Tuesday, 12 May 2015

12 Mei 2015



CULTURAL



Kis 4:12, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Apakah Saudara mendengar Tuhan memanggil Saudara hari ini untuk menyerahkan hidup Saudara kepadaNya? Jangan tunda lagi, waktu ini adalah waktu perkenanan itu, sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan itu (2 Kor 6:2). Hari ini = Hari Keselamatan. Amin. JBU all J.

Respon 1
“Seringkali kita baru mengerti rencana Tuhan dalam hidup kita saat kita berhasil melewati badai kehidupan.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa, 12 Mei 2015. Menghadapi Musuh. Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku (Mazmur 3:7). Ada pepatah mengatakan, “Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.” Pasti banyak orang mengamini pepatah tersebut. Terlebih bagi kita orang Indonesia yang memprioritaskan hubungan baik dengan orang lain. Lalu, apa jadinya jika ternyata dalam kehidupan ini kita memiliki musuh? Daud pernah mengalami saat-saat ketika dirinya merasa memiliki banyak musuh (ay. 2). Bukan raja dan pasukan dari negeri lain yang menjadi musuh Daud, namun justru anak kandung dan rakyatnya sendiri yang menjadi musuhnya. Namun, Daud memberi respons yang benar ketika Absalom berikhtiar untuk merebut tahta dan membunuh ayahnya. Daud tidak tenggelam dalam ketakutan dan kesedihan. Sebaliknya, ia justru bermazmur dan berdoa dengan memberikan pengagungan kepada Tuhan (ay. 4). Daud juga mengerti bahwa Tuhan akan memberikan pertolongan dan jawaban atas semua masalah yang tengah ia hadapi (ay. 5). Oleh karenanya, ia tidak merasa takut terhadap berapa pun musuh yang ia hadapi (ay. 7); ia justru menunjukkan kasih kepada Absalom (2 Sam. 18:33). Bagaimana dengan kita? Apakah kita memiliki respons seperti Daud terhadap musuhnya? Atau, justru musuh kita membelenggu pikiran dan perasaan kita? Jika kita melakukan kehendak Tuhan, namun ada yang memusuhi kita, berapa pun jumlahnya, inilah saat yang tepat bagi kita untuk mendoakan mereka dan meminta Allah untuk memberikan pertolongan kepada kita. Dan, yang tidak kalah penting, kita tetap menunjukkan kasih kepada mereka —SPP. TIDAK ADA ALASAN UNTUK TAKUT DAN MEMBENCI ORANG YANG MEMUSUHI DAN MEMBENCI KITA. Selamat pagi. Tetap semangat. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Yoh 1:1,14 “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah... Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai anak tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” Allah telah menyelamatkan manusia melalui pribadi Yesus Kristus,Allah yang menjadi manusia. Kerinduan manusia untuk bersatu dengan Allah mendapat kepastian dalam pribadi Yesus. Yesus Kristus adalah “Sang Manunggaling Kawula Gusti” sendiri. TUHAN YESUS memberkati. (Ibu Inggita – PKS CL 4)




Respon 4
Fil 4:19 - ALLAHku akan menenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-NYA dalam KRISTUS YESUS! Wow... Kita pasti hidup berkelimpahan. Terima kasih YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 5
Selasa, 12 Mei 2015. Bacaan: Ayub 10:1-22. Setahun: 1 Tawarikh 3-5. Nats: Tangan-Mulah yang membentuk dan membuat aku, tetapi kemudian Engkau berpaling dan hendak membinasakan aku? (Ayub 10:8) MENCINTAI PROSES. Untuk mendapatkan hasil terbaik tentu tidak terlepas dari proses. Barang yang awalnya murah atau tidak bernilai dapat menjadi berharga dan bernilai setelah melewati proses pengerjaan yang panjang. Proses ini tentu membutuhkan waktu dan beberapa tahap tertentu sampai suatu benda menjadi sempurna. Kesempurnaan hidup juga tidak terjadi secara instan, tetapi melalui tahap-tahap proses. Untuk menghasilkan kehidupan yang sempurna, Tuhan kerap memakai ujian hidup sebagai cara untuk membentuk hidup kita. Penghiburan bagi kita adalah bahwa pencobaan yang kita alami itu ialah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan kita. Allah itu setia, Dia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita. Dia akan memberikan jalan ke luar sehingga kita dapat menanggungnya (1 Korintus 10:13). Sikap kita saat mengalami proses sering seperti pengalaman Ayub. Dalam titik tertentu, Ayub mulai mengeluh tentang penderitaan yang menimpanya. Ia mempertanyakan kebijakan Tuhan atas semua kemalangan yang ditanggungnya itu. Bukankah sikap seperti ini juga terjadi dalam hidup kita? Rentetan penderitaan membuat kita mempertanyakan kebijakan-Nya. Namun, Tuhan sangat mengerti penderitaan yang kita alami dan Dia pun memberi kita kekuatan untuk menangggungnya. Tuhan ingin kita memahami bahwa setiap proses diizinkanNya untuk menjadikan kita semakin indah di mata-Nya. Sebab itu, marilah kita mencintai proses pembentukan-Nya --Samuel Yudi. PROSES KEHIDUPAN AKAN BERJALAN DENGAN BAIK APABILA KITA MAU MENERIMA, MENJALANI, DAN MENCINTAI SETIAP UJIAN YANG DIIZINKAN TUHAN. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 6
Syalom. Amin... “Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh” (Efesus 2:21-22). Terima kasih ibu Siu, selamat aktivitas TUHAN YESUS selalu memberkati. Amin... (Bp. Oktavianus – Nabire)

Respon 7
Tulah ketiga yang ditimpakan atas Mesir adalah dibangkitkannya serangga (yang diperkirakan nyamuk) dari debu tanah sehingga melingkupi seluruh tanah Mesir (Kel. 8:16-19). Sedemikian banyaknya hingga seluruh penduduk Mesir & hewan-hewannya pun dihinggapinya (ayat 17-18). Tak terbayangkan bagaimana menderitanya mengalami serangan ribuan nyamuk ganas yang tak sanggup dihentikan itu! Seluruh aktivitas & ketenangan hidup lenyaplah. Dari tulah ini, kita dapat menarik pelajaran berharga mengenai peragaan kuasa Tuhan. -Betapa lemahnya manusia dibandingkan kekuasaan Tuhan. Hanya melalui makhluk yang demikian kecil, jika Tuhan mengijinkan, mampu mendatangkan penderitaan yang demikian besar atas manusia -yang sering membanggakan diri sebagai makhluk yang superior & independen, yang dalam praktek-praktek hidupnya kerap melupakan Tuhan. Hingga kini, orang-orang belum sadar bahwa penyebab penderitaan yang besar dalam hidup mereka juga datang dari sesuatu yang jauh lebih kecil dari nyamuk atau dari kuman & bakteri (yaitu virus). Dengan segala kemampuan & potensinya, kaum kita masih tampak lemah di mata Yang Mahakuasa. -Sekalipun telah ditemukan berbagai cara & penemuan dalam bidang ilmu pengetahuan dsb demi menyelesaikan permasalahan-permasalahan manusia, ada batas dimana manusia tak lagi sanggup mengatasi bahkan dengan semua keahlian yang dimilikinya. Baru tulah ke-3 ini saja ahli-ahli nujum Mesir mengakui bahwa “ini perbuatan tangan illahi” yang mustahil manusia mendatangkannya. Peragaan kuasa Tuhan bukan hanya dalam jawaban doa berupa mujizat pertolongan bagi kita tapi juga melalui kedahsyatan ganjaran & tongkat didikan-Nya atas kekerasan hati kita. Jika saja Firaun mengikuti nasihat para nujumnya, mungkin Mesir tidak mengalami kehancuran yang parah & kehilangan begitu banyak nyawa. Hari ini jika kesukaran & keadaan-keadaan yang penuh tekanan terjadi atas Anda karena dosa, pastikan Anda mengenali itu tangan Tuhan yang rindu Anda kembali mengikuti kehendak-Nya. Jangan keraskan hati. Rendahkan diri & bertobatlah. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


No comments:

Post a Comment