Monday, 18 May 2015

18 Mei 2015



CULTURAL



Ulangan 9:6a, “Jadi ketahuilah, bahwa bukan karena jasa-jasamu TUHAN, Allahmu, memberikan kepadamu negeri yang baik itu untuk diduduki...” Ingatlah semua yang kita miliki, semua yang kita lakukan itu adalah BERKAT Tuhan bukan karena kebaikan kita, kuat gagah kita. ONLY BY HIS GRACE J. Amin.

Respon 1
Roma 8:31b – Jika ALLAH di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Bersama YESUS tidak ada yang perlu kita takutkan, kita pasti ditolong dan diberkati! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
Tak perlu menyesali apa yang telah terjadi. Jika itu baik, jadikan pengalaman. Dan jika itu buruk, jadikan pelajaran. Zao An. GBU always. (Dewi – Surabaya)

Respon 3
Happy Monday. “To be a leader, you have to make people want to follow you, and nobody wants to follow someone who doesn't know where he is going” - Joe Namath. (Suwandi Taruna)

Respon 4
Jika mau jujur, sepanjang peradaban manusia, bilangan orang-orang Kristen yang benar-benar mau hidup seturut firman Tuhan -dengan memegangnya sebagai pedoman hidup & melakukannya dengan setia- masih jauh lebih sedikit daripada yang tidak. Sebab jika tidak demikian, tentunya dunia tidak sampai berkali-kali dirundung masa-masa kegelapan rohani yang dalam. Namun mendekati akhir dari akhir zaman, ini semua akan berubah. Faktanya, mereka yang mengaku pengikut-pengikut Kristus sering meremehkan firman -khususnya dalam penerapannya. Padahal tidak menjadi pelaku firman sama saja dengan orang-orang yang memang bukan Kristen. Bedanya, mereka memang tak bersedia mendengar firman. Tidak heran kekristenan hampir tidak memiliki dampak sebab banyak terdiri dari pribadi-pribadi yang suka 'mendengar & mempertimbangkan' firman; yang pelaksanaannya disesuaikan syarat & kondisi yang berlaku di hidupnya alias sesuka hati saja. Tidak kurang-kurangnya Alkitab sendiri memberikan banyak peringatan agar kita tidak lalai hidup dalam kebenaran firman. Dalam perumpamaan benih, mereka yang abai akan firman akan: 1) ada dalam pengaruh-pengaruh iblis (tanah tepi jalan); 2) tidak akan berbuah-buah (tanah bersemak duri); 3) kehilangan iman & murtad (tanah berbatu-batu). Kitab-kitab taurat pun mengandung janji berkat bagi yang hidup sesuai ketetapan Tuhan & kutuk bagi yang tidak mau melakukan petunjuk-petunjuk Tuhan (Ul. 11:26-28; Ul. 28; Im. 26). Yesus sendiri menutup pengajaran-Nya di atas bukit dengan peringatan yang keras: siapa yang mendengar firman tapi tidak melakukannya akan mengalami kerugian & kehancuran yang besar bagai rumah berpondasi rapuh yang ditelan banjir (Mat. 7:24-27). Setiap kita yang telah mendengar kebenaran sudah semestinya memiliki niat hati bahkan tekat untuk melakukannya. Tidak menunda-nundanya atau menyepelekannya. Mendengar & melaksanakan kehendak Tuhan tidak pernah boleh menjadi pilihan. Itulah hal terbaik yang bisa kita perbuat bagi hidup kita & semua. Sebagaimana yang Tuhan rancangkan & tetapkan bagi seluruh ciptaan-Nya. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


Respon 5
Setiap hari akan menjadi nikmat, bila kita tetap bersyukur pada Tuhan. Bahkan broadcast bilang sebetulnya tidak ada alasan untuk tidak bersyukur padaNya. Apapun yang bisa kita nikmati dan miliki, that is just because of His grace. So keep look after ourselves dan berkarya terus untuk kemuliaan Tuhan since we all love Him so much. (Ibu Caroline – Bandung)

No comments:

Post a Comment