MY HONOUR
My Honour:
“Menghormati”. 1 Tawarikh 16:29, “Berilah kepada TUHAN kemuliaan
nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah
kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan.” Saat kita menyadari betapa besar
dosa kita, betapa besar pengampunanNya, maka tidak ada hal lain kecuali: sujud
menyembah kepada Bapa yang mengampuni dengan murahnya J. Amin. Bilamana kita
menghormati Bapa/sujud memyembah Dia? Aplikasi apa yang tepat sebagai
wujud kita menghormatiNya? Lakukan ketiga hal ini sebagai gaya hidup
anak-anakNya yang menyembah: (1)
Sediakan waktu untuk kita intim dengan Bapa melalui pujian penyembahan,
pembacaan Firman setiap hari & naikkan ucapan syukur kita melalui
DOA/Sarapan Pagi bersama Yesus setiap hari. (2) Love God Love
People (mengasihi Tuhan & mengasihi sesama melalui jiwa-jiwa yang
Tuhan percayakan bagi kita). (3) Bagikan wujud penyembahan kita melalui
kata-kata, tindakan yang memberkati orang lain/menjadi ‘kesaksian yang hidup’. Amin.
Respon 1
Kuda Liar. Salah
satu hal yang khas dari masyarakat Sumbawa adalah SUSU. Yang unik adalah susu
ini dihasilkan dari KUDA LIAR. Menurut sebuah artikel, cara menaklukkan kuda
ini untuk diambil susunya cukup ‘kejam’, yaitu dengan menceburkan kuda liar ke
dalam sungai sehingga kuda itu ketakutan, panik dan kehabisan tenaga. Saat
itulah si penakluk datang menolong dan mengurung kuda itu di kandang untuk
ditaklukkan di sana. Daud berpesan kepada umat Israel dalam Mazmur 32:9:
“Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus
dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati
engkau.” Sebagai seorang dengan latar belakang gembala domba, Daud sangat
mengerti akan karakter hewan-hewan seperti kuda dan bagal. Pesan itu ditujukan
kepada seluruh umat TUHAN di Israel supaya tidak mengeraskan hati, menutup
telinga untuk mendengar firman TUHAN. Terkadang TUHAN mengizinkan kita seperti
seekor kuda liar yang dipaksa untuk masuk dalam sungai persoalan yang deras.
Mungkin hal itu membuat kita panik, lelah dan takut. Namun, itulah cara untuk
menyadarkan bahwa KEKUATAN kita sesungguhnya tidak seberapa dan sangat
terbatas. Dan TUHAN tidak akan melakukan hal seperti itu jika saja kita mau
TAAT. Tujuan TUHAN bukan untuk membuat kita menderita, tapi Ia mau mengajar dan
menunjukkan kepada kita jalan yang harus kita tempuh. TUHAN mau kita taat
pada-Nya agar bisa menuntun kita menuju hidup dalam kemuliaan-Nya. SEMAKIN
DERAS ARUS MASALAH MENERPA, SEMAKIN KITA BERSANDAR PADA KEKUATAN-NYA!! Selamat
pagi. Selamat beribadah. Jesus Bless you all... (Bp. Budi Hariono – PT. MPU)
Respon 2
Maz 121:4-5 –
Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjagamu. TUHANlah Penjagamu,
TUHANlah naungan-mu... YESUS sumber PERLINDUNGAN kita. Selamat ibadah dan
melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 3
Di tengah kerumunan
massa yang ribuan jumlahnya dimana hampir-hampir mereka terinjak-injak satu
sama lain (Luk. 12:1, BIS dll), Yesus berpaling kepada murid-muridNya &
berkata, “Hati-hatilah terhadap ragi orang Farisi, yaitu kemunafikan mereka.”
Sungguh di luar kebiasaan. Bukannya tersenyum bangga melihat orang banyak
menghadiri KKR-Nya atau mengatakan betapa suksesnya pelayanan mereka sejauh
itu, Yesus malah memberikan pelajaran mengenai ragi orang Farisi yaitu
kemunafikan. Apa hubungan kerumunan massa dengan ragi atau dengan orang-orang
Farisi? Ragi ialah suatu zat untuk mengembangkan adonan roti sehingga yang
tampak sedikit tampak banyak karena membesar. Ragi pun membuat roti terasa
empuk & enak untuk dinikmati. Sedikit ragi dapat mempengaruhi seluruh
adonan. Ajaran & hidup orang-orang Farisi yang sarat dengan kemunafikan
disebut Yesus bagaikan ragi yang dengan cepat mempengaruhi banyak orang. Apa
maksudnya? Maksudnya, kerumunan orang banyak dalam ibadah & acara-acara
rohani bisa sangat menipu orang-orang yang melihatnya. Bagaikan roti yang mengembang
namun bukan karena isinya yang padat tapi sebab pengaruh ragi yang membuatnya
tampak besar -begitu pula orang-orang yang datang beribadah tidak semua datang
dengan kerinduan yang tulus untuk mencari Tuhan. Inilah kemunafikan. Seperti
orang-orang Farisi yang tampak saleh, beribadah & takut akan Tuhan, namun
jauh di dasar hati, mereka tidak pernah menginginkan Tuhan secara nyata hadir
dalam hidup mereka. Tuhan tidak mencari kerumunan orang. Lebih dari segala yang
lain, pertama-tama, Dia mencari hati yang murni & tulus. Hati yang tidak
mencari apa yang Tuhan bisa berikan bagi dirinya tapi mencari hubungan yang
hidup & ketergantungan penuh pada Allah. Lalu hati yang mencintai-Nya lebih
dari segala perkara sehingga rela mengabdi & setia pada-Nya, supaya tak
terpisahkan selama-Nya dengan Dia. Orang yang banyak tak mempesonakan Tuhan
-jika mereka berkumpul dalam kepalsuan jiwa. Ketulusan. Kerinduan yang murni
saat datang menghadap-Nya. Itulah yang diindahkan-Nya. Salam revival! GBU.
(Worship Center Surabaya)
Respon 4
“Kita bisa lepas
dari jerat dosa kalau kita melekat pada Pokok Anggur yang Benar.” Xavier
Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment