Tuesday, 5 May 2015

5 Mei 2015




CULTURAL



Lukas 5:32, “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” Bagaimana teladan Tuhan Yesus mendorong kita untuk menjalani hidup yang relevan dengan dunia ini? Ke 3 hal dibawah ini yang dapat kita bagikan bagi sesama kita yang relevan dengan dunia saat ini J: 1) KasihNya Kristus (1 Yoh 4:7, “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.”). 2) Pengharapan dalam Krsitus (1 Petrus 1:3, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.”). 3) Damai sejahtera yang ada dalam Kristus (Roma 15:13, “Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.”). Berdampaklah di marketplace kita masing-masing, agar mereka dibawa 1 langkah lebih dekat kepada Tuhan Yesus J. Amin.


Respon 1
“Saat kita mengandalkan Tuhan sepenuhnya, kita tidak akan dikecewakan.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa, 5 Mei 2015. Menolak untuk Menyerah. Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu (Amsal 24:10). Seorang teman menulis status di Facebook: “Jika salah, perbaiki. Jika gagal, coba lagi. Tapi jika kamu menyerah, semuanya selesai.” Sebuah catatan singkat yang dipakai Tuhan untuk “membangunkan” semangat saya agar tidak menyerah. Nah, selama beberapa hari itu, entah mengapa ada godaan untuk menyerah karena suatu hal yang cukup berat untuk dijalani. Jadi, saya merasa bukan kebetulan jika hari itu saya membaca catatan singkat tetapi berbicara kuat itu. Godaan untuk menyerah juga sering menghampiri orang yang sedang dalam masa kesesakan. Orang yang menyerah tidak memiliki kekuatan yang cukup dalam dirinya. Kondisi tawar hati biasanya disertai dengan perkataan yang putus asa, keinginan untuk menyerah, atau niat yang spontan untuk mundur. Alkitab FAYH menuliskan, “Engkau orang lemah jika engkau tidak tahan uji dalam menghadapi kesesakan.” Kesulitan hidup, tantangan, dan kesesakan adalah kondisi yang wajar dialami oleh setiap orang. Status sebagai anak Tuhan bukanlah jaminan untuk terbebas dari kesesakan hidup. Sungguh keliru jika kita menyerah karena kita akan kian tak berdaya menghadapi tantangan itu. Hari-hari ini, mungkin ada kesalahan fatal yang kita lakukan atau kegagalan yang kita alami. Tetapi, jangan menyerah! Masih ada kesempatan untuk memperbaiki atau mencoba lagi. Berjuanglah lagi dengan kekuatan yang Tuhan berikan karena masih ada harapan bagi kita. Buktikan bahwa kita punya cukup kekuatan dalam menolak godaan untuk menyerah —GHJ. TUHAN TIDAK PERNAH MENGHARAPKAN UMAT-NYA UNTUK MENYERAH, SEBAGAI MANA DIA JUGA TIDAK PERNAH MENYERAH. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Maz 78:14 – Dituntun TUHAN mereka dengan AWAN pada waktu siang dan semalam suntuk dengan TERANG API! Penyertaan-NYA sangat dahsyat, aman, nyaman. Jangan takut! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 4
Milyaran doa dinaikkan setiap hari. Juga dari antara orang-orang Kristen. Dalam kasih karunia-Nya yang besar, doa-doa yang sederhana apa adanya pun berkenan dijawab-Nya. Hanya saja, doa-doa yang bagaimana yang akan diindahkan-Nya; suatu permohonan yang dengan senang hati diterima-Nya? Inilah petunjuk bagi kita. Lukas 11:2 menunjukkan dasar dari doa & hubungan kita dengan Tuhan kita. -Doa itu harus lahir dari suatu hubungan pribadi dengan Tuhan. “Apabila kamu berdoa, katakanlah: ‘Bapa...’ Tuhan mau kita memandang & menyadari bahwa hubungan kita dengan Dia adalah hubungan yang sangat dekat seperti keluarga: ayah & anak. Dan selayaknya anak kepada bapanya, dalam hubungan yang sehat & normal, mereka bertemu tiap hari, berkomunikasi dengan cara yang dekat dilandasi hubungan kasih, menceritakan pikiran & perasaan masing-masing tanpa ada rasa cemas untuk dihakimi. Demikianlah kita seharusnya tidak boleh jauh dari-Nya & hanya berbicara seperlunya saat membutuhkan sesuatu. Doa yang benar dilakukan dalam keintiman & memimpin pada keintiman. -Doa, meski tanpa tata cara khusus, harus dinaikkan dengan sikap hati yang penuh hormat pada Tuhan. “Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu”. Keakraban kita dengan Bapa tidak otomatis membuat kita lupa diri akan siapa Dia & siapa kita. Dia Bapa yang juga sang raja penguasa semesta alam yang harus kita junjung tinggi & muliakan. Orang cenderung jatuh pada salah satu dari dua ekstrim: (1) bertumpu pada kasih karunia, menjadi lancang menyampaikan tuntutan-tuntutan seolah Dia pesuruh kita atau (2) memilih berdiri jauh-jauh karena takut takkan pernah diterima-Nya, seolah kita pesuruh yang paling rendah di hadapan-Nya. Dalam gabungan keduanya, keintiman kasih & takut hormat akan Dia, kita beroleh anugerah untuk bercengkerama dengan Dia. Untuk menyampaikan isi hati, beban-beban jiwa kita. Juga untuk mendengar arahan, petunjuk & rahasia-rahasia hati-Nya pada kita. Demikianlah kekasih-kekasihNya di segala zaman berhubungan dengan Dia. Bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment