Wednesday, 6 May 2015

6 Mei 2015



CULTURAL



Baca: Matius 5:13-16. Ayat 16: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Menjadi TERANG = Berkarya maksimal di marketplace kita masing-masing, menjadi berkat melalui kehidupan kita sehari-hari dimanapun berada. Sudahkah TERANG Kristus bersinar dari dalam hidup kita? Sudahkah melalui TERANG itu nama Tuhan kita dimuliakan? J Amin.

Respon 1
Bagi semua yang sedang letih lesu dan berbeban berat, Yesus berkata supaya kita datang kepada Dia. Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (GNCC)

Respon 2
Galatia 3:29, ‘Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.’ TUHAN YESUS tolong kami untuk tetap mengejar apa yang benar dan terus mencari TUHAN. TUHAN rindu mengubah padang belantara yang tengah kita alami menjadi taman eden.tamannya TUHAN yang pnh dengan kegirangan dan suka cita dan nyanyian syukur. Kami yang menerima janjiMU: Susanti dan Caroline bersama keluarga kami. Thank You JESUS. In JESUS name we pray. Amen. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 3
Maz 44:8 – TUHANlah yang memberi KEMENANGAN terhadap para lawan kita dan orang-orang yang membenci kita, TUHAN beri malu! Wooow... Didalam DIA ada kemenangan, ada pembelaan! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 4
SAAT TEDUH. Rabu, 6 Mei 2015. Semua Orang Berdosa. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yohanes 1:9). Ketika saya kelas 5 SD, sekolah kami mempunyai peternakan ayam petelur. Suatu pagi yang sepi, saya melihat sebutir telur berada di depan sebuah kandang. Saya mengambilnya dan menyembunyikan di dalam tas. Pulang sekolah, saya menunjukkan telur tersebut dengan bangga kepada ayah yang menjemput. “Tadi nemu di kandang,” jawab saya ketika ayah menanyakan asal telur tersebut. Ayah memegang pundak saya dan berkata, “Itu bukan nemu, tapi mencuri. Itu bukan milikmu.” Saya mengembalikannya dengan tersipu malu. Tidak ada seorang pun manusia yang layak mengatakan dirinya adalah manusia yang tidak berdosa. Itulah inti dari surat Yohanes. Bahkan pernyataan “bayi yang tak berdosa” bertentangan dengan Roma 5:19, yang menyatakan bahwa ketidaktaatan satu orang telah menjadikan semua orang berdosa. Tetapi, Yohanes juga menulis tentang karunia keselamatan dari Allah. Melalui pengurbanan Yesus, bagi setiap orang yang mengakui dosanya, Allah akan mengampuni dan menyucikannya dari segala kejahatan (ay. 9). Roh Kudus menginsyafkan kita akan dosa dan, setelah kita menjadi orang percaya, menuntun kita untuk hidup memuliakan Tuhan. Dalam belajar berjalan dipimpin Roh Kudus, tentu kita masih dapat terjatuh. Syukurlah, Roh Kudus sabar untuk menuntun kita pada pertobatan, memperbarui pikiran kita agar sesuai dengan kebenaran Tuhan, dan memampukan kita menerapkan kebenaran itu. Hari demi hari kita diubahkan--dalam anugerah demi anugerah, dalam iman kepada iman, dalam kemuliaan yang semakin besar —WAN. DOSA MEMBUAT KITA TERTUNDUK MALU, TAPI PENGAMPUNAN ALLAH MENGANGKAT KEPALA KITA UNTUK TERUS MAJU. Selamat pagi. Tetap Semangat. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)


No comments:

Post a Comment