Saturday, 31 October 2015

FAREWELL TESTIMONY

Farewell Testimony


Fransisca Ariany
Selamat Jalan Om Tjoek Handojo... Sampai ketemu di rumah Bapa di Surga. Senang bisa punya kesempatan untuk mengenal Om Tjoek, terima kasih untuk nasehat-nasehatnya, untuk selalu ke gereja dan setia mengikut Kristus. Terima kasih juga buat jabatan tangan hangatmu setiap minggu. Terima Kasih Om Tjoek Handojo.


Otty Jo
Selamat jalan kakakku! Tuhan telah menjawab doa semua keluargamu, sahabatmu dan rekan-rekanmu. Engkau pasti mendapatkan tempat yang layak disisiNya. Terima kasih Tuhan.


Nunik Yulianti Rihardini
Selamat jalan Om Tjoek Handojo terimakasih untuk semua yang sudah dberikan, belajar untuk selalu bersabar dan ikhlas. Semoga amal ibadah dan semua kebaikan Om diterima di sisi Nya. Selamat jalan Om, kami akan selalu merindukanmu Om.


Rachel Oktaviani Handoyo (Daughter)
Super Dad ever i've ever had. I enjoy having breakfast with you every morning. You re detailed person yet I'm careless. You keep encouraging others. You never complain about your desease. You always thinks others first. Your actions speaks louder than your words. For you, love is giving, truly God said “well done, my faithful servant. You have fought a good fight, you have finished the race, and you have remained faithful Tjoek Handojo. R.I.P Dad. Till we meet again J.


Cin Han
Berpulang ke rumah Bapa di Surga Bp. Tjoek Handojo. Seorang yang luar biasa dalam hidup saya dan keluarga saya. Jiwa melayani, mengampuni dan seorang pemimpin yang bisa menggembalakan domba-dombanya dengan maksimal. Wow! Bp. Tjoek Handojo adalah pembuat sejarah yang luar biasa. Komunitas sel yang dibina bermultiplikasi hingga 11 komunitas sel. Wow! History Makers. Pak Tjoek kita akan jumpa lagi di rumah Bapa yang Kekal. RIP.


Ribka Arumi Pingky
Selamat jaln Om Tjoek, Om sudah tenang bersama Bapa di surga, Om adalah mentor kami yang luar biasa mengajarkan kami banyak hal, Om sungguh seorang bapak yang luar biasa, kami semua sangat merasa kehilangan, akan kukenang apa yang pernah Om ajarkan ke kami semua, buat keluarga yang ditinggalkan diberi penghiburan, selamat jalan Om Tjoek Handojo Handoyo.


Fenny Vencentsia
Kami sekeluarga turut bersimpati atas kepulangan Pak Tjoek ke surga. Kami berdoa untuk kasih sejahtera dari Bapa menentramkan hati Cik Siu Siang, Rachel, Vena dan Abe. We always love you Pak Tjoek, pebimbing rohani kami yang sangat luar biasa!! Tidak menderita sakit apa-apa sekarang... Tuhan Yesus sudah menerima Pak Tjoek di dalam kerajaanNya.
Vili Sandora
RIP Pak Tjoek, thank you for being the leader of our komsel. God be with you now. Remembering last day before your operation, I shake your hand and ask your promise to come back for us and lead us. But... We believe you always with us as our leader in our heart. We love you --Komsel CL7. For Cik Siu Siang and kids be strong and God still love you all. We love you all and always be with you in pain or joyfull life.


Novita
Berdukacita atas meninggalnya Alm. Bpk. Tjoek Handojo, ayah dari Rachel Handojo dan Wevena Febriani Handojo, beliau adalah keluarga rohani dari AOC yang telah banyak memberi inspirasi bagi banyak orang dan juga telah menjangkau banyak jiwa baru, senang bisa mengenal beliau dan keluarga. Jerih payahmu tidak sia-sia. Selamat jalan Pak sampai ketemu di Rumah BAPA di sorga. Amin.


Asnan Kusuma
Selamat jalan Bapak Tjoek Handojo.  Dari bapaklah saya belajar melayani, mengampuni serta bertumbuh. Mentor seperti bapak yang kami semua butuhkan! Banyak hal kebaikan serta kebajikan yang wajib kita jadikan teladan dari bapak.


Elisha Soetopo
Rest In Peace Pak Tjoek Handojo. It hurts, really hurts that you're leaving. But, you are in a better place and you're in Heaven with our Heavenly Father. You have left a great legacy. You've finished well, so well! Thank you for many great memories, friendship, sharing vision, sharing the journey of life with you! We'll miss you very much!! Heaven is rejoicing because one of the heroes of faith is back to the Heavenly Father!! One of God's great general is back to the Creator!


Stefanus Wahyu Di Andrianto
Berdukacita atas meninggalnya Alm. Bpk. Tjoek Handojo, ayah dari Rachel Handojo dan Wevena Febriani Handojo. Kita merasa kehilangan seorang mentor, penginspirasi, seorang yang terus berapi-api buat jiwa-jiwa. Keep strong Wevena Febriani Handojo, Rachel Oktaviani Handoyo, Tante Siu Siang dan Abe. Tuhan Yesus memberkati dan memberi jalan terbaik.


Ganda Kusuma
Selamat jalan Om Tjoek Handojo. Kita merasa kehilangan seorang mentor, seorang yang menginspirasi, seorang yang terus berapi-api buat jiwa-jiwa. Keep strong Wevena Febriani Handojo, Rachel Oktaviani Handoyo, Tante Siu Siang dan Abe.


Bp. Paulus – PKS CL 8

Aku sangat sedih & terpukul. Dia contoh nyata orang yang menghidupi Kristus. Contoh nyata build a better you. Pak Tjoek yang bikin aku seperti hari ini & banyak orang lain di AOC, seorang mentor yang luar biasa, sampai hari terakhir masih kasih contoh seperti apa punya iman yang benar. Dia yang sakit malah doa buat kita jangan takut Tuhan selalu menyertai, sungguh Iman yang dahsyat. Aku sampai ngomong kita tahu imannya Abraham karena baca Alkitab, tapi hari ini aku lihat sendiri contoh nyata manusia dengan iman yang besar. Dan aku yakin banget iman seperti ini yang diperhitungkan Tuhan. Aku kehilangan mentor, sahabat sekaligus papa secara pribadi. Dia orang yang selalu ada & merhatikan aku. Di saat aku kehilangan arah dia yang setiap hari ada buat aku. Setiap hari dia datang. Dia telah banyak memenangkan & menyelamatkan banyak jiwa untuk Tuhan Yesus, Pak Tjoek sudah bersama Tuhan Yesus Pemilik sebenarnya, yang dia layani sepenuh hati. 

Prakata

Prakata

            “Uang itu punya sayap, jangan pernah dipegang erat-erat. Itu ada tertulis di Kitab Amsal (baca Amsal 23:5),” ucap seorang pria berbadan gemuk dan agak tua seraya tertawa, mengajarkan saya bagaimana seharusnya kita memperlakukan mamon dalam hidup kita. Ya, pria berbadan gemuk tersebut adalah Pak Tjoek Handojo.
            Saya teringat ketika pertama kali saya bekerja, saya ada di bawah bimbingan Bp. Tjoek Handojo, beliau adalah manager saya kala itu. Bukan hanya belajar banyak dari beliau, tapi saya juga belajar banyak dari istrinya yang luar biasa, yang kebetulan berada ada di satu kantor, Ibu Siu Siang.
            Terkadang di waktu-waktu senggang, Pak Tjoek Handojo akan mengajarkan kebenaran-kebenaran firman Tuhan. Bukan berupa khotbah, namun perkataan-perkataan sederhana seperti yang saya ceritakan di atas. Saya sungguh bersyukur dapat mengenal dan belajar mengenai prinsip-prinsip keuangan, pekerjaan, pelayanan, kesetiaan dengan dasar firman Tuhan dari beliau.
            Ketika saya mendengar berita bahwa Pak Tjoek Handojo sakit, saya hanya sempat berkunjung satu hari, di hari Sabtu. Berikutnya, di hari Senin sungguh mengagetkan saya bahwa beliau sudah tiada. Saya merasakan imannya, hatinya untuk jiwa-jiwa, bayar harga beliau dan Ibu Siu Siang tidak akan pernah sia-sia. Waktu saya datang ke acara penghiburan terakhir di hari Jumat, saya melihat Pak Tjoek Handojo dalam sebuah video yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk ditayangkan pada acara Komsel Day (kalau tidak salah ingat) di hari Sabtu, namun Tuhan punya rencana lain. Pak Tjoek Handojo telah berpulang terlebih dahulu. Kesedihan pasti ada ketika melihat video tersebut, namun disaat yang sama mimpi dan  pengharapan juga muncul. Menonton video tersebut, membuat saya bermimpi. Bermimpi suatu saat bila saya sudah tidak muda lagi, saya ingin seperti Bapak ini di hadapan Tuhan. Menjadi seperti yang Tuhan mau dan bukan yang dunia mau. Saya bermimpi untuk menjadi pasangan seperti Pak Tjoek Handojo & Ibu Siu Siang, yang selalu melayani jiwa-jiwa dengan sepenuh hati.
            Sekalipun Pak Tjoek Handojo sudah tiada, saya percaya iman dan kasih yang beliau tinggalkan turun ke anak-anaknya, sekali lagi tidak ada yang sia-sia di dalam Kerajaan Allah.
            Selamat tinggal Pak Tjoek Handojo. Selamat tinggal Mentor yang dikasihi Allah. Kini engkau di sisi Allah, hidup bahagia tanpa ada air mata di dalamnya.
            “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (2 Tim 4:7).


                                                                        Regards,

                                                                        Lionita Lianel

NO ISOLATION #3



NO ISOLATION




NO ISOLATION #3
(From the UNCHURCHED)
(Diambil dari Khotbah AOC, 25 Oktober 2015)


Intro:
Beberapa hal tentang perbedaan: Perbedaan perempuan dengan laki-laki (dari baju, ekspresi, ketika berkemas untuk bepergian, ketika mendapat SMS, ketika ke kamar mandi saat pesta, ketika putus asmara, ketika kembali dari salon, ketika becermin).

POINT:
Suatu hari, ada juga argumen tentang PERBEDAAN. Suatu hari, ada argumen perbedaan antara: Orang kafir dan orang baik, orang percaya dan tidak percaya, orang di dalam Tuhan atau tidak.

Orang Yahudi jaman dulu berpikir: keselamatan Mesias itu hanya bagi mereka. Mereka pikir 10 perintah Allah hanya bagi mereka. Sehingga, selain Yahudi, bangsa-bangsa lain dianggap: Gentiles (kafir, termasuk orang indonesia hari ini). Orang Yahudi waktu itu dikenal dengan “penyunatan”; jadi bangsa-bangsa lain dianggap kafir dan tidak bersunat.
Bisakah Anda menghentikan Tuhan mengasihi orang kafir? Bisakah Anda  menghentikan Tuhan tidak mengasihi orang-orang yang belum bergereja? Bisakah Anda menghentikan Tuhan dari  orang-orang berdosa?

Kita ada hari ini, karena Keselamatan dari Yesus juga buat kita orang Indonesia. Lukas, penulis buku Kisah menuliskan lebih banyak lagi cerita tentang orang kafir yang bertobat. Suatu hari, di event yang berbeda, ada argumen ini lagi. Kali ini antara Paulus dengan orang-orang yang lain.

Kisah Para Rasul 15:1-2
Kisah Para Rasul 15:7, 9
Kisah Para Rasul 15:19

Semua orang bisa dapat kesempatan mengalami Yesus dan anugrahNya!

Beberapa Fakta tentang karya Tuhan:
ü  Yesus mati bagi semua orang (2 Korintus 5:15)
ü  Pengampunan Tuhan bagi semua orang (Roma 3: 23 – 24 )
ü  Anugerah Tuhan bagi semua orang (Roma 5: 8)

Kalau  itu yang Tuhan lakukan bagi saya, bagi Anda dan ternyata bagi semua orang. APA YANG BISA KITA LAKUKAN? APA YANG PERLU KITA LAKUKAN?

1.  Jangan mengisolasi orang-orang yang tidak bergereja.
(a)    Tidak semua mereka punya masalah besar.
(b)   Tidak merasa bersalah.
(c)    Jarang-jarang  adalah hal yang biasa.
(d)   Mereka juga punya kerohanian.
(e)    Mereka tidak jelas artinya: KRISTEN.
(f)    Tidak semua berasal dari agama berbeda.
(g)   Mereka suka transparansi.
(h)   Mengundang kawan mereka, saat menikmati gereja.

Ketika Anda mencoba memahami dan merangkul, nilai Anda harus jelas:
-        Kita mempengaruhi, bukan terpengaruhi
-        Anda tidak ambil nilai hidup mereka, tapi kita membagi nilai Tuhan bagi mereka
-        Jangan mengisolasi unchurched dari gereja

2.  Jangan menimbulkan kesulitan bagi unchurched untuk berbalik kepada Tuhan.
Apa kita bisa jadi orang yang non-judgemental? Kita sendiri datang sama Tuhan, berubah dulu atau setelah datang kepada Tuhan baru ubahkan? Bukankah kita semua perlahan-lahan berubah. Kalau semua orang nunggu siap, tidak akan pernah ada orang yang siap untuk berubah.

Di AOC kita selalu berkata: tidak ada 1 pun kita yang sempurna, tapi kita semua membuka diri untuk disempurnakan oleh Tuhan. Ketika Paulus berpendapat di Kisah Para Rasul 15:19, “Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa bangsa lain yang berbalik kepada Allah.” Mari mengasihi orang untuk mengalami perubahan hidup.

3.  Jangan lupa terus mengundang orang untuk terus mengalami Yesus.
Karena: Yesus mati bagi semua orang. Pengampunan Yesus bagi semua orang
anugerah-Nya bagi semua orang.

Pertanyaan Besar:
Apakah AOC mempersulit orang berbalik kepada Tuhan?
Apakah kita mempermudah orang berbalik kepada Tuhan?

NO ISOLATION #2



NO ISOLATION




NO ISOLATION #2
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church,
18 Oktober 2015)


Intro:
Tanpa kita sadari, banyak di antara kita meresponi beberapa hal, dengan respon  yang cenderung mengisolasi diri kita dari hal-hal yang Tuhan ingin kita kerjakan dan lakukan dan alami.
Setiap orang harus bertanggung jawab atas perjalanan kehidupan iman dan rohaninya, dan apapun cerita Anda, itu berharga bagi Tuhan, Sebab Tuhan ingin membangun cerita yang lebih luar biasa dari yang kita miliki saat ini.
Banyak orang yang tidak percaya, mereka menjadi percaya. Tapi yang harus jadi beban kita adalah orang yang percaya, yang sudah tahu Tuhan dan tahu apa yang Tuhan mau, tapi mengisolasi diri.

Setiap cerita berharga, dan setiap cerita kecewa, marah, pahit, sakit hati, bisa dikategorikan menjadi 4 tipe orang Kristen yaitu:
1.      The Hurt
2.      The Bitter
3.      The Non-Educated
4.      The God-type Person

MENGAPA SAYA DAN KITA SEMUA CENDERUNG MENGISOLASI DIRI, dengan prinsip: yang penting kita baik dengan orang.

·         Karena cara berpikir dan paradigma agamawi membuat kita bangga dengan apa yang sudah kita lakukan. Tapi INJIL, membuat kita bangga akan apa yang YESUS sudah lakukan.
·         Karena mereka percaya pada nilai-nilai diri mereka sendiri, daripada nilai-nilai Tuhan dan nilai-nilai Firman Tuhan.
·         Karena nilai dan prinsip mereka berdasarkan pengalaman masa lalu dan bukan berdasarkan Firman Tuhan dan Prinsip Tuhan.

Ada prinsip yang harus saya dan kita semua ingat: “Don’t be defined by the hell we are going through, but the heaven we are going to” (Jangan dibentuk oleh neraka yang pernah/sedang kita alami, tapi dibentuk oleh surga yang akan kita tuju).

Ibrani 10:22-26
Pikiran agamawi kita dan pikiran kita akan makin mejauhkan kita dari Tuhan, tapi Yesus mengajak kita untuk tidak fokus sama perbuatan kita, perbuatan orang lain, kata kita, kata orang lain, prinsip kita, prinsip orang lain, TAPI HANYA FOKUS PADA KATA YESUS DAN PRINSIP YESUS!

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN ?
1.      Kembali kepada tujuan Tuhan
Kej 2:18 (BIS) – Lalu TUHAN Allah berkata, “Tidak baik manusia hidup sendirian. Aku akan membuat teman yang cocok untuk membantunya.”

2.      Kenakan nilai Tuhan daripada nilai diri sendiri
Perhatikan Roma 12:1-2 (BIS). Efesus 6:10-20 menjelaskan (perhatikan ayat 11 dan 13):
è Ayat 11: “Kenakanlah seluruh senjata Allah supaya kamu dapat bertahan melawan tipu daya Iblis”.
è Ayat 13: “Sebab itu ambilah seluruh perlengkapan senjata Allah supaya kamu dapat mengadakan perlawanan

3.      Bergabunglah dengan kawanan domba, lewat Komunitas (Cell Group)
Setiap anak Tuhan perlu ada di komunitas (Cell Group) gereja lokal.

Tujuan Berkomunitas (Cell Group)
A)    Menguji apa Anda benar-benar orang baik. Orang baik bukan orang yang lari, tapi orang yang mau belajar mengasihi kekurangan orang lain. Tuhan bilang, mengasihi orang yang mengasihi kita itu mudah, semua orang bisa. Tapi mengasihi orang yang tidak baik sama kita itu butuh KASIH. Selfish people–demanding (orang egois-banyak permintaan). Good people-serving (orang baik-melayani).
B)    Menjadi murid Kristus. Bukan soal Anda baik atau buruk, tapi soal Anda mau jadi murid Yesus atau tidak. Bukan soal ada si ini dan si itu di komsel, tapi soal Anda mau jadi murid YESUS atau tidak. Yesus bilang, kita mempermuliakan Tuhan dan menjadi kesaksian bagi dunia, ketika kita belajar menyatu dan mengasihi satu dengan yang lain, lewat komsel. Yesus bilang, kamu adalah muridku jika kamu saling mengasihi!
C)    Memperkuat nilai/prinsip Allah. Kadang kita bisa melenceng – pikiran, nilai, budaya. Tapi di komsel kita diarahkan. If you hate God’s principle, let’s go back to His love. Go back to your first love. It’s not about what others have done to you, but about what God has done to you and for you. (Jika Anda membenci prinsip Tuhan, kembali kepada kasihNya, kembali pada cinta mula-mula Anda pada Tuhan. Hal ini bukan tentang apa yang harus orang lain lakukan pada Anda, tapi tentang Tuhan yang sudah mengorbankan diriNya untuk saya dan Anda). Kita bertumbuh dalam komunitas tidak terisolasi.
D)    Orang Lain membutuhkan Anda. Anda membutuhkan orang lain, orang lain membutuhkan Anda. Kalau Anda merasa sudah baik, bertolong-tolonglah bagi mereka yang kurang baik. Orang baik bukan orang yang hidup untuk diri sendiri. Itu bukan baik, tapi egois. Orang baik selalu memikirkan ada orang lain yang butuh pertolongan dari dirinya.

You need community and somebody in the community needs you.

Kesimpulan
Bayangkan ketika kita mau memakai nilai dan prinsip Tuhan dalam hidup kita untuk tidak terisolasi dari Tuhan dan dari sesama. Kita akan jauh lebih terbentuk menjadi seperti Kristus! Kadang ada kecewa, sakit hati, yang Tuhan ijinkan terjadi, bukan untuk menyakiti kita, tapi untuk memproses kita semua untuk menjadi seperti Kristus dan nilai-nilai Yesus makin berakar kuat dalam kita!!