Sunday, 31 May 2015

CULTURAL (Part 2)



CULTURAL



CULTURAL (Part 2)
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 31 Mei 2015)


Markus pernah merekam apa yang Yesus katakan. Dalam Markus 16:15, “Lalu Ia berkata kepada mereka: Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada semua makhluk.”

Kata “dunia” = kosmos and preach the gospel to every creature. Ini bicara tentang: Engaging (terlibat) in the Culture, sosial dimana Tuhan tempatkan kita.

A)    Cara pandang Tuhan tentang dunia (dan kekudusan)
-        Tuhan mengasihi dunia (Yoh 3:16)
-        Dunia milik siapa? Tuhan. Mazmur 24:1. Bagaimana mungkin, kita menarik diri dari dunia yang Tuhan kasihi?
-        Kekudusan tidak dinilai dari luarnya. Kekudusan adalah Paulus menulis– Gal 5:25 ® hidup dan berjalan dalam Roh Kudus. Kekudusan adalah menghidupi kehendak Tuhan dalam dunia ini – Mat 9: 10 – 13.

Secara bahasa aslinya, KUDUS adalah set apart (dipisahkan). Tapi banyak orang extreme memisahkan diri, sampai tidak bisa terlibat di budaya yang ada; dan tidak bisa berpengaruh di budaya. KEKUDUSAN ADALAH: menyeimbangkan antara dipisahkan dari dunia (set apart) dengan perintah Tuhan pergilah ke dunia yang penuh dosa dan hancur ini.

Kekudusan adalah bisa menyeimbangkan antara dipisahkan, dengan perintah Tuhan pergilah ke seluruh dunia dan cerita tenteng Yesus.

Bahkan doa Yesus tentang kita:
Yoh 17:15, “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.” Ayat 18, “Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia.

- Artinya: Gereja harus penetrasi (meresapi, merasuki) dunia; bahkan Tuhan menyebut kita:
Mat 5:13 – garam dunia
Mat 5:14 – terang dunia
Mat 10: 16 – domba di tengah serigala

B)    Argumen sebagian orang:
Untuk jadi relevant bukan berarti harus mengkompromikan iman. Alienation (pengasingan) – church on a bunker (gereja dalam bawah tanah). Yang terjadi kita tidak engaging (terlibat) dunia, tapi hanya menyediakan alternative ke dunia – yang biasanya ditolak. Kita bukan mau berkompromi terhadap dunia; TAPI escaping from the world is also not God’s will (menghindari dunia juga bukan kehendak Tuhan).

C)    Engaging (terlibat/memasuki) culture means:
John Stott pernah berkata: “spiritually distinct but not socially segregated” (secara rohani berbeda, tapi tidak terpencil/terkucil dari social budaya). Artinya: di DALAM kita (sikap kita, pikiran kita, motivasi kita) harus merefleksikan Tuhan yang kudus. Di LUAR kita (pekerjaan, fashion, creativity, budaya) bisa ada dalam dunia kontemporer.


Contoh Engaging Culture:
Paulus – 1 Kor 9:20-23
- Paulus tidak memandang rendah budaya dunia.
- Paulus tidak keluar dari jalan Tuhan, dia fokus dengan tujuannya: memenangkan mereka bagi kemuliaan Tuhan.
- Bagi Paulus, PESANNYA tidak boleh berubah (kudus), tapi METODE-nya boleh berubah (jangan mengkuduskan sebuah metode, jadi penyembahan berhala). Mengabaikan budaya dunia = membuat diri kita menjadi tidak RELEVANT.

Di jaman Alkitab, Tuhan banyak pakai orang-orang marketplace (entah pebisnis, orang pemerintahan, orang seni, dll) untuk berdampak dan menjadi kemuliaan Tuhan di marketplace:
-Simon Petrus, Nelayan, Pengusaha Ikan.
-Kornelius, Perwira Pasukan (Kis 10:1-2)
-Dorkas, Fashion Designer terkenal (Kis. 9:36-42)
-Lidia, Pedagang Kain Mewah (Kis. 16:14-15)
-Aquila Priskila, Kontraktor (Kis 18:1-3)

TUHAN memanggil setiap kita untuk bergerak MENAKLUKKAN dan BERKUASA atas 7 pilar masyrakat, untuk mengembalikannya ke tujuan asli Tuhan (untuk kemuliaanNya).

APA YANG PERLU KITA LAKUKAN:
  1. Be Your Best! (Jadilah Anda yang terbaik)
  2. Be Clear With Your Purpose (Miliki Kejelasan Tujuan)

Doa: Tuhan, pakai kami di tengah dunia ini, bukan untuk menjadi seperti dunia, tetapi untuk membawa dunia kembali kepada tujuan Tuhan.

CULTURAL (Part 1)



 CULTURAL




CULTURAL (Part 1)
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 17 Mei 2015)


Intro:
“Apa hubungannya pekerjaanku dengan gereja, dengan agama, dan prinsip-prinsip yang diajarkan gereja?” Seringkali orang juga berpikir “kerjaan ya kerjaan; Tuhan ya Tuhan. Jangan dicampur-campurkan.” “Kerjaan ya kerjaan, gereja ya gereja. Jangan dicampur-campur.”

But is it really like that? Apakah memang benar harus gitu?

Kejadian 1:1 – Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
Frase “Allah menciptakan” ini menggambarkan nama Tuhan yang disebut ELOHIM, yang artinya God the Creator – Allah Sang Pencipta.

Waktu Tuhan menciptakan manusia, Dia berikan manusia mandat: KEJADIAN 1:28.

Kemudian masuk di Kejadian 4 – Kain dan anak-anaknya.
Ayat 16-17 membangun kota;
Ayat 20 memberi lapangan pekerjaan dalam pertanian dan peternakan;
Ayat 21 membawa masuk musik, entertainment (hiburan) dan seni;
Ayat 22 memulai usaha pembangunan.

Manusia di-desain oleh Tuhan dengan potensi yang sangat besar!!! Walaupun manusia jatuh ke dalam dosa, Tuhan tidak mengambil potensi besar dalam diri manusia. Apapun kita, siapapun kita, Tuhan tidak mengambil kemampuan-kemampuan kita. Tapi yang terjadi adalah, semua hal-hal itu jadi terkorupsi.

Tuhan tempatkan kita di masyarakat, untuk bekerja dan berperan dalam masyarakat.
Setiap masyarakat memiliki 7 pilar:
1. Keluarga
2. Agama
3. Bisnis
4. Pendidikan
5. Pemerintahan
6. Seni & Hiburan
7. Media
Pilar nomor 3-7 biasa disebut dengan “MARKETPLACE” atau Dunia Market.

Tuhan menciptakan manusia dengan maksud ini:
KEJADIAN 1:26-28
“menurut gambar dan rupa Kita”Imago Dei – kita adalah cerminan Tuhan di dunia!

Tuhan adalah Allah ELOHIM – God the Creator.
Allah yang kreatif! Allah yang menciptakan.
Demikian juga kita! Kita Imago Dei Tuhan, yang artinya kita juga diciptakan kreatif!

“penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, BERKUASALAH”
Hanya manusia yang diberi mandat ini! Coba bandingkan di ayat 22 – binatang disuruh bertambah banyak. Manusia juga. Tapi hanya manusia yang diberi mandat “TAKLUKKANLAH bumi; BERKUASALAH.” Artinya: Tuhan ingin kita MENAKLUKKAN dan BERKUASA atas ke-7 pilar dalam masyarakat ini tadi, terutama nomor 3-7 (bisnis, pendidikan, pemerintahan, seni & hiburan, media).


Ini panggilan Tuhan buat manusia & culture di sekitarnya: MATIUS 5:13-14.

TUHAN memanggil setiap kita untuk bergerak MENAKLUKKAN dan BERKUASA atas 7 pilar ini, untuk mengembalikannya ke tujuan asli Tuhan (untuk kemuliaanNya).

Orang sering berpikir bahwa pekerjaan & gereja/Tuhan itu terpisah. Bisnis dan urusan gereja/Tuhan itu terpisah. Tapi tidak! Tuhan ingin Anda bergerak melalui bisnis Anda. Karena apa? Saat kita menguasai market, kita bisa mengubah market itu untuk tujuan asli Tuhan.

LUKAS 18 & 19 – Bartimeus vs Zakheus
Lukas 18:35-43
Bartimeus: buta, pengemis. Miskin.
Reaksi orang: ayat 43 – memuliakan Allah.

Lukas 19:1-10
Zakheus: kaya!!!
Reaksi orang: ayat 7 – bersungut-sungut!!

Karena apa? Pertobatan Zakheus mengubah keadaan perekonomian!!!

Ayat 9 “rumah” – oikos – ekonomi (oikos & nomos) – BISNIS!!!!
Perekonomian berubah karena 1 orang ikut Yesus!!!!
Dan ini yang Tuhan ingin terjadi lewat hidup kita!!

TUHAN memanggil setiap kita untuk bergerak MENAKLUKKAN dan BERKUASA atas 7 pilar ini, untuk mengembalikannya ke tujuan asli Tuhan (untuk kemuliaanNya).

Baca: Mazmur 8:1

- 500 tahun lalu, Martin Luther bilang “kenapa hanya iblis yang bisa punya musik bagus?”
“I have no use for cranks who despise music, because it is a gift of God. Next after theology, I give to music the highest place and the greatest honor.”Martin Luther.

- John Newton dulunya pelaut, suka mabuk-mabukan, kemudian bertobat. Dia nggak tahu lagu gereja. Jadi dia pakai tune/nada dari lagu yang biasanya dipakai orang waktu mabuk-mabukan, liriknya diganti, untuk memuliakan Tuhan! – JOHN NEWTON & lagu “Amazing Grace”

Jadi Tuhan pakai metode popular dunia, untuk ajari umatNya menyembah Dia – MUSA & Kemah Suci Tabernakel.

-   YUSUF
- ESTHER. Menyelamatkan satu bangsa. Padahal nama Esther, adalah dari dewi Babylon yang namanya “Ishtar” artinya “star”, “bintang”.
- PRITTA. Diberi Tuhan kesempatan untuk masuk dunia entertainment, untuk menyiarkan Yesus dan value mencintai gereja lokal di panggung musik Indonesia.
ARTINYA:
TUHAN memanggil setiap kita untuk bergerak MENAKLUKKAN dan BERKUASA atas 7 pilar ini, untuk mengembalikannya ke tujuan asli Tuhan (untuk kemuliaanNya).


Mari jadi dampak di marketplace. Melayani Tuhan nggak harus selalu di gereja. Pekerjaan kita & Tuhan TIDAK terpisah.

Malahan, ARTINYA:
TUHAN memanggil setiap kita untuk bergerak MENAKLUKKAN dan BERKUASA atas 7 pilar ini, untuk mengembalikannya ke tujuan asli Tuhan (untuk kemuliaanNya).

MENGHADAPI KEKECEWAAN



CULTURAL



MENGHADAPI KEKECEWAAN
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 10 Mei 2015)


Intro:
Kekecewaan = ketidaksukaan disebabkan karena harapan yang tidak terpenuhi.

“As long as you have expectancy, you might have disappointment!” (Selama kita berharap, ada kemungkinan kita dapat kecewa)

Kemudian argumen kita: Apa aku tidak perlu mengharap apa-apa lagi?

“You don’t always get as what you expected, but without expectation you don’t get anywhere.”
(Anda tidak akan selalu mendapat apa yang anda harapkan, tapi tanpa harapan anda juga tidak akan kemana-mana).

“Saat bertindak belum tentu mendapat kebahagiaan, namun tidak ada kebahagiaan tanpa tindakan” – Benjamin Disraeli.

Apa harapan? Harapan adalah SAUH yang kuat dan aman bagi jiwa kita (Ibrani 6:19)

Hati-hati dengan KEKECEWAAN: Kekecewaan dapat membatasi masa depan kita. Jangan salah, antara menjaga diri dari kesalahan yang sama vs membatasi diri dari kesempatan yang ada.

How should we handle disappointment? (Bagaimana kita harus mengatasi kekecewaan dalam hidup kita?)

a)      Think positive – believing that you can always learn good lesson out of bad situation (Percaya bahwa kita selalu bisa ambil pelajaran baik dari situasi yang buruk).

Roma 8:28
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia,…” 2 Kor 4: 8 – 9, dia menulis: “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun kami tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.”

Ayat 7: “tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.”

b)      Give your burden (disappointment) to God (Bawa kekecewaan kita kepada Tuhan).

Mazmur 55:23, “Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.”

Daud menambahkan, Mazmur 34:18; Mazmur 62:2, “Hanya dekat Allah saja aku tenang dari pada-Nyalah keselamatanku.”
Give your burden to God, Dia bisa beri ketenangan, kedamaian kepada kita.

c)      Believing better things coming ahead (Percaya sesuatu yang lebih baik akan datang).
           
Tuhan pernah menyampaikan lewat Yeremia… Yer 29:11, “Sebab Aku mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

Makanya, Expectation/Hope adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita.

CONCLUSION:
Kalau Anda mengalami kekecewaan, yang bisa anda lakukan adalah:
(a)    Think positive – believing you can always learn good lesson out of bad situation.
(b)   Give your disappointment to God.
(c)    Believing better things coming ahead.

Berapa banyak yang mau meninggalkan kekecewaan hidup menuju masa depan yang lebih baik?