Monday, 30 November 2015

TEMPTATION Part 4

TEMPTATION


 TEMPTATION Part 4
“ASUMSI”
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 22 November 2015)


Hari ini kita masuk ke bagian yang ke-4, kita lihat pencobaan kedua yang dialami Yesus. Pencobaan ini hampir tidak kentara. Hampir tidak seperti godaan. Jadi kita harus hati-hati. Semakin rohani Anda, semakin lama Anda menjadi orang Kristen, semakin besar hal ini bisa terjadi. Anda yang mungkin lebih baru, ini lebih kecil kemungkinannya buat Anda.

Godaan yang kedua adalah:
GODAAN UNTUK BERASUMSI TENTANG TUHAN
(Beranggapan tentang Tuhan)

Matius 4:5
Menarik – Iblis pakai setting yang berbeda-beda untuk tiap godaan. Tujuannya dibawa ke bubungan Bait Allah adalah supaya mereka bisa lihat ke bawah, ke halaman Bait Allah (Bait Allah itu gereja kalau zaman sekarang). Supaya mereka bisa lihat Imam Kepala, pemimpin yang ini, yang itu, orang Yahudi yang mau ibadah, melakukan ritual agama, dll…
Orang-orang ini akan menjadi salah satu challenge terbesar Yesus pada pelayananNya di dunia nanti. Orang-orang ini akan meragukan Yesus. Mereka menunggu sosok “Mesias” (Penyelamat) yang datang dengan cara yang dramatis, dengan cara yang spektakuler. Tapi rencana Bapa untuk kedatangan Yesus berbeda.


Dan ini yang Iblis goda supaya Yesus lakukan!

Matius 4:6
Dan menarik, Iblis mengutip (meng-quote) ayat Firman Tuhan kepada Yesus!

Sadar/tidak sadar, kita SERING lakukan hal ini dengan Tuhan. Kita bilang “Tuhan, Tuhan pasti akan tolong aku 'kan? Tuhan akan berkati aku lah, ya 'kan? Afterall Tuhan 'kan Tuhan yang baik… Tuhan, nih, firmanMu berkata “Allahku akan memenuhi segala kebutuhanku menurut kekayaan dan kemuliaanNya”. Jadi Tuhan harus penuhi kebutuhanku! (Minggu lalu kan dikatakan, pegang firman Tuhan, baca firman Tuhan…)

Ini godaan untuk PRESUME AND ASSUME ON GOD.

Godaan untuk Berasumsi dan Beranggapan tentang Tuhan.

Kita jalan dengan cara kita sendiri, tapi paksa Tuhan untuk menolong kita. Itu BUKAN iman! Itu ASUMSI!! ANGGAPAN!!

Yesus kembali ke zaman sejarah…
Minggu lalu kita membahas tentang bangsa Israel, dulunya di Mesir – tempat perbudakan, tapi Tuhan bebaskan mereka. Tuhan bangkitkan Musa jadi pemimpin Israel, untuk membawa mereka keluar dari Mesir. Setelah keluar dari Mesir, mereka berjalan di padang gurun selama 40 tahun. Di padang gurun, Tuhan beri mereka makan SETIAP PAGI. Minggu lalu kita membahas cerita ini. Sampai mereka tiba di padang gurun Sin (namanya memang Sin), sebuah tempat bernama Rafidim. Dan di situ mereka tidak menemukan air. Keluaran 17:2-3; Keluaran 17:7.

Buku Keluaran – cerita sejarah Israel;
Buku Ulangan – ditulis setelah bangsa itu tiba di Tanah Perjanjian.

Ulangan 6:16
Janganlah kamu mencobai Tuhan, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa.

Jangan PAKSA TUHAN-mu. Iya benar, Dia maha pengasih, penyayang… tapi Dia adalah TUHAN.

Yesus berkata di Matius 4:7
Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN dalam menghadapi godaan untuk BERASUMSI tentang Tuhan??
1.      Selalu Pelajari Firman Tuhan. Makin dalam dan makin luas.
Minggu lalu kita membahas pentingnya kebiasaan & kehidupan membaca firman Tuhan. Ternyata, kebiasaan membaca firman Tuhan barulah AWALNYA.

Karena apa? Iblis pun juga membaca firman Tuhan. Buktinya dia pernah dengar dan dia bisa kutip ayat firman Tuhan. Tapi hanya mendengar saja tidak cukup. Jika kita ingin berkemenangan dalam hidup ini, kita harus MENGENAL dan MEMPELAJARI firman Tuhan, sampai firman itu HIDUP di dalam kita.

Yakobus 1:22
Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

2.      Belajar Memahami Waktu dan Cara Tuhan.
Pengkhotbah 3:11. Iblis akan menggoda kita untuk MENANTANG Tuhan, memaksa Tuhan untuk melakukan hal yang SPEKTAKULER. Sehingga, kalau tidak spektakuler berarti sepertinya bukan dari Tuhan. No No! Tuhan sangat mengasihi kita, sehingga Ia akan senantiasa bekerja dengan rencanaNya yang terbaik untuk kita semua.

Conclusion:
Lagu “Great Is thy Faithfulness” (Besar SetiaMu) ditulis oleh Thomas Chisholm. Lagu ini lahir bukan dari sebuah mujizat spektakuler yang terjadi dalam kehidupan Thomas Chisholm, tapi dalam perjalanan dan pengalamannya merasakan, mengalami, dan menikmati “rahmat baru tiap tiap pagi” bersama Bapa di Surga (morning by morning, seeing new mercies).
“Selama hidup saya, saya tidak pernah merasakan punya pemasukan yang spektakuler, karena adanya masalah kesehatan yang saya rasakan, bahkan sampai hari tua. Tapi saya tidak boleh lupa mencatat kesetiaan Tuhan yang tidak pernah gagal; Dia memegang perjanjianNya; dan telah memberikan saya banyak cara untuk menunjukkan pemeliharaanNya, yang telah memenuhi hati saya dengan rasa syukur yang tidak terlukiskan dengan kata-kata.”

Mari kita tidak jatuh dalam godaan untuk “ngetes” Tuhan, atau memaksa Tuhan.
Mari kita KENAL dan PELAJARI FirmanNya, semakin mengerti WAKTU dan CARA-Nya, dan berjalan bersama Dia dari satu kemenangan kepada kemenangan berikutnya.



TEMPTATION Part 3

TEMPTATION


 TEMPTATION Part 3
“PERCAYA NGGAK PERCAYA”
-Believe It or Not!-
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 15 November 2015)


Matius 4 – Setelah Yesus dibaptis, Ia dibawa ke padang gurun untuk dicobai oleh Iblis. Godaan yang Yesus hadapi di padang gurun itu ada hubungannnya dengan hidup kita hari ini.
Dari 3 godaan yang terjadi, Yesus digoda untuk:
Melakukan sesuatu dengan caraNya dan kekuatanNya sendiri, DARIPADA MENGANDALKAN TUHAN (mempercayai TUHAN) karena SEOLAH-OLAH kok Tuhan tidak berbuat apa-apa, tidak bergerak apa-apa sama sekali. Berarti Aku (Yesus) harus bertindak sendiri dong. I gotta do something!

Matius 4:1-3
Kelihatannya simpel, sepele, tidak akan ada akibat yang berarti. It sounds right, too! TAPI, Yesus melihat ada sesuatu yang terjadi di sini. Issuenya bukan soal apakah Yesus lapar, apa Yesus bisa cari makan sendiri, apa Yesus punya kuasa merubah batu jadi roti. Bukan itu. Tapi ISSUE-nya adalah: BISAKAH SAYA TETAP MEMPERCAYAI BAPA YANG DI SURGA??

Bangsa Israel. Keluar dari Mesir (tanah perbudakan mereka). Setelah itu, selama 40 tahun, bangsa Israel hidup di padang gurun dan berjalan sesuai tuntunan Tuhan. Selama 40 tahun mereka ada di padang gurun, SETIAP PAGI, Tuhan memberi mereka makan dengan mujizat yang luar biasa – MANNA.


2 hal yang terjadi, saat Tuhan memperlakukan ini kepada Israel:
(1) Mereka diberi makan secara fisik, tapi (2) mereka belajar PELAJARAN BERHARGA. Bahwa: GOD CAN BE TRUSTED OF OUR DAILY NEEDS. TUHAN BISA DIPERCAYA DENGAN KEBUTUHAN SEHARI-HARI KITA.

Setiap kali orang Israel ambil Manna, itu merupakan pelajaran/terapi bahwa:
- Tuhan perduli akan kebutuhan fisik saya,
- TUHAN BISA DIPERCAYA, TUHAN BISA DIPERCAYA, TUHAN BISA DIPERCAYA.

Karena akan datang waktunya, dimana kita akan DIGODA untuk lupa.
è Akan ada waktunya dimana kita akan DIGODA untuk berpikir bahwa: kita tidak bisa percaya Tuhan untuk hal kebutuhan dan praktikal (sehari-hari kita, finansial Anda, bisnis Anda).
è Akan ada waktunya kita akan DIGODA untuk berpikir bahwa: Tuhan itu hanya kategori atau objek, yang ada di luar sana (di langit) dan tidak perduli dengan kebutuhan dan kehidupan kita. Terlalu jauh.
è Akan ada waktunya kita akan DIGODA untuk berpikir bahwa: kita tidak perlu Tuhan. Lha wong Tuhan belum tentu bisa diandalkan. (kalau bisa diandalkan, mana?? Kok Dia tidak bekerja sekarang??)

ULANGAN 8:2-3
Dalam kata lain: memiliki kebutuhan hidup saja tidaklah cukup. Punya gaji bayaran atau pemasukan besar saja nggak cukup. Punya uang banyak saja nggak cukup. Ada sesuatu yang lebih dalam hidup ini, yaitu: HIDUP dalam payung firman Tuhan; BERADA & BERJALAN dalam KEHENDAK TUHAN. MENGALAMI penyediaan Tuhan bagi hidup kita!!!

Ulangan 8:11-14
Dalam kata lain, Musa berkata:
-- AKU concern (sangat memikirkan) kalau kamu punya lebih dari cukup, hati -hati, jangan sampai lupa darimana semua itu berasal dan darimana kamu berasal!
-- Aku concern (sangat memikirkan) kalau kamu punya lebih dari cukup, kamu akan lupa untuk tetap hidup di bawah payung firman Tuhan dan perintah Tuhan.
-- Aku concern (sangat memikirkan) kalau kamu punya lebih dari cukup, kamu merasa ini karena hasilmu sendiri, karena keringatmu, karena usahamu.
-- Aku concern (sangat memikirkan) kalau kamu lagi perlu dan butuh sesuatu, maka kamu lupa bahwa TUHAN BISA DIPERCAYA dan TUHAN SETIA!

Ulangan 8:17-18
Lebih penting dari bisa punya cukup dalam hidup adalah MENGINGAT SIAPA yang menyediakan supaya kita punya lebih dari cukup!! Tuhan ingin Anda selalu menghubungkan kebutuhan Anda dengan TUHAN sebagai Sumber-Nya! Dan kita harus terus hidup di bawah payung firman Tuhan.

Coba, kembali lihat YESUS. Yesus bisa saja punya alasan untuk tergoda. Misal Dia berpikir: O ya bener. Kalau Bapa cinta Aku, Aku ngga dikirim kesini. Kalau Bapa cinta Aku, Aku tidak dibiarin kelaparan. Kalau Bapa cinta Aku, harusnya… dst.

Dan bukannya itu yang kita lakukan?? Seringkali kita tergoda untuk membengkokkan, melanggar peraturan dan firman Tuhan untuk bergerak sendiri melakukan sesuatu yang kita butuhkan, atau untuk menjawab kebutuhan kita.

INGAT:
SETIAP KALI ANDA TERGODA, KEYAKINAN ANDA KEPADA TUHAN SEDANG DIPERTARUHKAN. BUKAN HANYA DIRI ANDA.

Saat Anda berhenti mempercayai Tuhan, Anda akan berhenti mentaati Tuhan. Dan saat berhenti mentaati Tuhan, Anda akan berhenti mempercayai Tuhan.

Yesus sadar, bahwa issuenya bukan soal makanannya. Tapi issuenya adalah soal APAKAH YESUS AKAN TETAP PERCAYA KEPADA TUHAN SEPENUH HATI?

Matius 4:4

#APA DASAR KITA PERCAYA SAMA TUHAN?
Roma 8:15-17;  Matius 7:9-11
Kita bisa pegang janji Tuhan, karena kita ini anak-anakNya. Itu sudah by nature bahwa Dia akan menyediakan buat kita. Apalagi Dia Bapa yang sempurna.

#Apa yang harus kita lakukan saat kita menunggu janji Tuhan terjadi??
“Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap FIRMAN yang keluar dari mulut Allah.” Kuncinya apa? FIRMAN.


Saat menunggu terasa makin sulit, ayo kita makin tanamkan diri kita dalam FIRMAN Tuhan.
When the waiting gets tough, hang on to HIS Word.

Roma 10:17 – Jadi iman tumbuh dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Bacalah Firman Tuhan. Ayo kita bentuk kebiasaan membaca firman Tuhan. Dengarkan khotbah, podcast, anything, yang bisa membantu kita dekat dengan firmanNya.

Pegang firman Tuhan
- bahwa Dia setia
- bahwa Dia BISA DIPERCAYA
- bahwa Dia akan bertindak bagi kita
- bahwa kita adalah anak-anakNya
- dan Dia akan menggenapi janjiNya


TEMPTATION Part 2

TEMPTATION

 TEMPTATION Part 2
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church,
08 November 2015)


Intro:
Godaan pasti akan menyerang kita. Anda bisa tidak memikirkannya atau memikirkannya, ada hal yang akan muncul di pikiran, di perasaan dan mulai menarik Anda pelan-pelan seperti seorang pemancing dapat ikan di umpannya.

Kita semua pasti akan ketemu dengan banyak godaan dalam hidup ini. Anda jangan bilang, saya ini anti goda, saya kuat, saya tidak gampang tergoda. Anda hanya harus tahu 1 hal. GODAAN adalah salah satu senjata yang Iblis gunakan bertubi-tubi dan dengan banyak macam jenis, untuk menyerang Anda dan saya!

YAKOBUS 1:13-15
“Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: ‘percobaan ini datang dari Allah!’ Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.”

Godaan selalu membawa kita kepada dosa. Dosa membawa kita kepada kematian. Kematian pernikahan, kematian karir, kematian hubungan, kematian keuangan, kematian rohani, kematian pertumbuhan.

Ada Lingkaran (Circle) Godaan:

  1. LEVEL MENGGODA
Illustrasi : Anak kecil kalau di kasih tahu JANGAN, dia akan mendekati barang tersebut, ingin tahu, mencari tahu dan sebisa mungkin sedekat mungkin dengan barang tersebut. Contoh: Lot mendirikan kemahnya dekat Sodom (KEJADIAN 13:12-13). Lot menggoda dosa!

Pertanyaan yang harus Anda renungkan:
Adakah hal-hal yang Anda sedang main-main (goda-goda), yang harusnya Anda lari dari hal tersebut? (Is there anything you’re flirting with that you should be fleeing from?). Sehingga yang ditanyakan, bukan seberapa dekat kita boleh dengan dosa, tapi seberapa jauh kita bisa menjauh dari dosa, dan seberapa dekat kita bisa lebih dekat dengan Yesus!

  1. LEVEL LOGIKA
We razionalise everything! Artinya: kita selalu punya alasan dari semua yang kita lakukan.

Contoh : Lot diam di Sodom (KEJADIAN 14:11-12). Dulu Lot hanya berkemah dekat Sodom, tapi sekarang Lot diam di Sodom. Itu terjadi, karena Lot pasti punya alasan akan apa yang dia lakukan.

Perhatikan: kalau Anda sudah mulai menemukan dan membuat banyak alasan soal kenapa Anda salah dan tetap dalam hidup salah, itu karena Anda sudah mulai duduk dan diam dalam godaan yang sudah jadi dosa tersebut. Melogikakan godaan/dosa seringkali terjadi dalam hidup kita.


  1. LEVEL MENGUBAH
SEMAKIN LAMA ANDA DALAM GODAAN DOSA, SEMAKIN DOSA ITU MERUBAH ANDA! Makin lama makin menjadi lebih buruk.

Salah satu kebohongan godaan adalah: ini hidupku dan ini tanggung jawabku. Tapi ingatlah, dalam setiap godaan, ada resiko yang lebih besar dari yang kita pikir. Godaan akan merusak masa depan kita, masa depan keluarga kita dan iman kita.

Contoh: LOT itu sudah dirubah oleh dosa dan godaan. Karena dia sudah tinggal di Sodom selama 13 tahun!!! Perhatikan perubahan hidupnya

KEJADIAN 19:1-8

Bagaimana LOT bisa sampai jadi seperti itu? Bagaimana bisa pikirannya seperti itu. Mau memberi anaknya ke kelompok orang yang penuh nafsu, yang lagi ingin melakukan Gang Rape – pesta sex bersama. Lot hidupnya dirubah oleh dosa!

Illustrasi: Trainer dan Killer Whale!
Cepat atau lambat, siapapun yang hidup dalam godaan dan dosa akan dimakan habis! Godaan dan dosa merubah kita! Jadi lebih buruk!

  1. LEVEL MENGHANCURKAN
Godaan dan Dosa selalu menghancurkan orang.

Contoh : Godaan dan dosa memakan habis mental, pikiran dan kekayaan Lot, serta keluarganya

KEJADIAN 19:30-38

Perhatikan Circle Godaan dan Dosa:
Menggoda – Logika – Merubah – Merusak
Dari kita digoda dan menggoda, lalu kita me-Logika-kan kenapa kita boleh tergoda dan tetap tergoda, lalu Godaan dan Dosa itu MERUBAH kita dan akhirnya MERUSAK kita!!

ANDA BISA KELUAR DARI LINGKARAN GODAAN.
Apa yang harus kita lakukan? MENGAKU KEPADA TUHAN.

1 Yohanes 1:9
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

Kesalahan orang dari ayat ini: aku dosa, aku minta ampun, dan aku akan dosa lagi, 'kan nanti aku bisa minta ampun lagi. Mengaku dosa itu bukan informative, tapi transformative!

Artinya: mengaku dosa itu artinya kita mau berubah dan mau hidup seperti yang Tuhan mau (bukan siap-siap untuk dosa lagi)

Yakobus 5:16
“karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang benar, bila dengan yakin di doakan, sangat besar kuasanya.”

Artinya: jangan sembarang cerita ke orang.
Tapi temukan otoritas orang di sekitar kita yang bisa menjaga cerita hidup kita. Akui kelemahan kita dan bilang aku akan berubah. Disitu ada kekuatan yang menyembuhkan dan memulihkan kita. Mengaku kepada Tuhan itu termasuk mengaku kepada orang yang bisa dipercaya.

“Tuhan bisa memulihkan kita, dalam kondisi apapun kita berada.”



TEMPTATION Part 1

TEMPTATION

 TEMPTATION Part 1
“SEE IT BIGGER”
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church,
01 November 2015)


Menarik sekali ketika kita pelajari bahwa ketika orang sering menghadapi cobaan (temptation) apapun itu bentuknya.

2 HAL PENTING:
Selalu “ada resiko yang lebih dari yang kita pikirkan”, saat kita menghadapi godaan. Dan itu bergantung pada kemampuan untuk kita berdiri pada percaya kita kepada Tuhan.”

Dan 2 hal ini yang selalu bergerak, dan seringkali lewat di luar radar sadar kita. Yang akan kita pelajari adalah: bagaimana kita bisa menghentikan kehidupan kita sejenak (PAUSE), dan membawa 2 hal ini kembali.

Dalam perjalanan hidup mereka, mereka bisa menemukan bagaimana PERCAYA MEREKA KEPADA TUHAN bisa ada dalam kehidupan mereka sehari-hari, dan bagaimana PERCAYA MEREKA KEPADA TUHAN memberi pengaruh besar sehingga dapat memegang kehidupan mereka.

Mereka bukanlah lebih baik, mereka cuman memiliki sesuatu yang mensupport hidup mereka. Dan sekali lagi dalam setiap cobaan yang Anda hadapi, ada resiko yang jauh lebih besar daripada yang kita pikirkan. Dan itu merupakan sebuah masalah buat kita tentang percaya kita kepada Tuhan.


MATIUS  3:16
MATIUS  3:17
“Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: ‘Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

MATIUS 4:1-3

3 PENCOBAAN YANG MENDASARI SEMUA PENCOBAAN
1.      Yang PERTAMA: Yesus dicobai dengan cobaan kebutuhan yang benar dengan cara yang tidak benar. Dia dicobai untuk menjawab kebutuhan yang benar (orang perlu makan 'kan?) dengan cara yang tidak sesuai dengan cara Tuhan.
2.      Yang KEDUA: Yesus dicobai untuk “mengakali Allah untuk kemauanNya”. Ini yang Anda dan saya juga sering lakukan benar nggak?
3.      Yang KETIGA: Yesus dicobai untuk mengambil jalan pintas. Dia dicobai untuk melakukan hal yang benar dengan cara yang salah.

Yesus datang untuk mati buat dosa-dosa kita, bukan hanya untuk bayar dosa kita, tapi membebaskan kita dari dosa kita. Dosa bukan lagi jadi tuan atas kita karena kita bukan lagi berada dalam hukum dosa, tapi dalam hukum anugerah. Anugerah Tuhan itu Tuan-ku, bukan dosa.

Yesus bukan hanya mematahkan dosa kita supaya masuk Surga saja, atau istilahnya mematahkan dosa di kehidupan kekal nanti saja, tetapi dalam kehidupan kita yang SEKARANG!


RESIKO PENCOBAAN
Anda tau apa yang Anda resikokan saat Anda dicobai? Setiap kali… Setiap kali Anda dicobai, 3 hal ini yang sedang jadi resikonya:
û  Masa Depan Anda
û  Masa Depan Orang Lain
û  Iman Anda

Anda tidak berpikir untuk menjauh, tapi Anda bersikap menjauh. Bukan pikiran Anda yang menjauhkan Anda, tetapi sikap Anda yang menjauhkan Anda.

Karena dosa menghancurkan “percaya kita kepada Tuhan”. Dosa menghancurkan kontak kita dengan Tuhan. Dosa memudarkan perasaan kita terhadap kehadiran Tuhan.

YANG DAPAT ANDA LAKUKAN

PENCOBAAN,
KAMU TIDAK AKAN MEMILIKI MASA DEPANKU,
KAMU TIDAK AKAN MEMILIKI MASA DEPAN KELUARGAKU,
KAMU TIDAK AKAN MEMILIKI IMANKU.

PENCOBAAN,
AKU TIDAK AKAN BIARKAN KAMU MENCURI MASA DEPANKU,
AKU TIDAK AKAN BIARKAN KAMU MENCURI MASA DEPAN KELUARGAKU,
AKU TIDAK AKAN BIARKAN KAMU MENCURI IMANKU.


PENCOBAAN,
KAMU TIDAK AKAN MERAMPOK MASA DEPANKU,
KAMU TIDAK AKAN MERAMPOK MASA DEPAN KELUARGAKU,
KAMU TIDAK AKAN MENCURI IMANKU.


30 November 2015

TEMPTATION


Ibrani 10:17, “dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.” Meskipun dosa menciptakan jarak antara Allah & kita, DIA tetap mengampuni kita bahkan DIA tidak mengingat dosa-dosa kita lagi. Oleh sebab itu, ketika Allah memperingatkan kita untuk tidak berbuat dosa, DIA melakukan demi kebaikan kita. Pengakuan dosa yang jujur dihadapanNya akan membawa pengampunan. Amin.

Respon 1
Amin. Pengakuan adalah penting, kunci mendekatkan diri kepada Tuhan. Have a nice day. (Bp. Gunadi – PT. MDU)

Respon 2
Cawan-cawan penuh anggur tersaji di depan orang-orang suku Rekhab. Yeremia yang menawarkan pada mereka sesuai perintah Tuhan. Dan inilah jawab Bani Rekhab: “Kami tidak minum anggur, sebab Yonadab bin Rekhab, bapa leluhur kami, telah memberi perintah kepada kami, katanya: Janganlah kamu atau anak-anakmu pun minum anggur sampai selama-lamanya;...” Dan sebenarnya tidak hanya itu. Leluhur orang-orang Rekhab itu juga memberikan larangan bagi keturunannya untuk mendirikan rumah, mencabut benih, mempunyai kebun anggur. Merekapun harus tinggal dalam kemah seumur hidup mereka (Yer. 35:6-7). Hingga saat itu & di waktu-waktu kemudian mereka dengan segenap hati mentaatinya! Bani Rekhab bergabung dengan Israel karena ipar Musa adalah salah satu dari mereka. Meski begitu, mereka mengikuti aturan-aturan Taurat sekaligus ajaran-ajaran leluhur mereka. Tuhan menggunakan kesetiaan mereka pada perintah-perintah leluhur untuk menegur orang-orang Israel yang tidak peduli bahkan menolak ketetapan-ketetapanNya (Yer. 35:12-17). Ada 2 pelajaran penting yang bagi kita di sini: -Jika ada suku atau kaum yang demikian peduli pada tradisi & ajaran leluhur mereka maka terlebih lagi seharusnya kita lebih taat kepada nasihat dari segala nasihat, petunjuk dari segala petunjuk yaitu ketetapan-ketetapan Tuhan kita. Apa yang dari Allah wajib kita patuhi lebih daripada yang berasal dari manusia. -Sebelum kita terikat untuk taat kepada perintah-perintah Tuhan lebih daripada taat kepada aturan-aturan tradisi nenek moyang kita maka sesungguhnya kita masih belum benar-benar memperhatikan firman-Nya sebagai pedoman hidup kita. Tidak semua ajaran turun temurun bertentangan dengan sabda Tuhan, tapi kita harus menetapkan dalam hati kita bahwa jika ada yang berlawanan dengan hukum-hukumNya maka kita memilih untuk taat pada Tuhan lebih daripada apapun juga. Firman-Nya adalah panduan hidup kita. Itulah pikiran & isi hati-Nya bagi kebaikan & keberkatan kita. Akankah kita menjunjung tinggi & menetapkan segenap keberadaan kita untuk menaatinya hingga akhir? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 3
Bilangan 6:24-26, “TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.” Have a blessed week! (GNCC)

Respon 4
SAAT TEDUH. Senin, 30 November 2015. Jangan Mengandalkan Orang. Oleh karena kamu meninggalkan TUHAN, Ia pun meninggalkan kamu! (2 Tawarikh 24:20). Seorang gadis berpacaran dengan seorang hamba Tuhan. Mereka berdua aktif dan setia melayani di gereja yang sama. Saat mereka merencanakan untuk menikah, hamba Tuhan itu jatuh sakit berkepanjangan tak kunjung sembuh sampai meninggal. Si pemudi sangat terpukul dan kehilangan, tetapi beberapa waktu kemudian, si pemudi berpacaran lagi dengan pemuda yang belum percaya. Lambat laun, aktivitas si pemudi di gereja mulai berkurang. Sangat disayangkan, sekarang, si pemudi sudah tidak menjadi aktivis gereja lagi bahkan jarang hadir dalam ibadah hari Minggu, walaupun hanya satu minggu sekali. Yoas berumur tujuh tahun pada waktu ia menjadi raja. Yoas melakukan apa yang benar di mata Tuhan selama hidup imam Yoyada. Yoyada menjadi tua dan lanjut umur lalu matilah ia. Sesudah Yoyada mati, pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka. Mereka meninggalkan rumah Tuhan, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala (ay. 1-2, 15-18). Jangan mempunyai iman yang bergantung pada orang lain. Bila orang tersebut tidak ada lagi, iman kita menjadi kandas. Kita harus menjadi dewasa; iman kita betul-betul bergantung kepada Tuhan sehingga tetap kuat sampai akhir. Ada murka Tuhan atas orang yang meninggalkan Tuhan (ay. 18) sebaliknya selama kita mencari Tuhan, Allah membuat segala usaha kita berhasil (2 Taw. 26:5). Biarlah kekuatan-Nya meneguhkan kita senantiasa —IN. MEMILIKI IMAN YANG BERGANTUNG PADA MANUSIA SAMA DENGAN MEMBANGUN RUMAH DI ATAS PASIR. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)



Sunday, 29 November 2015

29 November 2015

TEMPTATION



Markus 16:17, “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan- setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka.” Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Kristus menginginkan agar para pengikutNya mengadakan tanda-tanda ajaib ketika memberitakan Injil. Tanda-tanda itu bukan karunia khusus untuk beberapa orang tertentu tetapi diberikan kepada semua orang percaya yang memberikan kesaksian tentang Injil Kerajaan Allah & menerima janjiNya. Percayalah Kristus sudah berjanji bahwa KUASA & KEHADIRAN-NYA akan menyertai kita senantiasa. Amin.

Respon 1
“Perjalanan yang mengubahkan dimulai dengan penjelajahan ke dalam hati.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Haruslah kita benar-benar menyadari bahwa ibadah & penyembahan kita yang kita lakukan di era Perjanjian Baru semakin sedikit berkaitan dengan suatu bangunan, lokasi atau tempat suci tertentu. Yesus berkata pada seorang perempuan Samaria yang membanggakan gunung tempat nenek moyang mereka beribadah, “Percayalah kepada-Ku, ...saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini & bukan juga di Yerusalem” (Yoh. 4:21). Bahkan sejak masa lampau, berulang kali Tuhan menyampaikan bahwa penyembahan ialah masalah hati kita di hadapan-Nya. Charles Spurgeon pernah berujar, “Jangan memandang diri Anda telah benar: jika Anda datang ke tempat-tempat penyembahan hanya untuk mencari kepentingan terkait diri Anda sendiri atau hanya demi mendengarkan musik, Anda tidak sedang menyembah Tuhan.” Oleh sebab itu, berkali-kali kita menemukan di kitab-kitab Perjanjian Lama bahwa Tuhan menghinakan bahkan muak dengan peribadatan Israel yang meski giat namun hati mereka tidak benar-benar tertuju kepada Tuhan (Am. 5:21-25; Yes. 1:10-15). Tuhan pun tak segan memusnahkan Bait Salomo yang sangat dikagumi itu oleh sebab itu telah menjadi tempat kejahatan. Yesus menyebut tempat dimana seharusnya nama Bapa dipuja namun hanya menjadi tempat perkumpulan belaka sebagai “sarang penyamun”. Di sisi lain, Tuhan berkenan pada doa-doa dari tempat yang tersembunyi. Dikenan-Nya mazmur-mazmur Daud dari gua-gua yang gelap & dalam. Tangisan Yusuf dari penjara & seruan Yunus dari perut ikan menggetarkan hati-Nya. Pula telinga-Nya terbuka atas puji-pujian tulus murni Paulus & Silas dengan tangan & kaki terpasung di jantung penjara Filipi. Begitu pula doa & penyembahan Petrus di atas atap rumah waktu tengah hari (Kis. 10:9). Pertemuan-pertemuan ibadah tidak boleh kita jauhi (Ibr.10:25). Tapi Kristus harus menjadi fokus pusat dari pertemuan-pertemuan itu. Jika tidak, sia-sialah semua penyembahan kita di hadapan-Nya. Bukankah Dia Allah yang melihat hati & hidup kita yang mengasihi-Nya melampaui kehadiran kita di tempat-tempat ibadah kita? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Saturday, 28 November 2015

28 November 2015

TEMPTATION



1 Korintus 15:33, “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” Dengan siapa kita bergaul itu sangat menentukan bagaimana cara kita mengambil keputusan. Prinsip apa yang Firman Tuhan ajarkan dalam membangun hubungan/dalam pergaulan?? Bangunlah hubungan yang benar yaitu: dengan hati yang murni. Jadilah anak-anak Tuhan yang dapat “memberikan dampak” positif dalam pergaulan kita. Bukan kita yang terpengaruh dengan kebiasaan buruk mereka, tetapi KEBIASAAN BAIK kita harus dapat mempengaruhi hidup mereka. Amin.

Respon 1
Ada banyak yang bisa kita bicarakan mengenai kasih Tuhan pada kita. Tak habis-habis kita dapat memuliakan kasih karunia-Nya bagi kita. Hanya, berapa banyakkah yang dapat kita pikirkan & bicarakan mengenai bagaimana kita mengasihi Dia? Bukankah sejatinya, kita dipanggil bahkan diperintahkan untuk mengasihi Dia? Dengan segenap keberadaan kita (Mat. 22:37-38)? Lebih gamblang lagi, rasul Paulus menegaskan “Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia!” Bagaimana bisa? -Tidak mengasihi Tuhan yang telah amat sangat mengasihi kita serupa orang-orang keji & durhaka, yang hanya tahu mengambil & menerima namun tidak pernah bersyukur atau tahu berterima kasih. Ini serupa pengkhianatan Yudas Iskariot. Diberikan padanya kesempatan menjadi salah satu murid utama Yesus, ia hanya menggunakan semua kemurahan Tuhan itu demi keuntungan pribadinya. Alih-alih memuliakan nama Tuhan seumur hidupnya & rindu membalas kebaikan-kebaikanNya, bahkan sang Guru pun dijualnya! -Jika kita tidak mengasihi Tuhan maka sebenarnya hati kita mengasihi dunia (1 Yoh. 2:15). Siapa yang mengasihi dunia akan lenyap & dikutuk bersama-sama dunia. Hanya mereka yang mengasihi Tuhan, yang melakukan kehendak Allah yang akan hidup selama-lamanya (Yoh. 14:15,21,24; 1 Yoh. 2:17). -Hanya yang mengasihi Tuhan yang akan beroleh persekutuan kekal dengan Tuhan, Sang Kekasih Jiwanya (Maz. 119:116). Bukankah perbedaan antara sorga & neraka telah jelas? Bahwa sorga penuh dengan orang-orang yang mengasihi-Nya & sebaliknya, neraka ialah tempat orang-orang yang tidak suka berada dekat dengan-Nya? Sebab, mungkinkah orang-orang yang tidak saling mengasihi akan tinggal bersama-sama & bahagia selama-lamanya? Oleh sebab itu camkanlah baik-baik. Bukan yang dikasihi Tuhan yang menjadi terkutuk, melainkan yang telah dikasihi-Nya namun tidak mengerti & memahami kasih Tuhan sehingga tidak mengasihi-Nya dalam hidup. Sesungguhnya, kasih yang ajaib itu jua yang menjadi dasar kekuatan untuk kita mengasihi-Nya. Jadi, masihkah Anda tidak mengasihi Yesus Kristus Tuhan, hai orang-orang yang begitu dicintai-Nya? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 2
Matius 5:16 (TB), “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Biarlah hidup kita boleh menjadi dampak positif bagi orang-orang di sekeliling kita. Boleh menjadi terang bagi dunia yang gelap. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 3
“Jika kita tidak mau mengerti perasaan orang lain, suatu kali jangan sakit hati jika dirinya sendiri tidak dimengerti.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 4
SAAT TEDUH. Sabtu, 29 November 2015. Dikenal Oleh Allah. Hanya kamu yang Kukenal dari segala kaum di muka bumi (Amos 3:2). Perikop ini menggambarkan keunikan hubungan bangsa Israel dengan Allah. Di tengah-tengah ketidaksetiaan bangsa Israel, Amos mengingatkan mereka tentang kasih sayang Tuhan yang sudah menebus dan menuntun mereka keluar dari tanah Mesir menuju Kanaan. Tuhan Allah telah memberikan perhatian khusus kepada Israel dan mengakui mereka sebagai milik-Nya yang istimewa di antara semua suku bangsa lain di muka bumi. Hal ini terlihat dari penggunaan kata “kenal” (ay. 2). Kata ini dipakai untuk pertama kalinya dalam kitab Kejadian 18:17-19, yang menggambarkan tentang kedekatan Allah dengan Abraham. Sungguh suatu hubungan yang istimewa! Akan tetapi, betapa ironis jika kita melihat pembalasan bangsa Israel terhadap kasih sayang Tuhan yang besar tersebut. Mereka tidak setia! Tidak ada dosa yang lebih menyakiti hati Tuhan selain dosa berpaling dari-Nya dan beralih kepada berhala. Mengetahui bahwa Tuhan mengenal dan mengakui kita sebagai umat-Nya yang istimewa seharusnya membangkitkan rasa syukur yang besar dan sikap yang penuh hormat akan Dia. Tidak cukup sampai di situ. Kita juga perlu belajar mengenal-Nya lebih dalam karena pengenalan yang sejati menuntut relasi, interaksi, dan komunikasi dua arah secara terus-menerus. Mengenal tidak sama dengan “sekadar tahu”. Diperlukan suatu hubungan yang dibangun secara sengaja, bermutu, dan intensif dengan Allah sehingga kita menyatu dengan kehendak-Nya. Dengan demikian, kita semakin memahami maksud panggilan Tuhan yang telah menebus dan memilih kita —NW. HAK ISTIMEWA YANG LEBIH BESAR SELALU MEMBAWA KEPADA TANGGUNG JAWAB YANG LEBIH BESAR PULA. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Friday, 27 November 2015

27 November 2015

TEMPTATION



DOA BAPA KAMI. Matius 6:9-13, 9Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 10datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 11Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 12dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; 13dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.).” BERDOA adalah suatu  kebutuhan. Bila kita masih PEMULA dalam BERDOA, belajarlah dengan DOA BAPA KAMI, saya percaya melalui DOA kita menerima KEKUATAN dari Allah yang tak terbatas. Masihkah kita ragu untuk berdoa pagi ini?? Percayalah DIA selalu menjawab dengan memberi yang TERBAIK bagi kita. Amin.

Respon 1
SAAT TEDUH. Jumat, 27 November 2015. Mau Repot. Kata Agripa kepada Festus, “Orang itu sebenarnya sudah dapat dibebaskan sekiranya ia tidak naik banding kepada Kaisar” (Kisah Pr. Rasul 26:32). Menikmati masa pensiun dengan santai tentu menjadi pilihan sebagian besar orang. Tak perlu bekerja, tetapi tetap mendapatkan penghasilan. Apalagi anak-anak telah dewasa dan mandiri. Namun, hal ini tidak berlaku bagi pasangan suami-istri Bambang dan Retno. Mereka memilih mengadopsi seorang bayi. Tak heran jika masyarakat sekitar menyebut mereka legan golek momongan (sudah nyaman malah mencari kerepotan). Seandainya Agripa menguasai bahasa Jawa, mungkin ia pun akan menyebut Paulus legan golek momongan. Kita dapat mengetahui dari perkataannya yang disampaikannya kepada Festus, “Orang itu sebenarnya sudah dapat dibebaskan sekiranya ia tidak naik banding kepada Kaisar” (ay. 32). Paulus bisa saja bebas, tetapi ia memilih naik banding, yang justru membuatnya berlama-lama menjadi tawanan. Sekilas tampak bahwa Paulus memilih “repot”. Tetapi, Paulus mengajukan banding bukan demi menyelamatkan dirinya sendiri. Mungkin Paulus bisa bebas tanpa naik banding. Tetapi, kesempatan yang ia miliki untuk mewartakan kabar keselamatan Kristus akan terhenti sampai pada raja Agripa. Dengan naik banding, Paulus memiliki kesempatan untuk mengajar orang-orang yang menjadi teman seperjalanannya di atas kapal menuju Roma. Paulus memiliki visi hidup bagi kerajaan Allah. Kesadaran akan jati dirinya di hadapan Tuhan menjadikannya mau “repot” demi menjalankan visi mulia itu. Bagaimana dengan kita? Bersediakah kita menjadi “repot” demi visi hidup yang mulia, yakni menghadirkan kerajaan Allah bagi sesama? —EBL. PENGURBANAN KRISTUS ADALAH ALASAN BAGI ORANG PERCAYA UNTUK RELA MENGALAMI “KEREPOTAN” DALAM MENGASIHI SESAMA. Selamat pagi semua. Happy Friday. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 2
JELI MENDENGARKAN SUARA TUHAN. Pastor Li, seorang misionaris yang tewas dibunuh karena imannya, memiliki seorang anak perempuan bekerja di sebuah kamp kerja paksa di China. Anak itu mendapat tugas menekan tombol alarm untuk memperingatkan para pekerja untuk keluar dari area pertambangan ketika jam kerja telah usai atau pada keadaan darurat. Suatu hari gadis kecil itu mendengar suara, “pencet tombolnya!!!” Ia melihat ke sekelilingnya, namun tak menemukan siapapun. “Cepat, pencet tombolnya sekarang!!!” Beberapa detik kemudian suara itu terdengar lagi. Kali ini ia menyadari bahwa itu adalah Suara TUHAN. Walau ia tidak mengerti, ia sadar kalau ia harus menurutinya. Saat alarm berbunyi, semua pekerja berhamburan keluar dari pertambangan. Tiba-tiba gempa bumi meruntuhkan seluruh area pertambangan. “Nak, bagaimana kau tahu kalau harus menekan tombol itu?” tanya Kepala Kamp. “TUHAN YESUS-lah yang menyuruh saya. 3 kali DIA menyuruh saya melakukannya, & DIA baru saja menunjukkan Kasih-NYA. Kalian harus bertobat & menyerahkan hidup kalian kepada-NYA!!” Saat itu juga, 3000 pekerja & Kepala Kamp berlutut berdoa meminta TUHAN YESUS mengampuni mereka. KARAKTER SUARA TUHAN berbeda dengan SUARA manusia. Ketika seseorang BERKATA-KATA, & orang lain tidak mau MENDENGAR, maka orang itu akan BERSUARA LEBIH KERAS. Ketika seseorang tak mau MENDENGARKAN SUARA TUHAN, SUARA-NYA akan semakin terdengar semakin PELAN, bahkan akan HILANG sama sekali. Jika seseorang memiliki KETAJAMAN untuk selalu MENDENGAR SUARA TUHAN, ia akan TUMBUH menjadi seorang yang BERKARAKTER KUAT & selalu tampil sebagai PEMENANG. Caranya dengan membiasakan diri untuk MENDENGAR, MERENUNGKAN & TAAT melakukan FIRMAN-NYA. “Ya Tuhan, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya Tuhan, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala” (1 Tawarikh 29:11). SELAMAT PAGI. (Bp. Budi – PT. MPU)

Respon 3
Yesus bukannya bersikap kejam dengan melarang salah seorang yang dipanggil mengikuti-Nya untuk menguburkan orang tuanya (Luk. 9:59-60). Yang terjadi ialah sesungguhnya orang itu minta ijin menunggu bapaknya meninggal, supaya ia dapat melakukan kewajibannya sebagai seorang anak pada orang tuanya, baru kemudian ia akan mengikut Yesus. Dengan kata lain, panggilan Yesus bukan prioritasnya untuk saat ini. Ia punya prioritas-prioritas sendiri yang ingin dicapai & diselesaikannya lebih daripada menaati kehendak Tuhan. Jawab Yesus tegas. “Biarlah orang mati menguburkan orang mati mereka. Tapi engkau, pergilah & beritakanlah Kerajaan Allah dimana-mana.” Hendaknya kita tidak bingung atau meleset memahaminya. Yesus sedang mengatakan, ada urusan-urusan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah (yang mati rohaninya). Biarkanlah mereka melakukan apapun urusan-urusan mereka itu. Tapi bagi yang telah menerima hidup dari Allah, yang dijadikan warga Kerajaan-Nya, ada tugas panggilan yang lebih besar & lebih tinggi daripada mengerjakan urusan-urusan yang umumnya dikerjakan mereka yang belum mengenal Tuhan. Sekali lagi, Yesus tidak sedang melarang kita melakukan kewajiban kita atas keluarga kita. Yesus sedang menunjukkan apakah yang seharusnya kita utamakan jika kita ingin menjadi pengikut-pengikutNya. Yesus menginginkan komitmen penuh dari orang-orang yang ingin mengiring-Nya. Tidak lagi mengarahkan diri pada urusan-urusan & kepentingan-kepentingan pribadi sebagai tujuan hidup namun memberikan hidupnya bagi Kerajaan Allah yaitu membawa berita pertobatan & keselamatan dalam Kristus. Itu sebabnya Dia memerintahkan untuk kita pergi, menjadikan segala bangsa murid-muridNya & supaya kita menjadi saksi-saksi-Nya hingga ke ujung-ujung bumi. Dan untuk itu, Allah menjamin hidup orang-orang yang bersedia hidup mengutamakan Kerajaan Allah (Mat. 6:33). Yesus telah memberikan teladan kesetiaan hidup bagi kehendak Bapa yang empunya Kerajaan itu. Paulus & hamba-hambaNya dari segala zaman pun demikian. Bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


Thursday, 26 November 2015

26 November 2015

TEMPTATION



Ibrani 10:25, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Sebagai anak-anak Tuhan janganlah menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita (Ibadah Raya, Komsel, doa, dsb), justru pada saat kesukaran, kita harus saling mensupport satu dengan yang lain, DIA tidak pernah menghendaki kita berjalan sendiri, DIA mau supaya kita memperoleh dukungan & dorongan dari sesama kita. Amin. Sudahkah kita tergabung dalam sebuah komunitas? Supaya kita dapat “SALING” memperhatikan, mendoakan, dan menolong...?

Respon 1
“Saat kita direndahkan sampai posisi paling bawah, kita masih bisa bersyukur karena sudah tidak bisa lebih rendah lagi.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Jangan berkecil hati sekalipun tidak ada orang yang peduli dan menolongmu. 1 Samuel 14:6, ‘...sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang.’  (GNCC)

Respon 3
Tuhan ingin kita bekerja sendiri (harus kerja sendiri) TAPI tidak sendirian. Amin, have a nice day. (Bp. Gunadi Cahyono)




Respon 4
Hal kedua yang dipandang sebagai sesuatu yang elok dipandang karena tampil dengan gagahnya dalam Amsal 30:31 ialah “ayam jantan yang angkuh” (versi Terjemahan Baru Indonesia). Bahasa asli dari istilah tersebut sebenarnya memiliki makna dasar “sesuatu terikat pinggangnya” yang kemudian beberapa menafsirkannya sebagai greyhound (anjing berpinggang ramping untuk balap anjing) atau kuda perang dengan pinggang yang kuat berotot. Ayam jantan yang dimaksud juga merujuk pada ayam jantan yang berjalan dihadapan lawannya dalam suatu aduan. Inti dari semuanya ini ialah suatu gambaran mengenai “kondisi yang siap menghadapi apapun”. Suatu sikap yakin & berani karena telah siap dalam segala keadaan. Tidak menjadi kebingungan dalam ketidakpastian. Firman Tuhan mengajar kita menjadi orang-orang yang selalu berjaga-jaga. Entah itu berkaitan dengan kehidupan jasmani, lebih-lebih rohani. Semut dipuji-puji karena bekerja keras walau sudah banyak bahan makannya (Ams. 6:8). Dan “siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu” (Ams. 10:5). Dalam hal rohani, kita diperintahkan untuk berjaga-jaga & bersikap sebagai laki-laki (1 Kor. 16:13). Lebih dari itu kita dipanggil untuk berjaga-jaga dalam doa (Luk. 21:36; Kol. 4:2), dalam kekuatan kuasa-Nya, mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah agar dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis & mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu; tetap berdiri hingga akhir segala sesuatu! (Ef. 6:10-18). Perumpamaan 5 anak dara bijak merupakan penegasan kehendak Tuhan akan hal ini. Persediaan minyak merupakan lambang persekutuan dengan Roh Kudus dimana sudah seharusnya kita memiliki hubungan yang tak pernah putus dengan Dia, tiap hari berjalan dalam pimpinan Roh-Nya. Mempersiapkan diri menyambut kedatangan Mempelai Agung itu. Sehingga kita tidak akan menjadi bingung, panik & terluput masuk dalam kemuliaan. Bukankah yang siap sedia tidak akan pernah dipermalukan di bumi, lebih-lebih di pengadilan terakhir di hadapan Hakim Agung itu? Salam revival! GBU. (Woship Center Surabaya)

Wednesday, 25 November 2015

25 November 2015

TEMPTATION



Matius 7:7, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Amin. Kita mungkin tidak tahu bagaimana/kapan DOA kita akan dijawab, tetapi kita dapat terus menerus mencurahkan isi hati kita kepadaNya melalui DOA. Menanti-nantikan jawaban DOA tidak mudah, tetapi pada akhirnya pasti INDAH. Apakah ada beban yang ingin  kita sampaikan dari dalam hati kita? Maukah kita tetap mempercayaiNya?? Orang yang mengenal namaMu, percaya kepadaMu sebab tidak KAU tinggalkan orang yang mencari Engkau ya Tuhan (Maz 9:11). Tetaplah percaya, tetaplah meminta, tetaplah BERDOA. Amin.

Respon 1
The day you stop worrying will be the first day of your new life, anxiety takes you in circles, trust in God & become free. Di hari kau berhenti khawatir akan menjadi hari pertama di kehidupan barumu. Kecemasan akan membawamu ke dalam lingkaran yang tak terputus, percayalah pada Tuhan, dan menjadi bebas. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
Jangan gentar dan putus asa ketika pergumulan dan masalah menghadang. Tetap percaya dan lihat bagaimana Tuhan menolong. Keluaran 18:8, ‘Sesudah itu Musa menceritakan kepada mertuanya segala yang dilakukan TUHAN kepada Firaun dan kepada orang Mesir karena Israel dan segala kesusahan yang mereka alami di jalan dan bagaimana TUHAN menyelamatkan mereka.’ Tetap kuat didalam Tuhan. (GNCC)


Respon 3
Salah satu karakter Tuhan kita adalah kebaikan. “Tuhan itu baik...” (Maz. 136:1; 135:3; 100:5; 118:1). Itu berarti apapun yang berasal daripada-Nya adalah baik. Pikiran-pikiranNya, perasaan-perasaanNya, perkataan-perkataan & ketetapan-ketetapanNya, keputusan-keputusanNya, kebijakan-kebijakan-Nya hingga seluruh tindakan-tindakanNya -selama-lamanya baik bagi semesta alam. Tidak ada yang buruk atau jahat keluar dari-Nya. Dalam Matius 5:45, Yesus bahkan menegaskan bahwa Bapa sorgawi kita sangat baik sehingga masih menerbitkan matahari & menurunkan hujan bagi orang-orang yang benar maupun yang tidak benar! Kebaikan Tuhan ialah natur (sifat hakiki)-Nya. Demikianlah adanya Dia. Itu tidak bergantung pada penilaian apapun & siapapun. Seandainya saja seluruh manusia sepakat bahwa Dia jahat, Dia tetaplah baik. Akan ada waktunya ketika segala rahasia dibuka di depan mata setiap manusia & tidak akan ada lagi yang dapat menyangkal bahwa memang benar Dia baik. Bagaimana dengan kita? Menerima secara mental bahwa Tuhan itu baik mungkin tidak terlalu sukar -lebih-lebih dalam kondisi kehidupan yang nyaman & menyenangkan. Namun, memproklamasikan Dia itu baik, saat banyak hal yang menyakitkan terjadi atas kita, ialah suatu tingkatan yang berbeda. Di sini iman, pengharapan & kasih kita pada Tuhan benar-benar diuji. Masihkah kita percaya bahwa Dia baik & semua yang terjadi itu bagian dari kebaikan-Nya? Bahwa apa yang diijinkan-Nya itu, yang diputuskan-Nya terjadi atas kita walau terasa buruk & menyakitkan, merupakan sesuatu yang baik bagi kita? Sama sekali tidak mudah. Pada titik itu, banyak yang akhirnya melepaskan imannya. Kanak-kanak sering tidak mampu memahami arti didikan orang tuanya. Baru setelah dewasa, mereka tahu orang tua telah melakukan yang baik bagi mereka. Hanya yang bertumbuh menjadi dewasa rohani akan memahami bahwa di setiap peristiwa SELALU ADA kebaikan Tuhan. Sebab itu, tetaplah percaya akan kasih-Nya & jadilah dewasa dalam hidup rohani Anda. Bukankah kelak di suatu waktu, suatu tempat & suatu keadaan, Anda akan benar-benar menyadari kebaikan-Nya? Salam revival! GBU. (Woship Center Surabaya)

Tuesday, 24 November 2015

24 November 2015

TEMPTATION



Lukas 11:13, “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” Amin. Adakalanya kita bisa mengalami kegelisahan, takut, khawatir saat ditinggalkan oleh orang-orang yang kita kasihi. Mungkin karena harus bekerja d itempat yang jauh atau bahkan oleh kematian. Tetapi kita perlu ingat bahwa meski kita ‘ditinggallkan’, DIA Allah yang tidak pernah meninggalkan kita, bahkan DIA berjanji menyertai kita. DIA telah mengutus Roh Kudus-Nya untuk tinggal bersama-sama kita, bahkan DIA Penolong kita satu-satuNya. Apakah kita masih tetap percaya bahwa Roh Kudus memberi kita KUASA untuk menghadapi ‘godaan’. Apakah kita masih tetap percaya bahwa DIA menyertai kita setiap waktu dalam menghadapi ‘godaan’/tantangan dalam kehidupan ini?? Amin.

Respon 1
Nikmatilah kebaikan Tuhan yang LIMPAH dalam hidupmu. Mazmur 31:20, ‘Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!’  (GNCC)

Respon 2
“Pemimpin harus tahu bebal-kritis otak rakyatnya, kembang-kemping nafasnya, dan tebal-tipis dompetnya.” Xavier Quentin Pranata.




Respon 3
SAAT TEDUH. Selasa, 24 November 2015. Hidup Bagi Kristus. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: Bahwa kamu telah mati terhadap dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus (Roma 6:11). Kita cukup sering mendengar berita tentang kekerasan majikan terhadap pembantu rumah tangganya, mulai dari penyekapan sampai penyiksaan, dan ada yang berujung kematian. Sungguh sangat menyedihkan. Kebutuhan finansial yang mendesak sering membuat para korban kurang memperhatikan pentingnya mengetahui profil majikan sebelum menjadi pekerjanya. Sebelum mengenal Kristus, kita manusia adalah hamba dosa. Majikan kita ini sifat dan tabiatnya mencelakakan kita, berpotensi mendatangkan musibah yang fatal dan petaka atas diri kita. Sebaliknya, setelah kita percaya kepada Kristus, otomatis Dia menjadi Tuan kita yang baru, dan Kristus menjalankan ketuhanan-Nya bukan untuk menyenangkan diri-Nya (Rm. 15:3), melainkan untuk menolong para hamba-Nya. Seperti kata Rebecca Pippert dalam buku Out of the Salt-Shaker and Into the World, Yesus adalah “satu-satunya di alam semesta yang dapat mengendalikan tanpa menghancurkan kita.” Kristus adalah Tuan yang melepaskan kita dari kekejaman dosa dan menggerakkan umat tebusan-Nya untuk bertindak atas nama-Nya dan hidup dalam kemerdekaan yang utuh (Rm. 6:8-11). Sungguh jauh berbeda dari tuan-tuan yang ada di dunia ini! Kedewasaan rohani orang Kristen dimulai pada saat ia menyadari siapa Kristus yang sebenarnya. Pada saat itu, kita akan melihat perintah dan kehendak Tuhan sebagai sebuah kesukaan, bukan beban, dan ketaatan bukan lagi menjadi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dalam hidup kita —NW. TUAN DI DUNIA MEMBELENGGU HAMBA-NYA; SEBALIKNYA, KRISTUS MEMERDEKAKAN HAMBA-NYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Karena persaingan yang sangat keras, orang-orang yang berkecimpung di dunia sekuler atau marketplace banyak yang meyakini bahwa hasil yang besar sukar dicapai tanpa melakukan kecurangan di sana sini. Sama seperti politik, bisnis sering dipandang sebagai sesuatu yang kotor. Jadi, adalah biasa & wajar jika kemudian cara-cara kotor pun dipergunakan demi meraih hasil & memenangkan persaingan. Tepatkah itu? Apa yang ditunjukkan Alkitab mengenai hal ini bisa jadi menjungkirbalikkan pemikiran-pemikiran yang ada. Contoh terbaik dalam dunia marketplace salah satunya ditampilkan oleh Daniel. Seluruh kitab sesungguhnya berbicara mengenai sepak terjang Daniel sebagai hamba Tuhan yang dipanggil di bidang sekuler. Fakta-fakta menarik sekaligus mengejutkan a.l.: -Daniel menjadi orang kepercayaan setiap pergantian raja terjadi. -Menghadapi siasat-siasat jahat pesaing-pesaingnya, ia tidak ikut bermain curang. -Ia tidak berpindah keyakinan imannya demi jabatan. -Ia dikasihi & dikagumi atasan-atasannya. -Ia pun sangat dikasihi Tuhan. Daniel hidup dalam standard yang sangat tinggi. Ia tidak mencari pengecualian atau pembenaran melakukan sedikit saja kecurangan sebagai orang yang tidak bergerak di bidang rohani. Dalam banyak hal, Daniel mungkin jauh lebih rohani & tahu isi hati Tuhan daripada mereka-mereka yang mengaku imam-imam yang melayani di hadapan Tuhan tiap hari. Mujizat-mujizat, hikmat, tanda-tanda ajaib yang terjadi dalam kehidupan Daniel menunjukkan bahwa Tuhan juga penguasa dunia bisnis. Dia sendirilah yang menyertai, menolong, membuka pintu berkat & kesempatan bagi setiap anak-anakNya yang mau sepenuhnya percaya bahwa kedudukan, kekayaan, kehormatan, hasil-hasil atau kemajuan suatu pekerjaan semua ditentukan oleh Tuhan sendiri. Bagian kita sama seperti Daniel: menyediakan suatu hidup sedemikian sehingga Roh yang Luar Biasa itu menguasai kita untuk siap Tuhan pakai di manapun kita berada (Dan. 5:12;6:3). Rindukah Anda menjadi salah satu orang terbaik Tuhan di marketplace seperti Daniel? Percayalah. Tak mustahil! Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


Monday, 23 November 2015

23 November 2015

TEMPTATION



Mikha 3:8, “Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh TUHAN, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub pelanggarannya dan kepada Israel dosanya.” Roh Kudus yang ada di dalam kita memang tidak ‘kelihatan’ tetapi kita semua dapat ‘merasakan kuasaNya’ setiap hari ketika DIA menguatkan, membimbing & memimpin kita melalui Firman Tuhan yang kita baca. Roh Kudus ada bersama kita & tinggal di dalam kita jadi kita tidak sendiri. Tuhan Yesus, terima kasih untuk Roh Kudus-Mu yang hidup di dalamku. Amin.

Respon 1
Maz 115:12a – TUHAN telah mengingat kita; IA memberkati kita! Wow berkat jasmani-rohani berlimpah untuk kita hari ini! Kiriman ayat mulai besok tgl 24/11-3/12'15 LIBUR sebab saya ke Israel! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 2
Yesus menegaskan Ulangan 8:3 saat Dia berkata, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Mat. 4:4). Jadi bukan hanya makanan jasmani yang menentukan kualitas hidup kita tapi juga makanan rohani: setiap firman yang Tuhan perkatakan pada kita. Itu sebabnya kita memerlukan porsi makanan rohani tertentu setiap hari. Itu bukan sekedar membaca satu pasal atau satu tulisan rohani. Hati kita harus terbuka pada Tuhan. Dengan rasa lapar & haus akan menu makanan yang disiapkan sorga pada hari itu bagi kita. Bukan sekedar membaca deretan ayat-ayat dengan buru-buru. Namun secara aktif, kita menyediakan hati yang siap & lapang demi menerima, menikmati & mengikuti bagaimana Dia memberikan tuntunan bagi kita hari demi hari. Mazmur 119:4 mengatakan bahwa Tuhan memberikan perintah-perintahNya supaya kita pegang -yaitu diperhatikan & dilakukan- dengan segala kesungguhan. Itu berarti “suatu porsi yang besar” dari hidup kita harus kita sediakan demi melakukan titah-titah Tuhan. Tidak mengherankan ayat ke-5 menjadi komitmen bagi pemazmur, “Oh kiranya hidupku diarahkan & ditetapkan untuk berpegang pada perintah-perintahMu!” Banyak orang-orang percaya yang gagal & hidup rohaninya tidak mengalami pertumbuhan karena meremehkan firman. Sebaliknya, yang sungguh-sungguh menenggelamkan diri dalam perintah-perintah Tuhan tiap-tiap hari, menjadi hamba-hamba pilihan Tuhan untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Itulah yang menjadikan Daud bin Isai, gembala domba dari Betlehem yang suka merenungkan firman menjadi “orang yang berkenan di hati Tuhan”. Itu pula yang membuat Daniel, menteri kepercayaan raja-raja besar di zamannya, dengan kesibukan yang sangat banyak justru dipercaya Tuhan menerima penyingkapan akan rencana & rahasia Tuhan hingga akhir zaman. Mereka amat sangat menghargai perkataan-perkataan Tuhan. Bukan menanggapinya sambil lalu saja. Tuhan yang memberikan firman & memerintahkan itu kita lakukan -bukankah Dia pula yang akan meminta pertanggungjawaban atas setiap firman yang disampaikan-Nya pada kita? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 3
Jika bergantung hanya kepada keberuntungan untuk mengubah masa depan, jangan heran kalau perubahan tidak banyak terjadi. 1 Korintus 15:10, ‘Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.’ (GNCC)

Respon 4
SAAT TEDUH. Senin, 23 November 2015. Sungai Berkat. Jawab Yesus kepadanya, ‘Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapa Dia yang berkata kepadamu, ‘Berilah Aku minum!’ niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup’ (Yohanes 4:10). Sungai Mississippi di Amerika Serikat berasal dari anak sungai kecil di hutan Minnesota. Anak sungai itu kemudian mengalir sepanjang 4.100 km hingga ke Teluk Meksiko. Semakin jauh, lebar dan dalamnya semakin bertambah, ukurannya menjadi sangat besar. Selama airnya tidak meluap menjadi banjir, sungai ini sangat berguna untuk irigasi dan transportasi. Pepohonan subur di tepiannya juga memperindah pemandangan sepanjang sungai itu. Setiap orang membutuhkan air. Kita mungkin bisa bertahan hidup 10-15 hari tanpa makanan, tapi tiga hari saja kita hidup tanpa air, bisa terjadi bencana. Air bukan sekadar pelepas dahaga, tapi juga penjaga kelangsungan hidup. Kepada perempuan Samaria itu, Yesus bukan menawarkan air untuk pelepas dahaga, tetapi air yang bila diminum akan menjadikan perempuan itu mampu menyalurkan air kehidupan bagi orang-orang di sekitarnya. Yesus berkata bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: “Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” (7:38). Kita, orang percaya, telah menerima Yesus, sang Air Hidup. Artinya, kita pun dipanggil menjadi penyalur air hidup. Kita, yang telah menerima kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus, dipanggil untuk menjadi sungai berkat. Di mana? Di rumah kita, di tempat kerja, di dunia. Bagaimana? Dengan hidup memancarkan kasih-Nya kepada setiap orang. Bak sungai Mississippi, biarlah kehidupan kita mengalirkan berkat bagi sesama —SYS. AIR HIDUP ITU TAK SEKADAR MELEGAKAN KITA, TETAPI AKAN MENJADI SUNGAI BERKAT YANG MENGALIR MELALUI KEHIDUPAN KITA. Selamat pagi. Welcome Monday. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 5
UTANGAN TUHAN YANG MENOLONGU. Jangan mengira apa yang kita peroleh adalah hasil karya kita sendiri, jangan mengira kekayaan yang kita peroleh adalah hasil usaha kita sendiri, jangan mengira jabatan & kekuasaan yang kita miliki adalah hasil jerih payah kita sendiri, pernahkah kita renungkan: bagaimana jika Dia tidak memberikan kesehatan yang baik, apakah kita bisa beraktivitas? Bagaimana jika Dia tidak menyertai serta memberkati setiap langkah kita, apakah kita bisa sukses dan berhasil? Apakah kita bisa menghindari berbagai masalah persolan didunia ini? Ingatlah! Masih ada Tuhan dalam hidup ini, tanpa penyertaan Tuhan kita tidak mungkin bisa menghadapi berbagai problema didunia ini, tanpa pemeliharaan dari Dia, kita tidak mungkin bisa berhasil & sukses, jadi jangan merasa sombong dengan kekayaan & jabatan serta kekuasaan yang kita miliki, dengan uang kita hanya bisa membeli rumah, tapi bukan Kehidupan, dengan uang kita hanya bisa membeli jam, tapi bukan Waktu, dengan uang kita hanya bisa membayar dokter untuk merawat & menjaga kesehatan kita, tapi bukan Nyawa, dengan uang kita hanya bisa membeli darah, tapi bukan Nafas, dengan uang kita dapat membeli posisi, tapi bukan Kehormatan, dengan uang kita bisa membeli buku, tapi bukan Pengetahuan, semua ini juga tidak kekal abadi, semuanya akan lenyap & musnah, ketika kita sudah tidak bernyawa. Syukuri apa yang kita miliki, takutlah akan Tuhan dalam setiap tindakan kita, percayalah, pertolongan Dia tidak pernah terlambat, Dia sanggup melakukan hal yang mustahil sekalipun, karena Tuhan yang kita sembah & tinggikan adalah Tuhan yang kekuasaanNya tanpa batas, amin. Sebab bukan dengan pedang mereka menduduki negeri, bukan lengan mereka yang memberikan mereka kemenangan, melainkan tangan kananMu dan lenganMu dan cahaya wajahMu, sebab Engkau berkenan kepada mereka (Maz 44:4). (Bp. Budi – PT. MPU)