Sunday, 30 November 2014

Thank You for Local Church


Thank You for Local Church
-Thank You #4-
(Diambil dari Khotbah Ps. Elisa Soetopo,
Alfa Omega Church, 23 Nopember 2014)

Intro:
Har ini kita akan melihat, bagaimana Tuhan memberikan 1 ide unutk menjawab kebutuhan manusia yaitu melalui 1 strategi namanya: GEREJA LOKAL!

Abraham Maslow Hierarchy “Kebutuhan Manusia”.
  • Biologis dan Psikologis: udara, air, makanan, tempat tinggal, sex, tidur.
Keamanan: perlingungan, tata cara, sistem, hukum, stabilitas, kebebasan dari ketakutan (meskipun sebagian orang tidak suka sistem, tapi bisa bayangkan kalau dunia ini tanpa sistem dan peraturan? Keluarga tanpa aturan, keamanan negara tanpa peraturan, sekolah tanpa peraturan, kerja tanpa peraturan, kita bisa hidup dalam ketakutan).
  • Kasih sayang dan dimiliki: perka-wanan, keakraban, cinta kasih, tugas kebersamaan, keluarga, hubungan yang romantis.
  • Dihargai: independen, status, dominan, prestis, harga diri, respek dari orang lain, keberhasilan-keberhasilan.
  • Aktualisasi diri: menemukan potensial pribadi, pencapaian diri, pertumbuhan pribadi dan puncak pengalaman-pengalaman.

Sejak awal Tuhan mengidekan untuk mem-bangun BUKAN sebuah gedung, tetapi se-buah kegerakan manusia (people movement) namanya Gereja. Efesus 1:22-23, “Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.” Efesus 3:10, “Maksud Allah ialah supaya sekarang, melalui jemaat (gereja), semua yang memegang kekuasaan di angkasa mengetahui kebijaksanaan Allah dalam segala macam bentuknya.”


Apa keuntungan dari adanya gereja lokal?
1.      Kita menemukan kawan di sini. Kawan yang baik belum tentu benar. Kawan merupakan kebutuhan manusia level 3: kasih sayang dan dimiliki.
2.      Kesempatan memberi dampak. Ini merupakan kebutuhan manusia yang cukup tinggi: pengakuan diri.
3.      Akuntabilitas. Menurut tulisan Maslow, ini kebutuhan level 2 untuk keamanan, sistem, dan stabilitas.


4.      Komunitas. Di dalam komunitas, kita menemukan orang-orang yang akan mengingatkan kita untuk doa, baca firman Tuhan. Anda butuh komunitas dan seseorang di dalam komunitas membutuhkan Anda. Komunitas juga termasuk kebutuhan manusia level 3: kasih sayang dan dimiliki.
5.      Pertumbuhan pribadi. Pribadi kita perlu dibangun untuk jauh lebih baik. Dibawah sadar kita, meskipun kadang kita ini merasa paling pintar sedunia. Tapi, kita masih perlu dibangun dan diberi masukan.
6.      Kegiatan yang berdampak. Salah satu yang luar biasa menjadi bagian dalam gereja lokal adalah kegiatan-kegiatan yang berinteraksi dengan sesama.
Positif entertainment. Merupakan hal yang menarik untuk melihat ada entertainment yang positif, yang berisikan hal-hal yang membangun ke-hidupan.
8.      Didoakan. Menyegarkan jiwa orang lain, kita belajar melayani orang lain. Menurut tulisan Maslow, ini kebutuhan paling dasar: kebutuhan fisik.
Ini semua terjadi dalam wadah yang namanya: Gereja Lokal. Percaya, dimana ada gereja di situ masyarakat merasakan dampak!

Konklusi:
Church is hospital for the broken, not club house. Gereja adalah rumah sakit untuk orang berdosa, bukan club house untuk pamer siapa lebih kudus dari siapa. Siapa kelihatan lebih tidak masalah dari siapa. Tapi inilah tempat dimana kita semua mengalami pertumbuhan dan pemulihan.

SAYA PERCAYA KEPADA KEKUATAN GEREJA LOKAL!!!

30 November 2014 - Thank You For Local Church



Satu hal yang menjadi tujuan Allah adalah untuk membawa kasih & keselamatanNya ke seluruh ujung bumi & GEREJA. Kita adalah AlatNya, melalui gereja semua kepenuhan Allah dinyatakan. Efesus 1:23, “Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.” Allah mengerjakan rencana kekekalanNya bagi dunia melalui gereja / kita! Amin. Thank you for local church, sangat bersyukur J. Sudah menjadi bagian dalam sebuah Gereja Lokal yang sudah Tuhan tetapkan melalui kegiatan-kegiatan yang berdampak positif bagi sekeliling, menginspirasi dunia, bahkan akan terus memultiplikasi jiwa-jiwa bagi Kerajaan-Nya, thank you. #MyChurhMyHome #AOC, Church for sinners 


Respon 1
SAAT TEDUH. Minggu, 30 Nov 2014. Kemarahan yang Kudus. Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati (Matius 21:12). Orang kerap berkata, “Jangan marah. Dosa.” Namun, Alkitab mencatat sejumlah kemarahan Yesus Kristus. Dalam perikop hari ini, Dia sedemikian geram sehingga membalikkan meja-meja para pedagang di halaman Bait Allah. Di tempat lain, Dia melontarkan perkataan keras, “Hai kamu, keturunan ular beludak!” (Lukas 3:7). Sebuah kemarahan, jika muncul karena alasan yang benar, diungkapkan secara jitu, pada saat yang tepat, dan kepada orang yang layak menerimanya, sejatinya dapat membawa kemuliaan bagi nama-Nya. Lihatlah amarah Yesus. Dia marah karena ketidakadilan atau perbuatan dosa. Kemarahan yang kudus diperlukan untuk menghentikan perbuatan yang melukai hati-Nya dan merusak ciptaan-Nya. Sebagai pengikut Kristus, kita dapat menun-jukkan kemarahan yang suci karena kita dipanggil untuk melakukan hal yang benar, yaitu menyenangkan hati-Nya. Anak buah Anda malas dan tak kunjung rajin walau sudah ditegur berkali-kali? Beberapa kalimat amarah yang dilontarkan dengan kasih bisa membuatnya sadar bahwa pekerjaan yang ia jalani adalah amanat dari Tuhan. Pasangan Anda kecanduan games? Kemarahan yang dilontarkan secara proporsional dengan alasan konkret yang logis mungkin bisa membuatnya sadar bahwa hidup terlalu berharga untuk digunakan hanya di depan komputer. Bisakah kita marah seperti Yesus Kristus? Karena Kristus berdiam di dalam hati kita, kita dimampukan untuk mengasah kepekaan terhadap ketidakadilan dan dosa di sekitar kita serta meresponsnya selaras dengan keku-dusan-Nya.  AMARAH  DAPAT  MENJADI SARANA UNTUK MELURUSKAN KETIDAKADILAN. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.

Respon 2
Ul 28:13, TUHAN akan mengangkatmu men-jadi KEPALA dan bukan ekor, tetap NAIK bukan turun asal firman-NYA kamu lakukan dengan SETIA! Yuk, alami sendiri. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 3
Tirai bait suci terbelah dua pada saat kematian Yesus di Golgota. Itulah perlambang bahwa sejak itu setiap orang beroleh jalan masuk ke dalam persekutuan dengan Tuhan. Ada yang mengajarkannya secara tidak seimbang de-ngan penekanan khusus bahwa kapan saja kita menghampiri Dia dengan cara sesuka hati kita &  mengklaim berkat²Nya, pasti itu diberikan hampir-hampir secara otomatis Mazmur 65:5, mengingatkan kita bahwa tidak semua orang diperkenankan datang mendekat, mengham-piri & berdiam di pelataran Tuhan -apalagi menikmati kebaikan-kebaikanNya yang berlimpah. Meski semua dipanggil untuk datang & bersekutu dengan Tuhan, Dialah yang menentukan siapa yang layak & pantas untuk diterima-Nya. Apakah Tuhan pilih kasih? Tentu saja tidak. Bukankah tidak begitu saja sembarang orang bisa masuk ke dalam rumah kita -lebih-lebih Tuhan, yang adalah Raja yang agung penuh kemuliaan. Sudah seharusnya kita datang dalam sikap yang takut akan Dia. Dalam batin maupun sikap tubuh kita. Hanya melalui persekutuan dengan Kristus, melalui korban darah-Nya kita beroleh jalan masuk ke tahta Bapa. Dan darah-Nya membasuh kita saat kita mengaku dosa (1 Yoh.1:7-9), datang dalam pertobatan di hadapan-Nya. 

Suatu kehidupan yang tidak memegahkan  kebenaran  diri  tapi datang dalam kerendahan hati & takut akan Tuhan. Satu lagi. Dalam perjamuan kawin Anak Domba disebutkan pengantin-Nya mengenakan lenan halus yang berkilau & putih bersih, lambang perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus (lihat Wah. 19:8). Jelaslah pada sisi lain, kita yang telah dibasuh dengan darah Yesus harus memperagakan suatu kehidupan yang benar & kudus di hadapan Tuhan. Itulah artinya menyembah di dalam roh & kebenaran. Jadi karena pembenaran oleh darah Yesus serta iman yang hidup, yang nyata sebagai pelaku firman -orang-orang inilah yang akan dipilih & disuruh-Nya mendekat di hadirat-Nya. Saat kita mencari-Nya dalam pertobatan & kekudusan, kita akan dikenyangkan dengan segala yang baik di rumah sang raja. Maukah Anda? Salam revival! 

JESUS BLESS


Saturday, 29 November 2014

29 November 2014 - Sebelum Tuhan Merancang Dasar Bumi, IA memutuskan untuk Kesuksesan kita (MEMBERKATI kita)


Ulangan 28:8, “TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.” Yakinlah KESUK-SESAN itu bagian hidup kita. Amsal 22:29, “Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.” #Thank You untuk kesuksesan yang Tuhan sudah berikan #ThankYou buat anugerahMu yang besa r#Thank You, aku bersyukur buat kesuksesan / berkat yang dari Tuhan!#Thank You rekan-rekan yang sudah mensupport kesuksesan ini 

Respon 1
Maz 74:15, ENGKAUlah yang membelah mata air dan sungai; ENGKAUlah yang mengeringkan sungai-sungai yang selalu mengalir! TUHAN sanggup melakukan apa saja. Kita pasti BISA! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
SAAT TEDUH. Sabtu, 29 Nov 2014. Hampa Tanpa ALLAH. Kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang ... kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlubang (Hagai 1:6). Sepenggal bait dalam sebuah   puisi   murahan  berbunyi  demikian: “Seekor beruang tua yang gembira di kebun binatang, selalu tahu apa yang harus dilakukan. Jika bosan, ia akan berjalan maju mundur, berbalik, dan maju mundur lagi!” Penulis puisi ini tampak jelas berharap manusia dapat menangkap pelajaran dari sang beruang, karena makhluk hidup ini selalu gembira selama ada cukup makanan dan ada beberapa teman di sekeliling mereka. Akan tetapi, tidak demikian halnya yang terjadi dengan manusia. Bangsa Israel yang telah kembali dari Babel mendapati bahwa manusia tidak bisa bahagia apabila ia hidup hanya untuk dirinya sendiri. Saat itu mereka tidak peduli pada Bait Allah yang belum dibangun. Sebaliknya, mereka justru membangun rumah yang bagus serta berfoya-foya dan sibuk dengan hal-hal yang bersifat materialistis. Akan tetapi, hasil panen mereka sedikit, baju mereka tidak layak, dan uang mereka tidak dapat mengimbangi harga-harga yang melambung tinggi (Hagai 1:6). Sang nabi mengatakan bahwa ketidakbahagiaan mereka sesungguhnya bersumber dari ketamakan yang ada dalam diri mereka sendiri. Allah menciptakan kita sesuai dengan citra-Nya dan demi kemuliaan-Nya. Kita tak akan pernah menemukan sukacita sejati sebelum mematuhi perintah Kristus, yaitu “carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya” (Matius 6:33). Jika kita melakukan prinsip firman Allah tersebut, maka kita akan menabur dan menuai dengan berlimpah, dan seluruh kebutuhan hidup kita pun akan dapat terpenuhi. PEMUASAN DIRI YANG EGOIS HANYA AKAN MENGANTAR KITA PADA KEHIDUPAN ROHANI YANG MANDEK. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.

Respon 3
“To evaluate your faith, consider how you react to adversity.” “Untuk mengevaluasi iman anda, pikirkan bagaimana anda bereaksi terhadap kesukaran.” Mazmur 26:2, “Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.” Orang yang tidak suka mengevaluasi diri akan mengalami stagnasi, padahal setiap hari selalu ada perkembangan baru, mari kita koreksi dan perbaiki yang sudah kita lakukan supaya menjadi lebih baik, agar kita bisa berkembang dan naik ke tingkatan iman, pengharapan dan kasih yang lebih tinggi. Dibutuhkan kemauan dan kerendahan hati agar kita bisa melakukan Evaluasi secara konsisten, padahal evaluasi sangat baik agar bila ada kekeliruan kita tidak menyimpang terlalu jauh, karena setiap kesalahan adalah sebuah kerugian yang sia-sia yang akan menghambat hidup kita. GBU.

Respon 4
“Jika Anda menjadikan masa lalu sebagai guru dan masa depan sebagai harapan, maka Anda sudah berada di jalur yang benar untuk mencapai kesuksesan.” Xavier Quentin Pranata.

JESUS BLESS