Tuesday, 28 February 2017

Intentionally Invest

RICH FAMILY POOR FAMILY SERIES




Intentionally Invest
Rich Family Poor Family #4
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Lukas Soetopo
March 26th 2017


Intro:
Parenting: Waktu Anda dengan anak Anda, sejak lahir sampai lulus SMA, tidak lebih dari 1000 minggu. Marriage: Kalau usia Anda 60 tahun, mungkin hanya 520 minggu tersisa (kalau seperti kata Mazmur manusia hidup 70-80 tahun).

POINT:
Efesus 5:16 – dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
Hal tersebut menyadarkan kita bahwa :
  1. EVERY WEEK IS MATTERS (Setiap Minggu Berarti)
Contoh: Bagi Anda yang punya kebiasaan duduk makan bersama 1 minggu 1x, maka kalau anak Anda usia 10 tahun, hanya ada 416 minggu atau 416 kali makan bersama 1 minggu 1 x sebelum dia lulus SMA.
Contoh: Bagi Anda yang punya kebiasaan dating 1 minggu 1x dengan pasangan Anda. Dan Anda di usia 50 tahunan. Kalau usia Anda 70-80 tahun sesuai dengan Mazmur, maka ada 20 tahun tersisa.
Vizualizing membayangkan waktu dan kehidupan dari kacamata ini, dapat membantu kita secara emosi, secara mental, dan secara praktek untuk memprioritaskan apa yang benar-benar berarti!

  1. HELP YOU STAY FOCUS (Membantu Anda Tetap Fokus)

  1. BUILD HISTORY (Membangun Sejarah)
**Contoh: Roma dibangun 365.000 hari (1000 tahun) – itu yang sejarah lakukan. Sejarah dibangun melalui waktu, menghasilkan sesuatu yang unik, berkuasa, bertahan, dan berarti.
**Contoh: Membutuhkan berkali-kali dan berulang-ulang latihan untuk menghasilkan: penemuan vaksin, menulis novel, jago memainkan biola, menumbuhkan brewok, membesarkan anak, memupuk romantisme dalam pernikahan. “Repeated small deposit build history!” (Hal yang berulang-ulang dilakukan akan membangun sejarah).
Tujuannya mengajak kita berpikir strategis dan menyadari bahwa tiap minggu yang kita doakan, rencanakan tanpa kita sadari will build history / build impact dalam hidup orang-orang yang kita cintai.

Repeated small deposit build history”
(Hal yang berulang-ulang dilakukan akan membangun sejarah)

WHAT TO DO?
INTENTIONALLY INVEST (secara sengaja menginvestasikan).
-Orang yang kita cintai, tidak termotivasi merubah gaya hidupnya hanya dengan 1 kalimat, tapi ketika mereka dengar KATA-KATA kita terus menerus.
-Orang yang kita cintai, tidak akan memahami dunia ini hanya melalui 1 peristiwa, tapi ketika mendengar koleksi cerita-cerita terus menerus.
-Orang yang kita cintai, tidak akan merasa bagian dari sesuatu hanya karena 1 undangan, tapi karena terus menerus disambut ke sebuah keluarga/ situasi.
-Orang yang kita cintai, tidak akan menemukan ARTI diri hanya dengan menyelesaikan 1 tugas, tapi karena melakukan hal-hal BERHARGA terus menerus.

INTENTIONALLY INVEST (secara sengaja menginvestasikan) dan denganbegitu, mengingatkan kita:
Every Week Matters, Help You Stay Focus, and Build History.

CONCLUSSION:
Bayangkan – kalau kita semua INTENTIONALLY INVEST terhadap orang-orang yang kita cintai?
Bayangkan – anak-anakmu bertumbuh dengan nilai-nilai yang hebat? Pernikahanmu jadi lebih baik dan meninggalkan warisan yang baik? Orang tua kita lebih bahagia di hari tua. Berapa banyak mau mulai INVEST secara SENGAJA bagi orang-orang yang kita cintai?

Under Pressure

RICH FAMILY POOR FAMILY SERIES




Under Pressure
Rich Family Poor Family #3
Alfa Omega Church Sunday Service
March 19th 2017


INTRO:
Tidak ada keluarga yang sempurna, semua keluarga pernah mengalami tekanan (pressure).
No matter how good you are at planning, the pressure never goes away. So I don’t fight it. I feed off it. I turn pressure into motivation to do my best (Ben Carson).
Tidak peduli seberapa bagus Anda merencanakan sesuatu, tekanan tidak pernah hilang. Jadi saya tidak melawannya. Saya makan dari itu. Saya mengubah tekanan menjadi motivasi untuk melakukan yang terbaik.

Pressure makes Diamond – (George S. Patton Jr) -Tekanan menghasilkan berlian-
Tapi tidak semua pressure membuat kita / keluarga kita jadi diamond. Tapi… Good move on pressure makes diamond.
-Langkah yang baik meresponi tekanan menghasilkan berlian-
Tapi, apa yang Alkitab bicarakan, ketika kita under pressure dengan keluarga kita (kakak/adik, suami/istri, orangtua/anak)? Good move on pressure makes diamond. -Langkah yang baik meresponi tekanan menghasilkan berlian-

BODY:
Kolose 3:12-13
  1. SABAR
Arti dari kesabaran kata adalah kemampuan atau kesediaan untuk menekan tanpa belas kasihan atau jengkel. Kesabaran juga berarti, ketekunan untuk stabil dan tenang. Arti dari kesabaran adalah ketahanan terhadap provokasi, jengkel, kemalangan, delay, kesulitan, sakit, dll dengan ketabahan dan tenang dan tanpa keluhan, kemarahan, atau sejenisnya.
Good move on pressure makes diamond. -Langkah yang baik meresponi tekanan menghasilkan berlian-
Kolose 3: 13

  1. AMPUNILAH/MENGAMPUNI
sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
HURTed PEOPLE WILL HURT PEOPLE. BUT FORGIVEN PEOPLE WILL FORGIVE.
Orang yang disakiti akan menyakiti, tetapi orang yang tahu diampuni, dia juga akan mengampuni orang lain. Hati-hati kalau tidak pandai menghadapi pressure dalam mengampuni, maka pressure merusak.
Good move on pressure makes diamond -Langkah yang baik meresponi tekanan menghasilkan berlian-
Tindakan mengampuni akan membuat keluargamu menjadi berlian
Everything negative- pressure, challenges- is all an oportunity for me to rise. (Kobe Bryant)
Segala sesuatu yang negatif – tekanan, merupakan sebuah tantangan, hal tesebut adalah kesempatan bagiku untuk bangkit.
3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
3:15 (BIMK, menjelaskan ini dengan jelas) Hendaklah keputusan-keputusanmu ditentukan
oleh kedamaian yang diberikan oleh Kristus di dalam hatimu. Sebab Allah memanggil kalian untuk menjadi anggota satu tubuh, supaya kalian hidup dalam kedamaian dari Kristus itu. Hendaklah kalian berterima kasih.

  1. BIJAK MENGAMBIL KEPUTUSAN
Seringkali ketika dalam kondisi tertekan kalau kita ambil keputusan, yang terjadi seringkali salah keputusannya. Tidak membangun justru meruntuhkan. Bukan constructive tapi destructive.
True character is revealed in the choices a human being makes under pressure – the greater the pressure, the deeper the revelation, the truer the choice to the character’s essential nature. (Robert McKee)
(Karakter sejati terwujud dalam pilihan manusia saat berada dalam tekanan – makin besar tekanan, makin dalam pewahyuan, makin benar pilihan yang diambil menentukan karakter penting manusia)
**Peraturan Pertandingan Formula 1
Kolose 3:16-17

  1. PERLU TUHAN
Keluarga Anda perlu Tuhan. Perlu berdoa bersama dengan keluarga, baca alkitab bersama dengan keluarga. Beribadah bersama dengan keluarga. Karena disitulah yang membuat PERKATAAN KRISTUS DIAM DENGAN SEGALA KEKAYAANNYA dalam keluarga kita.

CONCLUSION:
Jangan biarkan tekanan menyerang kita dan kita menyerah. Menghadapi anggota keluarga kita, bersyukur kalau Tuhan siapkan good moves, good steps. Karena Good move on pressure makes diamond.

Mari punyai langkah-langkah yang baik, karena Good move on pressure makes diamond. 

When Love Has Language

RICH FAMILY POOR FAMILY SERIES




When Love Has Language
Rich Family Poor Family #2
Alfa Omega Church Sunday Service
March 12nd 2017


Intro:
Pernahkah Anda mencoba bicara dengan orang yang tidak bisa bahasa Anda?

TEXT:
Efesus 5:25 – Kristus mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diriNya baginya (CHRIST LOVED THE CHURCH; GAVE HIMSELF FOR IT).

Christ Love the ChurchBicara tentang YESUS cinta kita semua, Dia sayang kita, Dia perduli kita.

Gave Himself for itBicara tentang Yesus melangkah, mengambil tindakan nyata, dengan bicara bahasa kasih kita manusia.

Dia tahu manusia suatu hari akan cari bukti, tentang seorang Tuhan yang begitu cinta akan manusia. Dan Yesus lebih dari cinta kita, Dia ambil tindakan nyata dan komunikasikan dengan bahasa kasih kita.

Kenyataan ini saja. Menunjukkan kepada kita:
LOVE HAS LANGUAGES (KASIH ADA BAHASANYA)

Ketika kita belajar bahasa kasih, kita mulai melihat ternyata belajar mengasihi (pasangan, anggota keluarga, orang lain) itu lebih dari sekedar feeling. Tenyata belajar mengasihi itu lebih dari sekedar like or dislike. Dalam pernikahan, ketika kita belajar bahasa kasih, ternyata belajar mengasihi itu lebih dari sekedar Romance ataupun Physical Intimacy. Kalau kita mau membawa dampak yang positif dalam hubungan, kita perlu belajar bahasa kasih.

I. APA YANG TERJADI KETIKA ORANG TIDAK TAHU BAHASA KASIH?
-Kita akan berbicara bahasa kasih yang salah kepada pasangan kita, keluarga kita dan kawan kita.

Contoh Cerita 1#Keluarga yang tidak mengerti Bahasa Kasih anak
Contoh Cerita 2#Pasangan Suami Istri

LOVE is the center of human emotional. Dan salah satu cara menjawab hal itu adalah dengan belajar BAHASA KASIH anggota keluarga kita, orang dekat kita, maupun pasangan kita. Bahasa Kasih yang salah seringkali: menciptakan miskomunikasi.

II. APA ITU BAHASA KASIH ?
Gary Chapman, menyimpulkan bahwa ada 5 bahasa kasih yang dimiliki, dilakukan oleh manusia.

-BAHASA KASIH UTAMA adalah cara alami kita dalam menerima dan menunjukkan kasih. Kita secara alami memiliki BAHASA KASIH UTAMA karena kepribadian kita dan juga karena keluarga/lingkungan di mana kita bertumbuh.

-BAHASA KASIH KEDUA atau KETIGA, adalah sesuatu yang terbentuk atau terpattern dalam hidup kita karena lingkungan atau kebiasaan.

Bahasa #1: Words of Affirmations (Kata Apresiasi/Kata Pujian)
Do (Lakukan):
Ucapkan kata-kata memberi semangat dan penghargaan atas hal kecil yang ia lakukan. Ingat ya, hal kecil!
Dont’s (Jangan Lakukan):
Mengucapkan kata-kata yang menyakiti pasangan, dan melakukan penghinaan yang menurunkan self-esteem.

Bahasa #2: Quality Time (Waktu)
Do:
Untuk menyenangkan pasangan yang bertipe ini adalah selalu sediakan waktu berkualitas untuk orang tersebut (pasangan, anak). Melakukan kegiatan bersama-sama adalah contoh terbaik.
Dont’s:
Pasangan/orang tipe ini nggak akan mempan meskipun Anda membanjiri dia dengan kalimat pujian, gombalan, atau hadiah sekalipun. Kesenangan utama adalah WAKTU Anda, atau bagi yang menikah, adanya Anda di sisinya.

Bahasa #3: Receiving Gifts (Hadiah)
Do:
Pahami kebutuhan kawan atau anggota keluarga atau pasangan Anda.
Dont’s:
Hindari untuk mengabaikan/melupakan terhadap hadiah yang kamu berikan. Lupa kasih kado saat dia ulang tahun misalnya. Hal kecil seperti itu bisa menjadi masalah.

Bahasa #4: Acts of Service (Bantuan)
Do:
Jika keluarga atau pasanganmu sedang kerepotan dan membutuhkan bantuan, atau sebetulnya terlihat tak butuh bantuan, cepat-cepatlah inisiatif membantunya. Tanyakan: What can I do for you?? Apa yang bisa kubantu?
Don’t:
Sudah tahu orang lain sedang kerepotan melakukan tugasnya, eh kamu malah ongkang-ongkang sambil nonton TV atau mainan gadget. Coba perhatikan dan tawarkan bantuan.

Bahasa #5: Physical Touch (Sentuhan Fisik)
Bagi yang menikah
Do: Peluk dia dalam situasi apapun. Baik itu sedih ataupun senang
Dont’s: Jangan menempatkan dia dalam posisi yang tak nyaman untuk berkeluh kesah.

Bagi yang punya anak atau orang tua
-Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang sering disentuh, dipeluk dan dicium adalah bayi yang lebih sehat daripada mereka yang tidak disentuh, dipeluk dan dicium, Tuhan menciptakan sistem saraf ke tubuh manusia bertujuan untuk menularkan rangsangan ke otak

TANTANGAN:
III. BAGAIMANA MENJADI PELAKU FIRMAN di area BAHASA KASIH?

A. Be Transformed
Roma 12:2. Apa bedanya antara “Transforming” dengan “Conforming”? Conforming: dari luar ke dalam. Transforming: dari dalam keluar (perubahan hidup). Conforming: adalah sesuatu yang kita lakukan kepada diri kita. Transforming: adalah sesuatu yang Tuhan lakukan di dalam kita. Tuhan ingin mentransformasi hidup kita, baik: kesehatan spiritual/rohani, fisik, mental, emosi, keuangan,kemahiran dan termasuk kesehatan hubungan
Amsal 23:7; Yakobus 1:22

B. Pelajari Bahasa Kasih Anggota Keluarga atau Pasangan Anda

C. Layani Keluarga Anda dengan HATI
Layani keluarga Anda, pasangan Anda, Tuhan Anda dengan HATI.

KONKLUSI: Aplikasikan bersama BAHASA KASIH

Seasons of Relationships

RICH FAMILY POOR FAMILY SERIES




Seasons of Relationships
Rich Family Poor Family #1
Alfa Omega Church Sunday Service
March 05th 2017


Intro:
Setiap keluarga pasti pernah mengalami permasalahan, entah itu ringan atau berat. Ternyata ada musim-musim yang berbeda-beda dalam setiap hubungan – baik hubungan pernikahan, pacaran, orangtua-anak, antar saudara kandung, sepupu, dsb.

Body:
Banyak negara di dunia ini yang memiliki 4 musim-musim semi, musim panas, musim gugur, musim dingin – and the cycle repeats. Kita akan pakai metaphor 4 musim ini untuk membantu pembahasan kita tentang musim ini untuk membantu pembahasan kita tentang Musim-Musim Hubungan (Seasons of Relationships).

# Winter – Musim Dingin
Musim dingin biasanya sangat dingin, saking dinginnya bisa menusuk tulang. Di musim dingin semua tanaman mati; pohon-pohon tinggal rantingnya.

Hubungan yang sedang dalam Musim Dingin ciri-cirinya:
  1. Suasana yang kaku, dingin, kasar, dan diwarnai kepahitan.
  2. Suasana perasaan: sakit hati; kemarahan (baik marah aktif dengan membentak dan bahkan menyakiti fisik, atau marah yang mendiamkan); kekecewaan; merasa sendirian; merasa tertolak.
  3. Tindakan: destructive (menghancurkan); berbicara kasar; atau malah tidak berbicara sama sekali; kekerasan fisik dan batin.

Apa yang membawa pasangan atau keluarga ke Musim Dingin dalam Hubungan?
Kaku — ketidakmauan untuk menerima cara pandang orang lain dan tidak mau berusaha berkompromi.

Sisi Positif Musim Dingin Hubungan:
Musim Dingin bukan akhir dari segalanya. Ada jalan keluar, dan ini dimulai dengan pengharapan.

Markus 2:17; 1 Petrus 4:8

# Spring – Musim Semi
Musim semi menggambarkan awal dari sebuah pernikahan; atau awal dari sebuah hubungan berpacaran; atau hubungan persaudaraan yang tulus dan lugu/polos.
- Pasangan-pasangan excited, ibarat tidak terpisahkan.
- Atau saat anak pertama baru lahir (apalagi cucu pertama), semua orang dan seluruh keluarga bahagia.

Hubungan yang sedang dalam Musim SEMI ciri-cirinya:
  1. Suasana yang loving, positif, ceria, optimis, percaya
  2. Suasana perasaan: excitement (kegembiraan), kebahagiaan, pengharapan.
  3. Tindakan: berkomunikasi baik, kata-kata yang indah, merencanakan hari depan, berharap besar untuk masa depan, saling percaya, mengasihi, mau berkorban, mencari bantuan bila perlu.

Sisi Negatif Musim Semi Hubungan:
Kadang ada iritasi-iritasi dan gangguan-gangguan yang tidak diharapkan. Mungkin gangguan ini tidak mengubah musim semi hubungan Anda, tapi bisa menjadi gangguan yang berarti. Namun, jika kita berhasil memelihara sikap positif, musim semi bisa membuka jalan untuk musim panas yang menyenangkan.

# Summer – Musim Panas
Musim panas di negara 4 musim adalah waktu untuk rileks. Sekolah pada libur, jadi suasana sangat ceria; keluarga-keluarga pergi liburan. Sesuai musim Panas, semuanya lagi “hot-hotnya” di musim hubungan ini.

Hubungan yang sedang dalam Musim PANAS ciri-cirinya:
  1. Suasana yang saling percaya, berkomitmen untuk terus bertumbuh, rileks, rasa aman, kepuasan & bahagia.
  2. Suasana perasaan: Kebahagiaan, kepuasan, pencapaian, hubungan kuat.
  3. Tindakan: berkomunikasi yang membangun, menerima segala perbedaan, bertumbuh secara rohani, mental, dan hati, saling mendorong satu sama lain ke arah yang semakin baik.

Sisi Negatif Musim Panas Hubungan:
Dalam Hubungan Musim Panas, seringkali karena semua telah nyaman, ada hal-hal atau permasalahan-permasalahan yang tidak kita hiraukan, dan kita pikir “nanti saja dibicarakan lagi, momennya tidak pas”. Nah hal-hal yang digeser dan “ditutup sementara” itu bisa jadi pemicu untuk permasalahan yang lebih besar di kemudian harinya. Sehingga, ibarat tanaman yang tidak diairi, membuat tanaman ini layu dan membawa kita dari musim panas, kepada musim gugur atau bahkan musim dingin.

# Fall – Musim Gugur
Daun yang berjatuhan ini adalah analogi tentang apa yang terjadi di Musim Gugur Hubungan. Dari luarnya kelihatan bagus dan tidak ada apa-apa. Orang mungkin melihat dan mengkomentari betapa bahagianya pasangan/keluarga Anda. Tapi sebenarnya, ada banyak hal di dalamnya yang berubah.

Hubungan yang sedang dalam Musim GUGUR ciri-cirinya:
  1. Suasana ketidakpastian, kekhawatiran, menyalahkan.
  2. Suasana perasaan: ketakutan, sedih, putus asa, berhati-hati, dendam, merasa tidak dihargai
  3. Tindakan: mulai menyimpang, melepaskan diri, mengabaikan, mulai tidak peduli.

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN??
1. Menghargai Perbedaan yang Ada
Matius 19:6 – Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. DUA menjadi SATU ini bukanlah hal yang mudah. Karena DUA ini berarti 2 hal yang berbeda. Tidak ada orang yang sama persis. Tapi perbedaan ini bukan untuk semakin memisahkan atau menjauhkan. Sadarkah Anda, sebenarnya PERBEDAAN INI DI-DESIGN OLEH TUHAN? God WANTS it to be different!!! Kenapa? Supaya semua perbedaan ini saling menguatkan. Illustrasi: Gitar – komponennya berbeda-beda. Kesatuan bukanlah keseragaman; tapi perbedaan yang harmonis. Semua problem dan ketegangan yang Anda hadapi, itu mengasah kita supaya jadi orang yang lebih baik. Jadi kesatuan yang lebih baik.

2. Ngobrol
Kita hidup di negara Asia yang sangat menjunjung sopan santun tapi karena kata-kata “sungkan” yang sangat tersohor ini, membuat semua orang takut dan tidak berani untuk menyelesaikan masalah. Kalimat-kalimat ini membuat Musim-Musim Hubungan Anda, bisa bergeser ke musim gugur bahkan ke musim dingin.
NGOBROL = pembicaraan 2 arah, dengan baik, untuk menemukan solusi terbaik.
Kolose 4:6 AYT – Biarlah perkataanmu selalu penuh kasih, dibumbui dengan garam, supaya kamu tahu bagaimana seharusnya menjawab setiap orang.

3. Sengaja Meluangkan Waktu
Orang bilang “sekarang sudah nggak ada waktu”, “ah, ada anak sudah sulit”. Kita tidak akan pernah punya waktu, kalau kita tidak MENYEDIAKAN waktu dan MENYEMPATKAN dengan SENGAJA. Tahukah Anda, bahwa pacaran itu tentang pernikahan, dan pernikahan itu tentang berpacaran seumur hidup Anda? Dan kalau Anda bilang “nggak musim”, berarti Anda ingin berada di Musim Hubungan yang mana? *Kampanye #DatingAgain #PacaranLagi

4. Mulai dari Saya Sekarang
Musim hubungan Anda tidak akan baik dengan sendirinya. Semua yang dibiarkan tidak akan menjadi baik tapi semakin dingin (Roma 12:9-10; Roma 12:16-18).

28 Februari 2017

RICH FAMILY POOR FAMILY SERIES




Rich Family Poor Family – Day 28.
F = Father
A = And
M = Mother
I = I (ai)
L = Love
                         Y = You
Intentionally Invest (2). Efesus 5:16-17, 16dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 17Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Tahukah kita kalau kita dengan sengaja menginvestasikan WAKTU kita, itu akan membantu kita: 1) TETAP FOKUS (Help You Stay Focus) & 2) MEMBANGUN SEJARAH (Build History). Apa yang akan kita bangun dalam sejarah hidup kita? Bagaimana caranya? Repeated small deposit build story/hal yang berulang-ulang dilakukan akan membangun sejarah. Yaitu saat kita mau menginvestasikan WAKTU kita dengan sengaja untuk keluarga/pasangan/anak/ortu/sesama kita, tanpa kita sadari akan membangun sejarah & build impact dalam hidup mereka (orang-orang yang kita cintai). Sudahkah kita punya fokus yang jelas dan membangun sejarah melalui WAKTU yang dengan sengaja kita berikan kepada keluarga/pasangan/anak/ortu/sesama kita?

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFPoorFSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Bilangan 17-22
PB: Kisah Para Rasul 7:23-60
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Monday, 27 February 2017

27 Februari 2017

RICH FAMILY POOR FAMILY SERIES




Rich Family Poor Family – Day 27.
F = Father
A = And
M = Mother
I = I (ai)
L = Love
                          Y = You
Intentionally Invest (1). Apakah kita menyadari “setiap minggu” itu berarti (every week is matters). Kalau kita bisa duduk makan bersama-sama dengan keluarga secara intensif seminggu 1x, maka kalau anak-anak kita berusia 10 tahun, hanya ada 416 minggu/416 kali kita bisa makan bersama-sama, dan bila anak kita berusia 20 tahun, maka tidak lebih dari 1000 minggu. Pointnya adalah sudahkah kita menyediakan WAKTU yang ada untuk keluarga / pasangan / anak / orangtua / rekan-rekan dekat kita? Efesus 5:16, “dan PERGUNAKAN WAKTU yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” Seperti yang sudah saya sampaikan kemarin (26 Feb). Kita bisa mendapatkan uang dengan WAKTU yang sudah Tuhan sediakan buat kita 24 jam sehari, tetapi dengan uang kita tidak bisa membeli WAKTU yang sudah berlalu. Oleh karenanya PERGUNAKAN WAKTU/exogoraso yang artinya: membeli/menebus. Jangan biarkan waktu berlalu begitu saja tanpa membuatnya menjadi milik kita yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Rasul Paulus mengatakan hal ini kepada jemaat di Efesus karena saat itu penyiksaan dari penguasa Romawi sedang berlangsung (1 Petrus 4:12-19). Dengan demikian kita tidak membiarkan WAKTU berlalu begitu saja tanpa membuatnya menjadi milik kita yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Dapatkah kita membayangkan: Tidak banyak WAKTU lagi untuk hidup sebagai Saksi-Saksi Kristus dan membawa jiwa-jiwa bagiNya ditengah-tengah masyarakat yang jahat (ayat 16). Bukankah masyarakat kita saat ini juga demikian? Biarlah kita mau mempergunakan WAKTU kita dengan bijaksana, memperGUNAkannya untuk hidup bagi Tuhan dan melayaniNya, yaitu melalui orang-orang terdekat kita terlebih dahulu: keluarga/pasangan/anak/ortu/sesama kita. Hidup ini bukan soal berapa lama kita hidup tetapi seberapa lama kita hidup dan kita diisi dengan hal-hal yang BERGUNA. Sudahkah kita memprioritaskan WAKTU kita untuk keluarga / pasangan / anak / ortu / sesama kita? Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#RichFPoorFSeries

Note:
Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Bilangan 15dan 16
PB: Kisah Para Rasul 7:1-22
#LoveTheBible

Bp. Sandy Suciawan – PT. Wings Surya
Ayah seorang yang benar akan bersorak-sorak; yang memperanakkan orang-orang yang bijak akan bersukacita karena dia. Biarlah ayahmu dan ibumu bersukacita, biarlah beria-ria dia yang melahirkan engkau (Amsal 23:24-25). Seorang pemuda melamar lowongan posisi manajer di sebuah Perusahaan besar. Dia lulus wawancara awal... Sekarang akan bertemu dengan seorang direktur untuk wawancara akhir. Dari CV-nya sang direktur mengetahui bahwa prestasi akademis pemuda itu sangat baik. Dia bertanya, “Apakah Anda mendapat beasiswa di sekolah...?” Pemuda itu menjawab, “Tidak”. “Siapa yang membayar biaya sekolah...?” “Orang tua,” jawabnya. “Di mana mereka bekerja ...?” “Mereka bekerja sebagai tukang cuci pakaian...” Direktur meminta pemuda itu untuk menunjukkan tangannya... Pemuda itu menunjukkan kedua tangannya yang halus dan sempurna... “Pernahkah Anda membantu orangtua Anda mencuci pakaian?” “Tidak pernah... Orangtua saya selalu ingin saya belajar dan membaca buku lebih banyak. Selain itu, orangtua saya bisa mencuci pakaian lebih cepat dari saya...” Direktur mengatakan, “Saya punya permintaan. Ketika Anda pulang hari ini, pergi dan bersihkan tangan orangtua Anda. Temui saya besok pagi.” Pemuda itu merasa sedih... Ketika ia kembali ke rumah, ia meminta orangtuanya membiarkan dia membersihkan tangan mereka. Orangtuanya merasa aneh. Senang... terharu... tapi dengan perasaan campur aduk, mereka menunjukkan tangan mereka kepada sang anak... Pemuda itu membersihkan tangan mereka perlahan-lahan. Airmatanya meleleh perlahan saat ia melakukan itu. Ini adalah pertama kalinya ia melihat... tangan orang tuanya begitu kusut, dan... begitu banyak lecet di tangan mereka. Beberapa luka lecet itu membuat mereka mengeluh sakit saat ia menyentuhnya. Ini adalah pertama kalinya pemuda itu menyadari bahwa sepasang tangan yang mencuci pakaian setiap hari inilah yang memungkinkan dia untuk membayar biaya sekolah... Lecet-lecet di tangan adalah harga yang harus dibayar orang tuanya untuk pendidikan, kegiatan sekolah dan masa depannya. Setelah membersihkan tangan orangtuanya, pemuda ìtu diam-diam mencuci semua pakaian yang masih tersisa. Malam itu, orangtua dan anak berbincang untuk waktu yang sangat lama. Keesokan paginya, pemuda itu pergi ke kantor direktur. Direktur melihat airmata di mata pemuda itu, ketika ia bertanya: “Apa yang telah Anda lakukan di rumah Anda kemarin...?” Pemuda itu menjawab, “Saya membersihkan tangan orangtua saya, juga mencuci semua pakaian yang tersisa sampai selesai...” *“Pelajaran apa yang Anda peroleh..?”* “Saya sekarang tahu apa artinya cinta dan pengorbanan orang tua saya. Tanpa orang tua saya, saya tidak akan menjadi diri saya hari ini. *Dengan membantu orangtua saya, saya baru menyadari betapa sulit mencapai tujuan kalau dilakukan sendiri..* *Saya menghargai pentingnya saling membantu dalam keluarga..*”. Direktur mengatakan, “Inilah yang saya cari pada diri seorang manajer. Saya ingin merekrut orang yang dapat menghargai bantuan orang lain... Orang yang tahu penderitaan orang lain untuk menyelesaikan sesuatu, orang yang tidak menempatkan uang sebagai satu-satunya tujuan hidup.” *”Anda diterima kerja..”*. Wahai para orang tua... Seorang anak, yang terlalu dilindungi, dimanjakan apa pun yang ia mau, akan mengembangkan, “mentalitas hak” dan akan selalu mengutamakan dirinya sendiri. Dia akan mengabaikan upaya orang tuanya. Jika kita menjadi orang tua yang terlalu melindungi, bukan berati mencintai anak-anak dengan cara yang benar. Bukankah malah menghancurkan mereka...? Boleh membiarkan anak tinggal di sebuah rumah besar, makan makanan yang enak. Tapi ketika Anda membersihkan rumah, ajak mereka juga melakukannya. Setelah makan, biarkan anak-anak mencuci piring dan mangkuk sendiri. Bukan karena tidak punya uang untuk menyewa pembantu, tetapi karena ingin mencintai anak-anak dengan cara yang benar. Agar mereka mengerti, kendati orang tua mampu... Suatu hari kita akan menjadi tua dan tak berdaya... Betapa bahagia mempunyai anak yang mengerti... Didik dan bimbinglah anak Anda agar belajar bagaimana menghargai jerih payah orang tua, juga orang orang lain... Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu. Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut--Amsal 1:8-10.