Monday, 31 August 2015

MY HONOUR #5

 MY HONOUR



MY HONOUR #5
-Melayani-
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 30 Agustus 2015)



Dalam sebuah analisa, dari 50 pendapat orang kenapa mereka marah sama Tuhan…

Ditemukan fakta menarik… 22 dari 50 orang (hampir setengah)…mereka menceritakan perasaan mereka sama Tuhan, karena menurut mereka Tuhan gagal menjawab apa yang mereka mau (Tuhan tidak melakukan apa yang menurut mereka harusnya Tuhan lakukan).

Pernah marah sama Tuhan, karena menurut kita Tuhan tidak melakukan apa yang menurut kita harusnya Tuhan lakukan?

Kesalahan manusia: kita berpikir…
-Kita berbuat sesuatu, dengan harapan Tuhan mau mengikuti kita
-Kita berbuat sesuatu, dengan harapan Tuhan mau memberkati kita
-Kita berbuat sesuatu, untuk mengontrol Tuhan

Baca: Kisah Para Rasul 17:22-25

YESAYA 55:6
“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNya selama Ia dekat!”


OLEH SEBAB ITU PAULUS MENEKANKAN ini di sidang itu…
24Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia,
25dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.

Yang buat kita semua (semua manusia, semua orang, semua suku, semua warna kulit) BERARTI:

A)    Kita perlu MELAYANI karena mengingatkan kita tentang ANUGERAH dan KASIH KARUNIA Yesus Kristus

Tuhan tidak perlu kita, kita yang perlu Dia! Kita perlu melayani, karena mengingatkan besar cinta kasihNya kepada kita.

B)    Kita perlu MELAYANI karena merupakan sebuah KEHORMATAN

Dia memilih mengijinkan kita TERLIBAT. Bagaimana Tuhan yang kudus mau dilayani oleh tangan yang tidak kudus? TAPI DIA IJINKAN KITA, oleh sebab itu kalau kita bisa melayani – itu sebuah kehormatan. Bagaimana Tuhan yang kudus mau dilayani oleh saya yang biasa-biasa? Tapi DIA IJINKAN SAYA, oleh sebab itu kalau saya bisa melayani – itu sebuah kehormatan.

Kita perlu melayani Dia, karena kita menerima kehormatan ketika kita melayani Tuhan. Kita melayani  bukan karena kita menyogok Tuhan dengan kebaikan manusia. Kita melayani karena merupakan sebuah kehormatan.

C)    Kita perlu MELAYANI karena KITA dilayani sementara kita MELAYANI

Ayat 27 supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sadarkah kita, saat kita melayani… Tuhan melengkapi kita dengan kuasaNya, dengan kekuatanNya, dengan anugrahNya? Bukan hanya mudah-mudahan, tapi sesungguhnya kita dijamah dan dipakai oleh Tuhan.


Kita melayani karena kita dilayani oleh Tuhan “sementara” kita melayani Tuhan. Take The HONOUR; Remind yourself with MERCY… Ambil kehormatan yang Tuhan beri, terus mengingat kasih dan anugerah yang Yesus berikan.

MY HONOUR #4

MY HONOUR


 MY HONOUR #4
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 23 Agustus 2015)


INTRO:
Pernakah Anda dengar cerita tentang orang yang tidak percaya Yesus sebagai Tuhannya, lalu dapat penglihatan ketemu Yesus, lalu orang tersebut bertobat?
Di Alkitab pernah juga ada orang diselamatkan karena pengelihatan. SAULUS, ahli soal taurat, dan kemudian menyiksa orang Kristen, tetapi ia  dapat PENGELIHATAN dari Tuhan sendiri. Tuhan itu masih bekerja sampai saat ini untuk  menyelamatkan orang lebih cepat daripada kita dan ini selalu terbukti.
Cerita yang Anda dengar dan seperti Saulus jadi Paulus itu luar biasa dan seolah-olah , ini membuat berpikir bahwa Tuhan luar biasa dan sebenarnya Tuhan tidak  perlu manusia untuk MENYELAMATKAN orang  yang terhilang.  Tuhan ajaib, dahsyat dan perkasa, siapa yang bisa lari dari pengelihatan itu, dan Tuhan tidak  perlu manusia, Dia Yesus Tuhan Allah Maha Kuasa.
TAPI, Tuhan bukan Tuhan yang mau kerja sendiri. Dia ingin hidup kita berguna, dan Dia memberi KEHORMATAN untuk kita dapat terlibat dalam MENYELAMATKAN orang lain.

BODY:
Matius 28:19 – Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (20) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
Ayat ini bukan ayat keharusan atau kewajiban bagi kita. Tapi ini justru ayat kehormatan bagi kita. Karena  seharusnya Tuhan tidak perlu kita untuk merubah orang, tapi Tuhan kasih kita kehormatan untuk  terlibat.
Evangelism is More Than a Commandment (PENGINJILAN – cerita tentang Yesus ke orang lain itu lebih dari sekedar perintah).

Yohanes 7:38
Ibrani  5:9

Bagaimana untuk  cerita ke orang lain?
1.  INVEST
Ini yang selalu kita ingatkan, jangan hanya mengajak orang ke gereja . Anda harus invest dalam hidup mereka, maka Anda baru bisa mengajak mereka. Seringkali orang hanya mengajak saja, oleh karena itu beberapa yang belum percaya  jengkel dengan orang Kristen.  Kita  perlu belajar  invest dulu dalam hidup orang. Invest artinya: membangun hubungan dengan orang yang Anda ajak.
Sebaliknya jangan hanya bangun hubungan tanpa mengajak , jadinya hubungan makin tidak terarah
Saat bangun hubungan  bicara / membahas tentang apa ?

2.  INVITE
Ada 3 cerita. Sebelum, saat, dan  sesudah. Sebelum kenal Tuhan hidup kita cerita realitas kehidupan kita. Ini membuat dasar  yang menolong mereka pada halaman yang sama. Istilahnya di momen  ini kita menceritakan bahwa Yesus itu Tuhan untuk orang berdosa. Lalu saat mengalami perjumpaan dengan Tuhan, ceritakan pengalaman Anda
Bagian terakhir waktu kita sesudah mengalami kasih Tuhan, bagaimana perubahan hidup kita. Meskipun kita tidak sempurna, tapi ada perubahan yang membuat kita makin mengasihi Tuhan, meninggalkan kebiasaan buruk, lebih mengasihi, mudah mengampuni, murah hati, dan sebagainya.

3.  PERUBAHAN HIDUP
Yehezkiel 36: 26
Yohanes 3 : 16
1 Petrus 3: 15
Roma 1:16, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.”
Mazmur 118:1, “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” 
Filipi 4:7, “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus”


MY HONOUR #3

MY HONOUR


 MY HONOUR #3
“Discipleship”
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 16 Agustus 2015)


Bagi manusia, penting bagi kita untuk TIDAK HANYA mengalami Self-Development, TAPI juga SPIRITUAL-Development.

MENGAPA SPIRITUAL DEVELOPMENT? Karena orang yang mengalami Self Development belum tentu mengalami Spiritual Development. Tapi orang yang mengalami SPIRITUAL DEVELOPMENT, akan mengalami Self Development.

A)    Penjelasan WHY Spiritual Development
Manusia terdiri dari tiga bagian karena dia diciptakan dalam gambar dan rupa Tuhan. “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita” (Kejadian 1:26). Kita tahu bahwa Tuhan adalah Tritunggal.
Alkitab berikut ini jelas meneguhkan fakta manusia terdiri dari tiga bagian yaitu roh, jiwa, dan tubuh: Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita (1 Tesalonika 5:23) + Ibrani 4:12.

- “Tubuh” berhubungan dengan dunia materi melalui 5 cara yaitu “melihat,” “mencium,” “mendengar,” “merasa” dan “meraba.”
- Pintu masuk “Jiwa” adalah “imajinasi,” “kesadaran,” “Ingatan,” dan “perasaan.’
- “Roh” menerima kesan dari luar dan hal materi melalui jiwa. Indra dari “Roh” adalah “Iman,” “Pengharapan,” “Hormat,” “Doa” dan “Pujian”

Alkitab berkata: “Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian” (Job 32:8). Melalui rohnya orang Kristen melayani dan memuji Allah. Paulus bersaksi: “Karena Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya” (Romans 1:9). Yesus berkata: “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran” (John 4:24).

Illustrasi:
Tubuh dan jiwa membutuhkan roh yang sehat dan kuat, sama seperti radio membutuhkan listrik.

Tantangan yang kita hadapi adalah Setan tahu bahwa dia tidak bisa mengusik orang yang rohnya sudah diisi dengan Roh Kudus. Tetapi setan bisa mempengaruhi area tubuh dan jiwa kita.
Oleh karena itu, SELF DEVELOPMENT saja tidaklah cukup. Self Development hanya menyentuh area tubuh dan jiwa kita. Self Development saja tidak cukup, karena Anda akan berperang sendiri melawan setan yang tiap hari, tiap waktu berusaha merusak kita.
Kita perlu SPIRITUAL DEVELOPMENT, sebab saat rohani kita kuat, itu akan mempengaruhi jiwa dan tubuh kita.

Tubuh, jiwa, dan roh tidak bisa dengan sendirinya membentuk manusia secara keseluruhan/utuh, tapi harus “roh dan jiwa dan tubuh” yang sehat dan yang seimbang.

B)    PEMURIDAN Aspek Pendorong SPIRITUAL DEVELOPMENT
Text: LUKAS 10:38-42 (perlu dibaca ulang di komsel).
Penjelasan: Di zaman itu, tidak semua orang punya kesempatan untuk bisa belajar. Tidak semua orang punya kesempatan untuk dimuridkan dan ditraining. Sebab, di zaman itu, untuk dimuridkan dan ditraining, hanya sedikit orang laki-laki saja yang bisa punya kehormatan dan kesempatan itu.
Ketika laki - laki terpilih untuk dimuridkan dan ditraining, mereka mendapat kehormatan untuk mengikuti Rabi itu dan meniru semua yang Rabi itu lakukan.
Perempuan, tidak pernah bisa menerima kesempatan dan kehormatan untuk dimuridkan. Sehingga, waktu Yesus menjadi sahabat bagi Martha dan Maria, mereka berdua sangat senang dan menyadari bahwa sebuah kehormatan kalau YESUS mau memuridkan mereka.

Pertanyaan bagi kita: masihkah kita merasa terhormat ketika YESUS mau memuridkan kita lewat gereja lokal kita?

Selama Yesus melayani di dunia, unsur yang sangat menjadi GAYA HIDUP YESUS sendiri adalah menyediakan RELATIONSHIP dan DISCIPLESHIP bagi orang yang ada di sekitarnya. Bagi Yesus, Relationship dan Discipleship sangat penting.
Yesus bukan hanya fokus kepada Self Development seseorang, tapi Yesus ingin melihat SPIRITUAL DEVELOPMENT orang terbangun. Karena dari SPIRITUAL DEVELOPMENT maka Self Development akan juga terbangun.

Martha reseprent - tentang pentingnya orang berbakat, bertalenta dan melayani.
Maria represent – tentang pentingnya orang menyediakan waktu dan hati untuk dimuridkan, didisiplin, dibina, dimentor, dan diajar. Mana yang lebih penting? Dua-duanya penting.

Tapi perhatikan prinsipnya:
Anda bisa melakukan kegiatan rohani tanpa mengalami pertumbuhan rohani; tapi Anda tidak bisa mengalami pertumbuhan rohani tanpa melayani secara rohani.
-Artinya: kita bisa melakukan aktivitas agama, tanpa mengalami pertumbuhan rohani, dan itu namanya aktivitas.
Tapi kalau orang bertumbuh secara rohani, mereka pasti akan melayani secara rohani, dan itu namanya SERVANTHOOD.
Kenapa Yesus sempat menegur Martha yang bertalenta, berkemampuan tinggi dan yang sibuk melayani? Karena YESUS concern dengan SPIRITUAL DEVELOPMENT seseorang! Dan PEMURIDAN ADALAH ASPEK PENDORONG SPIRITUAL DEVELOPMENT!

Kalau ada 1 hal yang membuat kita bisa mahir, bertumbuh, makin jago, makin skillful, makin berkarakter, makin berkembang, apa itu? 1 hal itu adalah pentingnya DISCIPLESHIP (PEMURIDAN). Apa itu artinya menjadi murid? Apa kualitas/karakteristik murid? Murid adalah menjadi orang yang mau: BELAJAR DI DISIPLIN & DITRAINING.

Tanpa kualitas Murid, seseorang tidak akan bisa mengalami Spiritual Development.



MY HONOUR #2

 MY HONOUR



MY HONOUR #2
“Worship II”
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 09 Agustus 2015)


Kita semua sadar bahwa hidup ada UP ada DOWN. Ada pengalaman MENANG, ada pengalaman KALAH.
Dan kenyataan yang terjadi, kadang kita tidak tahu bagaimana bersikap saat kita lagi UP, dan kadang kita juga tidak tahu bagaimana bersikap saat kita lagi DOWN.
Dan yang sering terjadi, kita sibuk: memikirkan past performance kita sampai kita merasa Tidak Mampu untuk menghadapi kesempatan masa depan.

Kita tidak bisa memungkiri bahwa kadang ada momen dimana kita merasa kuat dan semangat, tapi kadang ada momen dimana kita merasa lemah dan kehilangan semangat.
Tapi, Tuhan itu tahu sangat persis apa yang kita butuhkan, dan itu sebuah kehormatan besar bagi kita.
Dalam cerita yang akan kita baca, kalau Tuhan bisa mengerti kebutuhan kita dan menunjukkan cara untuk menolong kita, itu sebuah KEHORMATAN.

TEXT: 1 Raja raja 19:4-15

Cerita Nabi Elia, sama persis dengan setiap kita. Kita mengalami UP dan DOWN. Kita mengalami menang dan kalah. Dan Tuhan menunjukkan sebuah kehormatan yang Tuhan percayakan kepada kita, yaitu: THE POWER of FELLOWSHIP (KUASA PERSEKUTUAN).


Nabi Elia, memiliki 2 perjumpaan yang memberi kekuatan buat hidupnya:
Yang Pertama: dengan Malaikat. Ini bicara tentang pentingnya setiap orang untuk punya komunitas dan fellowship dengan orang-orang seiman, segereja (ber-KOMSEL).

Yang Kedua: dengan Tuhan. Ini bicara tentang pentingnya bersekutu dengan Tuhan, lewat pujian penyembahan, baca firman, beribadah dan mendengarkan firman!

  1. KEHORMATAN BERSEKUTU MELALUI FIRMAN DAN SAUDARA SEIMAN

Kita sangat percaya firman Tuhan itu hidup dan aktif. Ibrani 4:12, “sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata duapmanapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”

Tapi, BER-KOMUNITAS itu sama pentingnya dengan membaca Alkitab.
Banyak orang meninggalkan Tuhan, hidupnya berantakan, hidupnya sembarangan, ada yang hidupnya makin kacau, BUKAN karena mereka tidak punya Alkitab (bahkan beberapa dari mereka, Alkitabnya lebih dari 1, tercecer di semua bagian rumah), TETAPI, karena mereka tidak punya orang lain (tidak punya komunitas) untuk berjalan bersama mereka.

Ada banyak orang yang masuk kembali kepada lifestyle-nya yang jelek, hubungan yang salah, BUKAN karena mereka tidak bisa menemukan Alkitabnya, TETAPI karena mereka tidak punya kawan seiman yang bisa memperhatikan dan menjadi kawan akuntabilitas.
Kita sangat mengakui kekuatan firman Tuhan. Itu merubah hati, pikiran saya. Bahkan firman Tuhan menjawab pertanyaan-pertanyaan kehidupan. Firman Tuhan memberi jawaban-jawaban kehidupan.

TAPI, harus diakui, Hidup kita di-UBAHKAN, karena adanya orang-orang dalam kehidupan kita yang mencontohkan kepada kita apa artinya mengikut YESUS dalam hidup sehari-hari dan mengajak kita masuk dalam perjalanan bersama Yesus!  

Orang-orang di sekitar kita inilah yang menjadi faktor  yang membuat firman itu jadi hidup bagi kita, dan kembali lebih dekat dengan YESUS (sehingga tidak makin menjauh dari Tuhan).

Tantangan yang kita hadapi adalah: Orang percaya lupa bagaimana rasanya menjadi orang yang lahir baru (dibarui di dalam Yesus).
Kita lupa bahwa kita tidak hanya perlu diisi dan dibombardir dengan pengetahuan Alkitab, tapi kita perlu juga diundang untuk masuk ke sebuah kelompok (komsel) untuk bersama belajar menjadi pengikut YESUS yang baik dalam hidup sehari-hari.

Banyak orang Kristen yang bingung dan sendirian. Mereka baca Alkitab, tapi mereka masih bergumul dengan pergumulan pribadi mereka, dan bergumul dengan orang-orang yang salah.
Bahkan, orang baru maupun orang lama, yang pergi ke acara dikasih Alkitab, itupun tidak dibaca, dan pemberian Alkitab itu tidak menyelesaikan kerinduan seseorang yang terdalam, yaitu bersekutu dengan saudara seiman.


*Tahukah Anda kenyataan ini?
GEREJA MULA-MULA tidak pernah punya ALKITAB untuk tiap jemaat selama 300 tahun!!
Dan perlu diketahui, kebanyakan masyrakat zaman dulu tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis!!

** Selama 300 tahun mereka tidak punya Alkitab, TAPI yang mereka punyai adalah SATU SAMA LAIN! Dan kasih mula-mula mereka terhadap YESUS yang begitu menular!!!

Yesus nggak pernah kasih Alkitab kepada murid-muridnya dan berharap mereka akan “mengerti sendirinya”.
Yesus ajak mereka untuk ikut Dia, berkelompok bersama Dia, dan hampir tiap kali Yesus mencoba ngajak soal Ayat alkitab , murid-murid ini garuk-garuk dan kebingungan karena tidak mengerti.
TAPI… justru karena berkelompok (berkomsel) dengan Yesus, pria-pria ini membuat revolusi besar-besaran yang memberi dampak kepada dunia.
KARENA, mereka berkomunitas dengan YESUS!!!

Tuhan kasih kita kehormatan untuk berkomsel, bukan untuk kepentingan Tuhan, tapi untuk menjawab kebutuhan kita sendiri, agar kita bisa bertumbuh.

(Pernahkah Anda bayangkan, Tuhan secara sengaja set up yang namanya gaya hidup berkomunitas, supaya Anda tidak sendiri dalam hidup, tapi supaya kita bisa punya satu sama lain untuk maju dalam hidup! Itu kehormatan!




  1. KEHORMATAN BERJUMPA DENGAN TUHAN

Kita harus cinta firman Tuhan, bersekutu dengan Tuhan dan di saat bersamaan kita harus cinta berkomsel (berkelompok dengan kawan segereja).

Di 1 Raja 19. Elia mendapat kekuatan setelah berjumpa 2 kali dengan malaikat. Dan dia berlari 40 hari sampai ke sebuah gua. Dan saat dia ada di gua. Tuhan panggil Elia keluar dari gua tersebut.
Saat Elia keluar dari gua, Tuhan menemui dia, dalam angin sepoi-sepoi dan berbicara kepada dia. PERHATIKAN: Tuhan secara sengaja memanggil Elia keluar dari gua, untuk ngobrol, komunikasi dengan Tuhan! What an honor!
Dari perjmpaan itu Elia justru melangkah untuk kembali melakukan apa yang dia lakukan.
“You receive something when you encounter Jesus.”

KONKLUSI:
Di AOC, kita percaya bahwa kita tidak bisa menjalani hidup sendirian.
Jujur, buat saya pribadi, salah satu hal terpenting dalam hidup yang bisa membuat kita tetap dekat dengan Yesus adalah kawan-kawan rohani yang bisa tertawa dan menangis bersama ketika kita dalam kebutuhan.
Dan salah satu cara untuk bisa tetap dekat dengan Tuhan adalah punya kawan-kawan rohani lewat Kelompok Sel.


Sebuah Kehormatan dari Tuhan, kalau Tuhan secara sengaja memikirkan kawan-kawan rohani untuk mendampingi perjalanan hidup kita, supaya kita makin dekat dengan Tuhan dan makin maju dalam hidup!

MY HONOUR #1

MY HONOUR



 MY HONOUR #1
“Worship I”
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 02 Agustus 2015)


Saat Anda pergi ke gereja, pernahkah Anda bertanya:
- Kenapa di gereja sering ada nyanyi-nyanyi?
- Kenapa orang kalau nyanyi bisa nangis-nangis?
- Kenapa loncat-loncat? Kenapa tepuk tangan??
- Kenapa tidak langsung saja khotbah?
- Terus bahasa-bahasa aneh-aneh itu…

Atau excuse ini:
- Ah, tidak apa datang terlambat, toh mereka masih nyanyi-nyanyi
- Datangnya setelah mereka selesai menyanyi saja
- Aku tidak telat kok, mereka kan tadi masih nyanyi, belum khotbah

Kisah Para Rasul 16
Kisah 16:24-25 “tengah malam...”
Tengah malam seringkali menjadi waktu-waktu yang ‘gelap’ bagi kehidupan kita. Kadang saat kita menyelesaikan hari kita, kita physically lelah… Kita capek sekali, kemudian sebelum tidur, kita merenungkan semua yang terjadi selama satu hari (terutama hal-hal yang bikin jengkel, yang menyakiti hati kita, atau hal-hal yang sedang occupy pemikiran kita…). Kita bisa jadi negatif, makin jengkel…

Ini juga bisa diartikan sebagai momen-momen sulit kehidupan kita. Waktu kita melihat masalah dalam keluarga, pekerjaan, keuangan, dll… Apa yang harus kita lakukan di waktu-waktu yang seperti ini??? Ternyata WORSHIP!!! Menyembah!!!

Itu yang dilakukan Paulus & Silas.
Mereka sedang berada di sebuah situasi/circumstance yang sangat negatif. Penjara adalah lingkungan yang sangat negatif. Bahasa penjara negatif. Perilaku orang di sana negatif.

Paulus & Silas telah seharian dipukuli, masuk penjara!! They had every reason to be negative!!! (Mereka punya semua alasan untuk negatif. Tapi apa yang mereka lakukan? Berdoa, menyanyikan pujian, & menyembah!!)

Seringkali perasaan kita: “But I don't feel like it... I'm not in the mood...” (Aku lagi nggak mood. Situasiku lagi nggak enak. Orang mikir apa nanti kalau aku bertingkah aneh menyembah gitu?)

A)    Kita Harus MENYEMBAH (Walaupun Kita Sedang Tidak Ingin)

Worship costs something.
Markus 14:3-4 – Minyak narwastu adalah sebuah parfum yang biasanya diberikan kepada seorang anak perempuan untuk dibawa dia setelah dia menikah. Botolnya tidak bisa dibuka kemudian ditutup lagi. Untuk membuka minyak ini, botolnya harus dipecah dan digunakan semua. Tidak bisa ditutup kemudian di re-use lagi.

Kita mungkin akan berada dalam situasi-situasi yang sulit dalam hidup kita. Situasi dimana kita merasa kita terpenjara, kita sedang dibelenggu. Tapi justru momen dimana kita sedang low, down, penyembahan yang sesungguhnya keluar dari diri kita.
Kita punya pilihan – antara menyalahkan Tuhan (padahal aku sudah mau percaya Tuhan, padahal aku melayani, padahal…), atau kita berseru kepada Tuhan melalui doa, pujian, & penyembahan. 

(1 Tawarikh 21:24-26 , Kejadian 22:5)

Kita harus secara sengaja memilih untuk menyembah.

B)    Apa yang Kita Lakukan Secara Fisik, Memberi Dampak kepada Hal-Hal  yang Tidak Kelihatan

Apa yang kita percayai di hal yang tidak kelihatan, akan terpancar di fisik kita.

Kisah 16:25
“Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.”

Kisah 16:26
“Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah, dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.”

Sendi, pintu, belenggu (rantai) - foundations, doors, chains.
Foundations/sendi penjara à hal-hal yang tidak kelihatan.
Doors/pintu à jalan/kesempatan-kesempatan untuk hidup kita.
Chains/rantai à hal-hal yang kelihatan, yang bersentuhan dengan hidup kita. Contoh: perubahan dalam hidup orang; mujizat yang bisa kita lihat.

What we do in the physical realm, does something to the unseen realm. What we believe in the unseen, will be reflected in the physical realm.
(Apa yang kita lakukan secara fisik, memberi dampak kepada hal-hal yang tidak kelihatan. Apa yang kita percayai di hal yang tidak kelihatan, akan terpancar di fisik kita).

“The first element in worship is adoration. The Hebrews expressed this by their posture & not alone by their word.”
Elemen pertama dalam penyembahan adalah pengagungan. Orang Ibrani mengekspresikannya melalui gerakan tubuh mereka, dan bukan hanya melalui kata-kata.

Kenapa nyanyi-nyanyi tiap minggu?
Kenapa ada Sound of Praise, dan keluarkan banyak uang untuk Sound of Praise?
Kenapa kalau kita nyanyi harus lompat-lompat, harus keluar suara yang keras?? Kenapa harus angkat-angkat tangan segala??

Karena ini!!!!
Karena kita ingin banyak orang merasakan kuasa pujian & penyembahan ini. Mujizat ini!!! Yang tidak mungkin menjadi mungkin!!

Kalau Anda baca lebih jauh, kepala penjara sekeluarga diselamatkan! Tidak ada khotbah, tidak ada KKR. Hanya pujian & penyembahan… Keselamatan terjadi!!!

SO NOW WHAT?
Let's worship. Let's be bolder in our worship. Mari menjadi lebih berani dalam penyembahan kita.
Ayo kita keluar suara yang lebih keras. Ayo kita ekspresif, belajar mengangkat tangan, belajar berekspresi dengan gerakan tubuh kita.

Yakobus 4:8 “mendekatlah kepada Allah dan ia akan mendekat kepadamu.”
Janji Tuhan hari ini: Mendekatlah kepada Tuhan dan Ia akan mendekat kepada kita. Dia tidak membiarkan kita. Dia akan mendekat kepada kita.

Bill Johnson - “if you have 5 minutes to pray, spend the first 3 minutes to worship, and see what your prayer would turn into.”
(Kalau Anda punya 5 menit untuk berdoa, luangkan waktu 3 menit untuk menyembah, dan lihatlah apa jadinya momen doa Anda”).



31 Agustus 2015

MY HONOUR




My Honour: “Melayani”. 2 Tim 1:9, “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman.” Kita perlu ‘melayani’ karena mengingat-kan kita tentang anugerah & kasih karuniaNya, sebuah kehormatan kalau kita bisa melayani & kita juga ‘dilayani’ sementara kita ‘melayani’. Amin. Sudahkah kita mendedikasi-kan hidup kita untuk “melayani DIA”? Ambil kesempatan yang membuat kita berbeda yaitu “MELAYANI”. Ada banyak bentuk pelaynan yang bisa kita lakukan di gereja lokal kita masing-masing: 1) Pelayanan Sekolah Minggu; 2) Pelayanan Buletin/Warta Gereja; 3) Pelayanan SoundMan, Lighting, Hospitality, Usher, Edukasi, Worship Director, Remaja, Multimedia, Kreatif, Konsumsi, Dekorasi, Musik, Promosi & Connect Center J. Mari melayani dengan HATI yang tulus, percayalah Tuhan sudah menyediakan upahNya bagi kita. Amin.

Respon 1
Ulangan 31:6, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” Awali minggu yang baru ini dengan percaya bahwa Tuhan besertamu. Have an awesome week. (GNCC)

Respon 2
Renungan Pagi. Senin, 31 Agustus 2015. Bahan Bacaan: Matius 13:31-33. Nats: Apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar daripada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya (Matius 13:32). PENGARUHNYA SEMAKIN BESAR. Di Indonesia, arus listrik sering padam. Entah karena kerusakan teknis atau pemadaman bergilir. Hal ini sangat meresahkan, karena masyarakat sudah sangat bergantung pada listrik. Dulu, listrik dipakai hanya sebatas menyalakan lampu. Kini, pemakaiannya merambah ke segala bidang. Hampir semua kegiatan memerlukan listrik: mendinginkan ruangan, menjalankan mesin, menonton televisi, menyalakan komputer, dan lain-lain. Pengaruhnya semakin besar. Tidak bisa lagi kita hidup nyaman tanpanya! Pengaruh atau dampak Kerajaan Surga juga begitu. Ia seumpama biji sesawi. Mula-mula kecil mungil. Tak terasa hadirnya, apalagi dampaknya. Namun, setelah tumbuh, ia menjadi pohon besar tempat bernaung burung-burung. Dampaknya sangat terasa. Burung-burung tak bisa hidup nyaman tanpanya. Kerajaan Surga juga seumpama ragi dalam adonan. Ketika ditaruh sejumput, tampaknya tidak terjadi apa-apa. Namun, perlahan tetapi pasti, 3-sukat adonan (hampir 40 liter) akan dipengaruhi hingga mengembang. Itulah yang terjadi saat kita hidup dalam Kerajaan Surga. Sewaktu baru beriman pada Kristus, mungkin Tuhan dan Firman-Nya belum terlalu memengaruhi hidup. Tetapi, makin lama dampaknya makin besar. Kristus dan Firman-Nya memengaruhi pikiran dan hati. Mewarnai setiap aksi. Menjadi sumber inspirasi. Hidup dalam Kerajaan Allah tak pernah statis. Ada pertumbuhan. Pengaruh Kristus seharusnya semakin terasa, hingga kita tak nyaman lagi hidup tanpa merasakan kehadiran-Nya. Seberapa besar Yesus telah memengaruhi cara pikir, sikap, dan tindakan Anda? IMAN yang HIDUP SELALU BERGERAK MAJU TIDAK PERNAH BERHENTI DI TEMPAT. Tuhan Yesus memberkati.

Respon 3
Senin, 31 Agustus 2015. Bacaan: Daniel 3:8-30. Setahun: Ratapan 3-5. Nats: Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu (Daniel 3:18). AKU BERSERAH. Ketika menyanyikan lagu, “Berserah kepada Yesus, tubuh roh dan jiwaku,” saya teringat akan pergumulan ayah saya dengan suatu penyakit terminal. Dokter mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk berumur panjang. Kami berdoa untuk kesembuhan beliau. Namun, titik terjadinya mukjizat berlangsung ketika ayah berdoa, “Jadilah kehendak-Mu, aku berserah kepada-Mu.” Jamahan Tuhan terjadi. Ayah saya merasakan rasa hangat pada organ-organ tubuh yang sakit dan ia pun sembuh sempurna seketika. Ketika menghadapi ancaman hukuman mati karena tidak mau menyembah berhala, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego berserah pada Tuhan. Mereka mengatakan bahwa sekalipun Tuhan tidak menyelamatkan mereka, mereka tetap tidak mau menyembah berhala yang didirikan oleh raja Nebukadnezar. Pada akhirnya Tuhan menolong mereka. Sikap berserah mereka pada gilirannya membuat raja Nebukadnezar menyaksikan kuasa Tuhan dan berbalik memuliakan nama-Nya. Tuhan Yesus mengajarkan kita berdoa, “Jadilah kehendak-Mu” (Matius 6:10). Rolland Baker, seorang pendeta, mengatakan bahwa iman bukanlah soal meminta Tuhan memberikan kepada kita sesuatu yang kita inginkan. Sebaliknya, beriman berarti percaya pada Tuhan dan pada kehendak-Nya. Meskipun mungkin berbeda dari keinginan kita, kehendak Tuhan itu baik dan sempurna, melampaui kehendak kita. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa depan, tetapi Tuhan mengetahui semuanya. Marilah beriman pada-Nya! --Ni Made Taganing Kurniati. BERSERAH MENUNJUKKAN KEPERCAYAAN PADA KEHENDAK TUHAN. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 4
“Saat kita berakar di dalam Firman, pohon kehidupan kita justru menjulang tinggi.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 5
PENDAMPING YANG MANIS. Bacaan: Yohanes 14:15-26. NATS: Roh Kebenaran ... menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu (Yohanes 14:17). Ada seorang wanita tua di panti jompo yang tidak berbicara kepada orang lain ataupun meminta sesuatu. Tampaknya ia sekadar hadir di situ. Ia hanya berayun-ayun di kursi goyang tuanya yang berderik. Ia tidak dikunjungi banyak orang. Melihat hal itu, seorang perawat muda sering masuk ke kamarnya pada waktu istirahat. Ia tidak menanyakan apa pun untuk membuatnya berbicara. Ia hanya menarik sebuah kursi lain dan berayun bersamanya. Setelah beberapa bulan, wanita tua itu berkata kepadanya, Terima kasih telah berayun bersama saya. Ia berterima kasih atas kesediaan sang perawat mendampinginya. Sebelum naik ke surga, Yesus berjanji kepada para murid-Nya untuk mengirimkan seorang pendamping yang akan selalu menyertai mereka. Dia mengatakan bahwa Dia tidak akan meninggalkan mereka sendirian, namun akan mengirimkan Roh Kudus untuk menyertai mereka (Yohanes 14:17). Janji itu masih berlaku bagi orang-orang yang percaya kepada Yesus hari ini. Yesus mengatakan bahwa Allah Tritunggal tinggal dalam diri kita (ayat 23). Tuhan adalah pendamping yang dekat dan setia sepanjang hidup kita. Penyanyi Scott Krippayne mengungkapkan kebenaran ini dalam lagu: Pada malam tergelapku, Dia adalah bintang pemandu; di dalam keberdosaanku, Dia adalah hati yang mengampuni; sebuah telinga yang mau mendengar untuk setiap doa yang bisu, sebuah pundak bagi beban-beban yang tak dapat kutanggung. Dia adalah Pendamping yang manis mulai hari ini hingga selamanya. Kita dapat menikmati penyertaan-Nya yang manis hari ini. HATI SEORANG KRISTIANI ADALAH KEDIAMAN BAGI ROH KUDUS. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 6
Pernyataan ini benar & teguh: “… firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya” (Yes. 55:11). Firman bagaikan hujan yang turun ke bumi. Tidak pernah kembali melainkan melaksanakan maksud-maksud Tuhan yaitu membawa kesegaran, kehidupan & kesuburan bagi tanah yang kering sehingga mampu menumbuhkan tanam-tanaman (55:10). Dari perumpamaan Yesus, kita juga tahu bahwa firman itu juga serupa benih. Sebagaimana benih itu pasti akan tumbuh ketika ditaburkan, mewujudkan kerinduan Tuhan atas benih yang akan menghasilkan makanan bagi manusia, begitu pula firman. Sebab benih firman-Nya ialah benih unggul, benih sorgawi, benih yang mengandung kuasa dari Yang Mahatinggi yang telah memfirmankan-Nya, yang hanya dari satu kata yang terucap dari bibir-Nya, alam semesta pun terciptalah. Jadi jika firman-Nya berkata ‘sembuh’, maka kita pasti sembuh. Jika firman-Nya berkata ‘kutuk’ maka kutuk itu pun menimpa. Juga jika itu berbunyi ‘diberkati’ maka berkat itu tentu dianugerahkan. Demikian pula janji-Nya pasti digenapi. Firman-Nya itu ‘ya’ dan ‘amin’. Tak mungkin gagal; pasti membawa hasil sebagaimana yang Tuhan inginkan. Hanya, pada sisi lain, ada keadaan-keadaan dimana firman terlihat tak berdampak. Benih itu seolah gagal mencapai tujuannya. Yesus memberitahukan kita sebabnya. Hati manusia yang kepadanya diberikan kehendak bebaslah yang seolah menjadikan firman itu tidak efektif. Hati yang serupa tepi jalan yang keras, hati yang penuh semak duri kesenangan-tipu daya kekayaan-kekuatiran dunia, hati yang dipenuhi batu-batu ketidakrelaan & ketakutan untuk membayar harga -demikianlah hati manusia yang menolak benih firman yang berkuasa menyelamatkan, memulihkan, & mengubah hidup mereka menjadi berarti, kaya akan kebajikan & kasih. Jadi, maukah Anda menerima dengan taat supaya firman itu menjadi berkat Anda ketimbang menjadi dasar penghakiman Tuhan atas hidup Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)




Sunday, 30 August 2015

30 Agustus 2015

MY HONOUR




Baca: 1 Raja-Raja 10:1-13. Dari Kisah 1 Raja-Raja 10 ini memberikan pandangan sekilas bahwa Ratu Negeri Syeba tidak pulang dengan rasa kecewa, Dia melihat bahwa Tuhan yang disembah Salomo mengasihinya & memilih untuk memberkati Israel melalui kepemimpinan Salomo. Gambaran dari sudut pandang dunia/Ratu Syeba yang melihat anak-anak Tuhan/Salomo: hikmat & kemakmurannya melampaui segala sesuatu yang tidak ia duga sebelumnya (ayat 4-5). Seberapa besar upaya yang sudah kita berikan dalam menjangkau jiwa-jiwa? Adakah kita yang hidup di jaman ini lebih merindukan untuk mengikut Yesus yang menawarkan “kekayaan sejati & hikmat yang sempurna’ dengan menjangkau jiwa-jiwa lebih lagi??

Respon 1
Minggu, 30 Agustus 2015. Bacaan: Efesus 6:1-9. Setahun: Ratapan 1-2. Nats: ...dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia (Efesus 6:7). SEPERTI MELAYANI TUHAN. Saya sedang menunggu antrean pelayanan fotokopi di kios kecil. Udara sedang gerah dan antrean padat, namun remaja putri itu tetap melayani dengan ramah. Saya berada di urutan kelima sehingga sempat mengamatinya melayani empat pelanggan terdahulu. Remaja ini bekerja dengan gesit, penuh senyum, dengan tutur kata yang sopan. Ternyata keramahannya itu memengaruhi semua orang dalam antrian sehingga tak ada yang beranjak dan tetap mau menunggu dengan patuh sampai gilirannya tiba. Firman Tuhan mengingatkan kita untuk bekerja dengan sepenuh hati dan bukan sekadar untuk menyenangkan hati atasan. Mau melayani dengan rela dan sukacita itu menandakan bahwa kita sedang melayani Tuhan dan bukan manusia (ay. 7). Ketika kita memberikan pelayanan yang terbaik, kita pun mengalami kasih Tuhan dan kiranya mendapatkan penghargaan dari manusia. Namun, kita sering melayani dengan asal-asalan, setengah hati, memandang ringan pelayanan terhadap sesama, bersungut-sungut, serta hanya memberikan sisa-sisa waktu, tenaga dan uang. Hal itu mendukakan hati Tuhan, yang hendak menyatakan pelayanan yang terbaik melalui hidup kita. Marilah bekerja dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab. Kasih karunia Tuhan akan terpancar lewat setiap gerakgerik, tutur kata dan tingkah laku kita ketika sedang melayani. Melayani dengan penuh rasa hormat tanpa pandang bulu, sama seperti kita sedang melayani Tuhan. Apa pun bentuk pekerjaan kita, bekerjalah dengan rela, penuh pengabdian dan dedikasi --Jacqualine Bunga. MELAYANI TUHAN BERARTI BEKERJA DENGAN PENUH DEDIKASI DAN PENGABDIAN. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
Praise God!! “Tapi orang yang bertahan sampai akhir akan diselamatkan” [Mat 24:10-13]. Bertahan sampai akhir hidup dengan prinsip-prinsip kebanaran... Harusnya ini yang menjadi motivasi & tujuan hidup kita. Gagal bertahan sampai akhir & murtad karena tidak berakar dalam kebenaran Firman Tuhan, hidup dengan buat aturan sendiri, kompromi sebab tidak tahan menderita, kurang berjuang untuk jaga fokus sebab lebih tertarik pada pesona duniawi. Memang harus kita sadari bahwa untuk bertahan sampai akhir berhadapan dengan berbagai tantangan & persoalan... Pemicu kebencian & pengkhianatan (ay. 10). Pengajaran-pengajaran sesat yang menipu (ay. 11). Kejahatan-kejahatan yang merajalela (ay. 12a). Krisis kasih (ay. 12b). Inilah pentingnya selama hidup di dunia kita dipanggil untuk berjuang mengerjakan keselamatan [Flp 2:12]. Let's do it! Situasi sekitar kita sarat dengan tentangan yang selalu menyeret kita untuk mengerjakan hal-hal yang bertolak belakang dengan prinsip kebenaran Firman Tuhan. Keputusan terbaik kita sehari-hari adalah... Waspada terhadap tiap situasi yang kita harus hadapi, giat dalam persekutuan pribadi dengan Tuhan & firmanNya, meneguhkan hati kita untuk mengerjakan & menghidupi prinsip-prinsip kebenaran Firman Tuhan, menjaga fokus kepada Tuhan’ (ingat Tuhan, tanya Tuhan, percaya Tuhan) tidak bergeser karena tantangan & penderitaan sesaat. Kok lagi-lagi prinsip-prinsip kebenaran Firman Tuhan sih? Tidak ada jalan alternatif & tidak ada buku aturan lain yang dapat membawa kita kepada keselamatan kekal. Jaga hidup dengan lakukan Firman Tuhan dalam hidup ssehari-hari pasti selamat sampai kekekalan. Prinsip kebenaran Firman Tuhan yang kita hidupi memagari kita untuk tidak keluar dari anugerah keselamatan & membawa kita bertahan sampai akhir dalam kehendak & rancangan Tuhan. Selamat beribadah. Jbu all. (Madam Ossy)

Respon 3
“Saat yang membuat kita meriang adalah saat ketika orang-orang yang seharusnya melimpahkan kasih sayang justru menabuh genderang perang.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
Yeh 12:25 – Apa yang KUfirmankan akan terjadi dan firman itu tidak akan ditunda-tunda lagi! Pasti terjadi, janji-janji-NYA, firman-firman-NYA kita alami sekarang. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 5
SEPERTI EMAS. Bacaan: Ayub 23:1-17. Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas (Ayub 23:10). Bacaan setahun: Yeremia 49-50. Emas termasuk logam mulia, yaitu logam yang tahan terhadap oksidasi dan korosi (karat). Berbeda dengan kayu yang menjadi abu bila dibakar, emas tetap bertahan dalam kobaran api. Hanya wujudnya yang mencair pada suhu sekitar 1000°C. Ayub menggambarkan pengalaman dan ujian hidupnya sebagai proses pemurnian emas (ay. 10). Ia juga menyadari hidup ini penuh misteri, termasuk fakta bahwa Allah seolah diam saja. Di situ Ayub belajar beriman bahwa Allah itu hidup dan sedang menguji dirinya. Seolah-olah, Ayub berkata kepada sahabatnya, “Hai Elifas, Bildad, dan Zofar, sekalipun aku tak mampu menemukan hadirat Allah, aku yakin Dia hidup dan mengetahui jalan hidupku. Dia tahu jalan yang kutempuh. Aku percaya kepada-Nya. Setelah ujian ini berlalu, Dia akan membenarkan aku, sebab Dia tahu bagaimana aku hidup di hadapan-Nya. Aku akan timbul seperti emas yang sudah teruji oleh api pencobaan. Aku bersaksi bahwa aku menuruti jalan-Nya, dan firman-Nya aku simpan dalam hatiku” (ay. 8-12). Kisah penderitaan Ayub ini dimaksudkan untuk mengajarkan kepada kita bahwa selalu ada rencana terbaik di balik setiap ujian hidup yang Tuhan izinkan menimpa kita. Cara Ayub memandang persoalan mengajar kita bahwa Tuhan memegang kendali kehidupan kita. Hidup kita ibarat emas dan begitu berharga di mata Tuhan. Jika Tuhan ‘membakar’ hidup kita, Dia tidak bermaksud menghancurkannya. Sebaliknya, Dia ingin mendapati kualitas iman yang teruji, yang murni, sebuah kehidupan yang tanpa cela di hadapan-Nya. TUHAN MENGUJI BUKAN UNTUK MENGHANCURKAN HIDUP KITA.SEBALIKNYA, DIA SEDANG MEMURNIKAN KITA SEPERTI EMAS. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)


Saturday, 29 August 2015

29 Agustus 2015

MY HONOUR




Yoh 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengarunia-kan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Hari ini adalah Hari Keselamatan. Teruslah menjangkau jiwa-jiwa yang masih membutuhkan ‘keselamatan’. Apakah kita sering menunda untuk melakukan penjangkauan? Jangan tunda lagi, karena waktu ini adalah waktu perkenanan itu & sesungguh-nya hari ini adalah hari penyelamatan itu. Amin.

Respon 1
Hingga kini jika jujur, mungkin masih ada berbagai pertanyaan & kebingungan mengenai menjadi percaya & mengikut Yesus. Ada yang berpikir bahwa kasih karunia Tuhan yang diperoleh cuma-cumalah yang menentukan segalanya, tidak diperlukan sama sekali sedikitpun usaha kita. Di sisi lain, ayat-ayat berdasar perkataan Yesus sendiri sangat jelas bahwa mengikut Dia berarti “melepaskan” segala sesuatu, menyangkal diri & pikul salib -yang tampaknya seperti harga yang sangat mahal. Untuk mempermudah, bayangkan Anda memperoleh tiket untuk naik kapal pesiar termewah yang pernah ada. Hanya orang-orang pilihan yang masuk ke dalamnya & bukan karena mampu membeli tiketnya karena tidak diperjualbelikan, uang berapapun tidak akan dapat membelinya. Semua fasilitas yang ada cuma-cuma saat Anda menaikinya: makan, minum, tempat tinggal, akomodasi dsb. Hanya satu yang diminta dari Anda: Anda harus mengikuti petunjuk & peraturan di kapal tsb, dan sesungguh-nya itu tidak sulit karena semuanya dirancang untuk kebaikan penumpang-penumpangnya. Tidak akan ada masalah selama Anda mengikuti prosedur. Masalah muncul saat Anda ingin semau Anda sendiri, tidak menghargai penumpang-penumpang & otoritas di sana bahkan ingin membawa kapal kemana Anda inginkan, menguasainya sebagai milik Anda sendiri melawan kehendak pemilik kapal yang akan membawa Anda pada tujian permai lagi mulia. Ada harga yang harus dibayar dalam kasih karunia sebab Dia penguasa yang memiliki tatanan dalam kedaulatan-Nya. Mereka yang percaya jika kemurahan hati Tuhan itu diberikan agar mereka bisa hidup sekehendak hati tanpa melakukan pengorbanan apapun bagi Tuhan telah salah mengartikan belas kasihan & pilihan-Nya. Tanpa sadar, Tuhan dipandang lemah, bodoh & dapat dimanipulasi. Jika Anda telah memilih memulai perjalanan bersama Tuhan, ikut & jalani semua bersama Dia dalam iman, kasih, ketaatan, penyerahan hidup & pengorbanan bagi kerajaan-Nya. Semuanya tidak berat sebab Tuhan akan menolong & menguatkan Anda hingga perhentian terakhir -lebih-lebih jika Anda mengasihi Dia. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 2
It's hard to see your future when you're staring at your past (John Hagee). Anda Sukar melihat masa depan jika terus memandang kepada masa lalu (John Hagee). (Ibu Caroline – Bandung)


Friday, 28 August 2015

28 Agustus 2015

MY HONOUR



  
Kis 8:5, “Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ.” Seperti Filipus yang dipakai & dipimpin Roh Kudus, untuk mewartakan Kristus diantara kelompok minoritas, bagaimana dengan kita saat ini? BerSEDIAkah kita yang sudah “PERCAYA” ini seperti Filipus? Dengan semangat & antusias membimbing/membawa jiwa-jiwa untuk 1 langkah datang & lebih dekat kepada Tuhan? Mari melalui One to One, Komsel dan Ibadah Raya kita mau menuntun jiwa-jiwa untuk 1 langkah lebih dekat & lebih bertumbuh, tertanam, berakar & bebuah-buah bagi kerajaanNya. Amin.

Respon 1
Kej 18:14 – Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pasti terjadi... Mark 9:23b – Tidak ada yang mustahil bagi orang yang PERCAYA! Mujizat terjadi sekarang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 2
Ayat bacaan: Ayub 23:1-17. Nats: Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas (Ayub 23:10). Seperti Emas. Emas termasuk logam mulia, yaitu logam yang tahan terhadap oksidasi dan korosi (karat). Berbeda dengan kayu yang menjadi abu bila dibakar, emas tetap bertahan dalam kobaran api. Hanya wujudnya yang mencair pada suhu sekitar 1000°C. Ayub menggambarkan pengalaman dan ujian hidupnya sebagai proses pemurnian emas (ay. 10). Ia juga menyadari hidup ini penuh misteri, termasuk fakta bahwa Allah seolah diam saja. Di situ Ayub belajar beriman bahwa Allah itu hidup dan sedang menguji dirinya. Seolah-olah, Ayub berkata kepada sahabatnya, “Hai Elifas, Bildad, dan Zofar, sekalipun aku tak mampu menemukan hadirat Allah, aku yakin Dia hidup dan mengetahui jalan hidupku. Dia tahu jalan yang kutempuh. Aku percaya kepada-Nya. Setelah ujian ini berlalu, Dia akan membenarkan aku, sebab Dia tahu bagaimana aku hidup di hadapan-Nya. Aku akan timbul seperti emas yang sudah teruji oleh api pencobaan. Aku bersaksi bahwa aku menuruti jalan-Nya, dan firman-Nya aku simpan dalam hatiku” (ay. 8-12). Kisah penderitaan Ayub ini dimaksudkan untuk mengajarkan kepada kita bahwa selalu ada rencana terbaik di balik setiap ujian hidup yang Tuhan izinkan menimpa kita. Cara Ayub memandang persoalan mengajar kita bahwa Tuhan memegang kendali kehidupan kita. Hidup kita ibarat emas dan begitu berharga di mata Tuhan. Jika Tuhan membakar hidup kita, Dia tidak bermaksud menghancurkannya. Sebaliknya, Dia ingin mendapati kualitas iman yang teruji, yang murni, sebuah kehidupan yang tanpa cela di hadapan-Nya. Semangat pagi teman-teman, salam sukses. JBUs. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 3
Renungan Pagi. Jumat, 28 Agustus 2015. Bahan Bacaan: 2 Korintus 3:1-6. Nats: Kamulah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami, yang dikenal dan dapat dibaca oleh semua orang (2 Korintus 3:2). SEBUAH PENSIL. Seorang pembuat pensil sebelum mengutus pensilnya ke dunia memberikan empat pesan. (1) Kamu bisa melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi hanya jika kamu mau berada di tangan seseorang. (2) Kamu akan menderita setiap kali kamu diruncingkan, tetapi kamu perlu itu untuk menjadi pensil yang baik. (3) Bagian yang terpenting dari hidupmu adalah bagian yang ada di dalam, bukan bagian luarnya. (4) Pada permukaan mana pun juga, selalu tinggalkan jejakmu dan teruslah menulis. Ilustrasi di atas menyimpan kebenaran rohani yang luar biasa. Pertama, kita memiliki potensi yang luar biasa dan mampu melakukan hal yang besar. Hanya saja kalau kita membiarkan diri berada di tangan Tuhan. Kedua, ada kalanya kita akan mengalami proses-proses pengeratan dan peruncingan yang sangat menyakitkan. Itu membuat kita sangat menderita, tetapi mau tidak mau kita akan melewati proses itu demi kebaikan kita sendiri. Proses pengeratan kedagingan kita akan membuat karakter ilahi muncul dalam hidup kita. Ketiga, bagian yang terpenting dalam hidup kita adalah bagian yang ada di dalam. Jangan pernah terjebak dengan hal-hal yang hanya merupakan penampilan luar saja. Tuhan tidak pernah tergiur dengan topeng-topeng kita. Tuhan lebih melihat kedalaman hati kita. Keempat, di mana pun Tuhan taruh kita, selalu tinggalkan jejak atau ‘tulisan-tulisan’ yang benar-benar bisa memengaruhi orang yang membacanya. Jadilah orang kristiani yang berpengaruh dan selalu meninggalkan kesan yang mendalam bagi setiap orang yang bertemu dengan kita. SUDAHKAH KITA MENJADI PENSIL yang MENINGGALKAN GORESAN MENDALAM? Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)



Thursday, 27 August 2015

27 Agustus 2015

MY HONOUR




Siapakah yang akan Kita Jangkau?? Kis 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Tuhan ingin kita memiliki IMPIAN yang membawa dampak bukan hanya bagi segelintir orang/marketplace kita, melainkan bagi komunitas, bangsa-bangsa & kerajaanNya. Sudahkah kita terlibat untuk menjangkau jiwa-jiwa dengan membawa maximum impact? Percayalah karya Roh Kudus yang akan bekerja memampukan kita yang MAU untuk menjadi saksi-saksiNya tidak hanya bagi marketplace / lingkungan dimana kita berada, juga kota-dimana kita tinggal, tetapi sampai kepada suku-suku bangsa, dan negara/penjuru dunia J. Amin. MAUkah kita diutus untuk menjangkau jiwa-jiwa??

Respon 1
Praise God!! “Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena 'tidak berakar'...” [Mrk 4:6-20]. Jika merenungkan lebih dalam... Mrk 4: 6-20 mengajarkan kepada kita bahwa yang membuat kita dapat hidup 'Berakar Dalam' (Radikal) kokoh tak tergoyahkan, tak mudah tercabut karena tekanan keadaan, masalah & peka terhadap siasat si jahat adalah... Bagaimana hati kita meresponi kebenaran Firman Tuhan. Benih sudah ditabur. Bagaimana kita menerima, merenungkan lebih dalam, melakukan, meluruskan hidup kita sesuai prinsip-prinsip kebenaran Firman Tuhan itu (akrab dengan Firman Tuhan) merupakan... ‘proses’ tumbuhnya akar yang makin panjang & kuat bertumbuh ke dalam. Let's do it! So, radikal dibangun dengan... 1) Cinta Tuhan yang didasari oleh mengenal kehendak Tuhan dengan benar. Akrab dengan Firman Tuhan, itu saja! Tidak ada alternatif lain. 2) Keberanian & Ketulusan. Melakukan sepenuhnya bukan karena ‘upah penggenapan janji’. Tapi karena sadar betul bahwa itu yang Tuhan mau kita lakukan. Keberanian + Keberanian menjadi arogan/sombong. Ketulusan + Ketulusan menjadi lemah. 3) Kesiapan untuk menanggung resiko menghidupi kebenaran. Radikal beresiko & tidak radikal juga beresiko. Radikal beresiko terbatasi hanya saat hidup di dunia (paling lama 80 tahun) tapi hidup bersama DIA dalam kekekalan. 4) Keteguhan untuk tidak terpengaruh. Berani berkata 'tidak' terhadap dosa & keinginan yang salah  atau hawa nafsu. Sepakat hanya kepada Firman Tuhan. Prakteknya setiap saat, setiap hari. Radikal bukan fanatik yang ngawur, tapi sejauh mana kita bergerak oleh kendali & komando Firman Tuhan sehingga tiap gerak hidup kita jelas dasar & patokannya. Morning... Jbu all. (Madam Ossy)

Respon 2
Hanya ada seorang saja yang bisa membuatmu bahagia dan orang itu adalah engkau sendiri. Filipi 4:4, ‘Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!’ (GNCC)

Respon 3
“Gengsi adalah kata mati bagi yang ingin eksis di bumi." Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
Ayat bacaan: Ibrani 4:14-16. Nats : Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa (Ibrani 4:15). Di Tangan yang Baik. Suatu kali saya harus dioperasi karena radang usus buntu. Cukup tenang saya menjalaninya karena sebagian orang yang terlibat saya kenal. Ahli biusnya teman dekat saya. Kepala perawatnya juga. Mereka merekomendasikan dokter yang sama untuk operasi itu. Saya percaya kasus saya berada di tangan yang baik. Benar saja. Operasi berlangsung dengan lancar. Meskipun perut saya kini dihiasi bekas luka sepuluh jahitan, toh kondisi tubuh saya kian membaik dan pulih. Kepercayaan pada tim dokter memberi ketenangan dalam menjalani operasi; terlebih lagi kepercayaan pada Yesus, Imam Besar Agung kita! Yesus dapat berempati dengan segala kelemahan manusia. Dia turut merasakan kelemahan kita karena Dia juga pernah dicobai sama seperti kita. Hanya bedanya, kita serba gagal mengatasinya; Dia menang telak atas segala pencobaan itu! Dan, Dia menyediakan kemenangan itu bagi kita yang percaya, agar kita memperoleh pertolongan dalam menghadapi kelemahan hidup. Bukankah hal ini--bahwa kita berada di Tangan yang baik--selayaknya membangkitkan ketenteraman yang besar bagi kita dalam menjalani hidup ini? Lalu, kenapa kita lebih mudah cemas dan kalut? Bisa jadi kita belum betul-betul meresapi peran Yesus sebagai Imam Besar ini. Kita lebih sering membayangkan, untuk menerima pertolongan Tuhan, kita mesti memenuhi syarat moral yang tinggi--yang sesungguhnya mustahil kita genapi. Tidak pahamkah kita bahwa Yesus sudah menggenapi segala syarat itu bagi kita, dan kita tinggal menerimanya dalam iman? Semangat pagi teman-teman, salam sukses selalu. Tuhan memberkati. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 5
Without prayer, we return to our own ability rather than to God (Beth Moore). Tanpa doa, kita kembali kepada kemampuan kita sendiri daripada kemampuan Tuhan (Beth Moore). (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 6
Orang-orang Israel telah beribu-ribu tahun mengikuti petunjuk taurat, beribadah & menyembah Yahweh. Dasar keberadaan mereka sebagai suatu bangsa diletakkan oleh Musa dengan prinsip-prinsip ketuhanan yang sangat ketat. Israel, hingga kini, ialah bangsa yang rohani, taat beribadah, ketat dalam mengikuti peraturan-peraturan kepercayaannya. Allah yang sama yang telah membentuk Israel & memberikan hukum-hukumNya kepada mereka -Allah itu pulalah yang kitab & hukum-hukumNya diajarkan Yesus sewaktu melayani di bumi. Hukum Taurat & ajaran Yesus tidak bertentangan karena berasal dari pikiran Tuhan yang sama. Sebab itu, keduanya semestinya serasi & terhubung satu sama lain. Sayangnya tidak demikian. Yesus menyebut orang-orang Yahudi yang rajin beribadah itu sebagai anak-anak iblis (Yoh. 8:44) karena mereka menentang Dia. Orang-orang Farisi & ahli-ahli taurat (pemimpin-pemimpin agama mereka) sebagai ular-ular & keturunan ular beludak (Mat. 23:33). Terbukti, mereka berkali-kali berusaha menjebak Yesus, bahkan menyebut Yesus berasal dari Beelzebul/setan-setan. Tak kalah mengejutkan pula ketika Yesus menyebut salah satu murid yang dipilih-Nya sendiri, Yudas Iskariot, adalah setan (Yoh.6:70-71), yang memang demikianlah adanya (Yoh. 13:2,27). Meski sama-sama mengakui Allah dari taurat, hasilnya ternyata berbeda bahkan bertolak belakang sama sekali. Para tokoh & pemimpin agama Yahudi terbukti selama berabad-abad justru menjadi penantang, musuh, penganiaya & pembunuh hamba-hamba Tuhan sejati, termasuk pada Kristus sendiri. Bagaimana mungkin sesuatu yang bersumber dari Pribadi yang sama, menjadi sesuatu yang lalu bertentangan satu sama lain? Inilah suatu misteri yang besar. Melalui ajaran-ajaran tentang kebaikan, moral, spiritual, atau agama yang tampak baik, bahkan yang berasal Tuhan sendiri, iblispunya kemampuan menyimpangkannya untuk melawan apa yang sejatinya dari Tuhan (2 Kor. 11:2-4,13-14). Inikah yang dimaksud Agur dengan “jalan ular di atas cadas”(Ams. 30:19b) yang begitu halus, tanpa jejak & suara tetapi sangat mematikan itu? Kiranya hikmat menuntun kita. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Wednesday, 26 August 2015

26 Agustus 2015

MY HONOUR




Mengapa Menjangkau? Matius 28:19-20, 19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Yesus mengutus murid-muridNya untuk menghasilkan murid-murid Kristus yang baru J. Yesus tidak berkata: Pergilah, jadikan semua bangsa “Orang Percaya” saja atau jadikan semua bangsa Anak Allah? Tetapi bunyi ayat 19: Jadikan semua bangsa MURIDKU J. Ada beberapa urutan: orang percaya, hamba kebenaran, anak Allah & murid Yesus & terakhir tentara Allah J. Berada di level MURID Yesus & TENTARA Allah adalah level yang kita mau J. Bagaimana menjadi murid & memuridkan? Terlibatlah dalam One to One, terlibatlah dalam Tim Inti di komsel-komsel, bukan hanya anggota tetapi Pemimpin Kelompok Sel J. Di dalam Komunitas Sel yang benar pasti ada PERTUMBUHAN, pasti ada SALING (ada 25 kata SALING dalam Perjanjian Baru yang bisa kita praktekkan dalam sekolah kehidupan). Baca Bible Messages tanggal 13 Agustus 2015 J. Bagaimana dengan kita hari ini? Sudahkah kita menjangkau/memuridkan jiwa-jiwa yang sudah Tuhan percayakan? Atau kita hanya ‘Orang Percaya’ saja?

Respon 1
Maz 103:3 – DIA yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu! Di dalam YESUS ada PENGAMPUNAN dan KESEMBUHAN. Mujizat pasti terjadi! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.


Respon 2
Ketika bangun pagi mari kita katakan: Filipi 4:13, ‘SEGALA perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.’ (GNCC)

Respon 3
Dunia masih penuh dengan penindasan & ketidakadilan yang dialami baik secara pribadi atau kelompok. Menghadapi hal-hal semacam itu, haruskah orang-orang Kristen melawan menyerang balik? Ataukah pasrah dengan keadaan & menunggu takdir menjemput? Bukan mudah menjawabnya, lebih-lebih jika menyangkut rasa sakit yang amat sangat akibat penderitaan yang mungkin tak hanya menimpa kita tapi juga orang-orang yang kita kasihi. Mazmur 103:6 memberitahu kita bahwa “TUHAN menjalankan hukum dan keadilan bagi semua orang yang tertindas (BIS)”. Itu berarti segala ketidakadilan yang kita alami tidak hanya menjadi sesuatu yang kita rasakan secara pribadi. Tuhan sendiri melihat semuanya, Dia turut merasakan kepedihannya & karena Dia tidak suka dengan penindasan maka Dia menyatakan bahwa Dia tidak akan tetap berdiam diri membiarkan semuanya itu terus terjadi & para pelakunya bebas dari penghukuman. Itu bukan omong kosong belaka. Kitab Suci berkali-kali mencatatnya. Yusuf yang dianiaya saudara-saudaranya, malah diangkat melebihi seluruh keluarganya. Lea yang tak dicintai Yakub, Tuhan memberikan anak demi anak laki-laki padanya sedangkan kandungan Rahel ditutupnya. Penderitaan Hana ditindas madunya pun diindahkannya hingga dari rahimnya yang tertutup itu lahir Samuel dan lima saudaranya yang lain. Deretan bukti masih sangat panjang namun sungguh sulit menemukan yang sedahsyat Tuhan menghajar Mesir demi umat-Nya yang telah bertahun-tahun berseru-seru & mengerang pada-Nya. Dengan tangan yang kuat, Israel pun dilepaskan-Nya dari perbudakan! Tuhan tidak pernah berdiam diri melihat penindasan atas hamba-hamba & orang-orang yang dikasihi-Nya. Dia pasti akan bertindak, melakukan keadilan & pembalasan -menurut waktu-Nya & dengan cara-Nya. Adalah penting untuk menahan diri, belajar percaya, tidak menggunakan cara & waktu kita sendiri mendapatkan keadilan. Itu sebabnya kita diperintahkan mendoakan musuh-musuh kita sebab doa mengubah hati kita. Masalahnya, percayakah Anda kepada Dia? Yang menampung setiap tetes air mata Anda di kirbat-Nya itu? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 4
Mazmur 143:8, ‘Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi, sebab kepada-Mulah aku percaya! Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku. 9Lepaskanlah aku dari pada musuh-musuhku, ya TUHAN, pada-Mulah aku berteduh! 10Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata! 11Hidupkanlah aku oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, keluarkanlah jiwaku dari dalam kesesakan demi keadilan-Mu!’ Have a blessed day. Love you all ❤. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 5
Ayat bacaan: Matius 11:2-19. Nats: Berbahagialah orang yang tidak menolak Aku (Matius 11:6). Jangan Mudah Kecewa. Seorang ibu kecewa dengan sikap seorang hamba Tuhan sampai ia tidak mau ke gereja lagi. Berulang kali kami mengunjungi dan menasihatinya agar tidak memandang manusia dan kembali ke gereja, namun ia selalu menolak. Sampai akhir hidupnya, dalam keadaan sakit parah, ia bahkan berpesan kepada anaknya agar upacara pemakamannya tidak dilakukan secara kristiani. Di dalam penjara, Yohanes Pembaptis menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus, apakah benar Dia Mesias yang dinantikan. Yesus meminta mereka memberitahukan kepada Yohanes tentang perbuataan-Nya, dan mengingatkannya agar tidak kecewa dan menolak Dia (ay. 2, 6). Paulus mengalami hal lain lagi. Ia menghadapi banyak situasi buruk: lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut (2 Kor. 11:23). Tetapi Paulus menunjukkan bahwa sebagai pelayan Allah, ia menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan, dan kesukaran. Ia tidak tawar hati dan kecewa, sebab ia yakin bahwa penderitaan ringan yang dialaminya itu mengerjakan baginya kemuliaan kekal yang melebihi segalagalanya. Paulus tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal (2 Kor. 4:17-18). Apakah saat ini Anda sedang menghadapi situasi buruk dan seakan-akan Tuhan tinggal diam? Jangan menjadi kecewa dan meninggalkan Tuhan. Percayalah, tersedia kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya di balik situasi buruk Anda. Semangat pagi manteman, salam sukses. JBUs. (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 6
Praise God!! “Jika kamu tetap dalam firmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu & kamu akan mengetahui kebenaran & kebenaran itu akan memerdekakan kamu” [Yoh 8:31-32]. Berakar dalam Tuhan tidak bisa lepas dari menjadi Murid Kristus, yang bukan sekedar menjadi Kristen (sekalipun arti Kristen adalah ‘Pengikut Kristus’). Seorang murid adalah orang yang ‘tetap dalam Firman Tuhan’ yang artinya... » Sadar bahwa Firman Tuhan adalah kebutuhan esensi dalam hidupnya, hidup dipimpin & dikendalikan oleh Firman Tuhan; » Hidup dalam & dengan Firman Tuhan karena mempercayainya segenap hati; » Kesukaannya melakukan Firman Tuhan, bukan sekedar mendengar & kagum (membaca & kagum terhadap Firman Tuhan belum berarti memiliki kebenaran Firman Tuhan. Kebenaran Firman Tuhan kita miliki jika kita melakukannya); » Tetap menghidupi Firman Tuhan dalam keadaan apapun & berapapun harganya; » hidup seperti / meneladani Gurunya, hidup seperti Kristus, sebab... Kekristenan adalah Gaya Hidup. Seorang murid Kristus 'Hidup Merdeka' yang artinya merdeka... * Dari dosa, karena hidupnya dipimpin & dikendalikan oleh Firman Tuhan (bukan hidup semaunya & merdeka dalam berbuat dosa); * Untuk hidup benar; * Karena dapat membedakan mana yang benar & yang salah, sebab memiliki Firman Tuhan dalam hidupnya; * Dari persoalan bukan berarti tidak memiliki persoalan lagi. Merdeka dalam hal keuangan bukan berarti punya uang banyak & kaya raya tapi uang tidak dapat menguasainya karena uang bukan segala-galanya. Merdeka dari perlakuan tidak adil bukan berarti selalu diistimewakan tapi apapun bentuk persoalan & perlakuan orang yang dtg dalam hidupnya tidak mempengaruhinya, tidak membuatnya panik, tidak membuatnya gelisah & takut, tidak membuatnya putus harapan, tidak merontokkan percayanya kepada Tuhan, tidak membuatnya kecewa & apatis. Menghidupi Firman Tuhan adalah... target hidup & kepuasan seorang Murid. Kita murid atau sekedar pengagum? Morning... Jbu all. (Madam Ossy)