Sunday, 31 May 2015

31 Mei 2015



CULTURAL


Matius 5:13, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.” Ayat 14: “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.” Tuhan Yesus, tolong kami untuk memberitakan Kabar Baik-Mu / menjadi TERANG-Mu. Jadikan kami orang-orang yang berdampak positif dimanapun kami berada, terutama melalui sosial media yang ada saat ini, dimana kami bisa memakai sarana ini (sosial media) untuk kemuliaan namaMu J. Amin.

Respon 1
Minggu, 31 Mei 2015. Bacaan: Mazmur 7:1-17. Setahun: 2 Tawarikh 34-36. Nats: Allah adalah Hakim yang adil (Mazmur 7:12). DI MANAKAH KEADILAN? Seorang pengamen di Jakarta Selatan melaporkan kasus pembunuhan ke polisi, tetapi malah ditangkap dan dipukuli agar mengaku sebagai pelakunya. Kejadian serupa dialami lima temannya, empat di antaranya sesama pengamen. Kini, ia menghirup udara bebas setelah setahun mendekam di penjara, sedangkan empat temannya masih dikerangkeng. Ia terbukti tak bersalah. Di dunia ini sering terjadi ketidakadilan. Alkitab pun mencatat banyak orang yang mengalami ketidakadilan. Yusuf diperlakukan tidak adil oleh saudara-saudaranya yang iri hati (Kej 37) dan oleh istri Potifar (Kej 39). Pada puncaknya, ketidakadilan tak terperikan ditimpakan pada Kristus Yesus. Dia dijatuhi hukuman mati melalui dusta dan pengadilan yang tidak sah. Pilatus yang mengadili-Nya tidak berani membela kebenaran (Yoh 18:38-40). Syukurlah, Tuhan itu Mahaadil. Pemazmur bersyukur atas keadilan Tuhan (ay. 18). Nabi Yesaya menyatakan bahwa orang yang menanti-nantikan keadilan Tuhan akan diberkati (Yes 30:18). Tuhan mendorong kita untuk memikirkan keadilan dan berlaku adil, terutama kepada mereka yang lemah (Fil 4:8; Mi. 6:8; Kol 4:1). Bisa jadi saat ini kita sedang diperlakukan tidak adil. Nah, kepada siapa lagi kita akan berseru dan meminta pertolongan kalau bukan dari Tuhan? Marilah kita bertekun menantikan waktu Tuhan menyatakan keadilan-Nya. Seperti nyanyian pemazmur, “Aku tahu bahwa Tuhan akan memberi keadilan kepada orang tertindas, dan membela perkara orang miskin” (Mzm 140:13) --Lim Ivenina Natasya. MESKIPUN DI DUNIA BANYAK TERJADI KETIDAKADILAN, PADA AKHIRNYA KEADILAN TUHAN YANG BERJAYA. (Ibu Caroline – Bandung)

Respon 2
“Polah dan tingkah kita lebih dinilai orang ketimbang wajah dan ibadah kita.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Minggu, 31 Mei 2015. PENDEK DAN BURUK. Jawab Yakub kepada Firaun, “... Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya” (Kejadian 47:9). Kehidupan Yakub penuh pencobaan. Demikian pula hidup kita. Hidup menekan dan membatasi kita, menimpakan beban yang tidak ingin kita pikul. Akan tetapi penderitaan yang paling tidak adil, paling tidak layak kita terima, paling sia-sia, adalah kesempatan bagi kita untuk menanggapinya dengan cara yang dapat digunakan oleh Tuhan untuk mengubah kita menjadi serupa dengan-Nya. Kita dapat bersukacita dalam pencobaan yang kita hadapi, karena kita tahu bahwa kesulitan membuat kita “sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun” (Yakobus 1:3,4). Tetapi ini perlu waktu. Kita menginginkan hasil yang cepat, tetapi tidak ada jalan pintas menuju tujuan akhir yang Allah tentukan bagi kita. Satu-satunya cara untuk bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus adalah dengan tunduk setiap hari pada kondisi yang Allah sediakan bagi hidup kita. Apabila kita menerima kehendak-Nya dan tunduk pada jalan-Nya, maka kekudusan-Nya akan menjadi milik kita. Perlahan-lahan tetapi pasti, Roh Allah mulai mengubah kita menjadi manusia yang lebih baik, lebih lembut hati, lebih tegar, lebih kuat, lebih kokoh dan lebih bijak. Prosesnya misterius dan tidak bisa dipahami, tetapi demikianlah cara Allah melimpahi kita dengan rahmat dan keindahan. Kita pasti mengalami kemajuan. Ruth Bell Graham mengatakan, semoga Allah memberi kita rahmat “untuk memikul panasnya api pembersihan, supaya beban kita tidak terasa semakin berat, tetapi kita dapat ikut memikul bagian penderitaan kita dan beban kita tetap ringan, dalam nama Yesus.” ALLAH SERING MENGOSONGKAN TANGAN KITA UNTUK MENGISI HATI KITA. Selamat pagi. Selamat hari Minggu. Selamat beribadah. (Madam Ossy)

Respon 4
Syalom. Amin... “Baiklah semuanya memuji nama TUHAN, sebab Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta” (Mazmur 148:5). Terima kasih ibu Siu Siang. Selamat beribadah. TUHAN YESUS selalu memberkati. Amin. (Bp. Oktovianus – Nabire)

Respon 5
Maz 115:12-13 – TUHAN selalu menolong dan memberkati orang-orang yang takut akan DIA, kecil atau besar! Hidup BENAR. Pasti ditolong dan diberkati berlimpah-limpah. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.


No comments:

Post a Comment