CULTURAL
Yakobus 3:13, “Siapakah
di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik
menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.” Di
jaman teknologi seperti saat ini dimana sosial media begitu mudah diakses,
apapun yang ingin kita ketahui dapat kita dapatkan dalam waktu beberapa
“menit/detik” J. Sebagai anak-anak Tuhan kita perlu memliki HIKMAT & AKAL BUDI
dalam mengelola hati/pikiran, tindakan & waktu kita
agar bukan kita yang dikuasai/terikat dengan teknologi (khususnya
gadget/internet/games online, dsb) tetapi kitalah yang harus menggunakan waktu
kita sedemikian rupa sehingga apapun yang kita lakukan/kerjakan itu BERMANFAAT
baik bagi diri sendiri maupun orang lain J. Manfaatkan dengan baik teknologi yang
berkembang saat ini untuk melakukan hal-hal yang positif bukan sebaliknya J. Amin.
Respon 1
“Suara Tuhan yang
lembut pun jika kita peka, akan kita responi. Sebaliknya, suara sangkakala
tidak menggetarkan hati jika kita tuli rohani.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Sabtu, 30 Mei 2015.
Bacaan: 2 Timotius 1:3-18. Setahun: 2 Tawarikh 31-33. Nats: Itulah sebabnya aku
menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu (2 Timotius 1:12a). NO, NO, NO.
William Borden (1887-1913) dikenal sebagai salah satu misionaris kampus
terhebat dan dermawan. Saat ia meninggal dunia, di bawah bantalnya ditemukan
secarik kertas berisi “tiga No”. No reserve (tidak ada lagi cadangan,
bertanggal penyerahan dirinya kepada Tuhan). Demi Kristus, Borden rela keluar
dari zona nyamannya sebagai putra jaksa kaya di Chicago dan menjadi misionaris
dari Universitas Yale. Ia mendirikan Yale Hope Mission dan pada musim gugur
1913 mewariskan uang senilai 1 juta dolar AS (2,2 miliar rupiah dalam kurs
2010). Ternyata, “cadangannya” telah dipulihkan Tuhan (1:12b)! No retreat
(pantang mundur, bertanggal saat sang ayah melarangnya terlibat lagi dalam
bisnis). Dalam pertemuan Student Revival Movement (SVM) pada 1905 di Nashville,
AS, Borden menerima tantangan Dr. Samuel Zwemer, misionaris di Mesir, untuk
pergi ke Kansu, Tiongkok, yang dipandang sebagai “salah satu tempat penugasan
tersulit di dunia penginjilan” saat itu. Untuk persiapan, Borden belajar bahasa
di Kairo, Mesir. Tetapi, ketika baru tiga bulan di sana, cerebral meningitis
menghentikan langkahnya. Gagalkah ia? Tidak. Ada 35 juta salinan biografinya
dalam bahasa Cina tersebar ke seluruh provinsi di Tiongkok dan membuka ladang
misi yang sebelumnya sulit dijangkau! No regret (tiada penyesalan, bertanggal
saat ia sakit keras). Borden “tidak malu” mengikuti Dia karena ia tahu Siapa
yang ia percayai (1:12). Ia juga “telah mengakhiri pertandingan yang baik” dan
“telah mencapai garis akhir” (2 Tim 4:7) --Hiendarto Sukotjo. BUAH PELAYANAN
ANDA BELUM TAMPAK? JANGAN UNDUR, REKAN PENERUS ANDA KELAK PASTI AKAN
MELIHATNYA. (Ibu Caroline – Bandung)
Respon 3
Praise God!
Pergilah perempuan itu daripadanya (melakukan apa yang diperintahkan):
ditutupnyalah pintu sesudah ia & anak-anaknya masuk; & anak-anaknya
mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuan. Ketika
bejana-bejana itu sudah penuh berkatalah perempuan itu kepada anaknya:
“Dekatkanlah kpd-ku sebuah bejana lagi” tapi jawabnya kepada ibunya: “Tidak ada
lagi bejana”. Lalu berhentilah minyak itu mengalir [2 Raj 4:5]. Sekali lagi
kita diingatkan tentang melakukan bagian kita untuk belajar menerima
pertolongan Tuhan. Saat bejana itu ada, minyak terus mengalir & ketika
sudah tidak ada bejana lagi, minyak berhenti mengalir. Saya membayangkan, saat
melakukan bagian kita sesuai perintah, kita melihat 'masih ada harapan'. Saat
kita melakukan bagian kita langkah demi langkahlah pengharapan kita makin
terbangun sebab kita melihat karya dari kuasaNya. Kita pasti pernah
mengalaminya... Saat kita tidak lakukan apa-apa, kuatir kita yang makin besar
tapi setelah kita kerjakan apa yang harus kita lakukan, 1 langkah saja, sudah
berkurang rasa kuatir kita, makin tenang kita, makin melihat dengan terang,
karena harapan kita yang makin bertumbuh. Minyak itu mengalir karena langkah-langkah
dikerjakan 'sesuai perintah' Tuhan. Saya semakin mengerti mengapa Tuhan mau
kita lakukan dulu apa yang menjadi bagian kita. Bukan hanya supaya kita belajar
dari-Nya tapi juga supaya pengharapan iman kita kepada-Nya makin bertumbuh.
Let's do it! Menjaga pengharapan iman kita kepada Tuhan tetap bertumbuh hanya
dapat dilakukan dengan mengerjakan bagian kita sesuai perintahNya, yang mana
perintahNya? Ada dalam Alkitab kita masing-masing: Prinsip firman Tuhan.
Beginilah cara kita menerima pertolongan Tuhan, sebab Tuhan tidak bisa bekerja
diluar firmanNya. Morning... Jbu all.
Respon 4
Berapa kalikah kita
akan diampuni Tuhan bila kita berbuat dosa? Alkitab tidak pernah menyebutkan
sampai berapa kali kita boleh berbuat dosa & pasti diampuni. Yang
disebutkan adalah bahwa Allah kita itu pengasih & penyayang, panjang sabar
& berlimpah kasih setia-Nya. Dia setia & adil sehingga setiap kita
mengaku dosa-dosa kita, Dia akan mengampuni & menyucikan kita kembali dari
segala kesalahan (Kel. 34:6-7; 1 Yoh. 1:9). Dan jika Yesus mengajar kita untuk
mengampuni orang yang bersalah kepada kita 70 kali 7 kali, tentu Allah akan
memberikan pengampunan-Nya berkali-kali lipat daripada itu. Apakah ini berarti
kita bebas berbuat dosa tanpa kuatir penghukuman sebab semuanya pasti akan
diampuni? Inilah yang dikatakan Yesus pada perempuan yang dibawa pada Yesus
dengan tuduhan telah berzinah itu: “Hai, perempuan. Tidak adakah orang yang
menghukum engkau? Akupun tidak. Pergilah & jangan berbuat dosa lagi” (Yoh.
8:11). Yesus memberikan kasih karunia pada wanita muda itu. Tetapi kasih
karunia diberikan BUKAN UNTUK BERBUAT DOSA LAGI (apalagi bebas berbuat dosa)
tetapi supaya JANGAN BERBUAT DOSA LAGI. Artinya, kesabaran & kemurahan
Allah pada kita -dengan menganugerahkan pengampunan pada kita- harus dipandang
sebagai suatu kesempatan untuk memperbaiki diri, mengubah kebiasaan-kebiasaan
dosa, terus mengalami perubahan hari demi hari dengan pertolongan kekuatan Roh
Kudus-Nya. Bukan sebaliknya, semakin nyaman & bebas dalam dosa. Tapi,
bagaimana jika setelah itu kita masih jatuh kembali? Sesungguhnya kita masih
jatuh setiap kali sebab ada banyak dosa-dosa yang tidak kita sadari &
sengaja lakukan. Asalkan kita membenci dosa itu & minta kasih karunia-Nya
untuk berubah, dosa kita akan diampuni -sebab dosa-dosa itu dosa-dosa yang
masih dapat diampuni. Hanya jangan keraskan hati dalam dosa. Tuhan pasti
menghukum orang-orang demikian. Bangkitlah dari kejatuhan dosa Anda. Keberapa
kalipun itu. Yang lebih utama, bangkit & keluarlah dari kehidupan (yang nyaman)
dalam dosa. Sebelum terlambat. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment