Sunday, 24 May 2015

24 Mei 2015



CULTURAL


Pengkhotbah 8:1-8. Ayat 5: “Siapa yang mematuhi perintah tidak akan mengalami perkara yang mencelakakan, dan hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan.” Baca perikop pasal 8 mulai ayat1-8. Patuh terhadap perintah Raja disini melambangkan pemerintahan manusia yang ditetapkan Allah. Tuhan ingin agar kita mentaati hukum-hukum pemerintahan yang ADIL, sehingga terhindar dari kecelakaan. Sudahkah kita sebagai anak-anak Tuhan TAAT kepada Hukum-Hukum Pemerintahan? 1 ons KETAATAN lebih berharga dari 10 ons DOA J. Amin.

Respon 1
“It's not important how long we live. The most important one is how deep our love to Jesus and how large our positive influence to others.” Xavier Quentin Pranata. “Yang terpenting bukan seberapa panjang hidup kita di muka bumi, tetapi seberapa dalam cinta kita kepada Tuhan Yesus dan seberapa luas pengaruh positif kita terhadap sesama.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Minggu, 24 Mei 2015. Sabun Mandi. Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini (Filipi 1:5). Bersama para pendeta pendahulu di jemaat itu, saya mengalami kebaikan hati Ibu Hana (bukan nama sebenarnya). Usianya lanjut. Berpembawaan tenang. Wajahnya teduh. Tak banyak bicara, tapi murah senyum. Ia bukan aktivis yang banyak tampil. Tapi ada satu hal 'sederhana' yang selalu ia lakukan dengan setia. Mungkin bagi orang lain bukan apa-apa, namun bagi kami yang mengalami, sikap penuh kasih itu terasa hangat dan menyentuh. Secara tetap ia berbagi berkat berupa sabun mandi kegemarannya. Paulus, penginjil besar. Tampil di depan layar, berkeliling dengan rute perjalanan yang terbilang fantastis kala itu. Tetapi, ia tak pernah merasa berkarya sendirian. Surat Filipi menyingkap pengakuannya akan pihak-pihak yang berperan di belakang layar. Peran Epafroditus (2:25). Peran Euodia dan Sintikhe serta Klemens dan kawan-kawan sekerja lain (4:2-3). Bahkan peran setiap anggota jemaat Filipi yang keterlibatan mereka dengan berita Injil nyata dan berharga (ay. 5, 7). Termasuk di dalamnya: pribadi-pribadi yang tak mampu pergi sendiri. Perhatian, doa, dukungan dana mereka merupakan sumbangsih yang berarti. Mereka pun ikut menginjil. Ibu Hana bukan penginjil atau pendeta. Aktivis jemaat pun bukan. Namun, dalam orkestrasi pelayanan injil ia punya bagiannya sendiri. Sama seperti banyak orang Kristen lain. Menyediakan kamar. Mencuci piring. Menanak nasi. Mengetik surat. Menjemput di stasiun. Dan masih banyak lagi. Sesederhana apa pun bagian Anda, lakukan itu dengan ikhlas, sukacita, dan setia —PAD. PEKABARAN INJIL ADALAH KARYA BERSAMA YANG MELIBATKAN BANYAK PERAN, TERMASUK PEMERAN-PEMERAN DI BELAKANG LAYAR. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Kasih Tuhan Yesus melimpah hari ini. (Madam Ossy)

Respon 3
SELAMAT PAGI. S = Sebelum; E = Engkau; L = Lakukan segala; A = Aktifitasmu; M = Mintalah pada; A = Allah untuk; T = Turut bersamamu. KARENA, P = Pada Dia; A = Ada kekuatan; G = Gairah serta suka cita yang; I = Indah dan luar biasa. (Bp. Sutikno)



Respon 4
Semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang MENANG, oleh DIA yang telah mengasihi kita! Kita LEBIH DARI PEMENANG. Sip. Pasti menang, menang dan menang. Selamat ibadah dan pelayanan! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 5
Di zaman modern dimana mesin menjadi sesuatu yang vital bagi manusia, ada yang mengajarkan berhubungan dengan Tuhan serupa dengan menggunakan mesin: ikuti petunjuk penggunaannya, pastikan prosedurnya benar maka Anda akan mendapatkan hasilnya. Hal ini tampaknya diterapkan pada Bapa yang dipandang sebagai sumber berkat. Dengan datang ke gereja, memberikan persembahan & perpuluhan, menaikkan puji-pujian & doa maka berkat-berkat jasmani diklaim akan mengalir & kelimpahan materi pun datanglah. Itulah salah satu delusi (khayalan rekaan sendiri) rohani. Dengan jelas, Kitab Suci mengatakan Dia Tuhan yang melihat tidak seperti manusia melihat. Dia melihat hati (1 Sam. 16:7). Bahkan doa-doa kita pun tidak akan didengar-Nya jika ada maksud-maksud jahat & egois dalam hati kita! (Maz. 66:18; Yak. 4:3) Sebagai contoh, ada ajaran yang menekankan bahwa kunci berkat-berkat jasmani dicurahkan dalam hidup kita ialah dengan memberikan persembahan perpuluhan dengan setia. Ini memang diungkapkan dalam Maleakhi 3:10, karena memang Tuhan berjanji memelihara hidup umat-Nya yang mau taat pada ketetapan-ketetapanNya -walau terkadang sulit diterima akal sehat. Masalahnya kemudian, ini menjadi suatu formula rohani: ingin limpah berkat jasmani, berikan perpuluhan & persembahan keuangan terbaik (baca: terbesar). Motif utama ialah lebih banyak berkat materi yang tidak lain berakar dari ketamakan. Tuhan ingin kita tahu bahwa hukum perpuluhan diberikan sebagai dukungan penuh kepada salah satu suku yang tidak mendapatkan warisan harta duniawi atau diijinkan mencari mata pencarian dengan bekerja sehari-hari, yang dipanggil & ditetapkan semata-mata melayani sepenuh waktu di hadapan Tuhan, yang hari ini dinyatakan dalam sosok pelayan-pelayan Tuhan yang meninggalkan pekerjaan sekuler untuk melayani penuh waktu (Mal. 3:10b). Perpuluhan pertama-tama bukan untuk keuntungan & menyamankan tempat-tempat ibadah kita. Tapi supaya Kerajaan Sorga diperluas. Jiwa-jiwa dimuridkan jadi milik Kristus. Dari motif demikianlah, janji kelimpahan akan digenapkan. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment