kita bukanlah untuk cemas atau kuatir melainkan tetap
percaya, tidak bimbang akan pemeliharaan-Nya. 2- Apa yang Dia sediakan itu
cukup bagi kita (Kel. 16:16-18). Tuhan memang menjanjikan kelimpahan tanah
Kanaan & mempercayakan kekayaan yang besar bagi umat-Nya. Hanya saja
sebelum kita mampu menanggungnya, kita harus belajar mencukupkan diri dengan
apa yang Tuhan berikan hari demi hari. Sejatinya, yang Tuhan sediakan selalu
cukup bagi kebutuhan kita. Keserakahan kitalah yang membuat kita tertipu &
terus merasa kurang. 3- Tidak boleh lagi ada kekuatiran bagi kita jika Dia
Allah kita. Dengan cara-cara yang ajaib di luar akal kita, Dia pasti
mencukupkan kita hari demi hari -bahkan saat Israel bersungut-sungut & tak
beriman. Lebih-lebih bagi kita percaya pada-Nya segenap hati! Asalkan kita
percaya & berlaku sesuai kehendak Tuhan, tak sedetikpun kita tak
dipelihara-Nya. Dia masih Bapa yang memberkati kita saat kita berdoa
“berikanlah pada kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya”. Salam
revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment