Thursday, 30 June 2016

MELAYANI

I AM BLESSED




MELAYANI
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Lukas Soetopo
June 26th 2016



Intro:
Perbedaan budaya barat dan timur.

POINT:
Hal ini terlihat sederhana, tapi “tanpa kita sadari, itu mempengaruhi cara pandang kita terhadap TUHAN.” Manusia melihat atau mengukur dari kacamata budaya.

Untuk pekerjaan pelayanan Rumah Tuhan di awal-awal jaman perjanjian Lama, ketika sebutannya Kemah Tabernakel.
Bilangan 3:6, “Lalu Musa mencatat mereka sesuai dengan titah Tuhan, seperti yang diperintahkannya.”
Berarti detail area pelayanan, siapa-siapa yang bisa melayani di area itu, semuanya diperhatikan Tuhan, bahkan harus sesuai dengan perintah Tuhan.

Ayat 25
Yang harus dipelihara bani Gerson dalam Kemah Pertemuan ialah Kemah Suci dan Kemah dengan tudungnya (hari ini atapnya), tirai pintu Kemah Pertemuan.
Ayat 26
Layar pelataran (halamannya) dan tirai pintu pelataran yang ada di sekeliling Kemah Suci dan mezbah dan talinya, termasuk segala pekerjaan yang berhubungan dengan semuanya itu.
Ayat 27
Puak Kehat terdiri dari Kaum Amram, kaum Yizhar, kaum Hebron dan Kaum Uziel; itulah kaum-kaum Kehat. Barang kudus adalah perkakas yang ada di ruang Maha Kudus.

Pelihara” artinya membersihkan, maintenance.

Detail area pelayanan, siapa-siapa yang bisa melayani di area itu, semuanya diperhatikan Tuhan, bahkan harus sesuai dengan perintah Tuhan.”

Kalau kita mau tahu betapa pentingnya ini dan sangat seriusnya ini di hadapan Tuhan, ayat 10 menceritakan: “Tetapi Harun dan anak-anaknya haruslah kau tugaskan untuk memegang jabatannya sebagai imam, sedang orang awam yang mendekat harus dihukum mati.”

Detail area pelayanan, siapa-siapa yang bisa melayani di area itu, semuanya diperhatikan Tuhan, bahkan harus sesuai dengan perintah Tuhan.”

Melayani Tuhan bukan dengan kacamata budaya timur atau barat, TAPI melayani Tuhan memakai kacamata Tuhan.

SEMUA PELAYANAN DI MATA TUHAN ADALAH PENTING.

Hal terkecil yang Anda lakukan buat Tuhan, itu berharga di mata Tuhan. Hal-hal yang Anda pandang rendah untuk Anda lakukan, itu berharga di mata Tuhan. “Jangan biarkan (budaya) itu mempengaruhi cara pandang kita terhadap Tuhan.”

Tuhan tidak pandang posisi Anda, yang Tuhan pandang hati Anda.”

Lukas 22:27 – Siapa yang lebih penting: orang yang makan atau orang yang melayani dia?

Melayani Tuhan bukan tentang rendah/tinggi perbuatan kita, tapi kehormatan kita kepada Tuhan.

WHAT CAN I DO? APA YANG HARUS AKU LAKUKAN?
  1. Melayani bukan tentang Aku
Paulus – Kisah 20:19 dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Kerendahan hati artinya: bukan tentang aku (posisiku, penghasilanku, dll), tapi tentang Tuhan. Tuhan tidak pandang posisi Anda, yang Tuhan pandang hati Anda.
  1. Melayani Tuhan tanpa Gangguan (dengan Kemurnian)
1 Korintus 7:35 melayani Tuhan tanpa gangguan. Jangan biarkan reputasimu mengganggu ketulusanmu.
  1. Melayani Tuhan dengan Rela
Efesus 6:7 – dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. Rela = I will don anything for God (tanpa pamrih).

Kesimpulan:
Melayani TUHAN bukan tentang rendah/tinggi perbuatan kita, tapi kehormatan kita kepada TUHAN.

FLY

I AM BLESSED




FLY
-I Am Blessed #8-
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Elisha Soetopo
June 19th 2016


Intro:
Minggu lalu media sosial Indonesia diributkan oleh adanya penggusuran warung seorang Ibu di Serang, Banten, karena dia berjualan selama bulan puasa. Banyak orang membicarakan, mem-post di sosial media, dan mengekspresikan kegeraman mereka atas apa yang terjadi.

Luar biasanya, orang tidak hanya sekedar membicarakan, tapi beberapa orang langsung BERGERAK dan mengumpulkan dana sumbangan untuk ibu ini. Total ibu ini mendapatkan Rp 260 juta untuk membantu kehidupannya. Wow! Ternyata, ada sebuah dampak yang nyata, yang terjadi saat manusia bergerak bersama-sama.

Minggu lalu kita diajarkan “KITA lebih baik dari gue” – bersama-sama lebih baik daripada satu orang saja. Dan kenyataan ini menunjukkan kepada kita, bahwa sebenarnya, dalam diri manusia, ada keinginan untuk terlibat dalam sesuatu di luar kepentingan dirinya sendiri.

Maslow’s Hierarchy of Needs. Morality, Creativity, Spontaneity, Problem Solving (moralitas, kreativitas, spontanitas, kemampuan menyelesaikan masalah/memberi solusi) – ada di puncak kebutuhan manusia. Artinya, manusia menemukan arti hidup saat dia melakukan sesuatu di luar dirinya sendiri, yang berdampak bagi orang lain. Siapapun kita hari ini, ternyata dalam setiap manusia, ada kebutuhan untuk melakukan sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri.

Efesus 2:10

We are so BLESSED! Kita diberi Tuhan kesempatan untuk terlibat dalam projek-Nya, yang lebih besar dari diri kita sendiri.
Di konteks gereja, kita menyebut hal ini (yaitu melakukan sesuatu sesuai talenta kita, untuk kepentingan orang lain/bersama), dengan kata-kata ini: MELAYANI.
It’s very simple: Melakukan sesuatu sesuai talenta kita, untuk kepentingan orang lain/kepentingan bersama.

1 Korintus 12:27
Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.”

  1. Melayani adalah FUNGSI (Service Others)
A team works best when everyone has a role and functioning.” (Sebuah tim bekerja dengan baik saat setiap anggotanya punya peranan dan berfungsi). Contoh: mata melihat, kaki berjalan. Tugas atau fungsi? FUNGSI. Melayani adalah BERFUNGSI. Sebuah tim bekerja dengan baik saat SETIAP anggotanya punya peranan dan berfungsi. Anda semua punya peranan, dan kesatuan ini butuh fungsi anda. WE need YOU! Karena melayani adalah ber-Fungsi. Sebagai anggota tubuh, kita harus berfungsi.

  1. LENGKET
Bicara tentang kesatuan tubuh, bisakah anggota-anggota tubuh kita ini berfungsi dan berjalan sendirian? Tentunya tidak. Kalau kita adalah kesatuan tubuh, untuk melayani, kita harus saling LENGKET satu dengan yang lainnya. Terhubung satu dengan yang lainnya.
Supaya fungsi bisa berjalan dengan baik. 1 Petrus 2:5. Saat Anda jadi bata, membangun rumah. Anda akan menahan beban dari bata-bata yang di atas Anda; juga akan “memberi tekanan” bata-bata yang di bawah Anda. Dan bata-bata ini, kalau hanya sekedar disusun, begitu disenggol sedikit, jatuh! Karena itu, dibutuhkan SEMEN untuk bisa meLENGKETkan bata-bata ini antara satu dengan yang lain, dan menjadi sesuatu yang berguna. Apa yang bisa membuat kita LENGKET??? KOMITMEN!!!

  1. YOU NEVER KNOW
(Story). Suatu hari ada satu grup tour orang Indonesia, berlibur ke Jerman. Di Jerman, dipimpin oleh tour guide yang agak sedikit aneh. Saat mereka sedang dalam perjalanan di dalam bus, tour guide ini berkata “Ayo kita lakukan percobaan.” Tour guide ini minta supir bus untuk menepi dan meminta semua anggota tour keluar, berdiri di pinggir jalan dan memandang ke atas, ke langit kosong. “Pandanglah langit, seolah-olah Anda melihat sesuatu yang luar biasa di sana. Mumpung Anda tidak bisa bahasa Jerman, jadi Anda tidak perlu peduli apa yang dikatakan orang nanti” kata si tour guide.
Jadi itu yang mereka lakukan. Tidak lama kemudian, satu mobil berhenti di dekat bus itu. Pengemudinya turun, berjalan ke arah kelompok tour ini, sambil melihat ke atas. Setelah itu, beberapa mobil berturut-turut berhenti dan pengemudi (bahkan beserta penumpangnya) melakukan yang sama. Orang-orang yang berjalan kaki juga ikut melakukan hal yang sama. Sebagian dari mereka bertanya-tanya ada apa. Setelah kira-kira 20 mobil berhenti, tour guide itu lalu mengajak semua anggotanya masuk ke dalam bus. “Ayo, ayo, masuk lagi, kita ke destinasi yang berikutnya.” Jadi mereka meninggalkan kerumunan orang-orang yang keheranan itu, melanjutkan tour mereka sambil tertawa-tawa melihat kelakukan orang-orang itu.
Ketika kemudian mereka melewati jalan itu lagi dalam perjalanan pulang, sudah ada antrean mobil yang panjang dan jumlah orang yang menatap ke langit makin banyak, bahkan tidak sedikit yang membawa kamera (dari kamera handphone sampai kamera SLR yang canggih), memotret langit! Haha! Dari apa? Sekelompok orang, yang melakukan suatu hal, bersama-sama, dalam jangka waktu tertentu! Sesuatu yang sangat silly, sangat konyol, tapi you never know… Anda tidak pernah tahu dampak yang bisa dibuat dari hal itu! #AmosCahyadiStory; Djohan Handojo Story.

AOC, You never know! Anda tidak pernah tahu, dampak yang Anda bisa lakukan… Anda tidak pernah tahu, siapa yang tersentuh dan terberkati oleh apa yang Anda lakukan. Anda tidak pernah tahu, orang seperti apa yang akan Tuhan pakai, karena dampak dari anda berFungsi, dan Lengket kepada satu dengan yang lain! We are so blessed, Tuhan mengajak kita dan memberi kita kesempatan untuk MELAYANI. Let’s do it well

KITA Lebih Hebat dari GUE (SAYA)

I AM BLESSED




KITA Lebih Hebat dari GUE (SAYA)
-I Am Blessed #7-
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Elisheba Soetopo
June 12nd 2016


It takes team work to make a dream work”
Adalah sebuah kerja tim yang membuat banyak mimpi menjadi kenyataan

1 Korintus 12:1-2; 1 Korintus 12:4-7; 1 Korintus 12:15-18, 27

Kita adalah bagian dari tubuh Kristus, dan setiap Anda adalah bagian-bagian dari padanya.
  1. Aku diberi KEMAMPUAN
Kita adalah tim topnya Tuhan. Tuhan tidak pernah berpikir untuk membuat tim setengah top. Kita adalah tim bintang 5-nya Tuhan. Yesus memberikan hidupNya buat Anda. Itu membuat Anda jadi tim TOP-Nya Tuhan. Tim bintang 5-Nya Tuhan. Its team work that makes the dream works.- Adalah sebuah kerja tim yang membuat banyak mimpi menjadi kenyataan

  1. Aku PENTING (I Am an Important Person)
Anda itu penting. Bisakah Anda bayangkan kalau kita ibadah dan tidak ada orang yang persiapkan, mungkin karena hujan atau banjir, lalu memutuskan untuk tidak perlu ibadah dan tidak perlu persiapan, orang datang ke gereja menjadi kecewa semua.
Ini tentang menolong Anda memaksimalkan talenta dan karunia yang Tuhan titipkan kepada Anda. Dan kalau Anda tidak menggunakan talenta dan karunia Anda untuk melayani Tuhan, Anda tidak sedang berjalan dengan Tuhan.

  1. Bukan tentang GUE (SAYA) tapi KITA
Ini bukan tentang Tim Gembala, ini bukan tentang apa yang saya bisa lakukan, tetapi apa yang kita bisa lakukan. Kalau anda lihat sebuah pertandingan yang dimainkan oleh sebuah tim, kelihatannya seperti 1 atau 2 orang saja yang membintangi, jadi sorotan. Tapi tahukah anda itu bukan satu atau dua orang tersebut, tapi kekuatan sebuah tim.
Demikian juga di gereja. Kita ini bukan kehebatan 1-2 orang yang ditonton, tapi kehebatan seluruh jemaat yang bergerak bersama.

  1. KITA dapat lakukan LEBIH daripada GUE/SAYA
Ketika kita berpikir untuk merangkul orang yang jauh dari Tuhan supaya makin mendekat, Gereja kita tidak akan pernah sempurna, selalu penuh dengan orang-orang yang tidak sempurna. Ini yang kita mau lakukan, untuk terus merangkul orang makin mendekat dengan Tuhan.
Ketika kita bicara AOC mau membangun, bukan karena kekayaan satu atau dua orang, tapi sekelompok orang-orang yang mengerti bahwa perlu membuat ruang bagi banyak orang lebih lagi bahwa mengerti ada Tuhan yang mengasihi orang yang berdosa.

Anda hebat di suatu area, dan kita perlu satu sama lain untuk menjadi sebuah kesatuan yang kuat dan bagus. Kenapa kita perlu gerak bersama-sama? Karena ada orang-orang di luar pintu gereja ini yang perlu dirangkul untuk mengerti ada Tuhan yang memberi mereka pengharapan dan pengampunan.

Misi gereja kita ini tidak dapat dikerjakan oleh 1 orang. Ini dibutuhkan 1 tubuh (anggota), mulai dari mengajak mereka mengalami gereja pertama kali, mengajak mereka untuk dimuridkan, mengajak mereka mengenal komsel.

Sebagian dari anda tidak pernah merasa anda itu orang yang penting. Anda harus tahu Tuhan menganggap Anda penting. 

Tidak Aneh Lagi

I AM BLESSED




Tidak Aneh Lagi
-I Am Blessed #6-
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Lukas Soetopo
June 05th 2016


Intro:
Apa karakteristik sebuah kota yang baik? Baik kota besar atau kecil, kota dengan perumahan lebih lengang atau kota dengan perumahan lebih berdempetan. Apa yang menyebabkan sebuah kota menjadi sebuah kota yang baik? Kota dimana orang bisa merasakan:
  1. Sense of belonging = unique identity (sense of place) – dimana orang bisa merasa terterima, terakomodir.
  2. Comfortable place to live, visit and do business (nyaman ditinggali, dikunjungi dan bekerja)
  3. Strong community = resilient (memberi ketahanan, mendukung orang yang ada disana)
  4. Healthy people! (bukan hanya sehat secara fisik, tapi ekonomi, emosi dan rohani yang sehat)

Komunitas yang sehat dan hidup adalah tempat yang menyediakan kesempatan, sumber, dan lingkungan buat anak, pemuda, orang dewasa untuk menghasilkan/membuahkan kehidupan yang maksimal.

Pikirkan/bayangkan bagaimana orang jadi lebih baik dalam mengatur waktu, hidup pribadinya, kesehatan fisiknya, keuangannya, emosinya, cara menghadapi tantangannya, termasuk kesehatan rohaninya – ini membuat orang mengalami Maximize their life outcomes!

Tidak terkecuali, semua orang, di setiap keluarganya, pekerjaannya, team worknya, gereja, komsel, selalu akan melihat tantangan, dan ternyata jawaban dari semua tantangan yang ada adalah : KITA!! Setiap orang berperan menjadi jawaban yang TUHAN mau!

BAGAIMANA MEMBANGUN HUBUNGAN KOMUNITAS YANG SEHAT??
BACA: GALATIA 5:9-10; Galatia 5:13-16 ; Galatia 5:9-26
Apa yang Paulus ucapkan dari sejak dulu, sudah bicara soal bagaimana setiap orang belajar memberi kontribusi yang baik dalam komunitas. Bukan merusak, bukan semaunya, bukan selalu berpikir saya dapat apa, bukan seenaknya, bukan memecah belah, tapi memberi kontribusi yang baik, saling melayani dan mengalami buah-buah roh.

Supaya kita dan orang lain bisa menemukan:
enjadi sebuah kota yang baik? Kota dimana orang bisa merasakan:
  1. Sense of belonging = unique identity (sense of place) – dimana orang bisa merasa terterima, terakomodir.
  2. Comfortable place to live, visit and do business (nyaman ditinggali, dikunjungi dan bekerja)
  3. Strong community = resilient (memberi ketahanan, mendukung orang yang ada disana)
  4. Healthy people! (bukan hanya sehat secara fisik, tapi ekonomi, emosi dan rohani yang sehat)

MENGAPA PAULUS MENJELASKAN INI:
Karena sebuah keluarga, sebuah tim, sebuah komunitas bisa menjadi tempat belonging, menjadi tempat yang comfortable to live and visit, menjadi tempat yang strong community dan tempatnya healthy people, ketika orang-orangnya menjadi TERPREDIKSI, KONSISTEN dan BERKOMITMEN.

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN UNTUK MENCIPTAKAN INI SEMUA?
  1. Tetapkan DISIPLIN waktu
  2. Jangan BERHUTANG
  3. Jangan MEMBUKA CELA (antar lawan jenis)
  4. Jangan OVER TIME
  5. Jangan MEMBOSANKAN
  6. Jangan berpusat pada DIRI SENDIRI, tapi pada KITA
  7. Jangan hanya DILAYANI, tapi kita ada untuk MELAYANI
Kalau kita melihat 7 hal ini di dalam keluarga, di dalam pekerjaan, team atau komsel kita, maka Anda sedang melakukan GALATIA 5:9-26 dalam praktek kehidupan!

Ingat bahwa PEOPLE ARE BETTER TOGETHER. Orang India berkata: Unkiye, artinya: we are better together! Sebab, siasat adu domba terus dilemparkan kepada kelompok orang India. Bangsa modern yang mau menjajah dan merampas tanah mereka, ingin merusak kesatuan mereka, kekompakan mereka. Oleh karena itu, semboyan ini yang dimiliki oleh beberapa leader yang tidak mau diadu domba, mereka berkata:

We are better together!
People are Better Together

Komunitas “TIDAK ANEH LAGI” bagi kita! Tapi justru komunitas tempat yang membangun bagi kita! Dimana semua orang dimaksimalkan! Dimana semua orang memberi kontribusi! Komunitas yang sehat adalah tempat regenerasi dan tempat support bagi banyak orang. Mari menjadi bagian dan memberi kontribusi untuk membangun komunitas yang sehat. 

30 Juni 2016

I AM BLESSED




Kuasa dari Puji-Pujian (Kolose 3:12-37). Ayat 16: “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.” Akhirnya PERKATAAN Kristus yakni Injil beserta semua pengajaran Yesus dan doktrin tentang Yesus haruslah berdiam dengan berlimpah-limpah ditengah kehidupan kita bersama. Bagaimana caranya perkataan Kristus akan berdiam diantara umatNya? Ajar dan tegur seorang akan yang lain dengan bernyanyi, bermazmur dan puji-pujian rohani . Luar biasa ya, nyanyian/puji-pujian selalu menjadi sarana yang penting untuk menyampaikan kebenaranNya, karena itu Rasul Paulus menasihatkan kita supaya bernyanyi bagi satu sama lain . Nyanyian tetap menjadi dimensi yang sangat penting dari pengajaran bagi gereja masa kini, ada dimensi horisontal dalam nyanyian/puji-pujian kita (kita menyanyi satu dengan yang lain/bersama-sama) dan ada juga dimensi vertikal dalam nyanyian kita (kita menyanyi/memuji untuk Tuhan) . Amin.

Xavier Quentin Pranata
Jika ingin tahu sifat sesungguhnya dari seseorang, lihatlah dia jika berada di bawah tekanan.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 30 Juni 2016. Kaos Idola. Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19). Beruntung benar nasib Martunis. Anak kecil penyintas bencana tsunami Aceh 2004 itu tertangkap kamera sedang mengenakan kaos bola timnas idolanya, Portugal, dengan nama punggung tertulis Christiano Ronaldo. Melihat foto berlatar Aceh yang porak poranda, tergeraklah hati CR-7 untuk menemuinya. Sang idola juga mengangkat Martunis sebagai anak. Sebelas tahun berselang, saat berumur 17 tahun, Martunis diterbangkan ke Portugal untuk mewujudkan mimpinya. Ia resmi bergabung dengan klub Sporting Lisbon. Presiden klub, Bruno de Carvalho, berjanji mendukung Martunis mengembangkan potensinya. Manusia saja bisa memperhatikan nasib penggemarnya, bahkan sampai mau membantu mewujudkan mimpinya—apalagi Allah! Allah bertindak lebih jauh dari itu: Dia telah terlebih dahulu mengasihi kita sebelum kita mengasihi Dia. Bukankah sudah sepatutnya jika kita menyambut cinta kasih Allah yang begitu besar itu dengan mengutamakan Dia dalam kehidupan kita. Sebagai ungkapan rasa syukur, kita menjadikan Dia sebagai pribadi yang paling penting dalam hidup kita, menjadi prioritas utama dalam hati kita. Bukan hanya mengagumi kebaikan-Nya, kita juga secara aktif melakukan segala kehendak-Nya. Kita berjalan dalam terang, tidak menyimpang dari firman-Nya, dan senantiasa melandaskan setiap perbuatan kita pada kasih dan kebenaran-Nya. Bukankah pola hidup mengutamakan Allah semacam ini akan membuat kasih kita sempurna? Kita berjalan dalam terang-Nya, baik di dunia ini maupun di dunia yang akan datang —GDO. MENGUTAMAKAN ALLAH DALAM KEHIDUPAN KITA MENUNTUN KITA DALAM TERANG KASIH-NYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Susan – DPT
Dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi hanya satu orang saja yang mendapat hadiah. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal serta memperoleh mahkota yang abadi.

Wednesday, 29 June 2016

29 Juni 2016

I AM BLESSED




Mazmur 92:1-15. Ayat 13: “mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.” Ayat 14: “Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar.” Ayat 15: “untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.” Mazmur 92 ini mengingatkan kita bahwa berapapun usia kita , kita dapat memiliki kehidupan yang segar dan berbuah . Pria ataupun wanita, besar/kecil mereka yang telah DITANAM di tanah yang subur dalam “Kebun Allah” akan terus BERBUAHmenjadi gemuk dan segar (15). Barangsiapa tinggal di dalam AKU & AKU di dalam DIA, akan terus “berbuah banyak” (Yoh 15:5). Mungkin kehidupan jasmani kita akan semakin merosot, bahkan mungkin tubuh kita mulai nyeri dll, namun manusia BATINIAH kita dapat diperbaharui dari sehari ke sehari (2 Kor 4:16) . Amin. Sudahkah kita BERBUAH? Segar & Gemuk? (tertanam, bertumbuh & berkomitmen) sehingga BUAH-Nya menjadi berkat dan memberkati sesama?)

Xavier Quentin Pranata
Anak buah yang hanya bisa menuntut tanpa mau jadi pengikut adalah karyawan pengecut.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 29 Juni 2016. Bukan Manusia Super. Ia akan diolok-olok, diludahi, dicambuk dan dibunuh, tetapi sesudah tiga hari Ia akan bangkit (Markus 10:34). Manusia cenderung menyukai yang serbasuper, serbahebat, serbadahsyat. Tokoh-tokoh pahlawan dalam komik dan film digambarkan demikian. Semboyan Olimpiade “lebih cepat, lebih kuat, lebih tinggi” secara tersirat mengajak kita bernyanyi, ”Jadilah manusia super!” Manusia beranggapan bahwa di tengah kehidupan yang penuh persaingan ini, mereka yang kuatlah yang akan selamat. Tuhan Yesus menyebut diri-Nya “Anak Manusia.” Artinya, Mesias yang taat sepenuhnya pada Bapa, termasuk menanggung penderitaan di kayu salib, demi menyelamatkan umat manusia. Dia bukan Mesias yang memakai kekerasan dan kekuatan, melainkan Mesias yang lemah lembut dan rendah hati, bahkan jatuh ke tangan musuh untuk disiksa dan mati. Para murid Tuhan Yesus pada waktu itu sulit menerima sosok Mesias yang seperti itu. Sebagian orang pada masa kini pun berpendapat demikian. Tetapi, apa artinya menolak Mesias yang seperti itu? Itu berarti menolak karya keselamatan Allah dalam diri Kristus Yesus. Itu berarti melanggengkan jalan kekuatan dan kekerasan. Itu berarti kehilangan hakikat hidup sebagai manusia. Ketika kita menyambut karya keselamatan-Nya, Tuhan Yesus menyediakan kehidupan baru bagi kita. Hidup baru ini tidak selalu nyaman. Ada saatnya kita ditantang untuk berkurban pula, direndahkan dan dihina, demi ketaatan kepada Tuhan dan dalam rangka pelaksanaan tugas dan panggilan sebagai pewarta keselamatan Allah. Syukurlah, Tuhan Yesus akan menyertai dan menguatkan kita menghadapi tantangan tersebut —HPG. TUHAN TIDAK MEMERLUKAN MANUSIA YANG HEBAT, MELAINKAN MANUSIA YANG RELA UNTUK MENJALANKAN MISI-NYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Kej 39:21 – TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-NYA kepadanya dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu! Bersama YESUS selalu ada jalan. Kalau DIA buka jalan. Tidak ada yang bisa menutupnya. Yes. Ok. Pasti! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Tuesday, 28 June 2016

28 Juni 2016

I AM BLESSED




MELAYANI. Lukas 22:27, “Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.” Bagi kita anak-anak Tuhan Pekerjaan Apapun terlepas dari siapa yang menjadi atasan kita, semuanya dapat dikerjakan dengan senang hati, karena sesungguhnya kita sedang “Melayani Tuhan”. Melayani Tuhan bukan tentang rendah/tinggi perbuatan kita, tetapi kehormatan kita kepada Tuhan. Rasul Paulus mengingatkan kita semua bahwa:
  1. Melayani harus dengan RENDAH HATI (Kis 20:19). Bukan tentang AKU (posisi, penghasilan dll) tetapi tentang Tuhan, yang Tuhan lihat adalah hati kita
  2. MELAYANI Tuhan tanpa gangguan/dengan KEMURNIAN (1 Kor 7:35). Jangan biarkan reputasimu menganggu ketulusanmu , harus penuh Integritas dan sikap hormat
  3. MELAYANI Tuhan dengan RELA (Efesus 6:7). Rasul Paulus mengingatkan agar kita menjalankan pelayanan kita seperti orang-orang yang MELAYANI Tuhan dan bukan manusia (rela = tanpa pamrih)
Mari mulai hari ini kita BEKERJA/MELAYANI dengan sikap hormat, sepenuh hati bahwa apa yang kita kerjakan itu, kita sedang MELAYANI Tuhan. Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 107:29 – Dibuat-NYA badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang! YESUS berkuasa melakukan segala perkara, hidup kita dibuat tenang, aman dan nyaman. Pasti kita alami! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
Orang yang terlalu keras terhadap orang lain namun terlalu lunak terhadap diri sendiri biasanya seorang pemimpin yang buruk.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 28 Juni 2016. Senantiasa Bersyukur. Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya (Mazmur 136:4). Ia tunanetra dan bekerja sebagai pemijat. Semasa hidupnya ia sering berucap, “Tuhan itu baik.” Saya bertanya, “Bagaimanakah pengalaman Bapak tentang kebaikan Tuhan?" Ia bercerita pernah terhindar dari kemacetan panjang dalam perjalanan pulang dari luar kota ketika terjadi tanah longsor. Entah bagaimana, saya merasa kecewa. Saya ingin mendengarkan cerita yang lebih luar biasa. Saya menantikan ia bercerita tentang penghayatannya akan kasih Tuhan, yang membuatnya mampu menjalani kehidupan yang sulit. Kemudian saya membayangkan, jika saya berada dalam posisinya, saya pun tak akan mudah mengucap syukur. Ya, apakah sebenarnya yang patut kita syukuri ditengah pahitnya kehidupan? Dalam Mazmur 136, pemazmur mengajak umat Israel bersyukur untuk tiga hal utama. Pertama, karena Tuhan mencipta alam semesta dengan kebijaksanaan-Nya (ay. 5-9). Kedua, Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari perbudakan di Mesir dengan cara yang dahsyat dan melepaskan mereka dari lawan-lawan mereka (ay. 10-24). Dia melakukan-Nya karena berbelaskasihan kepada umat-Nya yang sebenarnya tidak layak dikasihi (ay. 23). Ketiga, Tuhan melakukan kebaikan dengan memberi makanan kepada segenap makhluk (ay. 25). Andaikan kita mengikuti ajakan pemazmur, niscaya kita tidak akan pernah kehabisan alasan untuk bersyukur. Kita bersyukur atas alam semesta yang Tuhan ciptakan. Kita bersyukur karena Tuhan membebaskan kita dari belenggu dosa dan menganugerahkan hidup yang kekal. Tuhan pun memelihara hidup kita dengan kasihNya --Heman Elia/Renungan Harian. MARILAH KITA MEMUJI-NYA SENANTIASA KARENA DIA BAIK DAN SETIA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Monday, 27 June 2016

27 Juni 2016

I AM BLESSED




Matius 16:18, “Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Kristus berjanji untuk mendirikan gerejaNya berlandaskan kebenaran, dari pengakuan Petrus dan murid-murid lain bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah yang hidup. Yesus Kristus yang menjadi Batu Karang yaitu landasan yang utama dan pertama dari GEREJA/kita (1 Kor 3:11). Amin. Di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku maksudnya: IA akan mendirkan GEREJA/jemaatNya di atas pengakuan Petrus yang kokoh. Sudahkah kita sebagai Gereja/JemaatNya mempunyai landasan yang teguh/kokoh yaitu kebenaran firmanNya sebagai satu-satuNya dasar dalam kehidupan kita? Amin.

Ibu Panca – PKS CL 5
Gereja kita = Rumah Kita. Yesaya 56:7, “....sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.” Siapa saja boleh datang, diterima apa adanya & bahkan kehidupan mereka dibangun untuk menjadi semakin baik. Gereja bukanlah hotel! Firman Tuhan bilang “Gereja” adalah “Rumah” bagi segala bangsa. Di mana setiap anggotanya ikut berperan aktif menjaganya, baik dalam hal kebersihan, keamanan dan kenyamanan. Semua anggotanya harus terlibat dan saling melayani, melayani sesama anggota keluarga dan melayani tamu yang datang. Bagaimana kita menjaga dan melindungi rumah kita? Diperlukan KOMITMEN, komunikasi, dan peran aktif semua anggota. Komitmen dalam hal makan bersama, dalam keluarga selalu ada acara makan bersama, demikian dengan gereja kita perlu makan rohani bersama baik dalam ibadah maupun dalam komsel. Perlu ngobrol/komunikasi dalam wujud: Leaders Gathering, Doa Bersama & pertemuan-pertemuan lainnya. Aktif bersama melayani, rumah kita tidak dapat bersih dengan sendirinya bukan, maka diperlukan orang-orang yang mau terlibat di semua sektor sesuai dengan bidangnya masing-masing sehingga bisa menjadi rumah yang aman dan nyaman untuk ditinggali. Sudahkah Anda terlibat dan ambil bagian dalam Gereja kita? Rindukah Anda punya rumah/gereja yang enak dan nyaman? Terlibatlah dalam pelayanan. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Xavier Quentin Pranata
BEBAS - BATAS = BABLAS.” Xavier Quentin Pranata.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
1 Petrus 5:7 – Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-NYA, sebab IA yang memelihara kamu! Kenapa masih kuatir? Percayai kemampuan YESUS. Pastilah kita ditolong dan diberkati berlimpah-limpah! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 27 Juni 2016. Belajar dari Semut. Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak (Amsal 6:6). Seorang buta berjualan kerupuk. Jika pembeli membayar lebih, ia mempersilakan mereka mengambil sendiri uang kembalian dari tasnya. “Kalau ada yang curang bagaimana, Pak?” tanya seorang pembeli. Ia menjawab, “Gusti Allah tidak akan salah alamat memberikan rezeki, Mas. Kalaupun sekarang saya rugi, saya yakin Gusti Allah menyiapkan rezeki lain buat saya.” Dengan segala keterbatasannya, penjual kerupuk itu tidak lalu bermalas-malasan, namun giat mencari rezeki dengan meyakini kebaikan Allah. Salomo menghardik para pemalas, “Hai pemalas, pergilah kepada semut, dan belajarlah kepada mereka!” (ay. 6-11). Apakah yang dapat kita pelajari dari semut? Sekalipun ia kecil, kita dapat memijaknya tanpa sadar (bdk. Ams. 30:25), semut rajin bekerja di musim panas, mengumpulkan makanannya, menyimpannya, menjaga sarangnya. Bila ada makanan yang lebih besar dari dirinya, semut akan memanggil te man-temannya untuk menyeret makanan itu secara beramai-ramai (ay. 7-8). Makanan yang terkumpul kemudian dinikmati bersama tanpa bersaing dan saling membunuh. Mereka hidup berkelompok, dalam satu koloni yang saling menopang, percaya, dan rukun. Itulah sebabnya, Salomo, sang raja yang penuh hikmat itu, menasihati rakyatnya agar pergi dan belajar kepada semut. Rajin bekerja kala musim panas, agar saat musim dingin yang sangat menyulitkan bagi binatang sekecil semut, mereka memiliki persediaan yang cukup sebagai bentuk pemeliharaan Sang Pencipta. Kiranya kita pun belajar hidup dengan bijaksana --Susanto/Renungan Harian. KEMALASAN MENDATANGKAN KEKURANGAN, KERAJINAN MENDATANGKAN KECUKUPAN. Selamat pagi. Ayo semangat. Tuhan Yesus memberkati.

Bp. Anto – Citraland
Nats: Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus (Filipi 3:7). Renungan: TIDAK LAGI BERARTI. Saat membongkar lemari di rumah Kartasura, saya menemukan barang-barang yang sudah tidak lagi saya gunakan. Semua barang itu saya masukkan ke dalam kardus dan hendak saya buang. Dalam kardus itu, saya juga membuang sebuah piagam penghargaan yang saya peroleh ketika ikut serta dalam tim Paskibraka Kabupaten semasa SMA. Saya sejenak mengenang keringat, tenaga, dan waktu yang saya kurbankan untuk mendapatkannya. Namun, saya memilih membuangnya karena merasa piagam itu tidak lagi berharga. Sebelum Paulus menjadi hamba Kristus, ia begitu membanggakan latar belakang keluarganya, prestasinya, dan kehidupan pribadinya (ay. 5-6). Namun, semua kebanggaannya runtuh ketika ia mengenal Kristus dan dipanggil menjadi pelayan Tuhan (ay. 7-8). Malahan ia menganggap semua kebanggaan itu hanyalah sampah (ay. 8). Dulu semua itu sangat berharga, kini ternyata hanya seperti sampah. Mengapa Paulus bisa mengalami perubahan paradigma secara drastis? Itu semua terjadi karena Paulus menyadari bahwa ia memperoleh keselamatan bukan karena semua hal yang dibanggakannya, melainkan karena Kristus (ay. 9-10). Kebanggaan orang bermacam-macam. Kebanggaan itu bisa berupa kekayaan, prestasi, latar belakang, status sosial, kedudukan, dan masih banyak yang lain. Bagaimana dengan kita? Apakah yang kita banggakan? Apakah kebanggaan itu lebih berharga dari Kristus yang sudah mati bagi kita? Maukah kita mengganggap setiap kebanggaan kita tidak lebih bernilai dibandingkan dengan pengenalan kita akan Kristus? --Sugihendarto Pratama P./Renungan Harian. KITA MENGANGGAP KEBANGGAAN DUNIAWI SEBAGAI TIDAK BERHARGA KETIKA KITA MENEMUKAN KEMULIAAN PENGENALAN AKAN KRISTUS.

Ibu Caroline – Bandung
God's plans for your life, far exceed the circumstances of your day. »Louie Giglio«. Rencana Tuhan untuk hidup anda, jauh melebihi keadaan hari anda. »Louie Giglio«. Mazmur 18:19 “Mereka menghadang aku pada hari sialku, tetapi Tuhan menjadi sandaran bagiku.” Apakah ada hari sial? Dalam zaman pemazmur, agaknya ada hari yang dianggap naas, tetapi yang lebih penting Iman Pemazmur yang menyatakan bahwa Tuhan lebih berkuasa daripada hari naas. Iman Pemazmur tidak terhenti pada ketakutan yang ditebarkan oleh perhitungan hari. Sadarilah bahwa Tuhan adalah Allah yang berkuasa atas setiap hari, jam, menit bahkan detik kehidupan kita. Sesungguhnya setiap orang yang tidak bersandar kepada Tuhan hari ini, maka hadangan pasti muncul. Karena firman Tuhan berkata bahwa Iblis seperti pencuri yang siap menerkam kita setiap saat, kelengahan karena tidak bersandar kepada Tuhan akan mendatangkan kesialan... Hari ini adalah hari yang dijadikan Tuhan untuk kita, jadi angkatlah hati kita dan bersukacitalah hari ini, karena bersama Tuhan kita pasti beruntung, didalam Tuhan setiap hari adalah baik adanya. 1 Kor 2:9, “tetapi seperti ada tertulis: Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul didalam hati manusia, semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Tuhan, pagi ini kami dengan hati yang mengasihiMu, memuliakan, memuji dan menyembahMu. Sukacita, damai yang telah Kau berikan buat setiap kami, kami alami dan kami bersyukur. Dalam minggu ini, kami percaya ada hal hal baru yang akan Kau bukakan buat kami, segala yang indah, yang baik, yang positif akan kami alami. Bawa hati kami bersatu dengan hatiMu, persekutuan pribadi kami dengan Engkau tetap terjalin dalam keadaan apapun. Perlindungan yang sempurna Kau turunkan atas setiap kami dan keluarga, untuk: Liching-Siusiang. Thanks Jesus for the day You have made. There is no one can replace You in us Lord. We give thanks to You. In Jesus name. Amin. Good morning sister. Take care.

Sunday, 26 June 2016

26 Juni 2016

I AM BLESSED




Efesus 1:20, “yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga.” Allah memiliki impian bagi kita, yaitu GerejaNya (kita), Ia memastikan bahwa impianNya tidak akan gagal, yaitu meletakkan Kristus sebagai Kepala Jemaat. Kristus yang bangkit dari antara orang mati. Tidak seorangpun di dunia ini, yang dapat “bangkit” dari antara orang mati untuk hidup selamanya selain Yesus Kristus. Roh yang sama yang membangkitkan Yesus sebenarnya ada di dalam kita . Dengan memiliki Roh yang sama dengan Roh yang membangkitkan Yesus berarti:
  1. Kita memiliki kuasa untuk mengatasi segala tantangan dan cobaan (1 Kor 10:13)
  2. Kita memiliki kuasa untuk membuat mujizat (Yoh 14:12)
  3. Kita memiliki kuasa untuk hidup dan berjalan bersama Allah (Kolose 2:6)
Kristus duduk di sebelah kanan Allah disurga,ketika kita diberi kesempatan untuk duduk di sebelah kanan berarti ia mendapatkan kehormatan yang sama dengan orang yang memberikan tempat tersebut (tempat di sebelah kanan adalah tempat yang diutamakan). Satu hal yang menjadi tujuan Allah yaitu: membawa Kasih dan KeselamatanNya ke seluruh ujung bumi dan GEREJA (kita) sebagai alatNya. Melalui Gereja (kita) semua kepenuhan Allah dinyatakan (Efesus 1:23). Dan IA mengerjakan kekekalanNya bagi dunia melalui GEREJA (kita). Bagaimana dengan kita, apakah kita sudah meresponi panggilanNya? Amin.