Monday, 31 October 2016

Believe + Values = Culture and Attitude

BILLIONAIRE




Believe + Values = Culture and Attitude
-Billionaire Part 5-
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Elijah Soetopo
October 30th 2016


Apa yang membentuk sebuah budaya seseorang, budaya sebuah keluarga, budaya sebuah perusahaan, budaya sebuah gereja? The believe system (apa yang dipercayai) and the value (apa yang dihargai).

Budaya adalah apa yang tidak selalu tertulis, tapi dilakukan dan dipraktekkan. Budaya adalah sesuatu yang kita ijinkan terjadi atau kita larang terjadi. Itu disebut budaya – baik itu budaya seseorang, budaya keluarga, budaya perusahaan, budaya sebuah gereja.

Text:
Filipi 2:5, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga di dalam Kristus Yesus.”
BIS: “Hendaklah kalian berjiwa seperti Kristus Yesus.”
MILT: “Karena apa yang ada di dalam Kristus, biarlah itu dipikirkan olehmu juga.”

Apa itu pikiran dan perasaan dalam Kristus Yesus? Ini bicara soal APA YANG YESUS PERCAYAI dan APA YANG MENJADI NILAI-NILAI YESUS (what Jesus believes and what Jesus values). Karena kehidupan Tuhan Yesus bukan hanya sekedar kehidupan yang dijalani apa adanya. Tapi Tuhan Yesus membangun Budaya (culture) – sesuatu yang Tuhan mau itu terjadi dan sesuatu yang Tuhan larang itu terjadi. It's culture!!

Budaya keuangan yang Yesus ajarkan perlu menjadi Budaya Keuangan kita! Karena kita tahu hati Tuhan adalah Dia ingin memberkati hidup kita dan membuat hidup kita berjaya!!

  1. MENGAPA KITA HARUS MEMBANGUN BUDAYA KEUANGAN YANG SESUAI FIRMAN TUHAN?
  1. Memahami Budaya Keuangan yang Baik Menolong Pernikahan (Understanding Your Money Attitude Helps Your Marriage)
Believes and Values yang dibentuk oleh firman Tuhan dalam area uang, menghindarkan rusaknya hubungan dalam pernikahan.
  1. Memahami Budaya Keuangan yang Baik Menolong Anak-Anak Kita (Understanding Your Money Attitude Helps Your Children)
Budaya keungan yang terbaik yang bisa kita pelajari, selain daripada budaya keuangan firman Tuhan! Yang Tuhan ajarkan, supaya kita menang atas uang dan hidup kita bukan hanya berhasil tapi berjaya!
  1. Memahami Budaya Keuangan Menolong Diri Kita (Understanding Your Money Attitude Helps Yourself)
Kita jadi lebih strategis dalam merencanakan. Lebih bijak dalam mengeluarkan. Lebih cerdas dalam mendapat. Lebih berlimpah dalam memberi. Kita harus menentukan apa yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, menyingkirkannya dan segera menggunakan budaya firman Tuhan dalam hidup kita.

Budaya keuangan yang Yesus ajarkan perlu menjadi Budaya Keuangan kita! Karena kita tahu hati Tuhan adalah Dia ingin memberkati hidup kita dan membuat hidup kita berjaya!

1 Yohanes 2:6
Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” (Budaya Kristus yang kita pakai dalam hidup kita!)

1 Korintus 11:1, Paulus mengingatkan untuk menjadi “PENIRU KRISTUS” sebab itu yang Paulus coba lakukan dalam hidupnya. Kita perlu membangun Budaya Kristus dalam hidup kita, khususnya Budaya Tuhan dalam Budaya Keuangan kita!

  1. APA NILAI TUHAN DALAM AREA KEUANGAN? (It shapes our values)
  • Skillfull (mahir/terampil) dalam mendapat
  • Wise (bijaksana) dalam menata (Income = God + Myself + Expenses Needed). Artinya: punya budget, berhati-hati dengan hutang, menabung, memberi. Kalau kita lakukan ini, otomatis margin akan terus bertambah dalam hidup kita!
  • Abundant (berkelimpahan/berlimpah) dalam memberi (perpuluhan, persembahan khusus, dan persembahan janji iman). Karena Tuhan ingin kita jadi seperti Bapa yang di Surga, karena Tuhan ingin hubungan yang lebih dekat dengan kita, karena Tuhan ingin memberkati kita lebih lagi!

  1. APA YANG KITA PERCAYAI? (It shapes our beliefs)
Kita adalah manager keuangan Tuhan (God's money manager). Dia yang mempercayakan kepada kita apa yang kita milki dan apa yang kita punyai. Sebagai manager keuangan Tuhan kita harus tahu uang kita milik siapa dan apa yang harus dilakukan dengan uang kita.
God is Giver and a Source! Tuhan adalah Sumber yang luar biasa! Sumber yang selalu MEMBERI! Contoh: seperti gas bumi, selalu ada dan selalu mengeluarkan. Tuhan juga selalu ada dan selalu memberi buat hidup kita!!

Conclusion:
Contoh: Cerita Dave Ramsey.

The Church Just Wants Your Money, Really?

BILLIONAIRE




The Church Just Wants Your Money, Really?
-Billionaire Part 4-
Alfa Omega Church Sunday Service
October 23rd 2016


Intro:
Sebuah prinsip yang bagus berkata: “Cara untuk menang dalam hal keuangan adalah: memiliki gaya hidup memberi”. Tapi, prinsip yang benar ini banyak disalah-artikan sampai membuat banyak orang berpikir bahwa gereja hanya ingin uang kita. Karena pemikiran yang keliru ini, akhirnya orang tidak memberi – entah karena malas, atau kecewa, atau bahkan mungkin tidak tahu bahwa memberi itu salah satu kunci – sehingga tidak pernah melihat mujizat, terobosan, dan kemajuan dalam hal keuangan.

Tapi, apakah benar gereja hanya ingin uang Anda? Apa sebenarnya kehendak Tuhan untuk keuangan Anda? Apa sebenarnya prinsip memberi? Mengapa kita harus memberi? Bagaimana kita harus memberi?

MENGAPA MEMBERI?
Yohanes 3:16 (BIS)
Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup sejati dan kekal.”

(1) God is a Giver – Tuhan adalah Pemberi
Bahkan sebelum kita tahu apa yang baik, Dia telah terlebih dahulu memberikan Anak-Nya. Bukan hanya itu, setiap hari, udara yang kita hirup, otak kita masih bekerja, tubuh kita masih berfungsi, kita masih bernapas, kita masih bisa bergerak, planet di sekitar kita tidak saling bertabrakan atau menyerang bumi ini – semuanya itu adalah karena Tuhan MEMBERI kepada kita (Lukas 6:36).

(2) Tuhan ingin membangun hubungan dengan kita
Matius 6:20-21

(3) Tuhan PERLU untuk memberkati kita
Salah kalau kita berpikir, Tuhan perlu uang kita. Gereja perlu uang kita. Yohanes 10:10, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

APA SAJA JENIS PERSEMBAHAN/PEMBERIAN?
Kata-kata persembahan berasal dari kata-kata bahasa Ibrani “Karbanot” — (ing) “sacrifices”, “offerings”. Asal mula kata-kata “Karbanot” ini artinya “to draw near” – untuk mendekat. Jadi, persembahan membawa kita lebih mendekat kepada Tuhan.

Ada 5 jenis persembahan yang bisa kita lakukan:
1. PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN
Persembahan persepuluhan adalah 10% dari pemasukan kita setiap bulannya (Maleakhi 3:10, 11). Saat kita memberi perpuluhan, artinya: Kita berbicara kepada Tuhan, “Tuhan yang aku punya adalah milikMu”.

Story: William Colgate

Tuhan butuh kita hidup dalam kelimpahan. Karena itu, kita perlu memberi.

2. PERSEMBAHAN SUKARELA
Lukas 6:38
Persembahan sukarela adalah persembahan lain yang kita berikan, di luar persembahan perpuluhan kita.”
2 Korintus 7:9
Sukarela bukan berarti “se-sesukanya, se-relanya, sak welase”. Sukarela bicara tentang attitude (sikap) hati kita saat memberi. Ingat, Tuhan bukan pengemis sampai kita memberi “se-sesukanya, se-relanya, sak welase”. Dia tetap layak mendapat kualitas yang baik dari hidup kita.

Tuhan bukan butuh uang kita. Tuhan butuh HATI kita, dan Ia mau memberkati kita. “Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Berilah dengan ukuran iman yang besar!

3. PERSEMBAHAN BUAH SULUNG
Amsal 3:9-10. Buah sulung adalah hasil pertama dari pendapatan kita. Antara lain seperti:
- gaji pertama yang diterima saat bekerja
- gaji pertama dalam tahun itu

Saat kita mengambil langkah iman melakukan ini, Tuhan berjanji “maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”

Tuhan perlu memberkati kita. Maukah kita men-stretch iman kita untuk melihat mujizat lebih lagi?

4. PERSEMBAHAN JANJI IMAN
2 Korintus 9:6, 10-11. Persembahan janji iman adalah persembahan khusus (di luar persembahan persepuluhan dan lainnya), yang kita berikan. Biasanya untuk investasi gereja, pembangunan gedung gereja, program pelayanan yang ada (Sound of Praise, Natal, dll).

Sekarang setelah ladang kita dilindungi, ladang ini perlu ditaburi benih. Perlu ditanami. Kalau tidak, tidak akan menghasilkan. Persembahan persepuluhan itu ibarat pagar untuk ladang Anda. Persembahan khusus/janji iman, ibarat benih yang kita tabur pada lahan yang sudah dipagari & dilindungi. Bukan kita berpikir “Nanti Tuhan, kalau keuangan sudah lebih stabil, sudah mulai lancar.” Justru saat kita berkebutuhan, kita di posisi yang paling pas untuk menerima mujizat!!! Sehingga, saat gereja mengumumkan kesempatan untuk kita terlibat secara keuangan, terlibatlah.

Justru saat kita berkebutuhan, kita di posisi yang paling pas untuk menerima mujizat!!!

Conclusion:
Bayangkan…
- Kita punya Tuhan yang nggak butuh duit kita. Tapi justru dia PERLU untuk memberkati kita!!!
- Tuhan perlu hidup kita berlimpah
- Bayangkan Anda melangkah dengan berani, belajar memberi. Yang sudah setia memberi, terus memberi, bahkan meningkatkan level & persentase pemberian Anda. Yang belum, Anda belajar melangkah.
- Bayangkan semua kebutuhan hidup Anda, semua hal yang mungkin masih kurang… Tapi juga bayangkan justru saat kita berkebutuhan, kita di posisi yang paling pas untuk menerima mujizat!!!
Kita punya Tuhan yang PERLU MEMBERKATI kita dan MELIMPAHI kita semua. 

O3

BILLIONAIRE




O3
-Billionaire Part 3-
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Elisheba Soetopo
October 16th 2016


INTRO:
Siapa mau proses penambahan INCOME lebih baik lagi?

Seri 1 – IGME (Income, God, Myself (tabungan, dll), Expense needed.)
Seri 2 – Yesus mengajarkan tentang income lebih lagi (jadikan Dia Epistata (Lord) atas keuangan Anda, Gali lebih lagi)

1. Otot Tangan – bicara Rajin
Amsal 12:24, “Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.” Amsal 12:27, “orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.”

Rajin” – gambarannya: pengirik, terkait dengan otot
Contoh : Cerita Pengirik

Contoh: Boaz – pengusaha kaya, di jaman Israel

Bukan hanya kerja dengan OTOT, tapi juga harus SMART

2. Otaksmart/ kepandaian
Waktu kita GALI lebih lagi – Gali dengan kepandaian, bukan hanya dengan kerja keras. Perhatikan: Amsal 24:3. “Kepandaian”: intelligence, kecakapan (cakap emosi, cakap berpikir), pemikiran, pengertian. Contoh: Cerita 5 roti dan 2 ikan (Matius 14:13-21).

Menarik kata “Lihat”, ada 3 jenis orang melihat:
-Lihat secara literal
(Contoh: tidak buta, asal tidak nabrak, jalan kelihatan)

-Lihat secara detail
(Contoh: oh ada warna biru, ada warna putih; lihat acara keren? dia lihat kekerenan; lihat acara bagus? Dia lihat sesuatu yang bagus)

-Lihat secara visi
(Contoh: masuk ruangan, dia lihat ini, itu, terinspirasi dari yang dia lihat.)

-Di 1 sisi…murid-muridnya juga“lihat”
Ayat 15 menjelang malam, murid-muridNya datang kepadaNya dan berkata: tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi… TAPI ,mereka Lihat hanya secara detail (kategori 2)

Find a need and turn it to be an opportunity!
Temukan kebutuhan dan ubah itu menjadi sebuah kesempatan.

3. Omnipotent of GOD (Kemahakuasaan Tuhan)
Untuk SUKSES, untuk lihat berkat lebih lagi… Kita semua perlu OMNIPOTENT OF GOD (Kemahakuasaan TUHAN).

Cerita Anak DAUD,namanya Salomo, yang juga mengalami Kemahakuasaan TUHAN berkata:
Amsal 14:27, “Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.”

Artinya: takut sama TUHAN yang mahakuasa itu sumber kehidupan. “Kehidupan” – bicara tentang tumbuhan, binatang, alam semesta, cakrawala.

-Menarik kata “Sumber” – fountain. Kemahaakuasaan TUHAN dikaitkan dengan sumber. Perhatikan: 1 Petrus 5:10; Roma 15:33; Lukas 10:19; Keluaran 15:26; Ulangan 7:13.

Filipi 4:19 – Allahku akan memenuhi (supply) segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus.

CONCLUSSION:
Bayangkan: Hidup kita Rajin, Pandai dan disempurnakan oleh kekuatan supranatural Tuhan? Ketika OTOT, OTAK, dan Kemahakuasaan Tuhan terjadi
-Betapa berbedanya hidup Anda dan saya?
-Betapa diberkatinya kita? Ketika kita: menemukan kebutuhan dan mengubahnya menjadi sebuah kesempatan.
-Minta hikmat TUHAN: LIHAT bukan hanya secara literal, atau detail; tapi LIHAT dengan VISI.

Di “mulai” dari OTOT (rajin)
Di “tambahin” OTAK (kepandaian)
Di “sempurnakan” oleh OMNIPOTENT OF GOD (Kemahakuasaan Tuhan)!

Contoh:
YESUS. Semasa hidupNya, Dia rajin, Dia pandai, Dia mengandalkan kemahakuasaan TUHAN… Dia berhasil tuntaskan misinya → jadi Juruselamat semua umat manusia, dosa manusia ada pengampunan!

INCOME

BILLIONAIRE




INCOME
-Billionaire Part 2-
Alfa Omega Church Sunday Service
October 9th 2016


INTRO:
I G M E, dimulai dengan INCOME.
Yeremia 29:11, Aku tahu rencana yang ada padaKu bagi kamu, Aku mempunyai rencana yang baik bagimu. Aku tidak merencanakan melukai kamu. RencanaKu ialah memberikan pengharapan dan masa depan yang lebih baik bagimu.”

A. Apa yang Alkitab ajarkan?
Paulus membahas tentang konsep gaji/upah/bayaran dalam kitab Roma, ketika dia mengajarkan tentang Anugerah Tuhan.

Roma 4:4 (BIMK) orang yang bekerja, menerima gaji, dan gajinya tidak dianggap sebagai suatu pemberian, sebab itu adalah haknya.
Perhatikan: 2 Tesalonika 3:10-15 (Terjemahan Sederhana Indonesia/TSI). 2 Tes 3:10-11, “Dan waktu kita masih bersama, kami sudah menyuruh kalian seperti ini, siapa yang tidak mau bekerja, tidak boleh makan.Kami mengingatkan kalian tentang hal itu karena kami mendengar bahwa ada beberapa orang diantara kalian yang malas bekerja. Mereka sama sekali tidak bekerja, tetapi hanya sibuk mencampuri urusan orang lain.”

B. Bagaimana mendapatkan pemasukan?
Amsal 18:11 (BIMK); Amsal 20:17. BODY: Apakah Bapa di Surga sendiri pernah deal dengan kebutuhan makan? Lukas 5:2, “Yesus melihat dua perahu di pantai itu; nelayan-nelayannya sudah turun dari perahu-perahu itu dan sedang mencuci jala mereka.”

Mencuci jala menceritakan bahwa nelayannya itu habis bekerja keras sepanjang malam. Jadi setelah mereka kerja, dan mereka tidak akan kerja lagi, mereka cuci jalanya, dibersihkan. Ini saatnya mereka untuk pulang dan makan lalu istirahat.

Tapi, Tuhan Yesus, naik ke perahu mereka, menggunakan perahu mereka untuk khotbah. Setelah Tuhan Yesus selesai mengajar (KKR besar) seperti biasanya, lalu kemudian perhatikan kitab Lukas 15: 4-5.

Pernakah kita ada di situasi dimana kita sudah berusaha bekerja, tapi rasanya mungkin:
  1. gitu-gitu aja”, dan kita masih perlu INCOME lebih banyak lagi
  2. Ga bisa banget”, entah pasar lagi sepi dan sudah dicoba, nggak ada apa-apa sama sekali

Tapi semua perlu ingat Tuhan, kenapa? Karena:
I have a plan for you, plan to prosper you and even more.
Aku punya rencana buat kamu, rencana untuk memberkati kamu bahkan lebih lagi

Kata-kata “Bapak Guru” yang dipakai Simon ini berasal dari kata epistata = a person who stands over the others, such as a commander or officer. Seorang yang lebih dari orang lain.

Di ayat ini hanya pengikut atau murid yang menggunakan kata epistata, yang artinya “tuan/guru”. Yang lain pakai kata didaskalos yang artinya “Guru” tapi ini kata “epistata” yang artinya aku pengikutMu.
Ijinkan Tuhan itu menuntun kita dalam hal income ini. Jangan hanya kita sebut Dia Tuhan, tanpa memperlakukannya sebagai Tuhan dalam hidup kita.

Seringkali Tuhan mau pakai apa yang SUDAH Tuhan titipkan, hanya perlu digali lebih dalam. Istilahnya KAMU DIBERKATI, HANYA PERLU DIGALI.

Potensial dan kesempatan memperoleh income itu seringkali sudah ada di tangan kita, hanya perlu digali lebih dalam. Jangan berkata aku ya udah kerjanya gini, ini sudah mentok. Petrus juga bisa berkata seperti itu, tapi Tuhan bisa bawa kita ke tempat dimana kita tidak tahu. Karena Tuhan Mahatahu, bukan kita Mahatahu, meskipun kita memiliki keahlian.

Dari ayat ini saja kita bisa menemukan 2 prisnsip:
  1. Pikirkan apa kemampuan Anda, gali lebih dalam bagaimana bisa lebih memaksimalkan. Perhatikan Lukas 5:3; Lukas 6-7; Yesus naik ke salah satu perahu, yaitu perahu Simon, lalu menyuruh Simon mendorong perahunya itu sedikit jauh.
  2. Temukan dimana traffic/target banyak berada. I have a plan for you, plan to prosper you and even more… Aku punya rencana buat kamu, rencana untuk memberkati kamu bahkan lebih lagi.

Tuhan tidak pernah memikirkan untuk memiskinkan kita, tapi untuk memberkati kita, sampai pada kelimpahan. Kita perlu usaha mendengar Tuhan, dan mengerjakan yang Dia percayakan.

CONCLUSION:
2 hal yang dapat Anda lakukan:
- Mendengar
- Menggali lebih dalam
Tuhan ingin berkata: Aku masih mau bicara dan mengarahkan kamu. I have a plan for you, plan to prosper you and even more. Aku punya rencana buat kamu, rencana untuk memberkati kamu bahkan lebih lagi.

KONSEP DIRI

BILLIONAIRE




KONSEP DIRI
-Billionaire Part 1-
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Lukas Soetopo
October 2nd 2016


Intro:
Berapa banyak uang yang akan membuat kita bahagia?
Berapa sedikit uang yang akan membuat kita bahagia?

KITA MENJADI TUAN ATAS UANG KITA

Ibrani 13:5, “Janganlah kamu menjadi hamba uang…” (artinya: Jadikan uang itu hambamu). Sehingga, ketika kita jadi TUAN atas uang kita, maka kita semakin baik dalam keuangan yang dewasa; bijak soal hutang; mengatasi sikap gengsi lebih baik, mempersiapkan masa depan lebih baik.

  1. Bagaimana kita menjadi Tuan atas uang?
Bagaimana kita jadi Tuan atas uang? Jawabannya adalah Memiliki KONSEP DIRI yang benar. *KONSEP DIRI adalah: kumpulan pola pikir, kepercayaan yang kita dapat dari lingkungan sosial dan tujuan hidup kita, yang menjadi bagian dari diri kita.
*KONSEP DIRI adalah cara kita melihat diri kita dan cara kita berpikir tentang diri kita, yang akan kelihatan dari cara kita meresponi area kehidupan kita, termasuk keuangan.

We Act in Manner Consistent with Our Self Concept
Kita Bertindak Sesuai Dengan Konsep Diri Kita”

Contoh 1: Cerita Adi dan Budi. Perhatikan: Roma 12:3. Punya KONSEP DIRI yang sesuai ALKITAB. Dalam cahaya ANUGRAH TUHAN sangat penting untuk pertumbuhan spiritual, emotional, physicial, dan FINANCIAL growth!

  1. APA WUJUDNYA (contohnya) KONSEP DIRI YANG MENJADIKAN KITA TUAN ATAS UANG?
1 Raja-Raja 17; 2 Raja-Raja 4:1-7. Masa hidup manusia di bagi 3.

-----Free Loading-----|------Bekerja------|----Free Loading-----
1 2 3

*Masa pertama adalah Free Loading. Kita selalu dapat income dan pemasukan. Bukan dari hasil usaha kita. Tapi dari orang tua atau orang lain.
*Masa kedua: masa dimana kita harus bekerja, mendapat penghasilan dan pemasukan kita sendiri, membayar kebutuhan-kebutuhan, dan mengelola keuangan kita.
*Masa ketiga: masa dimana kita tidak mampu bekerja lagi. Entah karena sakit, karena tutup usia, atau karena menua. Di masa ketiga, bisa jadi masa Free Loading lagi buat kita. Tapi bagaimana kita menikmati masa ketiga, sangat ditentukan oleh bagaimana kita Bijaksana dalam masa kedua kita!

I” adalah INCOME
G” adalah GOD
M” adalah MYSELF
E” adalah EXPENSES NEEDED

Setelah Income, berikutnya Tuhan ajarkan adalah Menata dan Mengelola Uang tersebut. Kalau kita sadar bahwa semua yang kita miliki adalah dari Tuhan, maka kita bawa perpuluhan kepada Tuhan. Ini bicara tentang GOD. Kita bawa perpuluhan, dan juga bawa persembahan kepada Tuhan. MyselfIni bicara tentang pentingnya punya tabungan jangka panjang dan tabungan jangka pendek. Entah itu dalam bentuk deposito, dalam bentuk property, dalam bentuk asuransi, dalam bentuk emas, dsb. Tabungan jangka pendek untuk kebutuhan atau keinginan di masa yang akan datang. “E” bicara tentang Expenses Needed. Ini adalah Pengeluaran-Pengeluaran Kebutuhan kita.

Baik dari pengeluaran untuk kebutuhan pribadi, sampai rumah tangga, dan ini bisa kita aplikasikan pada perusahaan.

Sehingga, pelajaran apa yang kita bisa petik dari orang yang punya Konsep Diri yang baik?
  • Seimbang dalam Mendapat
  • Berlimpah dalam Memberi
  • Bijaksana dalam Mengelola dan Mengatur

Orang yang punya konsep diri yang benar, dia akan SEIMBANG dalam MENDAPAT, MEMBERI DAN MENGELOLA!

Konklusi:
Contoh: Cerita Felix Mendelssohn. BAYANGKAN, ketika kita semua punya KONSEP DIRI yang jelas dalam Tuhan – kita bisa jadi Tuan atas uang! Kita akan semakin baik dalam keuangan yang dewasa; bijak soal hutang; mengatasi sikap gengsi lebih baik, memberi dengan berkelimpahan, mempersiapkan masa depan lebih baik.