CULTURAL
Kis 4:12, “Dan
keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di
bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang
olehnya kita dapat diselamatkan.” Apakah Saudara mendengar Tuhan memanggil
Saudara hari ini untuk menyerahkan hidup Saudara kepadaNya? Jangan tunda lagi, waktu
ini adalah waktu perkenanan itu, sesungguhnya hari ini adalah hari
penyelamatan itu (2 Kor 6:2). Hari ini = Hari Keselamatan. Amin. JBU
all J.
Respon 1
“Seringkali kita baru mengerti rencana Tuhan dalam hidup kita saat kita
berhasil melewati badai kehidupan.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa, 12 Mei 2015. Menghadapi Musuh. Aku tidak takut
kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku (Mazmur 3:7). Ada pepatah
mengatakan, “Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.” Pasti
banyak orang mengamini pepatah tersebut. Terlebih bagi kita orang Indonesia
yang memprioritaskan hubungan baik dengan orang lain. Lalu, apa jadinya jika
ternyata dalam kehidupan ini kita memiliki musuh? Daud pernah mengalami
saat-saat ketika dirinya merasa memiliki banyak musuh (ay. 2). Bukan raja dan
pasukan dari negeri lain yang menjadi musuh Daud, namun justru anak kandung dan
rakyatnya sendiri yang menjadi musuhnya. Namun, Daud memberi respons yang benar
ketika Absalom berikhtiar untuk merebut tahta dan membunuh ayahnya. Daud tidak
tenggelam dalam ketakutan dan kesedihan. Sebaliknya, ia justru bermazmur dan
berdoa dengan memberikan pengagungan kepada Tuhan (ay. 4). Daud juga mengerti
bahwa Tuhan akan memberikan pertolongan dan jawaban atas semua masalah yang
tengah ia hadapi (ay. 5). Oleh karenanya, ia tidak merasa takut terhadap berapa
pun musuh yang ia hadapi (ay. 7); ia justru menunjukkan kasih kepada Absalom (2
Sam. 18:33). Bagaimana dengan kita? Apakah kita memiliki respons seperti Daud
terhadap musuhnya? Atau, justru musuh kita membelenggu pikiran dan perasaan
kita? Jika kita melakukan kehendak Tuhan, namun ada yang memusuhi kita, berapa
pun jumlahnya, inilah saat yang tepat bagi kita untuk mendoakan mereka dan
meminta Allah untuk memberikan pertolongan kepada kita. Dan, yang tidak kalah
penting, kita tetap menunjukkan kasih kepada mereka —SPP. TIDAK ADA ALASAN
UNTUK TAKUT DAN MEMBENCI ORANG YANG MEMUSUHI DAN MEMBENCI KITA. Selamat pagi.
Tetap semangat. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Yoh 1:1,14 “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan
Allah dan Firman itu adalah Allah... Firman itu telah menjadi manusia dan diam
diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang
diberikan kepada-Nya sebagai anak tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan
kebenaran.” Allah telah menyelamatkan manusia melalui pribadi Yesus
Kristus,Allah yang menjadi manusia. Kerinduan manusia untuk bersatu dengan
Allah mendapat kepastian dalam pribadi Yesus. Yesus Kristus adalah “Sang
Manunggaling Kawula Gusti” sendiri. TUHAN YESUS memberkati. (Ibu Inggita – PKS
CL 4)
Respon 4
Fil 4:19 - ALLAHku akan menenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan
dan kemuliaan-NYA dalam KRISTUS YESUS! Wow... Kita pasti hidup berkelimpahan.
Terima kasih YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 5
Selasa, 12 Mei 2015. Bacaan: Ayub 10:1-22. Setahun: 1 Tawarikh 3-5.
Nats: Tangan-Mulah yang membentuk dan membuat aku, tetapi kemudian Engkau
berpaling dan hendak membinasakan aku? (Ayub 10:8) MENCINTAI PROSES. Untuk
mendapatkan hasil terbaik tentu tidak terlepas dari proses. Barang yang awalnya
murah atau tidak bernilai dapat menjadi berharga dan bernilai setelah melewati
proses pengerjaan yang panjang. Proses ini tentu membutuhkan waktu dan beberapa
tahap tertentu sampai suatu benda menjadi sempurna. Kesempurnaan hidup juga
tidak terjadi secara instan, tetapi melalui tahap-tahap proses. Untuk
menghasilkan kehidupan yang sempurna, Tuhan kerap memakai ujian hidup sebagai
cara untuk membentuk hidup kita. Penghiburan bagi kita adalah bahwa pencobaan
yang kita alami itu ialah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan kita.
Allah itu setia, Dia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan
kita. Dia akan memberikan jalan ke luar sehingga kita dapat menanggungnya (1 Korintus
10:13). Sikap kita saat mengalami proses sering seperti pengalaman Ayub. Dalam
titik tertentu, Ayub mulai mengeluh tentang penderitaan yang menimpanya. Ia
mempertanyakan kebijakan Tuhan atas semua kemalangan yang ditanggungnya itu.
Bukankah sikap seperti ini juga terjadi dalam hidup kita? Rentetan penderitaan
membuat kita mempertanyakan kebijakan-Nya. Namun, Tuhan sangat mengerti
penderitaan yang kita alami dan Dia pun memberi kita kekuatan untuk
menangggungnya. Tuhan ingin kita memahami bahwa setiap proses diizinkanNya
untuk menjadikan kita semakin indah di mata-Nya. Sebab itu, marilah kita
mencintai proses pembentukan-Nya --Samuel Yudi. PROSES KEHIDUPAN AKAN BERJALAN
DENGAN BAIK APABILA KITA MAU MENERIMA, MENJALANI, DAN MENCINTAI SETIAP UJIAN
YANG DIIZINKAN TUHAN. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 6
Syalom. Amin... “Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun,
menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut
dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh” (Efesus 2:21-22).
Terima kasih ibu Siu, selamat aktivitas TUHAN YESUS selalu memberkati. Amin...
(Bp. Oktavianus – Nabire)
Respon 7
Tulah ketiga yang ditimpakan atas Mesir adalah dibangkitkannya serangga
(yang diperkirakan nyamuk) dari debu tanah sehingga melingkupi seluruh tanah
Mesir (Kel. 8:16-19). Sedemikian banyaknya hingga seluruh penduduk Mesir &
hewan-hewannya pun dihinggapinya (ayat 17-18). Tak terbayangkan bagaimana
menderitanya mengalami serangan ribuan nyamuk ganas yang tak sanggup dihentikan
itu! Seluruh aktivitas & ketenangan hidup lenyaplah. Dari tulah ini, kita
dapat menarik pelajaran berharga mengenai peragaan kuasa Tuhan. -Betapa
lemahnya manusia dibandingkan kekuasaan Tuhan. Hanya melalui makhluk yang
demikian kecil, jika Tuhan mengijinkan, mampu mendatangkan penderitaan yang
demikian besar atas manusia -yang sering membanggakan diri sebagai makhluk yang
superior & independen, yang dalam praktek-praktek hidupnya kerap melupakan
Tuhan. Hingga kini, orang-orang belum sadar bahwa penyebab penderitaan yang
besar dalam hidup mereka juga datang dari sesuatu yang jauh lebih kecil dari
nyamuk atau dari kuman & bakteri (yaitu virus). Dengan segala kemampuan
& potensinya, kaum kita masih tampak lemah di mata Yang Mahakuasa.
-Sekalipun telah ditemukan berbagai cara & penemuan dalam bidang ilmu
pengetahuan dsb demi menyelesaikan permasalahan-permasalahan manusia, ada batas
dimana manusia tak lagi sanggup mengatasi bahkan dengan semua keahlian yang
dimilikinya. Baru tulah ke-3 ini saja ahli-ahli nujum Mesir mengakui bahwa “ini
perbuatan tangan illahi” yang mustahil manusia mendatangkannya. Peragaan kuasa
Tuhan bukan hanya dalam jawaban doa berupa mujizat pertolongan bagi kita tapi
juga melalui kedahsyatan ganjaran & tongkat didikan-Nya atas kekerasan hati
kita. Jika saja Firaun mengikuti nasihat para nujumnya, mungkin Mesir tidak
mengalami kehancuran yang parah & kehilangan begitu banyak nyawa. Hari ini
jika kesukaran & keadaan-keadaan yang penuh tekanan terjadi atas Anda
karena dosa, pastikan Anda mengenali itu tangan Tuhan yang rindu Anda kembali
mengikuti kehendak-Nya. Jangan keraskan hati. Rendahkan diri & bertobatlah.
Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment