Friday, 31 July 2015

GROWTH #4

GROWTH



 GROWTH #4
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 26 Juli 2015)


INTRO: Gelang karet ini, tidak akan dapat maksimal, kalau dia tidak ditarik.

Untuk mengalami “GROWTH” perlu KELENTURAN.
-Novelist bernama Arnold Bennett berkata: tragedi yang sebenarnya adalah tragedi dimana seseorang tidak pernah mengalami hal yang paling maksimal dalam hidupnya, alias orang yang tidak di tarik/stretch sampai pada kapasitas maksimalnya.

POINT:
Apa yang Alkitab ajarkan kepada kita mengenai prinsip ini?

2 Raja-Raja 13:14 – 17
Ayat 15 busur dan anak-anak panah… bicara tentang potensi.

Salomo gunakan kiasan anak panah untuk gambarkan manusia dengan potensinya… Mazmur 127:4, “seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak anak pada masa muda.”

Ayat 16 kata Elisa: TARIKLAH busurmu… Kata TARIKLAH dari kata: “rakab” = tunggangi, kendarai, naiki, bawa, ibaratnya horseback riding. Terjemahan Alkitab BIS: Kenakanlah tanganmu pada busurmu… Artinya ayat ini: Kenakan potensimu sampai maksimal, tunggangi potensimu pada kemampuan maksimalnya, …stretch it/renggangkan!
Berarti: KELENTURAN kita berhubungan dengan KESEMPATAN KITA UNTUK LEBIH BERTUMBUH lagi dan lagi dan lagi!

Beberapa alasan kenapa kita mau direnggangkan:

  1. SAYA MAU DIRENGGANGKAN LAGI karena: yang lebih baik Tuhan sediakan di depan saya
Anak panah selalu berhubungan dengan pahlawan dalam medan pertempuran.  Dan seringkali, tujuan orang menarik anak panah karena mereka mau menang, karena mereka percaya tentang sesuatu yang lebih baik di depan mereka.

Mereka tidak tarik anak panah supaya kalah, tapi rata-rata, anak panah ditarik karena mereka berharap ada kemenangan di depan mereka, mereka bisa kalahkan musuh mereka, sesuatu yang lebih baik ada di depan mereka. Demikian kita mau memperlebar kapasitas kita lebih lagi, karena yang lebih baik Tuhan sediakan di depan kita.

Dalam 2 Raja-Raja 13:17 “…kepada raja Yoas, Elisa berkata: itulah anak panah kemenangan dari Tuhan.” Artinya: tariklah/renggangkan… karena yang lebih baik Tuhan sediakan di depan.

-Paulus suatu hari pernah menulis kepada orang-orang di Korintus…
1 Kor 2: 9 – Tetapi seperti ada tertulis:  Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul dalam hati manusia; semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.

Saya tidak bisa membayangkan apa yang Tuhan sediakan buat kita di depan kita. Don’t stop STRETCHING YOURSELF!
  1. SAYA MAU DIRENGGANGKAN LAGI karena: saya mau maksimalkan diri saya
Sebuah fakta menarik, dikatakan: 1/3 lulusan SMA tidak pernah baca buku lagi setelah mereka lulus dan 42% lulusan universitas tidak baca buku lagi setelah universitas. Seorang publisher bernama David Godline mengatakan, di Amerika, hanya 32% penduduk Amerika yang pergi ke toko buku. Fakta ini mengungkapkan… bahwa banyak orang tidak mau belajar lagi, tidak mau dilebarkan lagi kapasitas hati dan pikirannya – tapi berharap bisa makin TUMBUH.

Mari kita buat komitment lagi hari ini: SAYA MAU DIRENGGANGKAN LAGI… karena: saya mau maksimalkan diri saya.

  1. SAYA MAU DIRENGGANGKAN LAGI karena: saya mau terus bertumbuh
Contoh: bayangkan perbedaan antara pulau “GOOD” dengan pulau “GREAT”.
Orang-orang di sisi “good” hidup di pulau yang berbeda. Mereka mengijinkan yang rata-rata untuk terjadi.  Sudah cukup baik, sangat ditoleransi. Sudah oke, ditoleransi. Orang-orang good, mereka hidup in the land of “just ok”.
Orang-orang di sisi “great” mereka hidup di pulau yang berbeda dari orang-orang di sisi “good”. Di pulau ini… mereka fokus terhadap STRETCHING selanjutnya, STRETCHING selanjutnya dan STRETCHING selanjutnya. Filosofer kenamaan bernama Kierkegaard berkata: Kemungkinan itu adalah petunjuk dari Tuhan. Manusia harus mengikutinya.

Masih percayakah kita bahwa ada kemungkinan besar buat kita untuk TUMBUH LEBIH LAGI? SAYA MAU DI RENGGANGKAN LAGI karena: saya mau terus bertumbuh.

Do not aim for success, AIM FOR GROWTH! Then, success is the side effect of GROWTH!

GROWTH #3

GROWTH



 GROWTH #3
-Perlunya Konsistensi-
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 19 Juli 2015)


Intro:
Menginspirasi anak kita harus dilakukan berulang-ulang, terus-menerus, kadang masih diperlukan sampai mereka dewasa. Anda menemukan, motivasi anak-anak kita nggak bertahan lama.
Diajar bersih, kembali kotor. Diajar sikat gigi, masih bisa bohong dan pura-pura sudah sikat gigi. Diajar makan sehat, masih ngambek dan nggak mau. Diajar rapi, masih sering belepotan dan nggak rapi.

Tapi, anehnya, ada sebuah kebenaran di rumah, di kantor, di sekolah, di gereja, “motivasi apapun, yang diterima siapapun, tidak pernah bertahan lama”. Karena, ada prinsip yang harus kita ketahui:
“Ter-INSPIRASI Membuat Kita SEMANGAT, tapi DISIPLIN membuat kita BERTUMBUH!”

Dan, wujud dari DISIPLIN adalah KONSISTENSI!
Tidak prduli seberapa bertalenta kita,  atau banyaknya kesempatan yang kita miliki. Kalau Anda mau bertumbuh, KONSISTENSI adalah kuncinya!

Wujud DISIPLIN adalah KONSISTENSI. KONSISTENSI adalah wujud dari DISIPLIN.

Sehingga, pertanyaannya: BAGAIMANA MENJADI MAKIN KONSISTEN??
Text Alkitab:
Daniel 6:10, “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia bertulut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa di lakukannya.” (TB)

Daniel, adalah orang yang sama seperti kita, normal dan imperfect. Dan Daniel adalah orang yang dikenal lewat Alkitab dengan reputasi sebagai orang sukses yang setia, excellent, sangat bergantung dan mengandalkan Roh Kudus, orang yang suka berdoa, orang yang pernah selamat di lubang singa, orang yang sukses menjadi penasihat raja selama 4 kali ganti raja dan ganti kabinet pemerintahan.

Alkitab ini mengatakan bahwa Daniel adalah orang yang konsisten dalam berdoa, dalam berbagai situasi kehidupannya. Apalagi saat ayat 10 ini ditulis, hidupnya dalam ancaman kematian, dalam ancaman politik yang begitu keras dan jahat. Tapi dia melanjutkan konsistensi hidup berdoanya.

Konsistensi adalah lambang kepemimpinan yang solid (symbol of solid leadership) dan juga kedisiplinan.

Ketika kita berpikir soal KONSISTENSI, maka kita berpikir kata-kata seperti: latihan, berkelanjutan (berkesinambungan), ketekunan, kedisiplinan, ketetapan hati, kesetiaan.

  1. Perhatikan KEBUTUHAN akan KONSISTENSI
“Jatuh atau Bangkitnya sesuatu banyak di pengaruhi Konsistensi seseorang.”


-Bagi Daniel: Konsistensinya dalam hal excellency, berdoa, bertumbuh, menjadi kekuatan untuk melewati masa-masa sukar. Bahkan saat dia ada di langit kesuksesan, konsistensi lututnya untuk berdoa membuat dia kuat menghadapi krisis kehidupan! Daniel diuntungkan dari konsistensinya.

Contoh:
Kata “CONTINUE” (artinya: bertahan, tetap, melajutkan) ini bicara soal tetap tekun, tetap melakukan sesuatu. Kata CONTINUE mengekspresikan Disiplin dalam bentuk konsistensi, dipakai 118 kali di dalam Alkitab. Menunjukkan pentingnya konsistensi kita untuk bisa bertumbuh.

Contoh:
Kisah 14:22, “Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun (CONTINUE in the faith) di dalam iman, ….”

Menekankan bahwa: “Ter-Inspirasi Membuat Kita SEMANGAT, tapi DISIPLIN membuat kita BERTUMBUH!”

Ayo kita KONSISTEN: berdoa, baca alkitab, excellent, berdampak, fellowship di komsel, pemuridan di komsel, cinta Tuhan, bertumbuh secara rohani, memberi.
Konsisten membangun sikap, pikiran yang positif.

2.      Perhatikan PENTINGNYA PROSES (yang pasti ada dalam unsur disiplin dan konsistensi)

Untuk Bertumbuh dan Berkembang, kita perlu tahu pentingnya MENGHARGAI PROSES.


Daniel 6:10, “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; “tiga kali sehari ia bertulut, berdoa serta memuji Allahnya”, seperti yang biasa di lakukannya.” (TB)

Alkitab perlu menulis apa yang Daniel lakukan: Dia BERLUTUT 3x sehari. Untuk apa? BERDOA, serta MEMUJI ALLAH.

Ini semua adalah bagian dari Proses untuk Bertumbuh dan untuk Kuat.
Bayangkan, setiap hari dia berdoa, memuji Allah, berdoa, memuji Allah, kemungkinan hasilnya tidak langsung kelihatan, tapi Daniel menjalani proses, yaitu dengan berdoa, memuji Allah.

Alkitab mengatakan bahwa “latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah (doa, baca alkitab)  mengandung banyak hal yang berguna untuk hidup ini dan hidup yang akan datang.”

Alkitab menjelaskan bahwa PROSES itu seperti LATIHAN (PRACTICE) dan PRACTICE makes PERFECTS!  

Dan prinsipnya, “How you climb the mountain is more important than reaching the top” (bagaimana kita mendaki gunung lebih penting dari pada berada di puncak gunung).
Ini disebut proses!
Saat kita memikirkan outcome (yaitu Pertumbuhan), kita harus prioritaskan PROSES-nya.

Tujuan dari mendaki Puncak Keberhasilan adalah untuk mengalami pertumbuhan rohani dan pertumbuhan pribadi. Ini tidak akan terjadi ketika kita menyepelekan yang namanya proses. Karena Proses (menuju sesuatu) yang membuat kita makin bijak, makin matang – dan harusnya, makin dekat sama Tuhan, makin mengandalkan Tuhan dan makin cinta Tuhan!

Salah satu hal terbaik yang bisa kita lakukan sebagai orang yang mau terus belajar adalah menghargai dan menikmati PROSES pertumbuhan.
Pertumbuhan akan memakan waktu, terkadang cukup panjang, dan orang yang bisa menikmati proses pertumbuhan yang akan menikmati perjalanan bertumbuh.
“Progress will not happen if you don’t value/embrace the process. Only those who value the process of progress, will enjoy consistency.” (Orang yang menghargai process, itu orang yang bisa KONSISTEN!)

GROWTH #2

GROWTH



 GROWTH #2
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 12 Juli 2015)


INTRO:
Ada orang stop bertumbuh ketika masalah terjadi. Kecewa, kepahitan, stop bertumbuh. Oleh karena itu banyak orang stress karena orang juga bisa stop bertumbuh karena zona nyaman, aku cuman mau menikah setelah itu selesai, dan masalah apapun sepertinya kita tidak perlu bertumbuh lagi.
Ada juga orang yang ketika masalah terjadi, mereka bunuh diri.
Tetapi, ada juga orang yang mengalami masalah besar, susah, rumit, justru malah mengalami kemajuan pesat banget.

Perhatikan:
Matius 14:22 – Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
Baca: Matius 14:23-26
TAPI…

14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”

Tuhan ini sedang ingin berkata kepada kita semua, bahwa ketika ada moment kesusahan datang, Tuhan ingin berkata: Tenanglah AKU DISINI, jangan takut.
Sering kita takut dengan apapun pergumulan hidup. Itu wajar, tapi di tengah ketakutan Anda, Anda perlu tahu bahwa TUHAN ada dan Anda tidak perlu takut.
Sadarkah Anda TUHAN LEBIH HEBAT DARI IBLIS? TUHAN LEBIH HEBAT DARI SEMUA PERMASALAHAN ANDA? Seringkali kita lihat masalah, serangan iblis, dan kita pikir itu semua hebat, wah besar, dan kita lupa bahwa kita punya TUHAN YANG menyelesaikan MASALAH KITA.
Orang yang hebat bukanlah orang tidak pernah jatuh, tetapi orang yang cepat bangun dari kejatuhannya. Ini dimulai dari pikiran.

14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.”

Ini murid Yesus namanya Petrus ini orang yang selalu paling terlalu cepat bicara. Tapi justru kelemahannya ini yang membuat dia mengalami sesuatu.
Dapatkah Anda bayangkan, gara-gara Petrus meminta permintaan yang aneh ini, tidak normal ini, justru dia yang ngalamain jalan diatas air. Yang lain cuman nonton, tapi Petrus mengalami.
Jadilah orang yang mengalami mujizat, jangan jadi penonton mujizat saja.

14:29 Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.

Kalau Anda mau lihat mujizat, Anda tidak bisa “tinggal didalam perahu”, Anda harus melangkah, tapi melangkahnya bukan asal lompat ke air bunuh diri, itu lain. Tapi melangkah ke air yang mengarahkan kita kepada Tuhan. Resikonya lebih besar kelihatannya, tapi kalau Anda bergeraknya kepada Tuhan dan perintah Tuhan, saya yakin Tuhan tidak akan membiarkan kita dipermalukan

14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”
Taukah Anda, banyak orang ingin berkata: “Tuhan aku ingin kerjaanku, keluargaku, komselku, pelayananku, kesehatanku, (atau apapun itu) untuk mengalami perkara besar.” Boleh! Caranya gimana? Anda punya impian setinggi langit, Tuhan bukan tidak bisa, Tuhan bisa lakukan itu.

Untuk menggapai impian setinggi langit perlu belajar berlutut/diam di bawah kaki Tuhan.
14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”
Taukah Anda, siapapun Anda, Anda pun juga bisa mengalami mujizat Tuhan.

Perhatikan,  kalau Dia mau mengulurkan tanganNya buat Petrus, Dia juga mau mengulurkan tanganNya untuk Anda dan saya.
Anda kurang percaya? Berseru Yesus, Dia mau tolong.
Anda punya kelemahan kebanyakan ngomong dan nggak mikir? Berseru Yesus, Dia mau tolong.
Anda pernah meninggalkan Yesus? Berseru Yesus, Dia mau tolong.
Anda lagi tidak percaya Yesus sekarang? Berseru Yesus sekarang, Dia mau tolong.

14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.
14:33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”

Mujizat juga masih berlaku buat Anda. Di moment Anda ijinkan Yesus masuk ke perahu kehidupan saudara bakal ada perubahan2, dan orang disekitar nda akan berkata: “Wow, Yesus-mu hebat ya”.

GROWTH #1

GROWTH




GROWTH #1
“Perlunya Kesengajaan” (The Need of Intentionality)
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 05 Juli 2015)


Introduction:
Kita percaya, sukses di area apapun akan terjadi ketika seseorang mencurahkan tenaganya untuk area-area tersebut.

Target atau goal minded itu penting, tapi ada hal yang bisa membuat Anda akan selalu mencapai target atau goal Anda, yaitu: growth minded.

Dan harus diakui, kuncinya next level, kuncinya makin sukses, kuncinya berjaya, diawali dari PERTUMBUHAN PRIBADI (personal growth).
Salah satu growth principle: “Tidak ada sebuah organisasi atau pribadi yang bisa berperforma melebihi kapasitas mereka saat ini.”
Salah satu penghalang terbesar pertumbuhan di level organisasi ataupun pribadi adalah soal kapasitas (capacity issue, personal or leadership capacity) yang perlu dikembangkan.

Tanpa PERTUMBUHAN KAPASITAS, baik pribadi ataupun organisasi akan MATI.
Alkitab pernah mengajarkan, dan memberikan sebuah leadership principle yang luar biasa.

1 Korintus 13:11, “Pada waktu saya masih anak kecil, saya berbicara seperti anak kecil, saya berperasaan seperti anak kecil dan saya berpikir seperti anak kecil. Sekarang saya sudah dewasa, kelakuan saya yang kekanak-kanakan sudah saya buang.” (BIS)
Ayat ini berbicara tentang KESENGAJAAN yang harus ada bagi setiap orang agar bisa bertumbuh. Agar cara kita berbicara, cara kita berperasaan, dan cara kita berpikir mengalami pertumbuhan menjadi lebih dewasa, menjadi lebih baik, menjadi lebih luas, menjadi lebih matang.
Sehingga: “Kalau Anda fokus pada goal (target), Anda akan mencapai target – tapi itu tidak menjamin pertumbuhan. Sedangkan, kalau kita fokus pada pertumbuhan, Anda akan bertumbuh dan akan selalu mencapai target”.

TEXT: Yesus memberikan perumpamaan dalam Lukas 8:5-8:
Ada prinsip pertumbuhan yang Yesus sedang sampaikan. Dalam setiap pertumbuhan, selalu ada RINTANGAN. Ini rintangan antara: DIMANA KITA sekarang, dengan DIMANA KITA ingin berada.

Di antara DIMANA KITA SEKARANG dengan DIMANA KITA INGIN BERADA, ada beberapa rintangan yang harus kita hati-hati, agar kita tidak tersandung.
Hari ini kita akan melihat beberapa rintangan yang ada di depan kita untuk bertumbuh dan apa 1 hal yang harus kita lakukan.
Oleh karena itu melihat apa rintangan pertumbuhan, sangat penting agar kita tidak terkecoh dari pentingnya SENGAJA BERTUMBUH.

1. Rintangan Asumsi
Bruce Springsteen berkata: “Ada waktunya ketika kita harus berhenti MENUNGGU untuk jadi pria yang kita mau dan MULAI menjadi pria yang kita mau.
2. Rintangan Pengetahuan
Ada 5 area sebagai pribadi yang kita harus bertumbuh:
1)      Sikap (attitude and character),
2)      Goal (tujuan dan target di aspek kehidupan) ,
3)      Discipline (bagaimana teratur, mau dimuridkan dan memuridkan, bagaimana tertib di area-area kehidupan kita),
4)      Measurement (membuat langkah-langkah dan target-target terukur),
5)      Konsistensi (konsistensi penting, menyangkut ketekunan, komitmen, loyalitas, dedikasi)

3. Rintangan Waktu
Banyak kita berpikir, “Ini belum waktunya untuk mulai”. Leo Buscaglia berkata, “Hidup yang dijalani untuk besok selalu satu hari ketinggalan dari terwujud” (life lived for tomorrow will always be a day away from being realized).

4. Rintangan Kesalahan
Pendeta Robert Schuller pernah berkata, “what would you attempt to do if you knew you wouldn’t fail?” (Apa yang akan kamu coba lakukan kalau kamu tahu kamu nggak akan pernah gagal?)

5. Rintangan Kesempurnaan
Rintangan ini hampir sama dengan takut berbuat kesalahan. Tapi, banyak orang mencoba untuk mencari formula terbaik untuk bertumbuh secara pribadi.Mencari formula terbaik untuk bertumbuh biasanya malah menunda dan membuat kita tidak melangkah dalam jalur pertumbuhan.



6. Rintangan Inspirasi
Ada rintangan, dimana orang berkata: “Saya lagi tidak merasa ingin” (lagi nggak kepingin). Kurang terinspirasi sama dengan tidak punya motivasi, tidak punya semangat. Berita buruknya: Motivasi tidak akan datang seperti petir kepada Anda. Harvard pshychologist, “you’re more likely to act yourself into feeling than feel yourself into action. So act!

7. Rintangan Perbandingan
Orang berkata: “orang lain lebih baik dari saya”. Kalau kita merasa tidak terlalu bisa itu bagus, karena: you can only learn if others are ahead of you (Anda bisa belajar ketika orang lain lebih maju dari Anda). Di area apapun, berhenti membandingkan, mulai belajar! Anda punya pilihan untuk terintimidasi atau terinspirasi!

8. Rintangan Harapan
Saat mencoba bertumbuh, banyak orang tersandung dengan pikiran: Aku kira mudah, ternyata tidak. Supaya tidak tertipu dengan salah harapan, perhatikan prinsip ini:
PREPARATION (growth) + ATTITUDE + OPPORTUNITY + ACTION (doing something) = NEXT LEVEL!

You can’t change your destination overnight, but you can change your direction overnightJim Ron
Anda tidak bisa merubah masa depan Anda dalam semalam, tapi Anda bisa merubah arah Anda dalam semalam!

Kalau Anda mau mencapai target dan mencapai potensi hidup Anda, maka Anda harus sengaja dengan pertumbuhan pribadi Anda!

1 hal apa yang akan membentuk hidup kita dan diri kita, jadi lebih baik? Lakukan dengan sengaja pertumbuhan Anda!!

Tanah yang baik, adalah sesuatu yang tidak terjadi secara sengaja. Anda harus dengan RAJIN MEMELIHARA mengolahnya, mengusahakannya. Kalau Anda suka berkebun dan bertanam, orang harus bayar bahkan mau ganti tanah berkali-kali untuk punya tanah yang baik. Karena itu tidak terjadi secara otomatis, tetapi harus di usahakan. ADA UNSUR KESENGAJAAN.
Ketika anda sengaja bertumbuh, maka Anda akan BERBUAH!

31 Juli 2015

GROWTH




Ibrani 11:1, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Sebagai pengikut Kristus, kita termasuk yang tidak melihat tetapi tetap PERCAYA, itulah IMAN. Sekalipun tidak ada dasar untuk PERCAYA kita dapat berseru: “Tolonglah aku yang TIDAK PERCAYA ini!” (Markus 9:24). Adakah kita punya IMAN saat ini? “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun PERCAYA” (Yoh 20:29b). Amin.

Respon 1
Praise God...!! “Tetapi Nuh menyenangkan hati TUHAN” [Kej 6:8]. Kata 'tetapi' menunjukkan situasi yang tidak mendukung. Nuh tidak hidup di masa yang mudah. Nuh hidup di tengah-tengah komunitas pemberontak & menolak Allah. Nuh menerima misi Tuhan yang tidak masuk akal, yang menuai penghinaan & cemooh. Kita bisa membayangkan bagaimana perasaan 'hati' Nuh berada di tengah-tengah situasi seperti itu. “Tetapi Nuh menyenangkan hati Tuhan” dengan mengabaikan perasaan hatinya, ia tetap percaya & taat melakukan perintah Tuhan, tetap melakukan bagiannya dengan setia sampai tuntas. Nuh harus membangun bahtera yang extra besar diatas gunung, menyuarakan tentang peringatan & upaya penyelamatan Tuhan. Tapi karena orang-orang sekitar Nuh menolak Tuhan maka pada akhirnya tidak ada yang selamat sebab mereka mengabaikan peringatan-peringatan itu. “Tetapi Nuh menyenangkan hati Tuhan”. Keseriusan terhadap Tuhan membuat Nuh mampu mengabaikan perasaannya, tetap... percaya, setia, menjaga fokus, tekun melakukan bagiannya sesuai perintah sampai tuntas sehingga hidup Nuh menyenangkan hati Tuhan. Let's do it! Perenungan sederhana ini mengajak kita bertanya kepada diri sendiri... Seberapa seriuskah kita dengan Tuhan? Sebab jika kita tidak serius terhadap Tuhan kita tidak mungkin dapat mengabaikan perasaan kita sendiri (karena perasaan seringkali menyuarakan 'daging' kita yang menolak ketidaknyamanan) untuk hidup benar dengan taat & setia sehingga dapat dikatakan tentang kita... “Tetapi..........menyenangkan hati Tuhan” (isi titik-titik dengan nama kita masing-masing). Situasi & orang-orang sekitar jangan dijadikan alasan untuk kita tidak taat sehingga kita gagal menyenangkan hati Tuhan. Morning... Jbu all .

Respon 2
Amsal 11:2, “Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati.” Pride leads to disgrace, but with humility comes wisdom. (GNCC)

Respon 3
Maz 37:37 – Perhatikanlah orang yang TULUS dan lihatlah kepada orang yang JUJUR sebab pada orang yang suka DAMAI akan ada MASA DEPAN! Ini resep MaDeCe (Masa Depan Cerah) tak iyee! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 4
Mencari Kesabaran. Ada dua orang petani, sebut saja John dan Alex. Keduanya memilih lahan yang sama besar dan akan bersama-sama pula untuk bertanam. Pada hari pertama, keduanya mulai menanam benih. John begitu tekun menyirami benihnya tiap hari, begitu juga dengan Alex. Memasuki minggu pertama, Alex mulai naik darah. Benih yang ia tanam tidak menunjukkan adanya tunas. Alex mulai menggali benih itu, membuangnya dan mengganti dengan benih baru. Benih John juga tidak menunjukkan tunas, namun John tetap bersabar. Alex tetap sibuk dengan menggali dan mengganti benih-benih baru setiap minggunya namun tidak dengan John. John mulai melihat bahwa benihnya bertunas dan pada tahun berikutnya menghasilkan buah. Bagaimana dengan Alex? Karena ketidaksabarannya itulah Alex tidak menghasilkan apa-apa. Begitu juga dengan diri kita. Ketika kita mulai belajar untuk bersabar, maka kita akan mendapatkan kehidupan yang indah. Kesabaran bukan terletak pada apa yang telah/akan kita dapatkan, melainkan kesabaran terletak pada hati kita. Ketika kita ingin terjadi pemulihan dalam keluarga kita, maka kita harus bisa bersabar dalam menghadapi setiap pribadi dalam keluarga itu dan tetap mengasihi mereka. Jika bersabar itu dirasa sangat sulit, maka kamu harus belajar untuk bersyukur. Kesabaran itu bukan dipengaruhi dari keadaan, namun dipengaruhi dari hati. Oleh sebab itu milikilah hati yang mengasihi karena kasih itu sabar. Ketika kamu mulai gagal untuk bersabar, maka sesungguhnya kamu juga akan gagal menerima berkat. “Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar” --Pengkhotbah 10:4. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. SEMANGAT... Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 5
“Masalah terbesar dalam hidup kita adalah saat kita tidak sadar kalau kita punya masalah.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 6
Bagi kita orang-orang percaya, tidak ada yang tidak mengenal Yesus Kristus. Dia Tuhan & Juruselamat Kita. Dia juga pemimpin, guru & teladan kita dalam kehidupan. Dia pribadi sempurna, paling mulia & suci di antara siapapun manusia yang pernah berjalan di muka bumi. Keagungan & kebesaran-Nya tiada taranya. Hanya Dia yang pantas kita kagumi dan puja. Namun, apa jawab kita jika ini ditanyakan pada kita, yang mengaku sebagai pengikut & penyembah-Nya: “Apakah yang akan Anda lakukan jika diberikan kesempatan hidup bersama-sama dengan Dia setiap hari selama 3,5 tahun sama seperti dua belas murid-Nya?” Dapatkah Anda menjawabnya dengan mudah atau merasa terkejut karena tidak tahu bagaimana menjawabnya? Mudah memang menghakimi murid-murid yang sering bersikap bodoh & menggelikan sewaktu mengiring Yesus selama di bumi. Namun, akankah kita memiliki sikap & tanggapan lebih baik daripada mereka -bahkan setelah kita tahu siapa Yesus itu? Rasul Paulus mengetahui bahwa ia tidak memiliki kesempatan yang sama dengan murid-murid Yesus yang kemudian menjadi rasul-rasul itu. Itu sebabnya ia belajar lebih tekun, mengerahkan segala apa yang ada padanya untuk belajar mengenal Kristus lebih lagi (Fill. 3:7-8). Dan ia berhasil. Meskipun ia tak berkesempatan melihat & mendengar secara langsung hidup & ajaran Yesus, Pauluslah yang terbukti menjadi yang paling maju dalam pengenalan akan pribadi & rencana Tuhan atas dirinya & gereja-Nya. Hari ini, secara manusiawi, Kristus tidak lagi ada di tengah-tengah kita. Kehadiran-Nya digantikan oleh Roh Kudus yang bertugas membawa kita kepada Kristus, untuk mengenal-Nya lebih lagi (Yoh. 14:26; 15:26; 16:12-16). Melalui Roh hikmat & wahyu itu kita mendapatkan kesempatan yang sama menjalani hari-hari kita seperti Kristus ada di hadapan kita. Akankah kita menggunakan kesempatan ini untuk mengenal Dia lebih dekat lagi & belajar dari-Nya? Atau kita hanya mengamati dari kejauhan menunggu keberuntungan mujizat berkat-berkatNya menghampiri kita? Anda yang tahu jawabannya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 7
MENCUKUPKAN DIRI. Bacaan: Filipi 4:10-20. Sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan (Filipi 4:11). Seorang pengusaha sukses mengalami kebangkrutan saat krisis moneter. Namun, ia tetap aktif melayani Tuhan dan tertawa-tawa, seolah tidak terjadi apa-apa. Rahasianya? “Saya memulai usaha dari bawah, dari sepetak kamar kontrakan. Kalau saya harus kehilangan semua, bukan masalah. Toh saya dapat mulai lagi dari sepetak kamar kontrakan. Saya dapat menjadi sopir taksi atau berjualan sate di pinggir jalan.” Saya terkesan oleh sikapnya yang dapat mencukupkan diri dalam segala keadaan itu. Sebelum bertobat, Paulus (dulunya Saulus) seorang yang berkuasa dan berkelimpahan materi. Dalam perjalanannya mengikut Kristus, sering kali hidupnya jauh dari kata “nyaman” menurut dunia. Ketika menuliskan surat ini, ia sedang menjadi tawanan di penjara Roma. Bukan karena Paulus hebat dan tahan banting jikalau ia telah dan dapat menanggung semua itu, tetapi karena ia belajar mencukupkan diri, menerima apa pun yang dialaminya, dan senantiasa percaya Tuhan memberikan kekuatan kepadanya (ay. 11-13). Terlebih lagi, Paulus belajar menerima dengan ucapan syukur segala bentuk pertolongan saudara-saudara seimannya (ay. 14-18) dan menyadari bahwa Allah akan menyediakan segala kebutuhan mereka (ay. 19). Memang tidak banyak dari kita yang mengalami kasus seperti Paulus, tetapi kita semua, mau tidak mau, suka tidak suka, pasti menghadapi kesulitan. Di tengah situasi yang berubah-ubah ini, Paulus mendorong kita untuk terus memercayai Allah yang sanggup memelihara dan mencukupkan kita dalam segala keadaan. KURANGNYA RASA BERSYUKUR MENGAKIBATKAN KITA TIDAK PERNAH MERASA CUKUP. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Thursday, 30 July 2015

30 Juli 2015

GROWTH




Roma 8:26, “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” Terkadang hidup menjadi begitu ruwet sampai-sampai kita tidak tahu lagi apa yang dapat kita doakan. Namun sebagai jaminan kita Roh Kudus tahu. DIA sanggup BERDOA untuk kita lewat cara yang sesuai kehendak Allah. Amin. Sudahkah kita bersyukur & berDOA kepada Allah atas Roh Kudus yang dikaruniakan untuk kita melalui karya Yesus? Amin.

Respon
“PALU menghancurkan KACA, tapi PALU membentuk BAJA!!” Apa makna dari pepatah kuno dari Rusia ini? Jika jiwa kita rapuh seperti KACA, maka ketika PALU masalah menghantam kita, maka dengan mudah kita putus asa, frustasi, kecewa, marah & jadi hancur. Jika kita adalah KACA, maka kita juga rentan terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita. Jangan pernah jadi KACA, tapi jadilah seperti BAJA. Mental BAJA adalah mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur disaat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya. Mengapa demikian?? Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik. Sepotong besi BAJA akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah lebih dulu diproses dan dibentuk dengan PALU. Setiap pukulan memang terasa menyakitkan, namun mental BAJA selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya. Jika hari ini kita sedang ditindas masalah hidup, jangan pernah merespons dengan sikap yang keliru. Jika kita adalah “BAJA”, kita akan selalu melihat PALU yang menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita. Sebaliknya jika kita “KACA”, maka kita akan selalu melihat PALU sebagai musuh yang akan menghancurkan kita. Sekarang bagaimana, termasuk “KACA” atau “BAJA” kah kita??? Selamat pagi & selamat beraktivitas. God bless you. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Wednesday, 29 July 2015

29 Juli 2015

GROWTH




Nasihat. Amsal 12:15b, “tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.” Mazmur 118 diawali dengan nasihat & diakhiri juga dengan nasihat. “Bersyukurlah kepada Tuhan sebab IA baik...” (ayat 1 & 29). Segala Permohonan yang kita nyatakan kepadaNya haruslah diliputi dengan ucapan syukur. Filipi 4:6, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” Sikap bersyukur akan menolong kita untuk mengingat berkat-berkat Tuhan yang melimpah yang telah kita terima. Percayalah ditengah kesulitan sekalipun kehadiran & kasihNya selalui menyertai kita. Amin

Respon 1
Amsal 4:18-19 – Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. Jalan orang fasik itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung. (GNCC)

Respon 2
PENTINGNYA MITRA. Read: Keluaran 17:8-16. Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam (Keluaran 17:12). Salah seorang teman saya, pebisnis yang cukup sukses di bidang makanan, mendadak jatuh sakit. Terlalu sibuk mengerjakan ini-itu, ia rupanya sering lupa makan sehingga terkena maag akut. Ketika menjenguk, saya melihat beberapa karyawannya. “Kok kamu bisa sakit begini? Bukankah anak buahmu banyak?” “Aku sulit memercayakan pekerjaan pada orang-orang ini. Aku maunya betul-betul sempurna.” Yah, teman saya ini memang perfeksionis. Kita masing-masing tentu punya beban pekerjaan yang berbeda-beda. Bangsa Israel dalam bacaan kita untuk pertama kalinya harus melawan musuh sendiri. Tuhan menunjukkan suatu pelajaran menarik pada umat-Nya. Dalam pertempuran, kehadiran mitra sangat diperlukan. Pemimpin seperti Musa sekalipun memerlukan dukungan Harun dan Hur. Kita tahu bahwa Harun bukanlah sosok pemimpin yang sempurna. Toh hal itu bukan menjadi penghalang baginya untuk menjadi penolong Musa. Tuhan menunjukkan pada Israel pentingnya kehadiran mitra. Terbukti, Israel menang dalam pertempuran pertama tersebut. Barangkali kita sering merasa atau bahkan menyaksikan pekerjaan dapat selesai dengan tuntas dan sangat cepat ketika dikerjakan sendiri oleh orang yang kompeten. Namun, ada saatnya sukses tercapai ketika kita bisa bekerja bersama dalam tim, sekalipun terdiri atas orang-orang yang masing-masing punya kelemahan. Ada hal-hal yang memang mesti dikerjakan sendiri; namun, saat memerlukan dukungan mitra, jangan enggan meminta pertolongan mereka. JIKA INGIN BEPERGIAN CEPAT, PERGILAH SEORANG DIRI. JIKA INGIN BEPERGIAN JAUH, PERGILAH BERSAMA-SAMA - Pepatah Afrika. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 3
Kej 31:9 – Demikianlah ALLAH mengambil ternak ayahmu dan memberikannya kepadaku! Siapa saja bisa berbuat jahat ama kita. Tapi TUHAN YESUS pasti MEMBELA. Pasti menolong dan memberkati kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.



Respon 4
Masa telah berubah. Dunia kini telah memasuki era yang belum pernah dialami sebelumnya sejak permulaan bumi ada. Zaman dimana informasi tersedia dalam kadar yang hampir-hampir tak terbatas. Sayangnya, meski terinformasi dengan baik, jiwa manusia justru lebih tertekan daripada sebelumnya sebab dibanjiri kabar-kabar mengenai perang, penyakit, bencana alam, kekejaman & kejahatan manusia dari masa lalu hingga kini sampai berbagai krisis di dunia politik atau ekonomi dunia. Belum lagi ditambah informasi-informasi rohani yang tak kalah masif dengan berita-berita mengenai antikristus & akhir zaman yang simpang siur & membingungkan. Akibatnya, banyak yang goyah imannya. Kegelisahan menyusup dalam hati & hari-hari orang percaya. Sesungguhnya, sedari dulu masalah & cobaan hidup telah lama menjadi penggoyah iman anak-anak Tuhan -bagai murid-murid yang goyah di atas perahu yang dihantam badai di tengah danau. Lalu, bagaimana supaya kita tak goyah oleh gelombang dunia? Kisah Rasul 2:25 mengutip Mazmur Daud yang berkata, “Aku selalu melihat Tuhan di hadapanku, sebab Ia ada di sebelah tangan kananku, aku tak akan goyah” (terj. NET). Itu berarti sejauh mana kita mampu ‘melihat’ Tuhan (yaitu menyadari keberadaan-Nya yang menyertai kita) sejauh itu pulalah kita tak tergoncangkan. Sebab, siapakah yang akan menjadi kuatir jika yang empunya alam semesta menyertainya? Siapa pula yang akan takut jika penjaganya ialah Yang Tak Pernah Tertidur & Terlelap? Dan kuasa manakah yang dapat mengalahkan kita jika tangan kanan kita (lambang kekuatan kita) adalah yang memegang segala kuasa di langit & di bumi? Melihat ombak besar di sekelilingnya, Petrus goyah & tenggelam. Hanya dengan melihat Yesus saja, ia berjalan di atas gelombang air! Anda harus melihat Yesus sendiri nyata memimpin, menuntun, & menyertai Anda setiap hari. Anda harus merasakan sendiri Dia mendampingi Anda & hanya sejauh nafas Anda. Jika itu terjadi, saat badai menerpa dunia, bagai mercusuar di atas karang, Anda bahkan menerangi dunia. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Tuesday, 28 July 2015

28 Juli 2015

GROWTH




Bertumbuh Berbuah. Yeremia 17:8, “Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” Setiap kita orang percaya ibarat seperti sebuah pohon yang membutuhkan air untuk bertumbuh? Jaman boleh semakin maju tetapi tanpa air bersih kita tidak bisa beraktivitas dengan baik bahkan mungkin kita bisa kering/mati. Kita semua sangat membutuhkan  AIR BERSIH. Tanpa Tuhan atau Sumber Air Kehidupan itu kita pun bisa kering/tidak bertumbuh bahkan tidak berbuah/mati rohani. Oleh karenanya jadikan Tuhan sebagai Sumber Air Kehidupan sehingga pertumbuhan rohani kita BERBUAH & bisa dinikmati orang-orang yang ada disekitar kita. Amin.

Respon 1
“Emosi sesaat bisa membuat kita tersesat. Think twice!” Xavier Quentin Pranata

Respon 2
1 Tesalonika 5:24 – Ia yang memanggil kamu adalah SETIA, Ia juga akan menggenapinya. SETIA dalam The Message Bible diterjemahkan COMPLETELY DEPENDABLE. Tuhan Yesus adalah Tuhan yang dapat diandalkan. Be strong in the Lord! (GNCC)

Respon 3
Maz 62:6 – Hanya dekat ALLAH saja kiranya aku TENANG, sebab dari pada-NYAlah HARAPANku! Mau hidup TENANG? Punya PENGHARAPAN? Melekatlah pada YESUS. Utamakan DIA selalu dalam kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 4
Perintah itu begitu jelas: “Matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi” (Kol. 3:5). Dapatkah kita menghindar? Tawar menawar? Atau malah merasa frustrasi karena memandang hal itu sesuatu yang mustahil? Atau, muakkah kita membacanya sebab kita merasa bahwa itu ilusi-ilusi Kristen yang tidak relevan dengan kondisi dunia sekarang ini? Jika kita benar-benar mengerti ajaran Kristus, maka yang ditulis Paulus di atas adalah penjabaran dari yang disyaratkan Yesus: “barangsiapa hendak mengikut Aku, dia harus menyangkal dirinya...” -supaya kita dapat mengikut Dia hingga saat-saat terakhir. Sebab, di dalam kita ada sesuatu yang duniawi, yang dikobarkan oleh pengaruh-pengaruh dunia yang gelap ini, yang terus menerus dipicu, didorong, dikembangkan, ditingkatkan & dibawa pada puncak-puncaknya oleh penguasa-penguasa dunia yang jahat ini. Supaya apa? Supaya kita terikat, tertanam, menyatu & menjadi milik dunia yang sedang lenyap menuju kebinasaan kekal. Supaya kita akhirnya dipisahkan selama-lamanya dari kasih & persekutuan dengan Tuhan yang rindu kehidupan penuh bahagia menjadi milik kita. Adalah tugas kita “membawa keduniawian kita pada kematiannya”. Bagaimana caranya? Apa yang hidup akan mati jika ia tidak diberi makan. Keduniawian hidup dalam kita karena kita “memberinya makan” setiap hari. Akar-akarnya dalam hati & pikiran kita masih tertancap & menyerap makanan dari segala yang ada di dunia ini. Itu sebabnya kita harus mencabutnya dan mulai menyambungkannya pada yang bukan dari dunia ini tapi pada “yang di atas”, pada Kristus & perkara-perkara sorgawi dimana Kristus & Bapa berada (Kol. 3:1-2). Selagi melakukan apapun sehari-hari, pilihlah untuk mencari perkara-perkara kekal: dengan mengisi pikiran Anda merenungkan firman & pribadi Tuhan hingga Anda menghasratkan perkara-perkara abadi yang tersedia bagi Anda di sorga yang mulia itu. Rindukan hidup yang berujung kekekalan penuh bahagia. Hidupkan yang rohani & sorgawi dalam diri Anda. Jangan yang duniawi, yang akan membawa murka Allah (Kol. 3:6). Maka perkenanan Tuhan akan menjadi milik Anda selama-lamanya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Monday, 27 July 2015

27 Juli 2015

GROWTH




Growth (Part 4). Baca: 2 Raja-Raja 13:14-17 & Mazmur 127:4 (Warta komsel AOC). Ayat 15: busur & anak panah berbicara tentang POTENSI. Ayat 16: Tariklah busurmu / strecht it / renggangkan! Kenakan potensimu sampai MAKSIMAL. Untuk bertumbuh kita semua butuh untuk direnggangkan, ibarat karet kita perlu ditarik/direnggangkan. Seberapa jauh?? Sampai batas dimana kita mempunyai kemanpuan/kelenturan dengan kesempatan untuk bertumbuh lagi & lagi & lagi = maksimal. Tuhan sudah menyediakan yang TERBAIK bila kita mau ‘direnggangkan’/‘ditarik’. 1 Kor 2:9, “Tetapi seperti ada tertulis: ‘Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.’” Sudahkah kita maksimal dalam pertumbuhan rohani kita?? Pertumbuhan harus DISENGAJA dan perlu konsistensi, disiplin, dan perlu untuk direnggangkan/maksimal.

Respon 1
Hati manusia sesungguhnya penuh dengan kelicikan. Tidak sedikit orang yang tertipu dengan hatinya; terkecoh oleh pengertiannya sendiri, disesatkan oleh pemahaman pikirannya yang sebenarnya keliru (Yer. 17:9). Bahkan Amsal 28:26 berkata, “Siapa percaya pada hatinya sendiri adalah orang bebal.” Maknanya serupa: manusia kerap ditipu oleh batinnya sendiri yang gelap & tidak diterangi kebenaran. Di antara jutaan orang Kristen di Indonesia yang rajin ke gereja, menjalani hidup normal seperti umumnya, yang memberikan persembahan & mungkin juga melayani jemaat -hanya sedikit yang tentunya bersedia disebut tidak melakukan firman Tuhan. Kebanyakan merasa lebih kurang telah cukup melakukan firman, hidup benar, setia beribadah & mengasihi atau merindukan Tuhan. Bagaimana kita tahu bahwa kita telah menjadi pelaku firman? Jemat Efesus dalam Wahyu 2:1-3 bagai jemaat impian dibandingkan gereja masa kini -itu saja Tuhan mencela mereka sebab mereka kehilangan kasihnya yang mula-mula (Wah. 2:4). Jadi tidaklah cukup menjalani hidup normal & menjadi orang baik-baik setiap hari sambil berpikir bahwa kita telah memenuhi kerinduan hati Tuhan. Pesan yang sama disampaikan dalam kisah anak muda kaya yang mendatangi Yesus (Mat. 19:16-20). Siapakah yang bisa menunjukkan cacat cela hidupnya? Namun bagi Yesus itu belum cukup. Sebab Dia mencari cinta -sesuatu yang menggerakkan orang bukan sekedar melakukan perintah-perintah kebenaran melainkan lebih dari itu: mengorbankan apa yang berharga dalam hidup demi memperoleh hubungan yang bersifat pribadi dengan Dia. Perintah yang terutama ialah mengasihi -inilah dasar untuk kita melakukan perintah-Nya. Sebelum kita mengasihi Dia & menginginkan persekutuan dengan Dia lebih daripada apapun juga, sesungguhnya kita belum benar-benar melakukan firman-Nya. “Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang MENCARI DIA (yang merindukan hubungan kasih dengan Tuhan) dengan SEGENAP HATI” (Maz. 119:2). Adakah Anda akan didapati mengasihi-Nya lebih dari apapun jua? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 2
Don’t just focus on what’s wrong in your life; focus on what God will do in your life »Anonymous«. Jangan berfokus atas apa yang salah dalam hidup Anda; berfokuslah akan apa yang Tuhan akan lakukan dalam hidup Anda »Anonim«. Pengkhotbah 11:10 “Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan.” Setiap manusia pasti pernah salah dan gagal, mungkin kita pernah berbuat kesalahan yang sangat fatal sehingga rasanya begitu sulit untuk memaafkan diri kita sendiri. Ingat! Penyesalan yang tak berkesudahan adalah penderitaan dan kesia-siaan, sebab itu jauhkan diri kita dari perasaan yang demikian. Yakin dan percayalah bahwa Tuhan sudah mengampuni segala dosa dan salah kita, lalu perbaki dan jangan diulang lagi. Selamat pagi & selamat beraktivitas. God bless you. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 3
“Seringkali kita baru sadar seseorang atau sesuatu itu begitu berharga saat mereka hilang atau tidak ada lagi bersama kita.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
Maz 3:5 – aku membaringkan diri, lalu tidur, aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! Wooww, sebenarnya kalau kita sudah tidur, kita bisa apa? Kalau bisa bangun, ingatlah, itu TUHAN yang tolong. BERSYUKURLAH pada-NYA! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.


Sunday, 26 July 2015

26 Juli 2015

GROWTH




Perlu Hikmat Tuhan untuk Bertumbuh. Yehezkiel 36:26, “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” Ayat 27: “Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.” Kita sudah diberi hati yang baru, roh yang baru sehingga tidak ada alasan untuk tidak bertumbuh, lakukan bagian kita dengan menyiram & memupuk (5P: Penginjilan, Penyembahan, Persekutuan, Pemuridan & Pelayanan). Agar pertumbuhan rohani kita bertumbuh pesat. Amin.

Respon 1
Hari itu hari Minggu. Masih pagi-pagi buta tapi ada 3 orang wanita sedang bergegas menuju kubur yang masih baru itu. Kubur gua milik Yusuf Arimatea. Di sana telah dibaringkan sang guru yang telah dibunuh secara brutal tiga hari lalu. Dan Alkitab mencatat, ini yang mereka bicarakan: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?” (Maz. 16:3). Suatu pembicaraan wajar di antara para wanita yang tahu bahwa kubur itu ditutup batu yang besar lagi berat. Hanya, dari sudut pandang yang berbeda, perbincangan itu menjadi kurang wajar. Yang dipercakapkan ketiga wanita itu menunjukkan cara pandang mereka terhadap Yesus & segala sesuatu tentang Dia: Yesus itu manusia BIASA, mati dan dikuburkan seperti BIASA; mereka pun datang sebagaimana BIASA dengan cara-cara yang BIASAnya dilakukan oleh orang-orang BIASA terhadap orang BIASA yang dikuburkan. Itulah sebabnya mereka lari pulang dalam kegentaran & ketakutan yang sangat (Mark. 16:8) sebab melihat hal-hal yang LUAR BIASA: batu terguling, malaikat yang berbicara & kabar bahwa Yesus yang mati itu telah bangkit meninggalkan kubur kosong. Tidakkah itu potret dari diri kita kebanyakan? Dimana banyak orang menghampiri Tuhan, dalam dia-dia pribadi atau ibadah raya, dengan suatu sikap & cara yang biasa-biasa saja, sebagaimana berjalan seperti yang sudah-sudah, sama dengan tahun-tahun sebelumnya? Dan tidakkah pembicaraan juga terkait hal-hal rutin: siapa yang bertugas melayani ini & itu hari ini, apakah dia atau dia akan datang & saat waktu ibadah seharusnya usai, kita melihat jam & ingin segera menuju tempat lain? Jangan berpikir Yesus Kristus adalah pribadi biasa & berurusan dengan Dia itu sesuatu yang biasa-biasa saja. Dia Tuhan. Segala sesuatu tentang-Nya LUAR BIASA & akan selalu demikian. Harapkan perjumpaan yang dahsyat. Harapkan lawatan, sentuhan kuasa illahi & penyingkapan sorgawi bagi diri Anda. Rindukan pertemuan Anda dengan Yesus menjadi sesuatu yang mengubah hidup. Demikianlah seharusnya setiap kali Anda menghampiri & mendekat pada-Nya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 2
Markus 9:23b – YESUS: Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya! Yang nggak bisa. Pasti bisa, yang nggak mungkin pasti terjadi. Alami sendiri. Selamat ibadah dan pelayanan! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 3
MENAATI PERINTAH SAHABAT. Read: Yohanes 15:9–17. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu (Yohanes 15:14). David Shapiro dalam Choosing the Right Thing mengisahkan masa kecilnya. Ketika berusia 6 tahun, ia mengagumi Duncan Wilcox, yang bertubuh besar, kuat, dan pandai. Duncan dapat mengangkat dan memutar tubuh David dan mampu menunjukkan tempat terbaik untuk mencari udang karang di sungai. Duncan berkata, ia akan menjadi sahabat David jika David mau memasukkan jarinya ke mulut ular yang tidak berbisa. David memenuhi permintaan itu, dan ular mencengkeram kuat jarinya. Ular itu baru melepaskan gigitannya ketika Duncan memegang ekornya. Ketika berobat, dokter bukan mempermasalahkan lukanya, melainkan mengapa David begitu mudah dibodohi. Lazimnya, sahabat tidak memberikan perintah, apalagi perintah yang konyol. Kita berhak menolaknya bila permintaan itu berpotensi merugikan. Namun, bila yang memberi perintah adalah Yesus, yang menjadikan kita sahabat-Nya, kita justru harus memperhatikannya dengan serius. Dia memerintahkan agar kita saling mengasihi. Tetapi, Dia tidak sekadar memerintahkan, melainkan memberi teladan dan menyiapkan kita agar mampu melaksanakan perintah-Nya. Yesus pun menaati perintah Bapa-Nya (ay. 10). Sebagai sahabat terbaik kita, Yesus memberikan nyawa-Nya sendiri (ay. 13). Dia juga memberitahukan rahasia Bapa-Nya (ay. 15). Kita dikasihi dan dimampukan untuk mengasihi bila tinggal di dalam kasih-Nya (ay. 9). Menjadi sahabat Kristus adalah kehormatan besar. Perintah-Nya pun sangat menguntungkan (ay. 11) bila kita mau menaatinya. TUHAN YESUS ADALAH SAHABAT YANG MEMBERIKAN PERINTAH DEMI KEBAIKAN DAN SUKACITA KITA. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Saturday, 25 July 2015

25 Juli 2015


GROWTH




Perlu Hikmat Tuhan untuk Bertumbuh. Amsal 9:10, “Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.” Hikmat itu lebih baik ketimbang kekayaan (Amsal 3:13-18). Dan satu-satunya sumber hikmat adalah Allah. Roma 16:27, “bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya.” Hikmat dapat diperoleh dari membaca & mempraktekkan firman Tuhan (salah satu kunci pertumbuhan adalah: membaca atau merenungkan Firman Tuhan, menerima Firman Tuhan & membagikan Firman Tuhan). Orang Percaya yang bertumbuh/mendapat hikmat PASTI berbahagia. Amsal 3:13, “Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian.” Oleh karenanya carilah hikmat untuk pertumbuhan rohani kita karena hikmat lebih menguntungkan ketimbang perak/emas/kekayaan (ayat 14). Amin.

Respon 1
Sabtu, 25 Juli 2015. Bacaan: Matius 8:28-34. Setahun: Amsal 24-27. Nats: Mereka pun berteriak, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Apakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” (Matius 8:29). BEBAL. Dua orang jatuh ke dalam lubang. Yang pertama seorang anak kecil yang belum bisa membaca tanda peringatan tentang lubang tersebut. Yang satunya lagi seorang dewasa yang, meskipun sudah membaca tanda peringatan, memilih untuk mengabaikannya. Apakah perbedaan keduanya? Si anak kecil celaka karena ketidaktahuan, tapi si orang dewasa celaka karena kebebalan. Yang pertama bisa kita maklumi, yang kedua tidak. Bacaan hari ini berkisah tentang interaksi Yesus dengan setan (melalui orang yang kerasukan) di Gadara. Ada pernyataan setan yang menggelitik di ayat 29. Di situ kita temukan bahwa setan mengetahui siapa Yesus, yaitu Anak Allah, dan juga mengetahui bahwa mereka kelak akan dihukum karena pemberontakan mereka kepada-Nya. Meskipun demikian, mereka tetap bertahan di jalan mereka sampai kesudahannya. Pengetahuan mereka sama sekali tidak membuat hidup mereka berubah. Mereka bebal dan mereka akan binasa karena kebebalannya tersebut. Dalam hidup ini, tidak jarang kita juga bebal seperti itu. Kita tahu sesuatu yang buruk dan tak disukai Tuhan, tapi tetap saja kita melakukannya. Ambil contoh soal rokok. Di mana-mana ada peringatan akan bahaya merokok. Tetap saja kita melihat begitu banyak perokok. Demikian juga dengan narkoba, makanan tidak sehat, pornografi, pergaulan bebas, ketidakjujuran, dan sebagainya. Kelak ketika sudah terlambat, barulah kita menyesal. Bukankah lebih baik kalau kita meninggalkan kebebalan kita dan berubah sekarang juga meninggalkan segala yang buruk? --Alison Subiantoro. JANGAN MENJADI ORANG BEBAL, BERUBAHLAH SEBELUM TERLAMBAT. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
Kau istimewa dan unik bagi seseorang, memikirkanmu sebelum dia pergi tidur, tanpa kau sadari engkau adalah bagian dari dunianya, bahkan tidak kau sadari hadir di dunia ini dan mencintaimu »Perenungan«. Kidung agung 4:9 – Engkau mendebarkan hatiku, dinda, pengantinku, engkau mendebarkan hati dengan satu kejapan mata, dengan seuntai kalung dari perhiasan lehermu. Kasih sayang Tuhan tidak dapat dipungkiri, keCintaanNya telah terbukti melalui pengorbananNya diatas kayu salib, bahkan kita disebutnya calon mempelai Kristus. Dia segera datang! Untuk menjemput kita di awan-awan permai, bangunlah hubungan cinta dengan Tuhan, melalui keintiman dalam doa, pujian dan penyembahan. Rasakan dan nikmati hadirat dan urapan kasihNya dalam setiap detik nafas hidup kita, hidup jadi lebih indah dan berarti, rasa takut dan kuatir diubahNya menjadi damai sejahtera, duka cita diubahNya menjadi sukacita, kecewa diubahNya menjadi penuh pengharapan, sebab Dia tidak pernah meninggalkan kita. Selamat pagi & selamat beraktivitas. God bless you. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 3
Maz 73:24 – Dengan firman-MU ENGKAU menuntunku dan kemudian ENGKAU mengangkatku ke dalam kemuliaan! Setelah hidup BENAR, ada KEMULIAAN (pertolongan-NYA yang ajaib dan berkat-berkat yang melimpah untuk memuliakan TUHAN kita alami sendiri)! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 4
“Semakin hening kita berdoa, suara Tuhan semakin bening.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 5
Yakub disebut oleh Alkitab telah menang atas Tuhan. Itu bahkan diucapkan Tuhan sendiri, yang mengambil wujud manusia, dan bergulat dengan Yakub dari tengah malam hingga dini hari (Kej. 32:28). Tidakkah terlalu berlebihan mengatakan bahwa Tuhan bisa dikalahkan oleh manusia? Kejadian di tepi sungai Yabok itu diingat kembali oleh nabi Hosea yang berkata: “Ia (Yakub) bergumul dengan Malaikat (yaitu Tuhan sendiri) dan menang; ia menangis dan memohon belas kasihan kepada-Nya” (Hos. 12:5). Dan ayat ini seharusnya mengherankan kita. Yakub menang namun ia menangis; ia menaklukkan tapi memohon belas kasihan pada yang ditaklukannya. Bagaimana bisa? Di situlah rahasia Yakub. Ia yang bergumul dengan Tuhan tidak akan sanggup mengalahkan Yang Mahakuasa, pencipta semesta itu. Yakub yang tahu pergulatannya malam itu bukan dengan orang biasa, tidak akan melepaskan pria itu sebelum memperoleh berkat darinya. Hosea mengetahui kunci kemenangan Yakub: yaitu dengn menangis & memohon belas kasihan Tuhan. Yakub mendapatkannya; ia dijadikan manusia baru pagi itu. Dalam tangisan Yakub ada kemenangannya. Dalam merendahkan diri mengharap belas kasihan, Yakub meluluhkan hati Tuhan.
Manusia yang hanya ciptaan tidak akan pernah mengungguli Tuhan barang sedikit saja. Orang-orang yang mengeraskan hati & menantang Tuhan -sekalipun hanya di relung hatinya yang terdalam- tidak akan pernah bisa membuktikan kesalahan Tuhan sampai kapan pun juga. Orang-orang yang mengacungkan tangan & bersikap keras akan keputusan-keputusan, pengaturan & kedaulatan-Nya telah kalah sebelum pertandingan dimulai. Namun karena kasih karunia-Nya yang besar, kita dapat ‘mengalahkan’ Dia. Pertobatan, kehancuran hati, merendahkan diri, memohon belas kasihan-Nya untuk memulihkan & mengubahkan kita akan melunakkan Tuhan -bagai Dia menyerah kalah pada kita. Jangan menguji kesabaran & kasih Tuhan dengan kekerasan hati. Dalam kehancuran hati & merendahkan diri ada kemenangan Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)