CULTURAL
Amsal 3:5, “Percayalah
kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu
sendiri.” Ayat 6: “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan
meluruskan jalanmu.” Ayat 7: “Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri
bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan.” Percayalah kepada
Tuhan, itu artinya kita dapat menyerahkan hidup kita kepada Tuhan &
YAKIN bahwa IA akan bertindak menolong kita. Amin. Jangan bersandar kepada
pengertianmu sendiri sebab pengertian kita sendiri TERBATAS & mudah salah,
mintalah hikmat & kehendakNya dalam semua keputusan & tujuan hidup
kita. Akuilah DIA dalam segala lakumu dalam semua rencana, keputusan,
& tindakan kita, hendaknya kita mengakui Allah sebagai Tuhan, maka DIA akan
menuntun kita untuk melakukan pilihan yang benar & yang terpenting jauhilah
kejahatan J. Amin.
Respon 1
SAAT TEDUH. Sabtu,
23 Mei 2015. Maksud Lebih Baik. Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa
dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut (Ayub 1:22). Tak seorang pun
ingin kehilangan. Tetapi setiap manusia pasti mengalami kehilangan dalam
hidupnya. Harta, kesuksesan, orang yang kita kasihi, atau segala hal yang kita
banggakan, bisa hilang dalam sekejap. Ketika mengalaminya, sangat wajar jika
kita marah atau sedih. Bahkan kita mungkin mempertanyakan kehilangan ini pada
Tuhan karena kita merasa sudah melakukan banyak hal baik untuk Tuhan sehingga
tidak layak mengalami hal buruk itu. “Mengapa Engkau izinkankan semua kejadian
buruk ini menimpaku? Bukankah aku sudah setia kepada-Mu?” begitu keluh kita.
Ayub mengalami kehilangan besar. Namun, apakah ia marah kepada Tuhan mengingat
betapa salehnya ia telah hidup? Yang luar biasa, tidak pernah keluar sedikit
pun kata-kata protes kepada Tuhan atas apa yang ia alami (ay. 22). Sebaliknya,
Ayub tetap bisa bersyukur dan menyembah Tuhan dalam kehilangan yang ia alami.
Mengapa demikian? Ayub mengakui kedaulatan Tuhan. Hidupnya milik Tuhan, Tuhan
berhak melakukan apa pun atas hidupnya, termasuk menguji imannya. Dan, dalam
semuanya itu, ia percaya bahwa saat kehilangan, ia menemukan tujuan hidup
bersama Tuhan. Tuhan tidak pernah bermaksud jahat ketika mengizinkan Iblis
mengambil apa pun dari hidup kita. Sebaliknya, Tuhan sedang menyediakan maksud
terbaik di balik ujian yang kita alami. Ya, supaya kita bukan lagi mengenal
Tuhan dari kata orang, tetapi karena mengalami penyataan pribadi-Nya dalam
hidup kita —SYS. SAAT KITA KEHILANGAN, TUHAN SEDANG MEMBAWA KITA MENEMUKAN
TUJUAN HIDUP YANG LEBIH BAIK. Morning... Welcome Weekend. Lets go to Bazaar
@Spazio Terrace this morning 9 to 2. Lord Jesus Christ bless we all. (Madam
Ossy)
Respon 2
“The Art of working
without working: love your job.” Xavier Quentin Pranata. “Seni bekerja tanpa
bekerja: senangi pekerjaanmu.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
Di zaman dimana
informasi demikian masif, justru informasi terasa makin dibutuhkan. Karena
setiap orang memerlukan berbagai data untuk lebih lanjut memperoleh gambaran,
panduan, arahan, masukan, bahan pertimbangan untuk membantu menjatuhkan pilihan
dan mengambil tiap keputusan-keputusan dalam hidup. Sebab pengetahuannya yang
terbatas mengenai waktu-waktu di depan mereka, manusia bergantung pada
petunjuk-petunjuk. Mazmur 119:105 berkata, “Firman itu pelita bagi kaki &
terang bagi jalan kita.” Lebih daripada informasi apapun lainnya, firman Tuhan
adalah penuntun & pemandu langkah kita dalam kehidupan. Orang acapkali
percaya tips & trik dari majalah-majalah & situs-situs gaya hidup
metropolitan atau sebaliknya memegang erat primbon & nasihat-nasihat
leluhur; berapa banyakkah yang menghargai firman sebagai petunjuk-petunjuk
kehidupan? Yang menempatkannya sebagai satu-satunya pedoman sepanjang
perjalanan singkat di dunia ini? Masih banyak yang tidak menyadari bahwa dunia
ini gelap adanya (Yoh. 8:12; 12:35,46). Berjalan dalam kegelapan tanpa setitik
terangpun, cepat atau lambat akan terantuk, tersandung atau terperosok. Dunia
yang gelap tersesat hampir-hampir tanpa petunjuk yang benar; betapa sesatnya
orang-orang di dalamnya. Pada kita ada terang. Terang itu berasal dari Yesus
dan firman-Nya. Saat kita mengikut Yesus & melakukan perintah-perintahNya,
hidup kita mulai diterangi –bahkan kita dimampukan menjadi terang yang menolong
orang lain yang tinggal dalam gelap. Charles Spurgeon berujar: “Pelita itu
menunjukkan jalan, memberikan penghiburan bagi kita sepanjang perjalanan &
menunjukkan setiap penghalang di sepanjang perjalanan… Ketidaktahuan untuk
bertindak itu menyakitkan, menghasilkan kebingungan & kecemasan..; Firman
Tuhan, yang mengaruniakan pengetahuan sorgawi, menuntun pada keputusan yang
jelas & ketika itu ditaati dengan tekad yang teguh, itu akan membawa
ketenteraman di hati.” Di tengah kekacauan dunia yang makin gelap ini, kita
membutuhkan firman lebih daripada sebelumnya. Rindukan berjalan selalu dalam
kebenaran-Nya. Salam revival!GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 4
God closes doors in
order to open bigger and better doors (Mark Batterson). Tuhan menutup pintu
untuk membuka pintu yang lebih besar dan lebih baik (Mark Batterson). (Ibu
Caroline – Bandung)
No comments:
Post a Comment