Friday, 1 May 2015

1 Mei 2015



CULTURAL



Lukas 6:31, “Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.” Bagaimana mengaplikasikan ayat tersebut diatas? J Contoh yang paling sederhana: Jika kita ingin diperhatikan, maka kita harus memperhatikan orang lain terlebih dahulu. Filipi 2:4, “dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” Amin. Apakah mudah mempraktekkan firman Tuhan tersebut J? Seringkali kita lebih senang dilayani & diperhatikan lebih dulu ketimbang kita melayani & memperhatikan J. Jadikan ayat firman Tuhan pagi ini sebagai RHEMA. Ketika kita memberikan perhatian kepada sesama kita, lakukan itu dengan penuh kasih, sabar, lemah lembut & rendah hati. Amin J.

Respon 1
Mat 8:13 – YESUS: ‘Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang kamu PERCAYA.’ Saat itu juga hambanya SEMBUH! Ayo PERCAYA. Punya kepastian YESUS bisa MENOLONG. Sekarangpun MUJIZAT pasti terjadi. Alami sendiri! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
“Orang yang sering dimarahi atasan baru mengerti apa arti syarat dalam lowongan kerja ‘Bisa bekerja di bawah tekanan.’” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Jumat, 1 Mei 2015. Kecewa Setelah Bersaksi? Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain... yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang, Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini (Yesaya 45:5-7). Saat dinyatakan sembuh dari penyakit kanker, Adam (bukan nama sebenarnya) sangat bersukacita. Di mana-mana ia bersaksi tentang mukjizat kesembuhannya itu. Tapi, beberapa bulan kemudian, ia harus dirawat lagi karena kankernya kambuh. Adakah yang salah? Lalu, kecewa dan menyesalkah ia karena telah bersaksi tentang kebaikan-Nya? Tentu saja Adam tak perlu menyesal karena Tuhan selalu baik dan tak pernah menyangkali hakikat-Nya. Hanya saja, memang ada perbuatan Tuhan yang tidak akan dapat kita pahami seperti yang dikatakan Musa (Ul. 29:29) dan Salomo (Ams. 25:2). Nabi Yesaya (ay. 7) malah berterus terang bahwa Dialah “yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang” agar manusia “tidak dapat menemukan masa depannya” (Pkh. 7:14). Kalau begitu, buat apa kita bersikeras mengetahui sesuatu yang memang bukan bagian kita? Nah, apakah kesaksian Pak Adam sia-sia? Sama sekali tidak. Bersaksi adalah bercerita tentang perjalanan hidup kita dengan Tuhan, baik dalam keadaan senang maupun susah. Sekalipun sedang menderita, kita tetap bisa menceritakan kebaikan-Nya, terutama tentang anugerah terbesar-Nya, yaitu keselamatan jiwa kita. Apalah artinya kesehatan, kekayaan, ketenaran, dan isi dunia ini jika dibandingkan dengan keselamatan? Untuk itu, kita perlu tetap percaya bahwa di balik musibah yang menimpa kita, ada kebaikan-Nya yang ajaib, yang akan Dia ungkapkan dengan indah pada waktu-Nya (Rm. 8:28, Pkh. 3:11) —HIS. TIADA KESAKSIAN YANG SIA-SIA SELAMA ITU MENYATAKAN PIMPINAN DAN RENCANA-NYA. Good Morning. Thank You Lord. Jesus Christ bless us all. (Madam Ossy)

No comments:

Post a Comment