Saturday, 28 February 2015

LANGKAH-LANGKAH BIJAKSANA MEMBANGUN HUBUNGAN



RICH FAMILY – POOR FAMILY




LANGKAH-LANGKAH BIJAKSANA
MEMBANGUN HUBUNGAN
-RICH FAMILY POOR FAMILY #4-
(Diambil dari Khotbah Ps. Elisheba Soetopo
 22 Februari 2015)

Intro:
Dalam banyak hubungan, 50% dari masalahnya adalah ANDA. Anda-lah seringkali akar dari masalah-masalah yang terjadi. Bagaimana Anda merespon. Dan bila Anda merespon terhadap orang-orang yang gila dalam kehidupan Anda dengan salah, maka sebenarnya Anda sedang membuat hal tersebut jadi lebih buruk.

Fondasi dari hubungan sehat:
            1.  Hikmat yang dari atas: Murni
Artinya clean, uncorrupted, unpolluted, etc. Kata lain: Integrity / integritas. Fondasi dari semua hubungan yang baik adalah integritas. Kenapa? Karena hikmat itu dimulai dari hati bukan kepala. Semua hubungan dibangun dari KEPERCAYAAN. Kepercayaan dibangun dari kebenaran. Suami istri bohong terus, nggak bisa punya hubungan yang dalam. Harus honest, kalau tidak, tidak punya relationship.
Manusia pada nature-nya suka berbohong. Kita punya kemampuan yang hebat untuk berbohong banyak. Ayat alkitab berkata, the heart is deceitful. Benar bisa jadi salah, salah bisa jadi benar.

Efesus 4:25 (BIMK); Yak 3:13-18 (BIMK)

Kalau kamu mau hubunganmu jadi lebih baik, kita tidak bisa compromise our integrity. No truth no trust, no trust no relationship.

Amsal 2:7

Tuhan mau jadi pelindungmu, tapi kita perlu jadi orang yang bisa jujur. 1 ® Jika aku mau jadi bijak: AKU TIDAK AKAN BERKOMPROMI DENGAN INTEGRITASKU! IF I WANT TO BE WISE, I WON'T COMPROMISE MY INTEGRITY!

            2.  Hikmat yang dari atas: Pendamai / tidak mencari pertengkaran (suka berdamai)
2 ® Jika aku mau jadi bijak: AKU TIDAK AKAN MENENTANG KEMARAHAN ORANG. IF I WANT TO BE WISE, I WON'T ANTAGONIZE YOUR ANGER.

Amsal 20:3, “Hanya orang bodohlah yang suka bertengkar; sikap yang terpuji ialah menjauhi pertengkaran.”

Jangan mulai pertengkaran-pertengkaran seperti itu di keluarga. Seringkali kita tahu hal yang menjengkelkan buat orang, tapi kemudian kita sengaja mengorek hal tersebut.

3 alat yang tidak boleh Anda pakai karena akan menyakiti orang:
a)      Membandingkan (comparing)
b)      Mencela (condemn)
c)      Mendebat (contradicting)

            3.  Hikmat yang dari atas: PERAMAH
3 ® Jika aku mau menjadi bijak: AKU BERUSAHA SELALU BERHATI-HATI. IF I AM WISE, I CONSIDERATE ALL THE TIME.
Filipi 4:5 – Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!

2 kesalahan yang biasanya terjadi:
(a)    Kita bereaksi terhadap apa yang orang KATAKAN, dan kita remehkan apa yang orang RASAKAN.
(b)   Kita menganggap tidak benar perasaan apapun yang tidak kita rasakan.

            4.  Hikmat yang dari atas: PENURUT
The wiser you are, the better listener you will be. Bagaimana caranya supaya kita ini bisa jadi nyambung dan menyatukan kehendak kita dengan orang di sekitar kita? Adalah dengan cara mendengarkan orang lain.

The more foolish you are, the less listening you are.
4 ® Jika aku mau jadi bijak: AKU TIDAK AKAN MENGKRITIK SARAN ANDA. IF I WANT TO BE WISE, I WON'T CRITICIZE YOUR SUGGESTIONS.

Amsal 18:5Amsal 15:4

            5. Hikmat yang dari atas: PENUH BELAS KASIHAN
5 ® Jika aku mau menjadi bijak: AKU AKAN MENCOBA MEMAKSIMALKAN KEMURAHAN. IF I WANT TO BE WISE I WILL MAXIMIZE MERCY.
® Jika aku mau jadi bijak: AKU TIDAK AKAN MEMPERHATIKAN KESALAHAN-KESALAHAN. IF I WANT TO BE WISE, I WON'T EMPHASIZE YOUR MISTAKES.

Amsal 17:9

Pikirkan orang terdekat dengan Anda dalam hidupmu. Meskipun kamu mengasihinya, mereka bisa mengganggu Anda kadang, dan ketika hal itu terjadi, let it go! It is foolish to hold in to it.

            6. Hikmat adalah tidak memihak dan tidak munafik (tulus)
WISDOM IS IMPARTIAL AND ALWAYS SINCERE. Bahasa aslinya (tidak memihak) antriciptos dan (tidak munafik) anipocriptos. Mereka mirip.

6 ® Jika aku mau jadi bijak: AKU TIDAK AKAN MENYAMARKAN NIATKU. IF I WANT TO BE WISE, I WON'T DISGUISE MY INTENTIONS. I won't trick you, I won't fake you. Fools are fake, wise are authentic.

Amsal 10:18
“Orang yang menyembunyikan kebencian adalah penipu. Orang yang menyebarkan fitnah adalah dungu.”

Amsal 12:2
“Orang baik dikenan Tuhan, tetapi si penipu dihukum-Nya.”


SIAPA YANG ME-REMOTE ANDA



RICH FAMILY – POOR FAMILY




SIAPA YANG ME-REMOTE ANDA
-RICH FAMILY POOR FAMILY #3-
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church,
15 Februari 2015)

Intro:
Bayangkan Anda sedang menjalani hari yang biasa, dan sebenarnya kita mengalami hari yang baik. Lagi good mood, the birds are singing, the flowers are blooming, you feel great. Tiba-tiba ada orang-orang ini lewat dan dalam 1,2 detik, kita langsung frustasi, marah jengkel! Ada saja yang bisa mereka lakukan, yang membuat kita langsung jadi marah! Mereka seolah-olah bisa menekan sebuah tombol untuk membuat kita marah, tersinggung. Seperti mereka me-remote kita! 

Amarah bukan selalu dosa. Amarah tidak selalu salah. Tapi kemarahan yang tidak bisa dikendalikan (uncontrolled anger) itu pasti selalu salah. Amarah bisa merupakan wujud orang mengasihi. Contoh: ada orang yang menyakiti suami/istri/anak/orangtua/pasangan kita, kita marah. Itu wajar. Karena kita mengasihi mereka. Kalau mereka disakiti tapi kita tidak marah berarti kita tidak mengasihi mereka.

Efesus 4:26, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa…” – Berarti, ADA cara untuk menjadi marah tapi tidak berdosa. Kemarahan yang tidak terkontrol itu berdosa.

Amsal 25:28
Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.
Sadarkah kita saat kita berkata “Orang ini bikin aku marah!!!!” Anda sedang mengakui bahwa pada saat itu, orang itu sedang mengontrol kehidupan kita, emosi kita, keseluruhan diri kita.

4 BENTUK KEMARAHAN:
1. The Machine Guns (Senapan Mesin)
Contoh Alkitab: KAIN. Orang yang punya jenis kemarahan ini, biasanya langsung menyesal. Mereka menyesal dengan kata-kata yang mereka keluarkan, mereka malu, dan ingin minta maaf.

2. Si “Pendiam”
Setiap kali kita mendiamkan kemarahan, kita ibarat menelannya. Dan tubuh kita yang menderita. Contoh Alkitab: Yeremia.

3. The Martyrs (Martir)
Mengasihani diri sendiri. Contoh Alkitab: Kakak dari anak yang terhilang.

4. The Manipulators (Manipulasi) 
Mereka tidak meledak-ledak, mereka BALAS DENDAM. Contoh Alkitab: Orang Farisi.

BAGAIMANA MENGATASI KEMARAHAN DENGAN BAIK?

1. LIHAT LUKA DI BALIK KATA-KATA MEREKA
Coba kita lihat lebih jauh. Bukan hanya lihat kata-kata mereka, tapi lihat mengapa mereka mengatakan apa yang mereka katakan.

Amsal 19:11
Hurt people hurt people. Loved people love people.
Saat seseorang itu jahat, mudah marah, mereka sedang berusaha mengkomunikasikan bahwa yang mereka butuhkan bukanlah kejahatan balik yang nampaknya harus mereka terima. Mereka butuh dikasihi.

Saat Anda menyerang seseorang, itu menempatkan Anda di bawah mereka.
Saat Anda membalas seseorang, itu menempatkan Anda di level yang sama dengan mereka.
Saat Anda merespon dengan kasih & kebaikan, itu menempatkan Anda di atas mereka.

When you attack somebody, it puts you below them.
When you get even with somebody, it puts you on the same level.
When you respond with love and kindness, it puts you above them.

Ini seperti kebiasaan yang Anda bentuk. Semakin kita biasakan kemarahan itu meluap-luap, semakin kita di-training untuk melakukannya. Meluapkan kemarahan bukanlah jawabannya. Karena itu hanya akan men-training diri kita untuk refill dan refill lagi kemarahan kita.

2. BERHITUNG
BERPIKIRLAH SEBELUM BEREAKSI.

Amsal 29:11
Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakanya.

“Meredakan” dalam bahasa Ibrani: cools it down, cools his anger. Mendinginkannya. Mendinginkan kemarahannya. Jadi orang yang “cool” itu sebenarnya Alkitabiah.

Saat Anda berpikir & berhitung, mungkin 3 pertanyaan ini bisa membantu kita:
1. Mengapa saya marah?
2. Apa yang sebenarnya saya inginkan?
3. Bagaimana saya bisa mendapatkannya?

Biasanya kemarahan disebabkan antara 3 hal:
(1) Hurt (Sakit hati); (2) Frustasi; (3) Ketakutan

Kemarahan itu menular. Saat kita menjawab keras, orang lain jawab makin keras. Orang lain jawab makin keras, kita ngomong makin keras. Seseorang harus menghentikan semua kekerasan ini!

Amsal 15:1
Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.

Hanya dengan menjawab lebih kalem, berbicara lebih pelan, Anda bisa meredakan kemarahan-kemarahan dalam hubungan-hubungan Anda. Kemarahan siapa yang kita redakan? Kemarahan kita! J Akhirnya kemarahan mereka juga. Tapi saat kita berbicara dengan intonasi lebih tenang, kemarahan kita jadi berkurang.

“Do not get upset with people or situations. Both are powerless without your reaction.” (Jangan marah terhadap orang atau situasi. Keduanya tidak berarti tanpa reaksi Anda.)

Amsal 4:23 – Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

3. PERTANYAAN MEMBANTU
Mazmur 141:3 – Awasilah mulutku, ya Tuhan, berjagalah pada pintu bibirku.

Di AOC kita memegang: “Keterbukaan adalah awal dari pemulihan.”

1 Yohanes 1:9
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Yehezkiel 36:26-27
Kamu akan kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya.