Sunday, 31 January 2016

SOLID vs EMPTY




SOLID vs EMPTY
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Elisheba Soetopo
January 31th 2016


Intro:
Story of Mike Tyson. Karirnya menanjak cepat, di usia 20 tahun 4 bulan, Mike Tyson mencatat sejarah menjadi juara Tinju Kelas Berat termuda sepanjang sejarah dunia!!
Tapi, sayangnya, sangat cepat terkenal, sangat muda, dengan background pendidikan dan karakter yang tidak cukup—Tyson mulai jatuh ke gaya hidup yang tidak karuan. Sampai akhirnya, singkat cerita, di tahun 1997, dia melawan Evander Holyfield, dan karena frustrasi dan tidak bisa menahan emosi dan kehabisan akal, dia gigit kedua telinga lawannya, yang membuat dia di-skors dari dunia tinju. Dari sejak itu, karirnya di dunia tinju terjun bebas dan mengalami penurunan drastis.

Apa yang membuat orang setenar ini, punya skill, punya talenta, di usia muda, terkenal, hebat, kok bisa anjlok dalam waktu yang cepat? Apa kunci dalam kehidupan supaya bisa terbang tinggi & tetap di sana? Bagaimana supaya kita bisa sukses dan tetap berada di sana? Bagaimana supaya tahun 2016 benar-benar menjadi tahun kita TERBANG TINGGI (Soaring Higher)?
Banyak orang tertarik hanya dengan bagaimana naik ke atas, lebih naik lagi. Itu tidak salah, tetapi harus kita sadari juga, ada banyak hal yang lebih daripada berpikir bagaimana naik keatas, karena…
“Beauty (your ability, skills) catches the attention, but character catches the heart” (Keindahan, kemampuan, skill bisa menangkap perhatian, tapi karakter menangkap hati).

Kolose 2:7
Hendaklah kamu berakar di dalam dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

I. BERAKAR
Banyak orang ingin posisi tinggi, tapi tidak mengingat pentingnya akar. Apa sebenarnya fungsi akar?
a)      Memperkokoh berdirinya tanaman
            Tanaman bisa bertumbuh dan tidak goyang, karena akarnya yang kuat. Banyak orang seperti Mike Tyson. Cepat tenar, cepat naik. Tapi tidak punya akar yang kuat. Sehingga, berdirinya tidak kokoh. Berakar beda dengan “TERTANCAP”. Sama-sama kelihatannya ada di dalam tanah. Tapi beda kedalamannya. Tertancap ada apa sedikit, terguling; ada angin besar dikit, kena dan terombang-ambing; tertancap bisa dipindah-pindah. Berakar? Lihat pohon yang besar.
è Tidak bisa dicabut begitu saja. Tidak pindah.
è Ada angin ya tetap di situ.
è Daun boleh goyang, tapi batang pohonnya tidak.

            Berakar harus dilakukan dengan SENGAJA.

b)     Menyerap dan menyimpan makanan
            Untuk bertumbuh, semua makhluk hidup perlu makanan. Demikian juga kita, perlu berakar, supaya kita bisa menyerap makanan, untuk pertumbuhan dalam hidup. Dalam hidup, secara rohani, kita perlu diisi makanan firman Tuhan. Nah, banyak orang mengira, “tidak apa, aku 'kan yang penting ke gereja. Gereja mana saja sama saja. Kan semua mengajarkan yang baik. Toh juga sama, mendengar firman Tuhan.” TAPI, saat kita tidak tertanam dan berakar, firman Tuhan (makanan) itu tidak bisa terserap dengan baik. Akhirnya kita tidak ternutrisi dengan baik.
            Ini pentingnya TERTANAM & BERAKAR dalam sebuah gereja lokal. Tidak berpindah-pindah. Tanaman yang dipindah-pindah tidak akan bisa bertumbuh dengan baik. Jadi, mari, tanamkan diri kita dalam gereja lokal, sehingga kita bisa berakar, dan menyerap makanan rohani dengan baik, untuk kita bisa bertumbuh.

c)      Menyerap udara & bernapas

d)     Mengangkut air dan zat makanan kepada seluruh tubuh tumbuhan

II. Berakar DI DALAM DIA (YESUS)
Semua hal yang masuk ke dalam hidup kita (melalui panca indera kita), membawa pengaruh besar bagi hidup kita. Sehingga, pertanyaannya, apa yang kita ijinkan mengisi hidup kita?

Mari, akarkan diri kita di dalam FIRMAN TUHAN. Yang didengarkan telinga apa? Firman Tuhan! Yang dipikirkan, yang dilihat apa? Firman Tuhan. (Bukan berarti kita tidak boleh nonton TV, atau lihat film, atau melihat hal lain. Bukan. Kita juga harus mengisi hidup kita dengan pengetahuan yang bermakna. Kita juga harus tahu apa yang terjadi di dunia sekitar kita dan bagaimana kita bisa lebih berkembang. Kita harus jadi makin kreatif dan lihat banyak referensi. Itu juga penting). Tapi pastikan hidup kita didasarkan dan diakarkan pada PRINSIP FIRMAN TUHAN.
Mazmur 1:1-2
Kunci berakar DI DALAM YESUS adalah merenungkan firman Tuhan. Merenungkan punya siklus seperti ini: membaca, memikirkan, MENGGUMAMKAN berulang-ulang.
Tapi kita tidak akan bisa memikirkan dan mengucapkan, kalau kita tidak membaca firman Tuhan. Mari tahun ini kita makin solid membaca Firman. Mengakar di dalam Dia.

III. DIBANGUN
Perhatikan kronologi ayat ini: Kolose 2:7Hendaklah kamu berakar di dalam dia dan dibangun di atas Dia… Setelah mengakar baru bisa dibangun. Contoh tanaman, bangunan, pesawat terbang, burung. Tidak mungkin langsung dalam sekejap mata langsung tinggi. Butuh proses dan waktu. Tapi sentimeter demi sentimeter, jadi makin tinggi, makin tinggi, sesuai dengan ukurannya/kemampuan ketinggiannya. Kita membangun diri juga demikian: layer per layer. Bagian per bagian. Tidak ada yang instan dalam pertumbuhan. Segala sesuatu yang instan pasti tidak baik.

AOC bukan hanya church for sinners, tapi MISI kita adalah BUILDING A BETTER YOU (MEMBANGUN Aanda yang lebih baik).
  • Tempatnya orang yang tidak sempurna, tapi MAU DISEMPURNAKAN.
  • Kita membuka kesempatan bagi semua orang untuk terlibat, tapi ayo, MAU DIMURIDKAN, terlibat komsel; one-to-one, belajar prinsip-prinsip firman Tuhan.
Ayo bersama-sama dibangun. Dibangun layer demi layer, supaya makin tinggi, makin tinggi, makin tinggi. Soaring HIGHER artinya: DIBANGUN jadi makin tinggi.

“Your skill can take you to the top, but it’s your character that sustains you there” (Kemampuan bisa bawa kita ke atas/puncak, tapi hanya karakter yang bisa memastikan kita tetap ada di sana). 

Salah satu fungsi akar yang sempat kita singgung tadi adalah: Mengangkut air dan zat makanan kepada seluruh tubuh tumbuhan (dari bawah, sampai yang paling tinggi!).
Saat kita jadi makin TINGGI, kita juga tetap perlu makanan dan nutrisi. Sehingga, saat kita berakar KUAT, seberapapun TINGGInya kita dalam hidup, kita tetap KUAT, kokoh, karena kita punya nutrisi yang baik secara menyeluruh.

Dalam hidup, saat kita berakar kuat di dalam Yesus dan firmanNya; dibangun di atas Dia; terlibat di dalam gereja lokal; melayani dengan totalitas & excellency; seberapapun TINGGInya posisi kita, popularitas kita, kedudukan kita; kita tetap safe, tetap KUAT, kokoh, karena kita punya asupan & nutrisi firman Tuhan & bangunan yang baik.

Conclusion:
Ternyata, sukses bukan hanya sekedar apa yang kelihatan dari kasat mata. Sukses bukan hanya sekedar seberapa populernya seseorang. Tapi sukses adalah sebagaimana KUAT kita BERAKAR, untuk supaya kita bisa terbang makin tinggi. Success it's not always what you see.

Sehingga, Apa satu kunci dalam kehidupan supaya kita bisa terbang tinggi, dan tetap ada di sana? Bagaimana supaya tahun 2016 benar-benar menjadi tahun kita TERBANG TINGGI (Soaring Higher)?

Jawabannya adalah :
BERAKAR DI DALAM YESUS dan DIBANGUN DI ATAS DIA.

31 Januari 2016



HIGHER & DEEPER



1 Kor 13:7-8, 7Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. 8Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.” Yang paling besar: ialah KASIH, Allah menghargai kita yang bertindak atau melakukan atau praktek dalam kasih, kesabaran, kemurahan hati dan tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran, kejujuran & sabar menaggung segala sesuatu. Jauh lebih tinggi dari pada iman yang memindahkan gunung atau melakukan pekerjaan besar dalam jemaat/pelayanan. Setiap kita orang percaya harus mengembangkan “KASIH” semacam ini. Amin.

Worship Center Surabaya
Kekudusan adalah perbedaan mendasar antara umat milik Tuhan dengan mereka hidupnya mengikuti (sistem) dunia ini. Kita disebut bangsa yang terpilih, imam-imam yang melayani di Kerajaan (Allah), BANGSA yang KUDUS, umat kepunyaan Allah sendiri (1 Pet. 2:9). Walau bukan topik yang populer di mimbar-mimbar kita atau mungkin juga masih banyak yang belum memahami, kekudusan merupakan sesuatu yang dirindukan Tuhan karena melaluinya kita dapat terhubung dengan Dia (Ibr. 12:14;2 Kor. 6:6-18). Itulah sebabnya, ibadah yang berkenan di hadapan-Nya ialah persembahan tubuh yang hidup lagi kudus (Rm. 12:1). Hidup kita dalam tubuh ini seharusnya tampak kudus di hadapan-Nya. Tanpa itu, semua yang kita lakukan demi nama Tuhan dalam kehadiran & pelayanan kita di gereja tiada berarti. Bagaimana kita akan membawa ibadah sedemikian? -Pertama-tama, kita menjadi kudus oleh karena pengudusan dari Tuhan, melalui pembasuhan kita dari dosa oleh darah Kristus (Ibr. 10:10; Kol. 3:12; 1 Kor. 6:11). Dalam Kristus, kita yang semula tidak layak telah dilayakkan menjadi anak-anak Allah. Tanpa karya pengudusan-Nya, mustahil kita memenuhi standar kekudusan Tuhan yang Mahakudus itu. -Hidup kudus berarti menjauhi kejahatan & dosa (Ams. 16:17; Ef. 4:24-31). Meski masih jauh dari kesempurnaan serupa Kristus, mereka yang sungguh-sungguh hidup beribadah di hadapan Tuhan menjaga setiap pikiran, perkataan, tindak tanduk & perbuatan mereka. Tak lagi kental dengan kecemaran & hawa nafsu. Tak leluasa berbuat dosa & rindu bebas dari ikatan-ikatan dosa (Kol. 3:5-9). -Kekudusan hidup ialah hidup dalam sifat manusia baru dalam Kristus: taat pada pimpinan Roh Kudus melakukan setiap perintah Tuhan (Yoh. 14:16; Gal. 5:16; Ef. 5:1; Kol. 3:10-17). Suatu kehidupan dalam kekudusan di tiap-tiap anggota tubuh kita sangat berharga di hadapan Tuhan. Yang demikianlah yang akan menjadi kesaksian yang benar-benar memuliakan Tuhan -suatu penyembahan yang melebihi puji-pujian & persembahan keuangan kita. Sudahkah kekudusan menjadi ibadah sejati Anda? Salam revival! GBU.

Xavier Quentin Pranata
“Doa adalah mengatakan bahwa kita yang terbatas mengakui dan membutuhkan Tuhan yang tak terbatas.” Xavier Quentin Pranata.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 119:165 – Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai firman-MU, tidak ada batu sandungan bagi mereka! Pasti damai sejahtera, aman, sehat, diberkati Tuhan. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 31 Januari 2016. Ujian dan Pujian. Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas (Ayub 23:10). Ayub menerima pujian dari Tuhan sebagai orang yang saleh dan jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan, tiada seorang pun di bumi seperti dia. Sesudahnya, ia mengalami ujian yang hebat. Segala kepunyaannya—lembu, keledai, kambing, domba, unta, termasuk para penjaganya—habis lenyap. Kesepuluh anaknya pun meninggal pada hari yang sama. Mendengar hal itu, Ayub sujud dan menyembah Tuhan. Dalam semuanya itu, ia tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut (1:20-22). Setelah ujian, Ayub menerima pujian kedua dari Tuhan, sebagai orang yang tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun iblis telah membujuk Tuhan melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan (2:3). Kemudian Ayub menerima ujian lagi, ditimpa barah yang busuk dari telapak kaki sampai ke batu kepalanya (2:7), bahkan istrinya menyuruhnya mengutuki Allah dan mati (2:9). Dalam semuanya itu, Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya (2:10). Akhirnya Tuhan memulihkan keadaan Ayub, memberikan kepadanya dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu dan memberkati Ayub dalam hidupnya selanjutnya lebih daripada hidupnya yang dahulu (42:10,12). Ada kalanya kita menerima pujian dan ada kalanya kita menerima ujian. Dalam siklus ini, di balik pujian pasti ada ujian, dan di balik ujian pasti ada pujian. Apa yang sedang kita terima saat ini? Ketika kita dipuji, tetaplah rendah hati. Ketika kita diuji, tetaplah bertahan dalam iman —IN. PUJIAN MEMBESARKAN HATI; UJIAN MEMURNIKAN IMAN. Selamat pagi. Ayo beribadah. Semangat melayani. Tuhan Yesus memberkati.


Saturday, 30 January 2016

30 Januari 2016



HIGHER & DEEPER




1 Tesalonika 5:18, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Amin. Saat kita dalam keadaan diberkati, sehat, semua baik adalah mudah bagi kita untuk mengucap syukur . Saat kita ada di lembah, saat dalam ‘ujian’ atau tantangan, bahkan kesedihan yang paling mendalam, dikecewakan oleh teman/saudara bahkan mungkin ditinggal atau kehilangan orang-orang yang kita cintai, tubuh dalam keadaan sakit, pekerjaan tidak menguntungkan? Masihkah kita bisa ‘mengucap syukur’?? Inilah yang Rasul Paulus minta kepada jemaat di Tesalonika juga kepada kita semua: “Mengucap syukurlah” dalam SEGALA HAL... . Biarlah Firman Tuhan pagi ini bukan hanya sekedar ‘informasi’ tapi jadikanlah mengucap syukur dalam segala hal menjadi pengalaman pribadi kita bersama Tuhan... sebab Itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus bagi kamu. Amin.

Ibu Caroline – Bandung
Yohanes 11:41-42 (TB) – Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” BAPA ajar kami supaya boleh mempunyai imam seperti YESUS.  Ketika kami berdoa bukan meminta tapi kami mengucap syukur...

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Markus 5:24-34 menceritakan sebuah contoh kongkrit dari perubahan pola pikir seorang perempuan yang menderita pendarahan selama 12 tahun. Kondisi wanita yang pendarahan menjadi semakin buruk walaupun ia berusaha menggunakan segala informasi, semua data-data tabib atau dukun yang dimilikinya, semua data pengobatan alternatif, sehingga dia sudah terprogram dengan apa yang ada di sekitarnya dan apa yang terbaik bagi dirinya. Ia telah sampai pada kesimpulan tentang dirinya dan kebutuhannya sampai barang-barangnya habis terjual tetapi tidak ada yang memberi faedah atau kesembuhan baginya. Tetapi dalam ayat 27 dikatakan dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus dan pendengarannya tentang Yesus mengubah segala sesuatu bagi dirinya. Apa yang didengarnya menerobos masuk ke dalam roh dan pikirannya, akibatnya terjadi karya supranatural yang memprogram ulang pemikirannya yang bertahun-tahun telah dipenuhi dengan kekalahan, kegagalan, ketakutan dan keterpurukan, pendengarannya tentang Yesus masuk kedalam hatinya yang paling dalam SEHINGGA MEMPROGRAM ULANG pikirannya untuk tidak lagi beroperasi dibawah pengaruh masa lalu, sehingga pola pikirnya tidak mengurung dia dalam siklus kekalahan. Perkataan yang didengarnya menarik dia keluar dari belenggu itu, dia tidak lagi memandang hal yang sama meskipun ia belum melihat nyata tetapi perkataan Yesus memberikan suatu paradigma dan pola pikir baru kepadanya. Hal itu mempengaruhi pemikirannya dan memberi kekuatan kepadanya untuk membayangkan pengharapan yang baru dalam pikirannya. Yaitu kesembuhan yang akan terjadi sehingga dalam ayat 28 dia mampu berpikir bahwa “asal kujamah saja jubahNya maka aku akan sembuh”. Iman yang timbul dari perubahan pola pikirannya dia mulai melihat apa yang ada dalam pikirannya bahwa apa yang menjadi visi dan mimpinya akan tergenapi. Hal itu membuat ia memahami proses dan tindakan yang diambilnya. Ia membuat keputusan untuk pergi dan seketika itu juga pendarahannya berhenti. Amin. Pemikiran yang baru membebaskan kita dari masa lalu membuat kita bangkit untuk masa kini untuk mengambil tindakan yang sudah diilhami untuk melihat mujizat terjadi. Selamat pagi, selamat berkarya.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
RAHASIA KEBAHAGIAAN. Negara mana menurut anda yang Penduduknya paling bahagia di dunia? Amerika Serikat? Bukan... China? Bukan... Uni Emirat Arab? Juga bukan... Menurut survei yang dilakukan Adrian White dari Universitas Leicester Inggris, negara yang penduduknya paling bahagia di dunia adalah Denmark. Nomor dua Swiss. Setelah itu Austria. Indonesia berada di urutan ke-64. Ini masih lebih baik di bandingkan, misalnya Thailand (76), China (82), Jepang (90), Korea Selatan (102), & India (125). Apa kunci kebahagiaan orang Denmark? Menurut survei itu, orang Denmark umumnya HIDUP dengan RASA CUKUP. Mereka memang tidak sekaya orang Amerika atau orang Jepang, tapi mereka SELALU BERSYUKUR dengan apa yang ada. Selain itu mereka cenderung punya Keinginan yang Realistis, tak pernah berharap macam-macam. Hal ini membuat setiap kesuksesan kecil pun bisa membuat mereka begitu gembira. Jika menemui kegagalan, biasanya mereka lebih mudah menerima & akan berusaha lagi. Paulus juga bisa digolongkan sebagai orang yang bahagia. Betul sekali, hidupnya tidak berkelimpahan secara materi, bahkan tidak jarang ia harus menderita kekurangan & kelaparan (2 Korintus 11:27). Namun dari surat-suratnya kita bisa melihat, betapa ia tidak pernah kehilangan Semangat & Sukacita. Mengapa? Karena Paulus selalu belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. “Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan” (Filipi 4:11). Kita juga bisa mengalami kebahagiaan walaupun hidup kita biasa-biasa saja, tidak secermelang atau sehebat orang lain, asal kita mau BELAJAR MENCUKUPKAN DIRI & SELALU BERSYUKUR dengan apa yang ada pada kita. KEBAHAGIAAN LETAKNYA TIDAK DI LUAR DIRI KITA, TAPI DI DALAM HATI KITA. ”Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” (Filipi 4:6).

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 30 Januari 2016. Tetap Melayani. Lalu mereka pergi ke tanah Mesir, sebab mereka tidak mau mendengarkan suara TUHAN. Maka sampailah mereka di Tahpanhes (Yeremia 43:7). Bekerja di tempat yang nyaman tentu lebih membahagiakan daripada berada di tempat yang kurang kita sukai. Sayangnya, kita tidak selalu berada di tempat yang kita inginkan dan hal itu dapat mengecewakan kita. Kondisi ini lalu memengaruhi sikap kita dalam bekerja dan melayani. Apakah kita tetap berbahagia dan bekerja dengan setia sekalipun tempatnya kurang nyaman? Yeremia pernah mengalaminya. Saat itu, orang Israel yang tertinggal di Yerusalem mengalami tekanan yang hebat. Sayangnya, mereka tidak mencari pertolongan Tuhan dan lebih percaya kepada beberapa pemimpin yang tidak memiliki visi dan yang tidak mau mendengarkan suara Tuhan. Atas perintah Tuhan, Yeremia tampil dan berusaha mencegah mereka untuk tidak mencari pertolongan ke Mesir. Tapi pemberitaan itu sia-sia dan bangsa itu justru menganggap nabi itu berbohong. Mereka marah dan menawan Yeremia untuk ikut pergi bersama mereka. Sungguh suatu pengalaman yang menyesakkan bagi Yeremia. Karena ditawan, ia terpaksa ikut ke Mesir sehingga nyawanya terancam. Ya, menurut nubuat firman Tuhan, peperangan, kelaparan dan sakit-penyakit akan menyerang mereka di Mesir (42:22). Sungguhpun demikian, ia tetap setia menyampaikan suara Tuhan kepada orang-orang yang keras hati itu. Dalam menjalani hidup, kita tidak selalu berada di tempat yang yang kita inginkan. Meski tampaknya berat, biarlah komitmen dan kesetiaan kita untuk melayani-Nya tidak berubah. Allah, sumber kasih karunia itu, akan melimpahkan kekuatan-Nya, memampukan kita —SYS. KESULITAN HIDUP MENGUJI KESETIAAN KITA, ANUGERAH TUHAN MEMAMPUKAN KITA MENGHADAPINYA. Selamat pagi. Selamat menikmati waktu bersama keluarga. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
“Hanya doa adalah salah. Yang benar doa adalah segalanya.” Xavier Quentin Pranata.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 28:6 – Terpujilah TUHAN, karena IA telah mendengar suara permohonanku! Wow... Luar biasa, doa kita TUHAN bisa mendengar dan menjawab-NYA. Terima kasih YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.