Thursday, 28 February 2013

HADIRAT ALLAH




HADIRAT ALLAH
Renungan Harian Memperbaharui Kehidupan Rohani Dalam 90 Hari
(Ps. Kong Hee)

“Masuklah Musa ke tengah-tengah awan itu dengan mendaki gunung itu. Lalu tinggallah ia di atas gunung itu empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya.” Keluaran 24:18

Musa adalah pecinta hadirat Allah. Dalam Keluaran 24:9-10, kita membaca: “Dan naiklah Musa dengan Harun, Nadab dan Abihu dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel. Lalu mereka melihat Allah Israel.” Mereka benar-benar melihat Allah! Itu terjadi di Gunung Sinai, yang menggambarkan baptisan Roh Kudus. Ketika seorang percaya penuh dengan Roh, Tuhan menjadi sangat nyata baginya.
Ketika Roh Kudus ada di sekitar Anda, hadirat Allah yang sangat kuat akan terasa. Anda tahu Dia ada di sana. Anda bisa merasakanNya. Hati Anda mulai luluh dan air mata mulai mengalir di pipi Anda. Terkadang, hadiratNya sangat kuat sehingga Anda bertekuk lutut di bawah kemuliaanNya.
Sayangnya, keagamaan telah melemahkan perjalanan kita bersama Tuhan menjadi perjalanan tanpa pengalaman. Keagamaan menyusutkan Tuhan menjadi moralitas dan filosofi belaka. Beberapa orang bahkan mencoba menekankan bahwa kita tidak memerlukan pengalaman, semua yang kita perlukan hanyalah prinsip-prinsip “sukses” dari Alkitab. Tetapi apa salahnya “merasakan” hadirat Allah? Jika perasaan itu jelek, kenapa Allah memberikan Anda emosi? Kenapa Allah memberi Anda roh jika Dia tidak memperbolehkan Anda hidup secara rohani di hadapanNya? Tentu saja, Allah ingin Anda dapat merasakanNya!
Jika orang-orang kudus di perjanjian lama dapat mempunyai perjumpaan yang intim dan luar biasa dengan Allah, bukankah harusnya kita yang hidup di perjanjian baru dapat lebih lagi mengalaminya? Dan kebenarannya, kita dapat melakukannya karena Roh Kudus telah dicurahkan atas semua manusia (Kis 2:17).
Dalam Alkitab, Roh Kudus digambarkan seperti angin, berarti bahwa Anda dapat merasakan gerakanNya. Dia seperti api, berarti Anda dapat merasakan kehangatanNya. Dia seperti sungai, berarti Anda dapat merasakan aliranNya. Dia seperti hujan, berarti Anda dapat merasakan Dia “jatuh” pada Anda. Dia seperti atmosfer, berarti hadiratNya pasti dapat memenuhi seluruh ruangan di mana Anda berada.
Musa sangat lapar akan hadirat Allah hingga dia rela mendaki terjalnya Gunung Sinai untuk menghabiskan waktu bersama Allah. Dia menghabiskan 40 hari 40 malam dalam hadiratNya, di mana dia menerima visi mengenai rumah Tuhan – tabernakel.
Roh Kudus ingin berbicara pada Anda setiap hari dalam penglihatan dan mimpi-mimpi. Jadilah lapar secara rohani, dan dengan iman, masukilah hadiratNya dalam saat teduh Anda sehari-hari.







28 Februari 2013



28 Februari 2013
BERKAT & PERLINDUNGAN. Kejadian 39:22-28, Yusuf adalah seorang yang sangat diberkati dengan luar biasa, dan perlindungan Tuhan selalu ada bagi Yusuf dan keturunannya! Karena Yusuf seorang yang senantiasa disertai Tuhan maka apapun yang dikerjakan selalu BERHASIL. Kejadian 39:2, “Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.” Amin. Dengan Sarapan Pagi setiap hari, membuka isi hatiNya untuk senantiasa menyertai, memberkati, dan melindungi kita, bahkan apapun yang kita kerjakan dibuat BERHASIL. Amin.

Respon
Ya Amin1 Wahyu 3:7-10. Jemaat di Filadelfia yang paling disenangi Tuhan, Tuhan menghendaki kita umatNya di akhir zaman ini jadi serupa jemaat di Filadelfia. Kita buang semua kemanusiawi’an untuk hidup benar di hadapanNya maka Dia akan melindungi kita. Ayat 10, Dia akan melindungi kita berada dalam hidup yang tak tergoncangkan. Tidak seorang pun mengambil mahkota kita. Amin! Bersarapan pagi bersamaNya membuat kita jadi pemenang, amin! JBU.

Wednesday, 27 February 2013

27 Februari 2013



27 Februari 2013
PERKENANAN TUHAN. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya maka SEMUANYA akan ditambahkan kepadamu (ganti dengan nama kita masing-masing).” (Matius 6:33) Amin. 1 ayat yang sangat powerful ya, saya percaya setiap kita mengerti untuk mempunyai prioritas yang benar dalam hidup ini, seberat apapun tantangan hidup kita jangan pernah menukar waktu yang kita sediakan untuk bertemu dengan Tuhan “dengan apapun yang mungkin bisa mendatangkan” kebahagiaan sementara dalam hidup ini! Sarapan pagi bersamaNya akan semakin meneguhkan bahwa PERKENANAN Tuhan itu datang di saat kita MEMPRIORITASKAN DIA lebih dari semuanya, amin!

Respon 1
TEKANAN MENDATANGKAN KEKUATAN. Mazmur 119:71. Seberapa dari kita hari-hari ini sedang diliputi tekanan, entah itu tekanan sosial, keuangan, maupun pekerjaan. Berhasil tidaknya seseorang melewati tekanan ditentukan oleh cara pandangnya. Ada yang memilih bersungut-sungut bahkan sebagian berteriak: “di mana Tuhan ketika saya sedang mengalami masa-masa sulit?” Sebenarnya Tuhan sedang bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Tekanan adalah latihan untuk membuat kita lebih kuat. Karakter asli seseorang tidak keluar saat semua keadaan baik-baik saja, tekanan akan memunculkan karakter kita yang sebenarnya dan akan membuat hidup lebih berwarna karena ada tantangan yang berbeda setiap harinya. Dan yang paling penting semua itu akan membuat kita mencari Tuhan. Carilah dan temukan hal-hal positif dari sebuah tekanan. Jangan cepat menyerah dan menyesali setiap tekanan. Pegang saja firman Tuahn yang mengatakan Ia dekat kepada orang-orang yang patah hati dan menghidupkan hati orang-orang yang remuk jiwanya, maka jiwa kita pun menjadi tenang. Tuhan, beri aku kekuatan untuk menghadapi tekanan. Berlian adalah batu mahal yang terbentuk dengan begitu baik karena berada di bawah tekanan. Selamat pagi. Tuhan memberkati.

Respon 2
Ya amin! Karunia sulung Roh (Roma 8:18-23). “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. Mengapa hidup di dalam Roh sangat penting? Segala jenis penderitaan dan proses pembentukan yang kita alami, segala peristiwa yang kita alami Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita dengan satu tujuan utnuk mengondisikan kita agar kita layak menerima karunia sulung Roh yang akan kita dapatkan melalui kehidupan di dalam roh. Karunia sulung Roh adalah karunia berupa sebuah posisi pencobaan di hadapan Tuhan yang membuat seseorang layak untuk menerima atau mengalami kepenuhan Kristus, sehingga lewat kehidupan orang tersebut seluruh rencana dan isi hati Tuhan akan dapat tergenapi secara sempurna. Inilah sarapan pagi kita bersama Yesus lebih mengerti karakter yang menunjukkan kedewasaan rohani seseorang (food for spirit). Amin. Semangat dalam berkarya. Jbu.

Tuesday, 26 February 2013

26 Februari 2013



26 Februari 2013
Perlindungan Tuhan, Pagar Dalam Hidup Kita. Siapakah orang yang kaya itu? Ayub…? Abraham…? Atau… Ayub 10:1, “Aku telah bosan hidup, aku hendak melampiaskan keluhanku, aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku.” Seseorang yang merasa CUKUP itulah orang yang KAYA. Kalau kita tidak pernah merasa puas dengan “apa yang kita miliki” selamanya tidak akan merasa PUAS/KAYA, biarlah sebagai orang percaya kita mau bersyukur dengan Perlindungan Tuhan yang sudah memagari hidup kita, bersyukur dengan apa yang sudah Tuhan percayakan kepada kita, amin. Amsal 11:24, “Ada yang menebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.” Mari dengan Sarapan Pagi setiap hari kita akan dicukupkan/dipuaskan dengan segala BERKAT-Nya yang limpah bagi kita masing-masing!

Respon 1
Lord Jesus, You are the arms that hold me at my weakest. Eyes that see me at my ugliest and a heart that loves me at my worst.

Respon 2
Pagi Cik.. Apa kabar? Renungannya terima kasih ya J

Respon 3
Pada waktu itu aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk (Yosua 14:11). Jangan kita menjadi orang yang pernah… Pernah melayani, pernah aktif, pernah murah hati, pernah menabur, pernah mengasihi, pernah…, pernah…, pernah…Karena kita lelah. Biar hidup kita: Berlari dan tidak menjadi lesu. Berjalan dan tidak menjadi lelah. Seperti Kaleb berumur 85 tahun, tetapi kekuatannya sama seperti umut 40 tahun. Amin.

Respon 4
Kej 1:26-27. Kemudian Allah berkata, “Sekarang Kita akan membuat manusia yang akan menjadi seperti Kita dan menyerupai Kita. Mereka akan berkuasa atas ikan-ikan,  burung-burung, … Cerita tentang manusia dimulai dari ini, kita diciptakan dengan gambar dan modelnya Allah. Ketika Anda membeli sepeda motor, Anda harus tahu merknya bukan? Honda, Yamaha, dll. Jika motor Anda Honda dan ketika ada masalah dengan motor Anda maka Anda akan membawanya ke bengkel Honda bukan bengkel Vespa. Oleh karena itu kita perlu Pencipta kita da berada di dekat hadiratNya membuat kita mengerti apa yang Tuhan mau kerjakan dalam hidup kita. Kesalahan apa yang harus kita perbaiki dan bagaimana kita menjadi lebih baik. Di hadiratNyalah kita berlari mencari sumber kekuatan, pengharapan, sukacita, memperbaiki hidup, meluruskan arah tujuan hidup kita. Amin. Selamat berkarya dan tetap berkarya JCBU ALL.

Monday, 25 February 2013

25 Februari 2013



25 Februari 2013
BERKAT TUHAN. Masihkah kita perlu meminta kepada Tuhan untuk memberkati kita lagi setiap hari? Ya… Sangat perlu! Mintalah “hujan” dari pada Tuhan. Zakharia 10:1, “Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! Tuhanlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan diberikannya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.” Seringkali di dalam beratnya tantangan hidup ini kita sering kalah, menyerah seakan Tuhan tidak peduli lagi, dan seakan-akan kita sudah tidak perlu lagi meminta kepada Tuhan untuk memberkati kita, karena semuanya seolah-olah tertutup bagi kita. Mari saudaraku seberat apapun tantangan kita, percayalah apapun yang kita minta, kita sudah menerimanya. Markus 11:24, “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” Amin. Kalau kita setia bersarapan pagi denganNya niscaya BERKAT-Nya tercurah melimpah dalam hidup kita! Amin.