Tuesday, 30 September 2014

BILLIONAIRE


BILLIONAIRE
(Diambil dari Khotbah Ps. Elisa Soetopo,
21 September 2014)


Sadar atau tidak, Alkitab berbicara tentang prinsip keuangan. Alkitab seperti buku manual tentang kehidupan, keuangan, pernikahan, hubungan, pertumbuhan, dll. Melalui serial Billionaires, kita berdoa agar gereja dipakai Tuhan untuk membantu setiap kita semakin baik dalam keuangan.

Semua kita, termasuk pembicara pun antusias untuk bersama seluruh Anda exploring dan belajar bersama. Karena tidak ada satu pun kita yang master (sempurna) dalam hal keuangan. Tapi, belajar berjalan bersama adalah salah 1 cara terbaik menjadi lebih baik dalam area ini.
Kalau Anda sudah baik dalam area ini, topik ini akan jadi konfirmasi. Kalau masih banyak kekurangan, ini akan membantu kita berubah. Doa kita, semua kita bukan hanya berhasil, tetapi BERJAYA di dalam anugerah dan perkenanan Tuhan. Oleh sebab itu, kita berdoa serial ini bisa menjadi perubahan hidup dan penuntun buat kita.


Ada 2500 ayat Alkitab yang berbicara tentang uang dan kepemilikan dan konsep keuangan yang nyata.

5 Dasar Keuangan Menurut Alkitab.
  1. Miliki BUDGET (Perencanaan)
Lukas 14:28, “Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?”
Lukas 14:31, “Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?”
Secara simple, ayat ini memberitahu kita, pentingnya budget / planning. Ada pepatah: Setiap rupiah punya misi, setiap rupiah punya nama. Saat kita beriman, hikmat kita menata (budgeting) pun merupakan refleksi dari iman kita. Ziglar: If you aim at nothing, you will get nothing (Kalau Anda tidak punya target jelasm Anda tidak mendapat apa-apa). Maxwell: Budget is you tell money what to do instead of wandering where it went (Perencanaan adalah Anda member-tahu uang Anda apa yang harus dia lakukan, daripada Anda bingung ke mana perginya uang Anda). Ilustrasi: 

Orang membangun rumah – blue print.
  1. Keluar dari HUTANG dan sebisa mungkin jauh dari HUTANG
Amsal 22:7, “Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.” Tidak ada salahnya memiliki barang yang bagus / indah selama barang yang bagus / indah itu tidak memiliki Anda. Ini bukan keselamatan, dosa atau tidak, tetapi soal perlu atau tidak perlu. Banyak orang Kristen kesaksian hidupnya rusak, bukan karena hutang tapi karena tidak bayar hutang (contoh: 2 Raja-Raja 4:1-7).
  1. Quality Relationship (Hubungan yang berkualitas)
Disfunction in family cost you money (gangguan atau ketidaknormalan di dalam keluarga berurusan dengan uang). Dan kenyataannya, SETIAP KELUARGA  PUNYA GANGGUAN 
DAN KETIDAKNORMALAN. Perce-raian memakan uang. Keterikatan alkohol memakan uang. Kecanduan apapun memakan uang. Pornografi memakan uang.
Contoh: Anak yang mengeluh urusan keluarga karena ayah atau ibu yang punya keterikatan. Atau, orang tua yang mengeluh karena anaknya punya keterikatan.
Buku:  Millionaire Mind. Mempelajari orang yang punya uang lebih dari 10 Miliar Dollar. Selama beberapa dekade dipelajari, ada 39 karakteristik hubungan masuk di 5 teratas. Integritas, karakter, hubungan yang berkualitas penting bagi keuangan kita. “Pergaulan yang buruk, merusak kebiasaan yang baik.”
  1. Save (Menabung) & Invest (Menanam) Money
Amsal 21:20, “Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboros-kannya.” Mengapa save (menabung) & invest (menanam)? Minyak = sesuatu yang bisa dijual, mempunyai modal. Pertama, sedia paying sebelum hujan. Kedua, agar pengeluaran kita terencana. Seorang money guru ber-kata: Jangan Anda pension miskin. Artinya, gunakan waktu yang ada, pendapatan selama Anda mampu bekerja untuk disimpan dan diinves-tasikan untuk hari tua dan masa pensiun.

  1. Memberi
MAU MENANG ATAS UANG? Anda tidak akan menang atas uang sampai Anda member. Ketika Anda memberi, Anda menjadi orang yang generous (murah hati). Spirit Anda berubah, karakter dan hidup Anda akan   berubah.   Ketika  kita  bersama

mencoba hal ini, saya yakin ada transformasi kehidupan. Mari melihat 10-15 tahun ke depan, kita berjaya bersama. Karena kita dibangun di atas prinsip Alkitab.

CONCLUSION:
Kita mulai mengerti rencana Tuhan ketika kita mempelajari firman Tuhan. Firman Tuhan mampu mentransformasi hidup kita.



30 September 2014 - Karakter Contenment (Mencukupkan Diri)

Latihan-latihan rohani akan menghasilkan Karakter Contenment (mencukupkan diri) yaitu: 1.) Selalu Mengucap Syukur. 1 Tes 5:18, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” 2.) Belajar Memberi & Berbagi. 2 Kor 9:6-8, “Camkan-lah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.” 3.) Taat dalam Perpuluhan. Malaekhi 3:10, “Bawalah seluruh persemba-han persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”


Sudahkah kita anak-anak Tuhan melakukan latihan-latihan rohani ini dengan disiplin J? LAKUKAN dengan setia, niscaya janjiNya digenapi dalam kehidupan kita masing-masing, amin!

Respon 1 :
“Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?” (Ams 18:14) Siapa yang dapat memulihkan semangat yang patah? Hanya TUHAN yang sanggup, sebab “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya” (Yes 40:29)
Respon 2 :
Maz 9:10, “TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan!” Tangan-NYA sangat kuat melindungi kita. Percayai kemampuan-NYA! Samuel Sianto (SS)-YESTOYA Malang.

JESUS BLESS

Monday, 29 September 2014

29 September 2014 - CUKUP = BERSYUKUR

Filipi 4:11, “Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.”
Apakah saat ini kita sedang terbelenggu dengan keadaan yang sulit?? Hanya DIA yang sanggup memberikan kecukupan kepada kita J. Kepuasan kekal hanya dapat ditemukan bersama DIA, karena dihadapanNya “ADA sukacita berlimpah-limpah ditangan kananNya ADA nikmat senantiasa” (Maz 19:11). Amin.
Respon 1 :
SAAT  TEDUH.  Senin,  29 September 2014 Indahnya Suatu Kepercayaan. “Aku bersukacita, sebab aku dapat mempercayai kamu dalam segala hal” (2 Korintus 7:16). Suatu siang, saya menemani isteri melihat perhiasan emas di sebuah toko emas di Dubai. Toko itu sedang ramai pengunjung. Setelah menyerah-kan sejumlah kalung emas, pramuniaga toko itu meninggalkan kami melihatlihat produk itu untuk melayani pengunjung yang lain. Saya berbisik kepada isteri saya, “Hebat sekali toko ini. Mereka begitu percaya kepada calon pembelinya. Kok tidak takut emasnya kita bawa lari ya?” Untuk menghadapi masalah dalam jemaat di Korintus yang kian memburuk, Paulus menulis surat kepada mereka dan mengirimkannya melalui Titus. Ia bersukacita karena Titus membawa kabar baik tentang mereka (ay. 6-7). Mereka bukan saja melayani Titus dengan baik, namun juga menaati isi surat Paulus, yang membuat mereka berdukacita, dan kemudian memperlihatkan pertobatan hidup (ay. 8-9). Respons itu menunjukkan bahwa mereka adalah jemaat yang dapat dipercaya (ay. 16). Kita merasakan kehangatan yang mengalir di dada saat kita dipercaya oleh orang lain. Kalau kepercayaan toko emas pada pengunjungnya saja membuat saya kagum, apalagi jika yang memberikan kepercayaan kepada kita Tuhan sendiri. Jemaat Korintus menunjukkan, jika kita menanggapi kepercayaan itu dengan tepat, kita akan mengalami terobosan hidup dan pertumbuhan rohani yang bermakna. Jika kita bisa dipercaya dalam hal-hal yang sederhana, kita akan diberi kepercayaan dalam hal-hal yang lebih besar lagi. Jadi, jangan sia-siakan, jangan salah gunakan, kepercayaan sekecil apa pun yang diberikan kepada kita. UNTUK MELIHAT APAKAH ANDA BISA MEMPERCAYAI ORANG LAIN, BERI-LAH KEPERCAYAAN KEPADA MERE-KA.—Ernest Hemingway. Selamat Pagi! Tuhan Yesus memberkati.
Respon 2 :
Fil 4:19, “ALLAHku yang memenuhi segala kebutuhanku dengan segala kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus.” Pagi Siu. Thank you...
Respon 3 :
“Dengan lidah kita memuji TUHAN, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah” (Yak 3:9). Mari pakai lidah dan setiap perkataan kita untuk membangun sesama dan memuji TUHAN dari pada dipakai untuk mengutuki orang lain. Bijaklah dengan perkataanmu.
Respon 4 :
“Koki duit”. Koki tugasnya mengelola bahan makanan menjadi masakan yang lezat. Dalam hal keuanganpun kita harus bisa jadi “koki” yang mampu menjadikan uang jadi sesuatu yang indah dan harmonis sehingga enak untuk dinikmati.  Uang  adalah bahan utama, bagaimana supaya uang bisa menjadi “hidangan” yang nikmat? 1. Saving money, berapapun penghasilan kita harus ada yang disisihkan. Bukan dari banyaknya uang, tapi bagaimana mencukupkannya. 2. Skala prioritas. Sesuai porsi. 3. Kebutuhan bukan keinginan. Apakah kita nggak boleh punya keinginan? BOLEH... Tapi setelah seluruh kebutuhan tercukupi. 4. Bersyukur buat semua yang sudah kita dapat dan punyai. Mengelola uang memang tidak gampang, apalagi kalau yang dikelola pas dengan yang dibutuhkan. Tapi berdoalah selalu untuk minta hikmat dari Tuhan, dan percaya Tuhan adalah Jehova Jireh, Allah yang mencukupkan. Selamat belajar menjadi “koki duit” yang handal.


Respon 5 :
Maz 66:20, “Terpujiilah ALLAH yang tidak menolak doaku & tidak menjauhkan kasih setia-NYA dari padaku!” Terima kasih YESUSku...    Doaku    dijawab...   ENGKAU sangat baik! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 6 :
Kebenaran di dalam hati membuahkan kecantikan di dalam watak (Amsal 31:30) - Rev. John Hartman.



JESUS BLESS


Sunday, 28 September 2014

28 September 2014 - BERIBADAH

1 Timotius 6:6-8, “Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa- apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.”
Sudahkah kita merasa CUKUP dengan apa yang kita miliki saat ini?? Sehingga ketika kita “BERIBADAH” (hidup keseharian kita) yaitu TETAP PERCAYA, tetap setia, tetap taat maka Tuhan pasti memberi KEUNTUNGAN BESAR... Amin!
Respon 1 :
SAAT TEDUH. Minggu, 28 September 2014. Tetap Fokus Berusaha. Tetapi kami terus membangun tembok sampai setengah tinggi dan sampai ujung-ujungnya bertemu, karena seluruh bangsa bekerja dengan segenap hati (Nehemia 4: 6). Lionel Messi pernah ditolak klub besar Argentina River Plate karena tinggi badannya. Teman-temannya mengejek, ia tidak akan pernah menjadi pesepakbola profesional. Bukannya patah semangat, ia terpacu untuk terus berlatih. Akhirnya seorang pencari bakat dari tim Barcelona melihat kecakapannya dan mengajaknya berlatih di Akademi Barcelona. Hingga saat ini, bersama tim Barcelona, Messi memegang rekor meraih Ballon d’Or, penghargaan pemain sepakbola terbaik paling bergengsi di Eropa, sebanyak empat kali berturut-turut. Untuk diketahui, tinggi badan Lionel Messi hanya 169 cm. Bangsa Yahudi juga diejek ketika mulai membangun    kembali    tembok   Yerusalem. Pada zaman itu, batu yang digunakan adalah batu lunak, yang akan hancur jadi debu ketika dibakar karena cairan yang terkandung di dalamnya menguap. Hal itulah yang dijadikan bahan ejekan oleh Sanbalat. Sungguh suatu serangan mental yang berat. Namun, Nehemia menghadapinya dengan doa. Dengan keteguhan hati, ia tetap fokus membangun karena ia yakin Allah akan membuat usahanya berhasil. Keberhasilan itulah yang akan membungkam semua ejekan yang ditujukan kepada mereka. Ketika menghadapi cemoohan orang lain, tak perlu kita mem-balasnya. Saat berbagai kesulitan mengham-bat pekerjaan dan pelayanan, tetaplah fokus melakukan tugas kita. Seperti Nehemia, hendaklah kita membawanya dalam doa kepada Allah dan tetap tekun berusaha. Jangan pernah meragukan penyertaan Allah dan yakinlah bahwa Dia akan membawa kita pada keberha-silan.—SETIAP BATU YANG DILEMPARKAN  DAPAT  KITA  GUNAKAN  UNTUK MEMPERKOKOH PEMBANGUNAN PEKERJAAN ALLAH. Selamat beribadah. Selamat melayani. Happy Sunday. Tuhan Yesus memberkati.

Respon 2 :
Minggu, 28 September 2014. Bacaan: Mazmur 121:1-8. Setahun: Zakharia 1-7. Nats: Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel (Mazmur 121:4). SEKALI UNTUK SELAMANYA. Di London dalam Perang Dunia II, seorang wanita menghilang setelah serangan bom dari udara. Para tetangga mengira ia meninggalkan kota atau bahkan sudah meninggal. Beberapa hari kemudian, mereka bertemu dengannya di jalan raya dan bertanya ke mana saja ia selama ini. Ia menjawab tidak pergi ke mana-mana. “Tapi apa yang kauperbuat selama pengeboman?” tanya mereka. “Saya tidur saja,” jawabnya. “Apa kamu tidak merasa takut?”    “Tidak.    Setelah    saya   membaca Alkitab yang mengatakan Allah itu tidak tertidur, saya memutuskan bahwa tidak perlu kami berdua berjaga.” 1 Petrus 5:7 terjemahan Amplified mengatakan, “Serahkanlah seluruh kekhawatiranmu (seluruh kecemasanmu, selu-ruh keresahanmu, seluruh keprihatinanmu, sekali untuk selama-lamanya) kepada Dia, sebab Dia memelihara kamu dengan penuh kasih sayang dan menjaga kamu dengan penuh perhatian.” Biasanya ketika kita cemas, kita akan berdoa dan mengatakan kepada Allah bahwa kita menyerahkan segala keta-kutan kita kepada-Nya. Namun yang sering terjadi adalah kita mengutarakan kekhawa-tiran kita bukan satu kali, tapi berulang kali. Itu seperti kita meminta seseorang untuk menjaga rumah selagi kita tidur, tetapi karena tidak yakin bahwa ia tidak akan tertidur, kita lalu bangun berkali-kali untuk memastikan-nya? Sungguh hal yang menyusahkan diri sendiri. Mari belajar menyatakan setiap ke-galauan  kita satu kali untuk selama-lamanya. Mudah? Tidak. Tetapi, kalau kita tidak mau mencobanya, pada akhirnya kitalah yang paling menderita. --Imelda Saputra. UNTUK MELIHAT APAKAH ANDA BISA MEMPERCAYAI ORANG LAIN, BERILAH KEPERCAYAAN KEPADA MEREKA.

JESUS BLESS