Monday, 4 May 2015

4 Mei 2015




CULTURAL


 
Yohanes 5:17, “Tetapi Ia berkata kepada mereka: ‘Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.’” Ketika kita melakukan bagian kita (mengusahakan, memelihara, menaklukkan) & Tuhan melakukan bagianNya (menciptakan, melindungi, memerintah). Maka hidup kita adalah hidup dengan tujuanNya Tuhan (mandat budaya). Amin. Siapapun kita, mari bekerja dengan 1 tujuanNya Tuhan (berfungsi maksimal, memberi dampak positif & memuliakan namaNya. Amin J. Bekerja & Berdoa = Kehidupan.


Respon 1
SAAT TEDUH. Senin, 4 Mei 2015. Ciptaan yang Bernilai. Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: ‘TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani’ (Hakim-Hakim 6:12). Thomas Smith, seorang musisi, suatu saat berjalan-jalan di toko gadai. Secara spontan perhatiannya tertarik pada gitar di sudut etalase, gitar yang tampak dekil dan hanya memiliki satu senar berkarat. Sebagai musisi, ia mengenali alat musik yang bermutu. Dan ia tahu gitar buruk rupa itu sebenarnya sangat berkualitas. Dibelinya gitar itu dengan harga 30 dolar! Perlu waktu satu bulan untuk membersihkan gitar itu, memperbaiki bagian yang rusak, dan memasang senar baru. Benar saja, gitar itu mengalunkan suara yang begitu merdu saat Thomas memainkannya. Membuat iri teman-teman musisi lain yang memiliki gitar dengan harga yang jauh lebih mahal. Sungguh mengejutkan perkataan malaikat kepada Gideon. Ia berkata bahwa Gideon adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa. Sebaliknya, Gideon merasa dirinya hanyalah orang yang tidak berharga, lahir dari suku terkecil, dan tidak diperhitungkan. Nyatanya, Tuhan justru memandangnya sebagai ciptaan yang mulia. Tuhan menyatakan bahwa Gideon adalah seorang yang gagah berani, pahlawan bagi bangsanya. Cara pandang Tuhan acap kali berbeda dengan kita. Kita kerap melihat diri kita tidak berharga dan tidak layak, namun Tuhan tetap memandang kita sebagai ciptaan yang sangat berharga! Dia tidak pernah melihat penampilan luar, Tuhan lebih tertarik kepada hati kita. Hidup kita bernilai bukan karena segala hal yang kita miliki, melainkan karena Tuhanlah yang memilih, menentukan, dan mengangkat hidup kita —SYS. DI MATA ALLAH, KITA TETAPLAH CIPTAAN YANG MULIA, DAN DI TANGAN-NYA, KITA DAPAT MENYATAKAN KEMULIAAN-NYA. Selamat pagi, welcome Monday. Semangat. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 2
Maz 91:15 – Bila ia berdoa kepada-KU, AKU akan menjawab, AKU akan menyertai dia dalam kesesakan, AKU akan meluputkannya dan memuliakannya! Luar biasa kuasa DOA! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 3
Ada janji tentang perpindahan kekayaan bangsa-bangsa kepada umat Tuhan (Yes. 60:5,11; 61:6; 66:12). Pula, kekayaan orang berdosa Tuhan simpan untuk dinikmati orang-orang benar (Ams. 13:22). Berdasarkan janji ini, sebagian orang percaya yakin & mengklaim penggenapannya. Deklarasi diadakan & usaha-usaha terbaik dalam bisnis dilakukan dengan mendasarkan diri pada janji ini. Semua itu sikap yang benar, dalam menyambut janji-janji Tuhan khususnya kelimpahan dalam bidang ekonomi. Yang seringkali luput ialah apakah motif & tujuan kita telah tepat selaras dengan hati Tuhan. Tuhan yang kaya jelas tidak ingin anak-anakNya hidup dalam kemiskinan. Itu sebabnya kita seharusnya bangkit dari kondisi serba kekurangan menjadi kecukupan hingga berkelimpahan di dalam Tuhan. Hanya kita perlu tahu satu hal yang mendasar. Ada perbedaan menyolok antara Daud & Salomo. Keduanya memperoleh kekayaan bangsa-bangsa selama menjadi raja tetapi hati Tuhan disukakan oleh Daud daripada Salomo. Daud mengumpulkan & mempersembahkan hartanya bagi tujuan-tujuan Tuhan sedangkan kekayaan Salomo justru menjadi jerat bagi hidupnya dimana ia menjadi terlena & lupa pada Tuhan yang membuatnya kaya. Tidak semua orang siap menjadi kaya & tidak semua orang tahu bagaimana menggunakan kekayaannya dengan cara yang tepat di hati Tuhan. Kita seharusnya berhati-hati saat menginginkan kekayaan datang atas hidup kita. Sebelum kita memeriksa apakah kita hati kita mengasihi Tuhan & hidup bagi tujuan-tujuanNya, harta yang banyak ialah kesia-siaan hidup. Kekayaan bangsa-bangsa diberikan dengan suatu maksud: kita punya lebih banyak waktu mencari Dia & rencana pekerjaan-Nya atas bumi dapat digenapkan oleh gereja-Nya. Tuhan bermaksud menganugerahkan kelimpahan pada kita dengan tujuan yang jauh lebih besar dari yang kita pikirkan yaitu demi menjadi saksi-Nya agar nama Tuhan diperkenalkan di titik-titik terjauh dunia ini & keselamatan-Nya sampai ke hingga ujung-ujung bumi. Hati & hidup kita harus dipersembahkan bagi Dia sebelum dapat menikmati kenyataan janji kelimpahan-Nya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment