I
AM BLESSED
MELAYANI
Alfa
Omega Church Sunday Service
Preacher:
Ps. Lukas Soetopo
June
26th
2016
Intro:
Perbedaan
budaya barat dan timur.
POINT:
Hal
ini terlihat sederhana, tapi “tanpa kita sadari, itu mempengaruhi
cara pandang kita terhadap TUHAN.” Manusia melihat atau mengukur
dari kacamata budaya.
Untuk
pekerjaan pelayanan Rumah Tuhan di awal-awal jaman perjanjian Lama,
ketika sebutannya Kemah Tabernakel.
Bilangan
3:6,
“Lalu Musa mencatat mereka sesuai dengan titah Tuhan, seperti yang
diperintahkannya.”
Berarti
detail area pelayanan, siapa-siapa yang bisa melayani di area itu,
semuanya diperhatikan Tuhan, bahkan harus sesuai dengan perintah
Tuhan.
Ayat
25
Yang
harus dipelihara bani Gerson dalam Kemah Pertemuan ialah Kemah Suci
dan Kemah dengan tudungnya (hari ini atapnya), tirai pintu Kemah
Pertemuan.
Ayat
26
Layar
pelataran (halamannya) dan tirai pintu pelataran yang ada di
sekeliling Kemah Suci dan mezbah dan talinya, termasuk segala
pekerjaan yang berhubungan dengan semuanya itu.
Ayat
27
Puak
Kehat terdiri dari Kaum Amram, kaum Yizhar, kaum Hebron dan Kaum
Uziel; itulah kaum-kaum Kehat. Barang kudus adalah perkakas yang ada
di ruang Maha Kudus.
“Pelihara”
artinya membersihkan, maintenance.
“Detail
area pelayanan, siapa-siapa yang bisa melayani di area itu, semuanya
diperhatikan Tuhan, bahkan harus sesuai dengan perintah Tuhan.”
Kalau kita mau tahu
betapa pentingnya ini dan sangat seriusnya ini di hadapan Tuhan, ayat
10 menceritakan: “Tetapi Harun dan anak-anaknya haruslah kau
tugaskan untuk memegang jabatannya sebagai imam, sedang orang awam
yang mendekat harus dihukum mati.”
“Detail
area pelayanan, siapa-siapa yang bisa melayani di area itu, semuanya
diperhatikan Tuhan, bahkan harus sesuai dengan perintah Tuhan.”
Melayani Tuhan bukan
dengan kacamata budaya timur atau barat, TAPI melayani Tuhan memakai
kacamata Tuhan.
SEMUA
PELAYANAN DI MATA TUHAN ADALAH PENTING.
Hal terkecil yang Anda
lakukan buat Tuhan, itu berharga di mata Tuhan. Hal-hal yang Anda
pandang rendah untuk Anda lakukan, itu berharga di mata Tuhan.
“Jangan biarkan (budaya) itu mempengaruhi cara pandang kita
terhadap Tuhan.”
“Tuhan
tidak pandang posisi Anda, yang Tuhan pandang hati Anda.”
Lukas
22:27
– Siapa yang lebih penting: orang yang makan atau orang yang
melayani dia?
Melayani
Tuhan bukan tentang rendah/tinggi perbuatan kita, tapi kehormatan
kita kepada Tuhan.
WHAT CAN I DO? APA YANG
HARUS AKU LAKUKAN?
- Melayani bukan tentang Aku
Paulus
– Kisah 20:19 dengan
segala rendah hati
aku melayani Tuhan. Kerendahan hati artinya: bukan tentang aku
(posisiku, penghasilanku, dll), tapi tentang Tuhan. Tuhan tidak
pandang posisi Anda, yang Tuhan pandang hati Anda.
- Melayani Tuhan tanpa Gangguan (dengan Kemurnian)
1 Korintus 7:35
melayani Tuhan tanpa gangguan. Jangan biarkan reputasimu mengganggu
ketulusanmu.
- Melayani Tuhan dengan Rela
Efesus 6:7 – dan
yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang
melayani Tuhan dan bukan manusia. Rela = I will don anything for God
(tanpa pamrih).
Kesimpulan:
Melayani TUHAN bukan
tentang rendah/tinggi perbuatan kita, tapi kehormatan kita kepada
TUHAN.




