TEMPTATION
“ASUMSI”
(Diambil
dari Khotbah Alfa Omega Church, 22 November 2015)
Hari ini kita masuk
ke bagian yang ke-4, kita lihat pencobaan kedua yang dialami Yesus. Pencobaan
ini hampir tidak kentara. Hampir tidak seperti godaan. Jadi kita harus
hati-hati. Semakin rohani Anda, semakin lama Anda menjadi orang Kristen,
semakin besar hal ini bisa terjadi. Anda yang mungkin lebih baru, ini lebih
kecil kemungkinannya buat Anda.
Godaan
yang kedua adalah:
GODAAN
UNTUK BERASUMSI TENTANG TUHAN
(Beranggapan
tentang Tuhan)
Matius 4:5
Menarik – Iblis
pakai setting yang berbeda-beda untuk tiap godaan. Tujuannya dibawa ke
bubungan Bait Allah adalah supaya mereka bisa lihat ke bawah, ke halaman Bait
Allah (Bait Allah itu gereja kalau zaman sekarang). Supaya mereka bisa lihat
Imam Kepala, pemimpin yang ini, yang itu, orang Yahudi yang mau ibadah,
melakukan ritual agama, dll…
Orang-orang ini
akan menjadi salah satu challenge terbesar Yesus pada pelayananNya di
dunia nanti. Orang-orang ini akan meragukan Yesus. Mereka menunggu sosok
“Mesias” (Penyelamat) yang datang dengan cara yang dramatis, dengan cara yang
spektakuler. Tapi rencana Bapa untuk kedatangan Yesus berbeda.
Dan ini yang Iblis
goda supaya Yesus lakukan!
Matius 4:6
Dan menarik, Iblis
mengutip (meng-quote) ayat Firman Tuhan kepada Yesus!
Sadar/tidak sadar,
kita SERING lakukan hal ini dengan Tuhan. Kita bilang “Tuhan, Tuhan pasti akan
tolong aku 'kan? Tuhan akan berkati aku lah, ya 'kan? Afterall Tuhan 'kan Tuhan
yang baik… Tuhan, nih, firmanMu berkata “Allahku akan memenuhi segala
kebutuhanku menurut kekayaan dan kemuliaanNya”. Jadi Tuhan harus penuhi
kebutuhanku! (Minggu lalu kan dikatakan, pegang firman Tuhan, baca firman
Tuhan…)
Ini
godaan untuk PRESUME AND ASSUME ON GOD.
Godaan
untuk Berasumsi dan Beranggapan tentang Tuhan.
Kita jalan dengan
cara kita sendiri, tapi paksa Tuhan untuk menolong kita. Itu BUKAN iman! Itu
ASUMSI!! ANGGAPAN!!
Yesus kembali ke
zaman sejarah…
Minggu lalu kita
membahas tentang bangsa Israel, dulunya di Mesir – tempat perbudakan, tapi
Tuhan bebaskan mereka. Tuhan bangkitkan Musa jadi pemimpin Israel, untuk
membawa mereka keluar dari Mesir. Setelah keluar dari Mesir, mereka berjalan di
padang gurun selama 40 tahun. Di padang gurun, Tuhan beri mereka makan SETIAP
PAGI. Minggu lalu kita membahas cerita ini. Sampai mereka tiba di padang gurun
Sin (namanya memang Sin), sebuah tempat bernama Rafidim. Dan di situ mereka
tidak menemukan air. Keluaran 17:2-3; Keluaran 17:7.
Buku Keluaran –
cerita sejarah Israel;
Buku Ulangan –
ditulis setelah bangsa itu tiba di Tanah Perjanjian.
Ulangan 6:16
Janganlah kamu
mencobai Tuhan, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa.
Jangan PAKSA
TUHAN-mu. Iya benar, Dia maha pengasih, penyayang… tapi Dia adalah TUHAN.
Yesus berkata di Matius
4:7
Ada pula tertulis:
Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!
APA YANG HARUS
KITA LAKUKAN dalam menghadapi godaan untuk BERASUMSI tentang Tuhan??
1.
Selalu Pelajari Firman
Tuhan. Makin dalam dan makin luas.
Minggu lalu kita
membahas pentingnya kebiasaan & kehidupan membaca firman Tuhan. Ternyata,
kebiasaan membaca firman Tuhan barulah AWALNYA.
Karena apa? Iblis
pun juga membaca firman Tuhan. Buktinya dia pernah dengar dan dia bisa kutip
ayat firman Tuhan. Tapi hanya mendengar saja tidak cukup. Jika kita ingin
berkemenangan dalam hidup ini, kita harus MENGENAL dan MEMPELAJARI
firman Tuhan, sampai firman itu HIDUP di dalam kita.
Yakobus 1:22
Tetapi hendaklah
kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab
jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
2.
Belajar Memahami Waktu dan
Cara Tuhan.
Pengkhotbah 3:11. Iblis akan menggoda kita untuk MENANTANG Tuhan, memaksa Tuhan untuk
melakukan hal yang SPEKTAKULER. Sehingga, kalau tidak spektakuler berarti
sepertinya bukan dari Tuhan. No No! Tuhan sangat mengasihi kita, sehingga Ia
akan senantiasa bekerja dengan rencanaNya yang terbaik untuk kita semua.
Conclusion:
Lagu “Great Is
thy Faithfulness” (Besar SetiaMu) ditulis oleh Thomas Chisholm. Lagu ini
lahir bukan dari sebuah mujizat spektakuler yang terjadi dalam kehidupan Thomas
Chisholm, tapi dalam perjalanan dan pengalamannya merasakan, mengalami, dan
menikmati “rahmat baru tiap tiap pagi” bersama Bapa di Surga (morning by
morning, seeing new mercies).
“Selama hidup saya,
saya tidak pernah merasakan punya pemasukan yang spektakuler, karena adanya
masalah kesehatan yang saya rasakan, bahkan sampai hari tua. Tapi saya tidak
boleh lupa mencatat kesetiaan Tuhan yang tidak pernah gagal; Dia memegang
perjanjianNya; dan telah memberikan saya banyak cara untuk menunjukkan pemeliharaanNya,
yang telah memenuhi hati saya dengan rasa syukur yang tidak terlukiskan dengan
kata-kata.”
Mari kita tidak
jatuh dalam godaan untuk “ngetes” Tuhan, atau memaksa Tuhan.
Mari kita KENAL dan
PELAJARI FirmanNya, semakin mengerti WAKTU dan CARA-Nya, dan berjalan bersama
Dia dari satu kemenangan kepada kemenangan berikutnya.







