Yakobus 1:26-27, “Jikalau ada seorang menganggap dirinya
beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka
sia-sialah ibadahnya.” 1. Siapakah
orang yang disebut Tidak Beribadah?
Ayat 26a: Orang yang tidak dapat mengekang lidahnya. 2. Apakah akibatnya? Ayat 26b: Ibadahnya
akan sia-sia. Sudahkah kita praktekkan Firman Tuhan selama 1 bulan ini untuk
“belajar mempunyai penguasaan diri dalam berkata-kata”?? J. Go, go, Build
a Better Future Together. Amin.
Respon 1
Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau
kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang. Karena
Tuhanlah yang akan men-jadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari
jerat. (Amsal 3:25-26) Janganlah takut..... Tuhanlah yang menjadi sandaranmu.
Respon 2
Yakobus 1:26, ‘Jikalau
ada seorang menganggap dirinya beribadah,tetapi tidak mengekang lidahnya,ia
menipu dirinya sendiri,maka sia-sialah ibadahnya.’ Yups… Sudah sebulan ini
setiap hari kita terus diingatkan oleh Firman Tuhan bahwa kata-kata kita sangat
berpengaruh terhadap diri sendiri ataupun untuk orang lain. Dan kita harus bisa
memilih kata-kata mana yang boleh disimpan mana yang harus diabaikan. Dan juga kata-kata
yang sudah kita ucapkan itu harus dipertanggungjawabkan di hari penghakiman. So,
kita semua berharap Firman Tuhan ini bukan sekedar pengingat, bukan sekedar
renungan tapi itu semua boleh mengubahkan hidup kita. Boleh membuat kita jadi mempunyai
penguasaan diri dalam berkata-kata. Dan kita semakin melangkah mendekati
standartnya Tuhan. Amiinn... Perubahan bukanlah perubahan sampai terjadi suatu
perubahan. Salam komcit...
JESUS BLESS







