CULTURAL
Susanti Eka Taruna:
Kejadian 24:12, “Lalu berkatalah ia: ‘TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah
kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada
tuanku Abraham.’” Saat kita berDOA, inilah keberanian kita percaya
kepadaNya, yaitu bahwa IA mengabulkan DOA kita, jikalau kita meminta sesuatu
kepadaNya menurut kehendakNya (1 Yoh 5:14). IA Tuhan yang selalu dapat diakses
/ yang selalu mendengar DOA kita, kapan saja kita membutuhkannya J. Amin.
Respon 1
Peter B || pin
52951880 || Worship Center Sby: Salah satu hal tentang Salomo yang jarang
dibahas di mimbar-mimbar gereja kita justru merupakan hal yang penting bagi
kita. Banyak yang menginginkan kesuksesan & kebesaran Salomo, raja
tersukses menurut ukuran duniawi. Hanya, berapa banyak yang tahu bagaimana
akhir hidup Salomo? Siapakah yang tahu bahwa apa saja yang telah dicapainya
disimpulkannya dengan kalimat ini: “Aku telah melihat segala perbuatan yang
dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah
kesia-siaan dan usaha menjaring angin”~ Pkh. 1:14. Artinya, apapun yang manusia
lakukan selama ia hidup sesungguhnya kehampaan & kesia-siaan saja. Bisa
jadi banyak yang tidak setuju. Tapi Salomo telah menyelidiki & menjalani
semuanya. Ia yang sudah merasakan tahta, harta & wanita; yang sudah hidup
di puncak-puncak dunia; yang telah merasakan yang terbaik dari hidup di dunia;
ia orang paling berhikmat yang pernah hidup di muka bumi! Bukan dalam kebodohan
& secara emosional saja ia menyimpulkan pernyataan di atas. Dengan kata
lain, Salomo menyampaikan bahwa keadaan apapun dari manusia tidak akan membawa
arti bagi hidupnya. Yang kaya, yang berprestasi, yang memegang kekuasaan, yang
berilmu pengetahuan & banyak belajar, yang mendalami agama, yang memiliki
berbagai kelebihan -hanya “merasa menemukan” arti hidup saja namun makna hidup
sejati tidak pernah benar-benar mereka ketahui. Di bagian akhir tulisannya,
Salomo alias Pengkhotbah mendorong kita untuk “ingat Pencipta pada masa muda”
& “takut akan Allah & berpegang pada perintah-perintahNya” (Pkh.
12:1,13). Inilah hal-hal penting yang menurutnya sangat mendasar bagi tiap
orang. Apapun yang dicapai manusia bagi dirinya tak akan pernah dapat memenuhi
hasrat hatinya yang terdalam. Sebab kita tidak dirancang untuk bisa tenang
sebelum hati kita mengenal Tuhan yang sejati -Dialah satu-satunya tujuan kita
dicipta. Kita seharusnya mengingat Dia & takut akan Dia -bukan berusaha
'lepas' dari-Nya & berjalan sendiri. Dimiliki & memiliki Yesus. Itulah
yang menjadikan hidup ini berarti. (Worship Center Surabaya)
Respon 2
“Kadang-kadang,
bahkan seringkali, kita membutuhkan orang lain untuk menemukan, menggali, dan
mengasah bakat kita.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment