Saturday, 23 May 2015

23 Mei 2015




CULTURAL



Amsal 3:5, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” Ayat 6: “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Ayat 7: “Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan.” Percayalah kepada Tuhan, itu artinya kita dapat menyerahkan hidup kita kepada Tuhan & YAKIN bahwa IA akan bertindak menolong kita. Amin. Jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri sebab pengertian kita sendiri TERBATAS & mudah salah, mintalah hikmat & kehendakNya dalam semua keputusan & tujuan hidup kita. Akuilah DIA dalam segala lakumu dalam semua rencana, keputusan, & tindakan kita, hendaknya kita mengakui Allah sebagai Tuhan, maka DIA akan menuntun kita untuk melakukan pilihan yang benar & yang terpenting jauhilah kejahatan J. Amin.



Respon 1
SAAT TEDUH. Sabtu, 23 Mei 2015. Maksud Lebih Baik. Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut (Ayub 1:22). Tak seorang pun ingin kehilangan. Tetapi setiap manusia pasti mengalami kehilangan dalam hidupnya. Harta, kesuksesan, orang yang kita kasihi, atau segala hal yang kita banggakan, bisa hilang dalam sekejap. Ketika mengalaminya, sangat wajar jika kita marah atau sedih. Bahkan kita mungkin mempertanyakan kehilangan ini pada Tuhan karena kita merasa sudah melakukan banyak hal baik untuk Tuhan sehingga tidak layak mengalami hal buruk itu. “Mengapa Engkau izinkankan semua kejadian buruk ini menimpaku? Bukankah aku sudah setia kepada-Mu?” begitu keluh kita. Ayub mengalami kehilangan besar. Namun, apakah ia marah kepada Tuhan mengingat betapa salehnya ia telah hidup? Yang luar biasa, tidak pernah keluar sedikit pun kata-kata protes kepada Tuhan atas apa yang ia alami (ay. 22). Sebaliknya, Ayub tetap bisa bersyukur dan menyembah Tuhan dalam kehilangan yang ia alami. Mengapa demikian? Ayub mengakui kedaulatan Tuhan. Hidupnya milik Tuhan, Tuhan berhak melakukan apa pun atas hidupnya, termasuk menguji imannya. Dan, dalam semuanya itu, ia percaya bahwa saat kehilangan, ia menemukan tujuan hidup bersama Tuhan. Tuhan tidak pernah bermaksud jahat ketika mengizinkan Iblis mengambil apa pun dari hidup kita. Sebaliknya, Tuhan sedang menyediakan maksud terbaik di balik ujian yang kita alami. Ya, supaya kita bukan lagi mengenal Tuhan dari kata orang, tetapi karena mengalami penyataan pribadi-Nya dalam hidup kita —SYS. SAAT KITA KEHILANGAN, TUHAN SEDANG MEMBAWA KITA MENEMUKAN TUJUAN HIDUP YANG LEBIH BAIK. Morning... Welcome Weekend. Lets go to Bazaar @Spazio Terrace this morning 9 to 2. Lord Jesus Christ bless we all. (Madam Ossy)

Respon 2
“The Art of working without working: love your job.” Xavier Quentin Pranata. “Seni bekerja tanpa bekerja: senangi pekerjaanmu.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
Di zaman dimana informasi demikian masif, justru informasi terasa makin dibutuhkan. Karena setiap orang memerlukan berbagai data untuk lebih lanjut memperoleh gambaran, panduan, arahan, masukan, bahan pertimbangan untuk membantu menjatuhkan pilihan dan mengambil tiap keputusan-keputusan dalam hidup. Sebab pengetahuannya yang terbatas mengenai waktu-waktu di depan mereka, manusia bergantung pada petunjuk-petunjuk. Mazmur 119:105 berkata, “Firman itu pelita bagi kaki & terang bagi jalan kita.” Lebih daripada informasi apapun lainnya, firman Tuhan adalah penuntun & pemandu langkah kita dalam kehidupan. Orang acapkali percaya tips & trik dari majalah-majalah & situs-situs gaya hidup metropolitan atau sebaliknya memegang erat primbon & nasihat-nasihat leluhur; berapa banyakkah yang menghargai firman sebagai petunjuk-petunjuk kehidupan? Yang menempatkannya sebagai satu-satunya pedoman sepanjang perjalanan singkat di dunia ini? Masih banyak yang tidak menyadari bahwa dunia ini gelap adanya (Yoh. 8:12; 12:35,46). Berjalan dalam kegelapan tanpa setitik terangpun, cepat atau lambat akan terantuk, tersandung atau terperosok. Dunia yang gelap tersesat hampir-hampir tanpa petunjuk yang benar; betapa sesatnya orang-orang di dalamnya. Pada kita ada terang. Terang itu berasal dari Yesus dan firman-Nya. Saat kita mengikut Yesus & melakukan perintah-perintahNya, hidup kita mulai diterangi –bahkan kita dimampukan menjadi terang yang menolong orang lain yang tinggal dalam gelap. Charles Spurgeon berujar: “Pelita itu menunjukkan jalan, memberikan penghiburan bagi kita sepanjang perjalanan & menunjukkan setiap penghalang di sepanjang perjalanan… Ketidaktahuan untuk bertindak itu menyakitkan, menghasilkan kebingungan & kecemasan..; Firman Tuhan, yang mengaruniakan pengetahuan sorgawi, menuntun pada keputusan yang jelas & ketika itu ditaati dengan tekad yang teguh, itu akan membawa ketenteraman di hati.” Di tengah kekacauan dunia yang makin gelap ini, kita membutuhkan firman lebih daripada sebelumnya. Rindukan berjalan selalu dalam kebenaran-Nya. Salam revival!GBU. (Worship Center Surabaya)


Respon 4
God closes doors in order to open bigger and better doors (Mark Batterson). Tuhan menutup pintu untuk membuka pintu yang lebih besar dan lebih baik (Mark Batterson). (Ibu Caroline – Bandung)

No comments:

Post a Comment