Friday, 31 August 2012

31 Agustus 2012



31 Agustus
Yohanes 14:12, “Barangsiapa percaya kepada-Ku, dia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu.” Sebagai anak-anakNya atau orang percaya lakukan apa yang Tuhan lakukan. Jika tidak, 'kita bukanlah orang benar-benar orang percaya'. Apa yang Tuhan Yesus lakukan? Pekerjaan terbesar yang Tuhan lakukan adalah memberitakan Injil, melakukan mukjizat, memuridkan orang banyak, menjawab kebutuhan mereka! Sudahkah kita sebagai orang percaya bertindah seperti yang Tuhan Yesus lakukan? Bahkan lebih besar dari itu?

Respon
Baik Ibu, saya akan mengambil dan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya saya dapat mengadakan perlawanan di hari yang jahat pada saat ini, dan tetap berdiri tegap sesudah menyelesaikan Amanat Agung Tuhan Yesus! Karena saya sadar Ibu, memberitakan Injil itu akan menyerang kuasa si jahat atas manusia, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah! Maka dengan itu, saya sungguh bersyukur dan bersukacita kepada Bapa yang di sorga Ibu karena sudah melayakkan kita semua untuk mendapat bagian di dalam apa yang ditentukan bagi orang-orang pilihan di dalam Kerajaan Terang untuk memberitakan Injil dengan berikatpinggangkan kebenaran dan berkasutkan kerelaan besar supaya mereka juga dapat dilepaskan dari kuasa si jahat dan dapat menikmati damai sejahtera yang Tuhan kehendaki bagi mereka! Terima kasih banyak ya Ibu, Tuhan memberkati, amin.

Thursday, 30 August 2012

30 Agustus 2012



30 Agustus
Pemuridan bukanlah program “gereja” yang diwajibkan, tetapi Perintah Agung atau Amanat Agung Tuhan bagi setiap murid Kristus. Matius 28:19-20, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Pendorong utama keberhasilan dalam pemuridan adalah:
1) Hati yang haus untuk dimuridkan
2) Memiliki “roh anak” atau menempatkan diri sebagai “anak” akan membuat diri kita memiliki “tudung rohani” sehingga terhindar dari serangan si jahat.
3) Keterbukaan adalah “awal dari kesembuhan atau pemulihan”.
Jika kita melakukan ke 3 hal ini dalam proses pemuridan “one on one”, maka hidup kita akan berdampak bukan hanya bagi orang yang dimuridkan saja, tetapi juga bagi keluarga dan komunitasnya! Mari saudara-saudaraku, kita menjadi rekan sekerja Allah untuk memuridkan jiwa-jiwa melalui “one on one” mission di setiap bidang kehidupan kita!

Respon
Amin Ibu, damai dan sejahtera Tuhan Yesus selalu menyertai! Ibu benar, saya harus belajar melakukan apa yang sudah menjadi kehendak Tuhan di dalam firmanNya, maka dengan itu saya bersedia Ibu untuk memberikan hati ini untuk menjadi milikNya agar senantiasa kuasa Tuhan semakin hari semakin membersihkan diri saya dari keakuan kehidupan saya dengan kehendakNya, dan bukan kehendak diri saya sendiri! Karena saya sadar Ibu, Dialah Sang Pencipta kehidupan ini dan saya hanyalah ciptaanNya! Oleh sebab itu saya percaya di dalam Tuhan segala sesuatunya tidak ada yang mustahil Ibu, meskipun menurut ukuran manusia tidak akan mungkin, tetapi bagi Tuhan bisa menjadi mungkin! Dikarenakan tuntunan RohNya yang ditaati akan mengalirkan kehidupan Ilahi untuk membuat setiap kita bertumbuh di dalam otoritas Ilahi! Terima kasih banyak ya Ibu, selamat beraktivitas, Tuhan memberkati, Gbu.

Wednesday, 29 August 2012

29 Agustus 2012



29 Agustus
Dalam pesan terakhir Tuhan Yesus kepada murid-muridNya DIA berkata: Kamu akan Kujadikan saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi (Kisah Para Rasul 1:8). Setiap penjuru dunia ini seberapa pun terpencilnya harus dijangkau oleh berita salib Kristus. Sang Juruselamat menyerahkan nyawaNya bagi dunia atau semua orang yang berarti orang-orang yang berada di sekitar kita maupun yang jauh dari kita. Di manapun kita berada kita dapat memberitakan KASIH KRISTUS kepada seseorang! Amin. Kepada siapakah kita akan memberitakan InjilNya hari ini??

Respon 1
Kalo memiliki HATI KRISTUS kita pasti bisa menjadi saksi Kristus, karena hanya Hati Kristus saja yang memampukan kita dapat melayani sesama dengan tidak memandang rupa tapi tidak memandang hati.

Respon 2
Betul (y) :D. Menjadi pembawa kabar baik itu amanat Agung dari Tuhan. Mari minta hati seperti HATI Tuhan yang tidak melihat rupa dalam menyampaikan Injil karena Tuhan ingin DUNIA ini diselamatkan tanpa terkecuali. Gbu

Respon 3
Terima kasih Ibu sudah banyak membuat saya mengerti dan tersadar akan pentingnya memenuhi panggilan Tuhan di dalam menjadi saksi-saksiNya di muka bumi ini! Maka dengan itu, baik Ibu saya bersedia, memenuhi pesan Tuhan di dalam menjangkau mereka yang belum menerima kabar keselamatan, dengan berkasutkan kerelaan dan ketulusan hati! Karena saya percaya akan janji Tuhan yang mengatakan bahwa “olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” Maka dengan itu, saya mau Ibu untuk memenuhi panggilanNya di dalam menjadi saksi-saksiNya dan untuk menjadi berkat bagi mereka yang terhilang! Terima kasih banyak ya Ibu, selamat melayani di dalam komsel gabungan nanti malam, dan biarlah Tuhan akan melimpahkan kasih karunia dan damai sejahtera yang melimpah melalui urapanNya! Gbu.

Tuesday, 28 August 2012

28 Agustus 2012



28 Agustus
Orang takkan percaya kepada Yesus, jika Injil belum mereka dengar. Jadi kitalah yang harus mewartakan beritaNya kepada “dunia” jauh maupun dekat. Kita bisa menjadi saksi bagi Kristus di mana saja kita berada, amin. Matius 4:19, “Yesus berkata kepada mereka: Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Setiap kita memiliki kesempatan untuk membawa berita Injil kepada orang-orang di lingkungan kita, di manapun kita berada, adakah orang yang ingin kita jangkau hari ini?? Jadikan gaya hidup Kristus menjadi bagian dari hidup kita.

Respon
Baik Ibu, saya akan belajar hidup oleh Roh dan dipimpin oleh Roh agar saya bisa sampai kepada tujuan hidup ini Ibu, yaitu berjalan dengan Roh Kudus dan hidup bagi kehendak Allah, agar saya dapat beroleh kekuatan menjadi saksi Kristus di manapun kaki ini melangkah, untuk saya mempunyai kerinduan. Kiranya Tuhan mengasihani setiap kita semua Ibu untuk IA memberkati kita dengan menyinari setiap kita dengan wajahNya, supaya jalan-jalanNya dikenal di muka bumi ini dan keselamatanNya di antara bangsa-bangsa semua! Saya mengucapkan terima kasih banyak ya Ibu atas semua kebaikan Ibu untuk terus bersedia menopang saya di dalam doa dan biarlah anugrah dan kemurahan Tuhan senantiasa bertambah-tambah di dalam kehidupan Ibu beserta keluarga! Gbu

Monday, 27 August 2012

27 Agustus 2012



27 Agustus
Gunakan setiap kesempatan yang kita dapatkan. Saat ini adalah hari-hari yang sangar mendesak (Efesus 5:16, terjemahan alkitab “The Message”). Gunakan waktu dengan tanggung jawab berarti mencapai tujuan yang ditetapkan, tidak sekedar “sibuk”! Gunakan setiap waktu yang sudah ditetapkan untuk saling membangun kehidupan saudara-saudara kita yang lain, meng-encourage seseorang atau membuat dampak yang maksimal, jadi hal yang paling bijaksana adalah memanfaatkan waktu kita untuk hidup bagi Tuhan dan melayaniNya, amin. Sudahkah setiap kita “mempergunakan waktu” dengan bijaksana?

Respon 1
Segala puji bagi Tuhan! Ibu benar, memang untuk segala sesuatu itu ada masanya, dan untuk apapun di bawah langit itu ada waktunya! Maka dengan itu Ibu, saya menyadari, kalau saya masih boleh ada, dan tinggal di dunia ini. Itu semua dikarenakan berkat kasih karuniaNya beserta kemurahan Tuhan! Untuk itu saya mau Ibu, belajar agar tidak kehilangan masa yang sudah Tuhan tetapkan melalui anugerah dan kasih karuniaNya, maka dengan itu saya akan belajar bangkit bila waktu saya terlewatkan dan maju terus untuk berlari di dalam Tuhan! Karena saya percaya Ibu pada hari-hari terakhir ini semuanya sudah sangat dekat dengan akhirnya! Akan tetapi saya juga akan terus percaya akan mukjizat Ibu karena Allah akan melakukan apa yang dapat dilakukanNya pada sisa waktu yang ada. Terima kasih banyak ya Ibu, selamat berkarya, Tuhan memberkati, Gbu.

Respon 2
Ya Cik Betul (y) :D, karena kita tidak tahu sampai kapan kita hidup di dunia ini. Gbu

Sunday, 26 August 2012

26 Agustus 2012



26 Agustus
Kalau kita mengasihi KRISTUS maka kita mampu untuk mengasihi jiwa-jiwa yang Tuhan percayakan kepada kita, baik itu keluarga, rekan-rekan sekerja di market place, maupun jiwa-jiwa yang sudah dipercayakan di dalam “komunitas sel” kita ya! Mari saudaraku jika kita mengasihiNya bersediakah kita melayani atau menggembalakan “domba-dombaNya”? Atau menjadi mentor bagi jiwa-jiwa yang membutuhkan kasihNya? (Yohanes 21:15-19).

Respon 1
Dengan KASIH KRISTUS kasih kita jadi tidak terbatas dan memampukan kita melakukan segala sesuatu dengan sukacita yang meluap-luap untuk memuliakan Kristus.

Respon 2
Yesus selalu menyertai kita semua! Baik Ibu, saya akan selalu mengasihi Tuhan Yesus lebih dari apapun juga, dikarenakan saya sangat bersyukur Ibu bahwa Tuhan Yesus sudah mengasihi saya lebih dulu dan bahkan sebelum saya ada di dunia ini! Dan juga saya sangat menyadari Ibu, tidak ada yang bisa saya perbuat untuk membalas kasihNya, kecuali saya hanya mampu mempersembahkan hati ini untuk menjadi milikNya. Untuk DIA-lah yang berkuasa menguasai hati ini, sehingga saya beroleh kemampuan untuk dapat menjadi gembala kecilNya atau menjangkau mereka yang membutuhkan belas kasihan, agar beroleh keselamatan! Terima kasih banyak ya Ibu, selamat melayani Tuhan, senantiasa Tuhan memberkati, Gbu.