Tuesday, 26 May 2015

26 Mei 2015



CULTURAL



Kejadian 1:26a, “Berfirmanlah Allah: ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,...’” Tuhan kita adalah Tuhan yang KREATIF, yang menciptakan kita seturut gambarNya J. Kalau Tuhan kita adalah Tuhan yang KREATIF apakah kita juga mau mempergunakan apa yang sudah Tuhan berikan yaitu TALENTA & KARUNIA kita secara maksimal? Sebagian orang mungkin malas mempergunakan talenta & karuniaNya, tetapi marilah kita sebagai anak-anak Tuhan kita mengerti bahwa Tuhan sudah memberikan talenta & karuniaNya yang SPECIAL buat setiap kita J. Jangan pernah malas & jadilah maksimal dalam segala hal yang kita lakukan J. Amin.

Respon 1
“Karena ketidakpastian merupakan kepastian itu sendiri, kita perlu Tuhan dan Firman Tuhan yang tidak berubah.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa, 26 Mei 2015. Kotbah Pesanan. Ketahuilah, nabi-nabi itu sudah sepakat meramalkan yang baik bagi raja, hendaklah engkau juga berbicara seperti salah seorang dari pada mereka dan meramalkan yang baik (1 Raja-Raja 22:13). Ketika mengundang pengkhotbah, biasanya pihak pengundang memberi tema atau topik tertentu untuk dibahas. Apakah “khotbah pesanan” semacam itu dikenan Tuhan? Alkitab mencatat 400 nabi, yang ingin menyenangkan hati Ahab, menyampaikan khotbah semacam itu (ay. 6, 11-12). Raja Israel ini semula mengajak Yosafat, raja Yehuda, merebut kembali Ramot-Gilead dari tangan Aram (ay. 2-4). Yosafat setuju ikut berperang asalkan Ahab memohon petunjuk Tuhan lebih dulu (ay. 5). Tetapi, oleh kepekaan rohaninya, ia mengenali bahwa nabi-nabi itu bersaksi dusta. Ia pun meminta Ahab mencari nabi lain yang benar-benar hamba Tuhan (ay. 7-8). Mikha bin Yimla, nabi itu, awalnya disarankan bicara yang baik-baik saja (ay. 13), namun ia menegaskan bahwa ia hanya akan menyampaikan firman Tuhan (ay. 14). Yang lucu, sempat juga ia “menggoda” Ahab dengan meniru perilaku nabi-nabi palsu itu (ay. 15). Anehnya, Ahab yang fasik dan membenci Mikha itu ternyata membutuhkan firman Tuhan juga, dan sadar bahwa nabi itu tengah mempermainkannya (ay. 8, 16)! Jadi, khotbah pesanan itu dikenan Tuhan atau tidak? Dalam kasus Ahab, jelas tidak, sebab khotbah mereka berasal dari “roh dusta” walaupun Tuhan mengizinkannya menipu Ahab (ay. 19-23). Namun, sepanjang isi khotbah selaras dengan firman Tuhan, tidak masalah. Yang lebih penting, sebagaimana sikap raja Yosafat, kita dapat meminta kepada Tuhan untuk memberikan kepekaan rohani, agar kita mampu menguji “segala sesuatu” dan memegang “yang baik” (1 Tes. 5:21) —HIS. DALAM BERKHOTBAH, TIADA KEPENTINGAN LAIN SELAIN KEPENTINGAN TUHAN. Selamat pagi Surabaya, berkat pagi ini... Tetap semangat ya. Tuhan Yesus mengasihi kita. (Madam Ossy)

Respon 3
Yoh 5:6 – Kata YESUS: “Maukah engkau SEMBUH?” Sembuh dari sakit jasmani, utang, masalah RT-Keluarga, sekolah, pelayanan! Jawablah: “Pasti MAU!” Pasti terjadi! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 4
TAAT & SETIA KEPADA FIRMAN TUHAN. Tragedi Fukushima tak ubahnya seperti kota mati yang sampai saat ini pengaruh radiasi nukllir masih sangat rawan untuk kembali di huni. Kazuo Okawa, mantan staff reaktor nuklir selama 20 tahun, dia orang pertama yang mendapat ijin untuk mendatangi lokasi setelah Gempa. Dia melihat rumahnya yang megah menjadi hancur lebur, bahkan tak ada yang tersisa di seluruh kota itu, di situlah ia menyadari kemegahan, kehebatan, kekuatan manusia terbatas. Saat ini Okawa di percaya sebagai staff department sosial sekalipun dengan gaji sangat rendah, untuk mengurus para pengungsi yang mengalami depresi berat akibat kehilangan harta & keluarganya. Okawa mengatakan, “Dulu kekayaan & harta benda menghargai hidupku, tapi hari ini hidupku jauh lebih berharga ketika aku bisa menolong sesama korban gempa & bisa menguatkan, bahkan ikut merasakan apa yang mereka rasakan...” Jadi... Apakah yang membuat hidup kita berharga ? “Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan” (Amsal 8:19). Pengetahuan & pemahaman kita tentang Firman Tuhan takkan berdampak apa-apa bagi hidup kita selama kita tidak taat & setia melakukan Firman Tuhan itu. “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita” (Ibrani 4:12). Firman Tuhan adalah Firman yang Hidup. Oleh karena itu, ketika kita dalam keadaan maupun kondisi apapun, maka Firman Tuhan akan bekerja untuk menjamah hidup kita. Firman Tuhan akan memulihkan, menyembuhkan, mengobati, menyegarkan & menyukakan hati kita. “Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya” (Yesaya 55:11). (Ibu Caroline – Bandung)


Respon 5
Bukanlah kebahagiaan yang membuat kita bersyukur, tetapi bersyukur yang membuat kita bahagia. 1  Tesalonika 5:18, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (GNCC)





No comments:

Post a Comment