Wednesday, 20 May 2015

20 Mei 2015



CULTURAL



2 Petrus 1:8, “Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi GIAT dan BERHASIL dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.” Baca 2 Petrus 1:1-9, sebagai orang percaya kita harus terlibat aktif dalam pertumbhan rohani. Ayat 5-7: “Justru karena itu kamu harus dengan SUNGGUH-SUNGGUH BERUSAHA untuk menambahkan kepada IMANmu KEBAJIKAN, dan kepada kebajikan PENGETAHUAN, dan kepada pengetahuan PENGUASAAN DIRI kepada penguasaan diri KETEKUNAN, dan kepada ketekunan KESALEHAN, dan kepada kesalehan KASIH akan SAUDARA-SAUDARA, dan kepada kasih akan saudara-saudara KASIH akan SEMUA ORANG.” Amin. Ke 7 hal tersebut tidak bertumbuh secara OTOMATIS tanpa usaha yang tekun untuk mengembangkannya J. Sudahkah kita aplikasikan rhema firman Tuhan hari ini? Jadilah PEMENANG yang BERHASIL. Amin J. JBU all.

Respon 1
HUKUM TABUR TUAI. Seorang kontraktor bangunan yang sukses memanggil salah satu karyawannya, seorang tukang kayu yang handal, dan memberinya tanggung jawab untuk mengawasi pembangunan proyek rumah berikutnya di perusaahaan yang sama. Kontraktor ini pun menginstruksikan si tukang kayu untuk memesan semua bahan dan mengawasi seluruh proses pembangunan. Si tukang kayu ini begitu bersemangat melaksanakan tugas barunya itu. Ini merupakan kesempatan pertamanya untuk benar-benar mengawasi proyek pembangunan dari awal hingga selesai. Ia mempelajari cetak biru dan memeriksa setiap pengukuran dengan detail. Kemudian ia berpikir, jika aku orang yang bertanggung jawab atas proyek ini, mengapa aku tidak terpikirkan untuk mengurangi beberapa inci pengukuran, menggunakan bahan yang lebih murah, dan menyimpan uang ekstra itu ke dalam kantongku? Siapa yang akan tahu bedanya? Setelah bangunan ini selesai dicat, tidak akan ada yang tahu bedanya. Si tukang kayu ini pun mulai mengatur rencana busuknya. Dia menggunakan kayu kelas dua dan memesan beton murah untuk pondasinya. Dia memasang kawat-kawat yang murah. Dia memotong setiap sudut bangunan sebisa mungkin, tapi dalam laporannya di menulis menggunakan bahan bangunan yang berkualitas tinggi. Ketika rumah itu selesai, ia meminta bosnya untuk datang dan melihat. Bosnya memeriksa dengan cepat dan berkata, “Ini luar biasa. Anda melakukan pekerjaan yang fantastis. Selama ini Anda sudah menjadi pekerja kami yang yang baik, setia dan telah begitu jujur, karena itulah, saya ingin menunjukkan rasa terima kasih saya dengan memberikan rumah ini kepada Anda.” Kita akan menuai apa yang kita tabur. Kita tak bisa menanam rumput liar lalu menuai bunga. Kita tak bisa berbuat dosa lalu menuai kebenaran. Ada akibat atas setiap tindakan kita. Jadi, benih seperti apa yang akan Anda tabur hari ini? - give thanks, be humble & proactive - (Suwandi Taruna – PT. Kalbe Farma)

Respon 2
1 Sam 14:6b – Sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong baik dengan banyak orang maupun sedikit orang! Tidak ada orangpun, tetap TUHAN bisa menolong. Yesss... Ok. Pastiii! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 3
“Many of us do terrible miskates and forget and regret that we do not have the 'undo' button.” Xavier Quentin Pranata. “Banyak di antara kita yang melakukan kesalahan yang fatal dan lupa serta menyesal bahwa kita tidak punya tombol 'pembatalan'.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
SAAT TEDUH. Rabu, 20 Mei 2015. Tempat Paling Dalam. Bukankah “Ia telah naik” berarti bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi daripada semua langit, untuk memenuhi segala sesuatu (Efesus 4:9-10). Dalam sebuah konseling, seseorang mengaku telah jatuh dalam dosa yang sangat parah. Akibat perbuatannya tersebut ia merasa bahwa dosanya sudah tidak mungkin diampuni oleh Tuhan. Ia berkata, “Saya sudah jatuh sangat dalam.” Karena beranggapan bahwa Tuhan tidak mungkin mengampuninya lagi, orang ini jadi sangat tertuduh, minder, dan bahkan tidak bisa berdoa lagi. Dalam menyelesaikan dosa manusia, Tuhan Yesus telah turun ke bagian bumi yang paling bawah dan naik melebihi segala langit. Kata “paling bawah” menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih dalam lagi. Kejatuhan kita mungkin sangat parah, tetapi Tuhan Yesus sudah mencapai tempat yang paling dalam untuk menyelesaikan dosa kita. Artinya, tidak ada dosa yang tidak bisa Tuhan Yesus selesaikan. Kematian-Nya di kayu salib sungguh ajaib sebab Dia mati satu kali untuk menyelesaikan semua jenis dosa di seluruh dunia bagi semua orang yang pernah lahir ke dunia. Paulus berkata bahwa ia mengarahkan pandangannya ke depan, melupakan apa yang ada di belakangnya, termasuk segala kegagalan dan dosanya (Fil. 3:13). Paulus mengakui bahwa dirinya adalah penganiaya jemaat. Tetapi, Paulus tidak mau mengarahkan pandangan pada betapa parahnya ia telah jatuh, sebaliknya ia mengarahkan pandangan pada betapa tingginya kasih karunia Allah yang ada di dalam Tuhan Yesus. Marilah kita menerima kasih karunia-Nya, yang mampu menyelesaikan masa lalu kita yang begitu buruk dan membawa kita kepada masa depan yang sejahtera —YBS. TIDAK ADA DOSA YANG TERLALU PARAH UNTUK DISELESAIKAN OLEH ANUGERAH TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 5
Melihat padang gurun yang begitu luas & tampak tidak ada kehidupan maupun penopang-penopang kehidupan, bangsa Israel yang 3 hari sebelumnya mengalami mujizat persediaan minum, mulai panik lagi. Kekuatiran akan kelaparan memenuhi hati mereka. Ketimbang mengingat kuasa Tuhan, mereka mulai mengomel. Dalam Keluaran 16, di padang gurun Sin itulah Tuhan mulai menurunkan 'manna', roti yang diberikan Tuhan secara ajaib untuk memelihara hidup Israel. Bukan hanya itu, di waktu petang berduyun-duyunlah burung puyuh ke perkemahan Israel sehingga mereka pun makan daging sampai kenyang. Merenungkan penyediaan Tuhan melalui manna, kita mendapatkan pelajaran yang indah: 1- Tuhan tidak pernah gagal memelihara hidup umat-Nya. Sesungguhnya Tuhan selalu ada & tak pernah lalai menjaga bangsa pilihan-Nya. Sejak di Gosyen, bani Israel dijaga-Nya bagi biji mata. Pula saat terdesak kebutuhan hidup di tengah gurun kering, Tuhan tidak pernah tinggalkan. Dari ketiadaan, Tuhan datangkan persediaan makanan (Kel. 16:4-8). Bagian kita bukanlah untuk cemas atau kuatir melainkan tetap percaya, tidak bimbang akan pemeliharaan-Nya. 2- Apa yang Dia sediakan itu cukup bagi kita (Kel. 16:16-18). Tuhan memang menjanjikan kelimpahan tanah Kanaan & mempercayakan kekayaan yang besar bagi umat-Nya. Hanya saja sebelum kita mampu menanggungnya, kita harus belajar mencukupkan diri dengan apa yang Tuhan berikan hari demi hari. Sejatinya, yang Tuhan sediakan selalu cukup bagi kebutuhan kita. Keserakahan kitalah yang membuat kita tertipu & terus merasa kurang. 3- Tidak boleh lagi ada kekuatiran bagi kita jika Dia Allah kita. Dengan cara-cara yang ajaib di luar akal kita, Dia pasti mencukupkan kita hari demi hari -bahkan saat Israel bersungut-sungut & tak beriman. Lebih-lebih bagi kita percaya pada-Nya segenap hati! Asalkan kita percaya & berlaku sesuai kehendak Tuhan, tak sedetikpun kita tak dipelihara-Nya. Dia masih Bapa yang memberkati kita saat kita berdoa “berikanlah pada kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya”. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


No comments:

Post a Comment