Sunday, 31 May 2015

MENGHADAPI KEKECEWAAN



CULTURAL



MENGHADAPI KEKECEWAAN
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 10 Mei 2015)


Intro:
Kekecewaan = ketidaksukaan disebabkan karena harapan yang tidak terpenuhi.

“As long as you have expectancy, you might have disappointment!” (Selama kita berharap, ada kemungkinan kita dapat kecewa)

Kemudian argumen kita: Apa aku tidak perlu mengharap apa-apa lagi?

“You don’t always get as what you expected, but without expectation you don’t get anywhere.”
(Anda tidak akan selalu mendapat apa yang anda harapkan, tapi tanpa harapan anda juga tidak akan kemana-mana).

“Saat bertindak belum tentu mendapat kebahagiaan, namun tidak ada kebahagiaan tanpa tindakan” – Benjamin Disraeli.

Apa harapan? Harapan adalah SAUH yang kuat dan aman bagi jiwa kita (Ibrani 6:19)

Hati-hati dengan KEKECEWAAN: Kekecewaan dapat membatasi masa depan kita. Jangan salah, antara menjaga diri dari kesalahan yang sama vs membatasi diri dari kesempatan yang ada.

How should we handle disappointment? (Bagaimana kita harus mengatasi kekecewaan dalam hidup kita?)

a)      Think positive – believing that you can always learn good lesson out of bad situation (Percaya bahwa kita selalu bisa ambil pelajaran baik dari situasi yang buruk).

Roma 8:28
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia,…” 2 Kor 4: 8 – 9, dia menulis: “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun kami tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.”

Ayat 7: “tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.”

b)      Give your burden (disappointment) to God (Bawa kekecewaan kita kepada Tuhan).

Mazmur 55:23, “Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.”

Daud menambahkan, Mazmur 34:18; Mazmur 62:2, “Hanya dekat Allah saja aku tenang dari pada-Nyalah keselamatanku.”
Give your burden to God, Dia bisa beri ketenangan, kedamaian kepada kita.

c)      Believing better things coming ahead (Percaya sesuatu yang lebih baik akan datang).
           
Tuhan pernah menyampaikan lewat Yeremia… Yer 29:11, “Sebab Aku mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

Makanya, Expectation/Hope adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita.

CONCLUSION:
Kalau Anda mengalami kekecewaan, yang bisa anda lakukan adalah:
(a)    Think positive – believing you can always learn good lesson out of bad situation.
(b)   Give your disappointment to God.
(c)    Believing better things coming ahead.

Berapa banyak yang mau meninggalkan kekecewaan hidup menuju masa depan yang lebih baik?




No comments:

Post a Comment