Friday, 30 November 2012

30 November 2012



30 Nopember
Membangun sikap mau BELAJAR. Mengapa kita malas belajar? Apakah ada pengalaman pahit dalam belajar? Apakah belajar seperti paksaan yang melelahkan?? Mari rubah mindset kita tentang belajar! Kita memiliki akal budi agar bertumbuh dalam pengetahuan dan hikmat, jangan sia-siakan anugerah Tuhan. Mari BELAJAR-lah seperti Abraham yang mau BELAJAR SEUMUR HIDUP. Kejadian 26:3-5, “Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham ayahmu. Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.” Amin.

Respon
Terima kasih Bu, karena mau belajar seumur hiduplah Abraham peka terhadap suara TUHAN dan begitu percaya kepadaNYA sehingga membuat dia menjadi bapak orang percaya. Jbu too.

Thursday, 29 November 2012

29 November 2012



29 Nopember
Jangan pernah berhenti BELAJAR. Rasul Paulus pun mau belajar dan dimuridkan oleh Barnabas! (Kis 19:1-19) Barnabas adalah seorang Lewi (seorang yang pasti intim dengan Tuhan). Keintiman kita dengan Yesus akan secara otomatis menarik orang lain kepada Yesus (kalau saudara penuh dengan madu maka kumbang-kumbang akan tertarik kepada saudara). Sudahkah saudara menjadi seperti Barnabas yang peduli dan mengasihi dengan sepenuh hati sehingga rasul Paulus pun rela dimuridkan atau BELAJAR kembali sehingga hasilnya banyak jiwa yang dibawa kepada Tuhan! Rindukah saudara seperti Paulus yang rela dimuridkan atau BELAJAR lagi?


Respon
Maaf kalau agak melenceng. Sebagai anak Tuhan, kita wajib menjaga nama baik Bapa kita. Kalo kelakuan kita tidak mencerminkan ajaran-ajaran Bapa maka orang lain akan menilai Bapa kita sebagai Bapa yang tidak baik, Bapa yang kejam, Bapa yang tidak punya kasih, Bapa yang egois. Kasian ya Bapa kita kalau sampai tanggapan orang seperti itu hanya gara-gara kelakukan kita. Padahal Bapa kita itu cuma punya 2 hal untuk kita semua yaitu BERKAT dan KASIH yang tanpa batas. Kadang sebagai anak Tuhan ada rasa tidak terima kalau nama Tuhan dilecehkan seperti itu oleh “saudara” kita sendiri. Oleh karena itu saudaraku, mari kita mau jadi seperti teleskop, teleskop tidak memancarkan  cahaya bintang tapi bisa jadi alat buat orang lain untuk melihat cahaya bintang itu. Serahkan hidup kita, hati kita kepada Tuhan supaya orang lain boleh melihat kebaikan dan kemuliaan Tuhan. Kita sudah belajar banyak pada Tuhan, jadi biarlah orang lain yang belum kenal Tuhan bisa belajar lewat hidup kita. Dan banyak jiwa boleh mengenal Tuhan Yesus dan kebaikanNya. Amin.

Wednesday, 28 November 2012

28 November 2012



28 Nopember
BELAJAR adalah pembelajaran seumur hidup! Kehausan kita akan pengetahuan lebih dari sekedar suatu rasa keingintahuan intelektual ataupun hiburan! Rasa dahaga atau kehausan kita untuk belajar itulah yang akan menggerakkan kita untuk semakin mengenal DIA & kuasa kebangkitanNya. Filipi 3:10, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.” Semakin bertumbuh dan semakin dekat denganNya adalah pembelajaran seumur hidup yang dapat kita miliki.

Respon 1
Puji Tuhan.. Firman Tuhan pagi ini menegur saya secara pribadi. Daniel itu orang yang sangat dekat dengan Tuhan, hubungannya dengan Tuhan sangat intim, dia adalah pelaku firman yang luar biasa sampai Tuhan berkenan padanya dan memberikan hikmat yang luar biasa buat dia. Tapi apa yang harus dihadapinya? Dia harus mengalami tekanan, masalah hidup yang luar biasa yang mengancam keselamatan hidupnya. Tapi dia tetap cinta Tuhan, dia tidak kecewa sama Tuhan, dia tetap percaya pertolongan Tuhan. Berarti orang percaya yang hidupnya dekat dengan Tuhan, sudah dipakai Tuhan juga bisa mendapat ujian, tekanan, masalah yang terasa sangat berat. Daniel mengajari kita untuk tetap percaya dan berharap pada Tuhan. Percaya pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat, selalu tepat pada waktunya. Meskipun saat ini rasanya Tuhan diam tak menjawab doa kita, tapi tetaplah percaya bahwa DIA akan menolong kita. Amin. Sedikit kesaksian: akhir-akhir ini rasanya saya mengalami krisis kepercayaan pada Tuhan. Rasanya masalah yang datang kok satu baru selesai baru bisa sedikit bernapas masalah yang lain rombongan datang lagi. Itu terus terjadi di hidup saya, sampai beberapa hari ini saya bertanya pada Tuhan kenapa ya Tuhan kok orang hidupnya sembarangan, tidak taat firman Tuhan, hidupnya enak tapi kami yang terus berusaha ikut Tuhan dan berusaha untuk taat dan jadi pelaku firman kok hidup kami seperti ini terus. Rasanya saya lelah ikut Tuhan dan sempat merasa kecewa sama Tuhan. Semua rasanya mengecewakan, rasanya hidup saya hampa, kosong hilang pengharapan. Sungguh ini saya rasakan. Saya malas berdoa, malas baca firman. Saya rasanya jauh dari Tuhan meskipun kelihatannya saya masih tetap semangat melayani Tuhan tapi jiwa saya kosong saat ini. Saya merasa tekanan hidup saya berat, saya tidak bisa melihat kebaikan Tuhan. Ini benar-benar saya rasakan. Tapi puji Tuhan Firman Tuhan pagi ini sangat sangat sangat menegur saya. Doakan saya ya Cik, saya ingin kembali rajin berdoa, rajin membaca firman, kembali percaya bahwa Tuhan selalu baik. Keadaan ini sudah berlangsung sekitar 3 bulan terakhir ini. Saya tidak pernah berdoa.

Respon 2
Benar Bu dan terima kasih, seperti Daniel, Sadrak, Mesakh, dan Abednego yang belajar seumur hidup mereka sehingga mereka mengerti apa yang tidak ada dalam pikiran manusia yang belum dilontarkan keluar dalam bentuk kata-kata semuanya adalah milik ALLAH SEMESTA LANGIT dan mereka tahu ke mana mereka harus menunjuk untuk mencari jawaban, itulah sebabnya masalah yang paling berat sekalipun dapat mereka selesaikan. Gbu too.

Tuesday, 27 November 2012

27 November 2012



27 Nopember
Seorang murid hendaklah belajar.
      Taat kepada perintah guruNya
      Disiplin memperkatakan firman Tuhan (contoh kehidupan Musa, Kel 3:1-22 & Keluaran 4:1-17) amin.
Mari ambil komitmen untuk taat kepada peritah Guru kita yaitu Tuhan Yesus Kristus, percayalah IA pasti melakukan mukjizat di dalam hidup kita ketika kita taat kepadaNya. Mari kita mendisiplin diri dalam memperkatakan firman Tuhan setiap hari sebab firmanNya berkuasa, amin.

Respon 1
Papi: Kevin, pergi o ke rumah Toni antarno gitarmu.
Kevin: lho, pap, gitarku mau dikasihno Toni ta? Aku lak gak punya gitar. Papi ini yak apa seh. Wong cuma punya gitar 1 tapi kok dikasihno orang.
Papi: iya, soale Toni butuh gitar sekarang.
Kevin: emoh pap, kok enak. Aku lak jadi gak punya gitar.
Seringkali argumentasi ini kita lakukan dengan Tuhan kita. Kevin tidak tahu kalo papinya punya gitar baru buat dia, papinya menguji kevin dia taat ato tidak, kalo dia taat maka dia akan mendapat gitar yang baru. Demikian juga dengan kita, kita gak tau apa yang disediakan Tuhan kalo kita taat, tapi kita sering ngeyel dulu :D. Mari kita mau taat pada Tuhan dan melakukan perintahNYA, karena pasti ada kemuliaan yang disediakan Tuhan saat kita mau taat. Selamat pagi semua... Ayo belajar nggak ngeyel sama Tuhan ya.. :D (saya juga sering ngeyel).

Respon 2
Benar Bu, Musa yang tadinya banyak alasan tetapi saat dia taat dan mengatakan apa yang firman Tuhan katakan jadi berhasil, thank you, Gbu too.

Respon 3
Thank you Tante buat Firman Tuhan-nya yang menguatkan setiap hari. GBU today.

27 November 2012

Monday, 26 November 2012

26 November 2012



26 Nopember
Seorang murid sejati pasti belajar terus menerus! Seorang murid yang baik akan BELAJAR dan MENGAJAR FIRMAN TUHAN secara terus menerus dan berulang-ulang baik untuk dirinya sendiri maupun untuk menjadi pembina atau mentor bagi saudara-saudaranya yang lain. Ulangan 6:5-8, “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.” Untuk bisa membina murid-murid, Tuhan Yesus pun BEJALAR. Lukas 10:25-27, “Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal? Jawab Yesus kepadanya: Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana? Jawab orang itu: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Amin. Sudahkah kita memberi diri untuk dimuridkan dan memuridkan orang lain?