Tuesday, 30 June 2015

Cultural Part 5

TEMPTATION

 Cultural Part 5
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 21 Juni 2015)


Lukas 4:5-7
Pada waktu iblis menunjukkan kepada Yesus semua kerajaan dunia, dia sedang menunjukkan kepada Yesus semua dimensi kekuasaan di dunia ini! Semua kuasa, pada awalnya, diberikan kepada Adam. Tapi kemudian Adam memberikannya kepada iblis. Dan sekarang iblis bisa memberikannya kepada siapapun yang ia kehendaki.
Seakan dia berkata “kalau kamu mau kompromi nilai moralmu, aku bisa bawa kamu ke posisi paling atas.” Yesus berkata “TIDAK”. Karena Yesus tahu, “whomever you bow down on the way up, will control you at the top” (apapun yang kita sembah saat kita di posisi bawah, itu yang akan mengontrol kita saat kita berada di posisi atas).

Yesus paling peduli terharap orang. Tapi kenapa Iblis tidak mencobai Yesus dengan orang-orang atau jiwa-jiwa??
- Because if you get the kingdom, you get the people. If you get the nation, you get the people.
- Karena kalau kita miliki kerajaan, kita miliki orang di dalamnya juga. Kalau kita kuasai sebuah bangsa, kita kuasai orang-orang di dalamnya juga!!!

Stories:
  • ADOLF HITLER naik sampai di posisi atas di bidang PEMERINTAHAN (one of the pillars). Dia menyebarkan kebencian dan membunuh banyak orang. Kok bisa gitu?? Karena menguasai dunia Pemerintahan!

  • Tahun 1960an – “THE BEATLES”. Bangkit dan naik sampai di posisi paling atas dunia Hiburan (Arts & Entertainment).

  • Abad ke 19, Amerika ingin menghapuskan perbudakan. 3 juta prajurit berperang dan 620.000 prajurit mati di medan perang karena usaha ini. Di waktu yang sama, di Inggris, mereka juga ingin menghentikan perbudakan. Tuhan membangkitkan seorang bernama WILLIAM WILBERFORCE. Dia aktif di POLITIK/PEMERINTAHAN, dan sangat mengasihi Tuhan, takut akan Tuhan. Dia mengumpulkan pemimpin-pemimpin, berjuang bertahun-tahun, dan berhasil menghapuskan perbudakan, tanpa ada yang harus mati. Kok bisa gitu?? Karena aktif dan menguasai dunia pemerintahan!

  • Uganda

HOW DO WE RISE TO THE TOP OF THE 7 MOUNTAIN?
BAGAIMANA KITA NAIK KE PUNCAK DARI 7 PILAR MARKETPLACE?

1.  MEMBAUR
Terlalu lama kita membagi dunia kita, kita membagi injil.
Gereja vs Masyarakat. Rohani vs Duniawi. Spiritual vs Natural.
Tapi kita sudah belajar tentang hal ini di bagian kedua seri Cultural, bahwa tidak harus seperti itu.

Handphone Anda – bisa digunakan untuk komunikasi, untuk sosmed, tapi juga bisa dipakai untuk membuka ayat Alkitab, dan bahkan mencatat kotbah hari ini.

Tuhan berbicara untuk umatnya, pada saat mereka berada di BABILONIA.
Yeremia 29:5-6. Tuhan suruh umatnya untuk BERTAMBAH BANYAK! (sama seperti mandat Kej 1:28). Dimana?? Di BABYLON! Tempat asing! Yang sering digambarkan sebagai “dunia”.

Yeremia 29:7
Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

Di tempat pembuangan sekalipun, Tuhan bilang “Usahakanlah kesejahteraannya!!! Berdoalah untuk kota itu!!! Karena kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu juga”

Tuhan tidak ingin kita punya sikap antagonistic/menolak dunia. Tuhan bilang, “punyailah hubungan baik dengan orang Babylon. Dengan orang duniamu”. Berdoalah supaya perusahaan Anda sukses, jaya, makmur. Malahan, berdoalah Tuhan memakai Anda untuk membawa perusahaan Anda jadi sukses, jaya, makmur!

2.  MENERANGI
Jadilah terang, pada saat ada kegelapan. Jadilah solusi waktu ada masalah. Bukan nambah masalah. Dan Tuhan akan membuat kita jadi orang yang tepat, di saat yang tepat, untuk memberikan solusi yang tepat untuk lingkungan marketplace kita.


  • Daniel
Urapan yang Tuhan beri, bukan hanya sekedar untuk keuntungan kita. Urapan yang diberi Tuhan adalah untuk kita bersinar bagi Tuhan di marketplace.

Mungkin kita bukan CEO, CFO, COO. TAPI, kalau kita jadi orang yang dipercaya oleh bos kita, kita punya pengaruh! When you're that person, you're influential.

  • P. Wahju Hanafi's story
Lebih dari sekedar untung besar, Pak Wahju memuridkan seluruh bangsa Papua Nugini dengan prinsip Alkitab.

3.  MEMPRAKTEKKAN
Peter Wagner berkata, “kita memenangkan pillar Agama dengan kerohanian. Untuk ke-6 pillar lainnya, cara kita menguasainya adalah dengan: SUKSES!!” Anda akan memiliki kekuasaan saat Anda SUKSES. Banyak orang mandang sukses buruk, but the Bible is filled with promises for successes!!! Minggu lalu kita lihat bahwa Tuhan berjanji kita akan “kian bertambah terang!”
Ulangan 8:18. Story: Liu Geng Hong.

4.  MENYEBARKAN
Sebarkan Injil. Jangan sampai kita keasyikan hanya ada di dalam marketplace dan nggak make a difference. Temukan panggilan Anda, temukan perusahaan tempat kerja, dan jadilah yang teratas di sana, untuk menyebarkan Yesus.

Gereja ® THE MEETING PLACE IS THE TRAINING PLACE FOR THE MARKETPLACE! Tempat pertemuan (gereja) adalah tempat latihan untuk kehidupan (marketplace)!
Cultural Part 6
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 28 Juni 2015)


Intro:
Telepon genggam canggih vs baterai tahan lama? Apa gunanya telepon genggam canggih tanpa baterai?

Selama serial Kultural, kita mendengar tentang hal-hal maupun cerita-cerita orang di marketplace yang memberi dampak, baik di dunia dan untuk kerajaan Surga. Dan kita ingin seperti itu, tapi sering kita melupakan hal penting yang harus ada di dalam kita.

Raja 2:1-8
“To Dream Is Free But The Journey Is Not”. Di mujizat ini Elisa menemukan IDENTITAS-nya lebih dari AKTIFITAS-nya !

Beberapa contoh:
-Chick Fill A
-InNOut Burger
-Forever 21

Bagaimana untuk selalu ingat IDENTITAS Anda?

  1. Doa & Baca Firman
Roma 10:17
“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
-Contoh : Adam dan Hawa di Taman Eden.


  1. Tertanam dalam Gereja Lokal
Di gereja Anda mendapat tuntunan hidup. Contoh: ingat di zaman perjanjian lama, setiap raja harus punya nabi. Tanpa nabi Tuhan, dia akan tersesat dari jalan Tuhan (ini alasan mengapa Anda harus tertanam di gereja lokal, bukan tertancap, tapi tertanam).
Jangan jadi raja di marketplace yang tidak terakses suara Tuhan. Contoh: dimana-mana, orang yang teachable, itu orang yang disayang. God will do the same! Be teachable king, jadi kesayangan Bapa!

  1. Melayani di Gereja dan di Marketplace
Gereja itu rumah rohani. Marketplace itu lapangan pelayanan. Untuk menjaga identitas, Anda perlu sesuatu yang simple. Seperti HP canggih butuh sesuatu yang simple, yaitu: battery.

Konklusi:
 -Teknik DISTRACTION Iblis, terus dia pakai, untuk membuat kita lupa akan IDENTITAS kita di dalam Tuhan.
-Born Identity and Born Again!

Yohanes 3:7
“Kamu harus di lahirkan kembali”

Bayangkan ketika kita semua kembali ke area kehidupan kita, ke marketplace dengan identitas yang kuat di dalam Yesus! Akan ada orang orang yang hidupnya berubah, jadi lebih baik, membangun sesama, membangun keluarga, pekerjaan, gereja dan pelayanan yang lebih baik. Maka kota dan bangsa akan jadi lebih baik!!

Mari hidup dengan identitas yang kuat di dalam Tuhan

Cultural Part 4

TEMPTATION

 Cultural Part 4
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 14 Juni 2015)


Dalam dunia bisnis muncul banyak percakapan dan pertanyaan:
-        Bisnis itu dekat dengan dosa.
-        Untung itu dosa atau tidak?
-        Investasi itu oke tidak? Jika  invest, nanti kita seperti tidak percaya Tuhan.

A)    God loves marketplace people – Tuhan mencintai orang-orang yang berada di Marketplace
Tuhan pakai orang-orang marketplace untuk mendukung pelayanan Tuhan.
Contoh: Titius Yustus – Kisah 18:7. Siapa Titius Yustus? Dia adalah orang Roma kelas atas, orang kaya yang menjadi percaya, dan bergabung dalam gereja mula-mula di Korintus. Tuhan pakai Titius untuk mendukung pelayanan Paulus.
Contoh: Krispus – Kisah 18:8. Siapa Krispus? Kepala rumah ibadat. Dari cerita Titius dan Krispus, kita semua bisa belajar: orang-orang marketplace, bisnis dan profesionals tidak harus seperti dunia dan menjadi tidak produktif untuk Tuhan. Bahkan, prinsip Tuhan dan kebenaran Tuhan membuat kita semakin diurapi untuk makin excellent dalam dunia marketplace. Bahkan dengan berdampak di sosial kelas atas, Anda bisa seperti Yusuf, Daniel, Esther, memberi dampak, mempengaruhi pengambilan keputusan atas sosial budaya.





B)    How God wants you to be excel in market place – Bagaimana Tuhan menginginkan Anda untuk unggul di Marketplace
Baca: Lukas 19: 11 – 13.
Perhatikan kata itu: Pakailah ini untuk berdagang (in english: do business).
1 Mina = 100 dinar = 100 hari kerja. Tuhan tidak masalah dengan orang berdagang. Tuhan juga nggak masalah dengan nominal besar.
Lukas 19: 15 – Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia di nobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba hambanya, yang telah di berinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing.

Tuhan tidak masalah dengan hasil. Malah dari cerita ini kita belajar, Tuhan mengharapkan hasil dari apa yang Tuhan percayakan, untuk kita dapat investasikan.

Ada hal-hal  baik yang bisa kita pelajari dari pelajaran diatas:
1.      Tuhan mau kita UNGGUL dalam karir kita dan MAKMUR dalam bisnis kita.
“Excellence is an art won by training and habituation. We do not act rightly because we have virtue or excellence, but we rather have those because we have acted rightly. We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act but a habit.”
Excellent adalah seni yang dikuasai dengan latihan dan membiasakan. Kita tidak bertindak benar hanya karena ada kekuatan di dalam kita, tapi kekuatan dan excellent muncul karena kita mau bertindak benar. Kita adalah pengulangan yang kita lakukan. Unggul, bukan hanya tindakan, tapi kebiasaan –Aristotle.


2.      Yesus mencari KEMAJUAN YANG TERUKUR dalam Waktu yang JELAS (Lukas 19: 16-19)
Ada sebuah kiasan: Progress is everyone’s business (progress itu urusan/usaha setiap orang).
Amsal 4:18, “Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.”
Ada 2 kata yang perlu Anda garis bawahi dan jadi rencana Tuhan bagi Anda:
-kata “cahaya” = berasal dari kata “ore” – artinya terang, fajar yang muncul, bercahaya, alat penerangan, bahkan terang kemakmuran.
-kata “KIAN bertambah terang” = berasal dari kata “haw lak” – artinya: berangkat, menuju, bergerak.

Cahaya kita PROGRESSING (mengalami kemajuan)! Dari pagi subuh, sampai kepada siang terik! Yesus memberitahu kita bahwa kita semua bisa mengalami kemajuan/peningkatan.

Dari kondisi biasa, sedang, tinggi. Dari kondisi tidak sempurna, hancur, biasa-biasa. Jangan berhenti di level Anda saat ini. Tapi Yesus mengajak kita maju!

Tuhan mau kita melipatganda, dalam waktu yang jelas.
Bukan suatu hari nanti.
Ya kapan-kapan.
Punyai target, kapan modal kembali, keuntungan, dll.

Waktu dia kembali, dalam waktu yang terukur, dia berharap 1 jadi 10; 1 jadi 5. Tuhan mau kita punya Progress Terukur dalam waktu yang jelas.


3.      Level KESUKSESAN dan KEMAKMURAN Anda di marketplace, menentukan level PENGARUH dan OTORITAS yang akan Anda miliki.
Level kesuksesan Anda (apapun itu area Anda), menentukan level pengaruh dan otoritas yang Anda miliki.
Contoh: Lukas 19:17, 19. 10 mina menguasai 10 kota, 5 mina menguasai 5 kota. Bukankah ini juga logis dalam dunia bisnis? Semakin sukses dan makmur Anda, semakin besar pengaruh dan otoritas yang Anda miliki?
Di AOC Anda bukan hanya didoakan berhasil, tapi BERJAYA. Anda harus sukses, Anda harus makmur, karena Anda akan punya Pengaruh dan Otoritas yang makin besar untuk mengembalikan 7 pilar untuk kemuliaan Tuhan.

Perhatikan kata tuannya:
(a)    Baik sekali perbuatanmu = kamu menghasilkan Keuntungan dan menciptakan Pertumbuhan.
(b)   Hamba yang baik = Hidupmu menjadi contoh.
(c)    Engkau telah setia = (Perhatikan ini pebisnis), setia artinya: Menjadi sukses dengan integritas yang baik.

4.      Otoritas atas KOTA bukan hanya diberikan, tapi DICAPAI
Anda mendapat otoritas atas kota, sebagaimana Anda membuktikan menjadi asset bagi kota. Hidup Anda harus bisa jadi asset bagi kota. Berhenti berpikir, saya biasa, saya tidak bisa, saya tidak mungkin, tapi mulai berkata, bagi Tuhan tak ada yang mustahil!




5.      PENGARUH dan penghargaan didapati dari MELAYANI
Lukas 19 – sebagaimana hamba-hamba ini melayani asset tuannya, melayani hak tuannya, mereka mendapat Influence dan Respect.
Jika Anda melayani Tuhan di 7 pillar Tuhan tempatkan Anda, Anda akan mendapat Influence dan Respect.

Perhatikan ini: Pekerjaan hanya cara kita mendapat uang. Sebuah pekerjaan memuliakan Tuhan ketika tujuan Tuhan tergenapi melalui hidup kita, di tempat kerja kita.

Punyailah Mental Anak Raja dengan Hati Hamba.
Bukan Mental Hamba, Hati Raja.
Tapi milikilah Mental Anak Raja, dengan Hati Hamba.

Anak Raja selalu tahu apa itu baik, excellent, luar biasa, visi besar, merebut kota, tapi Hati Hamba membuat kita tahu apa itu melayani, rendah hati, mengandalkan Tuhan, mengasihi sesama, dan membangun kehidupan orang lain!

Kesimpulan:
TUHAN cinta marketplace people dan Tuhan mau kita menjadi unggul di marketplace. Tuhan ingin kita kembali ke 7 pilar masyarakat, dan berkuasa di sana dan membawa nama Tuhan, kemuliaan Tuhan bersinar lewat hidup kita dan lewat usaha kita masing-masing!

Maukah Anda berkata: “Tuhan aku bukan hanya ingin kaya atau makmur, tapi aku ingin melayani Tuhan dan membawa kemuliaan bagi nama Tuhan?”


BERDAMPAK DI TENGAH BUDAYA Cultural Part 3

TEMPTATION

 BERDAMPAK DI TENGAH BUDAYA
Cultural Part 3
(Diambil dari Khotbah Alfa Omega Church, 07 Juni 2015)


Ide intro:
Saya dulu pernah ikut-ikutan mengkritik, musik, politik, dll… Saya sendiri diingatkan: Apa yang sudah kamu lakukan? Supaya ada musik-musik dengan lirik yang baik? Supaya ada politik yang lebih baik?

POINT:
A.  Sejarah Cultural Transformation
Di abad awal kekristenan setelah Masehi… Di bawah Kaisar Roma, yang namanya BUDAYA dikuasai dan diperuntukkan bagi orang-orang  yang berpendidikan, orang-orang elite, atau secara sosial dipandang high class. Dan mereka-mereka itu adalah orang-orang non Kristen. Mereka adalah kelompok orang yang punya rumah bagus, kuda bagus, pakaian bagus, perhiasan bagus, teknologi bagus.

Di momen yang sama, justru orang-orang Kristen menarik diri dari sosial budaya, dan dunia memandang mereka sebagai primitive, kelas rendah dan orang-orang tidak elite. Dan orang Kristen, hanya dapat mengkritik dan menghakimi budaya yang ada waktu itu.

Bagaimana bisa berdampak dalam budaya, kalau menarik diri dan menjauhkan diri?

Augustine tidak menghakimi budaya; namun dia juga tidak mengatakan bahwa budaya adalah jawaban dari semua kebutuhan hidup. Dia mengajarkan Engaging Culture dengan mengajarkan: “Kita perlu menolak moralitas dunia, tapi kita dapat menghargai dan mempelajari metode dari budaya dunia” (perhatikan kalimat ini, supaya Anda tidak salah arti).

Minggu lalu kita bahas, bagi Paulus: Pesannya tidak berubah, tapi Metodenya bisa berubah. Dalam pengajarannya, dia mengajarkan: selama bisa diambil baiknya, kenapa tidak diambil baiknya dan dipakai untuk kegunaan Kerajaan Sorga?!

Augustine akhirnya terkenal sebagai “Cultural Transformation”. Bagi Augustine, perubahan budaya bukan pencoretan dosa dari dunia ini; tapi perubahan pribadi manusia oleh PENEBUSAN KRISTUS!

Bukankah Paulus juga pernah menulis hal yang sama tentang Kristus?
2 Kor 5:19, “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.” Artinya: Anda dan saya sudah didamaikan oleh Tuhan; giliran kita membawa berita pendamaian itu, ke dalam dunia Bisnis, Pendidikan, Pemerintahan, Hiburan dan Seni (7 Pilar Marketplace). Bukan hanya mengkritisi dan menghakimi budaya.

B.  Cara pandang yang berbeda terhadap dunia dan budaya
-        Aliran Anabaptist – yang mengajarkan pengikutnya untuk menarik diri dari dunia.
-        Aliran Monaciticism, yang mengajarkan bahwa menjadi biarawan adalah cara untuk hidup suci, dimana seseorang menarik diri dari  kegiatan dunia dan hanya fokus melakukan kegiatan rohani.
-        Aliran Stoic, yang menjelek-jelekkan “segala sesuatu” yang menyenangkan pikiran atau tubuh adalah dosa. Di tahun 1541 – 1564, muncul seorang theologiawan yang bernama John Calvin. Seperti Augustine, Calvin menolak roh dan immoralitas dunia; tapi dia bisa memahami metode dunia. John Calvin mengajarkan: Selama MOTIF dan SIKAP dibalik semua yang kita lakukan tidak bertentangan dengan prinsip Tuhan; maka kita harus berani lakukan.

Sehingga orang mulai belajar tentang bedanya hal MORAL, AMORAL dan IMMORAL. CONTOH: BANYAK HAL ITU AMORAL, seperti: musik (Daud juga memuji Tuhan dengan musik), lukisan, makan, minum, fashion, cars, rumah.

Semuanya itu amoral, hanya sesuai MOTIF dan SIKAP dibaliknya menentukan, yang AMORAL jadi IMMORAL atau MORAL baik.

Sekali lagi: KEKUDUSAN adalah menyeimbangkan antara dipisahkan dari dunia (set apart) dengan perintah Tuhan pergilah ke dunia yang penuh dosa dan hancur ini. Ketika Anda paham ini, Anda paham: tujuan Tuhan tempatkan Anda di dunia. Anda faham: Bukan jadi orang yang menjauhi dan mengkritik dunia; tapi bagaimana kita engaged (terlibat) dalam budaya dan berdampak dalam dunia.

C.  Gimana aku bisa tahu bahwa yang aku lakukan ini benar?
-        Tidak menyalahi prinsip firman Tuhan…
-        Brings joy and healing to people
-        Fullfill the purpose of God

KONKLUSI:
Mari jadilah orang-orang yang berdampak di tengah-tengah budaya. Entah kita ibu rumah tangga, professional, entrepreneur, di pendidikan, politik, seni dan media, mari kita ada di sana dengan kerinduan untuk berdampak bagi Tuhan di tengah budaya.
Siapapun kita, Tuhan tempatkan kita di area kita masing-masing untuk tujuan tertentu.

Minggu lalu dikatakan di DPU, Anda yang pilih pekerjaan, Tuhan yang tetapkan berkat bagi Anda. Mari kembali kepada tujuan Tuhan, agar kita berdampak di tengah budaya!!


30 Juni 2015

TEMPTATION



Matius 6:13, “dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)” Saat Tuhan Yesus dicobai di padang gurun, 3 (tiga) kali Yesus mengatakan, ‘ada tertulis...’ manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Matius 4:4,7&10). Yesus teguh berpegang pada kebenaran firmanNya. Tuhan Yesus juga dapat menolong kita saat kita dicobai. Jalan Tuhan memang tidak mudah, ujian/pencobaan bisa datang tanpa diundang J. Tetapi percayalah kita dapat bergantung kepadaNya sebagai satu-satuNya Penolong dalam hidup kita karena firmanNya berkuasa memberikan kita kemenangan, amin.

Respon 1
Pertumbuhan iman bermanfaat untuk menjauhkan diri kita dari masalah. Matius 6:13, ‘dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin).’ Bagaimana kita tetap teguh berdiri dan tetap percaya ketika si jahat berusaha mencobai kita, tidak mudah ya ketika si jahat memikat kita dengan berbagai kenikmatan dunia. Masih ingat ya lagu anak-anak sekolah minggu: “Di dalam dunia ada 2 jalan lebar dan sempit mana kau pilih, yang lebar api jiwamu mati tapi yang sempit hidup berglori.” Jalan yang ditawarkan si jahat adalah jalan yang lebar, memang kelihatannya mudah, enak tetapi ujungnya menimbulkan masalah dan kematian iman tetapi jika iman kita tetap teguh memang kelihatannya kita memilih jalan yang sempit, susah, sengsara tetapi pada akhirnya jalan Tuhan inilah yang menyelamatkan kita, membawa hidup kita sukacita, damai, taat pada rencana dan kehendak Tuhan. Amin. Jbu. (Ibu Inggita – PKS CL 4)

Respon 2
SAAT TEDUH. Selasa, 30 Juni 2015. Karakter, Bukan Karier. Ucapkanlah syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (1 Tesalonika 5:18). “Aku bingung apa sebenarnya panggilan hidupku. Setiap pagi aku ke kantor, mengerjakan tugas-tugasku, lalu sore pulang. Lima hari seminggu begitu-begitu saja. Kadang aku bertanya-tanya, apakah pekerjaanku ini sudah sesuai dengan kehendak Allah atau belum,” kata Wahyu. Temannya yang mendengar hanya tercenung. Bingung juga mau berkata apa. Apakah Anda pernah atau tengah mengalami kegalauan semacam itu, yaitu berusaha mengetahui kehendak Allah dalam pekerjaan yang Anda lakukan? Perikop hari ini memberikan perspektif yang segar, dan dapat memberikan jawaban atas kebingungan kita. Jika dicermati, Paulus tidak mengaitkan kehendak Allah dengan pekerjaan yang kita lakukan, melainkan dengan bagaimana sikap kita dalam menjalani hidup ini. Kita dipanggil untuk menghormati pemimpin (ay. 12), hidup dalam damai dengan orang lain (ay. 13), bersabar dan membela yang lemah (ay. 14). Allah menghendaki kita untuk bersukacita (ay. 16), tekun berdoa (ay. 17), bersyukur (ay. 18), dan seterusnya. Jika kita menyelidiki perikop lain yang berbicara tentang kehendak Allah, kita akan menemukan arah nasihat yang serupa. Dari situ dapat disimpulkan, kehendak Allah bukan terutama berkaitan dengan karier kita, melainkan dengan karakter kita. Dengan begitu, kita leluasa berkarier apa saja, sesuai dengan talenta, kecakapan, dan peluang yang ada. Yang lebih perlu untuk kita perhatikan adalah: apakah kita menjalankan karier itu dengan karakter seorang anak Allah. Tidak perlu bingung lagi, bukan?—ARS. KEHENDAK ALLAH BUKAN TERUTAMA BERKAITAN DENGAN KARIER KITA, MELAINKAN DENGAN KARAKTER KITA SEBAGAI ANAK-NYA. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
CINTA UANG. Read: 1 Timotius 6:2b-10. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang dan karena memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka (1 Timotius 6:10). Salah satu saudari kami ingin memperbaiki nasib dengan menggeluti bisnis melalui internet. Setelah beberapa bulan, kami melihat fokusnya mulai terarah pada uang. Saat berinteraksi dengan kami, ia lebih banyak membicarakan uang. Saat kami menasihatinya agar kembali berfokus pada Tuhan, ia membela diri dengan menjawab dirinya bekerja demi Tuhan. Nanti kalau bisnis maju, duitnya juga untuk Tuhan. Kenyataan berbicara lain. Ia memang jadi orang kaya, namun hidupnya berantakan. Ia cerai dengan suaminya, lalu kumpul kebo. Hubungannya dengan keluarga dan gereja pun kacau. Tidak perlu disangkal, setiap orang membutuhkan uang. Tuhan pun mendorong kita bekerja keras untuk mendapatkan uang, namun Tuhan tidak menghendaki kita mengabaikan ibadah (ay. 6). Karena kita tidak membawa apa-apa ke dalam dunia dan ketika mati, sangatlah penting mengembangkan sikap cukup (ay. 7-8). Orang yang ingin kaya berfokus pada harta sehingga rentan terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat, dan ke dalam berbagai nafsu yang hampa dan mencelakakan, bahkan menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai duka (ay. 9-10). Tuhan senang kita bisa mencukupi semua kebutuhan dengan hasil jerih lelah kita, Tuhan bangga melihat kita bisa memberkati orang lain dengan uang kita, namun jangan sampai kita cinta akan uang. Uang memang bisa menyelesaikan banyak masalah, namun uang bukan tuan, uang hanya alat. Jadilah tuan atas uang, bukan cinta akan uang dan menjadi hamba uang. TUHAN MEMBERI KITA UANG BUKAN UNTUK DICINTAI, MELAINKAN UNTUK DIPAKAI BERIBADAH. (Budi Hariono – PT. MPU)

Respon 4
Pencobaan ialah usaha melakukan sesuatu. Pencobaan dari Tuhan mencerahkan tapi pencobaan dari setan menyengsarakan! Have a nice day. (Bp. Gunadi Cahyono – PT. MDU)

Respon 5
RENUNGAN PAGI. Matius 6:27, “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” HAL KEKUATIRAN. Bacaan: Matius 6:25-34. Tiada seorang pun yang hidup tanpa kekhawatiran; tak satu pun kebal dari kekuatiran. Jika seseorang berkata bahwa dia tidak peduli akan apa pun di dunia ini, maka dia ada dalam penyangkalan. Yang menjadi pertanyaan: apa yang dapat kita lakukan dengan kekuatiran kita? Kekuatiran adalah sebuah perasaan gelisah, ketakutan atau kengerian terhadap sesuatu yang belum terjadi. Perasaan-perasaan ini biasanya terkait dengan pikiran-pikiran NEGATIF atas sesuatu yang mungkin terjadi di masa depan. Mari saudaraku kita ganti pikiran NEGATIF dan memikirkan sesuai dengan apa yang Tuhan Yesus firmankan. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu (Fil 4:8). Merasa kuatir berarti merasa cemas, bingung dan pikirannya terbagi-bagi. Apa yang harus kita perbuat ketika rasa kuatir menyerang pikiran kita? Rasul Paulus menasihati, “...nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Fil 4:6-7). Sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak seharusnya merasa kuatir karena Tuhan, Allah kita sanggup memberkati dan menjaga kita. Ketika kita kuatir kita sedang berupaya memindahkan beban dari bahu Tuhan yang kuat ke bahu kita yang lemah. Mampukah kita? Selamat pagi. Allah sumber segala rahmat & kasih karunia senantiasa menyertai, memimpin & melindungi kita bersama anggota keluarga di mana pun mereka berada. ~ Imanuel ~ (Ibu Tatik Maywati – Bank Ekonom

Respon 6
Adalah keliru bila ada yang beranggapan Tuhan & Alkitab menentang kekayaan & orang-orang kaya. Abraham, Ishak & Yakub adalah orang-orang yang kaya bahkan sangat kaya. Salomo mungkin salah satu orang terkaya yang pernah hidup di muka bumi. Uang & kekayaan materi lainnya pun alat Tuhan bagi kelangsungan pekerjaan-Nya di muka bumi. Pada sisi lain, kita perlu ingat pesan-pesan peringatan Alkitab mengenai kekayaan: 1- Kekayaan dapat menjadi tuhan & penguasa hidup kita; yang kita cintai, dambakan & kejar lebih dari Kristus & Kerajaan-Nya ~Mat. 6:24,33. 2- Ada tipu daya dalam kekayaan. Pikiran kita diperdaya dengan berpikir bahwa dalam kekayaan ada kedamaian, sukacita & kebahagiaan sejati ~Mat. 13:22; Mrk. 4:19. 3- Oleh sebab ingin kaya, banyak pria & wanita mengorbankan iman & hubungannya dengan Tuhan~1 Tim. 6:10. 4- Sebab cinta uang, orang menempuh jalan kejahatan & berbagai-bagai penderitaan yang tidak perlu. 5- Kemakmuran punya kemampuan menjerat hati kita sehingga berat melangkah dalam menyangkal diri mengikut Kristus ~ Mrk. 10:22. 6- Kelimpahan materi dapat mengubah hati kita menjadi jauh dari Tuhan & menentang Dia -dengan menjadi serakah, kikir bahkan kejam pada sesama ~ 1 Tim. 6:17; Yak. 2:6;5:1-6. 7- Kekayaan duniawi sangat berpotensi mengalihkan kita dari pengejaran akan harta sorgawi ~Mat. 19:21-24. 8- Kekayaan dapat menjadi tujuan seumur hidup yang berarti melepaskan tujuan hidup terbaik yang Tuhan telah rencanakan bagi kita ~ 1 Tim. 6:9-12. Maka, selayaknya kita perlu SUNGGUH-SUNGGUH memperhatikan apa yang diajarkan Yesus Kristus supaya kita fokus pada pengejaran harta sorgawi yang kekal abadi -bukan pada kekayaan duniawi (Mat. 6:19-21). Dengan cara demikian, entah pada kita dipercayakan kekayaan yang besar atau cukup dari Tuhan, hati kita tidak pernah menyimpang dari jalan-jalanNya (Ams. 30:7-9). Hidup kita tidak lagi diarahkan pada pencapaian-pencapaian yang semu tetapi pada apa yang benar-benar bermakna di pandangan pencipta kita. Seperti hidup Yesus & saleh-salehNya di sepanjang zaman. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 7
Maz 5:1 – Berilah telinga kepada perkataanku, ya TUHAN, indahkanlah keluh kesahku! YESUS pasti mendengar doa kita, DIA sangat peduli dengan masalah-masalah kita. Percayalah! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 8
“Teman bisa datang dan pergi, tetapi sahabat sejati bertahan sampai mati.” Xavier Quentin Pranata.


Monday, 29 June 2015

29 Juni 2015

TEMPTATION



Diseri khotbah yang kemarin (Cultural Part 6) kita semua sangat diberkati J. Bagaimana agar kita selalu ingat bahwa kita punya IDENTITAS? Ilustrasinya sangat sederhana: smartphone yang kita pakai (yang jadul maupun yang terbaru sekalipun)selalu ada batterynya J. Demikian juga dengan kita sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak akan “menjadi spiritual” kalau kita “tidak kelihatan religius” J. Kita akan HIDUP/bersinar/punya identitas/berdampak kalau kita ada battery-nya (battery yang senantiasa di-charge/kehidupan kita juga harus di-charge. Yaitu: yang pertama adalah doa & baca Alkitab. Roma 10:17, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Kelihatannya kuno ya J tetapi inilah tujuan & nilai (purpose & value) hidup kita. Mari saudara-saudaraku: “Bersarapan Pagi bersama Yesus” sebelum kita beraktivitas disepanjang hari ini. Jadikan SARAPAN PAGI (doa & baca firman) sebagai suatu kebiasaan yang baik setiap hari, niscaya sepanjang hari itu kita berhasil & berjaya. Amin. Berikutnya: Tertanamlah dalam sebuah gereja lokal & terlibatlah melayani di gereja & marketplace J. Mari hidup dengan IDENTITAS yang kuat dalam Tuhan agar kita BERSINAR di marketplace kita masing-masing! Amin.

Respon 1
Ayub 42:5 – Dulu hanya kata orang saja aku mendengar tentang Tuhan, tetapi sekarang aku sendiri mengalami pertolongan TUHAN! Ayo alami sendiri, YESUS pasti tolong! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
SAAT TEDUH. Senin, 29 Juni 2015. Tali Sipat. Inilah yang diperlihatkan-Nya kepadaku: Tampak Tuhan berdiri dekat sebuah tembok yang tegak lurus, dan di tangan-Nya ada tali sipat (Amos 7:7). Pada saat seorang tukang bangunan mendirikan sebuah tembok atau dinding, ia akan membentangkan benang untuk memastikan dinding yang sedang dibangun lurus. Ia membutuhkan seutas benang yang diberi beban supaya benang itu lurus. Gaya gravitasi akan menarik beban itu sehingga benang membentuk garis tegak lurus. Dengan mendekatkan benang, yang disebut sebagai tali sipat, itu ke dinding yang sedang dibangun, seorang tukang akan mengetahui apakah tembok itu tegak lurus atau tidak. Tanpa tali sipat, sangat sulit bagi tukang untuk membuat dinding yang lurus. Tuhan menetapkan hidup kita sebagai bangunan rohani. Tuhan ingin bangunan hidup kita tegak lurus. Menurut Yesaya 28:17, tali sipat itu adalah kebenaran dan, dalam Yohanes 17:17, kebenaran adalah firman Tuhan. Kita harus selalu mendekatkan diri kepada kebenaran firman Tuhan sehingga kita mengerti apakah bangunan hidup kita tegak lurus atau tidak di hadapan Tuhan. Bangsa Israel telah diingatkan melalui nabi Amos bahwa Tuhan sudah berdiri dengan tali sipat di tangan-Nya. Tetapi, mereka tidak mau mengukur bangunan hidup mereka menurut tali sipat kebenaran itu. Mereka tidak mau bertobat dari kejahatannya. Akibatnya, kehidupan mereka menyimpang jauh dari ketetapan Tuhan. Karena itu, Tuhan mengizinkan bangsa Asyur menghancurkan bangsa Israel. Mari kita senantiasa membawa bangunan hidup kita dekat dengan kebenaran firman Tuhan dan memastikan bangunan hidup kita tegak lurus di hadapan-Nya —YBS. BIARLAH HIDUP KITA SENANTIASA DEKAT DENGAN FIRMAN TUHAN, TALI SIPAT YANG MENGARAHKAN DAN MELURUSKAN. Welcome Monday. Good morning all. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Dalam menyikapi perkataan Tuhan, sebagian orang Kristen menanggapi firman tidak ubahnya menanggapi ramalan-ramalan dari para cenayang: “Jika pesannya baik, aku percaya & aminkan; jika pesannya tidak baik, tidak perlu dipikirkan. Kan belum tentu benar.” Entah itu disampaikan oleh Roh Kudus melalui pembacaan Alkitab, khotbah, membaca tulisan rohani atau pesan nubuatan yang teruji dsb, ada sebagian dari anak-anak Tuhan yang gemar “memilih-milih menu makanan rohaninya” -seolah-olah ada perkataan Tuhan yang tiada bermanfaat & bisa diabaikan begitu saja. Ini bukan sikap yang benar di hadapan Tuhan. Apa yang disampaikan Tuhan bukanlah perkataan hampa, itu adalah hidup kita (Ul. 32:46-47;2 Tim. 3:16). Itu adalah sesuatu yang begitu penting sehingga harus menjadi pegangan hidup kita, yang harus kita baca, renungkan, perkatakan & lakukan SELURUHNYA supaya kita berhasil sebagai anak-anak Allah sepanjang usia (Yos.1:8; 23:6; Ul. 28:58). Tidak boleh kita satu dua kali saja melakukan perintah Tuhan tapi taat sepenuhnya senantiasa (2 Kor. 2:9; Fil. 2:12). Sikap “pilih-pilih makanan” sebenarnya merupakan pertanda kondisi rohani kita. Hanya kanak-kanak & orang-orang yang tidak baik kondisi tubuhnya tidak dapat menikmati semua jenis makanan sehat yang ada. Makanan lunak yang mudah dicerna adalah makanan bayi. Orang-orang sakit sukar mengkonsumsi semua jenis makanan. Jika demikian kita menyikapi firman, seharusnya kita segera menyadari kondisi rohani kita yang buruk itu. Kelemahan-kelemahan & kondisi-kondisi kita bukan alasan mengesampingkan firman. Sebab Tuhan siap memberikan hikmat, kekuatan & berkat-Nya atas setiap langkah iman kita mengerjakan kehendak-Nya. “Peringatan-peringatanMu adalah milik pusakaku selama-lamanya sebab SEMUANYA itu kegirangan hatiku” (Maz. 119:111). Benar sekali. Mereka yang normal & sehat rohaninya menyukai semua makanan. Termasuk hidangan-hidangan yang terlezat: makanan-makanan keras. Jangan puas dengan bubur rohani. Meja perjamuan & hidangan pesta telah disiapkan bagi Anda. Akankah Anda datang memenuhi undangan Tuhan? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 4
“Kita seringkali lebih mempercayai manusia yang seperti serigala berbulu domba ketimbang Anak Domba Allah yang sungguh-sungguh dapat kita percayai.” Xavier Quentin Pranata.

Sunday, 28 June 2015

28 Juni 2015

TEMPTATION



Pertumbuhan iman membuat kita menjadi PEKA akan kehadiran Tuhan & panggilanNya (Yeremia 31:31-34). Pertumbuhan Iman orang percaya membuat kita peka akan kehadiranNya/24jam sehari J. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang (Yoh 16:13). Amin.

Respon 1
SAAT TEDUH. Minggu, 28 Juni 2015. Kurang Huruf 'N'. Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasih yang kamu tunjukkan demi nama-Nya dengan melayani orang-orang kudus, seperti yang terus kamu lakukan (Ibrani 6:10). Dalam ulangan di sekolah, ada pertanyaan tentang sebutan bagi seseorang yang memberikan pengaruh bagi banyak orang. Entah karena buru-buru atau menggampangkan, walaupun saya tahu jawabannya “pemimpin”, ternyata saya hanya menulis “pemimpi”. Saat ulangan selesai dan langsung dikoreksi, saya jadi bahan tertawaan teman yang mengoreksi pekerjaan saya. Kurang huruf “n” sudah menyebabkan perbedaan arti yang sangat besar! Sebagai seorang Kristen yang berinteraksi di keluarga, masyarakat, gereja, kantor, dan sebagainya, setiap kita memiliki peran yang berbeda-beda. Tidak dapat dipungkiri, ada beberapa peran yang kelihatannya tidak penting, terutama kalau kita bekerja di belakang layar. Namun, bukan berarti Tuhan tak adil. Sebaliknya, Dia tidak akan melupakan pekerjaan dan kasih kita terhadap nama-Nya oleh pelayanan kita (ay. 10). Tuhan mau kita selalu memiliki pengharapan pada-Nya (ay. 11) agar kita tidak menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut Tuhan yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Tuhan (ay. 12). Kita harus belajar menjadi seperti Abraham yang menanti dengan sabar dan, dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan padanya (ay. 15). Apakah saat ini Anda bernasib seperti huruf “N” dalam pengalaman saya? Peran Anda disepelekan dan dilupakan orang? Tetaplah berharap pada Tuhan dan ketahuilah peran Anda sangat penting. Tanpa Anda, satu pekerjaan atau pelayanan tak akan maksimal. Lakukan peran Anda, apa pun itu, sebaik mungkin —RTG. PERAN ANDA DI MANA PUN SANGAT PENTING SAAT ANDA MELAKUKANNYA DEMI KEMULIAAN TUHAN. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 2
Tidak ada yang menyolok dari keluarga kecil yang datang ke Bait Allah hari itu. Orang-orang sekampung mereka tahu, sang suami tukang kayu miskin & istrinya dari desa terpencil. Mereka membawa anak sulung mereka yang masih bayi untuk ditahirkan. Saking sederhananya, persembahan yang mereka bawa ialah sepasang tekukur & 2 ekor anak merpati, persembahan terkecil yang disyaratkan taurat. Keluarga itu ialah Yusuf, Maria & bayi Yesus (Luk. 2:22-24). Lalu muncullah 2 orang yang hanya satu kali disebutkan oleh Alkitab. Mereka orang-orang biasa. Tapi mereka pencari-pencari Tuhan yang penuh dengan Roh Kudus. Simeon digerakkan Roh Tuhan hari itu ke Bait Suci. Untuk apa? Untuk menyaksikan genapnya janji Tuhan dalam hidupnya yaitu melihat sang Juruselamat & setelah itu mati. Pun Hana, sama dengan Simeon, bersukacita melihat bayi itu & menyampaikan kepada semua orang bahwa dari Anak itulah datang keselamatan bagi dunia. Suatu hal yang sukar dipahami bahkan oleh Maria & Yusuf (Luk. 2:25-38). Hampir tidak ada yang tahu bahwa yang bayi yang datang hari itu adalah Juruselamat dunia. Lebih-lebih dilihat dari tampilan kedua orang tuanya yang sederhana, tidak kaya, tanpa tampilan-tampilan rohani yang menyolok. Secara dunia, Yesus tak dikenali. Sebab itu, kemampuan mengenali Yang Diurapi dalam rupa bayi ialah sesuatu yang tidak biasa apalagi setelah Yesus dewasa & melayani, hampir tak ada yang benar-benar mengenali siapa sebenarnya Dia itu. Hingga kini, umumnya orang-orang Kristen masih menilai hal-hal rohani dari ukuran-ukuran jasmani. Entah lupa atau tidak mengetahui standard yang benar, tampilan-tampilan yang hebat menjadi ukuran keberhasilan suatu gereja atau seorang hamba Tuhan. Kita perlu berhati-hati. Apa yang tampak luar biasa di pandangan umum kerap menipu sebab Tuhan bekerja dalam cara yang tak diketahui & tersembunyi. Hanya orang-orang yang dengan tekun belajar akan ukuran, pikiran & hati Tuhan yang akan mengetahui seperti apa, melalui siapa & bagaimana Tuhan bekerja. Minta & rindukan hati sedemikian. Anda tidak akan pernah tersesatkan. Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 3
“Busur yang dibuat kendur saat menganggur justru lentur saat dipakai bertempur.” Xavier Quentin Pranata.

Saturday, 27 June 2015

27 Juni 2015

TEMPTATION



Roma 12:1, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Ayat 2: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Bagaimana kita menjalani hidup saat ini? Apakah hidup kita sudah kita persembahkan kepada-Nya sebagai “persembahan yang hidup”? Atau kita masih mementingkan kemauan sendiri? Dengan kekuatan sendiri? Dan untuk diri sendiri?? Jangan kamu menjadi serupa dengan dunia (ayat2): Jangan biarkan dunia MEMBENTUK kita sesuai kemauannya. Rasul Paulus berkata bahwa kita harus menolak pandangan dunia, sebaliknya kita harus berubah oleh pembaharuan budi kita. Amin. Pembaharuan budi ~Memandang diri sendiri sesuai cara pandang Allah, pembaharuan gaya hidup sebagai BUAH, tubuh kita sebagai persembahan yang hidup bagi Allah J. Amin.

Respon 1
Maz 73:1 – Sesungguhnya, ALLAH itu BAIK bagi mereka yang TULUS HATInya, bagi mereka yang BERSIH HATInya! Ayo, hati kita selalu JUJUR, apa adanya, selalu baik! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2
“Taman pernikahan harus dirawat agar tetap indah dan jadi berkat!” Xavier Quentin Pranata.

Friday, 26 June 2015

26 Juni 2015

TEMPTATION



Pertumbuhan Iman Membuat Kita Mudah Mengampuni. Efesus 4:31-32, “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” Kebencian/kemarahan/geram membuat kita tinggal dalam tingkatan yang sama dengan orang yang menyakiti kita (Booker T) J. Mengapa kita harus mengampuni? Alasan yang paling kuat adalah karena dosa-dosa kitapun telah diampuni ‘sebagaimana Allah didalam Kristus telah mengampuni kamu’ (Efesus 4:32). Orang yang lemah tidak dapat mengampuni, mengampuni adalah ciri orang yang KUAT (Mahatma Gandhi). Makin kita menyadari betapa besar kita telah ‘diampuni oleh Allah’, makin mudah bagi kita untuk ‘mengampuni orang lain’. Amin. Mengampuni adalah perbuatan terpuji. Amsal 19:11, “Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.” Sudahkah kita mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita sebagaimana Kristus sudah mengampuni kita? J Amin.

Respon 1
Filipi 4:8. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, PIKIRKANLAH SEMUANYA ITU. (GNCC)



Respon 2
Pagi bahagia... J. Pagi penuh senyum ceria dengan rasa syukur dan berkat. SELEMBAR KERTAS. Akte kelahiran adalah kertas. Kartu imunisasi kertas. Piagam kelulusan, kertas. Ijazah, juga kertas. Semuanya hanya berupa kertas!! Kehidupan kita layaknya kertas-kertas. Seiring waktu berlalu, dirobek, kemudian dibuang. Dunia itu semuanya terdiri dr kertas-kertas. Berapa banyak orang bersedih karena “kertas-kertas” yang dimilikinya. Dan berapa banyak orang begitu bahagia dengan “kertas-kertas” yang dimilikinya. Tetapi, ada satu lembar kertas yang tidak mungkin dilihat manusia selamanya, yaitu: SURAT KEMATIAN. Maka persiapkanlah untuk menghadapi kematian karena itu adalah KERTAS terpenting. 2 hal yang tidak akan selamanya ada dalam diri seseorang: “masa mudanya dan kekuatannya.” Dan 2 hal yang berguna untuk setiap orang: “hati yang mulia dan hati yang lapang.” Dan 2 hal pula yang akan mengangkat derajat seseorang: “sikap rendah hati & menolong kesulitan orang lain.” Dan 2 hal pula yang menjadi penolak bala: “amal & sosialisasi.” Ada 3 fase hidup yang tampak: (1) Masa puber: kita punya waktu dan kekuatan, tetapi tidak punya uang. (2) Masa bekerja: kita punya uang dan kekuatan, tetapi tidak punya waktu. (3) Masa tua: kita punya uang dan punya waktu, tetapi tidak punya kekuatan. Inilah kehidupan, ketika kita mendapat sebuah karunia. Maka akan hilang karunia lainnya. Kita selalu yakin bahwa kehidupan orang lain, selalu lebih baik dari kehidupan kita. Dan orang lainpun meyakini, bahwa kehidupan kita lebih baik darinya. Hal itu dikarenakan kita melupakan hal terpenting dalam hidup kita, yaitu bersikap mensyukuri apa yang kita miliki. God bless you. (Bp. Sutikno – PT. MDU)


Respon 3
1 Sam 18:14 – Daud BERHASIL di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai DIA! Pastikan YESUS ada bersama kita maka kita PASTI BERHASIL. Yes. Ok. Pasti! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 4
SAAT TEDUH. Jumat, 26 Juni 2015. Matikan Bom Waktunya. Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: Janganlah matahari terbenam, sebelum padam kemarahanmu (Efesus 4:26). Suatu hari saya dan istri bertengkar karena perkara sepele. Saking sepelenya sampai saya malu untuk menyebutkannya di sini. Tetapi, rupanya dampak pertengkaran kami tidaklah sepele. Kami sampai tidak bertegur sapa sepanjang hari. Setelah keadaan membaik, saya pun menengok ke belakang, ingin tahu kenapa kami bisa bertengkar separah itu. Ternyata masalahnya ada di pihak saya. Tanpa saya sadari, saya memendam konflik-konflik kecil yang tidak saya selesaikan. Seiring dengan berjalannya waktu, konflik kecil makin menumpuk sehingga menjadi bom waktu dalam hubungan kami. Akibatnya, ketika ada perkara sepele lain yang memicu pertengkaran, bom waktu itu pun meledak. Dalam hubungan suami istri, perbedaan cara pandang atau ketidaksepakatan mengenai suatu persoalan adalah hal yang wajar. Hanya masalahnya, jangan sampai perbedaan yang ada malah menghancurkan hubungan yang sudah dibangun. Kalau ada hal-hal yang memang harus dibereskan, jangan dipendam-pendam, karena hal itu seperti menimbun amunisi untuk bom waktu yang siap meledak. Komunikasikan perbedaan dengan baik, dan cari jalan keluar yang memperkuat hubungan suami-istri, bukan melemahkannya. Rasul Paulus memang benar ketika menasihati jemaat Efesus, agar mereka menyelesaikan kemarahan sebelum matahari tenggelam. Kemarahan yang tidak segera diselesaikan hanya akan merusak diri sendiri dan orang-orang yang ada di sekitar kita. Jadi, marilah kita membereskan kemarahan sesegera mungkin—hari ini juga —DP. KEMARAHAN HARUS DIBERESKAN SESEGERA MUNGKIN, BUKANNYA DITIMBUN SEHINGGA MENJADI BOM WAKTU. Morning all... Sudah Jumat lagi ya... Semangat terus. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 5
Meski dikatakan oleh Pengkhotbah bahwa tidak ada yang baru di bawah matahari, kuasa-kuasa kegelapan yang mengendalikan dunia selalu berusaha menampilkan berbagai atraksi yang tampak segar beserta segala sensasi yang seolah-olah lebih kuat lagi. Ini tak terkecuali beragam cara & gaya hidup, khususnya di kota-kota besar, yang banyak bercirikan kesenangan, kemudahan, kemewahan & berfokus pada materi. Jangankan nilai-nilai firman Tuhan, nilai-nilai budaya & filosofi yang baik dari nenek moyang pun sudah mulai dilupakan. Dalam Yeremia 6:16, melalui sang nabi Tuhan menegur umat-Nya supaya “menanyakan jalan-jalan yang dahulu kala, jalan-jalan yang baik itu & menempuhnya.” Meski terdengar seperti saran untuk mempelajari ajaran leluhur namun pesan ini ditujukan pada orang-orang Yahudi. Artinya, mereka seharusnya melihat pada cara hidup, prinsip-prinsip, & teladan hidup para leluhur mereka -yang tidak lain ialah para kekasih Tuhan. Itulah jalan-jalan yang mungkin dipandang kuno namun yang dikenan oleh Tuhan. Jalan-jalan itu yang dilalui oleh Nuh, Abraham, Ishak & Yakub. Yang dijalani oleh Musa, Yosua & para hakim. Yang diikuti oleh Samuel, Daud, Salomo & raja-raja & nabi-nabi setelahnya yang hidup seturut hati Tuhan. Jalan-jalan apakah itu? Itu adalah jalan-jalan pergaulan, keintiman & persahabatan dengan Tuhan dimana mereka memilih berjalan bersama Tuhan daripada menuruti hawa nafsu dunia ini. Di jalan itu, kekasih-kekasih Tuhan ini beroleh pengertian akan kehendak, perintah, ketetapan, taurat, arahan & petunjuk Tuhan, yang mereka renungkan siang & malam, dimana hati mereka menjadi cinta akan semuanya itu sehingga tidak menginginkan yang lain daripada menyenangkan hati Tuhan & bersekutu dengannya (Maz. 1:2-3; 119:1-2; 27:4; 84:2,3,5,10). Itu juga merupakan jalan-jalan hikmat yang memberikan petunjuk bagaimana melangkah dalam hidup sehari-hari (Ams. 1:20-23; Ams. 4:11-19). Mari kita berhenti mempelajari jalan-jalan dunia yang gelap ini. Pelajari & jalani jalan-jalan yang (dipandang) kuno namun suci itu. Hati Tuhan akan penuh kesenangan. Andapun beroleh ketenangan (Yer. 6:16c). Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 6
“Pernikahan yang awet adalah saat suami-isteri berusaha untuk tetap lengket walaupun sikon ruwet.” Xavier Quentin Pranata.

Thursday, 25 June 2015

25 Juni 2015

TEMPTATION



2 Kor 1:3-4, “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.” Ya Tuhan, tolong kami ketika mengalami penderitaan, ingatkan kami akan janji-janjiMu bahwa Engkau sanggup menghibur & menguatkan kami & mampukan kami juga untuk dapat menghibur/menguatkan saudara-saudara kami ketika mereka dalam ‘penderitaan/kesusahan’. Bagaimana dengan kita saat dalam ‘penderitaan’? Sudahkah kita mengijinkan Kristus menguasai/menghibur kita? Amin J.

Respon 1
Kita hidup hanya sekali saja tetapi jika kita melakukannya dengan benar, hidup sekali saja sudah cukup. 1 Yohanes 5:4, ‘sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.’

Respon 2
SAAT TEDUH. Kamis, 25 Juni 2015. Kaya di Mata Allah. Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah (Lukas 12:21). Kaya di hadapan Allah? Sepertinya saat ini orang tidak terlalu memikirkannya. Menurut mereka, kaya secara materiil lebih menarik daripada kaya di hadapan Allah. Bukankah cara pandang ini juga telah memengaruhi banyak orang Kristen? Misalnya, ketika kita diminta untuk memilih antara bisnis yang memberi keuntungan besar dan beribadah, mana yang akan kita pilih? Perumpamaan tentang “orang kaya yang bodoh” diakhiri dengan satu kesimpulan: orang yang hidup untuk memperkaya diri secara materiil, tetapi tidak kaya di hadapan Allah, ia bersikap bodoh. Menjadi kaya secara materiil memang tidak salah. Yang salah, jika dalam mengejar kekayaan, orang itu mengabaikan kekekalan, atau sama saja dengan ia mengabaikan Tuhan! Orang kaya itu lebih memilih Mamon; ia menipu dirinya dengan merasa yakin bahwa hidupnya sudah memiliki jaminan. Tuhan juga mengajar bahwa kekayaan akan bernilai dan bermanfaat bila pemiliknya mempunyai hubungan yang benar dengan Allah. Ia menerima kekayaan yang Allah percayakan dengan hati bersyukur, dan ia akan mengelolanya secara baik dan bertanggung jawab di hadapan Allah. Orang yang berprinsip menjadi kaya di hadapan Allah akan menerima kekayaan dari Allah dan dengan sukarela dan sukacita memakai hartanya untuk melayani Allah. Ia tahu bahwa memuliakan Allah itu lebih utama dari segala sesuatu. Ia kaya di hadapan Allah dan menjadi pelayan yang setia. Sudahkah kita kaya di hadapan Allah? Apakah kita mengelola kepercayaan Tuhan untuk kemuliaan nama-Nya?—SYS. ADALAH SEBUAH KEBODOHAN KETIKA KITA MENGEJAR BERKAT, NAMUN MENGABAIKAN TUHAN, SANG SUMBER BERKAT ITU. Selamat pagi. Ayooo olahraga. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Kamis, 25 Juni 2015. Bacaan: Kejadian 28:10-22. Setahun: Ayub 41-42. Nats: Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu” (Kejadian 28:13). TUHAN MENUNJUKKAN VISI-NYA. Tahun 1999 terasa amat mengecewakan bagi saya. Saya terkena PHK sebagai imbas dari krisis ekonomi dan dilikuidasinya 32 bank waktu itu. Kehilangan pekerjaan yang saya impikan bertahun-tahun, saya merasa putus asa dan hilang harapan. Tetapi, di tengah keputusasaan itu, Tuhan menunjukkan visi-Nya bagi saya. Seorang rekan mengajak saya menulis dan menerbitkan buku renungan. Sekalipun awalnya ragu, saya melangkah. Tanpa saya sadari, keputusan itu ternyata mengubah jalan hidup saya. Panggilan dan visi Tuhan mengubah keputusasaan menjadi semangat baru untuk melayani-Nya. Yakub, harus lari dari rumahnya karena ancaman Esau, kakaknya, yang hendak membunuhnya. Pasalnya, Yakub menipu kakaknya itu dan merebut hak kesulungannya. Perasaan hati tidak tenang, takut, putus asa, kesepian meliputi hati Yakub kala itu. Hari itu, di suatu tempat, ia tidur dengan menggunakan batu sebagai alas kepalanya. Tak disangka, ia mendapatkan penglihatan menakjubkan melalui mimpi dan di situ ia bertemu dengan Tuhan, yang menyatakan visi untuknya (ay. 12-15). Visi Tuhan itu mengubah jalan hidup Yakub, memberinya semangat dan kekuatan baru untuk melanjutkan tujuan hidupnya (29:1). Kadang-kadang Tuhan mengizinkan kita mengalami situasi yang sulit, bahkan membiarkan kita putus asa selama beberapa waktu, supaya kita belajar berserah pada-Nya. Di tengah ketidakberdayaan dan keberserahan hati, Tuhan membukakan pintu langit dan menunjukkan visi-Nya bagi hidup kita. Tidak selamanya Dia membiarkan kita putus asa! --Samuel Yudi. BAHKAN DI TENGAH KETERPURUKAN DAN KEPUTUSASAAN YANG TERJADI, TUHAN MENUNJUKKAN JALAN-JALAN-NYA KEPADA KITA. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 4
Kel 15:2 – TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, IA telah menjadi keselamatanku, IA ALLAHku, kupuji DIA, IA ALLAH BAPAku, kuluhurkan DIA! Terima kasih YESUSku. ENGKAU memang dahsyat dan sangat BAIK. Hanya ENGKAU ku agungkan! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 5
Dalam 1 Raja-Raja 21, ada kisah memilukan mengenai Nabot, seorang yang dirampas kebun anggurnya oleh raja Ahab bersama istrinya, Izebel. Tidak hanya itu, untuk mendapatkan kebun anggur tersebut, Nabot dibawa ke pengadilan palsu dengan saksi-saksi yang berdusta memfitnah Nabot sebagai orang yang menghujat raja dan Tuhan. Sebab dua orang saksi yang jahat itu, Nabot -yang sesungguhnya tidak bersalah- dilempari batu hingga mati. Perbuatan dua orang saksi palsu (yang keberadaannya dirancang oleh Izebel) itu sangatlah keji di mata Tuhan. Itu sebabnya Tuhan bangkit murka-Nya dengan segera & mengutus nabi Elia untuk bernubuat kepada Ahab & keluarganya. Seluruh keluarga Ahab akan mati dengan cara yang mengerikan & seluruh keturunannya akan musnah. Saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan ialah perkara keenam yang sangat dibenci oleh Tuhan (Ams. 6:19). Di dalam saksi dusta sudah pasti ada tuduhan palsu atau fitnah, yang mampu menimbulkan banyak korban yang tidak bersalah. Menjadi saksi dusta (lebih-lebih dilakukan di bawah sumpah) sebenarnya sama dengan menjadi penegak-penegak kejahatan di muka bumi. Ini sama sekali bertentangan dengan ajaran Kristus yang memanggil kita menjadi anak-anak terang (Ef. 5:8) & senjata-senjata kebenaran (Rom. 6:13) demi melihat tegaknya keadilan & kebenaran atas sekitar kita (2 Sam. 8:15). Lebih-lebih Yesus sendiri mengajar kita supaya sekalipun tidak di bawah sumpah, kita harus berkata 'ya' di atas 'ya' dan 'tidak' di atas 'tidak'. Di dunia modern, beberapa orang telah mendustai hati nuraninya -dimana meski mereka tahu ada yang salah dengan agama atau ajaran-ajaran yang mereka terima atau tahu ada sistem-sistem rohani yang tidak sesuai dengan kebenaran firman -tetapi menutup mata bahkan tetap memberikan dukungan & persetujuannya, tanpa sadar telah membiarkan dirinya diarahkan menjadi saksi-saksi dusta melawan kebenaran. Kiranya kita dijauhkan dari semua itu. Berdoalah supaya kita beroleh kasih karunia agar bisa berdiri tegak dalam & demi kebenaran sejati. Seperti Kristus. Salam r
revival! GBU. (Worship Center Surabaya)




Wednesday, 24 June 2015

24 Juni 2015

TEMPTATION



Baca: Galatia 4:1-5. Jika kita ANAK maka kita berhak MEWARISI sesuatu dari orang tua kita J. Kedewasaan iman/ketaatan membuat kita menjadi ahli waris Kerajaan Surga (‘berhak menerima janji-janjiNya’). Adakah hari ini kita adalah ‘anak-anakNya’? Yang juga berhak menjadi Ahli Waris kerajaanNya? Amin.

Respon 1
Amin... We rise up today, we have no fear in Your perfect love, we will get dressed for victory, and we receive all the blessings as children of God. Thank you, for you encouragements sister. Gbu. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
SAAT TEDUH. Rabu, 24 Juni 2015. Taat Walau Pahit. Dan di tempat di mana dikatakan kepada mereka: “Kamu ini bukanlah umat-Ku,” akan dikatakan kepada mereka: “Anak-anak Allah yang hidup” (Hosea 1:10). Bagaimana respons kita seandainya berada dalam posisi Hosea? Ia diperintahkan Allah untuk mengawini Gomer, si perempuan sundal (1:2-3). Lalu, ketika Gomer lari darinya untuk berzinah dengan lelaki lain, dan akhirnya dijual sebagai budak, Hosea harus menebusnya kembali dan membawanya pulang (3:1-3). Terhadap anak-anak yang dilahirkan Gomer untuknya, Hosea harus memberikan nama yang berkonotasi buruk. Bagi putra sulung: “Yizreel” (Allah menabur). Menabur berkat? Bukan. Bukan berkat yang Dia tabur, melainkan amarah-Nya kepada bani Israel karena dosa Yehu dan keturunannya, para raja Israel Utara (1:4, lihat 2 Raja-Raja 10:29, 31). Bagi putri kedua: “Lo-Ruhama” (tiada belas kasih). Allah berhenti menyayangi umat-Nya? Tidak juga. Sebab, setelah menghukum Israel, Dia akan kembali mengasihi mereka meskipun mereka berulang kali melawan Dia (1:10-12, 2:21-22, dan 11:8-9). Bagi putra bungsu: “Lo-Ami” (bukan umat-Ku). Bagaimana jika Allah memutuskan perjanjian-Nya dengan umat-Nya? Adakah hukuman yang lebih mengerikan selain terpisah dari Dia, seperti yang pernah dialami Yesus di kayu salib (Mat. 27:46)? Kehidupan Hosea memang amat tragis. Tak dapat dipahami kenapa Allah menyuruhnya menjalani kepahitan seperti itu. Bagi banyak orang, mungkin ia dianggap gagal. Tetapi, bagi Allah, ia hamba yang taat, yang telah berhasil menjadikan hidupnya sebagai lambang kasih Allah yang abadi pada manusia yang cenderung memberontak. Lalu, bagaimana dengan hidup kita? —HIS. KETAATAN PADA TUHAN LEBIH PENTING DARIPADA KEBERHASILAN HIDUP. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 3
Barzilai waktu itu sudah 80 tahun. Meski begitu, ia keluar sendiri menyambut Daud yang saat itu harus mengungsi dari istana akibat pemberontakan Absalom, anaknya (2 Sam. 17:27-29). Barzilai membahayakan reputasinya sebagai seorang kaya yang terpandang di Gilead dengan menjadi penyokong kebutuhan hidup Daud & pengikut-pengikutnya yang dalam posisi lemah sebab seluruh rakyat telah mendukung Absalom sebagai penguasa baru. Saat pemberontakan Absalom berakhir, ada adegan mengharukan mengenai perpisahan Daud & Barzilai yang dicatat dalam 2 Sam. 19:31-39. Selagi melepas Daud kembali pulang ke istana, Daud mengajak Barzilai yang baik itu untuk tinggal bersamanya di Yerusalem. Dengan halus, Barzilai menguraikan alasan penolakannya yang akhirnya dapat diterima oleh Daud. Penolakan Barzilai menunjukkan kerendahan hati & ketulusannya yang tiada berpamrih memberi dukungan pada Daud. Tiada ambisi atau maksud-maksud pribadi untuk kepentingan diri selain berbuat baik kepada raja. Lebih dari itu, Barzilai lagi-lagi memberi sesuatu (yaitu budaknya) kepada Daud. Tahun-tahun pun berlalu. Daud mendekati ajal. Barzilai pun mungkin telah berpulang di tahun-tahun sebelumnya. Pada pesan terakhirnya sebelum mangkat, Daud mengingat kembali kebaikan Barzilai & meminta Salomo, sang penerus tahta, untuk memperhatikan anak-anak sahabatnya itu (1 Raja 2:7). Daud, meski lemah & tua, jelas orang yang tahu kebaikan orang lain & juga pribadi yang tahu berterima kasih. Dilakukannya pada orang yang berbuat baik padanya setimpal dengan kebaikan yang pernah ia terima. Adakah Tuhan kurang daripada itu? Tidakkah Dia akan membalas setiap orang, anak-anak & hamba-hambaNya yang sepenuh hati “berbuat baik” pada-Nya yaitu yang mengasihi & mengabdi pada-Nya tanpa pamrih, tanpa maksud-maksud memanfaatkan Dia, tanpa berharap imbalan apapun lainnya -selain hanya merindukan persekutuan dengan diri-Nya? Tentu Tuhan tidak akan tinggalkan. Dia pasti membalas ketulusan Anda (bahkan anak cucu Anda) dengan ribuan kebaikan yang tiada taranya. Percayakah Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)