Monday, 31 July 2017

Your Body is Wonderland - END

YOUR BODY IS A WONDERLAND




Your Body is Wonderland - END
Your Body is Wonderland Part 6
Alfa Omega Church Sunday Service
July 30th 2017


Pernah denger kata Reputasi? Contoh: Sebagian Anda anak pebisnis, Anda punya reputasi. Orang mengharapkan Anda pandai melihat peluang seperti reputasi orang tua Anda. Sebagian Anda anak seniman, Anda punya reputasi. Secara otomatis orang mengira darah seni mengalir di darah Anda.

Pengikut Kristus juga punya reputasi dengan sebutan _________________.
1 Kor 12:27 Kamu semua  adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
“Pengikut Kristus adalah tubuh Kristus” (tentunya bukan tubuh fisik, tapi gambaran tubuh Kristus bagi dunia adalah kita/gereja).
“Gereja adalah tubuh Kristus” - TAPI, tension-nya atau  MENARIKNYA… “Orang yang tidak seperti Yesus, menyukai Yesus dan Yesus menyukai mereka juga”

Contoh: Cerita di Matius 4:25; Matius 13:2.
Kejadian seperti ini ditulis sama Matius, Markus, Lukas, Yohanes berulang-ulang dan ulang kali… “Orang yang tidak seperti Yesus, menyukai Yesus dan Yesus menyukai mereka juga”

Kenapa TENSION-NYA DISINI? Karena ini pertanyaannya:
Kalau “orang yang tidak seperti Yesus menyukai Yesus dan Yesus menyukai mereka juga”
Kita yang Paulus sebut tubuhNya Yesus di dunia (gereja, kumpulan orang percaya)… Bukankah seharusnya, disukai orang-orang juga?

TENSION ini membawa kita berpikir:
BAGAIMANA JADI TUBUH KRISTUS YANG disukai “orang yang tidak seperti Yesus”?
***tension = ketegangan/tekanan****

Kisah Para Rasul 15:19
BAGAIMANA JADI TUBUH KRISTUS YANG disukai “orang  yang tidak seperti Yesus”?

BAGAIMANA JADI GEREJA YANG disukai “orang yang tidak seperti kita”?
1.      Apa yang mereka ______________tentang Tubuh Kristus (secara specific AOC)
Waktu Paulus bicara tentang konsep tubuh, Paulus sedang mengajarkan: “Body is about function, not position.”

Contoh: 1 Kor 12:17

SpotLight versi AOC adalah: when everyone Function at their Spot and being the Light at their own Spot. That’s SpotLight (Ketika semua orang berfungsi pada “spot”nya dan menjadi Terang pada “spot”nya masing-masing).
***Spot = posisi/bidang pelayanan***

Contoh: tidak bisa bilang, kalau WL itu Spotlight. Tapi ketika semua orang berfungsi pada “spot”nya dan menjadi Terang pada “spot”nya masing-masing. AOC berharap, semua orang bisa lihat: AOC sebagai Gereja (tubuh Kristus) yang orang tidak bergereja dan tentunya orang gereja suka menghadiri.

Kalau “orang yang tidak seperti Yesus menyukai Yesus dan Yesus menyukai mereka juga; orang yang tidak seperti Yesus juga bisa menyukai tubuh Kristus (gereja)”

2. Apa yang mereka ______________?
Apakah cara berkomunikasi gereja kita menarik, menyenangkan? Apakah fiman Tuhan yang disampaikan membantu/menjawab kebutuhan dunia saat ini? Bukan hanya bagi jemaat yang sudah berkomitmen di gereja lokal, tapi juga bagi orang-orang yang di luar gereja.

Kalau “orang yang tidak seperti Yesus menyukai Yesus dan Yesus menyukai mereka juga; orang yang tidak seperti Yesus juga bisa menyukai tubuh Kristus (gereja)”

3. What do they experience?
Apa yang menjadi pengalaman orang di luar gereja terhadap gereja saat ini? Is it genuine? Generasi ke depan, tidak cuma butuh Relevansi, mereka akan capek dengan Relevansi, tapi yang dibutuhkan Genuine (ketulusan).

Kalau “orang yang tidak seperti Yesus menyukai Yesus dan Yesus menyukai mereka juga” harusnya orang yang tidak seperti Yesus juga menyukai TUBUH nya KRISTUS.

CONCLUSSION:
Kalau “orang yang tidak seperti Yesus menyukai Yesus dan Yesus menyukai mereka juga; sudah seharusnya orang yang tidak seperti Yesus juga bisa menyukai tubuh Kristus (gereja).”

Tanya Kenapa

YOUR BODY IS A WONDERLAND





HEART #2 – Tanya Kenapa
Your Body is Wonderland Part 6
Alfa Omega Church Sunday Service
July 09th 2017



Intro:
Semua kita pasti punya PERASAAN. Disadari atau tidak, perasaan punya peranan yang sangat penting dalam hidup kita sehari-hari. Kita memutuskan banyak hal, berdasarkan apa yang kita sukai atau tidak sukai. Memilih makanan, memilih perabot rumah, memilih pasangan hidup sekalipun (yang hanya bisa satu seumur hidup), juga pakai perasaan.

Tuhan menciptakan setiap manusia punya perasaan, tapi kita tidak boleh dipimpin oleh perasaan kita. Saat kita tidak mengendalikan perasaan kita, perasaan kita akan mengendalikan hidup kita. Dan saat perasaan kita mengendalikan hidup kita, kita salah mengatur hidup kita.

Yunus 4:1-8

Yunus 1:3 “Ia membayar biaya perjalanannya” setiap kali kita terdominasi perasaan kita, pasti ada harga yang harus dibayar. Entah waktu, uang, hubungan, rasa percaya, apapun! Yunus bayar harga untuk pergi ke tujuan yang salah!

Kemudian Tuhan menurunkan angin ke laut. Dianggap enteng oleh Yunus. Namun angin itu dibarengi badai besar, hingga kapal itu hampir hancur (Yunus 1:5). Saat kita terdominasi perasaan kita, penilaian kita jadi keliru.

Contoh:
Kadang orang bisa jalan melewati kita, lalu mungkin karena orang itu lagi banyak pikiran, mereka melamun dan tidak melihat kita, jadi tidak menyapa kita. Kita menerimanya, orang itu sombong, tidak tahu aturan, tidak sopan, jelas-jelas lihat kok tidak mau menyapa! Sudah terlanjur marah-marah, eh ternyata hanya miskomunikasi dan salah paham.

Yunus 1:5 “…Dan membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya…”
Saat orang yang terdominasi perasaan ada di kapal Anda, Anda harus membuang banyak prinsip & nilai-nilai yang berharga.

Yunus 1:5 “…Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak”! Saat kita terdominasi perasaan, kita tidak peka terhadap akibat perbuatan kita. Dan walaupun kita sendiri sumber dari kekacauan itu, kita nggak peka dan hampir tidak peduli dengan akibatnya, yang menimpa orang lain. Tidak jarang juga, orang lain terdominasi perasaan, bikin kekacauan, eh kita yang harus bereskan masalah yang mereka tinggalkan.

That’s why: Tuhan menciptakan setiap manusia punya perasaan, tapi kita tidak boleh dipimpin oleh perasaan kita. Saat kita tidak mengendalikan perasaan kita, perasaan kita akan mengendalikan hidup kita. Dan saat perasaan kita mengendalikan hidup kita, kita salah mengatur hidup kita.

Kemudian, cerita ini berlanjut. Mereka membuang undi, dan undinya jatuh pada Yunus. Yunus bilang “lemparkan aku ke laut”. Harusnya, Yunus, kalau dia tahu dia adalah sumber masalahnya, ya lompat sendiri dong… masa suruh orang lain?? Saat kita terdominasi perasaan, kita lempar tanggung jawab ke orang lain.

Orang-orang di kapal itu awalnya tidak mau dan berusaha untuk mendayung kembali ke daratan, mengantar Yunus. Tapi badainya tidak memungkinkan mereka untuk balik. Tapi…ada alasan yang lebih kuat daripada sekedar badai yang kelihatannya “menghalangi” mereka.

Tuhan yang sama yang mendatangkan badai, juga Tuhan yang MENYEDIAKAN ikan. Kita biasanya melihat ini sebagai “hukuman”. Tapi NO, NO… Tuhan menyediakan ikan besar bukan sebagai hukuman, tapi sebagai ALAT TRANSPORTASI untuk Yunus!! Dia tetap Tuhan yang peduli!!! Walaupun kita yang salah & bandel, Dia tetap Tuhan yang menjaga & menyediakan bagi kita.

Apa yang terlihat sebagai “hukuman”, ternyata adalah PENYEDIAAN & PERLINDUNGAN Tuhan!!!! God is so good!

Jadi Yunus ada dalam perut ikan 3 hari. Tuhan bukan menghukum, tapi Tuhan ingin Yunus paham, bahwa semua pilihan itu pasti ada konsekuensi. Tuhan ingin Yunus mengerti, bahwa “kamu harus benar-benar mengerti dan mengambil keputusan dalam hatimu bahwa akibatnya ini nggak enak dan kamu nggak akan mau lakukan ini lagi. Setiap kali kamu berpikir untuk mangkir, kamu akan ingat perut ikan ini dan kamu nggak akan mengambil keputusan yang salah lagi.”
Jadi, 3 hari 3 malam, lalu ikan itu memuntahkan Yunus ke darat. Yunus pergi ke Niniwe, orang-orang itu bertobat dan Tuhan selamatkan kota itu. Di pasal 3 kita melihat Yunus sebagai nabi. Di pasal 4 kita lihat Yunus seperti anak kecil. Kekanak-kanakan.

Tuhan menciptakan setiap manusia punya perasaan, tapi kita tidak boleh dipimpin oleh perasaan kita. Saat kita tidak mengendalikan perasaan kita, perasaan kita akan mengendalikan hidup kita. Dan saat perasaan kita mengendalikan hidup kita, kita salah mengatur hidup kita.

Melalui cerita Yunus, Tuhan ingin tunjukkan, saat kita terdominasi perasaan kita:
- ada harga yang harus dibayar
- penilaian kita jadi keliru
- orang lain harus membuang prinsip & nilai-nilai yang berharga karena kita
- kita tidak peka akan akibat dari perbuatan kita
- kita lempar tanggung jawab ke orang lain
- kita jadi kekanak-kanakan

Sehingga, APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?

Yunus 4:1 Yunus pergi ke tempat itu, khotbah, mereka bertobat, revival terjadi, Tuhan selamatkan kota itu, Yunus marah. Nah alasannya kenapa Yunus marah, karena Niniwe itu ibu kota dari Assyria. Orang-orang Assyria ini musuhnya Israel (bangsanya Yunus). Orang Assyria sering memerangi Israel & menjajah mereka. Sehingga, Yunus jengkel dan marah dan tidak mau melakukan tugas yang dari Tuhan, karena Yunus nggak ingin Tuhan mengampuni orang yang menjajah bangsanya.

Tuhan menyelamatkan Niniwe, Yunus marah, karena dia mendoakan musuhnya tapi asal ngomong saja. Tidak benar-benar. Dia tersenyum dan bilang “Tuhan berkati yaa”, tapi tidak benar-benar dimaknai. Dia bisa bilang “Tuhan tolong ya”, tapi tidak berharap Tuhan menolong.

Ini yang harus kita lakukan:
1. TANYA KENAPA
Hanya karena kita MENGAKUI bahwa kita marah, belum tentu kita self-aware/sadar diri. Sebab, masalah kita bukan sekedar hanya rasa marah itu. Tapi masalah yang lebih dalamnya, KENAPA kita merasa marah? Apa kita hanya MERASA marah/tersinggung, atau apa kita benar-benar disinggung & disalahi?

*Illustrasi kotak
Yunus waktu itu merasa hanya dia yang boleh merasakan anugerah Tuhan. Dia barusan membangkang sama Tuhan, lari dari Tuhan. Tapi Tuhan selamatkan dia, sediakan transportasi, bahkan masih pakai hidupnya mengubah hidup orang lain!

Perasaan kita bukan hanya untuk dirasa-rasakan. Tapi pikirkan. Selidiki. Tanyakan KENAPA saya marah/tersinggung/sakit hati/takut/sedih/…

2. IJINKAN TUHAN MEMPROSES PERASAAN KITA
Seringkali orang tidak mau mengakui dan memproses perasaannya. Bilangnya “Gapapa kok. Aku gapapa. Ya dia memang ngeselin dan nyakitin aku. Tapi aku gapapa kok”.

Sampai muncullah istilah ngetren #AKURAPOPO.

Kalimat ini kelihatannya bercanda, tapi sebenarnya gambaran dari kebiasaan tidak sehat orang hari ini, yang tidak mau memproses perasaannya, dan akhirnya hanya memendam, memendam saja, tapi semakin memakan dan menghancurkan kita dari dalam. Bilang “aku rapopo”, atau “gapapa kok” itu tidak menyelesaikan masalah.

Perasaan yang dipendam dan tidak diproses akan berujung kepada KEPAHITAN.

Mazmur 30:3

Heart Change - Metamorphosis

YOUR BODY IS A WONDERLAND







HEART CHANGE (METAMORPHOSIS)
Your Body is Wonderland Part 5
Alfa Omega Church Sunday Service
July 02nd 2017






Intro:
Pernah lihat kepompong jadi kupu-kupu? Karena melewati 4 fase: fase telur, fase larva (ulat), fase pupa (kepompong), dan imago (dewasa). Perubahan ini yang disebut dengan sebutan terkenal yaitu: METAMORFOSIS. Dimulai dari telur dengan 50 cell, di level dewasa dia berkembang punya lebih dari 50 ribu cell.

POINT:
Yesus ini adalah Change Specialist. Salah 1 keahlianNya adalah melengkapi manusia dengan kemampuan untuk merubah apa yang tidak dapat dirubah. Salah 1 keahliannya ini terkenal dengan sebutan Mujizat. Kualitas hidup Anda ditentukan oleh komitmen hati Anda. Ada harapan PERUBAHAN buat kehidupan kita semua.

PERUBAHAN = METAMORPHOSIS
METAMORPHOSIS is COMPLETE CHANGE in form, in structure, in subtansce (metamorphosis adalah perubahan menyeluruh secara bentuk, struktur, dan isi).

TAPI ADA PERTANYAAN MENEGANGKAN:
Aku sudah lama ikut Tuhan, aku sudah sering dengar Firman juga tidak ada Perubahan? Jawabannya ada di Matius 13.

-___________________ bicara tentang– worry,

- _________________ bicara tentang:
v  menerima dengan sukacita, tapi tidak bertumbuh, karena tidak berakar.
v  Injuries (tersakiti)
v  Ketidakadilan yang kita alami
v  Berhala  (Yehezkiel 14:2)


Kualitas hidup Anda ditentukan oleh komitmen hati Anda. Ada harapan PERUBAHAN buat kehidupan kita semua.

APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN? Ada 3 wujud Komitment Hati.
1. Gaya hidup MENGUTAMAKAN Tuhan
Buat komitment, membangun gaya hidup mengutamakan Tuhan. Beri 1 hari untuk Tuhan (ke gereja, melayani). Sebagai wujud kita mempercayakan 1 minggu kita di tangan Tuhan. Not just when you feel it, but committed (tidak hanya apa yang anda rasakan, namun bagaimana berkomitmen). Saat hati Anda mengutamakan Tuhan, Yesus the Change Specialist mudah me-metamorphosis hati Anda. Kualitas hidup Anda di tentukan oleh komitmen hati Anda.

2. Bagian PERTAMA dalam hari kita, untuk TUHAN
Contoh: Bangun tidur, pertama yang kita lakukan – Thank Him! Thank Him.

3. Mengutamakan Tuhan dalam KEUANGAN
Kenapa uang berpengaruh? Karena di mana hartamu berada di situ hatimu berada. Saat hati Anda mengutamakan Tuhan, Yesus the Change Specialist mudah me-metamorphosis hati Anda. Kualitas hidup Anda ditentukan oleh komitmen hati Anda.

CONCLUSION:
Kualitas hidup Anda ditentukan oleh komitmen hati Anda.
-Punya Gaya hidup mengutamakan Tuhan
-Bagian pertama dalam hari kita untuk Tuhan
-Mengutamakan Tuhan dalam keuangan

Yesus the Change Specialist mudah me-metamorphosis hati kita