CULTURAL
Lukas 6:31, “Dan
sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga
demikian kepada mereka.” Bagaimana mengaplikasikan ayat tersebut diatas? J Contoh yang paling sederhana: Jika kita ingin diperhatikan,
maka kita harus memperhatikan orang lain terlebih dahulu. Filipi 2:4, “dan
janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi
kepentingan orang lain juga.” Amin. Apakah mudah mempraktekkan firman Tuhan
tersebut J? Seringkali kita lebih senang dilayani
& diperhatikan lebih dulu ketimbang kita melayani & memperhatikan J. Jadikan ayat firman Tuhan pagi ini sebagai RHEMA. Ketika kita
memberikan perhatian kepada sesama kita, lakukan itu dengan penuh kasih, sabar,
lemah lembut & rendah hati. Amin J.
Respon 1
Mat 8:13 – YESUS: ‘Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang kamu
PERCAYA.’ Saat itu juga hambanya SEMBUH! Ayo PERCAYA. Punya kepastian YESUS
bisa MENOLONG. Sekarangpun MUJIZAT pasti terjadi. Alami sendiri! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
“Orang yang sering dimarahi atasan baru mengerti apa arti syarat dalam
lowongan kerja ‘Bisa bekerja di bawah tekanan.’” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Jumat, 1 Mei 2015. Kecewa Setelah Bersaksi? Akulah TUHAN
dan tidak ada yang lain... yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib
malang, Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini (Yesaya 45:5-7). Saat dinyatakan
sembuh dari penyakit kanker, Adam (bukan nama sebenarnya) sangat bersukacita.
Di mana-mana ia bersaksi tentang mukjizat kesembuhannya itu. Tapi, beberapa
bulan kemudian, ia harus dirawat lagi karena kankernya kambuh. Adakah yang
salah? Lalu, kecewa dan menyesalkah ia karena telah bersaksi tentang
kebaikan-Nya? Tentu saja Adam tak perlu menyesal karena Tuhan selalu baik dan
tak pernah menyangkali hakikat-Nya. Hanya saja, memang ada perbuatan Tuhan yang
tidak akan dapat kita pahami seperti yang dikatakan Musa (Ul. 29:29) dan Salomo
(Ams. 25:2). Nabi Yesaya (ay. 7) malah berterus terang bahwa Dialah “yang
menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang” agar manusia “tidak dapat
menemukan masa depannya” (Pkh. 7:14). Kalau begitu, buat apa kita bersikeras
mengetahui sesuatu yang memang bukan bagian kita? Nah, apakah kesaksian Pak
Adam sia-sia? Sama sekali tidak. Bersaksi adalah bercerita tentang perjalanan
hidup kita dengan Tuhan, baik dalam keadaan senang maupun susah. Sekalipun
sedang menderita, kita tetap bisa menceritakan kebaikan-Nya, terutama tentang
anugerah terbesar-Nya, yaitu keselamatan jiwa kita. Apalah artinya kesehatan,
kekayaan, ketenaran, dan isi dunia ini jika dibandingkan dengan keselamatan?
Untuk itu, kita perlu tetap percaya bahwa di balik musibah yang menimpa kita,
ada kebaikan-Nya yang ajaib, yang akan Dia ungkapkan dengan indah pada
waktu-Nya (Rm. 8:28, Pkh. 3:11) —HIS. TIADA KESAKSIAN YANG SIA-SIA SELAMA ITU
MENYATAKAN PIMPINAN DAN RENCANA-NYA. Good Morning. Thank You Lord. Jesus Christ
bless us all. (Madam Ossy)

No comments:
Post a Comment