Monday, 31 March 2014

RICH FAMILY-POOR FAMILY



RICH FAMILY-POOR FAMILY
PART 1: Ideal Tuhan vs Normal Kita
(Diambil dari Khotbah Ps. Ezra Soetopo,
16 Februari 2014)


      Hari ini adalah pendahuluan dari serial kita, yang akan kita jalani selama 40 hari. Di bagian awal ini kita akan berbicara tentang the tension antara what’s real (normal kita) dan what’s ideal (ideal Tuhan).
      Topik tentang family, selalu menarik dan menantang, karena: kita tidak punya pilihan. Ada yang berasal dari keluarga tradisional, ada yang berasal dari keluarga yang campur, ada beberapa yang dalam penikahan ke 2 atau ke 3, beberapa Anda sedang dalam transisi dari pernikahan Anda sebelumnya. Beberapa ada ynag harus membesarkan anak yang bukan anak Anda. Beberapa Anda harus membesarkan anak sendirian. Beberapa Anda mungkin mengapdosi anak.


Sehingga, ada begitu besar diversity (perbedaan) pembicaraan soal keluarga. Sangat menantang, TETAPI di saat yang bersamaan sangat relevan. Dan kita mencoba memikirkan, dari semua perbedaan ini, apa kesamaan yang kita miliki?
      Kita menemukan 2 kesamaan kita semua, ketika kita berbicara soal keluarga. Yang pertama, asal muasal / kita tidak punya pilihan. Itu kesamaan yang kita semua miliki. Yang kedua, tidak seorang pun yang terhubung dengan kita. Di sebuah titik dalam hidup kita, Anda pasti pernah berpikir seperti ini soal anggota keluarga kita.
      Yang membuat makin menantang, ketika kita buka Alkitab dan lihat ayat firman Tuhan, apa yang kita pelajari tentang KELUARGA? Sangat aneh, karena di Alkitab, tidak ada contoh cerita keluarga yang baik. Misalnya: keluarga Adam dan Hawa, keluarga Abraham, keluarga Daud. Lalu, sesuatu yang luar biasa terjadi,  Anda  pergi  ke  Perjanjian  Baru.  Di Perjanjian Baru, ketika Rasul Paulus meng-gunakan pengajaran Yesus (yang baru, asing, tapi revolusioner) dan menggunakannya dalam budaya Romawi dan Yunani, dia mulai memasukkan dan menggunakan ide-ide Yesus tentang bagaimana keluarga berfungsi.
      Rasul Paulus merangkumnya dan meyampaikan pesan ini kepada masyarakat dan budaya:
Efesus 6:1-2, hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu, ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini.
Efesus 5:22, Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan.
Efesus 5:25, Hai  suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat!
Efesus 6:4, Bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

1 Petrus 3:7, Suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang


      Dalam ringkasan inilah pesannya:
SUAMI, KASIHI ISTRIMU DAN HIDUPLAH BIJAKSANA DENGAN ISTRIMU
ISTRI TUNDUKLAH KEPADA SUAMIMU
ANAK-ANAK, HORMATILAH ORANG TUAMU
BAPA-BAPA, JANGAN BANGKITKAN AMARAH DALAM HATI ANAK-ANAKMU

      Perhatikan ini! Ini membawa kita kepada tension (ketegangan) kepada semua yang kita bahas. Karena tidak semua orang datang dari keluarga  ideal.  Sehingga,  ada  Normal Kita (realitas) vs Ideal Tuhan (standard Tuhan). YESUS mengarahkan dan menunjukkan kepada apa yang ideal, tetapi Dia menolak merendahkan orang yang jauh dari ideal.

      Ketegangan dan tantangannya bagi kita adalah untuk membuat keputusan:
-Are we willing to embrace an ideal that may never be a reality in our current family? (maukah kita merangkul idealnya Tuhan walaupun itu bukan realitas dalam kondisi keluarga kita saat in?
-Or will be tempted to lose sight of the ideal to feel better about where we actually are?
(atau akankah kita tergoda untuk sengaja mengabaikan  idealnya Tuhan, supaya kita merasa baik dengan kondisi kita yang sekarang?)
      Maukah kita merangkul idelanya Tuhan? Atau kita bisa  melakukan yang gampang, mengabaikan idealnya Tuhan dan mengang-gap bahwa kondisi kita ini normal?


Ada tension (ketegangan) disini, tetapi Yesus sangat nyaman dengan tension (ketega-ngan ini).
      MATIUS 19:3, Yesus menunjukkan kepada mereka apa yang ideal, walaupun Dia menyadari realitas yang dihadapi beberapa orang, dan Yesus nyaman dengan tension itu. Anda pun juga harus demikian. Yesus mengundang dan memerintahkan kita, untuk menanggung kerumitan keluarga dan menyadari adanya ketegangan antara apa yang REAL (Normal kita) dan apa yang IDEAL (Idealnya Tuhan), yang kelihatannya hanya beberapa orang yang bisa mengerti.
      Pertanyaannya, akankah kita merangkul standard yang banyak dari kita tidak bisa memenuhi atau akankah kita me-redefenisi standard baru, supaya kita bisa merasa nyaman dengan keadaan kita sekarang?
      Maukah kita merangkul pengajaran Yesus tentang keluarga ideal seperti itu apa? Dan walaupun kita tidak bisa sampai setinggi yang 

diharapkan, kita tidak akan melepaskan pandangan kita dari apa idealnya Tuhan?
      Banyak yang berusaha menjauh dan meninggalkan ajaran ini. Tapi banyak yang makin merangkul. Supaya tidak seorangpun di korbankan dalam keluarga.
Jadilah Rich Family – dengan memandang Ideanya Tuhan di depan mata kita!

 




31 Maret 2014



Roma 5:18 “Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.” Yesus adalah satu-satunya Pribadi yang sanggup membayar harga keselamatan itu, Dia berjanji untuk member minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Wahyu 21:6, “Firman-Nya lagi kepadaku: Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.” Dan hanya Yesus satu-satunya mata air yang bisa memuaskan dahaga jiwa kita, Amin.

Respon 1
“Sebab kami tidak memperhatikan yang keli-hatan,  melainkan  yang tak kelihatan,  karena  yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” (2 Kor 4:18). Kita yang mengaku bahwa. Kita percaya Yesus. Ditebus & dimiliki Yesus. Hidup dalam kasih karunia & anugerah-Nya. Percaya tidak ada yang terjadi dalam hidup kita tanpa seijin Tuhan, berarti jika diijinkan-Nya terjadi pasti ada tujuan & maksud-Nya. Percaya Tuhan tidak pernah tinggalkan kita. Seharusnya kita memperhatikan lebih dari apa yang kita dapat lihat dengan mata jasmani kita, yang kekal. Melihat maksud Ilahi dibalik semua yang kita dapat lihat dengan mata jasmani. Tidak dikuasai ketakutan & kepanikan u/sgl hal yang harus terjd dalam hidup kita. Tidak punya Iman yang panik, seolah2 iblis bisa menguasai & m'permainkan hidup kita. Tidak cuma bisanya tengking-tengking masalah, tapi hadapi! Sebab kita punya iman dalam cara Tuhan (Prinsip Inji). Punya iman yang tenang sebab tahu bahwa tujuan & perencanaan-Nya tidak pernah salah, tidak ada yang tak terkendali di tangan Tuhan. Punya iman yang sejati seperti Habakuk, iman sekalipun. (Habakuk 3:17-19]. Tidak jadi pengecut, yang cuma bisanya menghindari & menolak hal-hal yang seharusnya terjadi dalam hidup kita, yang diijinkan Tuhan kita tolak & tengking, (bukan karena kita berani tapi justru karena kita takut alami hal-hal yang kita tidak sukai, ini bukan berani namanya) yang jika kita berani jujur & berpikir logis, berarti kita sedang menolak Dia yang mengijinkannya terjadi. Mungkin kita berkata, kita menolak yang bukan dari Tuhan lah katanya kita percaya bahwa kita hidup dalam kasih karunia-Nya, tidak ada yang terjadi tanpa seijin Tuhan? Akibat kesalahan kita pun, diijinkan-Nya supaya kita bertobat & hentikan kebiasaan-kebiasaan yang salah. Jangan kita selalu paksakan yang kita mau & menolak apa yang Tuhan ijinkan terjadi sehingga punya iman yang panik, keKristenan yang   penuh   ketegangan   sepanjang  waktu, selalu lari dari keadaan & memperalat Tuhan untuk turuti keinginan kita. Kita jadi orang percaya yang tidak percaya. Tapi percayai tidak ada yang terjadi diluar kendali-Nya, hadapi segala situasi bersama-Nya, selesaikan & menang dengan cara Tuhan! Selamat pagi.

Respon 2
2 Raja-Raja 6:16, Jawabnya: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka. Penyertaan dan perlindungan-Nya dahsyat dan ajaib. Hidup jadi nyaman! Samuel Sianto (SS) - YESTOYA Malang.


JESUS BLESS