CULTURAL
Lukas 18:14b, “Sebab
barangsiapa meninggi-kan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan
diri, ia akan ditinggikan.” Amin J. Ketika
kita dengan Rendah Hati mau mendengarkan orang lain maka HATI &
KASIH TUHAN akan tercermin lewat kehidupan kita J. Sudahkah kita mendengar dengan KASIH? J.
Respon 1
“Pertolongan Tuhan seringkali datang pada detik terakhir agar kita
selalu mengandalkan-Nya.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Kamis, 14 Mei 2015. Abdi yang Mengabdi. Gembalakanlah
kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan
sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari
keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri (1 Petrus 5:2). Apakah Anda tahu
‘abdi dalem’? Abdi dalem adalah hamba yang mengabdi kepada raja, membantu mengerjakan
urusan rumah tangga istana sesuai dengan bidang pelayanannya. Tidak sembarang
orang dapat menjadi abdi dalem. Mereka harus lolos seleksi, memiliki dedikasi,
loyalitas, dan integritas. Syarat yang tidak mudah, bukan? Jika kita berpikir
bahwa mereka mendapatkan imbalan yang besar, itu salah. Jika kita menilainya
berdasarkan gaji yang mereka dapatkan, upah mereka sangatlah kecil. Toh keadaan
itu tidak mengalangi mereka untuk terus mengabdi. Mereka bersedia mengabdi
kepada raja dengan motivasi untuk mendedikasikan hidup mereka. Dengan itu,
mereka mendapatkan kepuasaan batin dan ketenteraman hidup. Mereka menjadi abdi
dalem sebagai sebuah kebanggaan terhadap diri mereka karena bisa melayani
seorang raja. Rasul Petrus mengingatkan kita supaya memiliki motivasi yang
benar dalam melayani Tuhan. Kita melayani berdasarkan kerelaan dan kerinduan
untuk mengabdikan diri kepada Tuhan (ay. 2). Kita melayani bukan untuk
memerintah orang lain, melainkan untuk menjadi teladan hidup (ay.3). Jika
seorang abdi dalem dapat mengabdi kepada rajanya tanpa memikirkan keuntungan
pribadi, terlebih lagi kita. Upah sejati yang disediakan bagi kita sesungguhnya
tidak dapat dibandingkan dengan harta dunia sebesar apa pun. Ya, Tuhan
memberikan kepada kita mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu (ay. 4). Marilah
kita menjalankan pelayanan dengan sikap dan motivasi yang benar tersebut —SPP.
ORANG YANG SUNGGUH-SUNGGUH MENGABDIKAN DIRI TIDAK MENCARI KEUNTUNGAN BAGI
DIRINYA SENDIRI. Hari Kenaikan Tuhan Yesus. Selamat pagi. Selamat beribadah.
Selamat berlibur. Berkah NDALEM GUSTI YESUS. (Madam Ossy)
No comments:
Post a Comment