CULTURAL
Kejadian 1:26a, “Berfirmanlah
Allah: ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,...’” Tuhan
kita adalah Tuhan yang KREATIF, yang menciptakan kita seturut gambarNya J. Kalau Tuhan kita
adalah Tuhan yang KREATIF apakah kita juga mau mempergunakan apa yang sudah
Tuhan berikan yaitu TALENTA & KARUNIA kita secara maksimal? Sebagian
orang mungkin malas mempergunakan talenta & karuniaNya, tetapi marilah kita
sebagai anak-anak Tuhan kita mengerti bahwa Tuhan sudah memberikan talenta
& karuniaNya yang SPECIAL buat setiap kita J. Jangan pernah malas &
jadilah maksimal dalam segala hal yang kita lakukan J. Amin.
Respon 1
“Karena
ketidakpastian merupakan kepastian itu sendiri, kita perlu Tuhan dan Firman
Tuhan yang tidak berubah.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa,
26 Mei 2015. Kotbah Pesanan. Ketahuilah, nabi-nabi itu sudah sepakat meramalkan
yang baik bagi raja, hendaklah engkau juga berbicara seperti salah seorang dari
pada mereka dan meramalkan yang baik (1 Raja-Raja 22:13). Ketika mengundang
pengkhotbah, biasanya pihak pengundang memberi tema atau topik tertentu untuk
dibahas. Apakah “khotbah pesanan” semacam itu dikenan Tuhan? Alkitab mencatat
400 nabi, yang ingin menyenangkan hati Ahab, menyampaikan khotbah semacam itu
(ay. 6, 11-12). Raja Israel ini semula mengajak Yosafat, raja Yehuda, merebut
kembali Ramot-Gilead dari tangan Aram (ay. 2-4). Yosafat setuju ikut berperang
asalkan Ahab memohon petunjuk Tuhan lebih dulu (ay. 5). Tetapi, oleh kepekaan
rohaninya, ia mengenali bahwa nabi-nabi itu bersaksi dusta. Ia pun meminta Ahab
mencari nabi lain yang benar-benar hamba Tuhan (ay. 7-8). Mikha bin Yimla, nabi
itu, awalnya disarankan bicara yang baik-baik saja (ay. 13), namun ia
menegaskan bahwa ia hanya akan menyampaikan firman Tuhan (ay. 14). Yang lucu,
sempat juga ia “menggoda” Ahab dengan meniru perilaku nabi-nabi palsu itu (ay.
15). Anehnya, Ahab yang fasik dan membenci Mikha itu ternyata membutuhkan
firman Tuhan juga, dan sadar bahwa nabi itu tengah mempermainkannya (ay. 8,
16)! Jadi, khotbah pesanan itu dikenan Tuhan atau tidak? Dalam kasus Ahab,
jelas tidak, sebab khotbah mereka berasal dari “roh dusta” walaupun Tuhan
mengizinkannya menipu Ahab (ay. 19-23). Namun, sepanjang isi khotbah selaras
dengan firman Tuhan, tidak masalah. Yang lebih penting, sebagaimana sikap raja
Yosafat, kita dapat meminta kepada Tuhan untuk memberikan kepekaan rohani, agar
kita mampu menguji “segala sesuatu” dan memegang “yang baik” (1 Tes. 5:21)
—HIS. DALAM BERKHOTBAH, TIADA KEPENTINGAN LAIN SELAIN KEPENTINGAN TUHAN.
Selamat pagi Surabaya, berkat pagi ini... Tetap semangat ya. Tuhan Yesus
mengasihi kita. (Madam Ossy)
Respon 3
Yoh 5:6 – Kata
YESUS: “Maukah engkau SEMBUH?” Sembuh dari sakit jasmani, utang, masalah
RT-Keluarga, sekolah, pelayanan! Jawablah: “Pasti MAU!” Pasti terjadi! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 4
TAAT & SETIA
KEPADA FIRMAN TUHAN. Tragedi Fukushima tak ubahnya seperti kota mati yang
sampai saat ini pengaruh radiasi nukllir masih sangat rawan untuk kembali di
huni. Kazuo Okawa, mantan staff reaktor nuklir selama 20 tahun, dia orang
pertama yang mendapat ijin untuk mendatangi lokasi setelah Gempa. Dia melihat
rumahnya yang megah menjadi hancur lebur, bahkan tak ada yang tersisa di
seluruh kota itu, di situlah ia menyadari kemegahan, kehebatan, kekuatan
manusia terbatas. Saat ini Okawa di percaya sebagai staff department sosial sekalipun
dengan gaji sangat rendah, untuk mengurus para pengungsi yang mengalami depresi
berat akibat kehilangan harta & keluarganya. Okawa mengatakan, “Dulu
kekayaan & harta benda menghargai hidupku, tapi hari ini hidupku jauh lebih
berharga ketika aku bisa menolong sesama korban gempa & bisa menguatkan,
bahkan ikut merasakan apa yang mereka rasakan...” Jadi... Apakah yang membuat
hidup kita berharga ? “Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada
emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan” (Amsal 8:19). Pengetahuan
& pemahaman kita tentang Firman Tuhan takkan berdampak apa-apa bagi hidup
kita selama kita tidak taat & setia melakukan Firman Tuhan itu. “Sebab
firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun;
ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum;
ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita” (Ibrani 4:12). Firman
Tuhan adalah Firman yang Hidup. Oleh karena itu, ketika kita dalam keadaan
maupun kondisi apapun, maka Firman Tuhan akan bekerja untuk menjamah hidup
kita. Firman Tuhan akan memulihkan, menyembuhkan, mengobati, menyegarkan &
menyukakan hati kita. “Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia
tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa
yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya”
(Yesaya 55:11). (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 5
Bukanlah
kebahagiaan yang membuat kita bersyukur, tetapi bersyukur yang membuat kita
bahagia. 1 Tesalonika 5:18, “Mengucap
syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam
Kristus Yesus bagi kamu.” (GNCC)

No comments:
Post a Comment