Tuesday, 31 July 2018

31 Juli 2018

Straight Up Series






Hari: Selasa, 31 Juli 2018
#StraightUp
#Disayang Gembalaku
Kejadian 48:1, 15 (TB), Sesudah itu ada orang mengatakan kepada Yusuf: Ayahmu sakit! Lalu dibawanyalah kedua anaknya, Manasye dan Efraim. Sesudah itu diberkatinyalah Yusuf, katanya: Nenekku dan ayahku, Abraham dan Ishak, telah hidup di hadapan Allah; Allah itu, sebagai Allah yang telah menjadi GEMBALAKU selama hidupku sampai sekarang.’”


Yakub pernah menjadi gembala, maka ia membandingkan hubungannya dengan Allah seperti hubungan GEMBALA  dengan domba-dombanya. Yakub, bapa leluhur bangsa Israel, mengenal adanya satu hubungan yang seperti itu. Setelah mengalami banyak perubahan dramatis dan kehilangan orang-orang terkasih di sepanjang perjalanan hidupnya, Yakub menyadari adanya Pribadi yang senantiasa hadir dalam hidupnya. Ia berdoa, “Allah yang telah menjadi GEMBALAKU selama hidupku sampai sekarang . . . kiranya yang memberkati orang-orang muda ini” (Kej. 48:15-16).


Sejak lahir, dalam masa pertumbuhan, hingga mencapai usia tua, seekor domba selalu dirawat gembalanya siang-malam. Ia menuntun dombanya pada siang hari dan menjaganya pada malam hari. Daud yang juga seorang GEMBALA memiliki keyakinan yang sama, tetapi ia menyoroti dimensi kekekalan dari hubungan itu dengan mengatakan, “Aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa”. Namun, alangkah indahnya mengetahui bahwa kita dapat menjalin sebuah hubungan yang kekal selamanya dengan Allah. Sang GEMBALA Agung telah berjanji untuk menyertai kita setiap hari di sepanjang keberadaan kita di dunia (Mat. 28:20). Dan ketika kehidupan di atas bumi ini berakhir, kita akan tinggal semakin dekat dengan-Nya.Amin

Doa:
Bapa, kami mengucap syukur karena Engkaulah GEMBALA  hidup kami. Kami  memuji kesetiaan-Mu. Amin.

Tuhan memberkati!


#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#StraightUpSeries

Note:
Jangan lupakan pembacaan alkitab kita hari ini: 
PL: Mazmur 107 
PB: -

#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#ImFavored

Sunday, 29 July 2018

29 Juli 2018

Straight Up Series






Hari: Minggu, 29 Juli 2018
#StraightUp
#DisayangGEMBALAKU
Bacaan: Mazmur 23:1-6


Seberapa pun seringnya kita membaca atau mendengarkan Mazmur 23 yang sudah begitu kita kenal,  ini seolah menyegarkan kembali pesan pasal tersebut tentang pemeliharaan Tuhan / KASIH SAYANG bagi kita.

Mazmur 23:1-6 (TB)  Mazmur Daud
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.. .
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; 
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. 
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. 
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. 
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. 

Gambaran ini tidak asing bagi mereka yang mendengarkan Yesus berkata, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya” (Yoh. 10:11). Tidak seperti seorang upahan yang melarikan diri dari bahaya, gembala yang baik justru mendampingi domba-dombanya demi melindungi mereka. “Sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari . . . . Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku” (ay. 12-14).

Apa pun yang kita  hadapi hari ini, Yesus mengenal nama kita/MENYAYANGI/MENGASIHI kita apa adanya, Dia mengetahui bahaya apa yang mengancam, dan Dia tidak akan meninggalkan kita. Dengan penuh keyakinan, kita  dapat berkata: Tuhan Gembalaku menjagaku dengan baik! MENYAYANGI-ku dengan KASIH YANG TAK TERBATAS. Anak Domba yang mati untuk menyelamatkan kita adalah Gembala yang hidup untuk membimbing kita dan MENYAYANGI kita sedemikian rupa. Amin.

Tuhan memberkati!


#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#StraightUpSeries

Note:
Jangan lupakan pembacaan alkitab kita hari ini: 
PL: Mazmur 103
PB: 2 Petrus 3

#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#ImFavored
#HappySunday
#HappyServingGod
 

Saturday, 28 July 2018

28 Juli 2018

Straight Up Series







Hari: Sabtu, 28 Juli 2018
#StraightUp
#JembatanKasih
Efesus 5:2 (TB), dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.


Tuhan menunjukkan kepada kita “KASIH ABADI” yang sejati secara terbuka di tempat umum. Dia menyatakan kasih-Nya di atas kayu salib saat Dia menyerahkan nyawa-Nya demi pengampunan dosa manusia. Dan Dia terus menunjukkan KASIH-Nya kepada kita dari hari ke hari. Keselamatan bukanlah semata-mata sebuah janji bahwa kita akan menikmati kekekalan bersama Allah, tetapi juga merupakan pengalaman menerima pengampunan, jaminan, pemeliharaan, dan anugerah dalam hubungan kita dengan-Nya sehari-hari. 

KASIH  Yesus kepada kita merupakan dasar dari tantangan Paulus agar kita “[hidup] di dalam KASIH” DENGAN SESAMA (Ef. 5:2). Kasih Allah Bapa MEMANPUKAN  kita untuk berlaku sabar dan baik. Melalui Anak-Nya, Dia telah memberikan kita TELADAN dan cara terbaik untuk MENGASIHI SATU SAMA LAIN —untuk selamanya.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah belajar MENGASIHI orang lain? Tindakan apa yang dapat kita lakukan hari ini untuk semakin bertumbuh dalam KASIH? Yesus menunjukkan kepada kita cara MENGASIHI: PENGORBANAN-NYA, KASIH-NYA sehingga kita DISELAMATKAN.

SUDAHKAH KITA MENJADI JEMBATAN KASIH untuk orang-orang yang belum mengenalNYA MELALUI KASIH KITA, MELALUI PERBUATAN KITA SEHARI-HARI? Sehingga hidup mereka pun diselamatkan? Amin.

Tuhan memberkati!


#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#StraightUpSeries

Note:
Jangan lupakan pembacaan alkitab kita hari ini: 
PL: -
PB: 2 Petrus 2

#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#ImFavored
#HappyLongWeekend
#HappyWithUrFam

Friday, 27 July 2018

27 Juli 2018

Straight Up Series







Hari: Jumat, 27 Juli 2018
#StraightUp
#MENJADIJEMBATAN
Yeremia 17:5-10 (TB), Beginilah firman TUHAN: Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.’”


Alkitab membandingkan seseorang yang mengandalkan Allah dengan “pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air” (Yer. 17:8). Karena akar-akarnya mendapat asupan yang cukup, pohon tersebut dapat bertahan menghadapi segala perubahan suhu. Sepanjang musim kemarau, pohon itu pun tetap berbuah.

Seperti sebatang pohon yang berakar kuat, orang yang mengandalkan Allah memiliki stabilitas dan vitalitas meskipun berada dalam situasi-situasi yang buruk. Sebaliknya, orang yang mengandalkan sesamanya manusia sering tidak memiliki stabilitas dalam hidupnya.

Alkitab membandingkan mereka dengan semak bulus di padang belantara yang sering kekurangan cairan dan tumbuh menyendiri (ay.6). Demikianlah kehidupan rohani orang yang meninggalkan Tuhan.

Di manakah akar-akar kita menancap? Apakah kita berakar di dalam Yesus? (Kol. 2:7). Apakah kita telah MENJADI JEMBATAN  yang mengarahkan orang lain datang  kepada-Nya? Jika kita mengenal Kristus, kita dapat menyaksikan/MENJADI JEMBATAN  kebenaran ini: Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan (Yer. 17:7).


Jadikan Tuhan Yesus segala-galanya, dalam kehidupan kita, dalam hidup sehari-hari Dialah Penopang yang teguh. Hembusan pencobaan yang kuat sekalipun takkan dapat menghempaskan seorang yang berakar di dalam Tuhan. JADILAH JEMBATAN untuk orang-orang yang belum mengenalNYA sehingga hidup mereka pun diselamatkan. Amin.

Tuhan memberkati!


#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#StraightUpSeries

Note:
Jangan lupakan pembacaan alkitab kita hari ini: 
PL: Mazmur 92
PB: 2 Petrus 1

#LoveGod
#LovePeople
#lovethebible
#ImFavored