Saturday, 30 June 2012

Perpisahan Cin Han




















30 Juni 2012



30 Juni
Mari bangun keharmonisan keluarga atau pekerjaan atau sekolah atau pelayanan dan apapun yang kita kerjakan dengan DOA, selalu mengandalkan Tuhan lebih dari mene-rapkan berbagai strategi, berikan yang terbaik, dengan begitu Tuhan akan menuntun rumah tangga atau pekerjaan atau sekolah atau pelayanan kita. Sertakan Tuhan Yesus dalam setiap aspek kehidupan kita dan jadikan DIA pusat dari semua yang kita lakukan. Kolose 2:6-7, “Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”

Respon
Baik Ibu, saya akan belajar bersama-sama untuk bisa bersatu di dalam kasih Kristus, dalam membangun keluarga yang kokoh dan harmonis, agar kami sekeluarga boleh tinggal tetap di dalam firmanNya. Sehingga keluarga kami beroleh segala kekayaan, keyakinan akan pengertian, dan pengenalan akan rahasia Allah, karena saya percaya Ibu; di dalam DIA Tuhan Yesus Kristus-lah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan! Untuk kami sekeluarga belajar tertib di dalam membangun keluarga hingga kami senantiasa akan tetap bersukacita di dalam Tuhan Yesus Kristus di setiap waktu! Terima kasih ya Ibu, selamat berkarya, Tuhan memberkati, amin.

Friday, 29 June 2012

29 Juni 2012



29 Juni
Keharmonisan suami istri, berkaitan dengan tugas dan kewajibannya masing-masing! Jika masing-masing tahu tempatnya, tugasnya, dan kewajibannya, seperti Tuhan kehendaki, saling melengkapi di mana kekurangan yang satu ditutupi oleh kelebihan yang lainnya dan kelebihan yang satu menutupi kekurangan yang lain. Efesus 5:22-23, “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.” Amin. Sehingga ada kerja sama yang nantinya akan tercipta suatu keharmonisan dalam rumah tangga ya!

Respon 1
Iya Ibu, terima kasih! Sebagai seorang istri dan ibu dari anak-anak di dalam keluarga, saya akan senantiasa belajar untuk dapat memahami kekurangan mereka, Ibu. Agar saya tidak memiliki persepsi yang keliru; bahwa kekurangan pastilah suatu kejelekan. Maka dengan itu Ibu, saya akan senantiasa belajar untuk melihat ke dalam kekurangan diri saya sendiri untuk saya tidak membanding-bandingkan agar senantiasa saya dapat memahami setiap kekurangan mereka dan menutupinya dengan kasih Tuhan! Agar kami dapat merasakan keterikatan kasih Allah makin terasa dalam keluarga kami untuk kami merasa saling membutuhkan di dalam membangun keluarga yang harmonis dan bahagia! Terima kasih ya Ibu, selamat berkarya, sukses untuk Ibu! Tuhan memberkati, amin.

Respon 2
Shalom, tq ya Cie atas berkatnya tiap pagi selalu mengingatkan kami akan kasih di antara kita semua. PRINSIP PERNIKA-HAN KEKRISTENAN atau Markus 10:7-9 Prinsip pernikahan yang menurut Tuhan adalah: 1. Partner/kemitraan seumur hidup atau teman hidup dengan maksud: Tuhan memberikan suatu tanggung jawab kepada kita. Pernikahan adalah: penyatuan bukan lagi dua melainkan satu, pria dan wanita diciptakan untuk saling melengkapi dengan memenuhi sesuatu yang tak ada, tetapi dengan sesuatu yang perlu untuk menciptakan kesempurnaan. Yang menghasilkan suatu keutuhan dan penyelesaian. 2. Pernikahan adalah ikatan yang disatukan atau melekat kuat. Ikatan exclusive (suami+istri). Dasar ikatan khusus yaitu: “Firman Tuhan”. 3. Per-nikahan adalah SAKRAL/KUDUS (ayat 9). Kudus artinya pengampunan, kasih, dan perdamaian. Wujud dari pernikahan adalah “pengampunan”, amin. YHBU all J.

Thursday, 28 June 2012

28 Juni 2012



28 Juni
Efesus 5:22 dijelaskan dengan indah dalam terjemahan “The Message”, istri-istri mengertilah dan dukunglah suamimu dengan cara menunjukkan dukungan bagi Kristus, amin. Bagi suami-suami, standard kasih seperti apa yang perlu dimiliki oleh seorang suami terhadap istrinya?
1.      Kasih yang tidak egois. Efesus 5:25, “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.”
2.      Kasih yang suci. Efesus 5:26, “untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman.”
3.      Kasih yang senantiasa memberi atau mengorbankan diri (Efesus 5:25).
4.      Kasih yang mengasuh dan merawat. Efesus 5:29, “Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat.”
5.      Kasih yang mengutamakan kesejahteraan istrinya (Efesus 5:29).
6.      Kasih yang melibatkan komitmen selain perasaan. Efesus 5:31, “Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.”
7.      Kasih yang mengutamakan istri di atas hubungan yang lain (Efesus 5:31).
Jadi standard dalam sebuah pernikahan atau hubungan yang harmonis adalah hubungan seperti Kristus dengan jemaatNya! Dengan demikian, akan terbangun hubungan yang harmoni antara orang tua dan anak-anak juga! Amin.

Respon
Amin, terpujilah Tuhan Allah yang besar dan Raja yang besar, mengatasi langit dan bumi dan menjadikan segala sesuatu dengan perbuatan tanganNya! Dan baik Ibu, saya akan belajar takut akan Tuhan di dalam menjalani peran saya sebagai istri yang sudah Tuhan tentukan sebagai penolong serta pendukung bagi suami, untuk saya tidak akan bersandar kepada pengertian sendiri Ibu karena saya mengerti akan nasihat Tuhan yang mengatakan: perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri, amin. Maka dengan itu Ibu, saya kan menjaga diri saya untuk tidak membawa kerusakan di dalam keluarga saya melainkan akan membawa pohon kehidupan di tengah-tengah keluarga kami sehingga ada sumber kehidupan yang akan memberi ketentraman yang besar serta perlindungan bagi anak-anak! Terima kasih ya Ibu, selamat beraktivitas, Tuhan member-kati, amin.

Wednesday, 27 June 2012

27 Juni 2012



27 Juni
Dalam sebuah keluarga, sebagai orang tua janganlah kita membedakan anak-anak kita yang satu dengan yang lainnya ya! Roma 2:11, “Sebab Allah tidak memandang bulu.” FirmanMu mengajarkan kami untuk seia sekata seperasaan dengan mengasihi saudara-saudara atau anak-anak kita penyayang dan rendah hati, amin. 1 Petrus 3:8, “Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati.”

Respon
Baik Ibu, sebisa mungkin saya akan belajar untuk membimbing anak-anak dari sudut pandang iman kepada firman Tuhan untuk saya dapat menemukan pintu masuk di dalam diri mereka, sehingga apapun baik yang akan menjadi pilihan untuk dilakukannya bukan karena terpaksa melainkan dengan kerelaan hatinya dan penuh sukacita! Dan sebagai orang tua saya hanya bisa berdoa dan belajar untuk taat kepada perintah Tuhan sehingga dimampukan untuk bisa berpikir dan seperasaan dengan Tuhan. Untuk saya bisa melayani keluarga, anak-anak maupun sesama dengan kasih dan seperasaan dengan mereka, dan bisa menerima mereka apa adanya Ibu. Tanpa harus membeda-bedakan karena saya tahu setiap pribadi adalah unik dan begitu berharga di mata Tuhan! Dan terima kasih banyak untuk Ibu. Selamat berkarya, sukses selalu. Tuhan memberkati, amin.

Tuesday, 26 June 2012

26 Juni 2012



26 Juni
Dibutuhkan peran seorang ibu dalam keberhasilan pendidikan anak-anak kita. Kenali potensi mereka sejak dini, karena sungguh besar potensi yang ada dalam diri mereka dan akan sangat berdampak bagi mereka yang mau mengembangkannya. Kejadian 11:6, “dan Ia berfirman: Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.” 2 alasan mendasar mengapa kita harus mengembangkan potensi diri anak-anak kita.
1.      Sebagai tanda ucapan syukur (Matius 25:14-30).
2.      Untuk sebuah kehidupan yang lebih maju (Kejadian 9:1-3)
Mari kita kembangkan potensi diri anak-anak kita ya. Dengan membimbingnya dengan kasih Kristus, amin.

Respon
Amin, segala puji bagi Tuhan dengan segala perbuatan tanganNya. Iya Ibu, saya sungguh menyadari betapa pentingnya masa anak-anak itu, maka dengan itu saya sebagai ibu akan mencoba belajar mengerti akan nilai dari masa anak-anak, agar saya dapat belajar juga untuk mengenali potensi mereka Ibu dan membimbingnya dengan cinta kasih yang penuh agar dapat memberikan kesan paling mendalam dalam hidup mereka! Terima kasih banyak ya Ibu. Selamat berkarya, dan sukses selalu. Tuhan memberkati. Amin.