CULTURAL
Lukas 5:32, “Aku
datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka
bertobat.” Bagaimana teladan Tuhan Yesus mendorong kita untuk menjalani
hidup yang relevan dengan dunia ini? Ke 3 hal dibawah ini yang dapat kita
bagikan bagi sesama kita yang relevan dengan dunia saat ini J: 1) KasihNya Kristus (1 Yoh 4:7, “Saudara-saudaraku yang
kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan
setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.”). 2)
Pengharapan dalam Krsitus (1 Petrus 1:3, “Terpujilah Allah dan Bapa
Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan
kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada
suatu hidup yang penuh pengharapan.”). 3) Damai sejahtera yang ada dalam
Kristus (Roma 15:13, “Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu
dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh
kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.”). Berdampaklah
di marketplace kita masing-masing, agar mereka dibawa 1 langkah lebih
dekat kepada Tuhan Yesus J. Amin.
Respon 1
“Saat kita mengandalkan Tuhan sepenuhnya, kita tidak akan dikecewakan.”
Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa, 5 Mei 2015. Menolak untuk Menyerah. Jika engkau
tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu (Amsal 24:10). Seorang
teman menulis status di Facebook: “Jika salah, perbaiki. Jika gagal, coba lagi.
Tapi jika kamu menyerah, semuanya selesai.” Sebuah catatan singkat yang dipakai
Tuhan untuk “membangunkan” semangat saya agar tidak menyerah. Nah, selama
beberapa hari itu, entah mengapa ada godaan untuk menyerah karena suatu hal
yang cukup berat untuk dijalani. Jadi, saya merasa bukan kebetulan jika hari
itu saya membaca catatan singkat tetapi berbicara kuat itu. Godaan untuk
menyerah juga sering menghampiri orang yang sedang dalam masa kesesakan. Orang
yang menyerah tidak memiliki kekuatan yang cukup dalam dirinya. Kondisi tawar
hati biasanya disertai dengan perkataan yang putus asa, keinginan untuk
menyerah, atau niat yang spontan untuk mundur. Alkitab FAYH menuliskan, “Engkau
orang lemah jika engkau tidak tahan uji dalam menghadapi kesesakan.” Kesulitan
hidup, tantangan, dan kesesakan adalah kondisi yang wajar dialami oleh setiap
orang. Status sebagai anak Tuhan bukanlah jaminan untuk terbebas dari kesesakan
hidup. Sungguh keliru jika kita menyerah karena kita akan kian tak berdaya
menghadapi tantangan itu. Hari-hari ini, mungkin ada kesalahan fatal yang kita
lakukan atau kegagalan yang kita alami. Tetapi, jangan menyerah! Masih ada
kesempatan untuk memperbaiki atau mencoba lagi. Berjuanglah lagi dengan
kekuatan yang Tuhan berikan karena masih ada harapan bagi kita. Buktikan bahwa
kita punya cukup kekuatan dalam menolak godaan untuk menyerah —GHJ. TUHAN TIDAK
PERNAH MENGHARAPKAN UMAT-NYA UNTUK MENYERAH, SEBAGAI MANA DIA JUGA TIDAK PERNAH
MENYERAH. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 3
Maz 78:14 – Dituntun TUHAN mereka dengan AWAN pada waktu siang dan
semalam suntuk dengan TERANG API! Penyertaan-NYA sangat dahsyat, aman, nyaman.
Jangan takut! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 4
Milyaran doa dinaikkan setiap hari. Juga dari antara orang-orang
Kristen. Dalam kasih karunia-Nya yang besar, doa-doa yang sederhana apa adanya
pun berkenan dijawab-Nya. Hanya saja, doa-doa yang bagaimana yang akan
diindahkan-Nya; suatu permohonan yang dengan senang hati diterima-Nya? Inilah
petunjuk bagi kita. Lukas 11:2 menunjukkan dasar dari doa & hubungan kita
dengan Tuhan kita. -Doa itu harus lahir dari suatu hubungan pribadi dengan
Tuhan. “Apabila kamu berdoa, katakanlah: ‘Bapa...’ Tuhan mau kita memandang
& menyadari bahwa hubungan kita dengan Dia adalah hubungan yang sangat
dekat seperti keluarga: ayah & anak. Dan selayaknya anak kepada bapanya,
dalam hubungan yang sehat & normal, mereka bertemu tiap hari, berkomunikasi
dengan cara yang dekat dilandasi hubungan kasih, menceritakan pikiran &
perasaan masing-masing tanpa ada rasa cemas untuk dihakimi. Demikianlah kita
seharusnya tidak boleh jauh dari-Nya & hanya berbicara seperlunya saat
membutuhkan sesuatu. Doa yang benar dilakukan dalam keintiman & memimpin
pada keintiman. -Doa, meski tanpa tata cara khusus, harus dinaikkan dengan
sikap hati yang penuh hormat pada Tuhan. “Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah
kerajaan-Mu”. Keakraban kita dengan Bapa tidak otomatis membuat kita lupa diri akan
siapa Dia & siapa kita. Dia Bapa yang juga sang raja penguasa semesta alam
yang harus kita junjung tinggi & muliakan. Orang cenderung jatuh pada salah
satu dari dua ekstrim: (1) bertumpu pada kasih karunia, menjadi lancang
menyampaikan tuntutan-tuntutan seolah Dia pesuruh kita atau (2) memilih berdiri
jauh-jauh karena takut takkan pernah diterima-Nya, seolah kita pesuruh yang
paling rendah di hadapan-Nya. Dalam gabungan keduanya, keintiman kasih &
takut hormat akan Dia, kita beroleh anugerah untuk bercengkerama dengan Dia.
Untuk menyampaikan isi hati, beban-beban jiwa kita. Juga untuk mendengar
arahan, petunjuk & rahasia-rahasia hati-Nya pada kita. Demikianlah
kekasih-kekasihNya di segala zaman berhubungan dengan Dia. Bagaimana dengan
Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
No comments:
Post a Comment