Friday, 29 May 2015

29 Mei 2015



CULTURAL



Kolose 3:23, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Melalui sosial media yang ada saat ini apapun profesi kita baik Ibu Rumah Tangga, profesional, pebisnis, berdampaklah positif atau menjadi berkat untuk kemuliaan Tuhan, dengan cara: pergunakanlah kata-kata yang baik, menginspirasi, membangun bahkan menguatkan setiap orang yang membacanya. Amin.

Respon 1
“Seperti roller coaster, saat menurun dengan drastis dan kecepatan tinggi, kita seperti 'hilang'. Saat seperti itu kita benar-benar menyadari tanpa Tuhan kita 'nothing'.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Jumat, 29 Mei 2015. Bacaan: Ibrani 6:9-20. Setahun: 2 Tawarikh 28-30. Nats : Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasih yang kamu tunjukkan demi nama-Nya dengan melayani orang-orang kudus, seperti yang terus kamu lakukan (Ibrani 6:10). KURANG HURUF 'N'. Dalam ulangan di sekolah, ada pertanyaan tentang sebutan bagi seseorang yang memberikan pengaruh bagi banyak orang. Entah karena buru-buru atau menggampangkan, walaupun saya tahu jawabannya 'pemimpin', ternyata saya hanya menulis "pemimpi". Saat ulangan selesai dan langsung dikoreksi, saya jadi bahan tertawaan teman yang mengoreksi pekerjaan saya. Kurang huruf 'n' sudah menyebabkan perbedaan arti yang sangat besar! Sebagai seorang Kristen yang berinteraksi di keluarga, masyarakat, gereja, kantor, dan sebagainya, setiap kita memiliki peran yang berbeda-beda. Tidak dapat dipungkiri, ada beberapa peran yang kelihatannya tidak penting, terutama kalau kita bekerja di belakang layar. Namun, bukan berarti Tuhan tak adil. Sebaliknya, Dia tidak akan melupakan pekerjaan dan kasih kita terhadap nama-Nya oleh pelayanan kita (ay. 10). Tuhan mau kita selalu memiliki pengharapan pada-Nya (ay. 11) agar kita tidak menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut Tuhan yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Tuhan (ay. 12). Kita harus belajar menjadi seperti Abraham yang menanti dengan sabar dan, dengan demikian. ia memperoleh apa yang dijanjikan padanya (ay. 15). Apakah saat ini Anda bernasib seperti huruf 'N' dalam pengalaman saya? Peran Anda disepelekan dan dilupakan orang? Tetaplah berharap pada Tuhan dan ketahuilah peran Anda sangat penting. Tanpa Anda, satu pekerjaan atau pelayanan tak akan maksimal. Lakukan peran Anda, apa pun itu, sebaik mungkin --Richard Try. PERAN ANDA DI MANA PUN SANGAT PENTING SAAT ANDA MELAKUKANNYA DEMI KEMULIAAN TUHAN. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 3
Selalu ada jalan keluar dalam setiap masalah yang dihadapi. Jalan keluar nya selalu dimulai dengan Firman Tuhan. Mazmur 119:105, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (GNCC)

Respon 4
Malam itu sesuatu terjadi di ruang dimana Paulus ditahan. Kisah Rasul 23:11 menuliskan bahwa malam itu Tuhan datang berdiri di sisi Paulus & berkata, “Kuatkan hatimu, Paulus. Sebab sebagaimana engkau telah bersaksi dengan berani di Yerusalem, kamu akan bersaksi bagi Aku di Roma.” Paulus yang seorang diri, yang hari-hari sebelumnya hampir menjadi korban huru hara yang besar, yang beberapa jam lagi akan dibunuh oleh komplotan tokoh-tokoh agama Yahudi yang sudah sepakat berpuasa demi kematian sang rasul. Paulus seharusnya putus asa & menyerah dalam pelayanan. Tapi orang yang tahu bahwa penjara & sengsara telah menunggunya kemanapun ia pergi ini tak menampakkan tanda-tanda menyerah atau melambatkan langkah. Kehadiran & kenyataan penyertaan Tuhanlah yang menjadikannya kuat & setia sampai akhir. Bukan hanya sebagai orang percaya, tapi juga sebagai hamba Tuhan. Bukan saja sebagai pelayan Tuhan tapi seorang rasul yang menyelesaikan tugas sesuai panggilan yang diterimanya dari Tuhan. Kehadiran Tuhan (dalam penglihatan supranatural) telah menjadi PENGHIBURAN bagi sang rasul. Bahwa di sel yang dingin & kosong itu, ia tahu dirinya tak pernah sendiri. Tuhan yang ia layani ada bersamanya. Memegang tangannya, meneduhkan hatinya. Meyakinkannya bahwa Dia yang memberikan tugas suci itu tak pernah membiarkannya hamba-Nya berjuang sendiri. Sosok iilahi itupun menjadi KEKUATANNYA, malam itu. Fisik yang babak belur kesekian kalinya, hati yang letih dikuatkan kembali oleh Tuhannya. Tak hanya itu, Kristus juga hadir memberikan JAMINAN akan nasibnya ke depan: Paulus belum tamat karena akan menjadi alat Tuhan di Roma. Dan demikianlah yang memang terjadi. Kehadiran Tuhan membuat perbedaan besar dalam hidup manusia. Tidak ada yang lebih menenteramkan & memberikan jaminan daripada kenyataan bahwa sang pemilik alam semesta berjalan bersama dirinya setiap waktu. Rumah mewah menjadi neraka -tanpa Yesus. Penjara menjadi tempat pengharapan -bersama Yesus. Pastikan Anda tahu Yesus selalu mendampingi Anda. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment