Monday, 29 February 2016

Manage Tension



Manage Tension
-Rich Family Poor Family Part 1-
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Exra Soetopo
February 14th 2016


Salah satu hal yang sering terjadi: Bagaimana mengatasi ketegangan dalam keluarga? Karena semua keluarga pasti pernah tegang satu dengan lainnya.
Bagaimana bisa mengatasi ketegangan dalam keluarga? Bagaimana bisa meredam ketegangan? “Tegang tidak selalu buruk, tapi terlalu tegang bisa jadi buruk.”

Ketegangan yang tidak teredam dapat merugikan kita: perasaan negatif yang belum terselesaikan dapat menyebabkan kita untuk bertindak berperilaku kompulsif. Contoh:
-Perilaku buruk, kekerasan, pelarian ke hal-hal yang negatif.
-Menghindari ketegangan tidak akan membuat ketegangan itu pergi. Bahkan bisa muncul ketegangan-ketegangan baru karena lama tidak dihadapi.

“Managing TENSION is a learned skill”. Bagaimana cara mengatasi ketegangan adalah hal yang dapat dipelajari.

POINT:
Adakah ketegangan keluarga di Alkitab? Konflik 3 pemimpin hebat namanya Harun, Miryam, dan Musa (Bil 12:1-16).
Contoh: Kecemburuan MIryam dan Harun tentang kedekatan Musa dengan Tuhan.
-Miryam – Nabiah (nabi perempuan). Keluaran 15:20, rupanya nabiah bagian pujian.
-Musa – Nabi, yang menjadi penyambung lidah Tuhan bagi Israel.
-Harun – Imam Besar. Juga menghadap Tuhan dan berjumpa Tuhan.
Ketiga orang tersebut adalah orang yang dekat dengan Tuhan. Dari cerita ini, beberapa hal luar biasa yang dapat kita pelajari.

Bagaimana cara mengatasi ketegangan?
1.      Mendengarkan tanpa berusaha membela diri (listen without getting defensive)
“Self defense increases the chance of individual survivor, but it dramatically decreases the chance of relationship survival.” Pertahanan diri meningkatkan kemungkinan seseorang untuk selamat, tetapi secara dramatis mengurangi kesempatan untuk bertahan dalam suatu hubungan.
2.      Ekspresikan perasaaan tanpa kritik (express without critism)
Teori dari John Gottman – “The Four Horsemen” – gambarkan gimana kritik bisa bawa ke penolakan. Polanya adalah: Kritik > Pertahanan > Penghinaan > Diam seribu bahasa (tidak mau bekerjasama).
3.      Lihat kompromi (look for compromise)
“Tension is not about winning argument, but what’s benefit the purpose/vision.” Ketegangan bukan tentang siapa yang menang argument, tetapi tentang apa yang dapat menguntungkan TUJUAN/VISI.
Look beyond the negativity – lihat melebihi hal-hal negatif. Maybe both side can’t be happy, one may end unhappy. Yet, the purpose benefits and wins!! Mungkin kedua pihak tidak bisa bahagia, satu mungkin berakhir bahagia yang lain tidak, tetapi tujuannya bermanfaat.

Artinya: Ijinkan Tuhan untuk turut campur dalam situasi ketegangan yang Anda hadapi. Ijinkan Tuhan berbicara. Ijinkan firmanNya berbicara. Karena saat situasi ada ketegangan semua akan merasa benar. Anda merasa benar, orang lain merasa benar, semua merasa benar. Siapa yang membantu Anda? Anda membutuhkan seseorang yang netral untuk membantu Anda dan ijinkan Tuhan untuk turut campur kehidupan Anda.

CONCLUSION:
-Mendengarkan tanpa membela diri
-Mengekspresikan perasaan tanpa kritik
-Mencari kompromi

Ketika manusia tidak dapat mendekat ke Sorga, karena DOSA menimbulkan KETEGANGAN besar antara Sorga dan bumi. Yesus turun ke bumi, supaya semua manusia bisa mendekat kembali kepada Tuhan.

29 Februari 2016




RICH FAMILY-POOR FAMILY


Efesus 5:16-17, 16dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 17Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” WAKTU adalah Modal Utama, bahkan lebih dari UANG. Dengan Waktu kita bisa menghasilkan uang, tetapi dengan Uang kita tidak dapat membeli Waktu J.  Dengan demikian kita tidak membiarkan waktu berlalu begitu saja. Tanpa membuatnya milik kita, yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya, jadi gunakan waktu dengan: 1) Bijaksana; 2) Tanggung Jawab; 3) Sesuai kehendak Tuhan atau hal-hal Spiritualitas.

Xavier Quentin Pranata
“Cinta sejati adalah jatuh cinta berkali-kali kepada orang yang sama sampai mati.” Xavier Quentin Pranata.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Renungan pagi hari ini, 29-2-2016. Terkadang Tuhan sendiri yang mengatur kondisi dan membawa kita di kondisi itu untuk memastikan bahwa kita adalah benar-benar anakNya. Waktu Tuhan sedang uji kita seperti tidak ada seorangpun yang bisa tolong kita (Daniel 3:17-18). Kalau kita adalah instrumen yang spesial bagi Tuhan maka prosesnya juga tidak biasa-biasa. Tuhan tahu berpihak kepada siapa, jangan takut walaupun kita sendiri di tengah-tengah kumpulan musuh sepertinya tidak bisa berbuat apa-apa. Berdiri pada kebenaran, jangan takut kompromi hanya karena kita ingin kaya, rendah sekali. Untuk membuktikan kemurnian iman kita, Tuhan menguji kita dengan api (1 Yohanes 2:15-17). Tuhan mau melatih kasih kita. Firman Allah itu absolut (tetap) tidak bisa diamandemen (diubah) seperti UUD 45. Roh yang mengadili datang dan membakar memurnikan gereja sehingga gereja tidak lagi bisa bermain-main dengan dosa dan menjadi kompromi dan tidak mengejar kekayaan dunia ini karena semua yang berasal dari dunia ini akan lenyap. Ada dimensi RohNya yang menyatakan kepada kita “HIDUP MENURUT HIKMAT TUHAN”. Amin. Happy Monday, happy day. JBU All.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 29 Februari 2016. Sang Penjunan. Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel! (Yeremia 18:6) Adelaide Pollard, seorang guru Injil keliling, putus asa karena belum mengumpulkan cukup uang untuk menjadi misionaris di Afrika. Ia secara tak sengaja mendengar seorang perempuan tua berdoa seperti ini: “Sungguh Tuhan, apa pun yang akan Tuhan lakukan dengan hidup kami, lakukanlah, karena Engkau memegang hidup kami.” Sepenggal doa itu membuka hati Adelaide dan menyadarkannya tentang arti berserah kepada Tuhan, sang pemilik hidup. Ia lalu menuliskan lagu pujian berdasarkan doa perempuan itu. Nantinya, meskipun hanya sebentar, ia memperoleh kesempatan melayani di Afrika. Yeremia sempat putus asa karena ketika ia memberitakan pesan Allah, orang Israel justru menolak dan mengancamnya. Allah ingin Yeremia mengenal pribadi-Nya dan apa yang menjadi rencana-Nya. Dan di hadapan Yeremia, Allah menggambarkan diri-Nya sebagai tukang periuk (penjunan) yang sedang membentuk sebuah periuk (umat-Nya). Sebagai penjunan, Allah berhak melakukan apa saja kepada periuk-Nya menurut yang dikehendaki-Nya. Allah adalah penjunan dan kita adalah tanah liatnya. Setiap orang yang memiliki kesadaran ini akan mengerti bagaimana seharusnya ia menjalani hidup. Sebagai Bapa yang baik, Dia memang mengizinkan kita untuk menyatakan apa pun keinginan hati kita kepada-Nya. Namun kiranya kita dapat belajar agar kita tidak meminta Allah melakukan sesuatu yang menurut kita baik untuk diri kita; tetapi memohonlah kepada Allah untuk melakukan sesuatu yang baik menurut Allah bagi kita —SYS. ALLAH, SANG PENJUNAN, MEMBENTUK KEHIDUPAN KITA MENJADI YANG TERBAIK MENURUT KEBIJAKAN-NYA. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Semangat berdoa dan baca Firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

GNCC
Mazmur 13:6, “Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.” Have a great week. God is with you and bless you.

Sunday, 28 February 2016

28 Februari 2016




RICH FAMILY-POOR FAMILY


Matius 7:12, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Apakah kita sudah memberi yang terbaik: dalam keluarga? Pekerjaan & pelayanan kita??  Menghormati, mengasihi dengan prinsip: MEMBERI yang TERBAIK terlebih dahulu yang pada akhirnya: yang TERBAIK itu juga akan kita peroleh/dapatkan. Apa yang kita lakukan, berbuat baiklah terlebih dahulu sebab itu juga akan menjadi KESAKSIAN yang TERBAIK dari seluruh hidup kita. Amin.

Bp. Gunadi Cahyono
Perintah Yesus: TSI - Tell Show Involve  all the peoples in the world. Kasih yang walaupun. Have a nice day J.

Worship Center Surabaya
Setelah menyampaikan apa yang dimaksud sebagai ibadah sejati dalam Roma 12:1, maka ayat-ayat selanjutnya dalam pasal 12 surat Roma berbicara mengenai praktek-praktek nyata dari ibadah sejati itu sendiri yaitu bagaimana agar keberadaan kita menjadi persembahan yang hidup, kudus & berkenan di hadapan Tuhan. Pertama sekali, Paulus menekankan supaya “janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini” (ayat 2). Suatu perintah tegas bahwa jika ibadah kita tidak ingin sia-sia, kita harus hidup dalam suatu cara yang berbeda dengan cara-cara yang dilakukan dunia tempat kita ada ini. Perintah ini juga disampaikan rasul Yakobus sebagai bentuk ibadah yang murni & tak bercela (Yak. 1:27). Setidaknya inilah beberapa alasan mengapa ibadah kita pada Tuhan semestinya dinyatakan dalam bentuk kehidupan yang berbeda dari dunia: •Dunia ada dalam kendali iblis, sang penguasa kegelapan. Hidup dalam cara-cara dunia, sadar maupun tidak, sama dengan menaati & mendukung pemerintahan si jahat (Ef. 2:2) yang bertujuan melawan Tuhan & kerajaan-Nya. •Ada batas yang tegas, yang Tuhan tetapkan bahwa siapapun yang mengasihi dunia, pasti ia tidak akan mengasihi Allah (1 Yoh. 2:15), juga yang menjalin persahabatan dengan dunia (yaitu berhubungan erat karena menyukainya) berarti memilih menjadi musuh Allah (Yak. 4:4). •Tetap menjadi serupa dengan dunia setelah menerima Yesus sebagai Juruselamat & Tuhan sama dengan mengingkari penebusan Kristus yang sejatinya mengangkat & melepaskan kita dari kehidupan lama yang duniawi & penuh dosa (1 Pet. 1:18-19; Tit. 2:12; 2 Pet. 1:2). Hidup yang berpaling sepenuhnya pada Tuhan & tiada lagi menoleh kembali ke belakang, kepada dunia & segala isinya, sungguh-sungguh berharga di mata Tuhan. Menjalani hidup baru & menapak masa depan bersama Tuhan ialah keputusan terbaik yang dapat kita ambil dalam hidup kita. Itu juga merupakan tanda bukti penyembahan kita yang sesungguhnya: berada di pihak-Nya, mengiring-Nya seumur hidup kita. Sejauh ini, adakah Anda semakin serupa dengan Kristus atau dunia? Salam revival! GBU.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! HARI PERHENTIAN (Lanjutan) Yesaya 4:3-6. Tuhan tahu melindungi kita dari angin dan hujan, dari panas terik. Dialah perlindungan dan persembunyian kita. Itu akan terjadi setelah Tuhan membersihkan kekotoran putri Sion, janji ini tidak berlaku untuk semua orang (ayat 5) ada sebab akibat tapi kita selalu berpikir tentang akibatnya saja. Tuhan itu baik, Dia Allah perlindungan kita, tapi pertanyaannya waktu Tuhan membersihkan kita apakah kita mau? Firman itu sifatnya membersihkan, kalau kita dengar firman dan tidak berubah bukan firman yang salah tapi respon kita yang salah. Ada banyak orang yang tidak bertahan dalam ujian karena responnya salah, sistem penilaiannya salah, menilai situasi dari sudut pandangnya. Pembersihan yang datang dari Tuhan tidak semudah yang kita pikirkan, jangan menertawakan orang lain yang dalam keadaan sulit sebab kita juga tidak akan dilewati. Kalau kita benar-benar putri Sion kita harus dibersihkan. Tuhan sedang datang ke baitNya dengan mendadak (Mal 2:17; 3:1-5). Kadang-kadang sesuatu terjadi pada kita tiba-tiba, itu sebabnya firman Tuhan berkata berjaga-jagalah! Tuhan datang kita tidak tahu tapi kita sudah siap secara rohani, kita menyusahi Tuhan dengan menganggap orang yang berbuat jahat adalah baik dimata Tuhan karena dia aman-aman saja di gereja maka pasal 3:1-5 adalah jawaban dari pasal 2:17. Pintu pertama yang Tuhan masuk adalah bait Allah, Dia datang membersihkan kita bukan dengan sapu ijuk dan Dia tidak datang dengan sekejap tapi duduk sebagai api Tukang Pemurni logam. Bukan kepada semua orang Tuhan lakukan ini, jangan konsentrasi lihat orang tapi lihatlah Tuhan. Setelah pembentukan terjadi Dia menudungi kita dengan kemuliaanNya. Lain kali Dia akan membersihkan kita seperti yang kita sembunyi bertahun-tahun, Dia akan teliti untuk memastikan putri-putri Sion benar-benar bersih. Kalau kita tahan dibentuk Tuhan kita akan mengerti mengapa Tuhan lakukan ini, Tuhan akan memberitahukannya. Kita tidak harus mengerti semua hal, yang penting taat (Kej 12:1). “Semoga pemerintahan KerajaanNya semakin meningkat atas hidupmu, yang akan membawa pertambahan, damai sejahtera, kemajuan dan kemakmuran Kerajaan”, “dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan” (2 Korintus 9:8). Selamat sore, selamat melayani. JBU all.

Xavier Quentin Pranata
“Saat fatamorgana dunia begitu menggoda, alihkan pandangan kita ke oase surga yang sungguh nyata.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 28 Februari 2016. Supaya Adil. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat (Matius 25:15). Ketika saya berwisata arung jeram di Bali, penyedia jasa wisata mengenakan harga yang berbeda untuk wisatawan lokal dan wisatawan asing. Sebagai wisatawan lokal, saya membayar lebih murah. Saya tentu senang, tapi penasaran, mengapa wisatawan asing harus membayar lebih mahal? Ternyata, sekalipun wisatawan asing harus membayar lebih mahal, jika dihitung dalam mata uang negara asal mereka, harga yang mereka bayar sebenarnya masih terhitung wajar. Jadi, sekalipun harga yang dibayar berbeda, setiap orang membayar sesuai dengan kesanggupan masing-masing. Adil. Kita biasa berpikir, adil adalah jika orang lain mendapatkan hal yang sama dengan apa yang saya dapatkan. Kita biasa berpikir, adil adalah jika orang lain melakukan hal yang sama dengan apa yang saya lakukan. Itulah sebabnya, jika kita menemukan perbedaan, kita mudah berpikir, ini tidak adil. Padahal, adil tidak berarti segalanya harus sama. Perhatikan perumpamaan yang Yesus sampaikan. Ada hamba yang menerima lima talenta, dua talenta, bahkan satu talenta. Sekalipun berbeda, masing-masing menerima menurut kesanggupannya (ay. 15). Inilah adil yang sebenarnya. Berapapun yang kita terima, baiklah kita senantiasa menjaga hati. Jangan sakit hati jika kita menerima sedikit. Apa yang kita terima sesuai dengan kesanggupan kita. Sebaliknya, jangan tinggi hati jika kita menerima banyak. Setiap orang yang banyak diberi, akan banyak dituntut. Setiap orang yang banyak dipercayakan, akan lebih banyak lagi dituntut (Luk. 12:48) —OKS. ADIL ITU BUKAN SEKADAR DIBAGI SAMA RATA, NAMUN DIBAGI MENURUT KESANGGUPAN.Selamat pagi. Selamat beribadah dan melayani. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
Safety isn't the absence of storms in life, it's God's presence in the storm (David Jeremiah). Keamanan bukanlah karena tidak adanya badai kehidupan, tetapi adanya hadirat Tuhan di dalam badai (David Jeremiah).

Saturday, 27 February 2016

27 Februri 2016




RICH FAMILY-POOR FAMILY


Lukas 10:37, “Jawab orang itu: ‘Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.’ Kata Yesus kepadanya: ‘Pergilah, dan perbuatlah demikian!’” Lewat Perkataan dan Perbuatannya, seorang yang percaya harus menunjukkan KASIH kepada orang-orang di sekitarnya, TANDA PENGENAL pengikut Kristus adalah: KASIH. Tuhan Yesus meminta kita untuk menunjukkan KASIHNya dalam tindakan nyata yaitu dengan melakukan perintahNya. Matius 5:44, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Dengan melakukan apa yang Tuhan perintahkan, kita sedang mencerminkan KASIH Tuhan yang sempurna (Mat 5:48, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna”). Amin.

Worship Center Surabaya
Pengikut Kritus sejati yang hidup dalam kasih karunia Tuhan tidak menyia-nyiakan segala yang disediakan Tuhan untuk membuat mereka tinggal & bertumbuh dalam kasih karunia Tuhan itu. Pada iman, kita perlu menambahkannya suatu karakter-karakter yang baik yang dijalani dalam kebajikan atau nilai-nilai yang mulia melalui cara hidup yang terhormat di hadapan orang. Tidak cukup dengan itu, selanjutnya kita diperintahkan untuk menambahkan 'pengetahuan' (2 Pet. 1:5). Sebagai murid Kristus seberapa banyak pengetahuan rohani yang kita miliki? Kita kerap mengisi pikiran kita dengan berbagai pengetahuan. Pengetahuan umum, berita-berita terbaru, pengetahuan tentang keahlian atau yang berkaitan dengan profesi kita. Namun seberapa banyak pengetahuan rohani kita, mengenai iman kita? Ada pengetahuan mengenai hal-hal rohani secara umum, yang berkaitan dengan dunia roh, makhluk-makhluk roh & apa yang disebut Tuhan. Pengetahuan ini diserap turun temurun melalui mitos, takhyul & budaya leluhur. Bukan ini yang dimaksud oleh Petrus dalam suratnya yang ke-2 itu. Adapula pengetahuan agama. Kita menyebutnya theologia. Mengenai pengetahuan ini, siapapun relatif dapat mempelajari & mengadopsi pengetahuan tentang ini. Memang umumnya, orang belajar theologia sesuai agamanya tapi tidak selalu demikian. Mencapai tingkat keilmuan yang tinggi dalam bidang ini pun bukan yang dimaksud dalam nats di atas. Pengetahuan yang perlu ditambahkan dalam hidup rohani setelah kebajikan ialah PENGETAHUAN AKAN JALAN-JALAN TUHAN, SUATU PENGENALAN yang BENAR AKAN TUHAN (2 Pet. 3:18; Fil. 3:8,10; 2 Kor. 4:6). Ini bukanlah sekedar memasukkan pengetahuan tentang Alkitab & isinya, namun dibarengi dengan suatu hubungan pribadi dengan Tuhan, yang dijalani dalam doa & perenungan siang & malam akan jalan-jalan Tuhan. Pengenalan akan jalan-jalan Tuhan membawa kita pada kedalaman: makin mengenal & makin yakin teguh akan siapa yang kita percaya -bagai pohon yang berakar makin kuat ke dalam tanah. Sudahkah Anda bertekad mengenal Tuhan & jalan-jalanNya? Salam revival! GBU.

Xavier Quentin Pranata
“Orang yang ditipu kadang bukan tidak tahu tapi pura-pura tidak tahu dan membiarkan penipu itu tahu dan malu.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 27 Februari 2016. Sombong Rohani. Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam”  (Yesaya 6:5). Karena memiliki jabatan kerohanian, terlibat dalam suatu pelayanan, atau setia melakukan disiplin rohani seperti berpuasa, beberapa orang menganggap diri mereka lebih baik dari yang lain. Bahkan dengan mengklaim memiliki pengalaman rohani yang istimewa, ada yang menganggap dirinya orang Kristen kelas satu. Ketika kita sibuk membandingkan diri kita dengan orang lain, di situlah celah kesombongan rohani muncul. Ketika Yesaya dipanggil menjadi nabi, Allah memberinya penglihatan yang spektakuler. Ia menyaksikan para malaikat mengagungkan Allah dalam kemuliaan-Nya. Berhadapan dengan kekudusan Allah, Yesaya segera menyadari betapa berdosa dirinya (ay. 5). Lalu malaikat Allah menyentuhkan bara ke mulutnya sebagai tanda bahwa Allah mengampuninya. Setelah itu, ia pun siap menjawab panggilan Allah untuk memberitakan firman Allah kepada umat Israel. Perjumpaan yang benar dengan Allah membuat seseorang makin menyadari betapa tidak ada apa-apanya dia dibandingkan dengan Allah yang mahabesar. Musa, Elia, dan Saulus hanyalah sedikit contoh yang mengalami kebenaran ini. Ketika kita makin mengenal Allah, kita akan makin menyadari alangkah besar anugerah-Nya yang telah menyelamatkan kita, dan betapa tidak layak kita di hadapan-Nya. Syukurlah Dia mengulurkan tangan kasih-Nya untuk menyelamatkan kita melalui karya Kristus di salib. Dengan kesadaran ini, tak ada yang pantas disombongkan. Sebaliknya, setiap pelayanan dan pengalaman rohani seharusnya membuat kita makin mengagumi kebesaran Allah —HT. SESEORANG YANG SOMBONG ROHANI MENGIRA DIRINYA BEGITU BESAR KARENA IA BELUM MENGENAL ALLAH YANG MAHABESAR. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Selalu bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! Untuk mengaktivasi Roh Kristus, Tuhan telah memberikan Roh KudusNya (Kis 1:8) -yang perlu kita lakukan hanya bekerjasama dengan Roh KudusNya:  1) Memastikan diri setiap hari mengalami ledakan kuasa Roh KudusNya dalam batin (berbahasa roh mendeklarasikan firman, mengimajinasi firman, melompat, menari sampai kita mengalami kemerdekaan di dalam roh dan revival secara pribadi. 2) Memastikan diri kita berkomunikasi dengan Roh Kudus sampai kita menerima pewahyuan akan pemahaman dari suatu kebenaran (aktif bertanya kepada Roh Kudus, membayangkan Ia ada di sebelah kita mengajar dan memberikan arahan). 3) Terus menumbuhkan takaran iman (mempercayai sepenuhnya apa yang Roh Kudus singkapkan dan berfokus untuk terus membangun hidup seturut dengan takaran iman yang Roh berikan). 4) Memastikan diri bekerja sama dengan Roh Kudus untuk tetap berada dalam puncak kobaranNya, bahkan kita dapat meminta kepada Roh Kudus untuk menfokuskan diri kita lebih lagi merenungkan firman Tuhan dalam aktivitas hidup sehari-hari sehingga kobaran api Roh Kudus tersebut semakin besar. Saya semakin sadar, jika selama ini kita berpikir bahwa pelatihan di atas hanya untuk membuat kondisi roh kita menjadi baik dan hati kita menjadi tenang serta meluap-luap dalam kobaran. Maka kita perlu naik ke level pemikiran, sekarang saatnya kita memandang pelatihan membangun manusia rohani di atas untuk mengaktivasi Roh Kristus yang ada dalam kehidupan kita. Dengan demikian kuasa dan otoritas pemerintahan kerajaan Allah akan menjadi nyata atas kita di muka bumi ini (Efesus 1:20-23). Amin. Happy weekend. JBU all.